(One Shoot) Umberella Girl

hagddbs

TITLE : Umberella girl
MAIN CAST :

  • Park Jiyeon (t-ara)
  • Choi Minho (shinee)

SUPPORT CAST:

  • Key (SHINee)
  • Park Chanyeol (EXO)
  • Kang Minhyuk (CN BLUE)

LENGHT : chapter
GENRE : Comedian
RATING : 17+
AURTHO : Park ji ah
POSTER : JIa

“hai untuk menyambut ulang tahun RCTI serta kedatangan SUJU di Indonesia yang pertama kali LIVE d acara TV dan untuk merayakan Ulang tahun Yepa oppa, Seangil Chukkae Yepa oppa, kami FAns mu menantikanmu di sini, kembali kepanggung dan mengguncang seluruh fansmu, dan untuk readersku, semoga suka mianhe typo disini aurtho berusaha tidak ada typo karna ingin memperbaiki selama 2 tahun ini, mianhe jika garing gk mengasikan, kritik dan saran yang membantu TOLONG”

 

Bunyi kenalpot motor terdengar sangat jelas dan mendominasi telinga seorang gadis cantik yang tengah duduk di sebuah halte bus. Nampak pengendara motor tersebut menghentikan laju motornya dan menghentikanya di depan sebuah yayasan yang entah apa namanya dekat jembatan yang Nampak baru selesai di bangun. Areal itu Nampak asing dan hanya ramai jika akhirpekan saja.

Pengendara motor tersebut melepas helm yang ia kenakan dan sedikit merapikan rambut keoklatan yang sedikit acak acakan. Ia mengedarkan maatanya ke sekeliling untuk memantau stuasi. Tak beberapa lama ia berdecak kesal sendiri entah karena apa. Masih dalam posisi duduk di atas motonya, ia memandang jarum jam tanganya memastikan waktu sudah pukul 11.49 siang. Matahari sudah mulai meninggi tepat diatas kepalanya yang tentu saja akan memancarkan panasnya yang menyengat.

“Kemana mereka?” gumamnya pelan

Ia mengedarkan lagi penglihatanya berharap orang yang ia tunggu muncul segera namun Nihil semua tidak sesuai apa yang ia pikirkan. Pandanganya tertuju pada seorang gadis berseragam sekolah yang duduk di sebuah halte bus yang tidak jauh darinya. Untuk menghilangi kejenuhanya menunggu kedua Chingunya, ia sedikit iseng ingin menggoda Yeoja pelajar didekatnya. Ia bisa menilai dari penampilan dan prilaku, gadis didepanya itu bukan gadis baik baik.

“hey, apa kau sedang menunggu pelangganmu?” Tanya Namja itu namun tidak ada respon dari Yeoja yang ia ajak bicara itu “Hey… Gadis ber Bra merah, aku bicara padamu” ucapnya lagi, ia yakin perkatanya itu akan memancing emosi semua Yeoja yang ditanya seperti itu

Senyuman dibibirnya lebar saat melihat reaksi Yeoja itu menghentikan gerakan tanganya menyapukan bedak di wajahnya. Yeoja itu Nampak terdiam dan meliriknya sekilas dengan tatapan sangat mematikan.

“ommoo, Noumu Yepudta” ucap Namja yang menggangu Yeoja itu, Yeoja itu memilih melanjutkan acara dandannya dari pada harus meladeni namja yang bicara tidak baik padanya itu

“Cih..sombong sekali. Bahkan banyak gadis yang cantik darimu tidak sesombong dirimu” namja itu meletakakan helemnya diatas motor dan menumpukan kedua tanyanya di atas helem tersebut. Ia semakin asik mengamati Yeoja yang ia labeli di yeoja nakal dan Sombong. Ia sangat yakin tidak salah mencap Yeoja itu nakal dan sombong. Kesan Pertamanya, mana ada Yeoja baik baik berdandan dan berpakaian Minim seperti itu.Ia saja bisa melihat Paha mulus yeoja karna pendeknya rok sekolahan yang dikenakanya bra merah yang tentu saja mengundang birahi kaum adam saat melihatnya. Bukan itu terlalu mengumbar jika dikenakan seorang gadis?

Tapi tunggu….

Melihat warna seragam dan rok yeoja itu mengingatkannya pada sekolahan salah satu temanya yang ia tunggu sekarang. Ia yakin yeoja itu bersekolahan ditempat yang sama dengan kedua Chingunya tersebut

“ternyata sekolahan Shinwa mempunyai murid nakal lain selain si kunci itu” gumamnya, ia turun dari motornya dan duduk begitu saja di sebelah Yeoja yang ia goda tadi

“kau tidak takut kulitmu akan hitam memakai pakaian kurang bahan seperti itu? Yeoja yeoja di Korea lebih cantik jika kulitnya putih seperti susu, terkecuali ‘Hyorin Sistar’ yang memang terkenal sangat Sexy dengan kulit hitamnya” Yeoja yang diajak bicara olehnya malah memasukkan bedanya kedalam tasnya

“apa kau bisu? Dari tadi kau hanya diam saja saat aku mengajakmu mengobrol. Sayang sekali yah…. Padahal wajahmu lumayan”

“lebih baik kau jahit saja mulutmu itu” ucap Yeoja itu akhirnya membuka suara, namja tu hanya tersnyum menyebalkan mendengar ucapan yeoja disampingnya.

“ckckckc… ternyata suaramu itu terdengar ‘Sexy’. Aku jadi ingin tahu bagaimana suara desahanmu saat tubuhmu disentuh oleh namja” Yeoja itu melipat tanganya didepan dadanya dan menyilangkan kakinya mendengar ucapan kurang ajar dari Namja.

“kau bahkan menggodaku sekarang, apa kau ingin mempertontonkan paha mulusmu langsung padaku, dengan membuktikan bahwa kulitmu indah?” Yeoja itu sedikit menarik roknya kebawah sekedar menutupi pahanya yang tak ia sadari terekspos.

Namja itu Nampak melihat nama Yeoja yang tertera diseragamnya “Park Jiyeon…sepertinya aku pernah mendengarnya?” ucap Namja itu

“aku akan menelpon polisi agar menangkapmu karena telah banyak melakukan pelecehan padaku Choi Minho” sahut Yeoja itu dengan tajam

“mereka (polisi) tidak memiliki bukti untuk memenjarakanku karena kaulah yang berniat meminta dilecehkan. Lagi pula, kau juga akan masuk penjara karena bolos di jam belajar seperti ini” Minho melihat kemarahan diraut wajah Yeoja itu yang ia tahu bernama Park Jiyeon. ‘ini menyenangkan’ piker Minho, apa lagi Yeoja itu bukanya meneriaki atau menyumpahinya saat mendapat kata kata makian tetapi malah diam saja dan hanya bisa menahan amarah akan aksi isengnya, ia suka Yeoja seperti itu

“kau punya namja chingui atau belum?” Tanya Minho

“bahkan jika aku belum memiliki Namja chinguipun, aku tak sudi bersamamu” jawab Jiyeon dengan ketusnya

“hahahhaha…” Minho Nampak senang menggoda Jiyeon dan ia tertawa terbahak bahak sambil menepuk kedua tanganya “kau ini Yeoja kepedean sekali. Aku tidak berniat mengajakmu berkencan.Aku hanya bertanya. Jika sudah aku akan turut prihatin pada Namja malang itu karna punya Yeoja chingui sepertimu. Jika kau belum mempunyainya. Itu wajar saja mana ada namja yang sudi memacadi Yeoja murahan sepertimu”

“Diam kau Pabo” ucapnya kesal, sedangkan Minho malah tertawa senang

~o0o~

“kau menunggu seseorang ya?” Tanya Minho karna merasa bosan diam saja setelah pembicaraan yang membuanya tertawa

“bukan urusanmu”

“kau punya makanan atau minuman rungan? Aku belum sarapan dari tadi pagi” keluh Minho

“bahkan jika kau mati didepankupun aku tidak perduli” jawab ketus Jiyeon

“kau ketus sekali, kau akan jadi perawan tua jika bermulut tajam seperti itu di depan Namja

“kau memang pantas di ketusi dengan sikapmu ini”

“aku cukup sering ke ‘Shinwa’ namun tak pernah sekalipun melihatmu. Apa kau sering bolos dan mencari mangsa diluar?”

