[CHAPTER] I Love You My WEIRD BOY!!! (Chap 4)

image

Tittle: I Love My WEIRD BOY!!!
Author: @MerlinChrysilla
Cast:
*Park Jiyeon
*Im Siwan ZE:A
Genre: school life, Romantic, sedikit Absurd/?
Rating: PG-17

Hai hai, merlin balik lagi nih.. Maaf kalo kecepetan ngepost next chap nya.. Soalnya merlin suka ga sabaran orangnya hehe.. Ga akan banyak ngomong deh. Langsung aja yah^^

-happy reading-

Siwan POV

Sinar mata hari dengan lancang menerobos masuk ke dalam kamarku melalui beberapa celah fentilasi. Dengan malas kubuka kedua bola mataku, mencoba membiasakan retina mataku dengan intensitas cahaya yang ada.

‘Jiyeon?’ gumamku saat melihat seorang wanita yang sedang tertidur begitu pulasnya di dekapanku. Jiyeon, yah wanita itu adalah Jiyeon istriku. Jiyeon menjadi hal pertama yang ku temukan saat membuka mataku pagi ini. Entah kenapa aku masih belum bisa percaya jika Jiyeon telah kembali. Karena sesungguhnya seminggu ini cukup membuatku merasa sangat kehilangan sosoknya disampingku.  

Kupandang setiap inci wajahnya yang terlihat begitu tenang dan damai saat tertidur. Tak sadar kini telunjukku menelusuri seluruh lekuk wajahnya. Mulai dari mata elangnya yang sedang tertutup, hidungnya yang mancung,kulitnya yang halus, hingga akhirnya berhenti tepat di bibir tipisnya. Semua begitu sempurna dimataku. Bagiku seorang park Jiyeon merupakan sebuah lukisan tangan yang Tuhan ciptakan dengan berbagai pewarna pilihan terbaik, yang menjadikannya begitu sangat indah untuk dipandang setiap saat.   Aku tersenyum sendiri mengingat semalaman tadi aku dan Jiyeon tidur sambil terus berpelukan. Seolah mengurungnya didekapanku agar ia tak bisa pergi lagi dariku. Cukup sekali aku merasakan rasa kehilangan sosok wanita yang sangat berarti dihidupku ini. Karena untuk selanjutnya ia akan selalu ku kurung dihatiku.

“aku mencintamu Park Jiyeon! Dan dapat kupastikan jika rasa ini akan selalu terjaga dengan baik. Bahkan ketika ajal datang menjemputku, rasa cintaku padamu akan selalu kugenggam erat dan tak akan pernah kulepaskan” bisikku tepat ditelinga Jiyeon.

“eunghh..” lenguh nya sambil membuka kedua matanya perlahan.

‘mungkin bisikanku tadi mengganggu tidurnya. Aish pabo! –‘ batinku.
“Morning oppa.. Aku mencintaimu” ucapnya sambil tersenyum dengan ekspresi khas bangun tidurnya yang begitu menggemaskan. Melihat itu, segera ku eliminasi jarak antara aku dan Jiyeon lalu mengecup bibirnya kilas. Entah mengapa, saat melihat setiap ekspresi Jiyeon, membuatku selalu ingin memakannya detik itu juga.

“Morning kiss” balasku sambil tersenyum jahil kearah Jiyeon yang sekarang sedang menunjukkan melihatku dengan tatapan tak percayanya.

***

Jiyeon POV

Aroma buku buku pengetahuan memenuhi seisi ruangan tempat aku berpijak sekarang. Rak rak yang tinggi berjejer rapi dengan beribu buku menghiasinya. Ya, sekarang aku sedang berada di perpustakaan sekolah untuk mencari buku biologi demi menyelesaikan tugas yang diberikan Jang Seongsaengnim minggu lalu saat aku absen. Untungnya aku ditemani oleh Luna sekarang, jadi aku tidak akan terlalu pusing untuk mencari buku biologi itu sendirian. Sedangkan Jieun, ia tidak bisa masuk sekolah karena tiba tiba kurang enak badan katanya.

