Complicate (part 4)

PicsArt_1405238923803

Title : Complicate part 4
Author: Lee sora
Rating: PG+15/T
Genre: Romance, comedy, drama, family, hurt
Main Cast: Bae Suzy, Choi Minho, Kristal Jung, Kang Minhyuk

Cahaya pagi di Kota Seoul tidak mengusik gadis cantik yang masih terlelap tidur dan bergelut manja dengan selimut untuk menutupi tubuhnya yang merasakan dinginya udara pagi. Gadis itu menggeliat pelan ketika matanya menangkap sinar yang menelusup retina matanya yang masih enggan untuk terbuka membuat gadis tersebut membuka matanya untuk melihat jam yang menunjukan pukul 7 pagi. Suzy meraba bagian samping tempat tidurnya tidak menemukan apa yang dicarinya. Akhirnya dengan mata yang masih mengantuk dia berjalan mencari anak semata wayangnya itu.

“Jiho-ah kau dimana” suara Suzy terdengar dari arah kamar tidur. Tapi tidak ada jawaban dari Jiho yang terdengar adalah suara TV yang sangat keras memenuhi ruang tengah, Suzy mencoba melihat sekitar ternyata Jiho sedang duduk bersandar melihat acara kartun kesukaanya yaitu power rangers
Suzy berjalan mendekati Jiho dengan perlahan mencoba untuk mengagetkan anak kesayangannya itu “Hana Dhul” batin Suzy menghitung

#Ting tong ting tong
Langkah Suzy terhenti ketika tiba-tiba suara bel apertement membuyarkan rencana jailnya pada Jiho. Yeoja itu mendengus kesal dan akhirnya dengan malas berjalan kearah pintu.

“YA BEA SUZY!” teriak Kristal ketika pintu terbuka yang menampilkan Suzy yang masih dalam keadaan bangun tidur. Suzy terperanjat kaget ketika mendengar suara Kristal yang tiba-tiba berteiak begitu kencang di telingannya.

“Ya Jung Soojung kau mau aku tuli ya!” Ketus Suzy tak kalah keras.
Kristal tidak menghiraukan sikap protes Suzy dan langsung masuk melewatinya dengan tampang sebal.“Ada apa dengannya” batin Suzy sambil menutup pintu dan mengikuti Kristal ke ruang tengah.

Disana terlihat Kristal dan Jiho yang sudah duduk berdua menonton tv. “Kau kenapa kemari pagi-pagi? Bukankah kau akan pergi berbulan madu”. Tanya Suzy ketika berdiri di hadapan Kristal.
“Jiho-ah apa kau ikut liburan dengan Auntie dan Minhyuk Uncle?” Tanya Kristal pada Jiho yang sedang asyik melihat tv dan tidak menggubris pertanyaan dari Suzy. Suzy yang merasa diacuhkan menarik Kristal dan membawanya kearah dapur untuk meminta penjelasan dengan sikap dinginnya hari ini.

“Kau kenapa?” Tanya Suzy ketika mereka berdua sudah sampai di dapur
“Aku kenapa? Kau yang kenapa!” ketus Kristal “Kau bilang akan kembali ke Amerika setelah aku berbulan madu, kenapa tiba-tiba kau ingin cepat pergi dari Korea” ujar Kristal tinggi.
Suzy sadar Kristal marah karena dia tiba-tiba ingin pergi tanpa memberi tahunya, tapi kenapa sampai semarah ini bukankah sama saja ketika dia disini tapi tidak ada Kristal pikir Suzy.

“Mianhe Soojung-ah tapi aku harus segera kembali ke Amerika karena pekerjaanku sudah menumpuk, Dan bukankah sama saja aku disini dengan Jiho tapi kau tidak ada disini” Ujar Suzy tenang.

“Aku tahu, tapi kau kan bisa jalan-jalan dengan Jiho dan Myungsoo ketika aku tidak ada disini”. Balas Kristal dengan nada yang mulai tenang.
“Aku tahu, tapi aku takut mengganggu pekerjaannya. Kau tahukan dia sekarang sudah menggantikan Appanya untuk mengurus perusahaanya”. Jelas Suzy
Kristal terdiam dia sadar apa yang dikatakan Suzy adalah benar, tapi dia masih belum bisa menerima alasan Suzy. Karena Myungsoo bilang tadi malam Suzy menangis ketika pulang dari pesta pernikahannya. Apakah Suzy menyembunyikan sesuatu darinya pikir Kristal.

“Suzy-ah kau kembali ke Amerika bukan karena sesuatu hal kan?” Tanya Kristal dengan tampang menyelidik. Suzy terkejut dengan pertanyaan dan tatapan menyelidik dari Kristal.
“Ke napa kau Tanya hal yang seperti itu” jawab Suzy menutupi kegugupannya. Kristal tersenyum tipis dan Suzy tahu bahwa Kristal mengetahui bahwa dia sedang mencoba berbohong padanya.

#Drt Drt
Suara ponsel dalam tas Kristal melegakan hati Suzy karena hal tersebut mengalihkan tatapan Kristal darinya. Sungguh Suzy tidak bisa menyembunyikan sesuatu hal ketika Kristal sudah menatapnya penuh selidik. Kelegaan Suzy hilang ketika tiba-tiba Kristal sudah memutuskan sambuang telfonnya dan kembali menatapnya.
“Baiklah kalau kau ingin kembali ke Amerika, tapi ingat jika kau menutupi sesuatu dariku dan hal itu yang membuatmu menangis seperti semalam kau harus ikut aku kembali ke Korea!” seru Kristal tegas.
“Baiklah Nyonya Kang cepat sana pergi, kasihan Minhyuk sudah menunggumu” ujar Suzy lembut dan memeluk Kristal dengan erat. “Jaga kesehatanmu ya Soojung-ah, dan jangan menangis diam-diam Araaseo”.
“Kau juga Suzy-ah jaga baik-baik dirimu dan juga Jiho, jangan menyimpan masalahmu sendiri berusahalah untuk berbagi pada orang lain. Kami sangat menyayangimu” jawab Kristal parau. Suzy melepaskan pelukannya dan menatap wajah Kristal yang mulai memerah menahan tangis.
“Kau bisa berkunjung ke Amerika jika kau ingin” Ujar Suzy sambil menghapus air mata Kristal yang jatuh. “Ne aku akan sering berkunjung kesana” jawab Kristal
Kristal menghampiri Jiho yang sedang menonton tv “Jiho-ah Auntie pulang dulu ne, jaga baik-baik Mommymu dan jangan nakal” petuah Kristal
“Arraseo, Auntie juga harus baik-baik ne dan jangan lama-lama di Korea karena Jiho tidak punya teman di Amerika” jawab Jiho polos seraya mengelus pipi Kristal
“Ne Auntie janji akan sering pergi menemui Jiho dan Mommy” jawab Kristal dan memeluk Jiho dengan erat.
Suzy yang melihat hal tersebut hanya bisa menatap haru perpisahan bibi dan ponakannya itu. “Baiklah Jiho Auntie pergi, Suzy-ah aku titip Jiho padamu” pamit Kristal ketika didepan pintu Apertement dan dijawab anggukan darinya. Sepeninggal Kristal Suzy merasa harus hidup mandiri lagi sekarang.

