[ONESHOT] NAMJA VS YEOJA

namja vs yeojaAuthor: kimleehye19
Cast (OC): Park Jiyeon, Kim Myungsoo, Bae Suzy, Choi Minho
Genre: romance, friendship, fluff
Rating: PG-17

Annyeong yeorobun…
Kali ini aku bikin oneshot sebagai selingan karena kemarin kan udah ada FF chaptered. Nah, untuk one shot ini, ide ceritanya murni dari kepalaku yang mudah menemukan ide cerita. Semoga tidak mengecewakan. Jangan lupa komen/give rate/like FF ini ne.. Karena itu semua jadi semangatku bikin FF yang lain.
Happy Reading… ^_^

Di dorm, Myungsoo membolak balik buku catatan yang berisi jadwal-jadwalnya. Ada sebagian jadwalnya yang sangat disukai, apalagi kalau berkaitan dengan yeojachingunya, Park Jiyeon. Mereka kadang tampil dalam satu acara yang membuat mereka harus menanggung beberapa pernyataan yang memojokkan keduanya bahkan wajah Jiyeon pernah memerah karena perkataan rekan-rekannya. Myungsoo, Jiyeon, Suzy dan Minho adalah orang-orang yang berbakat di bidang tarik suara dan dance.

Sedangkan di ruang latihan, Jiyeon berlatih keras meluweskan gerakan-gerakannya dan menghafal beberapa gerakan baru yang cukup sulit. Dengan melihat dirinya di pantulan cermin, Jiyeon menggerakkan dan meliukkan tubuhnya mengikuti irama musik. Jiyeon lebih memilih ngedance dalam waktu lama daripada harus mengeluarkan suara saat bernyanyi dengan nada tinggi. Ketika Jiyeon sedang latihan, partner-nya menghilang. Ya, Bae Suzy. Apa yang dilakukan Suzy malah memvuat Jiyeon tercengang.
Jreng…
Yeoja itu malah ngemil sembari membaca not-not lagu baru mereka. Kali ini sajangnim ingin Jiyeon dan Suzy digabungkan menjadi sebuah duo solo. Suzy unggul di vokal, sedangkan Jiyeon unggul di koreonya. Sudah berkali-kali Jiyeon mengingatkan Suzy untuk sesering mungkin berlatih dance. Gerakannya sedikit sulit karena koreografernya berbeda dengan yang biasa membuat koreo untuk lagu-lagu yang lain.
“Yaak! Bae Suzy! Letakkan makananmu itu dan segeralah kemari.” teriak Jiyeon yang mencapai puncak emosinya.
Suzy menuruti kata-kata Jiyeon untuk latihan dance. Saat latihan berdua, Jiyeon malah berperan sebagai trainer untuk Suzy. Karena gemas dengan Suzy yang tidak luwes dan ngedance dengan benar, Jiyeon mematikan tape recorder yang berada di sudut ruangan.
“Suzy-a, jebal, kau harus serius. Ini proyek kita berdua.” Jiyeon duduk bersandar pada dinding dan meluruskan kakinya. Suzy hanya diam. Ia merasa bersalah pada Jiyeon yang sudah mati-matian latihan selama 4 jam.

“Ne, araseo sarangi eonni. Aku akan serius. Keunde, aku harap eonni bersabar ne… hehehe…”

“Ah, ye, manager-nim. Akan aku sampaikan pada mereka. Oh chakkaman! Kapan acaranya? Oh… Ye.. Ye.. Annyeong…” Minho bicara dengan manager melalui sambungan telepon. Proyek baru nih…batinnya. Dia langsung menghampiri Myungsoo yang sedang melihat-lihat jadwalnya.
“Yaak, Myungsoo-a, kita dapat proyek baru.”
Kata-kata Minho berhasil menghentikan aktifitas Myungsoo yang sedari tadi membolak-balik buku jadwalnya. “Proyek baru? Mwonde?” tanya Myungsoo melanjutkan kegiatannya tadi.
Minho memasang senyum manisnya. “Aku, kau, Jiyeon dan Suzy akan tampil dalam pentas drama teater minggu depan.”

