[CHAPTER – PART 3] Beautiful Liar

BEAUTIFUL LIAR© Poster by @farvidkar

Tittle: Beautiful Liar – Part 3 | Author: farvidkar | Genre: Action, Crime, Romance | Cast: L Kim / Kim Myung Soo, Bae Suzy | Other cast: Kim Soo Hyun, Kim Kai/ Kim Jong In, Byun Baek Hyun, Shim Chang Min, Zelo, and etc | Rating: PG-17

A/N: Asli buatan sendiri dengan imajinasi yang datang sendirinya. Tidak ada maksud lain dengan karakter yang dibuat. Jika terdapat kesalahan dalam penulisan harap dimaklumi. Fanfict ini sudah pernah dipublish pada blog pribaku

 

Previous [Part 1] [Part 2]

The last part

“Ada apa?” Suzy terbangun, menatap ke arah belakang namun sayang sekali hanya bayangan-bayangan hijau dan hitam bergantian yang membuat kepala gadis itu pusing.

“Lebih baik tundukkan kepalamu, aku tak ingin ada yang mati mengenaskan di dalam mobilku” menambah kecepatan, melakukan beberapa maneuver untuk menghindari beberapa peluru yang mencoba menerobos permukaan ban mobil sport itu. Adegan seperti ini sudah sering dirasakan Suzy, namun yang satu kali ini nampak sedikit berbeda. Posisi gadis itu sedang tersudut, tak bisa melakukan apa-apa. Mobil yang dulunya berada di belakang kini bisa mensejajarkan posisinya. Kursi kemudi yang berada di sebelah kiri membuat Baekhyun tak dapat menjangkau seorang pria yang dari arah berlawan mencoba memecahkan kaca jendela. Suzy dapat merasakan hal itu, lantas gadis itu mencari benda mungil berwarna hitam yang terletak di bawah jok kursinya, kemudian mengarahkannya ke arah pria itu hingga kaca jendela mobil Baekhyun tertembus peluru membuat sebuah retakan. Mobil hitam yang mengejarnya oleng dan menabrak pohon, begitu pula mobil Baekhyun yang tak dapat menghindari sebuah mobil yang melaju dari arah berlawanan hingga jatuh ke jurang.

Namun gadis berdarah asli Korea itu memiliki naluri yang kuat. Sebelum mobil yang dikemudikan Baekhyun terperosok ke jurang, lantas dengan gerakan cepat Suzy melompat melalui jendela. Gadis itu tidak dengan mudahnya berhasil bertahan hidup. Ia mempertaruhkan keselamatannya pada kedua buah tangannya yang menahan ranting pohon. Dengan beberapa pecahan kaca yang menancap pada permukaan kulit Suzy, membuat raut muka gadis itu memperlihatkan rasa sakit. Bayang-bayang seorang pria bertubuh tegap mendekat ke arahnya.

“tolong..” ucap gadis itu. Kini ia tidak mempedulikan lagi siapa pria itu, yang ada dalam pikirannya saat ini ia harus bisa bertahan hidup dalam waktu yang lebih lama lagi. Gadis itu tidak ingin mati sia-sia setelah menolong sahabatnya itu.

“kau… pegang tanganku” pria itu menjulurkan tanggannya berusaha meraih lengan gadis itu. Garis tegas di rahang pria itu terlihat jelas. Suzy semakin memperkuat pegangannya pada akar pohon yang tidak dapat mempertahankan kekokohannya.

“Aku… aku tidak dapat melihatmu” gadis itu mencoba menangkap bayangan-bayangan uluran tangan pria itu. Hingga tangan mereka bertemu, dan perlahan Suzy dapat menginjak permukaan tahan. Nafas gadis itu memburuh, detak jantungnya semakin cepat akibat insiden yang barusan terjadi.

