[VIGNETTE] Move On

myungji-mo

Move On

written by Quinniechip

Infinite’s L – T-ara’s Jiyeon || Romance Angst || Vignette

Disclaimer :

Inspired by Manusia Setengah Salmon

-oOo-

Disinilah aku berada sekarang, Biggby Coffee dengan meja yang bernomor dua belas. Tempat favoritku dengannya, dulu, saat kita masih bersama, saat aku dan Jiyeon masih merupakan sepasang kekasih.

Entah apa yang membawaku kembali ke tempat ini. Semenjak Jiyeon melepas kalung yang aku berikan padanya, tak pernah lagi aku menginjak tempat ini, aku berusaha melupakannya.

Aku tak tahu harus menyebut apa situasi ini, keberuntungan atau justru kesialan, apa mungkin ini hanya kebetulan belaka. Kali pertama aku mengunjungi tempat ini, lagi, awalnya aku hanya berniat untuk mencicipi Bootleg Brulee favoritku lalu membawanya pulang, tapi pangggilan itu yang membuatku bertahan lebih lama disini, setidaknya sampai gelas Bootleg Brulee-ku kosong.

“Bagaimana kabarmu?”

Senyumnya masih bertahan sejak pertama kali ia memanggilku dan kami duduk berhadapan di meja dengan nomor dua belas ini. Tak ada rasa canggung sedikitpun yang ia perlihatkan, tidak sepertiku.

“Baik, kau?”

Aku berusaha menutupi rasa canggungku dengan menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya panjang. Aku menatap kearahnya tapi tidak melihat matanya, karena itu akan membuatku semakin gugup.

“Seperti yang kau lihat, aku baik.”

Ia masih sama seperti dulu. Ia tak banyak berubah dari delapan bulan yang lalu, selalu tersenyum ceria dan terlihat bahagia.

“Kau masih sering datang kesini?”

“Tidak, aku hanya kebetulan lewat dan merasa haus, jadi aku memutuskan untuk kemari dan membeli satu gelas kopi favoritku. Sebenarnya aku sudah lama menginginkannya, tapi hanya tidak ada waktu.”

Balasan panjangku hanya dibalas anggukan mengerti olehnya. Aku diam, begitu juga Jiyeon, ia seperti terbang jauh dengan angannya sendiri, dan aku tak tahu harus melakukan apa untuk membuatnya kembali sadar.

Aku menyesap Bootleg Brulee milikku yang masih penuh dengan kepulan asap putih diatasnya, sebelum kembali bertanya memecah keheningan.

“Kau sendiri?”

Ia kembali menatap kearahku. Ia tersenyum seakan meminta maaf telah membiarkanku terdiam tanpa dipedulikannya.

“Ah aku-”

“Jiyeon-ah, kajja..”

Suara seseorang menginterupsi ucapan Jiyeon sebelum ia menyelesaikan kalimatnya. Siluet yang kulihat dari ujung mataku hanya menampakkan sebagian kecil darinya. Ia tinggi dan berpostur tegap. Kemeja denim yang dipadukan dengan celana panjang hitam, dan ya ia lelaki, dan sepertinya ia tampan.

Oppa, kau sudah selesai?”

Sebenarnya aku ingin bertanya, siapa gerangan lelaki ini, tapi mana mungkin aku menanyakannya secara langsung pada Jiyeon, terlalu lancang dan berani.

“Ah iya, kenalkan ini Kim Myungsoo, dia temanku. Kim Myungsoo kenalkan ini Yoo Seungho.”

Ada rasa aneh yang menyelinap setelah ia memperkenalkan diriku sebagai temannya. Tetapi bukankah itu memang benar, aku dan Jiyeon hanya sebatas teman sekarang, tidak lebih.

Seungho menawarkan tangannya terlebih dahulu dan aku membalas jabatan tangannya dengan cepat. Ia tersenyum dengan tatapan mata yang tegas.

Chagiya, aku menunggumu di mobil, kau disini saja dulu bersama temanmu.”

Jiyeon mengangguk mengiyakan seraya tersenyum. Sedangkan aku, senyumku runtuh seketika saat ia mengucapkan satu kalimat barusan. Tiada lagi pertanyaan tentang siapa sebenarnya lelaki ini, aku sudah mengetahuinya tanpa harus bertanya lagi. Harapan itu sudah pupus dan terbang entah kemana.

“Kausudah punya penggantinya?”

Bagus. Pertanyaan bodoh apa yang baru saja aku katakan. Aku yakin mungkin ini akan menjadi satu pertanyaan terbodoh yang pernah ada, dan aku mengutuk diriku sendiri karena telah mengatakannya.

“Bukannya aku sudah bisa move on, tapi aku harus move on..”

Ia tersenyum. Aku hanya bisa terdiam masih tak mengerti dengan apa yang ia katakan. Aku masih mencoba mencerna apa maksudnya dan pasti wajahku tampak bodoh saat ini.

“Aku menjadi seseorang yang lebih baik bersamanya, dan itu semua karenamu.”

Aku tak bisa mencegahnya. Ia berbalik dan hanya menampakkan punggung belakangnya. Ia menjauh dan kini sudah tak nampak lagi oleh kedua mataku. Senyum terakhir yang ia tunjukkan kini telah hilang.

Aku kembali menyesap Bootleg Brulee yang kini sudah dingin tanpa kepulan asap putih seperti semula. Menghabiskan tegukan terakhir yang masih tersisa. Tepat seperti yang telah aku perkirakan diawal, aku akan pergi setelah satu gelas Bootleg Brulee ini kuhabiskan.

Kedai kopi ini memang penuh kenangan, tetapi entahlah aku akan kembali lagi ke tempat ini atau tidak. Aku tak tahu harus menyebut ini apa, kenangan manis atau justru kenangan pahit, aku sendiri tak bisa menentukannya.

Tetapi satu yang pasti, ini adalah kenangan terakhirku dengannya, Park Jiyeon.

-The End-

Note :

Karena aku nggak janji bisa nge-post 15:40:45 cepet, jadi aku persembahkan ini untuk kalian

Hayoo~ kurang baik apa coba aku /lemparin sepatu/

Comment please yes!

Sarannya juga boleh kok~

56 responses to “[VIGNETTE] Move On

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s