[CHAPTER – PART 4] Beautiful Liar (Special Warning Love)

BEAUTIFUL LIAR

© Poster by @farvidkar

Tittle: Beautiful Liar – Part 4 | Author: farvidkar | Genre: Action, Crime, Romance | Cast: L Kim / Kim Myung Soo, Bae Suzy | Other cast: Kim Soo Hyun, Lee Seung Gi, Ahn Jae Hyun, Kim Kai/ Kim Jong In, Byun Baek Hyun, Shim Chang Min, Zelo, and etc | Rating: PG-17

 

A/N: Asli buatan sendiri dengan imajinasi yang datang sendirinya. Tidak ada maksud lain dengan karakter yang dibuat. Jika terdapat kesalahan dalam penulisan harap dimaklumi. Fanfict ini sudah pernah dipublish pada blog pribaku

 

 

Previous [Part 1] [Part 2] [Part 3]

 

 

The last part

Hanya ada satu objek yang dapat dilihatnya. Seorang pria yang dikenalnya itu tepat berdiri di hapannya sambil menatap mata gadis itu dalam. Tiga detik mereka saling menatap, hingga kesadaran gadis itu kembali dan berhasil mengingatkannya akan satu hal.

“nuguseo?” Tanya gadis itu dengan posisi badan yang tak beranjak dari kasur empuk itu.

“jangan berpura-pura” jawab L dengan mata yang berkilat marah. Ia mendekati gadis itu yang tak bergeming dari tempatnya. Memposisikan badannya yang berhasil menindih badan Suzy. Kemudian mendekatkan wajahnya ke leher jenjang gadis itu. Menghirup oksigen dalam beberapa detik kemudian bibirnya mendekati telinga gadis itu.

“akhirnya aku menemukanmu” bisik L dengan suara yang sangat pelan. Jantung gadis itu berdetak dengan sangat kencang untuk pertama kalinya. Kini Suzy sangat berharap jantungnya berhenti berdetak untuk saat ini saja.

“Jangan berani kabur dariku, atau kau akan ku jadikan tawanan untuk menemaniku,” ucap pria bermarga Kim itu terputus.

“Seumur hidup” bisiknya.

Seperti kerasukan setan, gadis itu melakukan perlawanan pada aksi L yang mencoba membuka paksa baju gadis itu. Kedua lengan gadis itu yang terlipat kebelakang tak dapat bergerak sama sekali. Rambut gadis itu acak-acakkan, wajah frustasinya terlihat jelas. Baju berlengan panjang tanpa kancing milik Soohyun terlihat kebesaran pada gadis itu. Dengan panjang yang mampu menutupi setengah dari paha gadis itu kini terangkat sedikit ke atas. Kaki gadis itu yang terbuka lebar menarik perhatian L. Mata elang pria itu menyadari, bahwa gadis yang mencuri benda berharga milik keluarganya benar-benar mengalami kecalakaan seperti yang dikatakan sunbaenya itu. Beberapa luka di paha mulus gadis itu berhasil mengambil simpati Myungsoo. Saat pria itu terhanyut dalam pemikirannya, dengan sigap Suzy mengalungkan kedua kakinya di pinggang pria itu kemudian melalui sela-sela ia merubah posisi mereka. L yang kini berada di bawah gadis itu terlihat lemah menahan sakit. Tidak seperti yang Suzy lakukan, pria itu hanya pasrah tanpa memberi perlawanan. Suzy menyadari hal itu, lantas ia langsung membalikkan tubuh L yang kini dalam posisi berbaring. Darah segar keluar begitu saja dari permukaan kulit perut pria itu. Perban yang sedikit terbuka sungguh berdampak fatal. Suzy kelimpungan melihat kejadian itu, pasalnya ia adalah penyebab dari luka tusuk yang L miliki. Baru saja gadis itu akan pergi mencari pertolongan, L menahan tangan gadis berambut panjang itu. Menarik kasar hingga gadis itu berada di pelukannya. Menjatuhkan gadis itu di atas ranjang, kemudian menutup mulut Suzy dengan tangan kirinya. Tanpa menunggu aba-aba pria itu merobek baju tipis bagian atas yang memperlihatkan dada putih gadis itu. Namun bukanlah pakaian dalam dengan warna menyolok yang menjadi perhatiannya, tanda lahir gadis itulah yang sebenarnya ingin dilihat L.

