What Baby!! – Part 1

PicsArt_1408796519066[1]

Title : What Baby!!

Author: Lee Sora

Rating: PG-15

Genre: Romance, comedy,  famil

Length: two chapther end

Main Cast: Bae Suzy, Choi Minho

Other Cast: Kim Myungsoo, Kang Minhyuk

POV Author

Mobil ambulan melaju cepat di kesunyian malam Kota Seoul, didalam mobil tersebut terdapat seorang wanita yang berumur 35 tahunan yang tergeletak lemah menahan sakit di bagian perutnya. Selain petugas kesehatan yang ada di dalam terdapat juga seorang yeoja dan namja yang menatap cemas kondisi wanita itu.

“Tolong selamatkan anakku tuan” mohon wanita paruh baya sambil mengenggam erat tangan Namja yang bernama Choi Minho.

“Nyonya harus bertahan, saya yakin anda pasti selamat” Ujar Minho menyakinkan

“Tapi saya sudah tidak kuat lagi, ini sudah terlalu sakit” Kata wanita paruh baya dengan beralih menatap yeoja cantik disamping Minho.

“Aggashi tolong selamatkan anak saya, jaga dia untuk saya” Kata wanita itu pias dengan suara serak menahan tangis, sedangkan yeoja cantik yang bernama Suzy hanya diam menatap wanita yang sedang mencoba menggapai tangannya. Suzy menatap miris wanita serta anak lelaki yang berusia satu tahun yang ada dalam gendongannya tanpa menjawab permintaan wanita itu.

Tidak beberapa lama ambulans sampai di sebuah rumah sakit terbesar di Kota Seoul, dan dengan cepat petugas medis membawa wanita yang tidak dikenal oleh Minho maupun Suzy masuk ke ruang UGD. Sedangkan Minho dan Suzy masih bingung dengan kejadian yang barusan mereka alami.

“Kau mengenal wanita itu?” Tanya Suzy pada Minho yang sedang mondar-mandir tidak tentu.

“Aku tidak tahu, bukankah tadi kita menemukannya dijalanan dengan keadaan menyedihkan seperti itu” Jawab Minho masih dengan raut muka bingung.

Setalah satu jam beralalu pintu UGD terbuka dan menampakkan Minhyuk dengan pakaian serba biru menandakan ia baru melakukan Oprasi.

“Bagaimana keadaan wanita itu?” Tanya Minho cepat sedangkan Suzy berdiri di belakang Minho dengan raut khawatir

“Mianhe tapi nyawanya tidak dapat diselamatkan” Kata Minhyuk menyesal sedangkan Minho dan Suzy terkejut dengan apa yang mereka dengar.

“MWO? Bukankah kau seorang dokter hebat, pasti kau bisa menolongnya” Ujar Minho sambil memegang lengan Minhyuk. “Mianhe Minho-ah tapi penyakitnya sudah tidak bisa disembuhkan lagi” Jawab Minhyuk sambil menatap sendu mata Minho. sedangkan Suzy terduduk dibangku pengunjung dengan wajah syok. “Bagaimana bisa, bagaimana dengan anak ini” ujarnya dalam hati.

**

Setalah acara pemakaman sederhana tadi malam, Paginya Minho mencari tahu tentang info maupun kerabat wanita yang di ketahui bernama Shim hana dan alangkah terkejutnya Minho ketika mengetahui bahwa Shim hana itu merupakan single parent dan tidak mempunyai sanak saudara karena dulunya iya berasal dari sebuah panti asuhan.

“Jadi dengan kata lain Ny. Shim tinggal dan hidup sendiri selama ini” Tanya Minho pada Pengacara dan juga seahabat terbaikanya Kim Myungsoo yang hanya dijawab anggukan pelan.
“Jadi dia tidak mempunyai sanak saudara seorangpun?” Tanya Minho kembali memastikan yang dijawab anggukan yakin dari Myungsoo.

“Jadi bagaimana nasib anak itu nantinnya” Kata Minho dalam dirinya sendiri.

Myungsoo yang sedari tadi penasaran dengan cerita Minhyuk tentang Suzy yang tiba-tiba bersama Minho akhirnya bertanya “Minho-ah mulai kapan kau dekat dengan Bae Suzy? Kata Minhyuk tadi malam kau bersama dengannya” Selidik Myungsoo sedangkan Minho yang baru menyadari pertanyaannya hanya mengerutkan kening.

“Suzy? astaga aku melupakannya” jawab Minho sambil mepuk jidatnya. Myungsoo yang melihat kelakuan sahabatnya itu merasa bingung karena bukankah dari dulu Suzy dan Minho selalu menjadi musuh bebuyutan kenapa sekarang Minho malah mengkhawatirkan musuhnya itu pikir Myungsoo heran.

Minho merogoh saku celananya mencari ponsel danmencari nomor yang sekarang sedang ia pikirkan. Panggilan tersambung

“Suzy-ah kau dimana?” Tanya Minho pada Suzy lewat sambuang telfon. “Baiklah aku kesana sekarang” jawab Minho dan dengan cepat mengambil kunci mobilnya meninggalkan Myungsoo yang masih terpaku melihat tingkah aneh Minho.

“Ada apa sebenarnya dengan dia dan Suzy? aku harus Tanya dengan Minhyuk apa yang terjadi semalam” Ujar Myungsoo sambil memencet nomor sahabat satunya Kang Minhyuk.