“kau bukan siapa siapaku. Aku tidak perlu menjawab pertanyaanmu”

“jadi kalau kau sudah jadi siapa-siapamu kau akan menjawab pertanyaanku?”

No Bichinde….”

“huh, kasar sekali” Minho semakin senang mencari masalah pada Jiyeon terlebih reaksi lucu yang Jiyeon tunjukkan “dimana alamat apartemenmu?” Tanya Minho “atau tempat yang sering kau menghabiskan waktu?”

“untuk apa kau ingin tahu?”

“manatahu ada chinguku yang kesepian dan ingin berkencan dengan gadis nakal. Aku bisa merekomendasikanmu” Minho mengaku pada dirinya sendiri tidak pernah ia berbicara sesantai ini dengan seorang gadis. Walaupun ia mengakui ucapan ucapanya sama sekali tidak pantas diucapakan namun ia tidak perduli akan hal itu, ia hanya ingin sediki bermain-main.

“berikan juga lamat apartemenmu, agar aku bisa merekomendasikan pada petugas kebersihan tempat pembuangan sampah yang baru” jawab Jiyeon tampa menatap Minho yang sedari tadi menatapnya

“bibir delimamu itu tidak seharusnya mengucapkan kalimat kaliamat hinaan seperti itu”

“sebaiknya kau mengontrol mulutmu agar tidak kurang ajar”

Tidak lama setelah perkataan Jiyeon terdengar suara motor kenalpot besar , namun kali ini lebih bising dari 40 menit yang lalu karena ada beberapa motor besar yang kini terhenti didepan mereka. Ia sedikit melirik Minho yang berjalan sambil melambaikan tanganya pada pengendara motor tersebut.

“itu temanku, mau kukenalkan pada mereka? Mungkin Yeoja sepertimu cukup layak jadi pacar salah satu dari mereka”

Jiyeon Nampak sangat geram segera bejalan menuju tepi ‘halte bus’ saat sebuah Bus berhenti disana. Minho tersenyum saja melihat wajah datar Yeoja itu.

“sepertinya aku berhasil membuatnya marah dan mengingatku” gumam Minho, ia mengenakan blazer sekolahanya. Ia baru menyadari

“dari mana Yeoja itu tahu namaku? Aku bahkan tak memakai Name tag di blazerku” Minho terdiam masih memikirkan darimana Jiyeon yeoja yang dcapnya nakal itu tahu namanya.

“yak Choi Minho.. kau kenapa Jiyeon?” Tanya Key sambil menatap Minho heran

wae?

“sejak kapan?” Tanya Key lagi

“kenapa kau tidak menceritakan ada Yeoja seperti itu disekolahanmu?” Tanya Minho pada key

“aku piker kau tidak tertarik. Lagipula kau tidak pernah bertanya kepadaku”

“apa aku perlu bertanya dahulu baru kau memberitahuku semua informasi yang kau tahu?”

“kalian ini tidak penting sekali meributkan seorang yeoja” Minhyuk menegur kedua chingunya itu hingga mengakhiri percakapan keduanya

“aku bolos kelas terlalu cepat sepertinya, padahal kalian lama sekali” Minho Nampak kesal dengan kedua Cingunya itu

“aku lama karna menunggu Key yang seperti siput ini” bela Minhyuk pada dirinya sendiri

“Minho, bukan aku bermaksud membuatmu menungg. Kau tahukan sekolahanku itu ketat sekali peraturanya. Tidak mudah bolos pada hari senin seperti ini” Key membela dirinya

“kau bahkan sekarang menipuku Key, yeoja itu saja tadi dengan mudahnya membolos, kenapa kau Nampak sulit sekali melakukanya hal yang sangat sering kau lakukan?”

“Park Jiyeon itu berbeda, dia dengan mudah membolos kelas bahkan di hadapan Sem sekalipun. Terlebih orang tuanya itu Duta besar, tidak ada yang bisa menghentikan keinginan siswi istimewa sepertinya itu. Ia sangat mudah membuat alasan dengan mengatas namakan ibunya”

“kau mempunyai Pr lebih menceritakan Yeoja itu Kim Kibum”

“jangan tertarik padanya Minho”

Wae?

“banyak Namja sekolahanku yang akan menjadi sainganmu”

“aku namja yang suka dengan lintangan” Minho segera memakai Helemnya dan memacu motornya lagi ketempat tujuan mereka

“si ‘Gila’ Minho bisa juga tertarik dengan seorang Yeoja?” Key mengangkat bahunya tanda dia tidak perduli

“mungkin hari ini otaknya waras” ucap Key

-o0o-

Suara teriakan, music dan bising motor menjadi satu di daerah jembatan dengan lintasan yang sering menjadi satelit balapan liar itu.

“Minho, Minhyuk, aku pikir mala mini kita akan mendapatkan semuanya melihat banyak mala mini yang antusias melihat kita” ucap key

“aku bisa mengganti motorku lagi ini” Minhyuk sudah membayangkan tujuanya kedepan

“apa kau siap menang mala mini Choi Minho? Kau juara bertahan dalam kompetisi ini selama 4 bulan terakhir” Tanya Key

“tentu saja…. Aku akan kembali berada di finis dan menang” Key sebagai yang tahu mesin sangat senang mendapat kepercayaan diri Minho yang selalu obsesi menjadi no 1

Minho lihat yeoja yang memakai Rok jins di sebelahkananmu itu, itu Jiyeon” Mengikuti arah Key dan menolehkan matanya menatap sisi kananya.

“ah,, iya aku ingat sekarang, gossip yang beredar katanya kekasinya seorang Rider juga. Ungkin ia tahu namu dari kekasihnya. Kaukan terus terusan menang, kau itu sangat popular Minho jadi wajar saja yang tahu kopetisi ini tahu namamu

Mata minho terus saja menatap Jiyeon yang Nampak berbincang bincang dengan Namja yang menaiki motor juga. Ia menduga salah satu dari pria itu adalah kekasih dari Jiyeon

-o0o-

Jiyeon bertepuk tangan saat Chanyeol menjadi juara pada babak pertama kopetisi ‘night race’ ini.

“tadi itu sangat hebat… kau semakin matang dengan setelan motormu yang sekarang “ chanyeol tersenyum saat mendapatkan Jiyeon memujinya

“setidaknya aku mendapatkan peluang utnuk maju ke babak berikutnya Dino”

“pemenangnya sudah dapat dipastikan” Chanyeol menatap pada pembalap yang akan melalui garis star sebentar lagi. Jiyeon mengikuti arah pandang chanyeol dan dengan tenang mengikuti monitor besar yang memperlihatkan para pembalap saling berpacu merebut tempat terdepan.