“Mommy Jiho ingin jalan-jalan” Ujar Jiho menyadarkan lamunan Suzy
“Hmm anak omma yang tampan ingin jalan-jalan?” Tanya Suzy kembali dan dijawab anggukan dari Jiho.
“Baiklah kalau begitu kita akan bersenang-senang dulu sebelum kita kembali ke Amerika” seru Suzy senang sambil menggendong Jiho masuk kedalam kamar.
Suzy berencana mengajak Jiho disebuah taman dekat apartement Kristal, ibu dan anak itu berjalan beriringan di sepanjang jalan dengan senyum yang menghiasi wajah mereka.

“Mommy Jiho ingin es krim” kata Jiho sambil menunjuk sebuah kedai es krim didekat taman tersebut.
“Baiklah anak Moomy yang tampan kita beli es krim, Kajja!” Seru Suzy riang membuat Jiho senang, karena terlalu gembira anak tampan itu melepaskan pegangan tangannya pada Suzy dan berlari tanpa melihat sebuah sepeda motor dari arah depan menyerempet tubuh kecil Jiho hingga jatuh terpental dan membuatnya tak sadarkan diri.

“JIHO!” teriak Suzy melihat peristiwa naas tersebut. Suzy segera berlari dan menghampiri tubuh anak lelakinya yang banyak mengeluarkan darah dibagian kepala.
“Jiho bangun jangan membuat Mommy khwatir” cemas Suzy sambil menepuk-nepuk pipi cabi Jiho. Orang-orang yang berlalu lalang di dekat taman dan kedai es krimpun bergerombol melihat peristiwa itu. Seseorang ahjummah yang melihat raut cemas dan bingung Suzy akhirnya berkata “Agashi kita harus membawanya ke rumah sakit sekarang” dan hal tersebut membuat Suzy tersadar dan menggendong Jiho masuk kedalam taxi yang sudah di stop oleh Ajummah tadi.
“Antarkan kami ke rumah sakit dekat daerah sini ajushi” Kata Ahjummah yang membantu Suzy
Dan taxi itu melesat di tengah keramaian kota Seoul. Suzy menangis disepanjang jalan menuju rumah sakit pikirannya campur aduk melihat kondisi mengenaskan Jiho. Ia mencoba menghubungi Kristal karena dia teman yang terlintas pertama yang harus ia hubungi dan ternyata masih tersambung hal tersebut membuat Suzy menghela nafas lega karena Kristal belum terbang ke pulau jeju.
Yobosseo” terdengar Kristal menyapa dari sebrang
“Soojunga Jiho…Jiho kecelakaan” tangis Suzy ketika mendengar sapaan Kristal dari sebrang telfon.
“MWO! Bagaimana bisa, Kau dimana sekarang aku akan segera kesana” cemas Kristal
“Aku menuju Seoul medical center cepatlah kemari aku membutuhkanmu” Suzy langsung mematikan sambungan telfonnya ketika ia sudah memasuki area depan rumah sakit.
Suzy yang masih mendekap Jiho dalam gendongannya berlari memasuki rumah sakit tersebut untuk meminta pertolongan
“Tolong selamatkan anakku” ujarnya panic. Dengan sigap perawat yang berada disitu mengambil alih Jiho dan membawanya kedalam UGD.
Suzy segera mengikuti langkah perawat menuju ruang UGD

“Ma’af Nyonya anda tidak boleh masuk” ujar salah satu perawat “Tapi aku Ommanya” kata Suzy sambil mencoba masuk “Mianhe Nyonya” jawab perawat itu menyesal sambil menutup pintu UGD.
Suzy menangis dan tubuhnya serasa lemas tak bertenaga ketika pikirannya terpusat pada keadaan Jiho saat ini. “Jiho-ah.. Jiho-ah”. Rancaunya dalam tangis.

Disisi lain diruang Oprasi
“Jahit sebelah sini” Ujar seorang dokter muda yang tengah serius mengikuti jalannya oprasi.
“Selamat dokter Choi oprasinya berhasil” ujar salah satu perawat disamping Minho ketika Oprasi berjalan dengan baik tanpa kesalahan membuat namja itu mengangguk sebagai jawabannya.
“Terimakasih atas kerja keras kalian semua” Ujarnya sambil keluar dari ruang Oprasi.
“Dokter Choi ada pasien yang membutuhkan pertolonganmu” Ujar salah satu dokter mengampiri Minho yang habis keluar dari ruang oprasi.

“Apa yang terjadi” Katanya cepat sambil membuka penutup kepala ketika oprasi tadi. “Dia harus melakukan oprasi sekarang juga karena ia mengalami pendarahan di kepalanya” jawab dokter itu.

“Dimana pasien itu sekarang!” Ujar Minho “Dia masih di dalam UGD” dan membuat Dokter muda itu melangkah cepat kearah UGD.

“Bagaimana kondisinya” Ujar Minho ketika memasuki UGD, Ia terkejut ketika melihat seorang anak kecil yang ia kenal beberapa hari lalu tak sadarkan diri didepannya.


“Dia mengalami gagar otak dan pendarahan di kepalanya” jelas seorang perawat yang tadi menangani Jiho. Dengan cepat Minho menghampiri Jiho dan melihat kondisi anak itu dengan raut cemas.