“Aku hanya ingin memastikan apa kau benar-benar gadis itu,” gumam L mendekatkan wajahnya ke arah gadis yang kini telah meneteskan airmatanya.

“Dan ternyata benar, kau yang membongkar isi brangkasku” lanjut pria itu. Perlahan tangan Myungsoo berpindah ke atas sobekan yang diperbuatnya, mengecek seberapa parah ulahnya itu. Suzy hanya berdiam diri ketakutan, sungguh menakutkan saat kau terjepit dalam keadaan seperti ini. L berdecak kesal, pria itu mengacak-acak rambutnya entah karena bingung harus bertindak seperti apa. Pikiran rumit di kepalanya membuat siapa saja akan kelimpungan saat bertatapan dengan mata elang milik anak sulung Hansol group.

“Tutupi dengan ini” ucap pria itu melemparkan selimut tipis yang ada di atas ranjang milik Soohyun, belum sempat otak Suzy berpikir jernih pria itu lantas menculik gadis itu. Menarik kasar gadis itu berjalan mengikutinya, meninggalkan apartment milik orang lain tanpa meninggalkan salam perpisahan. Suzy berjalan menyesuaikan langkah kaki L yang lumayan panjang baginya. Memasuki ruang sempit yang disebut lift berdua saja, hati gadis itu mencelos saat menyadari L menatap marah dirinya.

“Kau sedang ingin menggodaku?” Tanya pria itu melipat tangannya di dada, punggung pria itu bersandar di dinding kaca elevator yang bergerak turun. Suzy membalas tatapan pria itu tak kalah tajam saat tangan pria itu bergerak menyentuhnya.

“Aku tidak berminat dengan wanita berdada rata sepertimu” ucap pria itu membuat Suzy tersadar, lantas dengan reflex ia menutupi bajunya dengan kain yang diberikan L tadi. Betapa malunya gadis itu saat ini. Pintu elevator terbuka, sesosok pria berkulit gelap muncul dengan wajah shoknya. Begitu juga yang dialami Suzy. Kai menatap lama wajah gadis itu, seolah tidak percaya siapa gadis yang ada dihadapannya itu.

“Jangan macam-macam, dia kekasihku” itulah yang keluar dari mulut L. Sang adik yang hanya melongo menatap punggung mantan kekasihnya pergi begitu saja bersama kakak kandungnya.

….

Volvox Building

Gadis itu tidak terjaga dalam tidurnya, matanya-pun tidak dapat dipejamkan sedetikpun. Bersyukur karena dirinya tidak diseret ke meja hijau untuk malam ini. Bagaikan tawanan seorang pemburu, Suzy terkurung di dalam kamar yang sangat dikenalnya. Tidak sendiri, ia bersama sang pemilik tempat tidur di dalam ruangan dengan atap yang dapat membuat mata kalian menatap jauh ke atas sana. Jangan berpikiran macam-macam dulu, L bukanlah lelaki yang akan menghancurkan harga diri seorang gadis begitu saja.

“Aku tidak akan menyerangmu malam ini, tidurlah dengan nyenyak” ucap pria itu pelan dengan melemparkan pandangannya ke punggung gadis itu yang terbaring di atas ranjang. L Kim hanya menarik sudut bibirnya saat gadis itu tidak merespon sama sekali. Pria itu lantas pura-pura memejamkan matanya di atas sofa panjang tak jauh dari tempat Suzy. Hening tercipta membuat gadis itu memutar badannya setelah merasakan tak ada gerakan yang ditumbulkan L.

“Mungkin, dia sudah tertidur” gumam gadis itu menatap dari kejauhan. Pelan-pelan Suzy berjalan mendekati pria itu, berusaha tidak menimbulkan suara yang mengganggu. Mendekatkan wajahnya, mencoba memperhatikan wajah L yang sedang terlelap.

“Terima kasih,”

“Karena masih membiarkanku bernafas” bisik gadis itu tepat di samping telinga L. Dengan tangan yang bergerak menyampirkan selimutnya di atas tubuh dingin milik pria kaya itu, berhasil menyadarkan L. Masih tetap di tempatnya, gadis itu memikirkan sesuatu. L tak memberi respon apapun, ia ingin menguji gadis yang mulai mencuri kepercayaannya itu.

