[CHAPTER] I Love You My WEIRD BOY!!! (Chap 5-End)

image

Tittle: I Love My WEIRD BOY!!!
Author: @MerlinChrysilla
Cast:
*Park Jiyeon
*Im Siwan ZE:A
Genre: school life, Romantic, sedikit Absurd/?
Rating:NC-19

aku ingin bertanya, kenapa jika disekolah kau berpakaian seperti murid kutu buku dengan kacamata tebal dan rambut yang lepek berminyak? Itu kan membuatmu terlihat aneh. Dan kenapa kita harus bersikap layaknya tidak saling mengenal? Pertanyaan ini yang selalu ingin aku tanyakan padamu dari awal kita menikah oppa. Namun selalu kutahan karena aku tidak mau mengusik privasimu” Jiyeon membalas tatapan suaminya itu dengan tatapan keingin tahuannya.  

Tapi, bukannya menjawab pertanyaan Jiyeon, Siwan malah tersenyum penuh arti. Dan di detik berikutnya ia mulai mendekatkan tubuhnya kearah tubuh istrinya. Mengunci semua pergerakan yang akan dilakukan oleh istrinya nanti. Menghimpit tubuh istrinya oleh dinding pembatas balkon dan juga dirinya. Sorot mata Siwan tiba tiba berubah menjadi serius, dan tatapan itu berhasil membuat jantung Jiyeon berdetak tak karuan.  

Jiyeon POV  

‘ada apa denganku? Jantungku masih tetap berdetak tidak normal setiap Siwan menatapku seperti sekarang’ batinku. Aku mencoba mengalihkan pandanganku, tapi kedua tangan Siwan dengan sigap menahan pipiku dan memaksaku kembali untuk menatapnya. Menatap matanya. Oh God! Apa-apaan ini?!  

Siwan tersenyum simpul, lalu secara perlahan ia mendekatkan wajahnya kearahku, semakin dekat. Ia memiringkan kepalanya kekanan, dan saat hampir tidak ada jarak lagi, Siwan menutup kedua matanya. Setelah itu, kurasakan benda lembut miliknya menyentuh bibirku.  

Aku masih tak bergeming. Mataku melebar saat kurasakan Siwan melumat bibirku dengan lembut, sedangkan kedua tangannya masih aktif mengelus pipi bagian bawahku. Siwan tiba tiba menggigit bibir bawahku, membuatku refleks membuka mulutku. Dan kini lidahnya aktif bergerak-gerak didalam mulutku. Kupejamkan mataku merasakan sensasi ciuman dari suamiku ini.  

Kedua tanganku mencengkram bajunya erat seiring ciumannya yang semakin memanas. Seperti disengat oleh aliran listrik yang menghantarkan panas keseluruh syaraf tubuhku. Aku mulai merasa sesak, dan aku butuh oksigen.  

Aku mencoba mendorong dadanya, namun bukannya melonggar, Siwan malah semakin mendesakan tubuhnya ke tubuhku,  membuatku harus menggerakkan kepalaku kekanan dan kekiri untuk mencari asupan oksigen.  

Beberapa detik berlalu, kurasakan secara perlahan bibir Siwan menjauh dari bibirku. Dengan nafas yang memburu, aku menatapnya dengan tatapan tak percaya. Begitu juga Siwan. Ia masih berusaha mengatur nafasnya. Wajahnya yang masih berjarak dekat dengan wajahku menunjukkan seulas senyum yang ku akui senyum itu sangat mempesona.  

“ayo kita masuk, udara disini tidak baik untukmu”jelasnya sambil menempelkan hidungnya pada hidungku, lalu menggendongku ala bridal menuju kasur kami.  

Siwan POV  

Kugendong tubuh rampingnya ala bridal lalu menghempaskannya perlahan di kasur kami. Kulihat bibir merahnya basah akibat ciuman panas kami tadi. Pipinya merona sangat manis menurutku.  