“Cepat bawa Jiho ke ruang Oprasi sekarang juga” teriaknya. Minho melihat wajah Jiho yang masih tak sadarkan diri dengan keadaan miris, hatinya terbersit luka ketika melihat Jiho terbaring lemah dihadapannya.
Dengan cepat Jiho sudah di meja ruang oprasi dengan Minho sebagai dokter bedahnya. “Dokter Choi kau harus melihat ini” salah satu dokter memperlihatkan sebuah hasil xray pada Minho dan membuat namja tersebut membalikkan badannya menghadap perawat yang berada disamping pintu keluar.

“Cepat hubungi keluarganya ia membutuhkan darah yang memiliki DNA yang sama dengan pasien ini!” suruh Minho dan dijawab oleh seorang perawat didepan pintu.
“Dan juga cepat hubungi dokter Kang suruh dia cepat kemari” ujarnya kembali sambil melihat hasil xray milik Jiho.

Diluar ruang Oprasi.
Suzy masih menangis sendiri, tiba-tiba seorang yeoja cantik datang menghampirinya. “Suzy-ah dimana Jiho, bagaimana keadaanya?” cemas Kristal dan dengan cepat membuat Suzy memeluk erat sahabatnya itu.
“Dia di dalam Soojung-ah dia tak sadarkan diri” Suzy terisak didalam pelukan Kristal. Tiba-tiba seorang perawat dengan menggunakan pakaian biru menghampiri Suzy dan Kristal.
“Keluarga dari Bae Jiho” ujar perawat itu dan menghentikan tangis Suzy seraya menghampiri perawat tersebut dengan cemas. “Ne saya Ommanya, bagaimana keadaan anak saya?” Tanya Suzy.
“Pasien harus di segera di oprasi dan ia membutuhkan darah yang memiliki DNA yang sama dengannya, apakah Nyonya memiliki darah yang sama dengan pasien?” terang perawat tersebut dan hal itu membuat Suzy terkejut bukan main, tubuhnya yang sudah lemas dari tadi ingin jatuh akan tetapi dengan sigap Minhyuk yang tiba-tiba datang langsung menahan tubuh gadis itu.
“Siapa yang mengoprasi Jiho” Kata Minhyuk cepat pada perawat itu. “Apakah Minho yang mengoprasi Jiho?” ujarnya kembali.
“Ne dan ia menyuruh anda untuk segera menghampirinya di ruang oprasi” kata perawat tersebut pada Minhyuk. “Dan juga Nyonya saya harap anda cepat mencari pendonor yang cocok untuk anak anda” ujar perawat tersebut dan pamit pergi pada Minhyuk.
Sepeninggal perawat itu Minhyuk dengan sigap memutar badan Suzy untuk menghadapnya. “Suzy-ah apakah kau memiliki darah yang sama dengan Jiho”. Tanya Minhyuk cepat dan membuat Suzy masih membisu dengan pandangan

“Suzy jawab aku kau punya jenis darah yang sama dengan Jiho tidak?” ulang Minhyuk dengan suara yang agak meninggi. Dengan raut wajah bingung dan masih mengeluarkan air mata Suzy mencoba menatap Minhyuk yang sedari tadi menunggu jawabannya.

“Anniyo Jiho memiliki darah yang tidak sama denganku” jawab Suzy pias dan air matanya kembali jatuh ketika selesai mengatakan hal itu pada Minhyuk. Dan namja sipit itu sudah menduga ketika menyadari reaksi Suzy tadi.
“Suzy-ah sebaiknya kita harus menghubungi Appa Jiho bagaimanapun caranya, karena Jiho tidak memiliki garis DNA yang sama denganmu maupun keluargamu, jadi hanya Appa Jiho yang bisa mendonorkan darahnya” Ujar Minhyuk dan membuat Suzy menatapnya. “Aku tidak bisa Minhyuk-ah aku tidak bisa” tolak Suzy sambil melepaskan tangan Minhyuk dari lengannya.
“Kau harus memberitahu kami jika kau ingin Jiho selamat” tegas Minhyuk yang membuat Suzy terdiam dan membuat Kristal yang sedari tadi hanya menatapnya miris akhirnya membuka suaranya
“Suzy-ah ini semua demi Jiho, kau harus melakukannya agar Jiho selamat” ujarnya lembut sambil merangkul bahu Suzy, ia tahu jika sahabatnya itu tidak ingin menyebut Appa biologis Jiho sampai kapanpun juga. tapi bagaimanapun Jiho harus selamat tanpa memandang keegoisan Suzy yang selalu menutup rapat keberadaan Ayah Jiho.

“Suzy-ah” lembutKristal kembali dengan tatapan memohon dan hal tersebut membuat Suzy akhirnya menyerah “ini semua untuk Jiho ne Jiho harus selamat” batin Suzy meyakinkan dirinya.

“Minhyuk-ah bisakah kau panggilkan Choi Minho untukku” pinta Suzy dan membuat Kristal dan Minhyuk memandangnya heran “Ne panggil Choi Minho sekarang”. dengan cepat Minhyuk menghubungi Minho dan menyuruhnya menemuinya di luar.
Dengan raut bingung Minhyuk menuruti permintaan Suzy dan menghubungi ponsel Minho tetapi tidak aktif, lalu ia menghubungi ruang oprasi dan dijawab oleh seorang perawat. “Suruh Minho menemuiku di depan ruang oprasi” kata Minhyuk cepat.
Tidak lama kemudian Minho yang masih menggunakan baju oprasinya keluar dengan wajah serius. “Ada apa menyuruhku keluar? Apa pendonornya sudah ada?” tanyanya lagi ketika sudah dihadapan Minhyuk. Ia menyadari keberadaan Suzy yang duduk disamping Kristal dan ia tahu bahwa Suzy sama khawatirnya denganya.
Menyadari kedatangan Minho Suzy segera berdiri dan mendekati Minho “Minho-shi aku ingin berbicara denganmu” ujar Suzy pelan menghampiri Minho.

“Ada apa?” katanya beralih menatap Suzy. tanpa menjawab Suzy berjalan menjauh dari Minhyuk dan Kristal, mengerti dengan tingkah Suzy akhirnya Minho mengikuti Suzy dari belakang. Dengan tiba-tiba Suzy berhenti ketika ia sudah merasa jauh dari Minhyuk dan Kristal lalu ia berbalik pada Minho yang sedari tadi dibelakangnya.

