[CHAPTER – PART 1] Beautiful Liar

beautiful liar pt1© Poster by @farvidkar

Tittle: Beautiful Liar – Part 1 | Author: farvidkar | Genre: Action, Crime, Romance | Cast: L Kim / Kim Myung Soo, Bae Suzy | Other cast: Kim Kai/ Kim Jong In, Byun Baek Hyun, Shim Chang Min, Zelo, and etc | Rating: PG-17

A/N: Asli buatan sendiri dengan imajinasi yang datang sendirinya. Tidak ada maksud lain dengan karakter yang dibuat. Fanfiction ini juga telah dipublis pada blog pribadiku.

 

At Volvox Building

Suara lantunan music grand piano bersama cello yang dipadukan biola menghipnotis orang-orang untuk turun ke lantai dansa. Nuansa ruangan yang elegant dengan tema gold and fire, merupakan ciri khas dari para elit chaebol South Korea. Pesta yang diselenggarakan oleh Hansol group atas dibukanya Hansol Departement Store mengundang seluruh kalangan pedagang kelas atas dan beberapa pemuka politik. Hansol group terkenal atas kekayaannya yang luar biasa. Memiliki saham dimana-mana, tidak hanya dalam negeri melainkan ke mancanegara. Perkembangan pesat yang ditunjukkan oleh group ini membuat group ini sangat disegani, awalnya yang dijuluki the second Hyundai kini menjadi group nomor satu karena berhasil menyingkirkan Hyundai group yang jatuh bangkrut.

Seorang gadis berambut hitam panjang yang mengenakan long dress hitam dengan belahan dada terbuka tanpa lengan berdiri di sudut ruangan sembari menyesap wine merah yang menyamarkan warna lipstick-nya. Matanya menyusuri ruangan seolah-olah sedang mencari mangsanya. Tiba-tiba matanya bertemu dengan seorang pria yang mengenakan tuxedo hitam yang sangat pas dengan badannya. Mereka bertatapan mata sedetik, dua detik, tiga detik. Hingga sudut bibir pria itu terangkat. Dengan santai pria itu menghampiri Suzy, gadis yang sedari tadi mencoba memikatnya.

“Tidak baik seorang wanita cantik berdiri sendirian” ucap pria bermata sipit itu mencoba merayu gadis di sebelahnya. Suzy tersenyum singkat kemudian menyesap wine-nya dua teguk, memperlihatkan tengkuknya dengan sengaja.

“Apa kau bermaksud mau menemaniku?” Tanya Suzy mencoba berbasa-basi di hadapan L Kim, pewaris Hansol group yang memang diincarnya sedari tadi.

“Tentu saja, kau pikir apa yang ingin kulakukan di hadapan seorang gadis yang sedari tadi sedang mengincarku? Haha” Suzy mengerutkan alisnya. Kini jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya. Gadis itu panik, benar-benar panik. Dia sudah sering menangani hal-hal seperti ini di hadapan banyak pria, tetapi yang satu ini berbeda.

“Apakah kau bisa membaca pikiran tuan?” Suzy membuka suaranya, mencoba merilekskan dirinya dan mempertahankan profisionalitas yang dipeganggnya dua tahun terakhir.

“Tentu saja tidak, apakah tebakanku benar nona?” L Kim mendekatkan wajahnya ke wajah gadis itu, menyentuhkan hidungnya di hidung Suzy. Matanya memperhatikan perubahan apa yang akan dibuat gadis di hadapannya itu. Hanya bibir gadis itu yang bergerak tertarik ke atas.

“Jika benar seperti itu, mungkin dari tadi aku sudah meninggalkan tempat ini karena malu tertangkap basa” jelas Suzy mencari jalan keluar. Myungsoo yang tak lain adalah nama asli L memundurkan wajahnya sehingga memberi akses udara untuk Suzy bernafas, karena dari tadi gadis itu kesusahan nafas akibat ulah pria itu.

“Ingin beristirahat? Acara seperti ini tidak cocok untuk kita berdua” mereka berduapun meninggalkan gedung mewah milik Hansol group. Menaiki lift menuju lantai 67 yang merupakan lantai paling atas. Melewati koridor dengan designe modern, lukisan-lukisan yang terpajangpun pernah dilihat Suzy saat berkunjung ke pameran-pameran bergengsi. Hingga sampai di ujung koridor terdapat sebuah pintu yang diukir dari kayu cendana yang harum. L Kim berjalan duluan dan membukakan pintu itu untuk Suzy.