“Siapa namamu, nona?” Tanya pria itu mendekati wajahnya mencoba memperhatikan wajah Suzy lebih dekat. Entahlah apa yang terjadi pada diri gadis itu. Nafas pria dihadapannya itu terasan bagaikan oksigen. Bau harum yang meruak dibalik jas pria itu menerobos masuk melewati indra penciuman Suzy. Untuk yang keberapa kalinya gadis itu terpanah.

“Aku.. tak tahu” Lantas gadis itu dibawa masuk ke dalam mobil hitam pria yang barusan menolongnya. Pria itu juga tak lupa menyampirkan jas yang dikenakannya pada gadis itu.

“Apakah ada orang lain selain kau di dalam mobil itu?” selidik pria itu, kini mereka berdua sama-sama duduk di dalam mobil. Tidak menyalakan mesin, melainkan duduk diam menatap mobil milik Baekhyun yang kian terbakar.

“Entahlah, aku tak ingat sama sekali”

….

At Police Station

Setelah mengetahui bahwa anak kecil yang selama ini mengekori mereka adalah anak dari seorang narapida, lantas pria jangkung itu terus membujuk anak itu untuk membuka mulut dan memberi penjelasan lebih.

“Apa kau yakin ayahmu memakai baju yang sama seperti orang itu pakai?” Changmin berusaha meyakinkan ulang anak itu, bisa saja hanya warna yang sama.

“Ne, ayahku juga diseret oleh polisi” adu anak itu, matanya perlahan mulai tergenang. Mungkinkah anak ini sengaja ditinggalkan? Mengingat ayahnya masuk penjara tentu tak ada yang merawatnya. Tetapi anak itu pernah berkata ia mempunyai seorang saudara laki-laki yang lebih tua. Berbagai hipotesis muncul begitu saja di benak Changmin.

“Jadi dimana ibumu? Atau hyungmu?” tak akan ada alasan bagi seorang anak kecil untuk kabur dari rumahnya jika keadaan dilingkungannya baik-baik saja.

“Eomma? Pergi bersama seorang ajussi yang lebih kaya dari appa. Sedangkan hyung.. meninggalkanku sendiri di mini market hingga aku bertemu dengan noona yang sangat mirip dengan appaku”

….

At Hansol Group Building

Keadaan mendesak yang menyebabkan L Kim harus menghadiri rapat dewan direksi perusahaan. Mengikuti kendali di bawah tangan ayahnya, membuat L Kim harus membatalkan janjinya dengan sang pengacara. Beginilah suasana yang biasa terjadi, adu mulut yang membuat telinga pria itu serasa akan tuli. Beda pendapat di antara kalangan pemegang saham sudah biasa, apalagi yang menyangkut pertahanan pendapatan. Dan akibat ulah L Kim yang dengan entengnya membatalkan kontrak kerjasama dengan Byun Corporation, membuatnya menjadi incaran pusat kesalahan orang-orang yang telah sekian lama mengabdi pada perusahaan ini.

“Berani sekali kau membatalkan kerja sama denganku?! Punya hak apa kau?!” presdir dari Byun Corp itu terang-terangan membentak L di depan banyak kasat mata. L yang sedari tadi hanya mendengar cacian pria itu kini membuka mulutnya.

“Apakah aku perlu memperkenalkan diri secara resmi? Tuan Byun Youngguk rupanya belum pernah bertemu langsung dengan ahli waris perusahaan ini. Ah” dari cara bicara L yang terdengar sombong membuat raut wajah presdir Byun berubah kemerahan. L lalu berdiri dari kursinya kemudian berjalan perlahan menuju pintu, namun ia berhenti sejenak di samping presdir Byun.

“Sebelum aku mendapati posisi itu, mungkin aku harus memberi tahumu suatu hal terlebih dahulu. Aku berencana akan memutus semua kontrak kerjasama dengan perusahaanmu” bisik L tepat di samping telinga pria paru baya yang genap berumur enampuluh tahun.

“Jika kau merasa latar belakangmu adalah kartu as? Kau salah besar direktur Kim Myungsoo. Aku bahkan memiliki kartu joker yang akan dengan mudahnya menghancurkan Hansol group” ucap presdir Byun membalas bisikan L. Ada sesuatu yang disembunyikan, tentu saja.

