[ONESHOT] The Bond

angst 2


 

“Ikatan ini mengikat kita. Ikatan yang berbeda dari ikatan ion,hidrogen,kovalen ataupun ikatan lainnya.  Ikatan yang terbentuk dari kepercayaan untuk selalu bersama.”


 

Casts:  Kim Myungsoo  | Park Jiyeon | Nam Woohyun

Author: natadecocoo

Genre: Angst,Romance, Fluff

Rating: PG-15

Length: Oneshot

This is the Myungyeon ver, for the Wooyeon ver click here!


 

Matahari terlalu malas untuk keluar dari peraduannya pagi ini,terkungkung oleh kelamnya awan mendung. Namun itu tidak –dan tak akan pernah bisa-  mengurungkan niatku untuk bertemu dengan namja yang kukasihi pagi ini,Kim Myungsoo . Lihat,kan? Hanya dengan menyebut namanya saja membuatku ingin segera sampai di sana, tempat dimana kita berjanji untuk bertemu. Ya, ‘kita’ adalah salah satu kata favoritku. Kata yang menunjukkan bahwa ada yang selalu menemaniku,menemani kata ‘aku’.

Sudah aku cek semua penampilanku mulai dari atas kepala hingga bawah tumit dengan melihat bayangan yang kulihat dari cermin saat aku berdiri di depannya. Hingga ke letak sehelai rambut yang tidak seharusnya pun aku benarkan. Myungsoo menyukai penampilan yang casual dan tidak terlalu berlebihan jadi aku memutuskan untuk memakai sebuah dress bunga-bunga serta menyematkan mantel berwarna merah pula,melapisi dress yang kukenakan. Oh,iya.Aku lupa memberitahumu.Namja tercintaku ini juga termasuk namja yang sangat perhatian dan over-protektif, dia tidak ingin lekuk tubuhku terlihat oleh orang lain sehingga ia selalu marah jika aku keluar rumah tanpa sebuah mantel.

“Jiyeon-a” Eomma yang berada di lantai bawah melihatku menutup pintu kamar.Raut wajahnya menunjukkan kecemasan.

“Eomma. Jangan khawatirkanku.Aku akan segera kembali.” Aku tersenyum, menenangkannya.

Wajah eomma pun melunak kemudian menampakkan senyum tipisnya “Baiklah. Jangan pulang terlalu larut,nae? dr. Nam akan kemari pukul 17.00 sore.”

“Nae eomma.”

 


 

Kulangkahkan kakiku dengan ceria. Berbagai spekulasi mengenai ekspresi Myungsoo yang akan dia berikan nanti setelah melihatku memakai dress bunga-bunga merah ini berkelebat di kepalaku. Dia pasti akan menyukainya.Aku berani menjamin itu. Myungsoo selalu menyukai warna merah. Dan dia selalu menyukai kekasih tersayangnya memakai warna merah. Aku mengetahui sosok Myungsoo layaknya buku yang terbuka. Tidak hanya warna kesukaan namun juga semuanya. Semuanya tentang Myungsoo, aku sudah sangat hafal.

Melihat bayangan dirinya di bangku taman, aku berlari mendekat dan ketika sampai sangat dekat dengannya, aku melangkah lebih lambat. Iya, aku sedang berusaha untuk mengejutkan namja tampan yang telah memenuhi hatiku selama lebih dari tiga tahun ini. Aku suka ekspresi kaget di wajahnya yang sangat lucu. Sangat menggemaskan.

Ia duduk di bangku taman sebelah paling kiri. Aku mengendap-endap, berusaha meredam sebanyak mungkin suara daun yang kuinjak dengan cara berjalan sangat hati-hati. Sampai hingga tepat di belakangnya, aku memajukan tanganku ke bahunya, mencoba mengeksekusikan apa yang sudah kurencanakan.

“Jiyeon-a, aku tahu itu kamu.” Ujarnya, menyambut tanganku yang kini sudah sampai di bahunya “Dan aku tidak terkejut.” Dia menengok ke belakang, tepat ke arahku kemudian terkikik pelan, menunjukkan sederetan rapi gigi putihnya.

Aku memanyunkan bibirku yang telah kupoles dengan lipgloss berwarna peach ”Ya oppa! Kamu tidak menyenangkan, jinjjha!”

“Wae? Kamu pasti ingin melihat ekspresi wajahku yang kaget, bukan?” Myungsoo memperlihatkan wajah itu kepadaku. Wajah kesal yang ia buat-buat, yang lagi-lagi tampak menggemaskan di mataku.

Aku mengangguk pelan, masih memanyunkan bibirku.

“Aigoo..Jiyeon-ku yang sangat menggemaskan. Baiklah, kamu bisa mengulangnya kembali dan aku akan berpura-pura terkejut sehingga kamu bisa melihat wajah terkejutku.” Ujar Myungsoo setelah terkekeh menunjukkan lesung pipi manisnya.

