[Chapter] Daughters of Poseidon Story Six

nyimasRDA - daughter of poseidon 5

Daughters of Poseidon – Story Six

 

Author: nyimasRDA

Rating: G

Genre: fantasi

Length: chapter

Cast:

Park Jiyeon – Cherise

Kim Myungsoo – Arion

Kim Hyuna – Chaera

Cho Kyuhyun – Demon

Lee Jieun – Adara

Other

Note: FF ini real hasil pemikiranku. Don’t be a silent readers and don’t bashing! Maaf untuk persamaan karakter atau cerita, sungguh itu tidak disengaja. FF ini terlahir karena ketertarikan ku dengan Mitologi Yunani juga novel Percy Jackson.

 

Hallo semua, aku kembali lebih cepat dari biasanya. Aku berusaha menebus penantian kalian yang lalu dengan membawa FF ini lebih cepat. Semoga kalian suka dengan part ini. Maaf jika banyak nama-nama yang membuat kalian semua bingung. Karena part ini memang puncak dari FF DOP. Semoga cerita yang aku tulis mampu meningkatkan imajinasi kalian! Dan, aku juga mau berterima kasih pada para pembaca yang setia baik yang komen maupun tidak dan maaf untuk yang selalu minta momment myungyeon, FF ini bukan romance, jadi mian, momment mereka memang sedikit bahkan bisa dibilang tidak ada L aku akan buat FF lain untuk couple itu, jadi harap bersabar ya!

-oOo-

Poseidon? Penguasa lautan? Tiga diantara dewa tertua? Apa kau fikir mereka ada? Jangan bodoh! – Park Jiyeon.

Seharusnya aku tidak pernah terlahir ke dunia ini. Aku sungguh ingin mati, sungguh! – Kim Hyuna.

-oOo-

 

Rapat darurat terjadi di gunung Olympus, tempat para dewa juga dewi biasa tinggal. Ke sebelas dewa-dewi Olympus – tanpa Hades – bersama dengan dewa-dewi lain sibuk membicarakan apa yang terjadi pada kedua anak Poseidon. Para dewi-dewi tidak habis fikir kenapa Amfitrit bisa mengkhianati suami juga para dewa Olympus yang lain. Ratu lautan itu kini menghilang, bersama dengan rencananya yang terbongkar.

Kyuhyun, Jiyeon, Myungsoo juga Jieun sampai di gunung Olympus bersama dengan Hades yang berjalan di depan mereka. Hades sengaja membawa keempat anak setengah dewa ini untuk meminta kepada Zeus, ia meminta perlindungan kepada raja dewa itu, juga meminta persetujuan untuk menjalankan rencana yang telah disusun oleh keempatnya, meski Zeus adalah adiknya, namun kekuatan si bungsu dari enam anak Cronos itu merupakan kekuatan yang terkuat.

“Apa tidak masalah kalau kita masuk ke gunung Olympus?”tanya Jieun sedikit ragu untuk menaiki anak demi anak tangga penghubung dunia dan singgahsana Zeus.

“Aku rasa ini sudah keterlaluan, lebih baik kita tunggu saja disini.”bisik Jiyeon pelan.

“Tenanglah, semua akan baik-baik saja. Bukankah tuan Hades yang membawa kita kesini?”Myungsoo berusaha menenangkan hati kedua gadis yang merupakan sepupunya itu sementara Kyuhyun juga Hades hanya menggelengkan kepala melihat ketiganya.

“My Lord, apa tak masalah kami masuk ke dalam ruang sidang? Kau tahu, kami hanya anak yang tak pernah diharapkan, bukan?”ujar Kyuhyun ketika mereka hendak memasungi ruang sidang.

“Apa empat anak tidak diharapkan ini mampu membuat masalah besar di gunung Olympus?”tanya Hades tanpa melirik ke arah keempatnya. “Ingatlah, sebagaimanapun kalian, kalian bukanlah anak yang tidak kami harapkan. Justru kami sangat bersyukur memiliki kalian. Kalian adalah anak-anak yang hebat, setidaknya, dengan adanya kalian, kami jadi bisa sering bertemu dan aku, aku bisa sering memasuki gunung Olympus, haha.”tawa Hades membuat Jiyeon dan Jieun bergidik ngeri sementara Kyuhyun sudah ingin menjitak kepala Ayahnya itu.

Suara hiruk pikuk kembali terdengar lantaran sebuah pintu tengah ruang sidang terbuka, menampilkan sosok mungil keempat anak dewa yang kini berdiri berdampingan dengan Hades yang masih berukuran normal. Riuh teriakan terdengar dari bibir Athena, maupun Arthemis. Ares sibuk dengan kegigihannya untuk membuat pasukan peperangan sementara Zeus juga Poseidon sibuk bernegosiasi perihal nasib istri juga anaknya.

“Zeus, bagaimanapun juga, Amfitrit adalah istriku, ia adalah bagian dari dewi-dewi, sama seperti Hera dan lainnya. Kita tidak bisa membunuhnya.”

“Pengkhianatan yang dilakukan Amfitrit sungguh besar, Poseidon. Ia mengkhianati dirimu, ia mengkhianati seluruh dewa-dewi, keturunan Kronos.”jawab Zeus dengan suara yang sedikit tinggi, membuat kesepuluh dewa-dewi terfokus pada pembicaraan keduanya.

“Sudahlah, kita memang sudah ditakdirkan berperang. Aku sudah menyiapkan ribuan pasukan untuk melakukan penyerangan terhadap Amfitrit juga para Ker yang berkhianat.”ujar Ares si dewa perang.

“Aku sungguh tak menginginkan perang. Bagaimana bisa aku menyerang istriku sendiri? Disana juga ada anakku, putri kecilku.”