**

Disisi lain Minho menuju sebuah apartement mewah di daerah gangnam yang merupakan tempat tinggal Suzy. Dengan cepat Minho menekan bel pintu apartement Suzy dan tidak beberapa lama Suzy muncul dengan wajah yang cukup kacau dan masih menggunakan piyama tidurnya.

“Ada apa dengan penampilanmu” Ujar Minho tidak percaya sambil menatap Suzy dari atas hingga bawah, Apakah ini Suzy sang disainer terkenal itu pikir Minho. Sedangkan Suzy tanpa menjawab pertanyaan Minho berjalan masuk ke dalam apartementnya meninggalkan Minho yang masih terbengong didepan pintu. Suasana apartement tidak jauh berbeda dengan kondisi Suzy sangat yang sangat mengenaskan.

“Sebaiknya kau cepat bawa bayi itu”. Ujar Suzy dengan membaringkan tubuhnya pada sofa di ruang tengah karena hampir semalam ia tidak bisa tidur.

“Mwo kenapa aku?” Tanya Minho pada Suzy dan membuat Suzy yang tadinya mulai memejamkan matanya beringsut duduk menatap tajam Minho.

“Bukankah Nyonya itu menyuruhmu menjaga anaknya” Ketus Suzy

“Bukankah kau juga mendapatkan permintaan yang sama Bae Suzy” Tekan Minho dengan tatapan yang tak kalah tajam. Suzy beranjak dan mendekati Minho

“Tapi aku tidak bisa menjanya Choi Minho, aku masih muda dan aku tidak mungkin harus merawatnya” Ketus Suzy tidak peduli.

“Kau pikir aku tidak!” Sentak Minho tak kalah keras yang membuat mereka berdua mendengar suara tangisan dari arah kamar Suzy. “Haiis kau membangunkannya” sebal Suzy frustasi sambil berjalan kearah kamarnya.

Suzy mencoba menenangkan bayi itu dengan menggendong dan menepuk-nepuk pundak bagian belakang sedangkan Minho hanya melihat di depan pintu kamar. “Bisakah kau buatkan dia susu kurasa dia kehausan” pinta Suzy sambil menunjuk botol susu yang tergeletak diatas meja samping tempat tidurnya. Dengan terpaksa Minho melakukan apa yang dipinta oleh Suzy.

Setelah tangisnya mereda Suzy mengajak bayi itu bermain-main di ruang tengah, Suzy merasa jika bayi lelaki itu sudah lelah untuk tidur karena sedari tadi Suzy selalu membuatnya tertidur. Sedangkan Minho tidak sadar tersenyum sendiri melihat Suzy dengan sabar bermain bayi itu.

“Apa yang harus kita lakukan dengan bayi selucu ini” Kata Suzy memecah keheningan diatara dirinya dan Minho tanpa mengalihkan perhatiannya pada bayi lucu itu.

“Molla aku juga tidak tahu. Aku sudah menyuruh Myungsoo untuk mencari info tentang keluarga ibu dari bayi ini tapi menurutnya ibunya tinggal sebatang kara selama ini” Jelas Minho panjang lebar sambil memegang tangan mungil bayi itu.

“Tapi kita tidak bisa membiarkannya seperti ini” Kata Suzy sambil menatap Minho.

“lalu? Kita menitipkannya di panti asuhan begitu?” Jawab Minho “Itu bukan ide yang buruk” Ujar Suzy senang sedangkan Minho menatapnya dengan pandangan yang sulit diartikan.

**

Keesokan harinya Minho menjemput Suzy di apertement dan membawa nya menuju ke panti asuhan dimana donator utamanya Perusahaan Minho yaitu CM croup.

“Minho-ah Kau yakin akan menitipkan bayi ini di panti asuhan” Tanya Suzy ragu sambil melihat bayi lelaki yang tertidur di pangkuannya sedangkan Minho hanya lurus menatap jalanan.

“Bukankah kau sendiri yang menyetujui, kenapa sekarang kau bertanya padaku” Jawab Minho dengan masih menatap lurus kedepan sedangkan Suzy hanya menghela nafas panjang bingung akan perasaanya sekarang ini.

Akhirnya mereka sampai di Panti asuhan yang dipenuhi dengan banyak anak-anak yang berlari kesana kemari. Minho keluar dari mobil dan berjalan membukakan pintu untuk Suzy. Ketika pintu sudah dibuka Suzy masih enggan untuk keluar dan hal itu membuat Minho mengerutkan dahi.

“Ayo keluar” titah Minho sedangkan Suzy mencoba menatap Minho yang berada disampingnya.

“Minho-ah apakah kau sungguh ingin menitipkan bayi ini disini” Tanya Suzy dengan raut muka yang berubah menjadi sedih dan Minho menyadari itu tapi mengacuhkanya.

“Bukankah ini sudah keputusan kita” Jawab Minho sambil mengambil alih bayi itu dari gendongan Suzy padanya. Tanpa menoleh pada Suzy Minho berjalan menuju pintu masuk ke arah panti yang sudah terdapat kepala panti yang akan menyambut kedatangan mereka.

Akhirnya dengan berat hati Suzy mengikuti langkah Minho menuju pintu masuk panti.

“Selamat siang sajangnim” sapa kepala panti itu ramah “Salamat siang bu Kepala maaf mengganggumu” Jawab Minho dengan seulas senyum sedangkan Suzy masih menekuk kepalanya. Minho yang menyadari arah pandang kepala panti menuju Suzy akhirnya dia memperkenalkannya.