“Mwo?” Suzy dan Jiyeon terkejut. Sedangkan Myungsoo hanya cuek seakan tidak mendengar Minho bicara.
Minho mengangguk dan tersenyum. “Nanti naskahnya akan dibawakan oleh manager. Waaah aku tidak sabar untuk pentas di teater itu. Mengingatkanku waktu masih kecil.” Minho yang baru saja memposisikan dirinya duduk di samping Myubgsoo tertawa lepas. Sementara itu, Jiyeon dan Suzy menekuk wajah mereka. Bagaimana bisa mereka main drama di teater sedangkan mereka harus latihan untuk comeback duonya.
“Haish… Michyeoseo… Kau harus menolaknya oppa,” keluh Jiyeon.
“Kenapa ditolak? Ini kan bagus. Ah, hanya teater kok,” balas Minho santai.
Myungsoo dan Minho memang tidak ada jadwal dan proyek dalam waktu dekat ini. Makanya kedua namja itu santai-santai saja. Malah dua yeoja yang harus berlatih keras.
“Oppadeul, eonni, bagaimana kalau kita bertaruh untuk menolak atau menerima tawaran itu?” usul Suzy.
“Maksudmu kita akan bertaruh apa?” Myungsoo menimpali.
“Bagaimana kalau kalian para namja melawan kami para yeoja menyanyi di tempat karaoke? Penilaiannya akan adil karena mesinnya kan bukan fan salah satu dari kita.”
Jiyeon menahan tawa mendengar kata-kata Suzy barusan.
“Hmmm… Boleh saja. Aku setuju. Besok kita berduel. Otte?” usul Minho.
“Anhi. Kita akan melakukannya nanti malam. Otte?” Kali ini Jiyeon buka suara.

Akhirnya mereka berempat pergi ke tempat karaoke di waktu senggang malam itu. Jiyeon Suzy vs Myungsoo Minho. Lagu yang akan dinyanyikan harus dipilihkan oleh lawan. Minho sengaja memilihkan lagu untuk para yeoja dengan beberapa bagian rap yang panjang. Tentu saja Jiyeon dan Suzy tidak dapat menyanyikannya karena mereka bukanlah ahli ngerap.
Beberapa menit kemudian, mereka selesai nyanyi. Bingo! Namja berhasil meraih poin sempurna. Suzy dan Jiyeon kesal. Mereka mendapatkan poin 77. Ini artinya, mereka harus menerima tawaran drama teater itu.
“Andwae!” seru Suzy yang sontak membuat tiga pasang mata tertuju padanya.
“Wae?” tanya Minho.
“Shireoyo. Aku mengajukan syarat lagi.” Suzy mempoutkan mulutnya.
“Syarat apa lagi? Yaak, Suzy-a, kau membuang-buang waktu latihan kita,” keluh Jiyeon yang sedikit keberatan karena Suzy terus mengajukan syarat.
“Jiyeon saja sudah menerima, sudahlah. Kalian mengalah saja.” Minho merangkul bahu Suzy dari belakang.
“Yaak, siapa yang menerima? Gurae, kita battle dance otte?” tantang Jiyeon di depan Minho.
Myungsoo dan Minho bengong melihat yeoja itu buka suara yang tiba-tiba mengajak battle dance.
“Yeoja vs namja.” Jiyeon melirik Myungsoo. Sedangkan Myungsoo tidak mengerti arti lirikan itu bahwa Jiyeon menantangnya. Kali ini Suzy yang tercengang. Bagaimana bisa Jiyeon menantang para namja battle dance. Hasilnya pasti menang namja.
“Besok saja ne, Eonni?” bujuk Suzy.
Jiyeon berdecak kesal karena besok adalah jadwalnya latihan. Akhirnya ia pun menyetujui.