….

At Coex Apartment, Gangnam

Salah satu bangunan tinggi menjulang milik Hansol group yang terletak di daerah elit gangnam nampak kedatangan wajah baru. Ini adalah kali pertama Suzy menginjakkan kakinya di apartment super mewah di Seoul. Hanya orang-orang berdompet tebal saja yang bisa merasakan nyamannya tinggal di tempat yang konon katanya memiliki sejarah suram. Banyak desas desus tidak sedap yang muncul di kalangan pengusaha dan pejabat tentang sejumlah proyek milik Hansol group salah satunya bangunan ini.

Gadis itu berjalan lamban mengikuti langkah kaki seorang pria yang sedari tadi menggenggam tangannya. Menjadi bahan pembicaraan orang-orang yang berada disekitarnya. Tentu saja dia menjadi objek yang sangat menarik perhatian, pakaian terusan yang awalnya dengan sengaja dirobek malah tanpa terduga robekan tersebut semakin bertambah lebar memperlihat bahu gadis itu yang berwarna putih susu. Bae Suzy sedang menjalankan tugas tak terduga akibat keterbetulan ini. Bertemu dengan salah seorang yang dapat menghubungkannya dengan misi yang diberikan Ahn Jaehyun.

“Oh iya, sepertinya aku belum memperkenalkan diri” ya benar, sedari awal pertemuan mereka yang mendadak, pria itu tak kunjung memperkenalkan diri. Walaupun sebenarnya gadis itu sudah dapat mengenali siapa pria dihadapannya itu tepat saat pria berambut hitam pekat itu mendekatkan wajahnya ke wajah Suzy beberapa waktu lalu.

“Joneun, Kim Soo Hyun”

….

At Starbucks Coffee, Myeongdong

Pria berlesung pipit yang duduk di sudut ruangan itu terus saja tak melepaskan pandangan dari layar laptopnya. Menganalisa beberapa data yang terhubungkan dengan flashdisk berisikan potongan photo seorang wanita dan video-video sisi tv yang ada hubungannya. Tiba-tiba seorang pria yang dikenal datang menghampiri.

“Maaf hyung membuatmu menunggu lama” L Kim yang masih mengenakan pakaian kantornya datang menemui Seunggi. Mereka telah mengatur jadwal pertemuan sebelumnya.

“Gwenchana. Tadi aku mendapat kabar dari Soohyun, dia berhalangan datang” L mengangguk tanda mengerti. Kini kedua pria itu membahas banyak permasalahan yang dijanjikan. L Kim yang merupakan teman dekat Seunggi memang telah lama menaruh kepercayaannya di tangan pria itu.

“Setelah aku menganalisa video yang kau kirim, gadis itu pernah memasuki daerah Gwangneung. Bisa ditebak umur gadis itu sekitar duapuluh tahun. Maka dari itu aku menganalisa semua data mahasiswa di Kyunghee University campus Gwangneung” jelas Seunggi pajang lebar. Menyesap coffee dinginnya kemudian melanjutkan lagi laporannya.

“seminggu sebelum kejadian, dia melewati halte 089 menaiki bus jurusan campus. Tetapi sebelum dan sesudahnya aku tidak menemukannya lagi. Setelah meminta beberapa data mahasiswa dari salah seorang professor, ada seorang gadis yang mirip dengannya. Namun gadis itu terlihat sedikit berbeda. Apa kau tahu serial betty la fea tahun 1999?”

….