“Choi Minho terlalu tangguh untuk mereka lawan” ucap Chanyeol menyadarkan Jiyeon

“ia terlalu berbakan untuk tempat ini” seorang disebelah Chanyeol membenarkan ucapan Chanyeol

Jiyeon menepuk bahu Chanyeol “kau pasti bisa, yang terpenting kau harus yakin”

“aku akan berusaha”

-o0o-

Minho bersiap-siap menuntaskan putaran babak final kali ini. Ia melirik beberapa orang pesaingnya termaksud MInhyuk Chingunya sendiri, ia melirik Jiyeon yang Cukup mencolok di pandanganya dideretan penonton.

Senyum Minho Nampak terukir saat melihat Jiyeon menatapnya pula. Seorang namja sudah memulai aba aba tanda telah dimulainya pertandingan tersebut. Minho yang posisinya ditengah ia melajukan motornya sedikit pelan karna ingin mendekati pengendara Motor bernama Chanyeol itu

“apa apaan Kau Minho” Key Nampak berteriak meneriaki Chingunya Minho yang bukanya melaju kedepan malah mengajak duel dengan Reider seperti Chanyeol

Minho dengan santainya ia menurunkan gas motornya agar dapat disamping Chanyeol tampa ada usaha untuk merebut posisi pertama, nampaknya ia Nampak menikmati mainannya mengikuti Chanyeol dan mengajaknya beradu, namun itu tidak beberapa lama setelah cukup membuat Chanyeol panic ia segera melajukan kendaraanya dan begitu mudahnya bagi Minho menempati pertama, wajar saja orang di sana banyak mengenalnya karna kemampuanya dalam berlompa itu sangat tinggi.

-o0o-

“mianhe” sesal Chanyeol pada Jiyeon

Gwenchana Oppa, tadi itu Oppa pun sudah hebat di posisi ke 4, masih banyak waktu lagi “ semangat Jiyeon pada Chanyeol

“aego, kau selalu saja menghiburku, Mianhe belum bisa emberikanmu sebuah mendali” sesal Chanyeol sambil mengusap kepala JIyeon lembut

“tidak apa apa oppa, aku senang kau mengikuti kopetensi, cepatlah asah kemampuanmu dan segera bergabung di GP125 CC”

“apa kau masih menjadi gadis yang menemani para pembalap disana?” Tanya Chanyeol

“Tentu saja , targetku selanjutnya adalah Umbrella girl GP 250 CC. jika pembalap juga memiliki jenjang karier, maka aku juga harus punya” ucap Jiyeon memberikan pengakuanya

“ kau ini selalu saja penuh dengan semangat, aku ingin kau menjadi Umberella Valentino Rossi”

“ah aku sekarang ingin menjadi Umberella Mark Marquez si Raider GP terbaru yang menuang prestasi bersar”

“ck, mianhe sepertinya aku tidak bisa mengantarmu pulang, jam Asramaku sudah selesai” Chanyeol mengelus rambut Jiyeon lalu mengenakan helemnya “sampai Jumba… hati hati” pesan Chanyeol pada kai

“nde”

Jiyeon melambaikan melihat Chanyeol mennggalkan area Nicht Rice. Jiyeon sadar ada yang mendekat kearahnya. Ia bisa melihat wajah sang juara yang angkuh dan sombong.

“ternyata Namja tiang listrik itu kekasihmu?” Jiyeon melirik malas pada Minho

“kau terlalu suka mengurusi hal yang tidak penting sama sekali” Jiyeon meninggalkan Minho ia ingin segera pulang sebelum ada pasukan Polisi datang merazia dan menangkap mereka. Bisa habis ia terkena omel dengan kedua orang tuanya

“Kenapa buru buru pergi?” Minho menarik tangan Jiyeon agar tetap bersamanya

“aku harus pulang, dan tidak ingin berlama lama dengan namja Gila sepertimu”

“disana mereka berbicara tentangmu, mereka bilang kau adalah seorang Umbrella girl di GP 125 CC. seharunya kau perlakukan aku manis seperti kau memperlakukan para pembalap disana. Walau ini kompetesi illegal, setidaknya kau banyak bicara pada seorang juara sepertiku”

“aku hanya bersikap manis pada pembalab professional dan seorang juara juga. Tak ada untungnya memuji juara kopetisi illegal sepertimu. Levelmu hanyabagus disini aku yakin kau tak bisa menyombongkan diri jika bersaing di kelas GP. Kau akan seperti debu di lintasan yang diisi dasi seluruh dunia itu CHOI MINHO” Minho menggelengkan kepalanya tanda tidak setuju dengan pernyataan Jiyeon. Tapi kemudian ia menatap tajam Jiyeon itudalam dala.

“tunggu aku di kelas GP, kau akan menarik kata katamu dan bersikap manis padaku”

“huh, itu hanya akan terjadi di dalam mimpimu saja” Jiyeon menepis tangan Minho yang sedari tadi memegangnya

“kau juga termasuk dalam mimpiku juga Yeoja nakal” Minho Nampak memperhatikan tanganya lalu tersenyum

-o0o-

Minho melihat Jiyeon dengan kekasihnya si ‘Rider Tiang’ dengan serius. Entah apa yang mereka bicarakan. Minho tidak bisa mendengarkanya sama sekali, namun dibenaknya ia sangat yakin jika pembicaraan yang mereka lakukan itu sangat serius. Minho Nampak melihat kekecewaan diwajah JIyeon dan entah kenapa dilubuk hatinya paling dalam ia tidak terima dengan semua itu. Minho menatap seorang Yeoja masuk mendatangi Jiyeon dan Chanyeol, Jiyeon Nampak tidak senang dengan kemunculan Yeoja tersebut. Minho menebak Yeoja yang baru datang itu adalah Yeojachingui baru Chanyeol melihat interaksi mesra keduanya, dan Jiyeon yang Nampak terluka dengan kesendirianya. Minho bukan ahli tafsir keadaan akan romansa cinta, namun siapapun akan menebak kearah sana jika melihat keadaan mereka sekarang, Chanyeol Nampak pergi bersama Yeoja barunya meninggalkan Jiyeon yang terdiam kesal

“kasihan sekali Yeoja itu” Minho mengabaikan janjinya pada Minhyuk saat melihat Jiyeon bejalan keluar café. Niatnyasih mengikuti Jiyeon

“Yak…” tanganya dengan iseng menggenggam erat tangan Jiyeon, Jiyeon Nampak terkejut dan memandang orang yang sudah berdiri disampingnya sambil memamerkan ggi ratanya.Jiyeon menghentikan jalanya.

