[CHAPTER] I Love You My WEIRD BOY!!! (Chap 2)

image

Tittle: I Love My WEIRD BOY!!!
Author:@MerlinChrysilla
Cast:
*Park Jiyeon
*Im Siwan ZE:A
Genre: Romantic, School life, So Sweet
Rating: PG-15
Length: Chaptered

Jjeng jjeng, part 2 nya udh muncul nih.. Sesuai pesenan/? Disini mulai dimunculin partnya Siwan sama Jiyeon hehe dan maaf kalo ceritanya pendek pendek, soalnya Merlin seneng bikin penasaran/? :3 Semoga suka yah^^ *bow

Author POV

Hari ini merupakan hari minggu, Jiyeon dan Siwan sedang duduk di kursi taman belakang rumah mereka. Saling menautkan jari jari mereka dengan kepala Jiyeon yang bersandar pada bahu Siwan dan sebelah tangan Siwan melingkar di leher Jiyeon. Begitu romantis bukan? Seorang gadis cantik dan bersanding dengan seorang pria tampan, sungguh sangat serasi.  

Ya, jika sedang di rumah penampilan Siwan memang sangat tampan! Berbeda 360 derajat dengan penampilan culunnya saat ia sedang berada di sekolah atau diluar rumah. Di luar rumah dan di sekolah, wajah tampan Siwan harus tertutupi oleh kacamata berbingkai tebal dan kawat gigi mainan. Rambutnya di belah pada bagian tengah dan sengaja dioleskan banyak gel rambut yang membuatnya terlihat lepek. Seragam yang rapih serta buku tebal yang selalu ia tenteng kemanapun memberi kesan kutu buku dan culun kepadanya. Namun penampilan seperti itu tak pernah Jiyeon pusingkan, mungkin itu privasi Siwan, menurutnya. Karena yang terpenting adalah mereka yang saling mencintai satu sama lain.

“Oppa, kau tahu kemarin Kim seok Jin dari kelas 2-D menyatakan perasaannya padaku” ucap Jiyeon mencoba membelah keheningan yang tercipta diantara dirinya dan Siwan suaminya itu.

“eoh? Lalu apa jawabanmu?” tanya Siwan lalu menolehkan pandangannya kearah Jiyeon. Menatap mata Jiyeon tepat di manik mata istri tercintanya itu.

“tentu saja aku menolaknya! Aku kan sudah memilikimu, untuk apa aku menerimanya? Tapi kuakui Jin itu laki laki yang sangaaatt tampan!” Jiyeon menunjukkan ekspresi tersipunya yang membuat Siwan kesal melihatnya.

“tampan eoh? Apa aku tidak cukup tampan untukmu Ji?”

“A-aniyeo!! Maksudku Kim seokJin memang tampan, tapi ketampanannya itu tidak dapat meluluhkan hatiku. Karena hati ini sudah dimiliki oleh pria tampan yang ada dihadapanku saat ini hihi”   Mendengar setiap kata yang terlontar mulus dari bibir istrinya, Siwan lalu melengkungkan bibirnya keatas, membentuk sebuah senyuman yang mungkin hampir tak pernah ia tunjukkan pada orang lain selain Jiyeon.

“apa kau sedang menggombaliku nyonya Im? Eumm?” Siwan mengelus sayang kepala Jiyeon, membuat sang empunya terkekeh pelan. Wajahnya yang putih mulus tanpa cacat, kini dihiasi semburat merah muda menghiasi pipi chubbynya.

“siapa yang menggombal? Apa yang kukatakan tadi itu kenyataan! Ish oppa tak percaya padaku eoh?” Jiyeon mengerucutkan bibirnya, dan menggembungkan kedua pipinya pertanda ia sedang kesal karena Siwan menganggap kata kata tulusnya tadi hanya sebuah gombalan saja.

CHUP!!

“aku percaya padamu Ji, aku tahu jika hatimu ini memang hanya milikku! Milik Im Siwan! Dan hati ku juga hanya milik Park Jiyeon. Gadis cantik yang telah resmi menjadi istriku ini” Jiyeon tersipu mendengar ungkapan manis dari mulut suaminya. Tak dapat dipungkiri jika saat ini, perasaan Jiyeon benar benar senang. Bagaikan beribu ribu kupu kupu berterbangan di perutnya.