Selama 6 bulan lebih usia pernikahanku dan Jiyeon, aku belum pernah menyentuhnya lebih dari sekedar ciuman. Karena selain aku tahu bahwa Jiyeon belom siap, dan aku sendiri tidak ingin memaksanya. Walau aku tahu kini kami memang saling mencintai.  

“Yeonni-aa dengarkan aku” aku memegangi pipinya dan mengelusnya lembut. Jiyeon mendongakkan kepalanya menatapku.
“aku hanya ingin menjadi sosok lelaki yang tak terlihat saat disekolah, bukan tidak ada maksud aku melakukan ini semua, sejujurnya aku melakukan ini semua untukmu, agar hanya kau yang melihatku dan menyadari keberadaanku. Sosokku yang sekarang, hanya ingin kau yang melihatnya. Mengenai pertanyaanmu yang mengapa kita seperti tidak saling mengenal, jawabanku adalah, aku tidak ingin kau dijauhi teman temanmu karena berteman denganku yang seorang laki laki culun dan aneh. Aku tidak ingin melihat reputasimu jatuh. Aku ingin selalu melihatmu berkilauan di tempatmu sekarang. Bagiku kau merupakan sebuah bintang yang bersinar paling terang diantara yang paling terang” jelasku panjang lebar. Jiyeon memandangku dengan tatapan tak percaya, setetes krystal bening jatuh membasahi pipinya. Sedetik kemudian ia memelukku dengan sangat erat.  

Kucium puncak kepalanya dan ku usap lembut surai coklat keemasan miliknya. Namun Jiyeon masih tetap tak bergeming, tetap memelukku erat, membenamkan wajahnya di dadaku.   Keadaan menjadi hening, yang terdengar hanyalah isakan tangis Jiyeon. Kurasakan bajuku basah oleh air matanya.  

“oppa..” Jiyeon bergumam kecil sambil masih tetap bertahan pada posisinya yang memelukku erat.  

“hmm?” gumamku. “Gomawo! Aku tak menyangka bahwa alasanmu berpenampilan seperti itu hanya demi aku. Aku mencintai mu oppa.. Jeongmal saranghaeyeo” tuturnya. Aku hanya tersenyum lalu melepaskan pelukannya padaku. Mengangkat wajahnya agar sejajar denganku.  

“Aku jauh mencintaimu istriku! Mencintaimu melebihi rasa cinta pada diriku sendiri”   Kucium bibir cherrynya dan kulumat perlahan, Jiyeon hanya menutup matanya lalu membalas ciumanku. Cukup lama kami berciuman bibir, lalu kulanjutkan menciumi tengkuknya yang mulus, sesekali menghisapnya agar meninggalkan jejak kepemilikanku disana.  

“ahh~” Jiyeon mendesah pelan merespon perlakuanku padanya. Kuhentikan kegiatanku dengan terpaksa, karena jika dilanjutkan, aku yakin akal sehatku tidak akan bisa menahan nafsuku untuk menjadikan Jiyeon milikku seutuhnya.  

“Tidurlah, ini sudah terlalu larut” ucapku menghilangkan kecanggungan diantara kami. Jiyeon hanya menatapku kecewa.   ‘kecewa? Apa ini hanya perasaanku saja? Apa Jiyeon sudah siap untuk melakukan ‘itu’ denganku?’ batinku.  

“tapi besok hari libur oppa” balasnya manja.

“tidak! Kau harus tetap tidur tepat waktu! Aku tidak ingin kau kurang tidur lalu jatuh sakit arra?!” ucapku tegas.  

Kubaringkan tubuhku tepat disampingnya, lalu menarik selimut untuk menutupi kami.  

“good night my lovely.. Mimpikan aku” kucium kilas keningnya. Ia hanya tersenyum lalu menutup matanya.  

“aku mencintaimu Jiyeon! Melebihi nyawaku.. Namamu akan selalu terukir indah di hatiku dan tak akan tergantikan oleh siapapun!” bisikku tepat ditelinga Jiyeon. Dia hanya tersenyum kecil.  

“nado saranghae” gumamnya dengan mata tertutup. Senyumku mengembang mendengar ucapan nya. Kulingkarkan tanganku memeluk perut datarnya, lalu memejamkan mataku mengikuti Jiyeon masuk kedalam mimpi.  