“Ji-ah, apa ini buku yang kau cari?” teriak Luna sambil menunjukkan sebuah buku dengan judul “antropologi di sampulnya.   “bukan, aku sedang mencari buku biologi Luna-ah.. BI-O-LO-GI” aku sgaja mengeja kata Biologi dengan harapan agar Luna bisa mengerti dengan apa yang aku ucapkan.

“oh baiklah Biomerti? Aku akan mencarikannya untukmu Ji-ah, kau tenang saja. Serahkan semuanya padaku” balasnya.

Plok!

Kupukul jidatku pertanda aku mulai jengah dan kesal karena Luna yang sedari tadi masih belum bisa mengerti apa yang aku maksudkan.
“Ji-ah aku menemukannya! Yak Park Jiyeon! Kemari! Aku menemukannya!” jerit Luna tiba tiba mengagetkanku. ‘untung sekarang perpustakaan ini sedang kosong, jika tidak mati kau Park Luna’ batinku.

“ada apa Luna-ah? Apa kau sudah menemukan buku biologi yang kumaksud?” tanyaku sambil melangkahkan kakiku menghampiri Luna berada.

“hehe Ji-ah, lihat apa yang kutemukan ini…”

“yak apa itu? Dasar pabo Luna! Kukira kau sudah menemukan buku biologi yang kubutuhkan, ternyata apa sekarang? Kau malah tersenyum dengan mata berbinar kearahku, dan berteriak seperti tadi hanya karena menemukan sebuah buku yang berjudul ‘kumpulan likir lagu SULE’? Astaga! Jika kau bukan sahabatku, akan ku cincang kau detik ini juga!” tuturku yang sama sekali tak dihiraukan oleh Luna.

‘aish kukira membawa Luna akan meringankan pekerjaanku, tapi ternyata aku keliru, aku salah besar! Park Luna awas saja kau’ Kuhampiri Luna yang saat ini sedang duduk di kursi pojok perpustakaan, sambil membaca buku yang tadi ia temukan ditemani cahaya dari jendela yang terhubung dengan lapangan olahraga.

“Yak Park Lun..a” Ucapanku melemah dan mulai terhenti saat dengan tidak sengaja mataku menangkap sesosok lelaki berkacamata tebal sedang berada di pinggiran lapangan basket. Menonton beberapa murid dari ekskul Basket yang sedang melakukan latihan rutinnya. Lewat jendela ini,dengan jelas dapat kulihat wajahnya yang selalu berubah menjadi murung saat orang orang memilih duduk jauh dari dirinya dan ada beberapa juga yang sengaja melontarkan hinaan pedas tentang penampilannya.

“oppa..” gumamku tanpa sadar. Hatiku sakit saat melihatnya diperlakukan seperti itu oleh orang orang. Rasanya ingin sekali aku menghampirinya lalu dengan lantang mengatakan jika aku adalah istri dari seorang Im siwan yang sering mereka hina. Dan menyuruh mereka agar tidak seenaknya menghina suamiku seperti itu.

‘Apa mereka fikir mereka merupakan makhluk sempurna? Sehingga bisa seenaknya menghina orang yang berpenampilan jauh berbeda dengan mereka? Ish dasar orang orang bodoh!’ kesalku dalam hati.

“ada apa Ji?” tanya Luna yang mungkin tidak sengaja mendengar gumamanku barusan, lalu mengikuti arah pandangku ke luar jendela.

“oh ternyata Siwan.. Kalian itu sangat aneh Ji-ah” celetuk luna yang mengundang rasa bingungku.

“apa maksudmu Luna-ah?”