“Perkenalkan ini Bae Suzy” Kata Minho memperkenalkan Suzy, Suzy yang merasa namanya dipanggil tersadar dan tersenyum ramah pada kepala panti.

“Annyeonghasseyo Bae Suzy immidha” Ujar Suzy memeperkenalkan diri. “Kau cantik sekali Nyonya tidak salah sajangnim memilih seorang istri sepertimu” goda sang kepala panti yang membuat Suzy dan Minho terkejut mendengarnya.

“Tapi dia bukan… uekk uekk” kata-kata Suzy terpotong oleh suara tangis bayi yang sedang digendong oleh Minho. Dengan cepat Minho memposisikan bayi tersebut seperti memeluk dirinya dan menepuk-nepuk pundak belakang dengan kasih sayang. Sedangkan Suzy dengan cepat mencari-cari botol susu yang tadi dia bawa di dalam tas bayi yang dia bawa dari apartemen.

“Ini” Kata Suzy memberikan botol susu pada Minho “Sepertinya dia tetidur kembali” tolak Minho ketika dia merasa bayi kecil itu tertidur di pelukannya. Kepala panti yang melihat pemandangan tersebut tersenyum senang.

“Kalian memang orang tua yang perhatian” Ujar Kepala panti dan membuat perhatian Minho dan Suzy beralih pada kepala panti.

“Ayo masuk kedalam kasian bayi kalian tidak bisa tidur dengan nyenyak” ujar kepala panti mempersilahkan masuk sedangkan Suzy dan Minho masih mencerna baik-baik apa yang barusan ibu panti bicarakan. “bayi kalian” batin Suzy tidak percaya.

Ketika mereka sudah berada di dalam ruang kepala panti dengan Minho yang masih menggendong bayi dalam pelukannya.

“Jikaboleh tahu ada apa Sajangnim datang kemari?” Tanya kepala penjaga panti itu ramah, Minho yang baru sadar tujuannya datang kemari akhirnya berkata.

“Apakah semua anak disini adalah anak yang ditinggal oleh orang tuanya?” Tanya Minho

“Ne hampir semua anak disini adalah anak yang dengan sengaja ditinggalkan oleh orang tua yang tidak bertanggung jawab, tapi juga ada beberapa orang tua yang bersedia mengangkat mereka menjadi anak angkat” Ujar kepala panti itu panjang lebar.

Suzy yang mendengar kata kepala panti itu hatinya terasa terenyuh dan melihat bayi yang sedang tertidur lelap di gendongan Minho. “Tapi apakah mereka tidak pernah menanyakan kabar orang tua mereka?” akhirnya Suzy membuka mulut.

“Setiap anak selalu menanyakan keberadaan orang tua mereka dimana mereka, apa mereka masih hidup, kenapa mereka meninggalkan mereka. Yah begitulah biasanya anak-anak bertanya pada kami”. Cerita Kepala panti.

“Kenapa anda bertanya seperti itu?” Tanya kepala panti pada Suzy, sedangkan Suzy masih bingung dengan apa yang harus dia katakana.

“Sebenarnya begini bu kepala, saya berniat…” “Kami berniat menjadi salah satu donator di tempat ini” Sela Suzy cepat memotong perkatangan Minho, sedangkan Minho langsung menatap Suzy yang tiba-tiba saja berbicara diluar tujuannya kemari.

“Bisakah kita menjadi salah satu donator di tempat ini” ulang Suzy sambil menggenggam tangan Minho entah dengan maksut apa Suzy menggegam tangan Minho tapi menurut namja itu Suzy mencoba membuatnya tidak berkata apa-apa lagi selain dirinya.

“Dengan senang hati Nyonya” Kata kepala panti tersenyum senang sedangkan Minho menatap tidak percaya dengan apa yang Suzy lakukan.

“Kau ini kenapa hah? Tiba-tiba berbicara ngawur seperti tadi” Ketus Minho setelah mereka di dalam mobil, Suzy yang menyadari Minho sedang menuntut penjelasan padanya hanya menghela nafas dan menjawabnya dengan tenang.

“Mianhe Minho-ah tapi aku tidak tega membiarkan bayi itu tinggal disana tanpa orang tua, dan juga mengetahui bahwa dia hidup tanpa memilki keluarga satupun” Jawab Suzy tenang sedangkan Minho masih tidak terima dengan alasan yang Suzy berikan.

“Aku tahu tapi mereka juga seperti itu Bae Suzy” Jawab Minho dengan nada yan agak tinggi.

“Ne aku tahu tapi mereka sengaja ditinggalkan tapi bayi ini dititipkan pada kita Minho-ah, apa kau lupa? Dan juga kau mau namamu tercoreng karena membawa bayi dengan seorang yeoja kepanti asuhan, aku pastikan gossip tersebut akan cepat menyebar dan membuatmu hancur seketika” Ujar Suzy masih dengan suara setenang mungkin.

“Lalu apa mau mu sekarang ha? Mengadopsinya?” Tanya Minho ketus. “Kita rawat dia hingga kita menemukan orang tua yang bersedia merawatnya” Ide Suzy

“MWO kau gila ya?” Bentak Minho “Anniyo aku tidak gila” jawab Suzy santai sedangkan Minho tidak percaya melihat ekspresi riang Suzy ketika mengatakan hal tersebut.

“Baiklah terserah kau saja, dan bawa bayi itu bersamamu” Kata Minho ketus sambil melajukan mobilnya kembali ke Seol.

**

Pagi itu suasana apartement Suzy diramaikan oleh suara tawa bayi kecil yang sedang asyik bermain dengan jari-jari tangannya.

