[Chapter] Daughters of Poseidon Final Story

nyimasRDA - daughter of poseidon final

Daughters of Poseidon – Final Story

Author: nyimasRDA

Rating: G

Genre: fantasi

Length: chapter

Cast:

Park Jiyeon – Cherise

Kim Myungsoo – Arion

Kim Hyuna – Chaera

Cho Kyuhyun – Demon

Lee Jieun – Adara

Other

Note: FF ini real hasil pemikiranku. Don’t be a silent readers and don’t bashing! Maaf untuk persamaan karakter atau cerita, sungguh itu tidak disengaja. FF ini terlahir karena ketertarikan ku dengan Mitologi Yunani juga novel Percy Jackson.

-oOo-

Poseidon? Penguasa lautan? Tiga diantara dewa tertua? Apa kau fikir mereka ada? Jangan bodoh! – Park Jiyeon.

Seharusnya aku tidak pernah terlahir ke dunia ini. Aku sungguh ingin mati, sungguh! – Kim Hyuna.

-oOo-

 

Jiyeon, Jieun juga Kyuhyun menaiki Hippocampus, menembus dinginnya angin malam, menuju daratan pulau batu, tempat Hyuna juga Amfitrit serta pengikutnya berada. Jiyeon duduk di paling depan, ia menepuk-nepuk beberapa kali leher Hippocampus kalau gelombang datang menerjang mereka.

“Anak pintar.”puji Jiyeon pada Hippocampus, membuat monster laut itu mengeluarkan suara lenguhan besarnya.

Saat sang fajar terlihat akan menampakan sinarnya, ketiga anak dewa ini menapaki dataran pulau batu.

“Terimakasih sudah memberikan tumpangan kepada kami. Kau boleh pergi”ujar Jiyeon sambil mengelus wajah Hippocampus.

“Ngung..”jawab Hippocampus.

“Tak apa, semua akan baik-baik saja. Kau bisa kembali pada kawananmu dan bersiap untuk hal buruk.”

Hippocampus memandang Jiyeon sedih namun ia tetap menjalankan apa yang diperintahkan oleh anak majikannya itu.

“Seonsaengnim, mulai dari sini kita berpisah. Anda bisa mencari Hyuna Eonnie dan membujuknya untuk tidak bergabung dengan Amfitrit.”ujar Jiyeon.

“Umm. Kau dan Jieun berhati-hatilah.”ujar Kyuhyun lalu menghilang bersama jubah ajain permberian Apollo.

Jiyeon juga Jieun berjalan beringan menuju sebuah gedung usang di tengah pulau berbatu, istana para Siren. Dengan hati-hati kedua gadis itu melangkah mendekati gedung tersebut.

“Putri-putri Poseidon dan Aphrodite, sedang apa kalian disini?!”bentak makhluk berjubah yang merupakan Ker.

“Kami.. kami ingin bertemu dengan Lord Amfitrit. Kami membawa pesan dari Raja Agung Zeus. Bawa kami untuk bertemu dengannya.”jawab Jiyeon.

“Jangan dengarkan dia! Lord Amfitrit akan senang jika kita bisa menghabisi putri Poseidon ditambah dengan putri Aphrodite.”ujar Ker yang lain.

“Jika kalian menyentuk kami barang sedikit saja, kami pastikan tubuh kalian akan hancur berkeping-keping. Hades tidak akan membiarkan keponakannya disakiti siapapun, apalagi jika mengingat dosa yang kalian perbuat padanya.”gertak Jieun.

Kedua Ker penjaga pintu masuk itu saling berbisik, menimbang apa yang harus mereka lakukan. Mendengar apa yang Jieun katakan, mereka sedikit merasakan takut jika Hades benar akan menghancurkan tubuh mereka.

Swing!

“Ada apa ini?”tanya satu Siren yang mendekat ke arah mereka. “Anak Poseidon dan Aphrodite! Bagaimana bisa mereka sampai di pulau ini?!”

“Mereka meminta untuk diantar menemui Lord Amfitrit.”jawab satu Ker yang berdiri dekat Siren.

“Menemui Lord Amfitrit? Apa yang kalian inginkan?”

“Urusan kami dengan tuan mu, jadi cepat antarkan kami atau kami akan membuat kekacauan. Kau lihat, aku bisa menebas lehermu dengan belati ini.”Jiyeon menujukkan belati yang ia simpan di pinggangnya.

Melihat belati dengan lambang trisula disabuknya membuat Siren mengurungkan niatnya untuk mencabik-cabik daging Jieun juga Jiyeon, terlebih iris matanya menangkap terompet Apollo yang dapat memanggil bantuan apa saja jika ditiupkan. Bagaimanapun mereka tak mempunyai kekuatan untuk melawan dewa-dewa Olympus.

“Antar mereka menemui Lord Amfitrit, Lord pasti senang bertemu dengan satu lagi anak tirinya.”tawa sinis Siren terdengar dan detik berikutnya ia menghilang.

Dua Ker yang bertemu dengan Jiyeon juga Jieun menuntun langkah kedua gadis itu, satu Ker berada di depan dan satu lagi berada dibelakang, bersiap dengan senjata berbentuk bulan sabit di tangan mereka. Jieun meremas pelan tangan Jiyeon sementara gadis berambut panjang yang diikat kuda itu sebisa mungkin berusaha terlihat tenang, meski dalam hatinya ia merasa ketakutan yang luar biasa.

“Cherise, anakku, jangan takut, tenangkan dirimu. Kami semua menaruh harapan padamu juga Jieun.”Jiyeon mendengar lirih suara Poseidon kala angin laut berhembus membelai kulit putihnya.

“Tenanglah, Appa. Aku akan membawa Hyuna Eonnie, aku akan menyelamatkannya.”bisik Jiyeon.

-oOo-

 

Kyuhyun berlari sambil terus memegangi jubah ajaib milik Apollo, ia tak membiarkan satu hembusanpun menyingkap persembunyiannya. Tangan kanannya memegang sebuah pisau kecil pemberian Hades, pisau yang sudah diberikan mantra untuk dapat memusnahkan Ker. Iris coklat Kyuhyun menangkap bayangan sosok yang sudah lama menjadi budak Hades, Ayahnya. Tak ingin membuat keributan dengan menebas Ker meski itu sangat ia inginkan, Kyuhyun lebih memilih berjalan perlahan, mengikuti langkah makhluk berjubah hitam itu.

“Ku dengar anak Poseidon juga anak Aphrodite datang.”ujar satu Ker yang tiba-tiba datang dari arah belakang Kyuhyun, namja tampan itu sampai harus menyingkirkan dirinya agar tak bersentuhan dengan Ker.