“kau membuatku malu oppa” tutur Jiyeon sambil memukul pelan dada Siwan, namun dengan cekatan, Siwan menahan tangan Jiyeon lalu menggenggamnya erat.

“untuk apa kau malu? Apa karena ucapanku tadi? Aigoo istriku.. Kau harus membiasakan mendengar kata kata seperti tadi, karena dapat kupastikan jika aku akan sering mengatakannya tepat di telingamu, dan disaat yang tidak terduga” ucap Siwan menatap mata Jiyeon lagi lalu menunjukkan smirknya pada Jiyeon.

“aish oppa arraseo.. Sepertinya aku harus selalu mempersiapkan hati dan jantungku agar tidak melompat keluar karena mendengar kata katamu yang seperti tadi hhahaha ah iya oppa, apa boleh aki bertanya?” ekspresi Jiyeon mendadak berubah menjadi serius.

“bertanya? Bertanya apa? Tanyakan saja Ji, jika aku tahu pasti aku jawab” ucap Siwan sambil mengelus pipi Jiyeon penuh sayang.   “kenapa di sekolah kemarin kau hanya menatapku sekilas? Apakah bukumu itu lebih menarik dibanding aku?”

“hahahaha memang! Buku itu memang lebih menarik dibandingkan dirimu. Karena dibuku itu aku selipkan foto pernikahan kita”

“eoh? Jadi selama ini yang kau lihat itu bukan bukunya? Melainkan foto kita berdua?”

“yap” jawab Siwan singkat namun sukses membuat senyuman Jiyeon muncul menghiasi wajah cantiknya.

“oh arraseo.. Aku mencintaimu oppa” Jiyeon menghambur ke pelukan Siwan.

“nado Ji-ah” balas Jiyeon mendekap tubuh ramping Jiyeon dipelukannya.

Ting.. Tong.. !!

Suara bel tiba tiba berbunyi menghancurkan momment romantis mereka di pagi yang cerah ini.

“biar aku yang membukanya” tawar Siwan lalu dibalas dengan anggukan dari Jiyeon.

***

CKLEK!!

“SURPRISE!!!” Teriak 2 orang perempuan serempak tepat bersama Siwan yang membuka pintu rumahnya.

Seketika itu juga mata siwan membulat sempurna, jatungnya seakan memberontak untuk keluar dari tubuhnya saat itu juga. Ini bukan karena dia sedang jatuh cinta ataupun terlampau bahagia seperti mendapatkan hadiah mobil. Namun dia sedang kaget sekaligus bingung dengan apa yang dilihatnya saat ini. Karena tepat dihadapannya saat ini sedang berdiri 2 orang perempuan yang ia ketahui sebagai sahabat dari Jiyeon istrinya.

“eh? Anda siapa? Bukankah ini tempat tinggal Park Jiyeon? Atau kami salah rumah?” tanya seorang dari kedua gadis tadi yang berkulit agak gelap.

“tidak mungkin Luna-ah! Jelas ini alamat yang sesuai dengan alamat yang ahjumma Park tulis disini. Lihat! Benarkan?” jawab gadis satunya sambil menunjuk kertas yang dipegang temannya dan papan alamat rumah Jiyeon dan Siwan bergantian.

“eoh tidak, tidak salah.. Ini memang rumah dari Park Jiyeon” Siwan tersenyum untuk menghilangkan kegugupan yang menderanya saat ini. Bagaimana tidak, Siwan takut jika kedua gadis di depannya ini dapat mengenalinya. Walaupun sekarang penampilan siwan sangat jauh berbeda, namun tak dapat dipungkiri jika rasa takut itu tetap ada.

Siwan POV

“eoh tidak, tidak salah.. Ini memang rumah dari Park Jiyeon. Masuklah, Jiyeon ada di dalam” ucapku mempersilahkan mereka masuk sambil memasang senyumku yang kuketahui pasti sangat aneh sekarang. Kedua gadis itu terdiam sejenak sambil menatapku tanpa berkedip.

‘apa yang salah denganku? Apa mereka mengenaliku?’ batinku bertanya tanya.

“silahkan masuk”  ucapku lagi dan sukses membuat mereka berhenti menatapku.