“Jinjjha?” tanyaku, terlonjak. Ia mengangguk. Aku kemudian lompat-lompat saking girangnya.

Kemudian, aku melangkah kembali ke belakang beberapa meter dan Myungsoo juga kembali menghadap ke depan, berpura-pura sedang menungguku.

Dengan langkah pasti, aku menapakkan kakiku ke depan dan berjalan ke arahnya hingga sampailah aku ke tepat di belakang Myungsoo. Saat aku akan menghempaskan tanganku ke bahunya, mencoba membuatnya kaget, dia malah berbalik. Berbalik, berdiri menghadapku lalu dengan cepat menanamkan bibirnya ke bibirku.

Mataku terbelalak, membulat hampir sempurna ketika benda lembut itu menyentuh bibirku. Tak ada kata-kata yang dapat keluar dari kerongkonganku yang saat ini tiba-tiba terasa sangat kering. Darahku berdesir kencang. Jantungku bergerak liar, mengantukkan keras ke dinding dadaku. Ketika aku menyadarinya, sebuah tangan merayap ke tengkukku, dan namja di depanku ini memperdalam ciumannya.

Satu menit berlalu, Myungsoo melepaskanku. Wajahku…pasti terlihat sangat konyol saat ini. Wajah terkejutku…pasti terlihat sangat memalukan.

“Sekarang, malah aku yang mendapatkan ekspresi wajah terkejutmu yang sangat menggemaskan.” Ujarnya, lalu memberiku sesimpul senyuman hangat. Aku mengalihkan pandanganku ke arah lain, tidak ingin Myungsoo melihat betapa merahnya wajahku saat ini.


 

 

Aku meletakkan kepalaku ke bahu Myungsoo  sudah entah selama berapa jam. Kami berbincang bersama, bercanda bersama di sana. Begitulah aku dan Myungsoo menghabiskan waktu kami, saling bertukar senyum, canda dan tawa. Myungsoo memang orang yang seperti itu, dia tidak pernah kehabisan topik untuk menghiburku.

“Oppa-ya~ bagaimana kamu tadi bisa mengetahuinya? Jika aku berada di belakangmu?” tanyaku, melihat ke manik hitam miliknya. Dia membalas tatapanku hangat.

“Kamu benar-benar ingin tahu?” Myungsoo menaikkan salah satu alisnya. Aku kembali mengangguk a la puppy.

Myungsoo tersenyum ketika hendak mengatakannya, aku bisa melihatnya dari samping.

“Karena..kamu seperti kutub negatif dan aku adalah kutub positifnya.Sehingga ketika kamu mendekat, aku merasakan gaya magnet cinta kita membesar sehingga aku tahu kamu di sana, mendekatiku.” Ia melihat ke arahku sambil memberiku senyum hangat itu, lagi.

Pipiku memanas. Lagi-lagi, namja ini selalu bisa membuatku tersipu. “Ya Oppa~~Apa ini yang namanya gombalan khas seorang mahasiswa jurusan Fisika?”

Bukannya sebuah jawaban, aku mendengarkan sebuah kekehan dari mulutnya.

“Salah kamu sendiri setiap hari memakai parfum rasa strawberry, sampo rasa strawberry hingga pasta gigi pun juga rasa strawberry.”

Aku mendongak, mengangkat kepalaku dari bahunya, masih dengan wajah kepiting rebusku lalu memukul pelan dada namja tersayangku ini sambil melantunkan kata ‘oppa’ penuh manja. Ia yang mengetahui aku tersipu malu hanya bisa terus terkekeh sambil mencubit kedua belah pipiku, membuatnya semakin merah padam saja.

Lalu aku kembali menyandarkan kepalaku ke bahunya.

“Jiyeon-a, apa kamu mau se-cup es krim?” tanya Myungsoo, melihat ke arahku yang masih menyandarkan kepalaku ke bahunya.

Aku mengangguk setelah mengangkat kepalaku dari bahunya. “Nae oppa.Jiyeon..haus dan lapar.” Ujarku manja.

Myungsoo tersenyum lalu beranjak dari duduknya dan memegang kedua bahuku. “Kalau begitu, kamu tunggu di sini, nae? Aku akan pergi ke seberang untuk membelikanmu es krim.”

 


 

 

Aku tersenyum sendiri ketika mengingat apa yang telah Myungsoo lakukan terhadapku beberapa jam yang lalu. Ketika ia begitu lembutnya melakukan hal itu kepadaku, aku merasa bahwa itu semua hanyalah sebuah mimpi.

Dua tahun sudah aku mengejar cinta Kim Myungsoo  yang menjadi seniorku di SMA dulu dan tak terasa, kini kita masih bersama menjadi resmi sepasang kekasih selama satu tahun.

            Oh Tuhan, jika semua ini adalah mimpi, kumohon, jangan bangunkan aku. Aku ingin terus seperti ini bersama namja yang kucintai, Kim Myungsoo ..