Ndo, apa kau hantu? Kenapa kau selalu ada dimana mana”

“aku bingung mau berjalan di ‘Myungdong’ tapi aku tidak memiliki teman, dan aku rasa kau berjalan bisa mengobati patah hati” Jiyeo menatap Minho tajam sambil berusaha melepaskan tangan yang digenggam oleh Minho

“Lepaskan jangan ganggu aku”

“aku sedang berbaik hati padamu, apa kau tidak memiliki rasa terima kasih”

“aku tidak akan pernah sudi pergi bersamamu, kau itu orang aneh” Jiyeon menatap Minho adalah orang aneh yang tinggal di Bumi ini

“iss, Yeoja nappeun, menyesal aku khawatir padamu”

-o0o-

Hari ini adalah hari upacara kelulusan di hinwa dan Minho datang kesekolahan itu ingin mengunjungi Minhyuk Chingunya

“kau cari apa?” Minhyuk sedikit risih sedari tadi Minho melirik kanan kekiri bahkan kebelakang mencari sesuatu. MInhyuk bisa melihat kegelisahan Minho dari sorot matan Minho, ia begitu jelas melihatnya dari tempat duduk kelulusanya maka dari itu ia mengirim pesan pada Sosok namja yang Sok tampan itu

“si Nappeun Yeoja” balas Minho

“dia tidk ada disini”

Minho sedikit tersentak mendapat balasan dari Minhyuk”dia tak lulus?” balas Minho

Minhyuk tertawa keras hingga beberapa orag disana memerhatikanya, buru buru ia menunduk sebelum mendapat teguran dan ia dikeluarkan hingga tidak bisa ikut kelulusan “tentu saja dia lulus Pabo, tapi seminggu yang lalu menurut kabar yang aku dengar ia menetap di Jepang dan meninggalkan Korea.” Jelas Minhyuk

“ooo begitu”

Minhyuk kesal mendapatkan jawaban sesingkat itu ia menatap bangku Minho tadi berada namun Nampak Minhyuk lebih kesal lagi saat melihat bangkunya kosong “ais sebenarnya ia kemari untuk melihatku Lulus atau Yeoja itusih”

Minho keluar dari gedung kelulusan dan segera menghubungi Key

“key-ah, jebal, terima tawaran pabrik asal jepan iu untukku debut di kelas 125 CC. tolong bantu aku”

“Yak Minho kau yakin? Appamu sudah melarangmu balapan lagi?” jawab Key

“aku yakin sekali Kim Kibum, biar appaku aku yang mengurusnya, aku akan menunjukan pada seorang yang meremehkanku”

Kunde, Minho kau tahu bukan jika kita menerima tawaran itu kau tidak akan menjadi pembalam utama, kau akan tetap jadi pembalam kedua”

“tidak masalah untukku aku lebih suka berjuang dari awal dalam berkompetisi”

“aku mengerti, lalu kenapa kau jadi tertarik segera untuk debut resmi?”

“ada yang mengejekku kalau aku ini rider yang tidak bisa bersaing”

“berani sekali dia berkata seperti itu padamu yang raja lintasan”

“maka dari itu aku akan membuksikan kepanya siapa yang sebenarnya aku”

“ais sepertinya kau ini bersemangar sekali, wae?”

“aku ingin menjadi juara dunia Key-ah”

Terjadi keheningan beberapa detik diantara mereka, Minho yakin Key pasti tidak percaya dengan ucapanya. Sebelum ini, ialah yang sulit untuk dibujuk mgnikuti perlombaan resmi dan berprofesi sebagai pembalap, mengingat appanya adalah orang yang terpandang di kota ini.

“perbaiki gaya balapanmu yang seperti otang tidak waras itu, banyak belajar tentang settingan motor, juga detail sirkuit-sirkuit dunia Choi Minho. Kelas GP terndah seperti klas 125 CC itu tidak mudah, ayo kita berjuang bersama”

“aku mengerti, targetku adalah menjadi juara kelas dunia walau itu hanya sekali dalam seumur hidupku, Goommawo Key-ah” Minho menutup ponselnya.

-o0o-

“aego, kau lebih cocok mengenakan baju itu” Jiyeon Nampak terkejut dengan kedatangan seorang yang tiba tiba dan itu membuatnya sebal dan heran sendiri

“kau ‘Stalkerku ya?”

“Fiuh, itu Fitnah sekali”

“”lalu untuk apa kau di kampusku?”

“jangan jangan kau yang jadi Stalkerku Ny Park. Ini kampusku sebagai informasi baru untukmu”

“jadi menyesal aku masuk kampus ini jika harus bertemu manusia sepertimu lagi”

“jadi menyesal pula aku kuliah disini sekampus degan Yeoja menyebalka berasal dari korea”

“jangan ganggu aku, jangan bicara padaku, jangan dekati aku” ucap Jiyeon, ia duduk di ruang administrasi yang masih tutup ia menyesal datang sepagi ini dan harus bertemu dengan namja menyebalkan menurutnya

“aku sudah menandatangani kontrak untuk debut di suatu team satelit dua hari yang lalu. Jadi sampai jumpa mnggu depan di sirkuit sepang. Aku tidak sabar melihatmu disana”

Jiyeon Nampak terkejut dan menatap dalam kepergian Minho dari hadapanya “Benar dia akan debut resmi?” gumamnya

-o0o-

“kau membuatku benar benar menyedihkan Choi minho, aku ini mekanik internal, manager dan sekarang aku harus menjadi ‘Umberella Boy’ mu” Minho Nampak tersenyum menyebalkan pada Key yang tampak ingin sekali mencekiknya

“kenapa kau tidak memakai Jas yeoja sekalian seperti disekitar kita saja sebagai umberella girl, dan memakai wig aku rasa itu cocok untukmu” ucap Minho

Key hanya cemberut sebal”aku sayang padamu Key-ah. Umberella girl hanya akan menggangu konsentrasiku saja. Jika kau yang memayungiku kan aku tampak berbeda dari yang lain, kesan ku jadi seorang yang sangat misterius, serius dan cool”

“terserah kau saja, yang terpenting sekarang jangan sampai jatuh di pertama debutmu. Minimal masuk posisi 15 dari 30 rider disini itu sudah mencapai hebat Choi minho. Kau baru bergabung di pertengahan musim kompetiri dan artinya kau mustahil untuk juara dunia dikelas ini. Cukup memperhatikan dominasi dan progress tiap seri tersisa, aku yakin kau akan cepat melompat ke seri 250 CC, percayalah. Kau bisa melakukanya Minho ! aku setia mendukungmu”

“dasar genit” Jawab Minho pelan

Key Nampak terkejut mendengar respon dari Minho, kenapa ia dikatai genit pikirnya

Dengan masih memayungi Minho yang duduk dimotornya ia nampa melihat kearah pandang mInho. Ia menjadi tahu siapa yang dimaksud Minho, mata Chingunya itu tidak lepas dari Umberella girl dari daris Line ke 8 dengan pembalap asal Spanyol yang dipayunginya

“seleramu bagus juga” Minho mengalihkan pandanganya pada Key

“apa yang baru kau katakana?”

“selamat mendapatkan targetmu Choi minho” ucap Key

“tentu saja aku akan membanggakan mu didebutku, aku tak akan gugup dan membua kesalahan”

“bukan itu” elak key

“lalu apa?”

“Yeoja cantik asal korea itu incaranmu bukan?

“ck…. Dia bukan incaranku”

-o0o-

Hanya butuh 5 seri membuat Minho merasakan podium juara. Beberapa tawaran tim pabrik datang menghampirinya. Dan ia berterima kasih pada seluruh rekan dalam tim meaning nya. Namanya mengisi headline majalah motorsport dunia sebagai salah satu pembalap muda yang menjanjikan dari ASIA.

Ni memasuki Seri ke 11, dan sekarang ada di Belanda. Sirkuit Assen lebih tepatnya. Mengikuti ajang sejenis ini memang harus mengelilingi beberapa Negara. Minho yakin, kuliahnya akan dipastikan bermasalah, walau kompetisi dilakukan akhir pekan, ia lebih sering pergi kesana kemari untuk menghadiri promosi, free practice dan diskusi dengan para mekanik, itulah pekerjaan pembalap, waktu luangny benar beanr sulit dicari

Anyeong… akhirnya bisa juga kita di garis Line yang sama, pembalapmu akhir akhir ini kurang stabil penampilanya” Jiyeon memberi semangat pada Tomas, nama pembalap yang ia payungi.