“maksudku adalah Kau dan Siwan merupakan pasangan suami istri yang aneh! Seharusnya kau bangga memiliki suami setampan, sepintar dan sebaik Siwan. Begitu pun sebaliknya. Namun apa kenyataannya? Kalian malah bersikap seolah tidak saling mengenal! Ditambah penampilan Siwan yang berubah 360 derajat saat disekolah. Ck pasangan aneh!” ucap Luna panjang lebar. Kutolehkan pandanganku mengitari seluruh sudut perpustakaan. Memastikan tidak ada seorangpun di ruangan ini selain aku dan Luna.

“aish yah Park Luna! Jangan pernah mebahas perihal ini ketika disekolah Luna-ah! Kau mengerti? Bukankah kau berjanji akan menjaga rahasia ini?”

“ya ya ya aku ingat maaf hehe” balas Luna disertai cengiran khasnya.   “awas jika kau mengulanginya. Mati kau!” ancamku padanya.

“mati mati mati terus yang kau bicarakan! Apa kau tega jika membunuh satu satunya sahabatmu yang cantik seperti aku ini?” ucap Luna sambil mengedipkan kedua matanya bergantian.

“ish menjijikkan! Hentikan tingkah konyolmu itu! Kau membuatku ingin muntah!”

“hah muntah?! Jiyeon-ah, apa jangan jangan kau sedang morning kisses?” Luna mendadak menjadi heboh tanpa alasan.

“morning kisses? Apa itu?” tanyaku tak mengerti dengan apa yang Luna bicarakan.

“itu loh, penyakit yang menyerang ibu hamil di pagi hari. Kau sedang hamil kan Ji?” celetuknya dengan wajah khawatir yang sangat aneh menurutku.

“itu morning sickness pabo! Astaga Luna-ah. Kapan penyakit bodohmu itu akan sembuh?” aku menggeleng gelengkan kepalaku pertanda bingung sekaligus kesal menghadapi semua kebodohan gadis yang berstatus sahabat baikku ini.

“ya apalah namanya. Hanya melenceng sedikit –” elaknya.

“sedikit? Kau bilang sedikit? Beda kata, memiliki beda arti juga tau!” terlampau gemas, kulayangkan jitakan mautku di puncak kepala Luna.

“aish Park Jiyeon! Kenapa kau menjitakku? Baiklah aku mengakui aku salah. Tapi apa benar saat ini kau sedang mengalami morning sik sik apalah itu. Benarkan? Woah sungguh daebak! Bagaimana rasanya saat ada kehidupan lain di perutmu? Apakah rasa coklat? Atau durian? Kuharap rasanya seperti rasa vanilla, karena aku suka rasa vanilla. Apalagi jika diberi choco chips dan..”

PLETAK!!

“kau fikir apa yang sedang kau bicarakan hah? Pakai acara rasa coklat dan vanilla segala. Kau fikir ice cream? Bodoh! Akuingin muntah bukan karena sedang mengalami morning sickness Luna-ah, tapi karena jijik melihat tingkah anehmu tadi saat mengedipkan kedua matamu itu bergantian” jelasku panjang lebar.

“oh hehe, baiklah aku mengerti.. Maafkan aku Ji” sesalnya dengan ekspresi wajah bodohnya.

***

Author POV

Jiyeon, gadis itu kini sedang memandangi indahnya titik titik cahaya yang bertebaran di langit malam kota Seoul. Menyaksikan keindahan alam karya sang pencipta, sambil ditemani segelas coklat panas kesukaannya lewat balkon kamarnya.

Fikirannya melayang kewaktu dimana ia melihat Siwan di lapangan basket lewat jendela perpustakaan tadi siang.

‘sebenarnya ada apa denganmu oppa? Mengapa kau berpenampilan seperti itu? Apa kau malu memiliki istri sepertiku? Atau apa? Dan kenapa kau tidak pernah menceritakan masalah masalahmu? Bahkan hingga detik ini aku tidak tahu jika kau sangat tersiksa dengan penampilanmu yang seperti itu, sampa aku melihatnya sendiri dengan mata kepalaku tadi. Aku butuh penjelasan darimu oppa..’ Lirih Jiyeon sambil menengadahkan kepalanya, berusaha menahan krystal bening yang sudah terbendung di pelupuk matanya.