“Hmm, ingin menemui Lord Amfitrit, menyerahkan nyawanya kurasa.”jawab Ker yang sejak tadi diikuti Kyuhyun.

Kyuhyun sungguh geram mendengar apa yang dikatakan makhluk menjijikan di depannya itu. Rasa amarahnya membuncah, bagaimana bisa mereka mengatakan hal sejahat itu terhadap makhluk yang jelas mempunyai kedudukan yang jauh diatas mereka, para anak dewa. Terlebih lagi salah satu diantaranya adalah anak dewa tertua, Poseidon.

Baru saja Kyuhyun hendak mengeluarkan pisaunya, sebuah suara yag sangat ia kenali menyapa indra pendengarannya, suara pria yang menculiknya dari tangan Sandara, suara pria yang mengajarkan untuk berperang dan menghabisi lawan-lawannya tanpa ampun, suara Hades si dewa dunia bawah.

“Anak bodoh! Apa yang ingin kau lakukan, eoh? Tinggalkan mereka, cepat cari Chaera, kau tak punya banyak waktu.”

“Arraseo! Kenapa kau selalu menggangguku, sih.”rutuk Kyuhyun dalam hatinya.

Kyuhyun kembali melakukan pencariannya, ia dapat merasakan sosok Hyuna di ujung lorong tempatnya berlari saat ini, namun aura berbeda menusuk ulu hatinya, aura kebencian dan Kyuhyun tahu ada sesuatu yang tidak beres terjadi pada wanita itu, putri poseidon, gadis yang ia cintai.

-oOo-

 

Ke duabelas dewa-dewi ditambah Persephone, istri Hades sedang duduk di ruang sidang, tempat mereka selalu melakukan pertemuan. Seluruh dewa-dewi anak kronos juga mereka-mereka yang diberikan anugrah oleh dewa merasakan ketegangan yang luar biasa. Mereka menunggu kabar baik dari Jiyeon, berharap tak mendengar punyi terompet Apollo.

“Apa mereka sudah sampai? Aku sungguh mengkhawatirkan mereka.”cemas Aphrodite.

Hippocampus yang membawa Cherise juga Adara sudah menurunkan mereka satu jam lalu, Cherise meminta Hippocampus untuk meninggalkan mereka.”jelas Poseidon.

“Sekarang masa yang paling kritis, semoga mereka bisa membujuk Amfitrit.”

“Aku juga mengharapkan hal yang sama, Hera.”ujar Artemis.

“Dimana Hades?”tanya Zeus yang sejak tadi tak melihat kakaknya itu.

“Menyiapkan sesuatu yang menarik, mungkin, kau tahu sendiri bagaimana sifat Hades, dia pasti sedang mencari siapa-siapa lagi yang siap berperang.”jelas Ares.

“Jadi, apa semua pasukan sudah siap?”tanya Demeter.

“Tentu sudah, kita tinggal menunggu apa yang harus terjadi setelahnya.”jawab Athena.

-oOo-

“Hey kau, anak Apollo, sudah siap bertarung?”tanya Hades yang menyelusup ke dalam pasukan yang berada disisi Myungsoo.

“Lord Hades!”kejut Myungsoo yang melihat pamannya itu tengah tersenyum memamerkan deretan giginya yang sungguh rapih.

“Tidak perlu terkejut begitu. jadi, bagaimana? Sudah siap?”

“Apapun kemungkinannya, aku harus siap. But, I hope we don’t have to fight.”

“Aku tak yakin itu bisa terjadi, Amfitrit mempunyai dendam yang mendalam pada Poseidon.”sesal Hades.

-oOo-

 

Park Jiyeon pov

Aku tidak pernah membayangkan bahwa aku harus melalui ini semua. Mengetahui kenyataan bahwa Ayahku adalah salah satu dewa saja aku sudah hampir gila, bahkan sekarang aku sedang dalam perjalanan untuk menemui Ibu tiriku. Bukan, aku bukannya ingin bersilahturahmi dengannya, aku justru ingin melakukan negosiasi, berharap ia akan mengurungkan niatnya untuk berperang atau sekedar menyelamatkan Kakak tiriku dari cengkaraman Lord Amfitrit. Sudah sejak malam hingga matahari terbit aku mengarungi samudera bersama dengan Jieun, putri Aphrodite dan Kyuhyun Seonsaengnim yang bersembunyi dibalik jubah Apollo, kini aku dan Jieun tengah berjalan bersama, dihimpit dua Ker yang berkhianat pada Lord Hades.

Mungkin aku gila karena dengan rela mengorbankan diriku untuk masuk kedalam sarang musuh yang dipenuhi ribuan makhluk kegelapan, rumah Siren yang tentu bisa mencabik-cabik tubuhku kapanku mereka mau, tapi, aku harus menjalani takdirku, aku harus berani menghadapi kenyataan bahwa aku memang harus melakukan semua ini, aku harus menyelamatkan Hyuna Eonnie, aku harus melindungi dunia, melindungi Ibu ku. Jieun merapatkan tubuhnya padaku, menggenggam erat jemari tanganku, aku tahu ia ketakutan, aku juga merasakan yang sama, keunde kami tetap harus berjalan, menjemput takdir yang memang seharusnya kami jalani.

Ker yang berjalan di depan kami menghentikan langkahnya, ia membisikkan sesuatu pada Ker lain yang berdiri membelakangi sebuah pintu usang namun terlihat megah, aku merasakan bulu kudukku kembali berdiri saat Ker yang berdiri di depan pintu itu menyingkir sedikit kemudian membuka pintu usang yang menjulang tinggi itu. Seringai licik dapat ku lihat menghiasi wajah para Ker meski wajahnya tertutupi tudung kepala hingga mencapai setengah wajahnya. Para Siren juga Harpy memandang kedatangan kami dengan sinis. Teriakan yang terdengar begitu bising membuat telingaku begitu sakit, aku sungguh ingin berlari dari sini. Aku bisa melihat tiga orang nenek tua dengan satu bola mata yang mereka pegang sedang menatapku, menatap sinis seolah aku adalah hal paling menjijikan yang pernah mereka lihat padahal sungguh, aku justru lebih ngeri melihat bola mata yang berputar-putar ditelapak tangan salah satu nenek itu.

“Bukankah itu Graeae?”lirih Jieun yang masih bisa ku dengar. “Menyeramkan sekali.”bisiknya lagi.

Aku tak menjawab apa yang Jieun katakan, bukannya mau bertingkah tidak sopan, namun pada saat seperti ini, aku sungguh tak berselera untuk membalas apa yang dikatakan sahabatku itu. Aku sungguh tidak bernafsu untuk mengobrol apa lagi harus berbasa-basi untuk menyapa mereka yang ada di ruangan itu.