“fokuskan saja perhatianmu pada balapan nanti”

“aku terharu…. Aku perhatian sekali” ejek Minho

Key benar beanr ingin tertawa sambil berguling guling melihat polah tingkah Minho yang seperti anak kecil jika beradapan dengan Umberella Girl ini. Menurutnya Minho itu namja Nekat, pemberani, dewasa aslinya, tapi taksangka saja ia akan menjadi remaja labil di depan Yeoja ini

-o0o-

“aku kira kau akan selalu Sexy saat kepanpun dan dimanapu kau berada. Ternyata kau gadis manis jika dirumah” Jiyeon mengikuti arah pandang Minho pada daster pendek yang ia kenakan.

“untuk apa kau menemuiku, kita tidak pernah memiliki kepentingan sebelumnya”

“aku hanya menagih janjimu”

“janji apa?”

“Minho Nampak tidak suka menatapnya”aku tidak pernah berjanji apa apa padamu” ucap Jiyeon

“aku juara resi Minggu lalu”

kunde, apa hubunganya denganku?”

“kau harus mengikuti kata kataku dan bersikap manis padaku”

“mana ada janji seperti itu, pergilah aku malas melihatmu” Jiyeon menutup pintu apartemenya dan tak membiarkan pembicaraan lebih lanjut terjadi antara dirinya dan Minho”darimana dia tahu alamatku” gumam Jiyeon pelan sambil merebahkan tubuhnya di Sofa yang ada di apartmemenya

“wanita memang selalu jual mahal, padahal popularitas mereka dua kali dari pada pria, kenapa masih saja menyombongkan diri?”

-o0o-

Prestasi member efek pada popularitas, dan sekarang Minho sedang menikmati masa ini. Tanda tangan, foto bersama, pelukan dan ciuman seakan akan biasa ia terima dari orang –orang yang mengenalnya, ia menjadi mahasiswa popular di kampusnya. Dan tentu daja prestasi di lintasanlah yang mengharumkan namanya. Dan mau tak mau banyak yeoja cantik juga mengejarnya

“aku mendapatkan ajakan kencan dari Chingu sekelasmu, Hyorin dan Hyuna, bahkan mereka menawarkan tubuh mereka padaku. Menurutmu bagaimana?” Jiyeon yang sedang makan harus terusik dengan suara bisik bisik dari sekitanya karena berinteraksi dengan Choi minho

“mereka cantik” Jiyeon masih Nampak tenang memakan makananya

“aku harus pilih yang mana untuk menjadi pasanganku di perjamuan makan para pembalap di sirkuit silverstons nanti? Tanya Minho

“itu terserah kau, mana aku tahu seleramu” Jiyeon sudah selesai makan dan ia berniat pergi dari hadapan Minho serta pergi jauh dari suara bising iti padanya

“apa kau datang ke perjamuan itu?”

anyio,,, aku hanya umberella girl, bukan kekasih atau istri pembalap”

“jika begitu kau saja yang aku repotkan. Aku malas dengan yeoja yeoja biasa yang akan linglung berada disana. Tenang saja… aku akan baik padamu nanti”

Mianhe , tapi aku tidak berniat”

“kau harus menepati janjimu dulu Park Jiyeon. Bukankah kau akan bersikap manis pada pembalap professional dan seorang juara? Seharunya kau bangga aku mengajakmu kesana, ingt kata katamu waktu di night race dulu?” Jiyeon masih ingat dan ia menyesal pernah meremehkan Choi Minho

“ini undanganya jika kau datang… berarti aku tahu kau jenis Yoeja penepat janji”

-o0o-

Jiyeon memberikan penampilan terbaik yang bisa ia lakukan mala mini, walaupun sebenarnya ia tak iklas melakukan ini demi Minho, tapi tak ada salahnya hadir di party seperti ini. Ia menyukai menonton balapan, ia mengidolakan banyak pembalap, dan bisa menghadiri jamuan dengan pembalap pembalap popular itu rasanya tak rugi. Hanya saja ia benar beanr tak mengharapkan Minho yang mengajaknya. Ia berharap Chanyeol lah yang berada disampingnya saat ini

“kau benar benar menepati janjimu, tidak buruk, penampilanmu benar benar seperti biasa” Minho Nampak sengaja menatap kearah Dada yang cukup sexy milik Jiyeon

“berbicaralah sopan seperti denganku. Tak seharusnya kau mengejekku terus terusan”

“aku tulus memujimu saat ini”

“pandanganmu tidak menunjukan seperti itu?”

Minho dan Jiyeon masuk kedalam ruangan pesta yang sudah cukup ramai dengan banyak orang orang terkenal sebagai reider.

-o0o-

Jiyeon Nampak senang saat Minho mengajaknya bergabung dengan beberapa pembalap terkenal di kelas 250 CC dan turut serta menyapa seorang pembalap tampan dari moto GP. Tapi kini ia tak senang karna Minho mengkuti beberapa temanya untuk pergi ke party mereka sendiri.

Jiyeon tahu ketiga Namja yang merupakan Chingu Minho itu adalah pembalap dari kelas 125 CC Juga. Kini tiga namja itu masing masing membawa Pasangan masing masing. Mereka menyewa sebuah kama Hotel tak jauh dari sirkuit Silverstone.

“aku tidak mau masuk kesana” ucap Jiyeon agak takut

Gwenchana… kami hanya ingin minum. Salah satu dari mereka berulang tahun hari ini”

Jiyeon menurut apa yang di katakana Minho. Memang benar, mereka merayakan ulang tahun pembalap teman Minho yang berasal dari Indonesia itu.

Seperti kebiasaan orang barat, ciuman dan pelukan tak sungkan mereka perlihatkan didepan orang banyak dan teman – teman Minho melakukan itu didepan mereka.

Salah satu pasangan malah berkata ingin mencari kamar lain untuk segera bercinta. Tak menunggu lama bagi pasangan satunya tersisa juga mengikuti aksi pasangan pertama.

“jangan berfikir aku ingin melakukannya bersamamu” ketus Jiyeon pada Minho, karna Minho yang memandang Jiyeon aneh

“hey, kau piker aku berniat Menidurimu” ucap Minho sembarangan

“dari caramu melihat sih begitu”

Kini hanya tinggalah mereka berdua yang tersisa di kamar hotel tersebut “baguslah jika kau tahu apa yang aku pikirkan. Aku memang punya pikiran kesana” jawab Minho

“jangan coba-coba mendekatiku” ucap Jiyeon, namun Minho tetap mendekati Jiyeon yang berjalan mundur kebelakang

“hahahha… kau tahu kau sangat lucu jika sedang ketakutan, ah Kyopta” Minho mendudukan tubuhnya di pinggir ranjang sambil meminum sampanye.

“tidak lucu Minho” Jiyeon kesal mendengar gelak tawa Minho yang memasuki gendang telinganya

“mau? Rasanya lumayan tidak buruk” minho menyodorkan minuman yang di minumnya tadi

“aku tidak ingin mabuk dan terjadi hal buruk yang tidak aku inginkan” Minho memberikan gelas baru dan menuangkan sampanye pada JIyeon, tapa perduli semua hal yang dikatakan Jiyeon

“kau membutuhkan itu, minumlah….”