“eoh? Baiklah terima kasih” balas gadis yang kuketahui namanya Jieun dari Jiyeon.

Jiyeon POV

‘kenapa Siwan oppa lama sekali membuka pintunya? Apakah itu eomma yang datang?’ kulangkahkan kakiku masuk kedalam rumah. Kuputuskan untuk menyusul Siwan ke pintu masuk rumah kami.
‘mereka? Kenapa mereka bisa kemari? Aish!!’

“untuk apa kalian kemari? Dan siapa yang memberitahu kalian alamat rumah ini?” ucapku keras saat melihat kedua sahabatku yaitu Jieun dan Luna sedang ada di ruang tamu rumahku yang sedang terbengong menatap bingkai foto yang tergantung manis di didinding. Foto pernikahanku dengan Siwan.

Sedetik setelah aku bertanya seperti itu, akhirnya mereka berduapun mengalihkan pandangan mereka kearahku. Tapi apa ini? Tatapan mereka terkesan errr… Menakutkan :(

“Yak Park Jiyeon! Kau..”

“tenanglah Luna-ah. Kita sedang bertamu sekarang, dan ruangan ini ada orang lain selain kita bertiga” potong Jieun sambil memberi kode kepada Luna agar diam. Siwan yang sedari tadi masih berdiri mematung di ambang pintu saat mendengar kata kata Jieun tadi lalu dengan cepat masuk ke kamar tidur kami.

“Nah Park Jiyeon, apa ada yang ingin kau ceritakan pada kami berdua eumm?” Jieun tersenyum manis ke arahku, namun saat ini senyuman manis itu membuat bulu kudukku meremang.

‘huaaahh eottokae? :'(‘

***

Auhor POV

Ketiga gadis itu kini telah duduk di sofa ruang tamu sambil ditemani oleh berbagai camilan yang memang Jiyeon persiapkan untuk tamu tamu yang datang kerumahnya.

“maafkan aku Jieun-ah, Luna-ah. Bukan maksudku untuk menyembunyikan perihal penikahanku dengan Siwan oppa, karena penikahan ini pun mendadak dan belum siap kami beritahukan kepada orang orang termasuk kalian. Mianhae uri chingu-ya”

“oh jadi nama suami mu itu Siwan? Ck tega sekali kau Ji-ah. Menikah dengan lelaki setampan dia tapi tidak memberitahukannya kepada kami. Pantas saja tempo hari saat Jin dari kelas sebelah menyatakan cinta padamu kau menolaknya. Ternyata alasanmu adalah karena kau sudah menikah dengan lelaki yang lebih tampan darinya? Iyakan Luna?” tanya Jieun meminta persetujuan dari Luna.

“eoh apa? Siapa siapa nama laki laki tadi? Siwan yah? Begitu tampan! Kau sangat pintar memilih suami Ji-ah. Senyumannya bagai seorang malaikat yang turun dari kahyangan ke bumi. Jika kau sudah bosan kau bisa memberikannya padaku Ji” Luna berimajinasi sambil membayangkan senyum Siwan tadi. Melihat prilaku Luna yang seperti itu, mau tak mau membuat Jiyeon naik pitam/?.

“yak Park Luna! Ingat dia sudah memiliki istri! Dan istrinya itu ada dihadapanmu! Istri dari laki laki tampan itu AKU!! Dasar bodoh! Berhenti berimajinasi tentang suamiku!” teriak Jiyeon tepat di telinga Luna, membuat sang empunya terlonjak kaget dan dengan ptomatis mengakhiri kegiatan berimajinasinya.

“aish Ji-ah, ya aku tahu!! mana mungkin aku lupa jika Siwan itu suami mu? Bukan kah baru saja kau katakan tadi? Aku kan belum pikun! jadi jangan sekali kali lagi kau berteriak dengan suara kencang seperti tadi di telingaku oke? Kau membuatku terkena anemia! Apa Siwan tidak menyesal menikah dengan gadis dinosaurus pabo sepertimu?” Gerutu luna sambil mengelus elus daun telinganya.

“Dasar gadis bodoh! Mana mungkin kau terserang penyakit anemia hanya karena teriakan dariku?” balas Jiyeon masih dengan berteriak di telinga Luna.