“Sejujurnya, aku kasihan padamu. Meneruskan warisan hasil kerjasama yang kotor? Jika kau sadar, seharusnya kau bertindaklah sendiri. Atau kau memang memiliki rencana yang sama seperti ayahmu? Sungguh sulit ditebak” gumam gadis itu seperti mengomeli pangeran es yang terlelap di matanya. L mencoba mencerna apa yang dikatakan gadis itu, hingga pada akhirnya ia menemukan kesimpulan.

“Jadi, kau ingin membantuku?” Tanya pria itu menatap manik mata Suzy. Bola mata gadis itu membesar karena kaget akan tingkah L.

….

Changmin Apartment

Sinar matahari menerobos masuk melalui sela-sela tirai yang sedikit terbuka. Shim Changmin yang merupakan tuan rumah sudah sibuk berada di dapur sejak beberapa menit yang lalu. Bau wangi membangunkan orang-orang sakit seperti zombie kelaparan. Begitu pula penghuni baru yang ternyata merupakan adik dari kliennya, Ahn Yoogeun.

“Hyung, lihatlah tubuhku” anak kecil bermarga Ahn itu mengganggu aktivitas Changmin yang sedang menyiapkan sarapan.

“Tidak ada yang perlu dilihat” Yoogeun melemparkan puppy eyesnya, mencoba memberi isyarat kepada orang yang bersedia menampungnya itu.

“Baiklah, tubuhmu baik-baik saja. Lantas apa yang kau inginkan?” senyum cerah berkembang begitu saja. Yoogeun memeluk erat kaki panjang Changmin.

“Susu..susususususu” jawab Yoogeun manja dengan suara dibuat-buat. Changmin hanya mencoba memperkuat pendengarannya.

“Su? Suzy noona lagi menginap di rumah temannya” entahlah siapa yang sebenarnya memiliki IQ terendah di antara mereka. Yoogeun yang masih sangat pantas dipanggil bocah itu kini berlagak bagaikan orang tua. Melipat kedua tangannya di depan dada dengan pandangan meremehkan.

“Susu! Aku masih perlu minum susu agar bisa tumbuh besar dan menikahi Suzy noona!” seperti tertohok besi di dalam tenggorokan, Byun Baekhyun yang tiba-tiba saja muncul dan mendengar perkataan bocah tengil itu hanya bisa mengelus dadanya. Berusaha memohon kepada tuhan agar bocah kecil dihadapannya itu segera tersadar akan status social mereka, perbedaan umur mungkin belum bisa disadari anak-anak seperti Yoogeun.

“Kau yang baru beberapa hari mengenal Suzy sudah berharap akan menikah dengannya? Cih! Aku bahkan yang sudah empat tahun mengenalnya bahkan menaruh hati padanya saja belum berhasil menyandang status sebagai kekasih” pertengkaran yang tidak pantas ditonton. Bukan tandingan yang pantas bagi Byun Baekhyun, namun tetap saja menguras hati pria itu. Changmin yang menjadi penonton setia pertengkaran mereka hanya bisa menahan tawa di wajah kakunya itu.

….

On the road

Sedan merah melaju kencang di jalanan Seoul, pagi hari yang cukup melelahkan bagi Seunggi. Hidung besar milik pria itu bahkan terlihat lebih besar setelah tadi malam berkelahi dengan seseorang yang sangat misterius. Setelah ia berhasil menemukan identitas seorang gadis yang sangat mirip dengan potongan video yang dimilikinya, Seunggi merasa ada seseorang yang membuntutinya. Hingga saat tengah malam ia tak sabar ingin memberitahu L tentang apa yang didapatinya itu, ada seorang pria berbadan tinggi yang menyerangnya. Mengenakan baju serba hitam dengan jaket kulit yang diperkirakan bukanlah barang murahan, dapat dipastikan orang yang menyerang Seunggi bukanlah orang dari kalangan bawah. Masih misterius, karena orang itu hanya merampas dokumen yang berisikan data diri Suzy. Namun bukan detektiv Lee namanya jika menyerah begitu saja.