GREP!!

“Yeonni-ah” ucap Siwan sambil memeluk Jiyeon dari belakang, membuat aliran darah gadis itu berdesir, seakan orang ini baru saja mengalirkan kehangatan yang sebanding dengan hangatnya sinar mentari musim semi kepadanya.

“kenapa kau berdiri disini hmm? Udara disini sangat dingin dan kau hanya mengenakan baju tidur tipis ini? Apa kau tidak merasa kedinginan hmm?” lanjutnya.
Jiyeon menggeleng sembari mengelus tangan orang yang memeluknya itu.

“aku hanya ingin melihat pemandangan kota seoul malam ini oppa, dan aku tidak takut kedinginan karena ada oppa yang memelukku. Ini lebih hangat dari pada selimut” jawab Jiyeon tanpa mengalihkan pandangannya sedikitpun. Bendungan air mata itu kini menguap entah kemana. Mungkin karena pelukan dari suaminya, Jiyeon menjadi sedikit lebih tenang.

“Nyonya Im, apa kau sedang memiliki masalah eoh?” tanya Siwan lalu membalikkan tubuh Jiyeon agar menghadap kearahnya. Dan dengan Jelas kini Siwan dapat melihat pancaran sinar mata Jiyeon yang menunjukkan kesedihan disana.

“ada apa Ji-ah?” lanjutnya lalu mengelus pipi Jiyeon penuh sayang.

“gwenchana oppa, aku tidak sedang memiliki masalah apapun. Hanya saja aku semakin bingung denganmu sikapmu”

“bingung denganku? Kenapa? Apakah aku melakukan kesalahan eumm?” Siwan memandangi wajah Jiyeon lekat tanpa berniat mengalihkan pandangannya kearah lain.

“sejak pertama kita menikah, ada beberapa pertanyaan yang sangat membuatku penasaran. Dan itu semua menyangkut dirimu oppa”

“tentangku? Apa itu? Jika kau ingin bertanya, tanyakanlah Ji-ah. Jangan menyimpannya sendirian dan membuat dirimu penasaran seperti ini. Jika aku tahu, sebisa mungkin pasti akan kujawab. Sekarang katakan padaku apa yang ingin kau tanyakan itu hmm?” Siwan memberikan senyuman terbaiknya pada Jiyeon. Berharap membuat istrinya itu sedikit rileks. Dengan mata yang masih terkunci memandang mata Jiyeon.

“aku ingin bertanya, kenapa jika disekolah kau berpakaian seperti murid kutu buku dengan kacamata tebal dan rambut yang lepek berminyak? Itu kan membuatmu terlihat aneh. Dan kenapa kita harus bersikap layaknya tidak saling mengenal? Pertanyaan ini yang selalu ingin aku tanyakan padamu dari awal kita menikah oppa. Namun selalu kutahan karena aku tidak mau mengusik privasimu” Jiyeon membalas tatapan suaminya itu dengan tatapan keingin tahuannya.

Tapi, bukannya menjawab pertanyaan Jiyeon, Siwan malah tersenyum penuh arti. Dan di detik berikutnya ia mulai mendekatkan tubuhnya kearah tubuh istrinya. Mengunci semua pergerakan yang akan dilakukan oleh istrinya nanti. Menghimpit tubuh istrinya oleh dinding pembatas balkon dan juga dirinya. Sorot mata Siwan tiba tiba berubah menjadi serius, dan tatapan itu berhasil membuat jantung Jiyeon berdetak tak karuan.

-TBC-

Nah udh sampe part 4 nih. Next part bakal Merlin protect nih, maaf yah.. Soalnya di dalemnya ada adegan NC nya.. Bagi yang mau minta pass, bisa lewat sms ke 08986212401 atau Line: MerlinChrysilla^^

54 responses to “[CHAPTER] I Love You My WEIRD BOY!!! (Chap 4)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s