Suara cekikikan mengerikan keluar dari mulut para Harpy yang terus membisikkan kata-kata kasar. Aku melihat makhluk tinggi bermata satu serta tubuh yang sedikit berwarna kehijauan. Bukankah itu Cyclop? Apa ada kawanan Cyclop yang berkhianat, atau mereka adalah bangsa Cyclop yang tinggal jauh di dalam hutan? Oh Tuhan, jangan tambah lagi pengikut mereka, ku mohon.

Deg!

Tubuhku merasakan sebuah makhluk tembus pandang yang melewatiku dan Jieun begitu saja, tak hanya satu, melainkan puluhan, ah tidak, aku yakin jumlah mereka ratusan. Makhluk-makhluk ini, bukankah mereka Roh? Aku pernah melihat wujud mereka ketika mendatangi kediaman Hades beberapa waktu lalu, aku, Kyuhyun Seonsaengnim, Myungsoo juga Jieun berada satu perahu dengan beberapa bagian dari mereka.

“Beberapa Ker memberontak dan menghancurkan sebagian kecil dunia bawah, mereka juga mencabut nyawa orang-orang yang belum seharusnya mati dan membawa jiwa mereka pergi.”

Aku kembali teringat dengan penjelasan nyonya Erinyes beberapa waktu lalu, mungkinkah, mungkinkah mereka ini adalah manusia yang nyawanya diambil dan jiwanya dibawa pergi? Jadi para Ker membentuk sekutu dengan para Roh? Yang benar saja! Tak hanya itu, aku juga melihat beberapa ular besar yang menggeliat di sisi singgahsana juga naga dengan kulit hitam pekat yang duduk dibelakangnya, wajah naga itu menghadap kearahku juga Jieun, memandang kami dengan mata kuning menyeramkan. Oh, aku sungguh ingin lari!

“Apa yang membawa anak dewa ke tempat seperti ini.”ujar makhluk kecil bertopi merah dengan wajah sadis serta gigi tajam menyeruak dibibirnya.

Red Caps (peri rumah yang jahat dan kejam, suka membunuh anak-anak kecil), bukankah itu Red Caps?”tanya Jieun padaku, aku hanya menganggukan kepala pelan, menjawab pertanyaan Jieun.

“Kami ingin bertemu dengan Lord Amfitrit, ada yang ingin kami bicarakan dengan-Nya.”jawabku akhirnya.

Kening Red Caps berkerut sebentar, aku yakin mereka heran dengan kedatangan kami, apalagi kami tak membawa pasukan, tak terlihat sedang mempersiapkan penyerangan pada sarang mereka.

“Ingin menyerahkan nyawa?”suara seorang wanita terdengar dari sisi kolam dekat singgahsana Lord Amfitrit, wajahnya sungguh menyeramkan, berwarna hijau dengan suara melengking.

“Makhluk apa ini. Aku belum pernah melihatnya.”lirihku pelan, Jieun mengikuti arah pandangku kemudian membisikkan kembali jenis makhluk yang kini tengah menyisir rambut-rambut gimbalnya.

Kappa, sejenis putri duyung, tapi sungguh, wajahnya sangat menyeramkan. Aku pernah membaca tentang dirinya disalah satu buku, bagaimana bisa mereka sampai ditempat ini.”lirih Jieun.

Aku mengangguk mengerti setelah mendengar seluruh penjelasan yang Jieun berikan kemudian kembali memandang wajah makhluk bernama Kappa itu.

“Kami ingin bernegosiasi.”ujarku akhirnya, tepat saat itu Lord Amfitrit membalikkan tubuhnya, menatap kami intens dari balik singgahsananya.

Park Jiyeon pov end

 

“Apa yang membawa dua anak setengah dewa ini menemui tuan kami?”tanya Dark Elves yang kini mengitari Jieun juga Jiyeon.

Jieun dan Jiyeon saling mendekatkan tubuh, menggenggam tangan masing-masing seolah memberi kekuatan pada diri mereka sendiri. Tanpa mereka sadari kini para Dark Elves, Red Caps, serta Ogre (raksasa jahat penunggu gua) mengerubungi mereka, mendesak keduanya sampai berlutut di hadapan Amfitrit.

“Wah, sungguh sebuah kejutan kerajaanku dikunjungi oleh dua anak dewa, putri dari dewi penggoda Aphrodite juga si penyelamat dunia, anak tiriku, Cherise.”ujar Amfitrit membuka suara, membuat para pengikutnya terdiam seketika.

Jiyeon juga Jieun tak berani menatap wajah Amfitrit yang sesungguhnya sangat cantik. Ia mempunyai mata indah yang berwarna biru juga rambut kecoklatan. Tak akan ada yang menyangka jika dewi laut yang sangat cantik itu bisa merencanakan pemberontakan luar biasa, membuat para Ker mengkhianati tuannya.

“Kami ingin melakukan penawaran.”jawab Jiyeon lantang dengan tangan kanan yang memegang belatinya, bersiap jika terjadi penyerangan dan Jieun yang sudah menggenggam terompet pemberian Apollo.

-oOo-

 

Kyuhyun sampai di depan ruangan, ruangan yang ia curigai menjadi tempat Amfitrit menyekap Hyuna. Ruangan dengan pintu usang yang tampak sudah reot berdiri kokoh dihadapan Kyuhyun. Samar Kyuhyun mendengar suara rintihan.

“Yang mulia Demon..”panggil Ker kecil yang berdiri di samping Kyuhyun.

Kyuhyun terlonjak kaget, ia kembali memperhatikan dirinya, terlihat bingung dengan apa yang ia dengar.

“Anda Yang mulia Demon, bukan?”ujar Ker kecil itu lagi.

“Kau bisa melihatku?”tanya Kyuhyun sambil mengernyitkan keningnya.

“Tentu aku bisa melihatmu.”

Kyuhyun lantas menarik Ker muda itu menjauh dari sana, mendekap mulutnya agar tak mengeluarkan suara.

“Bagaimana bisa kau melihatku?”tanya Kyuhyun akhirnya.

“Entahlah.”jawab Ker itu mengangkat kedua bahunya. “Aku melihatmu sejak tadi.”

“Kau, apa yang kau lakukan disini?”

“Aku dipaksa para Ker dewasa untuk mengikuti kemauan nyonya Amfitrit, menjaga pintu tempat Lady Chaera di sekap. Sungguh, aku sungguh tidak ingin melakukan itu, aku telah mengkhianati Lord Hades, pemimpinku yang sesungguhnya, tuanku yang seharusnya aku junjung kehormatannya.”ujar Ker kecil sambil menundukkan kepalanya.