“Pagi tampan” Seru Suzy sambil mencium pipi cabi bayi kecil itu. Yah mungkin Suzy sudah terbiasa dengan keberadaan bayi itu disampingnya lihat saja hari ini dia dengan tenang memandikan, mengganti popok hingga menidurkan bayi itu tanpa ada kendala sedikitpun. Tiba-tiba keceriaan itu terganggu dengan suara ponsel Suzy.
“Yobboseo” Sapa Suzy

“Suzy-ah kau dimana? Apa kau lupa hari ini kita ada pertemuan dengan Jessie Park?” sembur orang disebrang

“What OMG aku lupa Krys ottokhe..” Bingung Suzy “Baiklah tunggu aku satu jam lagi okey kita langsung bertemu di kantor Jessie Park saja, flip” Suzy langsung memutuskan sambungan telfon dan berusaha menghubungi Minho, akan tetapi nomor Minho sedang diluar jangkauan “Haissh dimana dia” Gerutu Suzy sambil berlari kearah lerami guna mengganti baju.

Dengan terburu-buru Suzy menaiki taxi menuju perusahaan Minho, sesampai di depan kantor Minho Suzy yang menggendong bayi langsung bertanya pada resepsionis tentang ruangan Minho

“Permisi ruangan Choi Minho ada dilantai berapa?” Tanya Suzy

“Maaf apa anda Sudah membuat janji dengan Choi sajangnim?” ujar karyawan itu

“Belum tapi bilang saja Bae Suzy ingin bertemu dengannya” Ujar Suzy dan dijawab anggukan oleh karyawan itu.

“Sajangnim Ny Bae Suzy ingin bertemu dengan anda”. Ujar karyawan itu “Saya mengerti” ucapnya kembali.

“Choi Sajangnim menyuruh anda langsung keruangannya di lantai sepuluh” Kata karyawan itu ramah. “Ne khamsammidha” Ujar Suzy langsung berlalu begitu saja dari hadapan resepsionis

Tok tok tok

“Ya masuk” Ujar Minho dari dalam, dan ketika ia menoleh kearah pintu menampakkan Suzy yang sedang mengendong bayi berjalan menghampirinya.

“Aku titip bayi ini sebentar saja, aku ada pertemuan yang sangat penting dan aku tidak bisa membawanya” Ujar Suzy panjang lebar seraya memberikan bayi tersebut di pangkuan Minho.

“YA! Aku juga sedang sibuk” bentak Minho ketika dengan seenaknya Suzy memberikan bayi itu padanya.

”Mian tapi ini sangat penting untukku, dan juga ini juga tugasmu” Ujar Suzy sambil berlari keluar dari ruangan Minho

“YA BAE SUZY YA!” teriak Minho ketika Suzy Menghilang dari hadapanya.

Minho yang melihat dirinya dan bayi itu yang sedang asyik memainkan dasinya hanya menghela nafas dan terduduk di kursi kerjanya.

“Apa yang harus aku lakukan”. Ujar Minho sambil menatap bayi lucu itu.

**

Myungsoo menyambangi kantor Minho untuk memberikan beberapa file yang harus dia tanda tangani. Dan ketika dia membuka ruangan Minho betapa terkejutnya Myungsoo ketika melihat keadaan ruangan Minho yang seperti habis terkena badai lihat saja berkas-berkas yang berserakan kesana kemari, mainan bayi yang tergeletak dilantai dan hal yang membuat Myungsoo tak kalah terkejut yaitu tampang kusut Minho yang Nampak kelelahan bersandar di sofa dengan di sebalahnya seorang bayi tampan yang sedang asyik bermain kertas.

“Minho Choi Minho” panggil Myungsoo pada Minho yang masih dengan mata terpejam. Minho yang merasa ada yang memanggil membuka matanya dan nampaklah Myungsoo dengan wajah yang mengkhawatirkan dirinya.

“Kau sedang apa kemari?” Tanya Minho sambil berdiri menghampiri Myungsoo.

“Menyerahkan ini” Ujar Myungsoo sambil memperlihatkan berkas yang ia pegang.

“Kau baik-baik saja kan Minho-ah? Dan siapa dia?” Tanya Myungsoo sambil menunjuk bayi yang bermain diatas sofa

“Buruk, dan bayi itu adalah bayi yang aku ceritakan kemarin padamu”. Ujar Minho sambil duduk disebelah bayi itu.

“Oh ternyata kau tidak jadi mebawanya ke panti asuhan?” Tanya Myungsoo sambil memberikan sebuah permen pada bayi itu.

“Suzy tiba-tiba menolaknya dan membawanya kembali” Ujar Minho santai sambil mengambil permen yang diberikan Myungsoo pada bayinya. Dan hal itu membuat Myungsoo menatap heran Minho.

“Dia masih kecil Myungsoo-ah jadi dia tidak baik makan yang amnis-manis” Jewab Minho menjelaskan tatapan tidak suka Myungsoo ketika ia menambil permen dari bayinya.

“Kau seperti appanya saja” sinis Myungsoo “Terus jika kalian tidak menitipkannya di panti asuhan siapa yang akan merawatnya?” Tanya Myungsoo.