“Selamat datang di surgaku” ucapnya sambil membungkuk, seolah-olah sedang berperan sebagai pelayan. Suzy hanya tersenyum sekilas karena langsung terpanah dari isi ruangan.

“Benar-benar keluarga yang menakjubkan” gumam gadis itu. Suzy berusaha membandingkan ruangan ini dengan rumahnya yang tak seberapa.

“Ingin minum Merlot wine?” tawar L Kim sembari melepas tuxedonya dan hanya menyisakan kemeja putihnya saja.

“Aku ingin yang lebih keras, how about Cabernet Sauvignonn?” kata Suzy selagi membantu L Kim melepas dasinya.

It’s okey

….

Pria jangkung bermarga Shim itu membawa nampan yang berisikan anggur merah ke arah sekumpulan anggota parlemen. Berdiri sedikit lama diantara pria-pria paruh baya itu dengan sengaja. Setelah mendapatkan waktu yang tepat, dia menghampiri seorang pria berkacamata dan dengan sengaja menabrak pria itu.

“Maafkan saya, maafkan saya tuan” beberapa kali pria bermarga membungkuk sopan, meminta maaf.

“Ya, tidak apa-apa pergilah” ucap pria tua itu terlihat sekali menahan kesal. Tentu saja dia harus menahan kesal, jika dia mengeluarkan amarahnya mungkin saja nama pria itu langsung berada di headline news mengingat ada banyak wartawan yang berada disini.

“I got it” gumam Shim Changmin berjalan kebelakang sambil memasukkan sesuatu ke dalam sakunya.

….

Udara yang malam yang dingin menerpa punggung Suzy yang terbuka. L dan Suzy duduk di balkon sembari meminum wine dengan kadar alkohol tinggi. L sesekali limbung karena sudah menghabiskan tiga botol wine. Hingga yang kesekian kalinya pria itu jatuh di lantai tak sadarkan diri.

“Ommo.. apa hanya sebatas ini kemampuanmu?” Tanya Suzy yang kini merendahkan tubuhnya di hadapan L Kim.

“Mm… mmm….” Entahlah omongan apa yang dibicarakan L Kim, Suzy tidak mau ambil pusing. Gadis itu menyeret tubuh L Kim ke atas kasur. Melepaskan sepatu dan kauskaki yang dikenakannya. Kemudian membukakan dua kancing teratas pada kemeja L Kim.

“Tidurlah yang nyenyak arra? Jangan salah paham saat bangun nanti, aku bukanah gadis penggoda yang akan tidur dengan pria brengsek seperti kau. Aku hanya memberikan akses udara karena wine panas yang ada di tubuhmu akan membuat siapa saja gerah” setelah mengakhiri kalimatnya, gadis itu berjalan ke ruangan kerja L Kim dan membobol brangkas milik pria itu dengan keahliannya. Setelah berhasil terbuka, gadis itu mengambil beberapa dokumen yang menurutnya adalah ‘dokumen yang dimaksud’. Suzy berjalan kearah balkon, berhenti sejenak menghirup udara malam kemudian melepas long dressnya. Sudah ada baju tipis serba hitam dengan beberapa pengait yang akan disangkutkan pada tali yang telah terpasang di balkon. Ketika gadis berambut panjang itu akan bersiap melompat ke bawah, tiba-tiba ada seseorang yang menyentuh pundaknya.

“Siapa kau sebenarnya?” suara itu adalah suara yang dikenalnya. Suara milik L Kim. Gadis itu tidak bergerak dari tempatnya. Mencoba mencari alternative yang aman agar tugasnya segera selesai.

“Siapa kau sebenarnya!?” bentak L Kim yang dengar kasar memutar tubuh Suzy, dan sepersekian detik gadis itu mencoba menyerang L Kim dengan pisau lipatnya. Dengan lincah L Kim menghindar. Suzy yang terlatih dengan gerakan cepat menyerang L sehingga beberapa kali permukaan kulit pada wajah L tergores dan mengeluarkan darah.

“Gadis bodoh jika kau mencari gara-gara denganku” kini L berbalik menyerang Suzy. Tangannya yang panjang dengan mudah menangkap lengan kanan gadis itu, L mengunci Suzy dengan posisi memeluknya.