***  

Jiyeon POV  

Matahari dengan tegas memantulkan cahayanya melalui jendela kamarku. Dengan malas, aku membuka mataku perlahan. Langit langit kamar menjadi pemandangan pertama yang kulihat pagi ini. Kutolehkan pandanganku dan melihat Siwan suamiku masih tertidur dengan pulasnya.  

Aku menghela nafas pelan, lalu memperhatikan wajah Siwan yang masih tertidur pulas. Wajahnya tenangnya saat tidur sangat damai seperti seorang bayi tak berdosa. Bibir shape love nya membuatku senantiasa selalu ingin menciumnya.  

DEG!!  

Wajahku tiba tiba memanas mengingat kejadian kemarin malam. Aku dan Siwan memang sering berciuman, tapi hanya ciuman singkat bukan ciuman panas seperti kemarin.  

“Oppa, ireona” ucapku mencoba membangunkannya setelah sebelumnya aku menetralkan pikiran kotorku terlebih dahulu.  

“…”tidak ada respon darinya. Bergerak pun tidak.  

“Siwan Oppa, ireona~” kunaikkan volume suaraku, sambil mengelus pipinya lembut.  

“Eungh…”lenguhnya, dan seiring itu juga mataku membulat. Bukan karena Siwan yang masih belum membuka matanya. Tapi karena aku merasakan sesuatu yang hangat bergerak-gerak diatas perutku.  

“Yak tuan Im Siwan! Palli Ireona! Atau aku tidak akan memberimu morning kiss”   ‘GOD!! Apa yg tadi aku bicarakan? Pabbo Jiyeon!’ rutukku dalam hati sambil memukul mukul kepalaku sendiri. Mata Siwan terbuka dengan sempurna. Dan dengan sigap ia menghentikan pergerakan tanganku yang sedang memukul mukul kepalaku ini.  

“Jangan menyakiti dirimu sendiri Yeonni-aa” ucapnya lembut padaku.

“Jika kau tak ingin melihatku menyakiti diri sendiri lagi, ayo cepat bangun lalu mandi oppa!”  

Kulihat Siwan menggeleng lalu melingkarkan tangannya ke perutku lagi dan menarikku semakin dekat dengannya.  

“tidak mau!” bantahnya seperti anak kecil yang menolak untuk makan sayuran.

“ta-tapi oppa..” ucapku gugup karena tangan Siwan sekarang masuk kedalam pakaian tidurku dan mengusap perutku lembut. Aku menutup mataku menahan sensasi geli yang diberikan Siwan padaku.

“hanya seperti ini tidak akan membuatmu hamil kan nyonya Im?” ucap Siwan yang sontak membuatku membulatkan mataku karena kaget.   Ada apa dengan pagi ini? Mengapa sifat seorang Im Siwan itu sangat mudah berubah rubah. Seperti sekarang ini, ia menjadi seorang yang sangat kekanakkan menurutku –‘ berbeda dengan ia yang kemarin malam penuh dengan keromantisan.  

“op-ppa?” lirihku gugup sambil menghentikan gerak tangannya.  

“arra! Arra! Aku akan bangun asal kau memberiku ‘itu'” tawar Siwan sambil memberikan smirknya padaku.  

“itu apa?”  

“ituuu~” Siwan memberiku petunjuk dengan memajukan bibirnya. Dan aku tahu maksudnya sekarang.  

Aku membuang nafasku kasar “Aku tidak mau”  

“tidak mau?”

“hmm! Tidak mau!”  

“Baiklah. Kalau kau tidak mau aku akan…” Siwan menggantung kalimatnya. Di detik berikutnya, aku merasakan tangan besar Siwan yang hangat itu menjalar keatas dan…  

“Hentikan!” aku memekik sembari menahan pergerakan tangannya yang hampir saja menyentuh payudaraku. Aku mendecak kesal padanya, lalu mengepalkan tanganku bersiap melayangkan pukulan kearahnya. Tapi dengan sigap satu tangannya yang terbebas diluar kaosku menahan pukulanku.  