Kyuhyun berjongkok di depan Ker kecil, menatap wajahnya yang berwarna hitam dengan senjata bulan sabit ditangan kirinya.

“Sungguh Yang Mulia Demon, aku tak bermaksud untuk mengkhianati Lord Hades.”

Kyuhyun tersenyum, ia memiliki rencana dadakan, rencana yang biasa saja membawanya menemui Hyuna.

Ker, kau tahu kenapa aku kesini?”Ker kecil menggelengkan kepalanya. “Aku diminta Hades untuk mendata para Ker yang berkhianat, aku dititahkan untuk menghancurkan para Ker yang membelok dari perintah Hades.”

Wajah Ker kecil tiba-tiba menunjukkan ketakutan yang luar biasa, Kyuhyun sampai harus menahan dirinya untuk tidak tertawa saat memandang Ker kecil yang terlihat ingin menangis.

“Aku bisa saja membebaskanmu dari daftar para Ker yang berkhianat.”

“Benarkah? Apa kau bisa mengatakan pada Lord Hades bahwa aku dipaksa? Ku mohon Yang Mulia, aku sungguh tidak menginginkan hal ini.”

Kyuhyun tersenyum, ia mengangkat tangan kanannya kemudian menganbil senjata khas Ker, menyimpannya di balik jubah ajaib Apollo.

“Hmm, bagaimana ya..”

“Ku mohon Yang Mulia, aku akan melakukan apapun asal kau mau membebaskanku.”

“Sungguh?”Ker kecil mengangguk cepat.“Kena kau..”kekeh Kyuhyun dalam hatinya.

“Hmm, baiklah, aku akan katakan pada Hades untuk tidak menghancurkan tubuhmu. Asal kau mau menuruti perintahku.”

“Apa yang harus aku lakukan?”

“Bawa aku menemui Lady Chaera..”

-oOo-

 

“Jadi, apa yang hendak kalian tawarkan untuk bernegosiasi denganku?”tanya Amfitrit dengan seringai luar biasa menyebalkan.

“Raja Agung, Zeus memerintahkan kepada anda untuk menghentikan peperangan.”ujar Jiyeon yang disambut riuh teriakan pengikut Amfitrit.

“Bercanda, berani sekali dia memerintahku. Apa dia fikir karena dia Raja dewa dia bisa menyuruhku seenaknya?”bentak Amfitrit sarkartis. “Lagipula apa untungnya untukku membatalkan peperangan?”

“Ketiga belas dewa sedang merasa murka yang luar biasa pada anda, begitu juga Poseidon.”

“Poseidon? Suamiku? Kenapa ia harus murka padaku? Setelah yang ia lakukan? Apa tidak seharusnya aku yang murka dengan semua sikapnya. Cherise, apa kau tidak tahu apa yang ia lakukan padaku?”tanya Amfitrit berusaha mempengaruhi fikiran Jiyeon.

Jiyeon hanya terdiam, ia sebenarnya sangat ingin tahu tentang apa yang terjadi, kenapa istri ayahnya ini bisa sampai merencanakan pemberontakan.

“Aku tahu kau sangat penasaran Cherise, mau ku ceritakan sebuah dongeng yang telah dikarang Ayahmu? Kau perlu tahu, Poseidon tak sebaik yang kau fikirkan.”

“Jiyeon-ah, jangan dengarkan apa yang dia katakan. Dia hanya ingin mempengaruhi fikiranmu.”Jieun mulai khawatir dengan Jiyeon, gadis itu terlihat sangat tertarik mendengarkan cerita Poseidon.

“Kenapa? Takut untuk mendengar apa yang sebenarnya terjadi?”

“Hentikan omong kosongmu! Poseidon tidak melakukan hal yang buruk.”bentak Jieun tiba-tiba.

“Jieun-ya, biarkan nyonya Amfitrit menceritakan semuanya. Aku ingin tahu siapa ayahku.”

“Jiyeon-ah…”

Amfitrit tersenyum licik, “Ternyata sangat mudah mempengaruhi anak manusia ini, aku bisa membuatnya bergabung padaku.”

Amfitrit mulai menceritakan hal yang sama dengan yang ia ceritakan pada Hyuna. Ada rasa kesal yang merasuki diri Jiyeon, ia terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Amfitrit.

“Apa kau sudah selesai mengarang ceritamu? Kau tak pantas menjadi ratu laut, kau lebih pantas menjadi ratu drama, nyonya.”ujar Jiyeon lalu mengeluarkan belatinya, menarik belati itu hingga berubah menjadi pedang, menghunuskannya tepat pada wajah Amfitrit.

“Zeus tengah menyiapkan pasukan yang luar biasa banyak, anda tidak akan bisa mengalahkan pasukan Ares juga Athena.”kini Jieun yang ikut bicara.

“Apa kalian fikir bisa mengalahkanku? Aku berdiri bersama Echidna, ratu monster. Coba fikir, apa yang akan terjadi jika kami bergabung?”

Tepat setelah Amfitrit menyelesaikan kalimatnya, muncul sesosok paling mengerikan. Setengah tubuhnya berbentuk ular sedangkan tubuh lain sampai kepalanya berbentuk manusia. Tangan kanannya menggenggam tongkat dengan hiasan ular pada kedua sisinya sedangkan sisi satunya merupakan sebuah pedang tajam.

Jiyeon juga Jieun terkejut dengan kemunculan Echidna, mereka tahu apa yang sedang mereka hadapi.

-oOo-

 

Kyuhyun menapaki kakinya ke dalam sebuah ruangan yang sangat gelap. Matanya berkali-kali berkedip, berusaha menyesuaikan dengan cahaya yang sungguh minim. Kakinya terus berjalan masuk sementara tangannya terulur kedepan, mencari tahu benda apa yang ada di depannya.

“Anak bodoh, gunakan api. Jentikkan jarimu, buat sinar kecil.”desis Hades yang selalu memantau anaknya.

“Arraseo, kenapa kau selalu menggangguku sih!”kesal Kyuhyun.

“Siapa itu?”tanya sebuah suara secara tiba-tiba, Kyuhyun yang mengenali suara itu lantas segera menjetikkan jarinya, membuat sinar cahaya serupa temaram lilin melalui jari telunjuknya. Iris mata Kyuhyun mengitari ruangan yang pernuh dengan banyak debu juka tikus-tikus di sudut ruangan.

