[ONESHOOT] A Letter for You

image

denishawulandari present:
A Letter for You
Kim Myungsoo,Park Jiyeon,Bae Suzy,Park Jungsoo(as Jiyeon’s appa),Kim Taeyeon(as Jiyeon’s eomma),etc
Romance || General
Poster: thanks for Ducky Chenie at HSG^^
A/N: Annyeong~Author yang satu ini balik lagi dengan FF yang author janjikan,judulnya,’A Letter for You’.Kalau commentnya rame,baru author share sequelnya.
100% PURE MY IDEA,so,JANGAN PLAGIAT.YANG UDAH BACA,WAJIB COMMENT.
~Happy reading~

Jiyeon’s PoV
“Ya,kau yang duduk di sebelah Bae Suzy,silahkan maju ke depan dan memperkenalkan dirimu.” ujar Park seonsangnim.Ah,itu artinya ia mempersilahkanku maju ke depan untuk memperkenalkan diri.

Annyeong semuanya.Namaku Park Jiyeon,kalian bisa memanggilku Jiyeon.Aku pindahan dari Busan,jadi,mohon bantuannya.Sekian,ghamsahamnida.” ucapan terima kasih dariku mengakhiri perkenalan diri masing-masing murid kelas 12-A di Seoul High School,sekolah elit tempat berkumpulnya orang-orang kaya.Sedangkan aku,hanya seorang penerima beasiswa.

Aku Jiyeon,Park Jiyeon.Terpaksa pindah ke Seoul karena perkerjaan appaku dan beasiswa yang aku terima.Gaji appaku yang tidak seberapa membuatku terpaksa menerima beasiswa ini,walau aku malu,karena aku tidak sebanding dengan mereka,anak-anak orang kaya.
Berat sebenarnya meninggalkan Busan,rumah lamaku,kedua sahabatku Soojung dan Naeun,juga Myungsoo,cinta pertamaku.Ah,kudengar Myungsoo juga pindah ke Seoul,tapi,aku tidak tahu di mana sekolahnya dan alamat rumahnya.
Bae Suzy,satu-satunya temanku di Seoul High School.Ia pewaris tunggal Bae Company,perusahaan terbesar kedua di Korea Selatan.Ia berparas cantik,berkulit putih,dan memiliki senyum yang indah.Biasa di sebut ‘dewi’ di Seoul High School,karena kesempurnaannya.Aku tidak menyangka gadis sekaya dan secantik dia mau berteman denganku yang bisa dibilang berbeda 180° dengannya,karena aku selalu hidup serba sederhana.
Saat aku berjalan kembali menuju tempat dudukku,mataku menangkap sesosok namja yang berwajah familiar bagiku,ia mirip sekali dengan Myungsoo.Ah,apa benar itu Myungsoo?Tapi,kalau itu benar dia,mengapa ia bersikap seolah-olah ia tidak mengenalku?Oh,ayolah,kami berteman dari kelas 1 sekolah dasar dan sekarang ia nampak tidak mengenalku sama sekali.Bukankah itu aneh?Ah,lebih baik kutanyakan saja kepada Suzy saat jam istirahat nanti.

Kring!
Bel istirahat berbunyi,semua murid berhamburan ke luar kelas,kecuali aku dan Suzy.Suzy nampak asyik dengan ponselnya,sementara aku lebih memilih memakan bekal yang eomma masak dari rumah.

“Jiyeon-ah,apa kau ingin ikut denganku ke kantin?” tanya Suzy.Aku menggeleng,lagipula,aku tidak membawa uang jajan,aku tidak mau meminta uang jajan pada appa maupun eomma,karena lebih baik uang itu digunakan eomma untuk membeli bahan makanan.

Geurae,tidak apa-apa,Jiyeon-ah,aku ke kantin sendiri saja.Tidak apa-apa ‘kan kalau kau dikelas sendirian?” lanjut Suzy.