“Kau tidak bisa kemana-mana” gumam L Kim tetapi masih dapat tertangkap oleh indra pendengaran gadis itu. Tetapi tiba-tiba pegangan L Kim mengendur dan dengan cepat Suzy melepaskan dirinya. Ternyata pisau yang dipegang Suzy tertancap mulus di perut L Kim. Gadis itu tersenyum meremehkan. Alhasil seharusnya gadis itu melesat pergi meninggalkan L Kim sendirian sehingga mati tak kehabisan darah, tetapi gadis itu malah merobek long dress yang pernah dikenakannya dan mengikat perut L Kim agar meminimalisir darah yang keluar. Setelah itu Suzy mengambil handphone L Kim yang berada di atas kasur dan melemparnya ke arah L.

“Telfon ambulance ke sini, jika kau masih ingin terus hidup” hanya kalimat itu yang Suzy ucapkan sebagai kalimat perpisahan, karena gadis itu langsung terjun ke bawah dari lantai 67.

….

At Namcheon Park

Van hitam dengan mesin yang menyala sedang menunggu seseorang sebagai tumpangan terakhirnya. Sudah ada beberapa orang di dalam Van itu yang menunggu dengan gelisah.

“Hyung, apa terjadi sesuatu dengan Suzy noona? Mungkin saja dia ketahuan dan langsung dibunuh oleh pria bermata sipit itu?” Zelo yang merupakan maknae di Van itu mengeluarkan sugestinya.

“Apa kau ingin ditelan Suzy hidup-hidup?” Tanya Baekhyun dari kursi pengemudi, sementara Shim Changmin sang leader, hanya terus mengamati daerah sekitarnya di sebelah Baekhyun.

“Siapa yang perlu ku telan?” tiba-tiba suara Suzy mengagetkan tiga pria yang duduk di Van itu. Mengingat gadis itu memasukkan kepalanya dari jendela pada kursi yang kosong.

“Noona! Ku kira kau tidak selamat” ucap Zelo pura-pura memasang wajah sedihnya, takut-takut dirinya akan dicabik oleh gadis kelahiran tahun sembilan puluh empat itu. Sementara Suzy masuk ke dalam Van dengan cepat dan mengganti bajunya.

“Baekhyun oppa, cepat jalankan mobil ini. Kita harus cepat-cepat meninggalkan tempat ini” kata Suzy yang masih sibuk dengan penyamarannya.

“Dan kau Zelo, akan ku habisi kau setelah ini”

….

At Volvox Building

Di tempat lain, L Kim yang telah menatap kepergian Suzy dari lima menit yang lalu hanya berdiam diri di tempatnya tersungkur, setelah merasa sudah waktunya kini pria itu membuka layar terkunci di handphonenya kemudian menelfon ambulance.

“Mungkin gadis itu sudah jauh” gumam L Kim yang kemudian kehilangan kesadarannya.

….

Bae Home’s

Cahaya matahari menerobos masuk melalui celah-celah tirai jendela. Gadis yang dikenal bernama Suzy itu meregangkan badannya di atas kasur akibat kelelahan akan aktivitasnya sampai larut malam. Seperti normalnya remaja, bangun pagi dan bersiap-siap berangkat kuliah. Gadis bermarga Bae itu tak lupa memakai kacamata besarnya dan mengenakan sepatu compang camping andalannya. Sangat berbeda 180 derajat dengan dandanannya semalam. Ya, beginilah aslinya Bae Suzy. Dua tahun bekerja dengan kelompok bayaran yang diketuai Shim Changmin. Hanya menunggu seseorang mentransferkan uang ke rekening mereka, kemudian mengikuti apa yang diperintahkan.

Seperti biasanya, Kim Kai sudah menunggu gadis itu di depan rumah. Membawa mobil sport-nya di rumah kumuh milik Suzy.

Morning baby” sapa Kim Kai saat gadis itu sudah berada pada jarak yang dekat dengannya.

Morning my ex” ucap Suzy yang langsung mendapat jitakan di kepalanya. Gadis itu hanya mengendus pelan akibat jitakan yang lumayan keras itu.

“Sampai aku belum mendapatkan penggantimu, jangan memanggilku seperti itu, okey?” jelas Kim Kai mengingatkan gadis yang ada di hadapannya itu dan ditanggapi dengan anggukan oleh Suzy.

….