“Hyuna!”pekik Kyuhyun ketika bola matanya yang sedikit besar menangkap sosok Hyuna yang berbalut pakaian berwarna hitam gelap dengan rambut yang kini sudah berwarna hitam. Mata gadis ini terlihat sangat kosong, memandang lurus penuh kebencian sementara tangannya yang seputih susu diikat membelakangi dirinya, tertutup punggungnya.

“Siapa disana.”tanya Hyuna lagi.

“Kau tidak bisa melihatku? Kau tidak mengenali siapa aku?”ada rasa kecewa masuk kedalam hati Kyuhyun.

“Ah, kau pria yang selalu mengikutiku. Cepat pergi, kau tak boleh disini. Disini terlalu bahaya.”

“Kau mengingatku? Aku kesini untuk menyelamatkanmu.”

“Untuk apa? Aku tidak mau pergi dari sini. Aku ingin menyelesaikan tugasku, membunuh Poseidon juga Cherise, adik tiriku.”

Kyuhyun terperanjat mendengar apa yang Hyuna katakan, ia sungguh tak menyangka bahwa gadis cantik seperti Hyuna bisa mengatakan hal buruk seperti itu.

“Apa yang kau katakan, Hyuna? Kau tidak boleh seperti itu.”

“Aku membenci Cherise, ia dan Ibu nya membuat Ayah ku pergi meninggalkan Ibu. Mereka yang membuat aku menjadi anak terbuang.”

“Yya, apa yang kau fikirkan, eoh? Itu tidak masuk akal.”

“Amfitrit sudah menceritakan semuanya. Ia membuka mataku. Aku harus membunuh Cherise juga ibunya serta Poseidon untuk menebus rasa sakit hati yang diberikan Poseidon pada Ibu juga padaku.”

“Apa yang diceritakan Amfitrit tidak benar, kau dikelabui. Dia membohongimu.”

“Tutup mulutmu! Kau tidak tahu apa-apa! Memangnya siapa dirimu, hah?”

“Aku Demon, putra tunggal Hades dan aku tahu apa yang sebenarnya terjadi.”

Hyuna memandang sinis Kyuhyun yang kini berjalan semakin mendekatinya.

“Mau ku ceritakan hal yang seharusnya kau dengar?”tanya Kyuhyun kemudian.

Kyuhyun kemudian menceritakan perihal Poseidon yang diam-diam turun ke dunia, keluar dari singgahsananya di tengah lautan lepas, meninggalkan dirinya juga tiga anak mereka Triton, Rhode juga Benthesikime. Setelah hampir dua tahun meninggalkan istananya, Poseidon dikabarkan tengah menjalin asmara dengan seorang wanita keturunan Korea bernama Kim Tae Hee. Amfitrit yang jengah dengan berita yang ia dengan dari seekor anjing laut langsung pergi menyusuri lautan untuk mencari keberadaan Poseidon juga kekasihnya.

Tak hanya sekali Poseidon bermain api, ia juga pernah menjalin hubungan dengan Medusa, seorang wanita yang dikutuk oleh Athena. Amfitrit tahu jika suaminya itu memang merupakan dewa yang gemar menjalin kasih dengan wanita lain, namun baru kali ini ia merasakan kesal yang luar biasa. Tak sampai satu bulan, Amfitrit berhasil menemukan Poseidon yang kala itu menyamar menjadi manusia, ia juga melihat bagaimana rupa wanita yang mampu mengikat hati suaminya. Rasa kesal yang ia pendam semakin membesar lantaran ia mendapat kabar kalau Tae Hee sedang mengandung anak pertama Poseidon. Amfitrit marah besar, ia mencari cara untuk membalaskan dendam pada keduanya, dalam perjalanan mencari cara untuk membalas dendam, ia bertemu dengan Ha Neul.

Ha Neul gadis yang cantik, juga baik. Disini semua bermula. Amfitrit mempertemukan Poseidon dengan Ha Neul, membuat pria itu mencintai Ibu Jiyeon tanpa Amfitrit sadari, bahwa suaminya itu benar-benar jatuh hati pada Ha Neul. Sebulan kemudian, Ha Neul dan Poseidon menikah, melupakan Tae Hee juga bayi dalam kandungan wanita itu. Kepergian Poseidon bersama Ha Neul awalnya tak membuat Amfitrit kesal, ia berfikir bahwa Poseidon pergi meninggalkan Tae Hee tanpa menjalin hubungan dengan Ha Neul.

Namun, bayi dalam kandungan Tae Hee semakin besar, hal ini membuat istri Poseidon itu sedikit cemas. Dengan tekat yang bulan, Amfitrit pergi ke gunung Olympus, menceritakan semua yang telah dilakukan oleh Poseidon pada Hermes dengan tujuan bahwa dewa itu akan mengatakannya pada Zeus. Zeus terkejut, ia begitu marah karena kakaknya itu telah melanggar janji mereka. Seperti yang Amfitrit inginkan, Zeus turun ke bumi, ia berencana untuk membunuh Hyuna, namun sayang, keinginan Amfitrit tidak berjalan mulus, saat melihat wajah Hyuna, keinginan Zeus untuk membunuh gadis itu lantas hilang. Ia justru mengutuk gadis dengan bola mata besar itu, membuatnya mendapatkan sebagian kekuatan dari dewa terkuat, dewa dari segala dewa Zeus.

Berita kutukan yang Zeus berikan pada Hyuna membuat Amfitrit semakin kesal. Ia mendatangi Ha Neul juga Poseidon dan mengutuk kandungan Ha Neul, membuat Jiyeon menyerupai Tae Hee agar Poseidon merasa bersalah dan meninggalkan keduanya. Rencana Amfitrit berjalan lancar, bahkan sebelum Ha Neul melahirkan. Zeus melarang Poseidon untuk tinggal ataupun menemui Ha Neul. Alasannya sangat sederhana, untuk menjaga kehidupan manusia dan karena rasa cinta pada dua buah hatinya. Bulan berikutnya Ha Neul melahirkan seorang putri cantik, putri yang sangat mirip Tae Hee yang membuat Poseidon terkejut.

Kyuhyun selesai menceritakan hal yang sebenarnya terjadi pada Hyuna. Lelaki tampan itu kini memandang wajah Hyuna intens, menatap lurus ke dalam mata kelam anak Poseidon, berharap gadis itu mau berdamai dengan sakit hati yang ia rasakan selama tujuh belas tahun ini.

“Kau fikir aku percaya?”

“Hyuna, aku menceritakan yang sebenarnya, kau harus percaya padaku.”

“Pergi dari sini, aku tidak ingin melukai dirimu.”

“Kita pergi bersama. Cherise ada disini, ia ingin menyelamatkanmu.”