Keesokannya saat ada waktu luang, pasangan Myungyeon dan Minzy melakukan battle dance di ruang latihan. Jiyeon yakin kali ini yeoja pasti menang. Maka dari itu, Jiyeon meminta Suzy untuk serius melakukan battle ini.
Penampilan sesi pertama yaitu pasangan dance. Jiyeon-Suzy vs Myungsoo-Minho. Kedua pasang itu nampak serius dalam aksi mereka. Hasilnya Myungsoo dan Minho menang. Dilanjutkan sesi kedua. Jiyeon vs Myungsoo kemudian Suzy vs Minho. Jiyeon berhasil mengalahkan namjachingunya. Sedangkan Suzy, dia kalah dari Minho  Suzy mendengus kesal. Ini artinya mereka harus menerima tawaran drama itu.

Drama teater yang akan ditampilkan minggu depan berkisah percintaan dua orang pangeran dengan dua orang putri. Sudah bisa ditebak siapa saj pemerannya. Jiyeon dan Suzy membagi waktu mereka untuk latihan dance, vokal, mengolah emosi, dan menghafal naskah. Pekerjaan yang amat berat bagi mereka bahkan hanya tidur 4jam sehari.

“Chagiya… Apa kau tidak lelah setiap hari latihan ini itu?” tanya Myungsoo menghampiri Jiyeon yang baru saja selesai latihan dance sendirian.
“Apa wajahku tampak berseri-seri? Ini semua salah Minho oppa. Tidak memikirkan nasibku dan Suzy,” gerutu Jiyeon yang kini menyandarkan kepalanya di pundak Myungsoo dan menggenggam tangan namjanya itu. “Bersabarlah. Ini tidak akan lama.” Myungsoo mengecup mesra bibir Jiyeon. Yeoja itupun terdiam menuruti kata-kata namjanya.

“Semoga saja.” Jiyeon bangkit dari duduknya.

“Eodikka?” tanya Myungsoo.

“Aku akan latihan vokal dengan Suzy. Dia pasti sudah menungguku. Oppa kembali saja ke dorm, ne… Nanti selesai latihan aku akan ke dormmu bersama Suzy.” Jiyeon tersenyum pada namjanya yang tidak ingin ditinggal latihan. Apa boleh buat, Jiyeon kan harus sering latihan karena comeback nya dengan Suzy di ambang pintu.

Beberapa hari menjelang pementasan drama teater, keempat idol itu latihan bersama terus-menerus hingga memaksa Jiyeon dan Suzy latihan dance dan vokal di larut malam. Saat Myungsoo memainkan perannya sebagai pangeran, semuanya tertawa. Kata-kata yang diucapkan Myungsoo sangat berbeda dengan yang ada di naskah. Jiyeon tak dapat menahan tawa saat melakukan adegan dengan Myungsoo karena ekspresi wajah Myungsoo seperti anak kecil yang pabo. Myungsoo kesal karena Jiyeon terus menertawainya. Saat adegan kiss antara keduanya, Myungsoo malah minta diulangi beberapa kali karena terlihat tidak natural. Jiyeon menyanggah, ia memastikan itu adalah kesempatan yang dicuri Myungsoo saat latihan. Melihat perdebatan mereka berdua, Minho dan Suzy hanya bisa menggelengkan kepala.
“Mereka mirip sekali dengan keponakanku yang masuh berumur lima tahun. Ckckck….” gumam Suzy.
“Eoh, aku setuju denganmu chagi.”

Malan ini Jiyeon dan Suzy kembali begadang latihan untuk lagu baru mereka. Saat latihan dance, Jiyeon terjatuh. Awalnya kaki Jiyeon terkilir kemudian karena tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya akibat kaki kanannya terkilir, akhirnya dia jatuh di belakang Suzy. Mengetahui hal itu, Suzy berteriak minta tolong. Dalam sekejap, Myungsoo datang dan membawa Jiyeon ke rumah sakit.

Dokter mengatakan bahwa saat ini Jiyeon mengalami pergeseran sendi di pergelangan kaki yang cukup serius. Untuk itu dia harus istirahat dari kegiatan show apapun jenisnya kecuali latihan vokal. Dia harus cuti selama beberapa hari. Jiyeon harus pasrah karena semua jadwalnya dalam waktu dekat ini harus dibatalkan dan ada yabg ditunda, termasuk drama teater dan comeback-nya bersama Suzy.
Minho pusing tujuh keliling. Pentas teater tinggal lusa. Tapi Jiyeon malah terluka. Siapa yang akan menggantikan Jiyeon?