At Some Place

Hanya mengikuti arus sungai yang mengalir ke hulu. Pria bermarga Byun itu berjalan tak berdaya sambil menyeret Zelo yang kian tak sadarkan diri. Mencari tempat yang aman untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan. Pasalnya mobil yang dia kemudikan tadi adalah hasil curian dengan membalik nama kepemilikannya menjadi Steven Byun yang berdasarkan kartu tanda kependudukan palsu. Makersout yang diketuai Changmin memang sudah memiliki pembekalan matang, mulai dari data diri yang dipalsukan untuk berjaga-jaga sudah siap. Byun Baekhyun yang sengaja di usir dari rumah sudah lama bekerjasama dengan pria bermarga Shim itu. Bahkan dirinya tinggal diapartment milik Changmin dalam waktu yang cukup lama. Dengan pemikiran abstrak yang dimilikinya, sudah sekian kali Baekhyun mencoba untuk menyerahkan diri ke polisi. Di antara semua anggota Makersout, pria itulah yang memiliki begitu banyak catatan criminal yang sangat bertentangan jauh dengan wajah innocent miliknya.

“Mungkin ini adalah waktu yang tepat untuk aku menyerahkan diri” gumam Baekhyun yang terus berjalan di hulu sungai.

“Jangan hyung,” suara Zelo terdengar, pria jangkung itu telah sadarkan diri. Walau dengan keadaan yang mengkhawatirkan dia malah memperlihatkan kekhwatiran yang ditunjukkan kepada Baekhyun.

“Aku akan membantumu untuk keluar dari masalah ini, seperti kau membantuku keluar dari masalahku” ucap Zelo sambil mengangkat tangannya yang menggenggam handphone. Membuat pria pendek yang menemaninya itu tersenyum lega.

….

At Coex Apartment, Gangnam

Dengan kepura-puan yang sempurna, Suzy menjalankan rencananya. Mengambil kesempatan yang tak akan dua kali menurutnya. Soohyun sedang membersihkan luka gadis itu dengan beberapa kapas yang sedang dibasahi alcohol. Gadis itu beberapa kali menutup mulutnya menahan perih. Bersihkeras untuk tidak dibawa ke rumah sakit untuk menghindari penyamarannya terbongkar.

“Sakit? Jangan hanya terus menutup mulut. Tarik saja bajuku bila kau merasa perih” ucap pria itu yang dibalas dengan anggukan mengerti dari gadis di hadapannya itu.

“Apa aku membuatmu kerepotan, Soohyun-ssi?” gadis itu membuka suaranya. Sebenarnya Suzy merasa tidak enak hati karena telah menjadikan pria baik-baik ini sebagai tamengnya. Mungkinkah gadis jahat itu bertambah jahat?

“Tidak sama sekali. Aku senang membantumu” Suzy dapat membedakan mana perkataan tulus dan mana perkataan yang hanya sekedar untuk menghibur. Gadis yang berkuliah pada jurusan educational psychology itu tentu saja memahaminya. Dan kali ini dia akan benar-benar merasa bersalah.

“Terima kasih” entahlah tiba-tiba merasakan hal aneh pada dirinya. Ingin menghilang membawa rasa bersalahnya dari pria di hadapannya ini.

“Tahan dua kata itu sebelum aku membawamu ke rumah sakit. Kau harus memeriksakan diri ke dokter, bukankah kau bilang tak ingat apa-apa? Akan sangat menyedihkan melihat gadis cantik sepertimu tak bisa mengingat masa lalunya” jangan salah kaprah saat mendengar kalimat yang diucapkan Soohyun barusan. Suzy yang berpenampilan cantik seperti kali pertamanya bertemu dengan L tentu akan mengundang perhatian setiap pria, yang berlaku juga pada pria yang menolongnya. Hanya bedanya jika malam itu Suzy terlihat seperti wanita nakal, kini dia terlihat seperti wanita baik-baik.

….

Jam menunjukkan pukul 22.00 KST dan gadis itu belum saja memejamkan matanya. Dia khawatir pada keadaan Baekhyun maupun Zelo yang sampai saat ini tidak ada kabar yang diketahui. Suzy tidur di atas kasur empuk milik Soohyun, mengenakan kemeja kebesaran yang dipinjamkan pria yang berprofesi sebagai pengacara. Sementara sang pemilik rumah sedang sibuk berbincang dengan seseorang di sudut telefon. Dan setelah mengakhiri percakapannya di telefon, Soohyun menghampiri gadis itu.