“Apa kau kira aku begitu bodoh? Kalian tak perlu menyelamatkanku! Kalian justru harus menyelamatkan diri kalian sendiri.”

Bam!

Tepat setelah Hyuna menyelesaikan kalimatnya, suara bedebam terdengar nyaring dari dalam istana Siren. Kyuhyun menolehkan kepalanya sedangkan tangannya dengan cepat berusaha membuka ikatan yang melilit dua tangan Hyuna.

“Apa yang kau lakukan!”tanya Hyuna penuh kesal saat Kyuhyun mendekatkan tubuhnya untuk membuka ikatan Hyuna.

“Diamlah, aku sedang berusaha membebaskanmu.”

“Aku tidak butuh bantuanmu! Aku tidak butuh bantuan kalian!”teriak Hyuna, bola matanya kembali berubah warna.

“Hyuna, kita tak punya waktu lagi. Kita harus segera pergi.”ujar Kyuhyun lalu menarik Hyuna keluar dari istana Siren.

Hyuna mendorong Kyuhyun tepat ketika ikatan dikedua tangannya terlepas, gadis ini berlari dan menghilang bersama kelam malam dan peperangan yang pecah.

-oOo-

 

Jiyeon menghunuskan pedangnya sementara Jieun sudah membidik para Siren juga Harpy yang berterbangan. Satu anak panah ia tembakan dan mengenai dua Harpy, membuat keduanya kehilangan kesadaran lalu lenyap tak bersisa. Suara gonggongan dari para srigala juga desisan dari ular-ular mulai terdengar, begitu bising sampai membuat dua gadis itu harus menutup sedikit telinganya.

“Kami meminta baik-baik pada kalian untuk mengembalikan Chaera dan menghentikan peperangan.”ujar Jiyeon.

“Jangan bodoh, apa kau fikir kami mau menuruti apa yang kau dan dewa-dewa bodoh itu rencanakan? Aku sudah bersusah payah mengajak mereka bergabung.”jawab Amfitrit. “Anak-anak, serang mereka.”

Sementara itu Kyuhyun berlari, ia melepaskan jubah ajaib yang sejak tadi selalu ia kenakan, tangan kanannya memegang senjata Ker kecil yang tadi ia ajak bicara sedangkan tangan kanannya memegang pedang yang diberikan Hades. Laki-laki tampan ini memasuki sebuah ruangan yang sudah dipenuhi oleh para makhluk yang bersekutu dengan Amfitirit dengan Jiyeon juga Jieun yang melawan penyerangan. Kyuhyun memasukan pedangnya, ia mengeluarkan sebuah bola api ukuran sedang dari tangannya, mengarahkannya ke arah makhluk-makhluk yang menyerang Jieun juga Jiyeon.

Dalam sekejam mata beberapa Ker juga Dementor (penghisap nyawa manusia, dalam serial Harry Potter, Dementor merupakan penghisap kebahagiaan) hangus terbakar.

“Yang mulia Demon.”kejut beberapa Ker yang melihat kedatangan Kyuhyun yang mendadak.

“Hai, apa kabar?”sapa Kyuhyun dengan senyum mengembang di wajahnya.

Suara-suara nyanyian yang dikeluarkan Kappa membuat telinga Jiyeon, Jieun dan Kyuhyun terasa sangat sakit. Jieun sampai melepaskan anak panah yang sudah siap ia tembakan pada ular besar yang berada di dekat kaki Amfitrit.

“Jieun-ya, kau tidak apa-apa?”tanya Jiyeon yang masih merasakan sakit di telinganya.

“Aku tidak tahan, Jiyeon-ah..”

“Yya, apa yang kalian lakukan? Panggil bantuan! Jieun, tiup terompet Apollo yang kau bawa.”ujar Kyuhyun yang kini sibuk melindungi Jiyeon juga Jieun dengan pedang juga senjata Ker yang ia pegang.

Jieun meniup terompet Apollo, namun terompet itu tidak mengeluarkan suara sedikitpun.

“Mwoya, kenapa tidak ada suara…”

“Tiup lebih keras lagi, Jieun-ya..”titah Jiyeon yang kini sibuk dengan pedang juga perisai yang ia pegang.

Sementara Jieun sibuk meniup terompet Apollo, kini di gunung Olympus telah terjadi kepanikan yang luar biasa. Apollo memberikan kabar bahwa terompetnya telah ditiup, perang harus dilakukan, pasukan harus disiapkan dan penyerang harus terjadi.

“Artemis, kau bisa melakukan penyerangan. Kerahkan seluruh hewan buas.”titah Ares.

“Baik.”detik berikutnya Artemis telah mengilang bersama kabut putih yang menghiasi tempatnya berdiri.

“Kita bersiap ditempat kita semestinya.”ujar Zeus kemudian membuat para dewa keluar dari gunung Olympus.

“Sudah siap? Ini akan menjadi saat-saat menarik.”tanya Hades yang terus berdiri di samping Myungsoo.

“Aku siap.”jawab Myungsoo tegas.

-oOo-

 

Raungan serta jerit-jerit suara puluhan macam, singa, juga makhluk buas lain memenuhi udara siang di pulau batu. Pasukan Artemis siap menyerang puluhan Ogre dan Red Caps yang menjaga pintu masuk istana Siren bersama para Cyclop. Satu Hyna melompat, menggigit lengan Ogre yang kini terlihat menggoyang-goyangkan tangannya. Pemukul yang sejak tadi dipegangnya pun ia arahkan pada tangannya, membuat tongkat pemukul itu mengenai Hyna yang tadi menggigitnya. Hyna itu terjatuh ke tanah, darah segar mengalir dari mulutnya, taring sebelah kirinya terlihat patah, ia mati seketika. Hal yang sama terjadi pada hewan buas lainnya.

Penyerangan yang dilakukan oleh pasukan Poseidon tak hanya terlihat dari dataran, para Griffin juga Pegasus yang membawa bebatuan besar juga tengah melancarkan serangannya. Satu batu, dua batu, tiga batu, sepuluh batu mengenai kepala-kepala Ogre juga memporak-porandakan barisan pertahanan pasukan Amfitrit. Namun, para Griffin mulai kehilangan kendalinya kala para naga berterbangan, menghembuskan nafas apinya yang langsung membakar hampir sebagian pasukan udara yang dipersiapkan dewa-dewa Olympus. Tak hanya itu, para pemanah handal juga tengah bersiap membidik Griffin juga Pegasus, membuat hewan dengan kekuatan hebat itu terjatuh ketanah, mengenai pasukannya sendiri.

“Athena, kau sudah siap?”tanya Ares yang melihat bagaimana kacaunya peperangan kali ini.

“Kapanpun kau perintahkan.”jawab Athena begitu tegas.