“Sementara ini aku dan Suzy, nanti jika ada orang tua yang bersedia mengadopsinya dan cocok dengan bayi ini aku akan memberikannya” Ujar Minho enteng

“Kau yakin? Seorang bayi yang baru lahir harus segera didaftarkan ke dinas kependudukan, jika tidak orang yang merawatnya akan terkena sanksi” Kata Myungsoo “Jangankan di daftarkan kau pasti tidak tahu nama bayi ini siapa dan nama orang tuannya siapa”. Kata Myungsoo lagi.

Minho yang baru menyadari bahwa selama ia mengenal bayi ini dia tidak tahu siapa namanya dan juga asal usulnya. Yang dia tahu adalah nama ibunya Shim hana itu saja.

“Apakah serumit itu mendaftarkan dia” Tanya Minho

“Tidak terlalu rumit untuk pasangan yang sudah menikah, tetapi kau dan Suzy akan sangat sulit karena kalian bukan sepasang suami istri” jelas Myungsoo
“Terus menurutmu aku harus bagaimana?” Tanya Minho meminta saran pada Myungsoo

“Jika kau dan Suzy ingin merawatnya pilihan yang terbaik kalian harus menikah”.

“MWO menikah?” Kaget Minho “Ne itu jalan satu-satunya jika tidak kalian bisa menyerahkan anak tersebut kedinas perlindungan anak, karena anak tersebut tidak memiliki asal usul yang jelas” Ujar Myungsoo kembali.

**

Setelah pembicaran siang tadi Minho merasa bimbang denga keputusannya dia tidak mungkin menikah dengan orang yang tidak ia cinta’i apalagi dengan Suzy yang notabennya adalah orang yang selalu bisa memacing amarahnya. Dan sekarang ia sedang mengantarkan bayi itu ke apartement Suzy dan menunggu yeoja itu membukakan pintu untunknya.

“Kau Sudah datang” Sapanya langsung ketika melihat keadaan bayi yang terlelap dalam gendongan Minho

“Dia baru saja tertidur, jadi biarkan aku menidurkannya di tempat tidur” Ujar Minho dingin sambil masuk kedalam apartement Suzy.

“Suzy-ah kita harus bicara” Kata Minho ketika dia sudah membaringkan bayi itu di tempat tidur Suzy.

“Apa yang harus kita bicarakan?” Tanya Suzy ketika mereka sudah duduk diruang tengah.

“Kita sebaiknya menitipkan bayi itu ke panti asuhan” Jawab Minho dengan tenang, sedangkan Suzy sudah merubah raut mukannya menahan amarah.

“Bukankah kemarin kita sudah sepakat akan merawatnya sampai menemukan orang tua yang cocok untuk bayi itu” sengit Suzy menatap Minho tajam.

“Aku tahu tapi kita tidak bisa merawatya dengan status yang tidak jelas, dan juga hingga saat ini dia tidak memiliki nama yang dapat menjadi identitasnya”. Ujar Minho sabar.

“Apakah itu penting? Bukankah yang terpenting dia tidak ditelantarkan”. Ketus Suzy

“Itu sangat penting untuk bayi itu, sampai sekarangpun kita masih memanggilnya dengan bayi ini, bayi itu tanpa ada nama dan marga yang jelas. Jika kita ketahuan menyimpan seorang bayi yang tidak memiliki asal usul yang jelas kita akan dapat masalah dan dinas perlindungan anak akan mengambil bayi itu dari kita” Jelas Minho panjang lebar.

Raut muka Suzy yang tadinya siap mengadu Minho hanya dapat membisu mencerna baik-baik kata-kata yang Minho ucapkan. “Dia benar bayi itu tidak memiliki nama” batin Suzy

“Lalu?” Tanya Suzy dengan tatapan sendu menatap manik mata Minho

“Kita harus membawanya kepanti asuhan atau dinas perlindungan anak yang mengambilnya dari kita” Jawab Minho tak kalah sedih.

“Aku tidak mau harus berpisah dengan bayi itu Minho-ah, apakah tidak ada pilihan lain selain menyerahkannya pada mereka?” Tanya Suzy dengan wajah pias.

“Kita harus menikah dengan begitu dia memiliki asal usul yang jelas” Ujar Minho mantap sedangkan Suzy seperti terjatuh dari tempat yang tinggi ketika mendengar kata menikah keluar dari mulut Minho. Wajah Suzy langsung ,menatap kosong kedapan dan Minho menyadari bahwa apa yang dia pikirkan sama dengan Suzy bahwa mereka berdua tidak mungkin menikah.

“Untuk kebaikan bayi itu dan kita semua sebaiknya kita mengembalikan bayi itu sesegera mungkin Suzy-ah” Ujar Minho sambil beranjak pergi dari hadapan Suzy yang masih menatap lurus kedepan

**

Keesokan harinya dengan tampang datar Minho memasuki kantor tempatnya bekerja, tanpa Minho sadari sepanjang jalan ia lewati hampir setiap karyawan berbisik dan menatapnya berbeda dari tatapan biasanya. Minho langsung masuk kedalam lift dan menuju ke ruangannya.

“Jam berapa pertemuanku dengan perusahaan KJ?” Tanya Minho pada sekertarisnya ketika sudah berada di dalam ruangannya. “Waktu kita makan siang Sajangnim”. Jawab sekertaris itu sambil menyerahkan beberapa berkas pada Minho.

“Baiklah kau boleh pergi, dan jika ada Myungsoo suruh dia masuk” Ujar Minho tanpa mengalihkan pandangannya dari berkas-berkas yang sedang ia baca. “Baiklah Sajangnim” Kata sekertaris itu lalu beranjak pergi meninggalkan ruangan Minho.