Di ruang latihan, Jiyeon menikmati bulgogi dan nasi yang dipesannya tadi. Daging sapi pilihan bisa membantu menyembuhkan cidera yang dialaminya.
“Eonni! Jiyeon eonni!” panggil Suzy yang berdiri di depan pintu sambil membenahi tali rambutnya.
“Eoh. Wae? Kemarilah! Makan denganku. Ini sangat lezat Suzy-a.”
“Anhi. Eonni, manager memanggil kita semua untuk berkumpul di ruang depan.”
Kata-kata Suzy yang mengejutkan Jiyeon membuatnya tersedak. “Waeyo?” tanya Jiyeon baru minum.
“Mollaseoyo.”
“Onje?” tanya Jiyeon lagi.
“Jigeum!”
“Mwo? Jigeum?” Jiyeon tidak percaya. Managernya benar-benar menjengkelkan. Jiyeon tidak ingin menyudahi santap malamnya itu. Makanan yang sangat ingin dinikmatinya kini harus ditinggalkan gara-gara manager.

Dalam pertemuan itu, Manager meminta Suzy menggantikan peran Jiyeon. Hal itu langsung ditolak oleh Myungsoo. Jiyeon pun keberatan. Dalam adegan Myungyeon nantinya ada satu adegan penting yaitu kiss antara pangeran dan putri. Jika sang putri digantikan oleh Suzy, maka Myungsoo akan kiss dengan Suzy. Mendengar hal itu, Minho pun protes. Kenapa bukan Minho saja yang menggantikan Myungsoo? Ketiganya mengangguk kompak. Namun manager tetap bersikukuh bahwa Suzy menggantikan Jiyeon dalam drama teater itu karena peran utama adalah Myungsoo.
“Manager-nim, aku bisa menggantikan Myungsoo.”
Manager menggelengkan kepala lalu berhambur keluar ruangan.

Minho menyesal atas sikapnya. Dia yang begitu semangat menerima tawaran itu, eeh malah dia yang dibuat galau. Dua pasang kekasih itu galau berat.
“Ini tidak boleh terjadi,” ketus Myungsoo.
“Lakukan saja, chagi. Gwaenchana…” ucap Jiyeon dengan membelai lembut rambut namjanya.
Minho dan Suzy menatap aneh pada Jiyeon.
“Eonni, aku tidak mau kiss dengan Myung oppa.”
“Kau pikir aku juga mau kiss denganmu? Aku akan gila karena menciummu yang sudah ku anggap dongsaengku.”
“Ini kan tuntutan profesi. Jadi kita harus seprofesional mungkin” Jiyeon menatap Myungsoo dan Suzy.
“Ini namanya bukan tuntutan profesi, tapi jebakan profesi,” timpal Minho yang baru saja menghabiskan kopinya.

Hari pementasan pun tiba. Myungsoo yang sedang dirias malah terlihat memikirkan sesuatu. Bukan menghafal naskah ataupun adegan. Tapi dia mencari ide untuk menggagalkan adegan itu. Akhirnya satu ide menghampiri otaknya.

Saat Minho berganti pakaian di ruang ganti tiba-tiba Myungsoo menerobos masuk. Tentu saja Minho kaget. Kemudian Myungsoo menyuruhnya diam. Kali ini ide Myungsoo benar-benar gila. Ia memakai kostum Minho sedangkan Minho memakai kostum Myungsoo.

“Aah kalau begini kan asyik,” ungkap Minho yang baru saja keluar dari ruang ganti.
“Yaak! Kalian berdua! Ige mwoya?” teriak manager yang mengetahui perbuatan Myungsoo dan Minho yang sengaja menukar kostum mereka. Suara manager yang tinggi, membuat seluruh kru dan Suzy menatap ke arah mereka.
“Jebalyo manager-nim…” bujuk Myungsoo yang sudah kehabisan akal. Manager meminta mereka kembali dengan kostum masing-masing karena sebentar lagi drama akan dimulai. Myungsoo dan Minho saling pandang. Rencana mereka gagal total. Akhirnya mereka hanya bisa pasarh.