“Ya!” pekikku.  

“Berikan aku morning kiss terlebih dahulu atau…”ia kembali menggantung kalimatnya, lalu tangannya yang masih berada dibalik kaosku merayap keatas dan… Dia berhasil menyentuhnya!  

“Im Siwan!”seruku sembari berusaha mengeluarkan tangannya. Namun bukannya melepaskannya, namja ini malah meremas payudaraku, membuatku menggigit bibir bawahku sendiri untuk menahan sensasi aneh yang diciptakannya lagi.   “Morning Kiss?” tanyanya dengan nada menuntut. Aku hanya menatapnya kesal.  

“arraseo!” ucapku akhirnya. Kemudian akupun menarik nafas dalam dan…

CHUP~

Aku mengecup bibirnya singkat.  

“Sudah! Sekarang bangun!”  

“ck hanya seperti itu?” tanyanya dengan menunjukkan smirk nya lagi padaku.  

“Maksudmu?” balasku pura pura tak mengerti.  

“apa aku harus mengajarimu cara berciuman seperti yang kemarin malam nyonya Im?” ucapnya dengan nada yang mengejek.  

“N-ne?”  

“baiklah jika itu maumu..” Siwan menghentikan ucapannya lalu naik keatas tubuhku. Mata kami saling berpandangan, Tangannya dijadikan sebagai tumpuan agar tidak menindihku. Sedetik kemudian Siwan mulai mengecup bibirku berkali kali. Melumat dan menghisap bibir atas bawahku bergantian. Tak berhenti sampai disitu, kini ia melesakkan lidahnya masuk ke dalam mulutku dan mulai mengeksplor seluruh bagian mulutku.  

“eunghh” desahku lolos begitu saja dari mulutku disela aksi ciuman kami.  

Author POV  

“eunghh” desahan Jiyeon lolos begitu saja di sela aksi ciuman panas mereka.   Dengan enggan akhirnya Siwan melepas tautan bibirnya pada bibir Jiyeon. Mereka kembali saling menatap dengan deru nafas mereka yang saling beradu. Jantung mereka semakin berdebar tak terkendali. Namun, mereka begitu nyaman dan menikmatinya.  

“Nyonya Im, apa kah boleh jika aku meminta ‘itu sekarang?” tanya Siwan hati hati.  

Jiyeon terlihat berfikir untuk mencari jawaban yang tepat. Ia sangat paham dengan apa yang dimaksud suaminya.   ‘apakah ini waktu yang tepat? Tapi bagaimana jika aku hamil? Aish pabbo Jiyeon! Jika kau hamil tentu Siwan akan bertanggung jawab. Bukankah kini aku sudah resmi menjadi istrinya, dan tugas istri adalah melayani suaminya. Baiklah, hari ini make me Yours tuan Im’ batinnya.  

“tidak apa jika kau belum siap Yeon-ah, aku tidak akan memaksamu” tutur Siwan sambil membelai rambut Jiyeon lembut lalu tersenyum.  

“lakukanlah oppa..”  

“hah? Apa maksudmu, kau sudah siap untuk…”   Jiyeon menganggukkan kepalanya disertai senyuman manis yang terkembang dari bibir cherrynya. Seolah mendapat lampu hijau, Siwan tak ingin melewatkan kesempatan ini. Kesempatan untuk menjadikan Jiyeon miliknya seutuhnya.  

Siwan kembali mendaratkan bibirnya di bibir Jiyeon. Ciuman biasa yang lama kelamaan berubah menjadi ciuman panas yang menuntut. Mata mereka kembali menutup saling menikmati bibir pasangannya masing masing. Jiyeon membiarkan Siwan menciumnya dengan agresif, membuat adrenalin mereka semakin memuncak.  

“Aku sudah tak kuat menahannya lagi! Aku menginginkanmu sekarang Im Jiyeon!” bisik Siwan tepat di telinga Jiyeon, yang membuat pipi gadis itu merona adanya. Jiyeon mengalungkan tangannya lalu menatap suaminya itu dengan tatapan seduktif miliknya.  