“Tolong selamatkan Jiho” ujar Suzy menekan harga dirinya dan air matanya ketika ia harus memohon seperti ini didepan orang yang paling ia benci. “Tolong selamatkan anakku, tolong jadilah pendonor untuk menyelamatkan Jiho” katanya cepat.

Minho yang masih bingung dengan apa yang dilontarkan oleh yeoja di depannya ini mencoba mencerna perkataan Suzy. “Maksutmu?” Tanya Minho tidak mengerti
“Mianhe kau memiliki DNA yang sama dengan Jiho, kau adalah Appa dari Jiho dia… dia anakmu” tangis Suzypun pecah ketika harus mengungkapkan kebenaran yang selam ini ia simpan rapat-rapat. Sedangkan Minho terkejut ketika mendengar pengakuan gambling Suzy bahwa Jiho adalah anak biologisnya.

“Mwo Apa Kau Bilang Aku Appa Jiho, Dia Anakku!” Kaget Minho entah kenapa ia harus berteriak dan marah ketika menyadari Jiho adalah anak kandungnya. “Kenapa kau tidak bilang apapun dan kenapa kau harus membohongiku” kesal Minho

“Mianhe Choi Minho-shi, aku hanya meminta padamu tolong selamatkan Jiho anakku” mohon Suzy dan membuat Minho terpukul ketika harus mengetahui bahwa Jiho anaknya yang sedari tadi sangat membutuhkan pertolongannya.
Tanpa berkata apapun Minho meninggalkan Suzy yang masih memohon padanya dan menuju ruang Oprasi, ia lihat Minhyuk dan Kristal yang menunggunya memberikan penjelasan pada mereka, tanpa sekatapun Minho langsung menyeret Minhyuk memasuki ruangan oprasi bersamanya.
Sepeninggal Minho, Suzy serasa dunianya hancur ia harus membuka luka yang selama lima tahun ini ia lupakan harus terkuak kembali. Ia harus berhadapan dengan Minho yang sudah membuat ia hampir bunuh diri lima tahun lalu. Kristal menghampiri Suzy yang sudah tidak sanggup menahan tubuhnya dan akhirnya yeoja itu terduduk lemas dengan air mata yang membasahi pipinya.
“Suzy-ah gwenchana?” cemas Kristal mencoba memeluk Suzy yang semakin terisak dipelukannya.
“Ottokhe soojunga-ah ia kembali, Jiho dia…” rancau Suzy dalam pelukan Kristal dan membuat Kristal melepas pelukannya dan mencoba mencari kebenaran atas apa yang barusan Suzy katakan.
“Apa maksutmu? Mungkinkah namja itu Minho?” kata Kristal meminta jawaban dari sahabatnya itu. Hatinya mencolos ketika Suzy mengangguk lemas membenarkan pertanyaannya tadi.
“Suzy-ah” hanya kata itu yang mampu keluar dari mulut Kristal lalu memeluk erat tubuh sahabatnya itu. “Kau harus kuat ini demi Jiho um” kata Kristal menguatkan seraya ikut menangis bersama sahabatnya itu.
Didalam ruang oprasi.


Ketika memasuki ruang oprasi Minhyuk melepaskan tangan Minho yang sedari tadi menyeretnya kedalam ruang Oprasi. “Kau ini kenapa?” kata Minhyuk sambil melepaskan tangan Minho.
“Aku mohon selamat Jiho” ujar Minho miris sambil menatap Minhyuk penuh permohonan.
“Aku tahu, Kita berdua akan menyelamat Jiho jadi jangan khawatir dan kita tunggu pendonor untuk Jiho” ujar Minhyuk tenang dan akan bereanjak pergi ketika Minho tiba-tiba memegang lengannya.
“Aku pendonornya, jadi selamatkan Jiho aku mohon padamu” mohon Minho dan membuat namja sipit itu berbalik dengan wajah terkejut ketika mendengar perkataan Minho.
“Ne aku Appanya, aku Appa Jiho jadi tolong selamatkan anakku” kata Minho memohon dengan mata yang memerah menahan tangis sedangkan namja yang didepannya hanya memandangnya tidak percaya.

Tanpa berkata apapun Minhyuk melepaskan tangan Minho dari lengannya dan memasuki ruang ganti pakaian oprasi. “Setelah ini kau harus menjelaskan semuanya padaku, jika tidak sampai kapanpun aku tidak mengijinkanmu untuk menyentuh Suzy ataupun Jiho ingat itu” ujar Minhyuk dingin dan masuk kedalam ruang ganti pakaian. Sedangkan Minho hanya bisa diam membisu menerima kenyataan.
“Dokter Kang oprasinya sudah siap” kata dokter anestesi mengintrupsi Minhyuk untuk segera melakukan oprasi. “Baiklah aku mohon kerja keras kalian” ujar Minhyuk dan setelah itu ia melakukan pembedahan di kepala Jiho.
Diluar ruang oprasi Minho yang sudah mendonorkan darahnya melihat jalannya oprasi dari bagian atas ruang itu *seperti ruang oprasi dokter stranger😀. raut cemas serta khawatir terlihat di wajah tampan Minho, ia harus beberapa kali berdoa dan Manahan sakit ketika Minhyuk membedah dan menyedot darah yang menyumbat beberapa sel saraf dikepala Jiho. Dan ia harus bersyukur dan berterimakasih ketika Minhyuk sudah mulai menjahit selaput kepala Jiho menandakan bahwa oprasinya berjalan dengan baik. Ia buru-buru kebawah kearah pintu Oprasi untuk bertemu dengan Minhyuk.
“Bagaimana keadaanya?” Tanya Minho ketika Minhyuk baru saja keluar dari ruang oprasi. Tidak ada jawaban hanya tatapan tajam yang mengarah pada Minho. “Kau harus menjelaskan semuanya padaku” ujar Minhyuk datar dan meninggalkan Minho yang masih berdiri dibelakangnya.