“Aku akan keluar sebentar, mungkin akan balik larut malam. Kau tidurlah duluan, besok aku akan mengantarmu ke dokter. Jangan lagi pikirkan tentang kecelakaan itu, polisi sedang menganinya. Air mineral ada di samping kananmu, kamar mandi tujuh langkah ke arah barat” gadis yang berpura-pura buta itu hanya menganggukan kepalanya. Soohyun merapikan anak rambut gadis itu kemudian pergi meninggalkan kamar yang didesain modern. Setelah mendengar bunyi pintu terkunci, Suzy bangkit dari tidurnya kemudian melangkah dengan hati-hati mencari telefon rumah yang bisa digunakannya. Tak jauh dari tempatnya berdiri ia menemukan benda merah itu, walau pijakan yang diinjaknya terlihat seperti terbagi menjadi dua tanpa piker panjang ia berusaha melawan kelemahan matanya itu. Hingga ganggang telefon itu berada di tangannya, ia menekan beberapa digit nomor yang sudah ada di luar kepalanya. Terdengar suara berisik di seberang sana.

“Yeobseo, Changmin oppa?” Tanya gadis itu meyakinkan takut-takut ia salah menekan nomor.

“Oh noona cantik? Noona dimana? Changmin Hyung sedang menjemput Baekhyun dan Zelo hyung. Aku sedang menunggu mereka di mobil” setelah mendengar penjelasan anak itu Suzy menghela nafas lega. Beruntung sahabatnya bisa diselamatkan.

“Baiklah kalau begitu, tolong kau sampaikan pada Changmin hyung kalau noona berada di apartment pengacara Hansol group di Gangnam, datanglah dengan diam-diam”

….

At Volvox Building

Kedua pria yang memiliki marga Kim itu telah menghabiskan tiga botol soju. Duduk di balkon sambil mengungkit kisah masa lalu bersama. Kim Soohyun jauh-jauh datang mengunjungi L larut malam seperti ini tidak hanya untuk sekedar bersenang-senang, melainkan membantu L Kim mengurus beberapa dokumen penting.

“Hyung, apa kau mengetahui sesuatu yang disembunyikan ayah bersama presdir Byun?” L Kim yang mengenakan kaus tipis berwarna biru tidak merasakan udara dingin yang menusuk. Pengaruh soju membuat pria itu merasa baik-baik saja.

“Entahlah, ayahmu tidak pernah mengungkit hal itu. Tetapi aku rasa mereka telah melakukan perjanjian sejak lama. Bukannya aku ingin menjatuhkan perusahaanmu, tetapi dalam mata pengamatan seorang pengacara ada baiknya kau berpikir ulang untuk ambil alih jabatan ayahmu. Aku berbicara sebagai seorang sahabat” Soohyun yang notabennya sebagai sunbae, memberi L nasihat. Sudah lama menaruh curiga, tetapi dia selalu menutup mulut demi kenyamanan bersama.

“Nah, itu dia yang kutunggu-tunggu! Karena hyung memiliki pemikiran yang sama denganku, maka aku ingin hyung bekerjasama denganku” tanpa menunggu kata deal sudah dipastikan, Soohyun akan membantu dongsaengnya ini. Melanjutkan acara minum-minum mereka tiba-tiba Soohyun teringat sesuatu.

“Usut punya usut ada sangkut pautnya dengan jatuhnya perusahaan milik presdir Ahn. Apakah sebaiknya kita bekerja sama dengan mereka?” L Kim menaruh perhatiannya pada sunbaenya yang kini setengah mabuk karena pengaruh soju yang berlebihan.

“Ahn Jaehyun maksudmu? Kurasa tidak perlu hyung. Aku khawatir dia malah akan menjatuhkan kita”

….