Memasuki pelataran parkir yang luas dari Volvox Building, terlalu pagi baginya untuk mengganggu sang pemilik bangunan itu. Setelah memastikan tidak ada yang membuntutinya, lantas ia bergerak cepat menuju lantai teratas. Sudah kesekian kalinya bel dibunyikan namun tak ada tanggapan dari orang di dalamnya. Hingga kesabaran Seunggi diambang batas, iseng-iseng ia mengotak-ngatik tombol password untuk membuka pintu yang berukuran tujuh kali dari tubuhnya itu. Keahlian yang teruji tentu saja berbuah manis. Hanya dengan menebak hal yang paling tidak mungkin dilupakan L, angka keramat bagi Kim Myungsoo, 1313.

“Myungsoo!! Dimana kau?!” bentuk salam selamat pagi dari Seunggi bergema di ruangan yang luas ini, tidak ada tanggapan sama sekali. Pintu kamar sedikit terbuka, lantas Seunggi bergegas masuk ke dalam. Wajah abstraknya terpampang jelas, melihat sesosok gadis cantik terbaring di atas ranjang milik Kim Myungsoo. Wajah gadis itu tidak terlihat jelas karena tertutupi rambut yang berantakan serta badannya tertutupi selimut hingga ke leher.

“Kau berisik sekali hyung” L muncul dari pintu kamar mandi, rambut basahnya itu tampak berkilau. Badannya yang lumayan bagus terlihat jelas karena tidak tertutupi apapun, hanya handuk berwarna hitam yang menutupi bagian pinggang hingga ke bawah. Pemikiran yang mengada-ada terlintas di otak detektiv Lee.

“Kim Myungsoo apa yang kau lakukan? Sejak kapan kau membiarkan seorang gadis menginjakkan kaki di atas ranjangmu itu?” bisik Seunggi berusaha tidak membangunkan gadis yang terlelap tidur. Myungsoo hanya memberikan senyum yang entah apa maksudnya. Tidak ingin terjadi kesalahpahaman, lantas pria bermarga Kim itu mendekati ranjang tempat Suzy terbaring. Masih dengan handuk yang menutupi badannya, ia berdiri tepat di depan gadis itu, berusaha menghalangi sinar matahari yang menabrak permukaan wajah polos Bae Suzy. Tetesan air yang mengalir jatus dari rambut hitam Myungsoo tepat mengenai permukaan wajah gadis itu. Menggeliat pelan dengan perlahan membuka matanya, mencoba memfokuskan diri dengan apa yang ada dihadapannya. Pria berwajah lumayan, tanpa baju, tersenyum kepadanya.

“Ahhhkk!!!!!” teriakan gadis itu terpantulkan di seisi ruangan, mengalahkan frekuensi suara kelelawar pada malam hari. Sontak saja gadis itu melompat dari kasur dan tangannya langsung mengambil vas bunga terdekat.

“Kau lihat hyung? Gadis itu masih perawan”

….

Coex Apartment, Gangnam

Kebiasaan buruk bagi Soohyun untuk menyentuh alcohol, pagi ini otaknya tertampar rumus faraday setelah menemukan selembar note yang bertuliskan ‘biarkan gadis itu berada di tanganku, Kim Myung Soo’. Bukannya pria itu tidak merelakan kepergian mendadak gadis yang ditolongnya itu, tetapi ia tidak rela dibawa kabur begitu saja. Apakah tidak ada cara baik-baik dan lebih sopan kepada seorang sunbae?.

Melakukan jogging di daerah sekitar apartment dengan cuaca ekstrim sudah biasa dilakukannya, dengan headset yang menempel bahkan mengubah penampilan pengacara itu duakali lipat. Bukan orang kantoran saat kau melihatnya, mungkin saja kau akan mengira dia seorang mahasiswa. Tak jauh dari tempatnya, ada seorang anak kecil yang duduk manis di atas kursi sembari meminum susu putih hangat dari dalam dot. Wajah familiar itu mengundang perhatian Soohyun.

“Ahn Yoogeun?” Tanya pria itu mencoba memasikan. Anak kecil yang masih sibuk dengan susunya itu hanya menganggukkan kepala. Tak ada yang menemani anak bungsu dari Hyundai group. Soohyun kini duduk di samping Yoogeun mencoba mengorek informasi.

“Yoogeun-sii di mana hyungmu?” bocah kecil itu melepaskan dot yang menempel di mulutnya, kemudian menatap licik pengacara muda itu.