Kesibukan Minho terhenti tatkala Myungsoo dengan terburu-buru menghampirinya.

“Minho-ah ada berita besar” Serunya ketika sudah duduk di hadapan meja Minho, Sedangkan Minho menatapnya sekilas dan melanjutkan membaca berkas-berkas yang sempat turtunda

“Kau tahu hampir semua karyawan disini membicarakanmu tentang kau sudah menikah dan memiliki seorang anak dan hebatnya lagi di depan kantormu terdapat karangan Bunga yang mengucapkan selamat tentang kelahiran anakmu” celoteh Myungsoo panjang lebar dan membuat Minho terkejut bukan main. “MWO AKU MENIKAH DAN APA ANAK?” teriaknya histeris.

Myungsoo yang menyadari keterkejutan Minho hanya mengangguk mengiyakan. “Kau tidak tahu Minho-ah?” Tanya Myungsoo balik dan mendapat tatapan tidak percaya dari Minho.

“Bagaimana bisa ada berita seperti itu dan juga anak? Anak siapa yang mereka maksut?” Marah Minho sambil berdiri berjalan mendekati Myungsoo.

“Aku juga tidak tahu, apa jangan-jangan bayi itu iya bayi yang kemarin di bawa oleh Suzy kemari” Terang Myungsoo menyimpulkan kejadian kemarin yang membuat gossip diantara karyawan Minho.

“MWO” Kata Minho dengan suara meninggi “Menurutku seperti itu, Suzy datang membawa bayi dan menyerahkannya padamu untuk merawatnya sementara dan semua karyawan mengira bahwa Suzy adalah istrimu dan bayi itu adalah anakmu dan Suzy” Jelas Myungsoo dengan jiwa pengacaranya menyimpulkan suatu peristiwa. Sedangkan Minho masih terkejut dan membenarkan analisa Myungsoo.

“Haiisshh ini tidak bisa dibiarkan” Ujar Minho sambil menekan deal telfon kantornya. “Buang semua karangan buanga yang ada di depan kantor sekarang” Marah Minho pada orang dibalik telfon dan dia lalu menatap tajam Myungsoo.

“Ayo ikut aku menemui dalang semua berita ini” Ajak Minho pada Myungsoo.

“OPPA kau tega sekali” tiba-tiba seorang yeoja cantik menghampiri Minho dan Myungsoo yang akan beranjak keluar.

“Hai Sulli-ah” Sapa Myungsoo ketika mengetahui yang datang adalah adik perempuan Minho.

“Hai Myung oppa” sapa Sulli pada Myungsoo sedangkan Minho hanya diam menatapnya.

“Jika begitu Minho-ah aku tunggu kau diluar okey” pamit Myungsoo sambil pergi keluar dari ruangan Minho. “sedang apa kau disini” Kata Minho dingin.

“Mwo, Ya oppa kau sungguh kejam pada Omma dan Appa bagaimana bisa kau menikah dan meliki anak tanpa memberi tahu kami” sebal Sulli pada Minho “MWO bagaimana kau tahu?” Minho terkejut dengan pekataan Sulli yang tahu tentang gossip yang tidak benar tentangnya.

“Semua orang sudah tahu termasuk Omma dan Appa jika kau menikah dengan sorang disainer muda bernama Bae Suzy, haiis kenapa Bae Suzy mau menikah denganmu ya oppa” celoteh Sulli sedangkan Minho hanya terduduk lesu memikirkan bagaimana sampai orang tuanya tahu tentang masalah ini padahal ia baru tahu satu jam yang lalu.

“Oh iya Oppa kapan kakak ipar berkunjung kerumah? Omma dan Appa sedang perjalanan menuju Korea ingin bertemu dengan kakak ipar dan anakmu” bagai tersambar petir disiang bolong Minho hanya bisa melongo “Apa orang tuanya sekarang menuju Korea dan ingin bertemu dengan… apa yang harus aku lakukan” batin Minho

“Tapi Sulli-ah dia bukan anak dan istriku” Jujur Minho pada Sulli tapi diluar dugaan ia di tertawakan perkataanya. “Sudahlah Oppa sampai kapan kau menyembunyikan mereka, lagi pula aku senang kau menikah dengan desainer favoritku” Ujar Sulli riang sambil keluar dari kantor Minho.

“Oh ya jangan lupa bawa kakak ipar dan keponakanku yang lucu itu kerumah okey, bye” ujar Sulli sebelum menutup pintu ruang kerja Minho.

“Haiiss apa yang sebenarnya terjadi!” Marah Minho sambil membanting bantal sofa yang ia duduki.

**

Sekarang Minho dan Myungsoo dalam perjalanan menuju butik Suzy yang berada di daerah Myungdoo.

“Sepertinya kau memang harus menikahi Suzy” Kata Myungsoo sambil fokus menyetir. Minho sudah menceritakan semua pertemuaannya dengan Sulli tadi dan ia meminta pendapat Myungsoo tentang apa yang harus ia lakukan.

“Kau gila ya, bagaimana aku bisa menikah dengan yeoja yang selalu bertengkar denganku” Saut Minho sinis.