“Aku tunggu kau di ruanganku”ujar Minhyuk kembali sebelum Ia berbelok keluar dari ruangan itu.
Suzy dan Kristal yang sedari tadi berada diluar ruang oprasi terkejut ketika pintu terbuka dan menampilkan Minhyuk dan Minho yang berada di belakannya. “Bagaimana keadaan Jiho?” ujar Suzy dan Kristal bebarengan mengahampiri Minhyuk.
“Syukurlah Jiho sangat kuat dan ia sudah keluar dari masa kritis, kita harus menunggu perkembangannya terlebih dahulu sebelum memutuskan ia dalam keadaan baik”. Ujar Minhyuk datar dan ia melihat pada Suzy yang terlihat mengenaskan.
“Suzy-ah sepertinya kau harus menjelaskan pada kita semua tentang Jiho” ujar Minhyuk dan membuat semua perhatian mengarah pada Suzy.
Suzy yang mendapat tatapan meminta penjelasan hanya bisa diam dan dengan tiba-tiba Minho menyela “Sebaiknya aku dan Suzy harus berbicara terlebih dahulu” ujar Minho sambil menarik tangan Suzy untuk mengikutinya.
“Apa yang kau lakukan!” sentak Suzy sambil melepaskan tangan Minho dari tanganya. “Kau harus menjelaskan semuanya padaku terlebih dahulu” sungut Minho tanpa memperdulikan tatapan marah dari tiga orang yang sedang menatapnya itu.

“Kalian tenang saja aku tidak akan menyakiti sahabat kalian ini” ujar Minho menjawab tatapan dari Kristal dan Minhyuk. Dan dengan segera ia menarik Suzy untuk mengikuti langkahnya menuju ruangannya. Minho segera melepaskan tangan Suzy setelah ia menutup dan mengunci pintu ruang kerjanya, dan langsung menahan lengan Suzy lalu menghadapnya.
“Jelaskan semuanya Bae Suzy, apa yang terjadi lima tahun lalu” tekan Minho dengan tatapan tajam yang membuat Suzy tidak mau menatap mata tajam pria itu.

“JAWAB AKU!” Bentak Minho akhirnya ketika Suzy lama sekali tidak menjawab pertanyaanya.
“Kenapa kau marah padaku?” sinis Suzy dan mencoba menatap tajam mata Minho.
“Apakah kau marah ketika mengetahui gadis yang kau tiduri lima tahun lalu hamil dan melahirkan anakmu hah?!” marah Suzy. “DASAR BAJINGAN KAU!” sentak Suzy mengeluarkan amarahnya yang mungkin ia tahan selam lima tahun ini. Ia mencoba pergi dari hadapan Minho ketika namja itu menahan lengannya dan membaliknya menghadap namja yang masih terkejut dengan bentakkanya tadi.

“Aku benar-benar tidak tahu, Aku minta ma’af aku mabuk saat itu aku tidak tahu ketika melakukan hal tersebut padamu” ujar Minho menenangkan Suzy yang masih terselingkupi amarahnya.

“MWO! Ma’af? Ma’af ketika meniduri seorang gadis yang tidak kau kenal dan membuat kehidupan keluarga dan gadis itu hancur karena hamil tanpa seorang suami. Dimana otakmu Choi Minho!” Marah Suzy kembali sedangkan Minho hanya bisa diam mendengarkan tanpa berkata apapun.

#Flass back
Disebuah club malam terdapat dua orang namja tampan yaitu Choi Minho dan Choi Siwon dua orang yang merupakan kakak beradik itu sedang menikmati minuman beralkohol yang sedang mereka pesan.

“Hyung kau benar-benar hebat, kau bisa membuat Appa menuruti semua keinginanmu” ujar sang adik yang merupakan Minho sambil menyesap segalas minuman keras itu.
“hahaha” hanya tawa yang membahana yang Minho dengar. “Apa kau ingin bertaruh dengaku?” Tanya sang kakak “Bertaruh? Tentang apa?” Tanya Minho kembali menyesap minuman beralkohol itu.

“Kau lihat gadis itu, ajak dia menari bersamamu dan cium dia tepat dibibirnya” ujar Siwon sambil menunjuk gadis cantik yang sedang menari bersama teman yeojanya. Minho hanya mengernyit dan tidak memperdulikan apa yang dikatakan oleh kakaknya itu.

“Sudahlah Hyung kau sudah mabuk sebaiknya kita pulang” ujar Minho sambil menepuk pelan bahu Siwon. “Kau tidak berani kan Minho? karena itulah sampai kapanpun kau adalah anak peliharaan Appa, anak penakut kebanggan Appa” tawa Siwon meledak ketika melihat raut marah Minho yang tidak terima dengan kata-katanya.
“Baiklah aku terima tantanganmu jika aku menang kau harus mengaku kalah denganku, Araaseo” Sentak Minho yang hanya dijawab tawa oleh Siwon.
Dengan langkah cepat Minho mendekati gadis cantik yang sedang meliuk-liukkan badan seksinya mengikuti alunan lagu yang diciptakan oleh seorang DJ. Minho mulai mendekati yeoja itu dan menari dibelakang tubuh seksi dan membuat yeoja itu menoleh padanya.
“Siapa kau?” ketus yeoja itu ketika ia menoleh pada Minho. “Aku Choi Minho, Kau siapa?” Tanya Minho masih dengan nada santai. Tanpa ada jawaban yeoja itu melangkah pergi akan tetapi gerakannya kurang cepat dengan tangan namja itu yang sudah bertengger manis di pinggangnya dan menariknya mendekat hingga tidak ada jarak diantar mereka berdua.

“Apa yang kau lakukan” ujar gadis itu yang tak lain adalah Suzy sedang melepaskan tangan Minho yang masih dipingganya “Lepaskan aku!” bentak Suzy ketika Minho semakin mendekatkan wajahnya dan membuat Suzy ketakutan.