At Kyunghee University

Suzy dan Kai jalan beriringan, banyak orang-orang yang mengomentari mereka. Mulai dari ketidak serasihan antara status social mereka serta masalah percintaan mereka yang putus sambung sampai saat ini. Mereka berdua sudah putus sejak tiga bulan yang lalu, karena gadis itu tidak nyaman dengan kelakuan Kai yang bisa dibilang bukanlah pria baik-baik. Bukannya gadis itu selalu menuntut mendapatkan pria dari kalangan terpelajar, toh gadis itu sendiri bergabung dengan kelompok bayaran yang tak pantas dengan pria baik-baik. Tetapi gadis itu selalu mengharapkan mendapatkan cinta layaknya seorang putri di cerita dongeng.

“Apa kau ingin ku kenalkan dengan Choi Sulli?” bisik Suzy saat tak sengaja bertatapan mata dengan gadis berkulit susu. Gadis yang bernama Sulli itu menatap Suzy dengan tatapan memohon, mengingat gadis itu sangat menyukai Kim Kai.

“Apakah dia lebih cantik darimu?” Tanya Kai balik, gadis itu menimbang nimbang. Berpikir rumit saat membandingkan dirinya dengan orang lain.

“Jika kau bertanya padaku, tentu aku akan menjawab bahwa aku lebih cantik darinya” jelas Suzy, terkadang gadis itu dengan bodohnya ikut terbawa suasana dengan pertanyaan menjebak jika berada bersama Kim Kai.

“Kalau begitu aku tidak berminat” ucap pria bermarga Kim itu acuh dan langsung melesat pergi entah kemana.

….

At Hansol Hospital

Ruangan serba putih itu terasa sunyi, tidak ada penghuni lain selain seorang yang terbaring kaku di atas ranjang dengan selang infus yang terhubung pada lengannya. Pria itu membuka matanya, mencoba menyesuaikan dirinya dengan ruangan baru ini. Sudah ada makanan yang tersedia di sampingnya beserta dengan surat yang terbungkus amplop dengan cap bertuliskan presdir Hansol group yang sangat dikenalnya.

“untuk anak sulungku, Kim Myungsoo. Cepat sembuh dan kasus ini akan kuserahkan padamu. Aku dan ibumu tidak bisa menjengukmu karena ada urusan di luar negeri. Kau pasti mengerti”

Setelah membaca surat itu, L lantas melemparnya ke tempat sampah dan segera kembali menyandarkan punggungnya kembali.

….

At Gas Station

Pria jangkung itu berjalan mondar mandir sebari mengecek jam tangannya. Cuaca yang tidak bersahabat mengurungkan niatnya untuk terus berdiri di samping benda segiempat yang mengeluarkan cairan itu. Pria yang bernama Zelo itu pergi menepi dan duduk di lantai sambil menusapkan tangannya.

“Omo.. dingin sekali” gumam Zelo. Dia tidak menyadari bahwa ada seseorang yang memperhatikannya dari kejahuan.

“Kami menemukan tuan muda Choi” ucap seseorang yang berdiri di seberang berbicara dengan seseorang di telefon. Tak lama sebuah mobil sedan hitam memasuki gas station begitu pula dengan Zelo yang langsung kembali ke tempatnya berada. Zelo telah siap memegang handle selang di samping mobil itu, namun dua orang pria berbadan tegap keluar dari mobil dan langsung menyeret Zelo ke dalam mobil.

….

At Volvox Building

Gedung serbaguna ini Nampak sepi dari aktivitas biasanya. Sengaja tidak gunakan atas perintah pemilik barunya, L Kim. Pria itu berjalan perlahan menuruni anak tangga menuju basement tempat mobilnya terparkir. Hanya terdengar gemaan langkah kaki, tentu saja mengingat hanya ada sebuah mobil sport hitam milik penerus perusahaan terkenal itu.

“apakah seperti ini rasanya jika hanya aku seorang yang bertahan di bumi ini?” Tanya pria itu pada dirinya sendiri. Lantas pria itu menaiki mobilnya dan melesat pergi meninggalkan gedung mewah itu.

….

L Kim mengemudikan mobilnya di jalanan lenggang Seoul yang nampak licin dengan kecepatan di atas 120 km/jam. Pria itu nampaknya tidak takut mati. Pikiran L Kim kacau dengan berbagai hal yang dilewatinya, terutama dengan masalah yang menyangkut wanita.