Sejujurnya, ada sedikit keraguan dalam hati mereka jika peperangan ini bisa dimenangkan oleh Jiyeon juga mereka. Setelah mendapat kabar bahwa Echidna ikut bergabung dengan Amfitrit ditambang dengan ditemukannya bangkai Ophiotaurus terakhir membuat mereka semakin pesimis. Kekuatan kubu Amfitrit begitu kuat, mereka menyiapkan peperangan secara matang sementara yang dilakukan para dewa tak lebih dari persiapan seadanya. Namun, melihat begitu bersemangatnya Jiyeon juga Kyuhyun untuk menyelamatkan dunia, setidaknya itu menjadi penyemangat untuk mereka sendiri.

Lautan tak juga luput dari peperangan. Para Hydra juga Scylla sibuk menyerang. Pertahanan Hydra sedikit lemah lantaran Scylla bersekutu dengan Ichthyocentaurs. Hippocampus telah banyak yang tewas diserang oleh Ichthyocentaurs yang kekuatannya jauh lebih kuat. Ada rasa bersalah yang merasuki diri Poseidon, ia tak menyangka bahwa peperangan yang terjadi justru sebesar ini. Menewaskan banyak makhluk, membuat pertumpahan darah besar.

Jiyeon dan Jieun juga Kyuhyun masih sibuk dengan peperangan di dalam istana. Ketiganya sengaja berlari keluar istana, karena Kyuhyun mengatakan bahwa Hyuna menghilang. Hal ini dilakukan juga untuk menambah pertahanan diri mereka. Kyuhyun memandang kedepan, tangannya membuat bola api besar kemudian membakar kawanan Ker juga Red Caps yang hendak menyerang mereka, menyisakan jalanan penuh bau hangus yang menyeruak keluar dari tubuh para Red Caps.

“Kita harus mencari Hyuna! Dia bisa terbunuh..”teriak Kyuhyun.

“Keunde Seonsaengnim, kita tidak mungkin masuk ke dalam. Itu terlalu berbahaya.”jawab Jieun.

“Apa yang harus kita lakukan… Appa, apa yang harus aku lakukan..”bisik Jiyeon..

Jiyeon melemparkan pedang Poseidon, ia merentangkan tangannya, berusaha kuat untuk berkonsentrasi dengan apa yang akan ia lakukan.

“Mau apa dia.”ujar Kyuhyun.

Jiyeon memejamkan matanya, merasakan angin laut masuk kedalam relung hatinya. Kedua tangan Jiyeon terlihat menarik dan mengulur air laut, setelah dirasa cukup kuat, Jiyeon menghampaskan tangannya, menarik air laut yang menyerupai badai besar hingga sampai ke tengah daratan pulau berbatu. Untuk sejenak, mereka bisa beristirahat.

“Woah, anak Poseidon itu. Dia benar-benar penyelamat dunia.”puji Hades yang melihat semua perbuatan Jiyeon.

Namun, baru saja mereka berlapang dada, Amfitrit datang bersama dengan Echidna di sisinya. Senyum licik mengembang diwajah cantik dewi laut itu. Di belakangnya berdiri ribuan pasukan roh yang jiwanya direnggut paksa oleh para Ker. Jiyeon yang tubuhnya baru saja mengeluarkan kekuatan yang hebat lantas membulatkan matanya, menatap pasukan roh yang ada di hadapannya.

“Apa itu?”bisik Athena pelan.

“Para roh? Jadi mereka menyiapkan para roh untuk menyerang kita?”tanya Ares.

“Dasar keras kepala, bagaimana bisa dia berfikir bisa mengalahkan kita dengan pasukan itu.”kali ini Hades yang bicara.

“Lord Hades, pasukan kita, apa bisa melawan mereka…”tanya Myungsoo sedikit gusar.

“Kalian siap?”tanya Ares yang kini sudah bergabung ditengah-tengah pasukannya.

“Kapanpun kau perintahkan, kami selalu siap menyerahkan nyawa kami demi perintahmu, tuan.”jawab Centaurus yang memimpin beberapa pasukan.

“Seraaaaangggg!!!”teriak Ares membuat ribuan Centaurus juga Satyr berlari menyerang.

Perang kembali pecah, para pasukan dibawah perintah Ares juga Athena sedikit kewalahan menghadapi pasukan roh yang diperintah oleh Amfitrit. Tubuh tembus pandang membuat para pasukan kesulitan untuk menyerang, sementara para roh terus bisa menyakiti mereka karena telah diberikan sihir penyerang dapat melukai para pasukan.

“Ares, apa yang harus kita lakukan? Kita hampir kehilangan kendali.”teriak Hades yang kini ikut menyerang.

Hades mengeluarkan bara api dari kedua tangannya, menyerang makhluk-makhluk kegelapan, membuat mereka hangus terbakar. Namun, apa yang dilakukan oleh Hades justru menambah jumlah pasukan.

“Athena, kita harus melakukan sesuatu. Cari cara untuk menghancurkan para roh.”ujar Ares.

“Aku sedang mencari cara..”

DUAR!

Petir menggelegar keseluruh penjuru pulau batu, badai besar terjadi di tengah laut, membuat Poseidon sedikit kehilangan kendali. Rasa terkejut terlihat jelas dari wajah para dewa juga empat anak setengah dewa kala melihat seorang gadis menaiki punggung Phonix, burung api yang sangat sulit dijumpai.

Gadis dengan mata gelap itu memandang dingin kearah medan pertempuran, jilatan-jilatan api yang keluar dari tubuh Phonix tak lantas membuatnya terbakar, justru itu membuatnya semakin kuat. Senyum licik terlihat diwajah Amfitrit saat melihat siapa si penunggang Phonix itu.

“Hyuna?!”teriak Kyuhyun, berusaha menarik perhatian si gadis penunggang Phonix.

“Charea? Itu Chaera? Bagaimana bisa dia menunggangi Phonix?”kejut Hera dari gunung Olympus.

Tak hanya Hera, tapi dewa-dewi lain juga tak kalah terkejut melihat tubuh Hyuna menyatu dengan Phonix berukuran besar yang kini mengibaskan sayapnya ditengah pertaruangan.

“Chaera, anakku. Lakukan apa yang kau inginkan, kalahkan Poseidon, balaskanlah dendammu.”teriak Amfitrit.

Hyuna mengumpulkan semua kekuatannya, ia bertekat akan menghancurkan seluruh pasukan Poseidon juga adik tirinya, membalaskan dendam yang dipendamnya selama tujuh belas tahun ini, namun saat ia baru saja akan menyerang, seorang pria dengan wajah tampan merasuki fikirannya.