“Tidak apa-apa,Suzy-ah.Pergilah ke kantin,kau pasti lapar.” jawabku sambil tersenyum.Suzy berlalu ke kantin,sementara aku melanjutkan makanku.Karena Suzy sedang pergi kekantin,ku urungkan niatku bertanya seputar namja yang berwajah mirip Myungsoo pada Suzy,nanti saja setelah Suzy kembali dari kantin.

“Suzy-ah,kau sudah kembali?Cepat sekali.” ujarku setelah melihat Suzy membuka pintu kelas kami.

Ne,tadi kantin sedang sepi.” jawabnya.Ia duduk di kursinya —tepatnya di sebelahku— lalu memakan ramen yang ia beli di kantin.

“Suzy-ah,boleh aku bertanya?” tanyaku.Suzy mengangguk,lalu berkata,

“Tentu saja.Ada apa,Jiyeon-ah?”

“Begini,apa kau tau nama namja yang duduk tepat di depanku?” tanyaku —lagi—.

“Oh,dia.Dia Kim Myungsoo,namjachinguku,Suzy-ah.” jawab Suzy malu-malu.

Deg!
Namjachingu?
Jadi selama ini yeojachingu yang disebut-sebut Myungsoo sebelum ia pindah ke Seoul adalah Suzy?
Kalau begini,aku tidak mungkin bisa mendapatkan cinta Myungsoo.Aku tidak sebanding dengan Suzy yang kaya dan cantik.Tentu saja Myungsoo lebih memilih Suzy dari padaku.

“Jiyeon-ah,kau tidak apa-apa?” ucapan Suzy menyadarkanku dari lamunanku.

“Eh?Oh,ani,nan gwenchana,Suzy-ah.” jawabku.

Ini aneh.Mengapa Myungsoo nampak tidak mengenaliku?Apa dia pura-pura tidak mengenalku?

“Baiklah,anak-anak,pelajaran hari ini cukup sampai di sini.Kalian boleh pulang.” ujar Park seonsangnim.Aku membereskan buku-bukuku,lalu keluar kelas,menyusul Suzy yang sudah duluan.

“Jiyeon-ah,apa kau sudah tahu?Nanti malam,ada pesta pembukaan tahun ajaran.Datanglah bersamaku,Jiyeon-ah.” ujar Suzy.Pesta?Aku sama sekali tidak memiliki gaun yang pantas untuk datang ke pesta itu,lebih baik aku tak usah datang.

“Um…sepertinya aku tidak datang,Suzy-ah.” ujarku.

“Lho,waeyo,Jiyeon-ah?Apa kau tidak tertarik?” tanya Suzy.

“Ah,ani,bukan begitu.” jawabku.

“Lalu kenapa?” tanya Suzy —lagi—.

“Aku…aku tidak memiliki gaun yang pantas untuk datang ke pesta itu,Suzy-ah.” jawabku malu.Aku yakin,sebentar lagi pasti Suzy akan menertawakanku.Benar saja,ia tertawa.

“Aish,kau ini.Kalau kau mau,kau bisa meminjam gaunku,Jiyeon-ah.Begini saja,nanti,pukul 5 sore,datanglah ke apartemenku di distrik Gangnam,lantai 10 nomor 8-E,bagaimana?” tawar Suzy.

“Um…baiklah,Suzy-ah,nanti aku akan datang,neomu-neomu ghamsahamnida,Suzy-ah.” jawabku.

Ne,cheonma,Jiyeon-ah.Supirku sudah datang,aku pulang dulu.Sampai bertemu nanti,Jiyeon-ah,annyeong~” pamit Suzy.Aku melambaikan tangan ke arah Suzy.

“Nah,selesai.Aigoo~Jiyeon neomu yeoppo.” puji Suzy yang baru saja selesai mendandani Jiyeon.

Gomawo,Suzy-ah.Kau juga cantik.” jawabku malu-malu.

“Baiklah,kajja,kita berangkat!”