“Pijit dulu, nanti akan kuberi tahu” Soohyun membelalakkan matanya, dalam hati muncul umpatan-umpatan yang dilemparkan kepada setan kecil yang kini menaruh kaki pendeknya di atas pangkuan Soohyun.

“Baiklah, hyung akan memijitmu dan kau harus menjawab semua pertanyaan yang hyung berikan, eotte?” tawar menawar di antara kedua pria telah disepakati. Seperti bos dan anak buahnya yang sedang bercengkramah.

“Di mana hyungmu, Ahn Jaehyun?”

“Tidak tahu, dia memarahiku. Bahkan dia meninggalkan di mini market dan menyuruhku untuk tinggal bersama eomma” jelas anak itu begitu polos, banyak tanda tanya yang ada di benak pengacara Kim.

“Jadi kau di sini, bersama siapa?”

“Changmin hyung dan Baekhyun hyung” nama yang jarang di dengar olehnya.

“Mereka yang menolongmu? Terus sekarang mereka ada dimana?”

“Nde, mereka berdua menolongku bersama seorang noona cantik dan hyung yang bertingkah aneh. Kata Changmin hyung mereka akan mengecek keberadaan Suzy noona. Sedangkan kata Baekhyun hyung mereka akan menyekap seorang pengacara bernama Kim Soohyun kemudian mendapatkan informasi yang menghasilkan uang! Mereka seperti bintang di film action bukan? Kata Suzy noona mereka dikenal sebagai Makersout!!” dengan polosnya anak itu membuka kartu as secara gamblang. Soohyun mulai menemukan titik terang.

“Yoogeun-sii apa kau diberi makan dan diperlakukan dengan baik?” masih dengan memijit kaki bocah kecil itu.

“Nde, apa hyung berencana membawaku pergi? Jika iya, aku tidak akan ikut bersamamu. Aku akan setia berada di samping noona cantik” pemikiran yang tidak masuk akal. Anak kecil seperti itu mungkin terlalu sering menonton drama.

“Kalau begitu hiduplah dengan baik, jangan bilang pada siapa-siapa tentang pertemuan kita berdua okeh? Kau harus berjanji sebagai pria sejati” Soohyun mencoba melakukan kesepakatan, ada rencana yang terukir matang di kepalanya.

….

Kosong tak berpenghuni. Changmin dan Baekhyun mengelilingi seisi apartment yang dihuni pengacara pribadi L. Bahkan Bae Suzy juga menghilang. Kedua pria itu mengenakan penyamaran sempurna, bahkan mereka tidak lupa membawa beberapa benda tajam untuk berjaga-jaga. Kedua pria yang berada di dalam kamar itu seketika meyadari sesuatu. Bunyi pintu terbuka dari arah ruang tamu. Dengan lamban dan berhati-hati kedua pria itu mempersiapkan posisi masing-masing. Masih sama seperti yang mereka lihat awalnya, tidak ada orang sama sekali. Hingga ada seseorang yang memegang bahu Baekhyun. Belum sempat pria bermarga Byun itu melihat orang dibelakangnya, sebuah pukulan keras mendarat di wajahnya. Changmin cepat menyadari apa yang telah terjadi, sesosok pria yang lebih pendek dari badannya itu mencoba menyerang mereka. Topi yang menutupi wajahnya membuat Changmin kesulitan melihat siapa orang yang menghalangi mereka. Byun baekhyun bangkit dan mencoba balik menyerang dari arah berlawanan, begitupula Changmin yang tak akan melepaskan lawan begitu saja. Merasa kalah banyak, pria misterius itu melemparkan benda kecil berbentuk bulat yang mengeluarkan asap, hingga ia menghilang begitu saja.

“Shit! Kemana dia?!” umpat Changmin kesal. Tidak berhasil menemukan incaran, kehilangan keberadaan adik angkatnya, tak mendapatkan file-file yang disimpan pengacara Kim, ditambah lagi kehilangan buruannya.

….