“Make me Yours Im Siwan!” ucap Jiyeon dengan nada yang dibuat seimut mungkin. Siwan yang melihat kelakuan Istri tercintanya itu hanya tersenyum lebar sambil melanjutkan kegiatan mereka yang sempat tertunda.  

***  

“Argghhh ap-paah yang hh kau la-kukan Oppaahh? Nghhh” Ujar Jiyeon sedikit terbata akibat rasa sakit yang tiba tiba mendera titik tersensitif tubuhnya.  

“Aku hanya melakukan pemanasan dengan jariku, ini akan sakit di awal, tapi lama kelamaan kau akan menikmatinya Yeonni-ah” Seolah tidak memperdulikan ringisan Jiyeon tadi, Siwan dengan sengaja menambah satu jari lagi dan mempercepat gerakan keluar masuk jarinya di miss V Jiyeon.  

“Ta-tapi..itu sa ngathh sa-kithh eungghh dan aahhh” lenguhan panjang lolos dari mulut Jiyeon, bersamaan dengan keluarnya cairan putih dari bagian bawah tubuhnya. Nafas Jiyeon tersenggal, seluruh tubuhnya melemas.  

Siwan kembali menyambar bibir tipis Jiyeon, saling bertautan menyalurkan perasaan cinta satu sama lain. Di sisi lain, Siwan meregangkan kaki jenjang Jiyeon dan dengan perlahan memasukan miliknya ke miss V Jiyeon.  

“Uhhmm,, hmnn” Jiyeon mendesah tertahan saat merasakan mr.Happy Siwan memasuki bagian bawah tubuhnya. Rasa nya benar benar sangat sakit. Tangnnya kini terulur dan menekan kepala Siwan agar menciumnya lebih dalam sebagai alternatif mengurangi rasa sakit di daerah titik sensitifnya.  

“Akkkhhhh” teriak Jiyeon saat Siwan berhasil menghentakkan masuk miliknya agar terbenam sempurna di dalam tubuhnya. Ciuman yang tadi mereka lakukan, otomatis terhenti begitu saja. Dan Kristal bening jatuh mengalir di sudut mata Jiyeon.  

“Yeonni-ah gwenchana? Apakah sangat sakit eohh? Apa kita sudahi saja disini? Aku tidak tega melihatmu kesakitan seperti ini” tutur Siwan sembari mengusap lembut air mata di pipi Jiyeon. Tersirat nada khawatir dalam kata kata yang tadi ia ucapkan.   Jiyeon menggeleng lemah

“Gwenchana, lanjutkan saja oppa hhh.. Alihkan ku dari rasa sakitnya”  

Mengerti dengan apa yang dikatakan istrinya, lagi lagi Siwan mendaratkan bibirnya di bibir cherry milik Jiyeon. Melumat bibir tipis gadis itu sambil mulai menggerakkan miliknya keluar masuk di dalam tubuh Jiyeon. Perlahan tapi pasti, Jiyeon ikut larut dalam permainan ini. Jiyeon mulai menggoyangkan pinggulnya berlawanan arah dengan Siwan. Menciptakan sensasi sakit dan nikmat melebur jadi satu.  

Cukup lama Siwan menggerakkan miliknya keluar masuk dari tubuh Jiyeon. Akhirnya ia merasakan miliknya berdenyut dan membesar. Dengan sekali hentakan kasar, lenguhan panjang keduanya terdengar memenuhi ruangan kamar tempat mereka melakukan kegiatan itu. Jutaan benih Siwan menyembur masuk kedalam rahim Jiyeon bersamaan dengan berakhirnya kegiatan bercinta mereka.   Siwan menjatuhkan dirinya disamping tubuh polos Jiyeon. Saling melempar senyum dengan nafas yang masih belum stabil. Ditariknya dan didekapnya tubuh ramping Jiyeon, seolah menyalurkan rasa terima kasih karena telah menjaga dan memberikan mahkota kebanggaannya untuk namja yang berstatus resmi menjadi suaminya itu.  