“Tenanglah manis hanya satu kecupan” ujar Minho dan tanpa babibu ia langsung mendaratkan sebuah ciuman panas pada Suzy . gadis itu meronta dan memukuli dada bidang Minho akan tetapi seperti tembok yang tak gentar namja itu malah membuat Suzy kepayahan dalam ciuman yang gila itu.
Minho melepaskan ciuman ketika melihat yeoja di depannya itu hampir kehabisan nafas karena ciumannya. Hosh hohs PLAK satu tamparan mendarat mulus di pipi Minho dan dengan cepat Suzy beranjak dari hadapan Minho dan keluar dari club itu dengan wajah menahan tangis. Karena pengaruh alcohol atau ia memang sudah mabuk Minho yang baru sekali ditampar langsung mengejar Suzy yang sudah keluar dari Club. Ia melihat gadis itu berjalan gontai menuju arah parkiran dan Minho dengan cepat manarik Suzy yang terkejut menuju mobil Audy hitam miliknya.
“Apa yang kau lakukan” ronta Suzy ketika dengan kasar Minho menyeret dan memasukannya kedalam mobilnya. Tanpa ada jawaban Minho langsung masuk ke mobilnya dan mengemudikannya keluar dari club. Suzy yang masih terkejut dan bingung dengan apa yang dilakukan oleh namja yang tidak dikenalnya itu hanya bisa berteriak marah.
“Turunkan aku!!” marah Suzy dan Minho tidak memperdulikan teriakan gadis disampingnya itu.

Ketika sampai Minho langsung membuka mobil dan berjalan kearah pintu Suzy, membuka pintu itu langsung menarik Suzy mengikuti langkahnya. “Auw apa yang kau lakukan tolong lepaskan aku, Kau sedang mabuk tuan” ujar Suzy kesakitan karena cengkraman tangan Minho.

Minho tidak menghiraukan kata-kata Suzy langsung membawanya menuju lift yang mengarah pada apartement mewah milik laki-laki itu. Sesampai di dalam apartement Minho langsung menghempaskan Suzy begitu saja. Namja itu berjalan menuju lemari es untuk mencari air putih yang dapat menyegarkan pikirannya karena pengaruh alcohol.

“Dasar bajingan cepat lepaskan aku!” Marah Suzy dan hal tersebut membuat langkah Minho terhenti dan memandang marah pada Suzy. namja itu mendekat dengan tatapan tajam yang ia miliki, Suzy ingin sekali berlari ketika badannya menabrak sofa yang ada dibelakangnya ia terduduk dan hanya bisa berdoa dalam hati ketika Minho yang masih terpengaruh oleh alcohol mendekati tubuhnya.
“Pertama kau menamparku dan kedua kau sudah dua kali mengataiku bajingan ha!” bentak Minho dan membuat Suzy beringsut takut ketika tubuh Minho sudah berjarak beberapa senti darinya.

“Mianhe aku tidak bermaksut” ucapan Suzy terhenti ketika Minho sudah mendaratkan ciuman panas pada Suzy yang sekarang berada dibawahnya. Gadis itu terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Minho akan tetapi tenaganya seakan diserap oleh ciuman liar Minho. harus beberapa kali Suzy memukul tubuh Minho meminta untuk melepaskannya akan tetapi apa yang ia dapat tangan kekar itu dengan cepat menyobek drees hitam yang ia gunakan dan menampilkan tubuh polos milik Suzy. dan bagai tersambar petir ketika Minho yang sudah dilingkupi nafsu lelakinya menikmati tubuh indah Suzy hingga membuat yeoja itu menangis ketika dengan tiba-tiba kehormatannya direnggut begitu saja oleh namja yang tidak ia kenal.

Flashback end.
“Jangan pernah mendekati kehidupanku apalagi Jiho, aku tidak mau Jiho mempunyai Appa bajingan sepertimu!!” Ketus Suzy dan keluar meninggalkan Minho yang masih berdiri mematung mendengar kata-kata Suzy.

Minho masih membisu sepeninggal Suzy, pikirannya benar-benar kacau ia berjalan geram dan membanting semua benda yang berada diatas meja kerjanya dan tanpa ia sadari tangannya mengeluarkan darah karena tinjuannya pada meja kerjanya. “Sialan kau Minho” geramnya sambil memukul tangannya ke meja kembali.
“Sudah kuduga akan seperti ini” ujar namja yang tak lain adalah Minhyuk masuk kedalam ruangan Minho tanpa permisi. “Ma’af pintumu yang sudah terbuka terlebih dahulu” ujarnya kemudian ketika melihat raut marah Minho ketika dia masuk tanpa seijinnnya.

“Apa kau kesini ingin memarahiku atau memukulku?!” ketus Minho sedangkan Minhyuk hanya menggeleng dengan tenang menghampiri Minho yang sudah menahan marah.

“Awalnya tetapi melihat kondisimu seperti ini membuatku harus memukulmu dilain hari”. Dan masih mendapat tatapan tidak suka dari Minho.”Kau ingin minum?” kata Minhyuk tenang sambil menatap dalam manik mata Minho. Minho masih menatap curiga dan Minhyuk menyadari hal itu

“Tenanglah aku kesini bukan untuk menghajarmu sebagai paman Jiho, tapi sebagai temanmu Kang Minhyuk teman dari Choi Minho bukankah kita masih berteman?” dan hal itu membuat tatapan tajam Minho berubah.
“Karena kau diam itu bearti kau setuju, kajja kita pergi” ajak Minhyuk tanpa mendapat jawaban dari Minho. “Oh tapi tunggu dulu kita bersihkan dulu tanganmu itu , ckckck apakah kau dokter Choi yang aku kenal” celoteh Minhyuk ketika melihat tangan kanan Minho yang masih mengeluarkan darah segar.
Setelah membersihkan dan mengobati, Minhyuk segera membawa Minho ke sebuah café langganan mereka berdua ketika masih kuliah dulu. Minho yang sedari tadi masih diam dan hanya menikmati minuman yang ia pesan membuat Minhyuk menatap miris.

“Jangan melihatku seperti itu” kata Minho menyadari jika sedari tadi Minhyuk sedang memperhatikan gerak geriknya. “Bagaimana keadaan Jiho?” Tanya Minho mengalihkan pandangannya pada Minhyuk yang masih memperhatikan dirinya.

‘Tenanglah Jiho baik-baik saja dia anak yang kuat” jawab Minhyuk dengan tatapan menenangkan. “Syukurlah dia baik-baik saja”. Kata Minho
“Kau tahu hati ku sangat sakit ketika melihatnya terbaring tak sadarkan diri di depanku, dengan darah yang terus keluar dan aku sebagai dokter hanya bisa melihat dan meminta perawat untuk mencari pendonor padahal aku adalah pendonornya” cerita Minho dengan menyesap segelas minuman beralkohol yang ia pesan.