“Aish.. apa yang gadis itu ambil dari berangkasku?!” gerutu L yang terus membelah jalanan Seoul, pria itu terheran-heran dengan dirinya yang mau saja terpengaruh oleh gadis yang baru saja dikenalnya. Masalahnyapun bertambah mengingat dia sendiri tidak mengetahui apa isi berangkas yang dititipkan oleh ayahnya.

“Untung saja ayah tidak tahu kalau berangkasnya hilang” gumam L Kim.

….

At Cemetery

Gundukan tanah hijau yang kini mulai tertutupi embun mendapati kunjungan oleh seorang gadis berkacama yang mengenakan kemeja biru dengan celana panjang jeans robek dan dipadukan dengan sepatu kets kotor. Gadis itu menguncir kuda rambutnya yang panjang dan menyisakan beberapa helaian anak rambut di samping telinganya.

“Aku datang menjengukmu ibu” ucap gadis itu berbicara pada gundukan tanah di hadapannya. Mengingat awan gelap mulai mendominasi langit, tanpa pikir panjang gadis itu langsung berdoa untuk ibunya yang berada di surga. Tak lupa meletakkan sebuket bunga lily putih kemudian gadis itu membungkukkan badannya untuk pamit pulang.

Kini tak hanya satu dua tetes air yang berjatuhan dari langit, kini tumpahlah sudah isi tampungan hasil penguapan dari laut. Suzy berlarian menuruni bukit tempat ibunya disemayamkan, tetapi tak hanya dia sendirian yang berada disini, seorang pria yang mengenakan kaus V neck hitam juga sedang berkejar-kejaran dengan deru langkah Suzy.

“Kau yang disana! Jangan diam saja, cepat terus berlari! Kau ingin mati kehujanan?” Pria itu memiliki wajah yang nampak familiar di mata Suzy. Gadis itu hanya diam di tempatnya memerhatikan wajah pria yang kini berlarian mendekatinya. Mencoba mengingat ingat kembali. Hingga kesadarannya kembali, kini pria itu berlarian mencoba mencari tempat berteduh sambil menggenggam tangan Suzy. Wajah pria itu kini tak dapat terlihat karena guyuran hujan mengacaukan pandangan mata Suzy melalui kacamata yang melekat pada gadis itu.

“Kita berteduh disini” ucap pria itu singkat. Suzy menatap genggaman tangan yang tidak dilepaskan pria itu. Saat Suzy mencoba mengisyaratkan untuk melepaskan genggamannya, suara petir terlebih dahulu menggelegar dan membuat Suzy reflex memeluk pria di sampingnya. Suzy tidak melepaskan pelukannya, begitu pula pria di sampingnya malah mencoba menenangkan gadis itu dengan mengelus permukaan kepala Suzy.

“Tenang saja aku tidak akan meninggalkanmu sendirian” kata pria itu menenangkan gadis yang memeluknya itu. Gadis itu menitikkan air mata saat suara petir kedua terdengar.

“Hapus air matamu, aku tidak suka melihat seorang gadis menangis di hadapanku” pria itu mempererat pelukannya. Suzy tertegun sejenak, dekapan ini adalah dekapan milik L Kim, pria yang tidak sengaja ditusuknya dengan pisau. Suzypun menyembunyikan wajahnya di bahu L, sangat lama posisi mereka seperti itu hingga hujan reda dengan gerakan cepat gadis bermarga Bae itu berlari meninggalkan L Kim yang berdiri mematung layaknya orang bodoh yang kemalingan.

“Gadis aneh. Setelah menempel padaku seperti lintah, kini dia pergi tanpa berterima kasih” gumam L, tak lama dia tersadar bahwa bekas jahitan di perutnya tersobek akibat memaksakan diri berlari. Pria itu sengaja datang ke pemakaman mengingat hari ini adalah peringatan kematian ibunya, lebih tepatnya ibu kandung.

….

At Nampon Mart

Pria tampan bermarga Byun itu menatap lurus ke luar jendela, sembari menyesap ramyun panasnya sesekali dia mengecek layar smartphone miliknya. Ada seorang anak kecil yang sedari tadi menatapnya bersemangat, dengan memamerkan puppy eyesnya pada Baekhyun anak itu terus berdiri di hadapan Baekhyun yang hanya dibatasi oleh kaca tembus pandang. Baekhyun menyadari hal itu, tetapi mengingat sifak pria itu terkenal cuek dan tidak peduli pada sekitarnya dia mengabaikan bocah itu tanpa mempedulikannya sama sekali. Sudah satu jam dia menunggu Suzy di mini market ini, padahal gadis itu hanya menjanjikannya tiga puluh. Bahkan tak ada telefon sama sekali dari gadis itu.