At Coex Apartment, Gangnam

Pintu kaca yang terhubung dengan balkon tiba-tiba tergeser, begitu pula dengan tirai yang menutupinya. Derap langkah seseorang dapat ditangkap oleh indra pendengaran Suzy. Mata terpejam gadis itu tiba-tiba terbuka sedikit akibat cahaya lampu yang dinyalakan oleh seseorang.

“Suzy!” suara seorang pria yang dihafalnya, Changmin. Gadis itu lantas bangkit dan memeluk pria dihadapannya yang juga membalas pelukan. Pria itu dengan sigat mengecek tiap jengkal tubuh gadis yang sudah diangkap sebagai adiknya itu.

“Lihatlah tubuhmu, penuh luka Suji-ah” ucap pria itu sembari tangannya yang terangkat memasangkan softlance di mata Suzy.

“Aku baik-baik saja oppa, Kim Soohyun sudah mengobati lukaku. Bagaimana keadaan mereka berdua?” Changmin duduk disebelah gadis itu. Memberi jeda beberapa detik kemudian menatap wajah Suzy dengan pandangan yang sulit dimengerti

“Bagaimana kalau kita mengakhiri pekerjaan ini? Mereka berdua tidak dalam keadaan yang baik-baik saja. Terlebih Junhong yang memiliki stress akut dan Baekhyun yang menjadi buronan..”

“Lebih baik oppa kembalilah dan temani mereka berdua, tak lama lagi Kim Soohyun akan kembali, aku akan menyelesaikan pekerjaan kita” setelah punggung pria bermarga Shim itu menghilang dibalik pembatas besi balkon, Suzy kembali ke atas kasur empuk kemudian memejamkan matanya hingga masuk ke dalam alam mimpi dan terlelap indah.

….

At Changmin Apartment

Dengan harga yang cukup terjangkau disinilah tempat Changmin berteduh. Apartment sederhana yang disewanya berisikan berbagai barang-barang elektronik yang sangat jarang ditemui. Keahliannya menyulap benda rongsokan tak menyala menjadi sesuatu yang bernilai tinggi dipendamnya selama ini. Hanya beberapa orang saja yang mengetahuinya, termasuk pria bermarga Ahn yang sedang mengobati Baekhyun.

“Aku bukanlah seorang dokter, namun aku pernah mempelajarinya dulu. Kau harus mengganti perban ini secara rutin” jelas pria berwajah pucat itu memperingatkan. Baekhyun hanya mengangguk mengerti sabil sesekali menggerakkan tangannya yang diperban untuk membiasakan diri.

“Dan kau bocah jangkung, minum obat yang kuberi tadi. Susah payah aku membangunkan dokter Park tengah malam seperti ini” lanjut pria itu berbicara pada Zelo yang setengah tidur.

“Ternyata kau tidak sekejam yang kupikirkan, Ahn Jaehyun-ssi” tiba-tiba terdengar suara Changmin yang datang bersama seorang anak kecil yang selalu mengekorinya. Mereka membawa sebungkus kantong plastic besar yang berisikan mie instan untuk stok sebulan.

“Jaehyun hyung!” anak kecil itu berlari memeluk Jaehyun yang ternyata adalah kakak lelakinya. Jaehyun mendorong kasar anak itu hingga tersungkur di lantai. Orang-orang yang ada di sekitar itu hanya tercengang melihat drama yang dipertontonkan keduanya.

“Kau.. lebih baik pergi bersama ibumu ke rumah pria kaya itu! Jangan pernah kembali kehadapanku Yoogeun!” anak berumur lima tahun itu sesungguhnya tak dapat disalahkan seperti itu, mungkin karena suatu hal yang tidak kita ketahui bersama membuat hubungan kakak beradik itu hancur adalah ulah seseorang yang menyuruh anak polos itu melakukan suatu kesalahan.

….