Layar telah dibuka. Seorang putri cantik jelita sedang bermesraan dengan seorang pangeran, Suzy dan Minho. Tiba-tiba pangeran Myungsoo datang. Suzy harus memilih diantara mereka berdua. Akhirnya pilihan jatuh kepada Myungsoo. Pangeran Minho bunuh diri karena cintanya ditolak oleh putri Suzy. Kini pangeran Myungsoo dan putri Suzy duduk berdampingan. Saat memasuki adegan kiss, tiba-tiba Myungsoo berdiri dan mencari seseorang di bangku penonton. Benar saja, dia menemukan Jiyeon sedang menatap heran padanya. Jiyeon yang duduk di deretan ketiga dari depan, dikejutkan dengan aksi Myungsoo yang berjalan cepat ke arahnya. Semua yang melihatnya terkejut. Manager menahan emosinya. Ini di luar skenario, batinnya.
Myungsoo tiba di depan Jiyeon kemudian memegang tangan yeoja itu dan menuntunnya berdiri. Tangan kanannya memegang tengkuk Jiyeon sedangkan tangan kiri ia lingkarkan di pinggang sang yeoja. Jiyeon masih bingung.
“Myungsoo-a, apa yang kau lakukan?” bisik Jiyeon.
“Hanya satu putri yang aku cintai, yang aku kasihi, yang selalu hadir dalam mimpiku, pikiranku dan selalu menghangatkan hatiku. Hanya Park Jiyeon yang menjadi putri dalam hati dan hidupku.” Myungsoo mencium Jiyeon dalam-dalam. Keduanya menutup mata, menikmati tiap sentuhan bibir mereka dalam lumatan lembut.
Suara tepuk tangan penonton yang melihat adegan kissing itu pun meramaikan ending drama teater. Minho dan Suzy tersenyum senang. Myungsoo benar-benar bisa diandalkan. Akhirnya Minho dan Suzy pun melakukan kissing di atas panggung.

Kissing antara Myungyeon dan Minzy di depan umum menjadi topik utama berbagai majalah. Bahkan di dunia maya juga menjadi topik terfavorit dan paling banyak dicari. Myungyeon dan Minzy membahasnya di ruang latihan.
“Wuaaa akhirnya aku dapat meningkatkan popularitasku!” seru Myungsoo senang.
Jiyeon dan yang lainnya hanya diam melihat sikap aneh Myungsoo.
“Baru kali ini aku melihat idol sesenang itu saat menjadi trending topic,” gumam Minho yang kemudian meninggalkan ketiga idol yang lain.
“Chagiya… Gomawo. Haengbokaseo…”Myungsoo menarik lengan Jiyeon hingga yeoja itu ambruk dalam dekapannya kemudian menciumnya.
Suzy yang melihat adegan itu membulatkan matanya, tak percaya bahwa pasangan Myungyeon rajin ciuman. “Lagi? Aigoo…” gumamnya. Ia hanya menggeleng dan memutar bola matanya malas lalu meninggalkan Myungsoo dan Jiyeon yang sedang asyik berciuman.

End.

Otteyo? GJ ya? Hehehe…
Mian kalo banyak typo.
Gomawo. Yeorobun, saranghaeyo…
Annyeong…

52 responses to “[ONESHOT] NAMJA VS YEOJA

  1. Hahahaha…myung ada2 aja….untung myung kiss jiyeon….bknnya suzy…hehe…pasti manager-nim udah2 berasap2 tuh kplanya.liat tngkah myungsoo…ahahah….Aaaahhh….seruu chingu – ya…..aku suka cerita ttng idol life. Buat yg chapter nya doong….chingu – ya. …gomaawoo…figthiiiiinggggg….♡♥♡♥

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s