“ADA!! Buktinya aku! Aku terkena penyakit Insomnia karena ulahmu yang berteriak di telingaku terlalu keras! Aahh sepertinya waktu hidupku tidak akan lama lagi😦 Park Jiyeon, jika sekali lagi kau berteriak di telingaku, aku akan mati lalu arwahku akan menghantuimu setiap saat kau mengerti?!!” teriak Luna kini tak kalah nyaring dengan Jiyeon.

“tadi anemia, sekarang insomnia, nanti apa lagi? Bisul? Kapalan? Dasar bodoh! Kalau kau mati tinggal ku kubur, mudah bukan? Dan jika kau menghantuiku, akan kuikat arwahmu itu di pohon tomat dibelakang sekolah kita. Kau mau?” Jiyeon memberi ancaman pada Luna sambil tersenyum penuh kemenangan.

“aish! Kau jahat sekali Ji😦 yasudah aku tak akan jadi mati, aku akan menangis saja! HUAAAAA!!!” Jerit Luna sambil berguling guling di lantai. Suara tangisan Luna kini semakin keras dan menggema ke seluruh pelosok ruangan rumah Jiyeon. Membuat Jieun dan Jiyeon dengan sigap menutup kedua telinga mereka.

“YAK PARK LUNA!! BERHENTI MENANGIS!! kalian itu!! APA PERLU TELINGA KALIAN KUJEWER AGAR KALIAN AKUR?!! BERHENTILAH BERDEBAT! AKU PUSING MENDENGAR PERDEBATAN KONYOL KALIAN!!” teriak Jieun frustasi. Sedangkan dua gadis yang dibentak tadi kini bagai menjadi anak anjing yang penurut.

“maafkan kami” ucap Jiyeon dan Luna bersamaan sedetik setelah Luna menghentikan tangisannya.

“sudahlah, kalian para gadis, berbicaralah dengan tenang. Disini aku akan membantu untuk menjelaskan perihal pernikahanku dan Jiyeon pada kalian” Siwan muncul tiba tiba demi untuk menengahi perdebatan konyol antara ketiga sahabat ini.

-skip-

Akhirnya Jiyeon dengan Rinci menjabarkan semua rahasianya pada Jieun dan Luna. Mulai dari perjodohan konyolnya, pernikahan nya dengan Siwan yang sudah lebih dari 6 bulan, dan yang terakhir tentang penampilan Siwan yang sangat bertolak belakang saat dirumah dan disekolah.

Awalnya Jieun dan Luna tidak mempercayai apa yang Jiyeon katakan, namun dibantu dengan penjelasan dari Siwan, mereka berdua akhirnya dapat mengerti dan menerima. Dan mereka sempat juga tidak menyangka bahwa Im siwan si kutu buku aneh di kelas mereka, ternyata memiliki wajah yang sangat tampan. Namun lagi lagi mereka harus menerima nya dengan lapang dada, karena bagaimanapun itu merupakan privasi mereka. Bukan hal yang dapat mereka campuri lebih dalam lagi.

Disisi lain seorang gadis telah memperlihatkan raut kekecewaannya karena merasa patah hati setelah mendengar cerita dari Jiyeon dan Siwan tadi.
Hanya sekejap, lalu raut kekecewaan itu berubah kembali menjadi senyuman. Senyuman yang terlihat dibuat seceria mungkin.

-TBC-

gimanaaa? Maaf disini kebersamaan Jiyeon dan Siwan masih sedikit. Tunggu kelanjutannya aja yah hehe.. Jangan lupa comment juga yah Readers :*

62 responses to “[CHAPTER] I Love You My WEIRD BOY!!! (Chap 2)

  1. woah keknya jieun nih yg patah hati:/ oh my… plis kok couple ini cocwit aneud sih bikin envy……

  2. aigoo so sweet bggt sih siwan dan jiyeon aku jadi iri deh,, hehe
    wah trnyata pernikahan mereka berdua cepet bbgt yya ketahuannya sma chingu’y jiyeon,, untung mereka berdua bisa mengerti,,
    dan aku msh penasaran kira” siapa yya yeoja yg kecewa, apa yeoja itu jieun klo engga luna,,??
    lanjut baca nee,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s