Hyung menunggu seorang yeoja?” anak kecil itu membuka suara, Baekhyun hanya melirik sekilas kemudian menatap kembali layar handphonenya.

“Mungkin dia kehujanan” sambung anak itu, kini Baekhyun mengubah raut wajahnya.

“Ah, kau benar. Aish, mengapa aku jadi ikut-ikutan bodoh seperti Zelo” Pria itu merutuki kebodohannya, dengan cepat dia bangkit dari kursi plastic itu kemudian menuju mobil putihnya. Tanpa pikir panjang, Baekhyun melajukan mobilnya menuju tempat pemakaman yang tak jauh dari tempatnya tadi. Ternyata benar, gadis itu sedang duduk di halte bus dengan baju yang basah.

“Suzy!” panggil Baekhyun menghampiri gadis itu. Suzy hanya melemparkan senyumannya. Gadis itu senang karena tak perlu lagi menunggu lama dengan cuaca ekstrim di halte ini.

Mianheo, aku tak bisa langsung kesana karena lupa membawa payung” jelas Suzy merasa bersalah karena sudah membuang waktu sahabatnya itu.

“Sudahlah, lebih baik kita masuk ke mobil dan keringkan bajumu. Kau bisa masuk angin nona Ahn Suzy” ucap Baekhyun yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari gadis itu.

“Sudah ku bilang jangan sebut marga asliku pria pendek!” omel Suzy yang langsung memberikan Baekhyun dua buah jitakan. Tidak mau mendapatkan lebih banyak benjolan di kepalanya, pria itu langsung berlarian memasuki mobilnya yang diikuti Suzy.

“Oh, siapa anak itu? Adikmu? Ahh atau kau menculik anak itu?” Tanya Suzy ketika melihat seorang anak laki-laki yang di perkirakan berumur lima tahun. Baekhyun melihat ke jok belakang dan memperlihatkan ekspresi kagetnya. Anak laki-laki yang ditemuinya di mini market ternyata mengikutinya hingga kesini.

“Yak!! Kenapa kau mengikutiku hah?! siapa kau?!” mendapati amarah dari Baekhyun yang mengeluarkan death glare, anak itupun menangis sekuat-kuatnya. Suzy yang bingung akan drama yang kini ditontonnya, hanya bisa menenangkan kedua belah pihak.

“cup, cup, cup. Anak tampan tidak boleh menangis..” Suzy mengelus puncak kepala anak kecil itu. “Dan kau! Jangan terlalu kasar pada anak kecil jika kau ingin mempunyai keturunan kelak!” ucap Suzy yang ditunjukkan pada Baekhyun.

….

Mereka kembali ke Nampon mart. Suzy mencoba membujuk bocah lelaki itu untuk membuka mulut. Sedangkan Baekhyun hanya diam saja mencoba bersabar menghadapi pengganggu kecil yang tak diundang itu.

“Apa kau sudah memiliki Iron Man 3 Mark XLII Limited Edition?” Suzy berusaha merayu anak itu dengan membuka topic tentang mainan.

“Tentu saja! Hyung membelikannya bulan lalu” jawab anak itu bersemangat. Sementara Baekhyun dan Suzy saling bertatapan licik.

“Hei bocah kau memiliki seorang hyung! Cepat turun dia pasti sudah menunggu!” kini Baekhyun membuka suara. Dia tidak suka dengan yang namanya anak kecil, sungguh merepotkan menurutnya.

“Siapa namamu? Noona akan mengantarmu pulang” anak itu tidak membuka suaranya, dia hanya menatap wajah Suzy dengan tatapan polosnya.

“Noona neomu yeppo. Aku ingin menikah denganmu kelak” anak itu memamerkan puppy eyesnya, membuat tawa di mobil itu meledak.

….

At Police Station

Disinilah orang pria bermarga Kim itu berada. Kim Myungsoo sedang mengurus kasus penusukan yang terjadi padanya. Sejujurnya dia masih ragu akan kedatangannya di tempat ini, hati nuraninya terus mendesaknya.