            Aku mendongak ke arah langit yang masih saja kelam, sangat berlawanan dengan suasana hatiku sekarang.

Aku memegang bibirku dan masih tersisa sentuhan itu. Sentuhan hangat yang menimbulkan sensasi menyenangkan.

Hingga sebuah keributan membangunkanku dari gelembung lamunan yang aku buat.

Keributan yang berasal dari jalan raya di dekat taman ini.

Aku mendekat ke lokasi keributan, dimana orang mengelilingi sesuatu.

            Apa yang telah terjadi?

Aku semakin mendekat dan kini aku tengah menerobos kerumunan.

Dan sebuah pemandangan mengejutkanku..Aku mundur beberapa langkah sambil menutup mulutku dengan kedua tanganku.

Tidak, tidak mungkin!

“Tidak mungkin!” aku berteriak.”Ini semua tidak mungkin terjadi!” semua orang kemudian memandang ke arahku.

“Apakah mungkin agaesshi adalah orang dekat namja ini?” tanya seorang ahjussi yang sedang berjongkok.

Aku mundur beberapa langkah lagi.

“Bukan, dia bukan Kim Myungsoo ! Dia bukan Kim Myungsoo !” kembali aku berteriak.

            Oh Tuhan, ini semua tidak mungkin terjadi bukan? Ini semua hanya mimpi, bukan? Jika ini semua hanya mimpi, kumohon, bangunkanlah aku…          

            Cairan bening itu akhirnya keluar dari kelopak mataku. Sesenggukanku tak kunjung berhenti dan ketika aku membuka mataku kembali, semua kerumunan semakin memudar, memudar dan menghilang. Semua bayangan yang kulihat beberapa detik yang lalu menghilang dan tiba-tiba, terdengar suara klakson mobil yang sangat keras. Saat itu juga, aku merasakan seseorang menarik lenganku dan memutar badanku.

Ketika aku menyadarinya, badanku sudah berada di rengkuhannya. Di pelukannya. Di pelukan seseorang dengan jas putih yang tersemat di badannya.

“Jiyeon-ah..” Namja itu membenamkan kepalaku ke dada bidangnya.

“dr. Nam..” bisikku pelan. Sangat pelan karena energiku sudah habis untuk menangis beberapa menit yang lalu.

“Ya..Berhati-hatilah!” ucapnya, separuh kesal, separuh marah. Dapat kurasakan tangannya yang memegang kepalaku tengah bergetar hebat.

“Aku tidak ingin kamu menyusul Kim Myungsoo  yang telah kembali ke hadapan-Nya sebulan yang lalu..Jadi berhati-hatilah..” dr. Nam mengeratkan pelukannya, sambil mengatakan sesuatu kepadaku dengan suaranya yang bergetar.

“A-aku ingin kamu tetap hidup, meskipun yang ada di kepalamu hanyalah ingatan tentangnya.”

“Aku akan menunggu, menyembuhkanmu…dan membuatmu melupakannya.”

Aku tidak dapat melihat wajah dr. Nam saat itu, tetapi dari suaranya, aku berani mengatakan bahwa ia menangis dan aku pun kembali menangis, masih di pelukannya.

 


 

Hei, aku kembali kembali kembali kembali *ngaransemen Back – INFINITE versi Indonesia #lupakan

Maaf ff ini pendek, membosankan dan angstnya gagal total.

Aku cuma kangen aja sama komenan kalian jadi aku nulis ff oneshot ini.. :3 *pasang wajah unyuk sambil pose bunga matahari*

Jadi, iya, Kim Myungsoo  telah tiada : ( Dan mungkin Jiyeon akan direbut sama dr. Nam Woohyun, dokter pribadinya Jiyeon😛

Mmm..Kemarin ada yang request ff chaptered yaa di comments..Maaf yaa author belum berani post ff berchapter di sini karena takut gabisa nyelesain. Kalo ff berchapter gitu aku baru berani post di wp pribadiku.

Thanks for reading~ RCLnya yaa :))

Boleh kok buka-buka FFku sebelumnya di sini

KLIK!

dan

KLIK!!

🙂

natadecocoo

no plagiarizing, no reposting

69 responses to “[ONESHOT] The Bond

  1. Pingback: ONESHOT INDEX LIST | natadecocoo·

  2. Agh… Aku gak bisa ngomong apa”..
    Rasanya baru ajah jatuh dari lngit ke tujuh.. Sakit bangt…
    Kejadiannya gak terduga… Hiks… Sad ending….
    Ditunggu myungyeon lainnya thor

  3. mewek berat T_T iya awalnya manis banget tapi kenapa akhirnya musti menyedihkan seperti ini? Masih belom mau terima!!! Nyesek abis!!! Aku kira Jiyeon yang mengidap penyakit apa gitu dan bakalan kritis tapi gak taunya kejadian tak terduga terjadi T_T

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s