Ketika kami sampai di lokasi pesta,semua mata tertuju pada kami.Sebagian besar yeoja di sana bergumam,

Aigoo~Bae Suzy dan Park Jiyeon,si anak baru itu cantik sekali,ya.Aku tidak menyangka Jiyeon bisa secantik itu.”

Chingu-ya,coba lihat gaun yang mereka pakai.Kelihatan mewah sekali.”

Sementara itu,aku dan Suzy lebih memilih untuk diam dan menebar senyum cerah.

20.50 KST
Jam sudah menunjukkan pukul 20.50 malam waktu Korea,tapi pesta tidak kunjung selesai.Ah,mungkin sebentar lagi.Tiba-tiba saja,Suzy menarik Myungsoo naik ke atas panggung.

Annyeong teman-teman semua,maaf mengganggu waktu kalian sebentar.Aku hanya ingin mengundang kalian untuk datang di pesta pertunanganku dengan Myungsoo,minggu depan.Terima kasih banyak.” ujar Suzy dengan senyum mengembang.

Deg!
Tuhan,apa lagi ini?Aku baru saja pindah ke sekolah ini dan sekarang aku harus rela melihat Myungsoo,cinta pertamaku,bertunangan dengan teman baruku,Suzy.

“Jiyeon-ah,kau harus datang,ya.Apa kau mau menjadi pembawa cincin di acara pertunanganku?” tanya Suzy.

“Um…” aku berpikir sejenak.

“Ya…ya…” rayu Suzy.Baiklah,aku harus kuat.Lagipula,ia sudah meminjamkanku gaun mahal ini.

“Baiklah,aku mau.” aku mengehela napas berat.

“Yeay~Gomawo,Jiyeon-ah.”

Hari-hari di sekolah baruku kulalui dengan celotehan Suzy mengenai persiapan acara pertunangannya dengan Myungsoo.Hah,kini tiba hari di mana Suzy akan resmi menjadi tunangan Myungsoo.

Mereka saling memasangkan cincin di jari manis satu sama lain.Resmi,ya,resmi.Kurasa aku benar-benar harus move on dari Myungsoo.

Chukkae,Myungsoo-ah,Suzy-ah.” ujarku memberi selamat sambil tersenyum,berusaha menyembunyikan kesedihanku.Ya,mereka memang ditakdirkan untuk bersama,berbeda denganku yang hanya berstatus ‘teman lama’ Myungsoo.

8 months later…
Ah,leganya,ujian kelulusan kini telah selesai.Aku pulang ke rumah,melepas sepatuku,dan nampak appa dan eomma sudah menungguku dengan raut wajah serius.

“Ji-yya,appa dan eomma ingin berbicara denganmu.” ujar eomma.

Ne,eomma.Sepertinya ini penting sekali.” jawabku.

Ne,ini sangat penting,Ji-yya.Ini menyangkut masa depanmu.” tambah appa.

“Lalu?” tanyaku penasaran.

“Begini,Ji-yya.Appa sadar,gaji appa itu tidak seberapa,dan tidak akan cukup untuk membiayai uang kuliahmu.” tukas appa.Ia menghela napas berat,lalu melanjutkan ucapannya.

“Tadi siang,eommamu mendapat telepon dari pihak Seoul High School.Mereka bilang,kau mendapat beasiswa di Harvard University,Amerika,bagaimana?Apa kau bersedia menerimanya?”

Deg!
Amerika?Jauh sekali.
Apa itu artinya aku harus berpisah dengan appa,eomma,Suzy,dan…Myungsoo?
Tapi…aku juga tidak bisa menolaknya.Aku tidak ingin menyusahkan appa dan eomma.
Ah,tapi,ini juga lebih baik,dari pada aku melihat Myungsoo dan Suzy menikah minggu depan.

“Um…baiklah,aku akan menerimanya.Kapan aku akan berangkat ke Amerika,eomma?” ujarku.