“Dan kau tahu Minhyuk-ah entah kenapa ketika Jiho kau titipkan denganku aku merasa dia seperti aku ketika kecil dan ternyata dia memang anakku anakku yang beberapa jam tadi aku ketahui” kekeh Minho dengan suara mulai serak menahan tangis dan Minhyuk mencoba mendengarkan apa yang Minho ingin ceritakan padanya. Tetapi melihat Minho terdiam begitu lama dengan sesekali menyesap minuman beralkohol itu membuat Minhyuk menghentikan tangan Minho yang akan meminum minuman keras kembali
“Sudahlah kau bisa mabuk, sebaiknya kita pulang, Ayo” ajak Minhyuk mencoba merangkul bahu Minho tetapi Minho tidak bergeming dan masih dalam posisinya. Minhyuk akhirnya membiarkan Minho seperti itu hingga satu jam.
“Minho-ah apa kau tahu aku ingin sekali memukulmu dan membalas rasa sakit hati Jiho dan Suzy selama ini” cerita Minhyuk sendiri dan ia menyadari jika Minho masih sadar dan mendengarnya.
“Tetapi entah kenapa ketika melihatmu, seperti aku melihat Jiho anehkan?” dan kata-kata Minhyuk itu membuat Minho yang masih sadar menegakkan kepalanya menghadap Minhyuk yang masih bercerita tanpa melihatnya.

“Kau tahu Jiho anak laki-laki yang tampan dan periang itu ternyata sangat menderita sekali selama ini tanpa seorang ayah, ketika Kristal mengajak Jiho pertama kali bertemu denganku tiga tahun lalu aku merasa Jiho selalu mencari sosok ayah pada diriku. Dia benar-benar membutuhkan sosok seorang ayah hingga menganggapku dan Myungsoo sebagai ayah penggantinya” cerita Minhyuk “Saat itulah aku menganggap Jiho seperti anakku sendiri seperti Kristal yang sudah merawatnya ketika ia masih dalam kandungan Suzy”.

“Aku tahu kau marah pada Suzy yang sudah menyembunyikan semua ini padamu tapi, bagaimanpun Suzy sangat trauma dengan kejadian itu. Kau sudah membuat dirinya hancur ketika di usia yang sangat muda dengan karir yang baru ia mulai. Dia harus mengandung dan keluarganya yang malu ketika mengetahui anaknya hamil diluar nikah mengusir Suzy begitu saja. Untung saja Kristal yang merupakan sahabat Suzy mulai SMA dengan sabar memberikan semangat pada Suzy yang sudah putus asa dalam hidupnya. Beberapa kali Kristal menemukan Suzy mencoba bunuh diri tetapi ia sekuat tenaga membuat Suzy melupakan semua yang sudah kau perbuat padanya”. Jelas Minhyuk dan membuat Minho terpukul serta tidak ingin mendengar cerita Minhyuk lagi tetapi sahabatnya itu masih ingin bercerita kembali.
“Dan kau tahu ketika Jiho lahir, hampir satu bulan Suzy tidak ingin melihat anaknya itu, karena setiap kali ia melihat Jiho ia selalu berteiak histeris dan hal itu membuat Kristal akhirnya memanggil psikiater untuk membantu Suzy. Dan untunglah berkat kegigihan Kristal dan keberadaan Jiho yang selalu memberikan semangat membuat Suzy menerima Jiho dan melupakan masa lalu tentangmu” kata Minhyuk sambil menatap Minho dalam.

“Aku dan Kristal selama ini tidak mengetahui jika namja yang menghamili Suzy adalah kau, dia tidak pernah bercerita apapun tentangmu dan juga siapa nama mu saja kita tidak tahu. Suzy benar-benar tidak ingi mengiatmu apalagi bertemu denganmu lagi” jelas Minhyuk sedangkan Minho masih terdiam.

“Karena itulah aku mohon padamu mungkin ini sedikit egois untukmu, tetapi ini semua untuk kebaikan kalian semua. Aku tidak ingin melihat Suzy terluka seperti dulu dan untuk Jiho aku yakin Suzy dapat mengatasinya seperti lima tahun lalu jadi tolong jauhi mereka” kata Minhyuk dengan nada setenang mungkin meminta Minho agar menjauhi Suzy. Sedangkan Minho terlihat berfikir dengan wajah yang begitu lelah.

“Apakah ini karma untukku Minhyuk-ah? Kenapa harus seperti ini” sesal Minho dengan suara parau. “Apakah aku harus menjahui orang yang lima tahun ini selalu aku cari, dan ternyata dia memiliki anak… anak kandungku kau tahu!” entah kenapa air mata yang sedari tadi dibendungnyapun menetes dadanya sesak menahan sakit, dan pikirannya tentang Jiho membuat hatinya semakin sakit hingga ia harus menangis walaupun didepan Minhyuk.

“Aku tidak bisa harus menjauh dan meninggalkannya lagi aku tidak bisa” isaknya sambil memegangi dadanya yang terasa sesak. Minhyuk yang melihat wajah sendu dan permohonan Minho tidak kuasa untuk memeluk sahabatnya yang sedang terpuruk itu.
“Mianhe Minho-ah aku tidak bisa membantumu, Minahe” sesal Minhyuk tidak bisa membantu sahabatnya itu.

Pagi itu seorang wanita cantik yang tertidur dengan keadaan duduk dengan kepala bersandar pada kasur rumah sakit terusik dengan gerakan kecil anaknya Jiho. Ia terbelalak kaget menyadari Jiho sudah sadar.

“Jiho Jiho-ah” panggilnya melihat tangan mungil Jiho bergerak dan ia membelas dengan menggegam tangan Jiho. Sedangkan Kristal yang masih tertidur di kursi sofa rumah sakit terusik dengan suara Suzy yang memanggil nama Jiho membuat Kristal terlonjak kaget dan berlari kearah Suzy.