“aku tidak butuh ini dan jangan memaksaku” bentak Jiyeon

“kau terlihat takut bersamaku sekarang. Jangan pernah takut kepadaku, karna sebenarnya aku tak suka kau takuti” ucap Minho. Jiyeon merasa gagal menyembunyikan rasa gugupnya saat tangannya agak gemetar mengambil Minumanya. “aku tidak pernah berduaan dihotel seperti ini terlebih bersama Namja” ucap Jiyeon, Minho kali ini mengambil minuman yang bahkan belum sempat Jiyeon teguk sama sekali

“tenanglah kau harus percaya padaku” kata Minho, namun Jiyeon sungguh ingin lari dari tempat itu, dan terasa tidak nyaman bersama seorangnamja berduaan saja

Jiyeon segera membalikkan badanya dan berjalan keluar kamar, namun Minho tiba tiba memberikanya ‘backhug’. Tubuhnya terasa hangat dan nyaman mendapat perlakuan ini dari Namja ia hanya dapat terdiam

Kajima.. tetap disini, aku ingin menghabiskan waktuku denganmu mala mini” bahu Jiyeon yang terbuka karna gaun tapa lengan mendapat Ciuman dari Minho. Jiyeon tidak tahu kenapa rasanya sangat sulit sekali melawan perlakuan Minho yang terbilang kurang ajar itu

Mianhe aku yang sulit melawan hasratku mala mini. Aku sungguh tidak tahan lagi”

Gaun merah yang Jiyeon kenakan tergeletak begitu saja setelah beberapa detik tadi Minho memaksanya membuka. Jiyeon yang mencoba melepas tangan namja itu yang menggerayahi seluruh tubuhnya berakhir sia sia. Bukan apa perlakuan Minho malah membuat Jiyeon serasa terbang di atas awan, mungkin inilah rasanya kenikmatan yang Chingunya katakana saat mereka sama sama sedang menunggu pertandingan . mala mini Minho benar-benar menyantap mananan lezatnya.

“bahkan saat kau sudah tahluk dibawahku seperti inipun, kau masih Sangat sombong” Jiyeon menjauhkan wajahnya dari wajah Minho. Ia berusaha menghndari Ciuman dari namja tampan itu

“rasakan ini” Minho menuntun tangan Jiyeon untuk memegangi dadanya yang berdetak begitu cepat. “saat aku di sirkuit, seperti inilah yang aku rasakan, dan aku menikmati setiap sirkuit yang ku lalui dengan adrenalin seperti ini. Tapi beberapa menit yang lalu aku merasakan sensasi itu walau aku sedang tidak di dalam pertandingan. Bahkan kau mampu membuat reaksi yang sama ini benar benar menakjubkan untukku” Jiyeon memalingkan wajahnya kesamping, tampa menghiraukan Ucapan Minho. Ia marah….. pikir Minho

Minho mendesah melihat Jiyeon yang tak mau mendengarkan kata-katanya. Ia segera membawa Jiyeon dalam ciuman kasarnya tanda ia ingin mendominasi segera. Ia belum puas dengan yang tadi. Jiyeon hanya bisa pasrah tampa bisa melawan Minho yang sangat jantan.

-o0o-

“aku kaget menatap tubuhmu semakin hari semakin Sexy” Jiyeon diam tak berusaha menanggapi apapun tingkah laku Minho lagi. Sekarang seri ke 15 di sirkuit motegi japan. Dan Minho bisa kembali memulai posisi start diposisi cukup depan bersama pembalap yang Jiyeon payungi di Line ke tiga.

“aku dengar kau telah berkencan denganya? Apa itu benar?” Tanya Key pada Minho

“lebih dari itu key…”

“maksudmu?”

“artika saja sendiri….”

“aku tidak mengerti” Minho menatap malas Key

“sesekali kau bergaullah dengan Yeoja dan lupakan masalah Mesin mesin di bengkelmu itu”

“aiss, Noo, diamlah start akan di mualai”

-o0o-

Jiyeon meneguk habis gelas didepanya, ini sudah gelas ke enam yang sudah ia habiskan wajahnya sudah memerah padam.”kau mau apa lagi menemuiku? Kau sudah mendapatkan apa yang kau mau, kadi pergilah dari hadapanku, aku muah melihatmu” Jiyeon marah melihat Minho datang menemuinya setelah balapan sore tadi.

“ayo kita pulang, aku akan mengantarmu, kau hamper saja mabuk” Minho mencoba memapah tubuh Jiyoen yang sudah Nampak lemas sperti orang mabuk

“lepaskan, jangan perdulikan aku, kau nappeun namja yang sama sekali tidak perduli dengan perasaan Yeoja sepertiku” Minho hanya menatap Jiyeon yang mengeluarkan airmatanya

“aku perduli padamu maka dari itu aku mendatangimu” Minho mencoba berbicara lembut dan baik pada Jiyeon

Gojimal…”

“Jiyeon… sebaiknya kita pulang. Aku tidak ingin kita menjadi bahan tontonan disini”

“kau malu?” Jiyeon turun dari bangkunya dan hamper saja jatuh jika Minho tidak menahanya

“akulah yang merasakan malu karna kau tinggalkan sendiri di Hotel pagi itu. Kau piker aku tak malu pada diriku sendiri dan perasaan ku tak sakit kau perlakukan seperti itu?” Jiyeon berjalan keluar Klab dengan sempoyongan khas orang yang tengah mabuk.

“Jika kau meninggalkan seseorang berikanlah alasan. Tak ada yang lebih menyakitkan daripada ditinggalkan tapa ada penjelasan” Jiyeon kembali menangis diluar saat Minho berusaha membawanya pulang. Minho tak tahu apakah Jiyeon sadar atau tidak mengucapkan demikian, yang pasti Yeoja itu begitu kecewa dengan sikapnya.

Mianhe… aku harus buru-buru pergi pagi itu, aku tak bermaksud menyakitimu…” sesal Minho yang entah didengarkan oleh Jiyeon atau tidak

-o0o-

Jiyeon terbangun dengan kepala yang sangat berat yang ia rasakan. Ia pusing dan matanya sedikit berkunang-kunang. Ia duduk dan mengeratkan selimut berwarna Biru tua untuk menutupi tubuh polosnya. Ia mengurut pelan pelipis secara beraturan , ia melihat ruangan garasi yang seperti bengkel itu tampak sepi.

“apa yang semalam itu nyata?” ia buka selimutnya yang menutupi tubuhnya langsung menelisik kulit tubuhnya. Ia dapat melihat beberapa kissmark didadanya berwarna keunguan, ia mencoba merkonsentrasi mengingat kejadian malam tadi.

Ia mengingat Minho memapah tubuhnya. Ia ingat ia berciuman dengan Minho dan memberikan Namja itu bebas mencumbunya. Dan ia samar samar mengingat, ia berada di atas tubuh Minho mengerang nikmat akan cara kerja organ-organ tubuh Namja itu di tubuhnya. Merasakan betapa beberapa bagian tubuhnya terasa nyilu dan sakit, ia yakin melam tadi mereka melakukan sex gila.

Jiyeon mendengar suara pintu terbuka dari luar, ia bisa melihat Choi minho yang memberikanya sebungkus plastic yang ia tahu berisikan makanan.

“makanlah dulu, kita harus segera pergi dari sini” setelah itu Minho memberikan pakaianya semalam yang terlepas dari tubuhnya

“kita dimana?” Tanya Jiyeon

“di garasi, Musuhku” Jiyeon tersentak mendengar ucapan Minho

“yak Bichinde, kau gila ya meniduriku di kandang musuhmu?” kesal Jiyeon

“memang hanya segelintir orang yang menganggapku waras” Jiyeon memejamkan matanya mencoba menenangkan dirinya agar tidak meledak emosi didepan namja itu yang sudah dua kali menidurinya.

“ini garasi milik mekanikku” jawab Minho pada akhirnya

“leluconmu tidak lucu” Jiyeon segera mengambil pakaiannya dan mengedarkan matanya keseluruh penjuru

“kau cari apa?”