Bae’s Home

Setelah mendapat kabar hilangnya Suzy di apartment pengacara Kim, Jaehyun dan Zelo berinisiatif membantu pencarian. Suzy biasanya akan meninggalkan jejak jika dia akan meninggalkan suatu tempat tanpa sepengetahuan rekannya, namun kali ini tidak sama sekali. Menghindari prasangkan buruk dari Jaehyun, maka pria itu mengunjungi rumah gadis itu. Zelo yang mulai membaik juga turun tangan. Rumah yang terkunci rapi itu menandakan tak ada penghuninya, namun mereka tidak akan pulang begitu saja. Melewati pintu belakang yang biasanya menjadi akses keluar masuk bagi Makersout jika ingin menginap akhirnya kedua pria jangkung itu berhasil menampakkan kakinya di lantai berdebu rumah itu. Benar saja dugaan mereka, Suzy tidak ada di rumah. Di kamar pribadi gadis itu juga tak ada perubahan dari apa yang mereka kunjungi terakhir kali. Mata sipit Jaehyun menangkap sebuah foto wanita paru baya yang terpajang di kamar Suzy.

“Wanita di foto itu adalah ibu kandung Suzy noona” Zelo ikut menatap foto tua yang berubah warna kecoklatan itu.

“Wanita itu juga adalah ibu kandungku”

….

Volvox Building

Tak ada pakaian wanita yang dimiliki L, maka ia memberikan kemeja putih kebesaran yang mampu menutupi setengah dari paha gadis itu. Tidak ada pembicaraan yang keluar dari ketiga orang yang berkumpul di meja makan itu. Hanya ada bunyi sendok dan piring yang bergesekan. Tidak ada sesuap nasi yang masuk ke dalam mulut gadis itu, haruskah gadis itu menjalankan aksi mogok makan agar terbebas dari tawanan pria yang mampu mendetakkan jantungnya begitu cepat.

“Apa yang kau inginkan hah?!” bentak L melemparkan sendoknya ke atas meja kaca itu. Aura mencekam terjadi begitu saja. Seunggi perlahan meninggalkan tempat itu, mencoba menjauh dari pertengkaran hebat yang sebentar lagi akan terjadi.

“Lepaskan aku! biarkan aku pergi dari tempat ini! Aku belum siap berada di balik jeruji besi” gadis itu meneteskan air matanya. Mulai menyadari apa dampak dari perbuatannya selama ini. Memang benar penyesalan selalu datang belakangan. Alasannya bergabung dengan makersout yaitu, uang. Mendapatkan uang yang banyak kemudian membalas kebaikan orangtua angkatnya itu. Simple namun jalan yang dilalui gadis itu salah. Dan kini ketika ia terjerumus lebih dalam, antara melarikan diri atau menyerahkan diri.

“Semudah itukah? Kau harus membuka kartu sebelum aku menjebloskanmu ke penjara” tentu saja L tidak akan membiarkan gadis itu lolos. Ada sejumlah hal yang tidak ketahui L. apakah gadis ini akan berusaha menjatuhkan perusahaannya atau mencoba meluruskan kesalahpahaman yang masih tertanam jauh di dalam tanah.

Bel berbunyi nyaring, seorang pria yang mengenakan topi terlihat jelas dari intercom. Seunggi membukakan pintu dan mempersilahkan sahabatnya itu masuk. Soohyun datang dengan keringat yang membasahi dahinya. Ransel besar yang ada di punggungnya nampak berat.

“Kau tahu, kini keadaan benar-benar gawat!” Seunggi memberikan segelas air putih yang sedari tadi bertengger di tangannya. Soohyun berusaha mencerna otaknya itu, memberi waktu untuk dirinya dapat rileks terlebih dahulu.

“Shim Changmin! Kau kenal dia bukan? Detektiv Shim, teman sekantormu! Dan Byun Baekhyun, anak dari presdir Byun yang bermasalah itu!” tidak ada inti yang dibicarakan pria bermarga Kim itu. Seunggi yang berprofesi sebagai detektiv mulai dapat mencerna isi pembicaraan.