“Jadi tuan Kim Myungsoo apakah anda yakin tidak akan melanjuti kasus ini?” Tanya seorang pegawai kepolisian dengan badan proporsional. Dilihat dari gayanya, pria itu lebih cocok menjadi seorang model karena rahangnya yang tegas ditambah wajah yang tampan.

“Ya saya yakin, detektif Shim” jawab L Kim pada detective yang menangani kasusnya. Mereka bersalaman sebagai formalitas, sebelum L Kim berdiri dari kursinya tiba-tiba ada seorang pria yang dikenalnya.

“Ahn Jae Hyun-ssi, lama tidak bertemu” sapa L Kim sembari membungkukkan badannya mengingat umur pria yang dikenalnya itu lebih tua.

“Bagaimana kabarmu Kim Myungsoo-ssi, ku dengar ada seseorang yang menyerangmu?” Tanya Jaehyun berbasa-basi, tampak sekali pada wajah mereka berdua tergambar raut ketidaksukaan.

“Aku baik-baik saja. Memang benar, tetapi lukaku tidak terlalu parah. Kalau begitu aku pergi duluan, sudah ada janji dengan seseorang” Myungsoo meninggalkan tempat itu dengan wajah dinginnya. Sudah dua tahun dia tidak bertemu dengan musuh bebuyutannya itu.

….

At Kyunghee University

Bae Suzy baru saja kembali ke kampus setelah mengganti pakaiannya yang basah dengan pakaian baru yang dibelikan oleh Baekhyun. Jangan heran jika pria itu mau menghamburkan uangnya untuk Suzy. Baekhyun sudah lama menyukai gadis berambut hitam itu, bahkan sebelum gadis itu berpacaran dengan Kim Kai.

“Baekhyun-ah, aku ada kelas dengan prof Choi. Bocah kecil, kita bertemu lagi arra” ucap Suzy yang kini melembai-lambaikan tangannya kea rah dua namja yang menatap punggung gadis itu menjauh.

Hyung, noona cantikku pergi. Apa yang harus kita lakukan?” Baekhyun menatap anak disampingnya itu dengan tatapan menjijikkan.

“Menenggelamkanmu di samudera pasifik” Baekhyun tersenyum menyeringai, melihatkan wajahnya yang dapat membuat bulu kuduk semua orang terangkat.

….

Ruangan kelas statistic dipenuhi mahasiswa, professor Choi menerangkan secara singkat langkah-langkah pengerjaan melalui layar LCD. Suzy menatap layar tersebut dengan tatapan kosong. Sesekali dia mengusap hidungnya yang mengeluarkan air. Tiba-tiba ponselnya bergetar tanda pesan masuk, terdapat nama seorang namja di layar ponselnya.

From: D. Shim

“Kau aman Bae Su Ji. Sudah kuduga, anak dari Kim Jong Il yang kau tusuk tidak meneruskan kasus ini” Suzy bernafas lega, pasalnya dia memang tidak dapat melupakan kesalahannya itu. Saat berada dalam dekapan L tadi, dia berusaha menghilangkan traumanya. Seperti kejadian malam itu terus mengusiknya.

“Lupakan, lupakan, lupakan” ucap gadis itu dalam hatinya.

….

At Volvox Building

L Kim melepaskan jaket kulitnya memperlihatkan kemeja putih yang memiliki noda darah. Pria itu perlahan membuka kancing satu persatu kemudian melemparnya ke dalam keranjang yang berisi tumpukan baju kotor. Walaupun dia kaya raya, L Kim tidak mau menyewa pembantu untuk mengurusi urusan pribadinya. Dengan cekatan dia melakukan pekerjaan rumah sendiri. Itulah kelebihan putra sulung Hansol group, berbeda dengan anak kedua yang senonoh seperti hewan liar.

Pria bermata sipit itu mengeluarkan ponselnya kemudian mengetikkan sebuah nama pada layar search contact, tertulis ‘detektif Lee’ pada layar ponsel.

“Oh Kim Myungsoo, tumben kau menelfonku” suara seseorang diseberang membuka perakapan duluan, seperti terdengar akrab.

“Ne hyung aku butuh bantuanmu” jawab Myungsoo to the point.

“Apa yang kau butuhkan na dongsaeng?”

“Tolong selidiki seseorang”

-To be continue-

65 responses to “[CHAPTER – PART 1] Beautiful Liar

  1. waah daebak, nan joha thor😀
    orang yang mau di selidiki sama myung, suzy yaa?
    author jjang
    myungzy jjang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s