“kamar mandi aku ingin ganti” ucap Jiyeon

“tidak ada, mana ada sebuah garasi memiliki kamar mandi”

“jadi aku harus ganti baju dimana?” Minho mengangkat bahunya tanda ia tidak tahu , ia duduk santai sambil menikmati kopi yang ia beli tadi. Minho terus tersenyum memperhatikan Jiyeon yang ingin sekali menendangnya

“aku sudah melihat semua dan menyentuh setiap inci kulitmu, tak usah malu seperti itu padaku, ganti saja disini” Jiyeon yang tidak punya pilihan lain mau tak mau memakai pakaianya disana, ia membalikkan tubuhnya agar Minho tidak bebas melihat tubuhnya

“kau mencoba menggodaku dengan Bokong dan puggung telanjangmu ?”

“diamlah” Jiyeon buru buru memakai dalamanya agar Namja brengsek dibelakangnya tak semakin mengejeknya. Ia duduk dan memakan sarapan yang dibelikan Minho untuknya

“kau masih marah padaku?” Tanya Minho pada Jiyeon yang masih cemberut dan tidak ingin menatapnya

Walaupun Jiyeon tak memberitahuka padanya jika ia marah, tapi Minho tahu jalan pikiran yeoja itu karena semua ucapan Jiyeon tadi malam.

“walau aku gila dan nekat, aku paham bagaimana caranya bertanggung jabab, tenanglah kau tak perlu takut”

Jiyeon sama sekali tidak memerdulikan ucapan Minho “aku bukan namja brengsek yang meninggalkanmu seperti Namja tianglistrik itu. Kau bisa memegang kata kataku”

“berhentilah mengatainya tiang listrik, kau sendiri tiang, dia itu saudaraku”

Mhorago? Saudaramu?”

“hn, wae? Sepertinya kau terkejut”

“kau mencintai saudaramu sendiri?”

“yak ndo bichinde? Apa kau piker aku Yeoja aneh sepertimu yang mencintai saudaranya sendiri”

“aku piker dia pacarmu dan ia selingkuh dengan seorang yeoja lalu meninggalkanmu”

“dia memang meninggalkanku dan impianya sebagai seorang pembalap karna ia sangat mencintai Yeojachinguinya, aku kecewa sekali denganya”

Minho Nampak lega saat Jiyeon mengatakan tidak pernah menjalin hubungan dengan Namja lain. Minho memeluk tubuh Jiyeon menunjukkan betapa senangya dirinya. Ia dengan jahilnya memasukkan tanganya kebaju milik Jiyeon dan menggoda salah satu dada Jiyeon yang masih terbungkus dengan bra.

“jangan genit lagi pada para rider-rider, kau akan dianggap murahan oleh mereka”

“kaupu menganggapnya begitu bukan, aku tahu jalan piiranmu”

“aku tidak akan meniduri gadis yang aku anggap murahan”

jongmal?”

“aku bersumpah” Minho melepaskan kembali pakaian JIyeon dan cepat menelanjangi tubuh sexy nan montok milik Jiyeon, kedua tanganya tak segan segan untuk menghisap kuat bukut kembar di depanya

“lepaskan Minho, jangan lagi… nanti aku susah berjalan” Jiyeon menarik tangan Minho yang sekarang sudah meyentuh nyentuh kewanitaanya.

“Memang itu tujuanku…… aku ingin kau memoho padaku supaya aku berhenti”

Suara desahan mengundang hasrat dari mulut Jiyeon terdengar dari luar garasi Key yang ingin menemui Minho jadi kesal sendiri

“selain tidak waras, rupanya Choi Minho itu maniak juga dasar gila…” umpak Key kesal dan segera pergi meninggalkan Minho serta mengurungkan niatnya untuk menemui namja yang baru beberapa detik lalu ia katai tidak waras itu.

-o0o-

Minho Nampak senang dan tersenyum bahagia, ternyata Yeoja liar yang selama ini ia juluki, Jinak dan tahluk di pelukanya, ia masih setia mengelus rambut Jiyeon yang tergelar lurus milik Jiyeon, ini adalah waktu luang Minho yang berharga yang ia lewati bersama Jiyeon di apartemen gadis itu.

“awww…” Jiyeon berteriak dan tersentak terkejut karna Minho tiba tiba mencabut rambutnya “mau apa?”

“meminta rambutmu” Jiyeon Nampak memasang wajah cemberutnya, mintak dari mana? Yang dilakukan namja itu bahkan langsung mencabutnya tampa bertanya dan meminta persetujuanya.

“berhentilah mengganguku” Jiyeon melepaskan pelukan tubuhnya dan memunggungi Minho

“ada seorang pembalap yang kudengar ia tak pernah jatuh saat di lintasan, dan ia mengaku memakai jimat rambut dari Yeoja yang dekat denganya, jadi aku ingin seperti itu juga”

“minta saja rambut Eommamu”

“eommakukan milik appaku”

“aku juga bukan milikmu”

“tapi setidaknya aku berhasil menidurimu, tandanya aku milikmu”

“orang gila mana yang mengklaim seperti itu?” kesal Jiyeon

“yang bicara padamu ini” Jiyeon tersenyum kecil tampa sepengetahuan Minho, namun ia buru-buru menetralkan wajah cueknya kembali

“itu hanya mitos, jangan percaya hal semacam itu”

“lalu?”

“maksudmu?”

“lalu bagaimana caranya ku tidak terjatuh?” Tanya Minho

“konsentrasi, focus, pikirkan timmu, orang tuamu, fans mu, negaramu, dan juga podium juara. Kau tak akan terjatuh di lintasan”

“itu sudah sering aku dengarkan” Minho kembali memeluk tubuh Jiyeon yang memunggunginya dan mengecup bahu Yeoja cantik itu

“tak usah lakukan saranku itu”

“begitu saja marah,,,, kau tidak berangkat kuliah?”

“sudah terlambat, dan itu karnamu. Appaku pasti akan tahu jika aku sering bolos”

“jika appamu marah, bilang saja padaku. Aku yang akan bertanggung jawab akan dirimu setelah ini. Oh ya… masakan aku sekarang, aku lapar sekali” ucap Minho memaksa

“kau pasti akan takut menghadapi Appaku. Banyak restoran diluar, makan saja disana”

“aku tidak takut pada siapapun termasuk kedua orang tuamu. Kau itu perhitunga sekali”

“sudah seharusnya seperti itu”

“ya sudah jika tidak mau, aku akan menyiksamu selamma berjam jam lagi jika begitu” Jiyeon tidak sempat menghindari Minho lagi

“jangan lagi… jebal aku lelah, Minho” Minho memeluk tubuh Jiyeon lebih erat dari sebelumnya mereka terdiam dan Minho juga tak bergerak dari dekapanya.

“Minho, sebenarnya apa arti diriku, untukmu? Aku ingin tahu sekarang” Minho bingung ingin menjawab apa. Ia sulit memikirkan ini, sedangkan Jiyeon berharap akan sesuatu yang di inginkan, semacam kejelasan tentang hubungan mereka

“dulu sih aku menganggapmu Yeoja kasar, nakal dan combongm tapi sekarang kau Yeoja yang sudah mulai bersikap lebut dan baik padaku walau masih sering kasar” Jiyeon bingung dengan jawaban Minho itu tidak seperti apa yang ia maksudkan

“Hahahahaha…. Bersikaplah manis terus padaku aku akan memujimu”

“tidak penting sekali melakukan itu padamu” Jiyeon ingat jika mInho bukan Namja serius yang tahu dan peka tentang perasaan Yeoja, ia bingung harus melakukan apa, meminta status pengakuan tak akan pernah mau ia lakukan, harga dirinya terlalu tinggi untuk melakukanya

-o0o-

Balapan tinggal memasuki satu seri tersisa. Dan dipastikan musi depan Minho melompat ke kelas GP 250 CC. itu pencapaian yang cukup baik baginya. Ia hamper dipasikan memenangi rookie award menurut banyak prediksi. Choi minho cukup impresif dengan keterbatasan tim satelitnya, tapi mampu bersaing dengan banyak pembalap dari tim pabrik utama.