At Volvox Building

Seorang pengacara tampan itu kalah telak setelah menghabiskan delapan botol soju. Pusing yang mendera di kepalanya membuat pria itu tak dapat berpikir jernih. Sedangkan L Kim masih dengan tampang maniaknya menatap beberapa botol hijau itu yang masih berdiri lengkap dengan tutup botolnya. Angin menatap membuat rambutnya sedikit berantakan.

“Kim Myungsoo, aku akan segera pulang. Ada seorang gadis yang menungguku di apartment” kata Soohyun berusaha bangkit berdiri, dari caranya berpindah posisi saja tak akan menjamin pria itu dapat mengemudikan mobilnya dengan selamat. Lantas pria satu huruf itu tanpa aba-aba langsung bangkit berdiri dan memapah pengacaranya itu menuju basement.

Myungsoo mengemudikan mobil pengacaranya ke daerah elit gangnam. Dengan sukarela dia mengantar pulang pria yang duduk di sampingnya itu bukan karena ingin membayar hutang budi, melainkan rasa persahabatannya yang kuat. Walaupun terlihat dingin, bukan berarti hati pria itu juga beku. Selama perjalanan tak ada suara yang terdengar dari mulut L. Soohyun yang setengah sadar hanya bernyanyi-nyanyi tidak jelas menurut tangkapan pendengaran L. Hingga pria itu ingin membuka topic baru agar Soohyun menghentikan nyanyian kematiannya.

‘Tadi kau bilang ada seorang gadis di apartmentmu?” Tanya Myungsoo, matanya tak lepas dari jalanan gelap yang dipenuhi embun.

“Ya, gadis yang sangat cantik tetapi buta dan hilang ingatan” jawab Soohyun memejamkan matanya. Dia berharap segera sampai di apartmentnya kemudian melepas lelah dan pusing yang terus melekat di kepalanya itu.

“Buta dan hilang ingatan? Kau memungut gadis itu dimana?” pertanyaan kedua meluncur dari mulut tajam L. Memungut? Kamus macam apa yang dimilikinya. Soohyun yang dapat mencerna pertanyaan itu hanya tersenyum renyah.

“Di jalan saat kecelakaan. Jangan berpikir macam-macam setelah melihatnya” ucap Soohyun mengingatkan. Sedangkan L malah menertawakan sunbaenya itu. Mobil yang dikemudikan pria sipit itu terus melaju kencang di jalanan seoul.

….

Seorang pria berkulit gelap tak henti-hentinya menekan bell satu-satunya tempat tinggal di bangunan ini. Sudah tigapuluh menit dia menunggu di depan tempat tinggal hyungnya itu. Sambungan telefon yang menghubungkan dirinya dengan L tak kunjung terjawab. Kai yang baru balik dari tempat terkutuk itu tampak kusut seperti anak kecil yang tak terurus. Sedari pagi tak ada kabar dari gadis yang masih dicintainya membuat seorang remaja sepertinya menjadi kacau seperti ini. Mantel kulit yang berwarna cream itu terdapat bercak darah, kemeja putihnya kusut dengan beberapa kancing di atas yang terbuka. Sangat jelas ditambah bau alcohol menyeruak dari tubuhnya. Hingga pada kesekian kalinya sambungan telefon di seberang terangkat.

“Hyung!! Cepat bukakan pintu! Aku lelah!” sebelum terdengar suara dari seberang, Kim Jongin membuka mulutnya duluan dengan tidak sabaran. Sementara saudara laki-lakinya itu hanya berdecak kesal diujung telefon.

“Bodoh! Lebih baik kau tidur saja di depan pintu! Aku tidak akan pulang ke sana!” balas Kim Myungsoo tak mau kalah. Pria yang lebih tua dua tahun dari Kai itu paling membenci yang namanya bentakan. Dia sangat menuntut sopan santun, namun dia sendiri tidak sadar apakah dirinya sudah sopan seperti yang selalu dituntutnya itu.

“Yak! Kau ada dimana hyung?!” Kim Kai mengacak-acak rambutnya gusar. Matanya yang benar-benar berubah hitam bagaikan panda tua itu akan merusak ketampanannya.