“Mereka adalah Makersout yang legendaris! Kau harus mengetahui hal ini Seunggi-ah, mereka telah dibayar untuk memata-matai Hansol group” Suzy mematung di tempatnya, kedoknya telah terbuka dan diketahui oleh ketiga pria itu, L juga mendengar pembicaraan dari kedua pria yang ada di ruang tamu. Tidak ada yang dapat disanggah Suzy, perlahan gadis itu mengambil beberapa pisau dapur yang tak jauh dari tempatnya. Kemudian menyerang L dengan melemparkan pisau tajam itu ke arah punggung pria itu. Dengan gesit L menghindar dan tangannya menangkap pisau tajam yang kini berlumuran darah. Gadis itu terus saja berusaha menyerang orang yang badannya lebih tinggi. Hanya Suzy yang terus-terusan memberi serangan, sedangkan L hanya berusaha menghindar. Tersadar akan apa yang terjadi di ruang makan, Seunggi dan Soohyun datang membantu. Kini satu lawan tiga. Suzy menaikan alisnya, lantas kedua tangannya bermain-main memutar pisau itu kemudian menggunakan apa yang selama ini diajarkan Changmin, mengoptimalkan keadaan dirinya yang dapat dikatakan kecil jika dibandingkan dengan ketiga pria yang kini mencoba menangkapnya. Seunggi yang tak peduli di depannya adalah seorang wanita mulai memberi perlawanan, menggunakan kaki panjangnya menendang perut Suzy hingga gadis itu tersungkur di lantai. L bukannya berterimakasih kepada sunbaenya yang berhasil melumpuhkan gadis itu, malah dengan terang-terangan mengarahkan tonjokkan yang mampu membuat Seunggi ikut tersungkur ke belakang.

“Gwenchana?” tanya L mencoba membantu satu-satunya gadis di tempat itu berdiri. Suzy menyadari keadaan telah berbalik, tanpa menunggu aba-aba langsung mengarahkan sebuah pisau yang tersisa di tangannya itu ke leher L. Tidak menusuk atau melukai pria itu. Soohyun lantas mengarahkan pistol yang tersimpan di sakunya ke arah Suzy, diikuti Seunggi yang masih setia kepada L.

 

 

To be continue

 

 

Note: lebih pendek dari biasanya. Tetapi mulai puaskah kalian readers? Sudah terbuka satu persatu yakan?. Coba tebak apa yang akan terjadi selanjutnya, kalau di antara kalian ada yang berhasil nebak, nanti fanfict ini aku lanjutin *ancaman yang tersirat* kkk~ sejujurnya Beautiful Liar adalah fanfict pertama yang aku tulis (untuk cast L) biasanya aku bikin ff untuk maincast Cho Kyuhyun yang merupakan biasku. Kalau kalian terhibur dan terhura dengan fanfict ini ya Alhamdulillah, kalau kaga ya wasyukurilah. Oh iya selain nebak apa yang akan terjadi selanjutnya, kalian juga bisa ngerequest pengen kayak gimana endingnya \^^/ pengen sad ending atau happy ending? WP pribadi klik disini

 

30 responses to “[CHAPTER – PART 4] Beautiful Liar (Special Warning Love)

  1. Omo omo keadaan semakin genting.
    akankah suzy dan changmin cs tertangkap?
    Apakah suzy akan terluka dalam perkelahian ini

  2. bener2 penuh kejutan! jadi bener kalo jaehyun itu kakaknya suzy. aigoo berarti yoogeun juga. apa mungkin yoogeun anak dari istri kedua tuan ahn? sebenernya apa sih motif dibalik semua ini? myung bener2 penuh kejutan! apa mungkin myung udah jatuh hati ama suzy? myung bahkan berusaha ngelindungin suzy meskipun suzy sendiri malahan nyerang myung. aigoo penuh misteri. terus orang2 misterius itu siapa? masih ada kah orang yg bersembunyi dibalik semua ini? tn. kim? tn. ahn? tn.choi? nugu? kenapa aku mikirnya suzy bakalan batuin myung dkk ya tapi dia juga gak ngehianatin baekhyun dkk. bakalan makin seru nih kayaknya. palli lanjut!!!!!
    fighting!

  3. myung ga tegaan gitu sma suzy. tpi suzy nya lgi panik jd nyerang L dkk-_-
    maunya happyend lah thor>< kyaknya kerjaan suzy jga buat bantuin myung kok*soktau*._.
    btw, yoogeun lucu bgt pngen nikah sma suzy #gubrak
    nextnya bnyakin moment suzy yoogeun thor*nahloh-___-?!
    Fightingg!😀

  4. Wow, smuanya udh mulai ada titik terang. Suzy bner2 berani yah. Yoogeun sma baekhyun lucu bgt. Kai pasti bingung + galau deh. Scara hyungnya ngaku2 sbg kekasih suzy (mantan yg masih kai cintai) kkkk makin seru thor (y) next ditunggu yh, semangat^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s