“Gomawo Yeon-ah, terima kasih kau sudah menjaga dan memberikan keperawananmu untukku. Semoga Little Im segera tumbuh didalam sini.. Saranghae Im Jiyeon!” tutur Siwan sambil mengelus perut datar istrinya itu.  

“Nado oppa” balas Jiyeon lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka. Sedetik kemudian, mereka tertidur dalam posisi masih saling berpelukan.  

***  

4 bulan kemudian   Hari ini merupakan hari kelulusan yang dinantikan oleh seluruh murid SMA Kirin. Semua orang bersorak ketika mendengar pengumuman dari kepala sekolah yang mengatakan bahwa semua siswa dan siswi dari SMA Kirin lulus dengan hasil yang memuaskan. Sukacita hari ini begitu kental dirasakan oleh seluruh murid SMA Kirin.  

“Untuk Im siwan, selaku perwakilan siswa dengan nilai tertinggi, silahkan maju kedepan podium untuk menyampaikan pidato perpisahan.” lanjut kepala sekolah disambut oleh riuhnya tepuk tangan.  

Tap tap tap..  

Seorang pria tampan dengan senyum angelic nya berjalan menuju podium diatas panggung. Tidak ada lagi kacamata tebal dan rambut lepek dibelah dua yang menutupi ketampanannya. Yang ada hanyalah Im Siwan sang Angelic Prince.   Seluruh murid berbisik tak percaya dengan penglihatan mereka. Seorang Weird boy kini menjadi seorang Prince yang bahkan lebih tampan dari seorang Kim Myungsoo Visual boyband Infinite.  

“Yak Im siwan!” teriak seorang yeoja yang tidak lain dan tidak bukan adalah Im Jiyeon memecah keriuhan yang terjadi di aula itu.   Jiyeon dengan tergesa menghampiri Siwan tanpa memperdulikan tatapan aneh dari orang orang disekitarnya, lalu memberikan sebuah benda persegi panjang dengan dua garis merah menghiasinya.  

“apa ini Yeon-ah?” tanya Siwan tak mengerti.  

“Aku hamil pabo!” jawabnya yang sontak membuat seisi Aula SMA Kirin heboh. Mereka bertanya tanya tentang apa yang baru saja Jiyeon katakan. Bagaimana bisa Park Jiyeon sang Primadona sekolah mengenal Im Siwan sang lelaki kutu buku, bahkan sekarang tengah mengandung anak dari nya. Namun tidak dengan Siwan! Laki laki itu mengembangkan senyumnya dan sedetik kemudian memeluk tubuh Jiyeon yang sekarang tengah mengandung benih cinta mereka berdua.  

“Terima kasih telah melengkapi hidupku Im Jiyeon! Aku mencintaimu!” teriakan Siwan menggema memenuhi Aula Sekolah yang kini menjadi riuh karena tepuk tangan dan sorak sorai dari semua orang yang ada disitu.  

“Nado Saranghae Oppa” bisik Jiyeon tepat ditelinga suaminya itu.  

END

Waaahh ending nya gaje nih.. Maapin yah, soalnya merlin bingung bikin endingnya hehe.. Tadinya ff ini mau dibikin sampe beberapa chapt, tp takut pada bosen jadi di berhentiin di chapt 5 aja deh hehe..

Gimana? Suka kah? Kecewa kah?
Jangan lupa like+comment nya yah.. *bow^^

50 responses to “[CHAPTER] I Love You My WEIRD BOY!!! (Chap 5-End)

  1. omaigat itu di aula loh yg masih banyak orang dan ada kepala sekolah. si kepala sekolah ga syok apa ya sama apa yg diteriakin jiyeon? wkwkwk ngakak juga ini😂

  2. terlalu ccepet sih cerita’y lin,, tp gpp kok ttp bagus cerita’y,,, tp klo boleh sih minta dibikinin sequel’y hehe
    gomawo,, di tunggu yya ff selanjutnya,, klo bisa cast’y myungyeon ya,, cz aku suka bggt sma myungyeon couple,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s