“Ada apa? Jiho kenapa?” kata Kristal masih setengah sadar sambil mengikuti arah pandang Suzy. “Panggil dokter cepat Jiho sepertinya sudah sadar” suruh Suzy dan dengan cepat Kristal memencet tombol merah di dekat kasur pasien.
Tidak lama kemudian Minhyuk yang tadi malam juga menginap dirumah sakit dan terpaksa berjaga malam datang dengan beberapa perawat dan dengan cepat memeriksa kondisi Jiho. Terlihat wajah serius Minhyuk berubah lega. “Syukurlah kondisinya baik-baik” ujar Minhyuk
“Mommy” Suara lemah Jiho membuat Suzy, Kristal dan Minhyuk tersenyum senang ternyata apa yang dikatakan Minhyuk benar. Dengan cepat Suzy mengambil alih tempat Minhyuk disamping Jiho.

“Kau sudah sadar sayang” jawab Suzy lembut dan tak terasa air matanya keluar begitu saja. “Appo” ujar Jiho merasa kepalanya berdenyut sakit dan hendak memegang kepalanya namun dicegah oleh Suzy. “Appo? Tahan sebentar ya sayang Jiho anak yang kuat kan!” hibur Suzy dan hal tersebut membuat Kristal yang sejak tadi melihat adegan ibu dan anak itu terharu dan mendekati ponakan tercintanya itu.

“Jiho mau Auntie belikan mainan tidak?” ujar Kristal dan membuat arah pandang Jiho mengarah pada Auntienya itu. “Ne Auntie Jiho mau” jawabnya lemah. “Jika begitu Jiho harus kuat ne dan Jiho harus sembuh baru Auntie belikan mainan yang banyak untuk Jiho” janji Kristal dan Jiho menjawab dengan anggukan kepala.

“Baiklah jika begitu Jiho kau harus makan ne dan jangan lupa minum obat supaya cepet sembuh dan Auncle janji kita akan bermain game kesukaan Jiho, Okey” seru Minhyuk membuat suasana yang tadinya sedih berubah menjadi ceria dengan senyum Jiho yang mengembang dibibir mungil Jiho. “Benarkah Auncle Jiho boleh main game?” Tanya anak itu antusias walaupun masih lemah “Ne Auncle janji kita akan bermain game sepuasnya” janji Minhyuk sambil melingkarkan jari kelingkingnya pada Jiho.
Disisi lain di sebuah apartement mewah Minho yang masih tertidur terbangun karena bunyi ponselnya, dengan malas namja itu membuka matanya dan mencari keberadaan posel hitamnya.
“Yobosseo?” sapanya masih dengan mata yang terpejam.
“Pagi Dokter Choi”. Sapa seorang wanita disebrang telfon dan Minho segera menjauhkan ponselnya dan melihat nama yang tertera di layar ponselnya itu.
“Ada apa kau menelfonku pagi-pagi sekali” katanya ketus menyadari siapa yang mengganggu tidurnya.
“Clam down honey, ini sudah hampir siang sayang bukan pagi” ujar wanita itu.
Minho menghembuskan nafas malas jika harus meladeni wanita satu ini.
“Baiklah Park Jiyeon-si ada apa menelfonku?” Tanya Minho yang sudah mulai malas
“Baiklah Dokter Choi karena kau tidak sabar maka aku langsung saja, apakah kau ada waktu nanti malam? Aku ingin mengajakmu makan malam dan ingin membicarakan masalah hubungan kita”.

“Nanti malam? Memang apa yang ingin kau bicarakan denganku?” kata Minho
“Tentang pertunangan kita, kau ada waktu tidak?” Tanya Jiyeon kembali
“Baiklah dimana aku harus menemuimu” jawabnya malas karena ia sudah malas harus berbicara lama dengan Jiyeon.
“Aku akan mengirimkan alamatnya untukmu, kau harus datang okey! Bey Honey” ujarnya hingga sambungan telfon mati begitu saja dan membuat Minho kembali merebahkan dirinya di tempat tidur.
Tiba-tiba dia terduduk kembali dengan wajah terkejut “Aku lupa Apakah Jiho sudah sadar?” katanya pada dirinya sendiri dan kemudian berlari menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Tidak membutuhkan waktu lama Minho segera menggunakan kemejanya dan berlari keluar dari apartementnya menuju area parkir. Dan dengan cepat namja itu menaiki Audy silvernya menuju rumah sakit.

Sesampai di depan rumah sakit Minho langsung masuk dan berlari menuju kamar yang dihuni oleh Jiho, dan langkahnya terhenti ketika melihat Minhyuk yang baru saja keluar dari kamar Jiho. Minhyuk yang melihat sahabtnya itu mendekati dengan raut yang berbeda dengan sebelumnya.

“Jiho sudah sadar dan dia baik-baik saja” terang Minhyuk ketika sudah berdiri dihadapan Minho. “Benarkah? Syukurlah dia baik-baik saja” ujar Minho lega. Dan ia merasa terusik dengan tatapan Minhyuk.
“Baiklah karena kau sudah mengetahui Jiho baik-baik saja sebaiknya kita pergi dari sini” kata Minhyuk sambil mengajak Minho segera pergi dari tempat itu, tetapi Minho tidak bergeming tetapi memandang marah pada namja sipit itu.

“Aku mohon biarkan aku melihat keadaan Jiho” pinta Minho sedangkan Minhyuk tidak memperdulikan permintaan sahabatnya itu. “Aku kan sudah bilang Jiho baik-baik saja, Aku mohon padamu jangan sekarang” ujar Minhyuk. Dan akhirnya dengan berat hati Minho mengalah dan mengikuti langkah Minhyuk meninggalkan kamar Jiho.

Haii Assalamualaikum semua minal aidzin walfaidzin ya ma’af lahir bati semuanya…😀
Ma’af lama publishnya coz kemaren kan hari raya agak males buat ngetik semoga walaupun lama ceritanya g ngebosenin ya…😀
Oh iya jangan lupa kritik dan saranya jika banyak typo or kata-kata yang kurang berkenan di hati mohon maaf lahir batin ya…😀

8 responses to “Complicate (part 4)

  1. Sory q lgs coment part 4… Keren Ff u chingu….part ini bner2 mnguras emosi…oh y knpa minho gag inget klau dia hamilin suzy.. Bner2 minho….n kog bsa mnho tunangan ma jiyeon ah bner2 complicted sesuai jdul hhhehe….d lnjut dong chingu sayang klau gag cos ff nya bagus…d tgg llnjutannya y n jgn lma2 postnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s