“Di jalan, menuju apartment Soohyun hyung” setelah mendengar jawaban hyungnya, sambungan telefon diputuskan sepihak oleh pria kelahiran sembilanpuluh empat itu.

….

At Coex Apartment, Gangnam

Bunyi dencitan ban mobil bergema di dalam basement memecah keheningan malam. Dua orang pria yang baru saja turun dari mobil hitam itu membuat kebisingan. L Kim terus saja mengomeli sunbaenya itu yang kian ini masih saja terus melantunkan lagu ‘ki saram’ milik penyanyi bernama Lee Seung Chul.

“Hyung, jebbal dihentikan nyanyianmu itu. Aku tak ingin membangunkan goblin-goblin yang berkeliaran pada malam hari ini” Myungsoo terus saja mengingatkan. Tak ada tanggapan yang berarti dari pengacaranya itu. Hingga mereka tiba di depan pintu yang bertuliskan 705.

“Apa passwordnya?” masih dengan posisi memapah tubuh Soohyun, pria yang mengenakan pakaian serba hitam itu memperhatikan beberapa tombol yang masing-masing memiliki nomor tersendiri.

I love you more” ucap Soohyun mengedipkan sebelah matanya. Dan saat ini terbukalah sudah sifat asli pria itu yang sebenarnya sedikit kekanak-kanakan dan suka sekali membuat orang kesal.

“1434” gumam L sembari memainkan jari-jarinya memasukkan password apartment sunbaenya itu. Pintu terbuka, dia menyeret hyungnya ke dalam dengan susah payah. Mata elang L menatap pintu kamar yang sedikit terbuka. Dia membiarkan pemilik kamar apartment itu tertidur di sofa ruang tamu. Ia berjalan pelan ke dalam kamar dengan cahaya remang-remang. Samar-samar ia melihat siluet seorang gadis yang tertidur. Wajah damai gadis itu menarik perhatian L untuk mendekat. Hingga samar-samar wajah gadis itu dapat dihilatnya. Bagaikan tertusuk belati, ia menemukan sendiri buronan yang terdaftar di dalam list hatinya.

Badan L yang menutupi cahaya lampu kecil membuat gadis yang bernama Suzy itu menggeliat pelan. Merasa ada perubahan yang terjadi di sekitarnya, gadis itu perlahan membuka matanya. Hanya ada satu objek yang dapat dilihatnya. Seorang pria yang dikenalnya itu tepat berdiri di hapannya sambil menatap mata gadis itu dalam. Tiga detik mereka saling menatap, hingga kesadaran gadis itu kembali dan berhasil mengingatkannya akan satu hal.

“nuguseo?” Tanya gadis itu dengan posisi badan yang tak beranjak dari kasur empuk itu.

“jangan berpura-pura” jawab L dengan mata yang berkilat marah. Ia mendekati gadis itu yang tak bergeming dari tempatnya. Memposisikan badannya yang berhasil menindih badan Suzy. Kemudian mendekatkan wajahnya ke leher jenjang gadis itu. Menghirup oksigen dalam beberapa detik kemudian melutnya mendekati telinga gadis itu.

“akhirnya aku menemukanmu” bisik L dengan suara yang sangat pelan. Jantung gadis itu berdetak dengan sangat kencang untuk pertama kalinya. Kini Suzy sangat berharap jantungnya berhenti berdetak untuk saat ini saja.

“Jangan berani kabur dariku, atau kau akan ku jadikan tawanan untuk menemaniku,” ucap pria bermarga Kim itu terputus.

“Seumur hidup” bisiknya.

To be continue

PS: Jangan ngambek kucing kalo yang nolong Suzy malahan pendatang baru ‘-‘)/ gimana ceritanya? Menguras hati dan pikiran? Ampun dah~ Follow twitterku: @farvidkar kalau mau ngambek silahkan penuhi mentionku nanti aku ladeni deh

48 responses to “[CHAPTER – PART 3] Beautiful Liar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s