“Hyuna, jangan lakukan. Jalan lakukan kesalahan, kau tidak boleh melakukan itu. Ibu mu, dia tidak menginginkan hal ini.”ujar Kyuhyun yang entah bagaimana mampu masuk ke dalam fikirannya.

Bayangan demi bayangan Tae Hee yang mengecupnya penuh kelembutan dulu berputar dalam ingatannya, memaksanya  merasakan nyeri dikepala juga sekujur tubuhnya. Wajah Tae Hee yang begitu cantik menghiasi indra penglihatan Hyuna.

“Chaera..”bisik seseorang. “Ibumu, dia begitu menyayangimu. Ia melakukan semua itu bukan karena Poseidon membuangnya, semua ini adalah hasil perbuatan Amfitrit, jangan lakukan hal yang tidak benar. Jangan kecewakan mereka yang menyayangimu. Tae Hee, ia tak pernah berniat membuangmu, ia hanya tak ingin kau terluka dengan semua perkataan orang-orang jika mereka tahu kau adalah anak diluar nikah.”ujar Zeus yang perlahan memasuki fikiran Hyuna.

“Aku akan membunuhmu!”teriak Hyuna bersamaan dengan lidah api menyerang sekutu Amfitrit.

-oOo-

 

Enam bulan kemudian

Seorang gadis dengan perawakan tinggi ditambah wajah cantik berjalan melewati lorong yang menjadi penghubung beberapa ruangan. Wajahnya yang tak pernah berubah sejak enam bulan lalu masih saja menampakan kesan dingin.

“Berhenti mengikutiku, Kyuhyun-ssi.”ujar gadis itu tanpa menolehkan pandangannya pada seorang pria yang sejak jam istirahat tadi terus berada di dekatnya.

Pria itu, Kyuhyun hanya tersenyum sembari menggaruk bagian belakang kepalanya yang tak gatal. Tak ada yang berubah, ia masih terus mengawasi kemanapun Hyuna berjalan, meski tak ada lagi yang mengancam nyawa gadis itu. Kyuhyun masih menyimpan rapat perasaannya, tak ingin memberitahu siapapun meski para dewa serta tiga anak didiknya mengetahui apa yang sebenarnya yang ia rasakan.

“Hari ini kau akan menemui bibi Tae Hee? Bagaimana kalau aku temani?”tanya Kyuhyun yang kini telah berdiri di samping Hyuna.

Hyuna hanya melirik sekilas kearah Kyuhyun, lalu kembali melangkahkan kakinya, menjauhi sosok Kyuhyun yang tanpa ia sadari telah merasuki relung hatinya. Tak bisa dipungkiri, bahwa kejadian enam bulan lalu telah menyadarkan Hyuna, bahwa dendam tak akan memberikan kebaikan pada dirinya. Kini ia mencoba untuk lebih menerima bagaimana Ibu nya harus berperan sebagai bibinya, dan Hyuna tak mempermasalahkan hal itu. yang kini ia inginkan hanyalah hidup berdekatan dengan Tae Hee, Ibu kandungnya.

Berbeda dengan Myungsoo yang memilih untuk mengutarakan perasaannya pada Jiyeon. Kini keduanya tengah duduk bersisihan, menikmati semilir angin ditepi taman sekolah, memandang burung-burung pipit yang berterbangan dan saling menyapa. Masih teringat dengan jelas bagaimana dahsyatnya pertempuran yang mereka jalani, bagaimana Hyuna menghabisi seluruh pasukan roh juga Echidna sampai pada Myungsoo yang mengutarakan perasaannya seminggu setelah pertempuran.

“Apa kabar Ibu tirimu?”tanya Myungsoo sambil menyerahkan susu coklat pada Jiyeon.

“Berada di penjara bawah tanah dengan pengawalan ketat dari Appa juga Zeus.”jawab Jiyeon pelan. “Aku sungguh tidak tega dengan keadaan nyonya Amfitrit.”

“Itu bayaran yang setimpal karena memancing pertengkaran antar dewa, juga telah memanfaatkan kekuatan yang dimiliki anak tirinya.”jawab Jieun yang tiba-tiba saja datang diantara mereka.

“Terlebih dia mencuci otak putri sulung Poseidon.”

Jiyeon tersenyum, ia sungguh tak menyangka dapat melewati pertempuran hebat juga ramalan tentang nasib dunia. Hubungannya dengan Hyuna memang tak membaik, bahkan Kakak tirinya itu terus menghindarinya dan tetap membenci Jiyeon, namun hal itu tak membuatnya bersedih, karena ia memiliki Myungsoo sebagai kekasihnya juga Jieun sebagai sahahabatnya ditambah Kyuhyun yang selalu menjadi tutor dalam pelajaran kekuatannya.

Apa yang dikatakan oleh Kyuhyun bahwa kekuatan mereka akan hilang saat mereka jatuh cinta juga tak dapat dibuktikan kebenarannya, bahkan Kyuhyun yakin bahwa Hades sengaja bicara seperti itu untuk mengerjai dirinya. Satu babak dalam hidup mereka telah selesai, Jiyeon dan Hyuna telah menjalankan takdir yang dituliskan untuk mereka. Kini mereka tengah bersiap dengan babak baru, babak baru kehidupan mereka yang lebih menantang.

END

82 responses to “[Chapter] Daughters of Poseidon Final Story

  1. Woh daebak….rasax menantang bgttt,aq kyk ikut dalam pertarungan itu…bagus chingu..lanjut myungyeon yg lain ….hwaiting

  2. akhirnya hyuna sadar dan apa itu bukan perang yg sesungguhnya knapa pake babak segala ?
    tp itu mungkin jd cerita mereka dan setelah aku baca dr part 1 sampe part 7 final ini ff benerbener keren dan ini pantes di recommended dan aku benerbener nge recommended bgt , ini ff fantasy pertama yg aku suka soalnya aku ga trll suka sm genre fantasy tp pas baca ff kamu aku malah ga bisa brenti baca ^^
    ini benerbener daebak ^^

    • soalnya aku bingung gimana desc perangnya😦 maaf ya kalau nggak memuaskan huhuhu
      terima kasih sudah baca dan comment ^^
      maaf baru bisa balas commentnya sekarang🙂

  3. Woah daebak.. apa inj ada sequelx? Knp hyuna msh dingin pd jiyi ya? Aigoooo keunde myungyeon akhrx brsm jg.. yuhuuu senangx.. poseideon, hades, zeus, dll.. ah rindu dgn kisah mrka.. hikz

  4. Pingback: RECOMMENDED – Daughters of Poseidon | High School Fanfiction·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s