“Tapi itu jalan satu-satunya, kau tahu semua pemegang saham tahu kalau kau sudah menikah dan memiliki anak dan juga orang tuamu belum lagi semua clien-clien kita yang sedari tadi mengucapkan selamat padamu. Jika kau mengatakan itu semua kebohongan karirmu akan hancur karena kau dikira pemimpin yang penuh dengan kebohongan” jelas Myungsoo. “Jadi apa salahnya kau menikah dengan Suzy, karirmu bisa aman dan juga kau tidak perlu bingung lagi dengan bayi itu karena dengan sah dia akan menjadi anakmu tanpa harus memberikannya pada dinas perlindungan anak”. Kata Myungsoo kembali, Minho menyadari apa yang di katakana oleh Myungsoo ada benarnya Karir dan bayi itu akan aman jika dia menikah dengan Suzy. tapi apa yeoja itu mau menikah dengannya pikirnya.

Hanya butuh lima belas menit Mobil Myungsoo sampai di depan sebuah butik terkenal di daerah Choengdamdong, dua pria itu segera turun dari mobil dan memasuki butik itu.

“Minhyuk-ah” panggil Myungsoo pada seseorang yang tengah duduk dengan memainkan ponsel hitamnya. “Minho Myungsoo sedang apa kalian kemari?” Tanya Minhyuk pada dua sahabatnya itu. “Kau sendiri sedang apa kemari?” Tanya Minho penasaran. “Sedang menjemputnya untuk makan siang” ujar Minhyuk sambil menunjuk gadis cantik yaitu Krystal yang masih melayani pengunjung butik tersebut.

“Oh jadi kau berkencan dengannya” goda Myungsoo sambil meninju pelan perut Minhyuk. “Yah begitulah, dan kalian sedang apa kemari?” Tanya Minhyuk balik pada sahabatnya itu.

Perhatian ketiga namja itu beralih ketika Suzy bersama cliennya keluar dari ruangan yang disinyalir ruangan Suzy menuju Kristal yang masih sibuk dengan clien yang ia tangani. Perhatian Suzy yang tadinya pada cliennya tiba-tiba teralih pada tiga namja tampan yang sedang menatapnya dan ia mengenali semua namja itu.

“Sedang apa kalian kemari” Kata Suzy ketika sudah dihapan tiga orang namja itu.

“Ada yang harus aku bicarakan padamu” Ujar Minho datar sambil menatap mata Suzy bahwa apa yang ingin dia katakana adalah sangat penting.

“Baiklah jika begitu kita bicara di kantorku saja” Kata Suzy mengerti maksut Minho dan berjalan terlebih dahulu memasuki ruangannya. Sedangkan Minhyuk yang tidak tahu menahu menatap penuh tanda Tanya pada Myungsoo. “jelaskan apa yang sebenarnya terjadi” tekan Minhyuk.

**

Minho memasuki ruangan Suzy dan perhatiannya terkunci pada sebuah keranjang bayi yang berada di pojok ruangan dekat dengan meja Suzy.

“Kau membawanya kemari?” Tanya Minho sambil berjalan menuju keranjang bayi yang terdapat bayi yang sedang tertidur pulas. Minho yang melihatnya pun tersenyum.

“Yah karena di apartement tidak ada yang menjaga akhirnya aku bawa dia kesini” Ujar Suzy “Apa yang ingin kau bicarakan denganku? Soal bayi itu lagi?” Tanya Suzy penasaran dan membuat perhatian Minho kembali padanya.

“Mungkin iya, dan mungkin saja tidak. Aku butuh bantuanmu”Ujar Minho sambil duduk di sofa

“Apakah kau mau menikah denganku?” ujar Minho lugas sedangakan Suzy yang mendengarnya hanya terkejut “MWO! Apa yang barusan kau katakana?!” Tanya Suzy tidak percaya dan mendudukan dirinya di depan Minho.

“Aku mengajakmu menikah dan juga ingin kau menjadi istriku” Ujar Minho mantap dan mendapat tatapan tidak percaya dari Suzy.

“Apa kau gila ha? Apa kepalamu habis terbentur sesuatu sampai kau berbicara ngawur seperti itu” Tanya Suzy kembali. “Anniyo aku masih waras mengajakmu menikah dan menjadikanmu istriku Suzy-ah jadi kau mau menikah denganku” Jawab Minho tenang

Suzy yang mendengar itu hanya tercengang kenapa tiba-tiba namja ini mengajaknya menikah dan juga apa dia pikir menikah itu mudah apa? Pikirnya dalam hati.

“Jika karena bayi itu aku akan menyerahkannya sesegera mungkin pada dinas perlindungan anak, jadi kau tenang saja” Kata Suzy sambil menatap manik mata Minho.

“Bukan hanya masalah bayi itu tapi juga masalah yang menimpaku dan juga kau” Ujar Minho akhirnya. Minho menceritakan semua kejadian dikantor hingga kepulangan orang tuannya dari jepang untuk bertemu istrinya dan bayinya pada Suzy.

“Maaf aku tidak bisa Minho-ah, kau bisa menyewa orang lain untuk menjadi istri palsumu dan kau tidak bisa selamanya berbohong seperti itu” Ujar Suzy setelah mendengar cerita Minho tadi.

“Masalahnya mereka mengetahui Bae Suzy adalah istriku bukan orang lain, dan juga bukanhakah kau juga ingin merawat bayi itu” Kata Minho dengan tatapan sendu meminta pengertian Suzy.

“Aku memang ingin merawatnya tapi bukan dengan menikah dengamu dan juga sebaiknya kau berbicara jujur dengan orang tuamu tentang keadaan ini. Aku tidak mau terlibat lebih jauh lagi dengan masalahmu” tolak Suzy dan membuat Minho putus asa.