Hari ini Minho sedang berada di Jerman. Dan akhir nanti ia akan jadi sesi penutup seluruh rangkaian balapan kelas 125 CC. Jiyeon bingung dengan keadaanya. Ia masih di japan dan baru pulang dari kuliahnya. Sabtu sore ia baru akan ke Jerman untuk bekerja dan sekaligus mengawasi CHoi Minho. Ia tidak ingin jujur menyatakan menyemangati Minho, karna Namja itu dari tim yang berbeda. Jadi posisi mereka adalah pesaing di kompetisi itu selama ia masih menjadi umberella girl pembalapnya sekarang. Ia mengusap wajahnya sekarang yang cukup lelah dan segera keluar kekamar mandi dengan banyak pikisa di otaknya.

Jiyeon sedang menanti harisl Free practice kelas 125 CC. ternyata ia ketinggalan melihat jalanya sesi latihan itu karena hasil Free practice sudah keluar. Minho berada di posisi kelima, Jiyeon yakin, saat lomba sesunggunya Minho akan mambu membuat banyak

Jiyeon masih duduk terdiam mengamati Chanel TV korea yang punya siaran langsung dalam lomba moto GP itu.karena Minho cukup membanggakan korea maka ia berhasil mewawancarai langsung . Jiyeon menatap Minho yang terlihat serius saat di wawancarai di Tv. Jiyeon menyadari, Minho merupakan sosok tenang, ramah, dan cukup dewasa dihadapan public, ia cukup menikmatinya. Namun entah kenapa Minho tak sering menampilkan sisi itu di hadapanya. Minho lebih seperti remaja labil yang suka mencari perhatian jika di hadapanya.

“Minho-sii kau telah memenangkan Rookie Award beberapa saat lalu. Bagaimana perasaanmu dan untuk siapa award itu kau dedikasikan?” Minho tersenyum tenang memperhatikan pertanyaan dari sang MC

“ini bukanlah semata-semata hasilku, namun hasil kerja keras seluruh tim ku, kami banyak melakukan eksprerimen beberapa waktu lalu untuk mendapatkan setingan sempurnya motor kami. Jadi ya… terima kasih telah banyak membantu selama ini. Ini kupersembahkan untuk tim ku dan seluruh yang mendukungku”

“musim depan kau akan berada di tim pabrik terkenal GP 250 CC, lalu apa targetmu?”

“aku ingin melakukan segala hal yang terbaik yang bisa. Aku belum bisa benyak bicara tentang musim depan. Namun aku berpikir musim depan adalah tantanganku aku ingin ada di tiga besar pembalap terdepan sebagai targetku”

“ini pertanyaan dari fansmu, tolong jawab. Apakah kau punya seseorang yang selalu memotivasimu hingga kau banyak menolehkan catan sebagai pembalap muda?”

“tentu saja…. Keluargaku, sahabatkum dan para pendukungku membuatku semangat dan selalu berpikir tentang pemenang. Aku senang dengan ucapan selamat dari mereka saat aku menolehkan catatan baik”

“Minho-sii.. maksud fans mu disini adalah seseorang yang mendukungmu sebagai kekasih, apa kau memiliki kekasih atau orang yang kau sayangi?” ini adalah pertanyaan yang JIyeon juga sudah tahu jawabanya. Karena dengan cara menyampaikan yang berbeda Jiyeon pernah bertanya pada Minho waktu itu, dan hasinya, Minho tak memberikan status yang jelas tentang hubungan mereka.

“aku tidak memiliki kekasih…..” jawab Minho, Jiyeon sudah menebak jika Minho tak mau mengakuinya

“tapi aku memiliki seseorang yang peranya melebihi seorang kekasih. Ia penting dalam hidupku, aku tak tahu apakah ia tahu atau tidak tentang hal ini. Tapi bagiku dia memberikan banyak dukungan untukku walau kami selalu berdebat jika bersama menghabiskan waktu”

“sepertinya hubungan kali ini perlu kejelasan Minho-Ssi agar public tahu dan orang itu tahu kau menyukainya. Ucapkanlah apa isi hatimu sekarang, aku yakin ia sedang menonton acara ini”

Minho tertawa mendengar MC. Tapi sepertinya kamera terus menyorot Minho mungkin berharap jika Minho akan menyampaikanya dan membuat ratting acara tersebut tinggi.

Minho berwajah cukup serius sekarang. Ia menatap kamera seolah olah menatap muka dengan seorang.

“kau pernah bertanya padaku tentang arti dirimu untukku. Maaf… waktu itu aku mengecewakanmu. Aku tak bermaksud seperti itu. Kau memberikan ku tantangan tentang mengejar impianku saat aku enggan bermimpi. Kau membeikanku rasa takut kehilangan saat aku tak tahu arti kesetiaan. Kau memberikanku kenyamanan saat aku butuh dukungan. Kau membuatku takut cidera karena aku tak ingin kau ikut terluka. Kau mampu menerima sikapku yang tercela dan berusaha memakluminya kau memiliki banyak arti dalam kebersamaan kita. Aku masih saja sulit menjawab pertanyaanmu tentang arti dirimu untukku. Yang pasti kau terlalu berarti untukku hingga sulit memberikan pernyataan yang pas mewakili perasaanku. Karena jujut…. Aku sungguh mengagumimu” Minho mengeluarkan kalung dari saku jaketnya dan mengarahkan ke kamera “aku diam- diam mengambil benda milikmu karena ingin kau bersamaku saat aku berperang meregang nyawa di beragam lintasan. kau kuanggap sebagai jimat keberuntunganku. Aku mencintaimu… aku menyukaimu segala hal tentangmu. Aku harap setelah nanti aku pulang kau sedikit bersikap manis dan menyambutku”

Minho memberikan tanda hati melalu tanganya ke kamere, Jiyeon menangis terharu mendengar ucapan Minho. Ia melihat tespack kehamilan yang ada di tanganya. Keraguanya dan kebingunganya yang tadi hilang seketika

“appa pasti akan marah jika aku mengatakan berita ini, aku tidak perduli yang penting Minho pasti senang mendengarnya” Jiyeon mengelus perutnya yang masih rata

“aku pun mencintaimu calon ayah bayiku” tangis bahagia jiyeon

Cinta memang membutuhkan kejelasan, namun ketidak jelasan itu malah akan membuat penasaran dan debaran debaran. Cinta tak harus dijalani dengan keromantisan, kata-kata, karena perbuatan dan perasaan hatilah yang menunjukkan dalam kadar cinta. Membuat banyak waktu untuk menunggu kata cinta tapi dengan sabar menunggu itulah kita akan tahu sebeberapa dalam perasaa cinta itu bersemayam didamal dada. Cinta itupun butuh perjuangan yang akan membahagiakan, kelak, semoga suka dengan semua karya aurtho disini mianhe mengecewakan selama ini.

THE END

30 responses to “(One Shoot) Umberella Girl

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s