“Besok lusa,sayang.Persiapkanlah dirimu sebaik mungkin.”

1 day later…
“Suzy-ah!” panggilku.

“Ada apa,Jiyeon-ah?” tanya Suzy.

“Begini,aku akan pergi ke Amerika,besok.Aku akan melanjutkan studiku di Harvard University.” jawabku dengan mata merah,menahan tangis.

“Mengapa mendadak begini?Jiyeon-ah?Apa kau tidak akan datang ke pesta pernikahanku dengan Myungsoo?” kaget Suzy.

Maafkan aku,Suzy-ah.Kalaupun aku tidak pergi ke Amerika,aku juga tidak akan datang ke pesta pernikahanmu.Sakit rasanya melihat namja yang dari dulu aku cintai akan menikah dengan yeoja yang selama setahun terakhir ini menjadisahabatku,menemani hari-hariku di saat aku tidak punya teman karena aku bukan orang kelas atas seperti kalian.Aku memang terlalu egois,Suzy-ah.

“Sepertinya begitu,Suzy-ah.Ini,kutitipkan sebuah surat untuk Myungsoo.Tolong berikan padanya.Sampai jumpa lagi,Suzy-ah.Semoga kau dan Myungsoo bahagia.Terima kasih juga karena kau telah menjadi sahabatku selama satu tahun terakhir ini.Neomu-neomu ghamsahamnida.” tangisku pecah,aku berlari meninggalkan Suzy dengan tatapan sedihnya.Maafkan aku,Suzy-ah.

Myungsoo’s PoV
Aku melihat Suzy berlari ke arahku sambil menangis tersedu-sedu.Sedetik kemudian,ia memelukku erat.

Oppa…” panggil Suzy pelan ditengah-tengah pelukannya.

Ne,wae geurae,Suzy-ah?Mengapa kau menangis?Apa ada orang yang menyakitimu?” tanyaku.Ia menggeleng pelan.Tanganku bergerak perlahan menyentuh pipinya,menghapus air mata yeoja yang sebentar lagi bermarga Kim ini.

“Jiyeon,oppa.Jiyeon akan pergi ke Amerika.” jawab Suzy,kulihat ia masih enggan melepaskan pelukannya.

Park Jiyeon?Dia…sahabat Suzy dan cinta pertamaku.Kalau saja appa tidak menjodohkanku dengan Suzy sesaat sebelum ia meninggal,aku pasti sudah bahagia bersama Jiyeon.Karena perkataan Soojung dan Naeun –sahabat lama Jiyeon,nyaliku ciut,aku tidak berani menyatakan cinta padanya.Sekarang,aku menyesal.Aku akan menikah dengan Suzy dan ia sudah pergi.

“Ia menitipkan surat padamu,oppa.Bukalah.” kata Suzy yang sudah berhenti menangis.Aku membuka surat itu.

Dear,Kim Myungsoo,cinta pertamaku.

Annyeong Myungsoo-yya.Mungkin saat kau membaca surat ini,aku sudah berangkat ke Amerika,untuk melanjutkan studiku.
Ya,aku tahu,ini sudah terlambat,karena kau sebentar lagi resmi menjadi suami Suzy.Tapi,satu hal yang ingin ku sampaikan.Aku mencintaimu,Myungsoo,sampai kapanpun itu.Aku tidak bohong,mungkin,kau kurang peka.
Tapi,aku tidak akan merebutmu dari Suzy,kok.Selamat atas pernikahan kalian,ya.Maaf aku tidak datang.Semoga kalian bahagia

Aku pasti kembali,Myungsoo.Mungkin saat aku kembali kau sudah menjadi sesosok appa yang hebat.Saranghae.

End.
Gaje?iya.RCL,ya.baru ku share sequelnya.gomawooo~~~ ga jadi author bikin drabble,soalnya spertinya kepanjangan hehe

46 responses to “[ONESHOOT] A Letter for You

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s