Setelah pembicaraan itu Minho pulang kekantornya dengan tatapan sendu memikirkan bagaimana ia harus menjelaskan pada orang tuanya dan menghilangkan gossip yang tidak benar itu. Dilain sisi Suzy masih memandang bayi kecil yang tertidur itu dengan pandangan miris

“Mianhe tapi aku harus menyerahkanmu besok, aku janji akan sering-sering menjengukmu” kata Suzy pada bayi yang masih tidur itu tanpa terasa air matanya jatuh membasahi pipi mulusnya dan ia merasa hatinya sakit tidak rela jika dia harus menyerahkan bayi yang mulai ia sayangi itu pada orang lain.

**

Siang itu Suzy membawa bayi yang dalam gendongannya memasuki sebuah dinas perlindungan anak, ia berencana menyerahkan bayi itu hari ini setelah tadi malam ia bergelut dengan batinnya dan akhirnya ia memutuskan untuk menyerahkan bayi itu segera mungkin sebelum ia tidak bisa meninggalkan bayi itu.

“Permisi ada yang bisa saya bantu?” Tanya seorang pegawai wanita menyapa Suzy ketika ia berdiri di meja resepsionis.

“Bisakah saya menitip… ueekk ueekk” Suara tangis bayi memotong pembicaraan Suzy dengan pegawai wanita itu.

“Maaf” Ujar Suzy pada pegawai itu dan ia mencoba mengehentikan tangis bayi itu lalu dengan cara memeluk dan menepuk-nepuk pundaknya. Kenapa ia merasa jika bayi itu tidak mau dia tinggalkan ditempat ini batin Suzy ketika dia sedang menenangkan bayi itu. Dan pandangan Suzy teralih pada sesosok anak perempuan yang masih kecil berusia tiga tahun mungkin, dengan pakaian yang kucel dan rambut yang berantakan sedang menatap kosong kedepan. Hati Suzy terenyuh melihatnya dan mengingatkan pada bayi yang digendongnya, “apakah kau akan seperti itu jika aku tinggalkan ditempat ini” Tanya Suzy pada dirinya sendiri

Dengan pikirang bulat ia langsung keluar dan menekan nomor kontak di ponselnya dan menghubungi seseorang.

“Yobosseo” Sapa pria disebrang telfon.

“Minho-ah aku mau menikah denganmu” Kata Suzy cepat

“Mwo Suzy-ah kau tidak bercanda kan? Kau dimana sekarang”. Tanya Minho

“Aku akan kekantormu sekarang, flip” Ujar Suzy dengan mematikan hubungan sepihaknya dan ia langsung menaiki taxi menuju perusahaan Minho.

Minho yang mendapat telfon dari Suzy terkejut ketika ia mendengar bahwa Suzy mau menikah dengannya bukankah kemarin ia telah di tolak.

Beberapa saat kemudian Suzy datang dengan membawa bayi itu dalam gendongannya. Dan Minho yang tadinya masih sibuk dengan layar komputernya menyadari kehadiran Suzy dan menghampirinya.

“Apa kau yakin ingin menikah denganku” Suzy memastikan dengan masih berdiri di depan pintu yang telah ia tutup.

“Suzy-ah kau baik-baik saja?” bukan malah menjawab Minho malah bertanya tentang kondisi Suzy yang terlihat sedang mengkhawatirkan sesuatu.

“Cepat jawab kau yakin ingin menikah denganku” bentak Suzy ketika Minho tidak mau menjawab pertanyaannya.

“Ne aku yakin menikah denganmu dan menjadikanmu istriku jelas!” Ujar Minho matap sambil menatap wajah Suzy yang terlihat lega. “Kau baik-baik saja kan?” Tanya Minho khawatir

“Ne akhirnya bayi ini memiliki orang tua” ujar Suzy terharu sambil menatap bayi kecil itu yang sedang memainkan rambut panjangnnya. Sedangkan Minho hanya melihat pemandangan itu dengan tatapan yang sulit diartikan”jadi karena bayi ini dia mau menikah denganku” ujar minho dalam hati sambil mengelus puncak kepala bayi itu.

“Minho-ah kau janji ketika kita sudah menikah kita akan merawat anak ini seperti anak kita kan” Ujar Suzy sambil menatap dalam mata Minho.

“Ne dia akan menjadi anak kita cucu dari kelurga Choi” janji Minho dengan seulas senyum lega akhirnya Suzy mau menikah dengannya.

“Dan kau harus janji selain dua sahabatmu itu dan kita tidak ada yang boleh tahu jika anak ini bukan anak kandung kita, pokoknya semua orang termasuk orang tuamu harus tahu jika bayi ini adalah anak kandung kita” pinta Suzy pada Minho

“Tapi kita tidak bisa…. “ “Pokoknya aku tidak mau kalau orang lain menganggapnya bukan anak kandung kita titik!” Sela Suzy cepat dan dengan terpaksa Minho mengalah pada yeoja satu ini. “Baiklah Bae Suzy” jawabnya terpaksa.
“Baiklah namamu mulai hari ini adalah Choi Jiho Ji dari namaku dan Ho dari Appamu” Kata Suzy sambil mengajak bicara bayi itu sedangkan Minho hanya tersenyum senang melihat Suzy dan bayi itu tersenyum. “Dan mulai sekarang kau adalah anak kami berdua, Choi Jiho” tambah Minho sambil mengambil alih gendongan dari Suzy.

TBC dulu ye…😀

oh ya ini ff geje mian kalau banyak tipo semoga kalian suka ya n dont forget for comment and likenya

8 responses to “What Baby!! – Part 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s