“Kita semua tidak menginginkan peperangan, Poseidon, tapi apa mau dikata. Amfitrit sudah mengambil jalan perang dengan menghasut para Ker untuk berkhianat pada Hades, ia juga menculik Chaera untuk dijadikan tawanan atau penyerang utama dipasukannya.”ujar Athena, dewi siasat.

“Tidak hanya para Ker yang mereka hasut, Ichthyocentaurs (makhluk sejenis Centaurus yang tinggal di lautan), juga Scylla (monster yang tinggal di lautan sempit) dia juga sedang mencari Ophiotaurus.”jelas Apollo yang mencari tahu siapa-siapa saja yang sudah berkhianat.

Ophiotaurus? Apa dia berencana memakan isi perus Ophiotaurus?”ujar Artemis terkejut.

“Mungkin ia benar-benar ingin mengalahkan para dewa sampai ia ingin memakan isi perut Ophiotaurus.“ujar Hestia yang dipaksa hadir mengikuti rapat dadakan ini.

Ophiotaurus merupakan sebuah hewan yang sebagian tubuhnya adalah sapi dan sebagian lainnya adalah ular. Isi perut Ophiotaurus mempunyai kekuatan yang luar biasa, pemakan isi perut Ophiotaurus bisa mengalahkan dewa-dewi Yunani hanya dengan membakarnya.

“Nah, betulkan dugaanku? Amfitrit memang menginginkan perang! Maka kita harus memberikan perang untuknya. Kita harus melayani apa yang diinginkan lawan kita.”teriak Ares penuh kesenangan.

“Bisakah kau diam sebentar Ares? Kita perlu menyusun rencana, tak perlu ada pembantaian seperti yang biasa kau lakukan.”jawab Athena yang selalu menyusun strategi perang secara jitu.

“Kita tidak perlu strategi, kita hanya perlu pasukan hebat untuk membantai para Ker juga makhluk-makhluk yang bersekutu dengan istri Poseidon, itu akan lebih mudah dan tidak memakan waktu.”Ares terus bersikeras untuk berperang.

“Maaf, tapi bolehkah kami mengatakan sesuatu?”ujar Jiyeon pelan menarik perhatian seluruh dewa yang ada di ruang sidang.

“Ah, aku sampai lupa memperkenalkan mereka yang aku ajak mengunjungi gunung Olympus.”Hades membuka suara. “Well, perkenalkan, mereka adalah anak-anak setengah dewa hasil buah cinta yang aku, Poseidon juga Aphrodite lakukan bersama manusia.”tawa Hades menggelegar mengisi seluruh ruang sidang yang bubungannya mempunyai tinggi berpuluh-puluh meter.

“Jangan banyak berbasa-basi, Hades, katakan siapa mereka.”ujar Ares.

“Yya! Tak bisakah kau lebih sopan pada Kakak ayahmu ini? Jika di dunia manusia, aku ini bisa dibilang pamanmu, tahu!”kesal Hades.

Yah, Ares memang merupakan putra dari Zeus juga Hera, seperti yang dikatakan Hades, ia adalah keponakan si raja dunia bawah tanah.

“Jadi, yang pertama akan kuperkenalkan adalah Demon, putra tunggalku yang sangat tampan, sama sepertiku, bukan?”Hades berusaha mencairkan suasana, dewa dunia bawah ini sungguh mempunyai selera humor yang luar biasa… buruk. “Persefone, ia adalah anak tirimu. Kau sudah beberapa kali bertemu dengannya, kan?”lanjut Hades bicara pada istrinya.

“Sudah lama tidak bertemu, Demon.”ujar Persefone dengan senyum cantiknya.

“Dan yang cantik yang berdiri disisi kiri Demon ini adalah Adara, putri dari si dewa kecantikan Aphrodite, lalu selanjutnya adalah Arion, putra Apollo yang tak lebih tampan dari putraku, Demon, ya kan? Dan yang terakhir, si penyelamat dunia kita, yang diramalkan memiliki kekuatan hebat dan keahlian berpedang, Cherise, putri kedua dari Poseidon, penguasa lautan.”ujar Hades mengakhiri sesi perkenalannya.

Ada rasa bangga yang masuk kedalam relung hati Poseidon saat Hades menyebutkan kekuatan hebat dan keahlian berpedang yang dimiliki oleh Jiyeon, keahlian yang ia warisi pada gadis kecil itu, keahlian yang menandakan bahwa ia benar-benar putri kecil buah cintanya dengan Ha Neul.

“Jadi apa yang ingin kau katakan, Cherise, putri Poseidon?”tanya Hermes pelan.

“Begini para tuan-tuan dewa, sebelumnya, kami meminta maaf karena sudah lancang memasuki gunung Olympus.”Jiyeon sedikit berbasa-basi. “Kami, sungguh tak menginginkan perang, bisakah kita membujuk Hyuna, ah maksudnya Charea juga nyonya Amfitrit untuk menghentikan peperangan? Kita bisa bernegosiasi dengan mereka, kan?”

“Konyol! Mana mungkin para dewa bernegosiasi!”umpat Ares.

“Diam dulu, Ares. Lanjutkanlah Cherise.”ujar Zeus mempertingatkan putranya.

“Aku dan Adara akan menemui nyonya Amfitrit, kami akan berusaha untuk bernegosiasi.”jelas Jiyeon.

“Atau bisa dikatakan mengulur waktu.”tambah Jieun.

“Mengulur waktu? Maksudmu?”tanya Athena, ia mencium bau siasat yang sangat sempurna dari keempat anak dewa ini.

“Bolehkah aku yang menjelaskan?”tanya Myungsoo.

“Silahkan.”ujar Athena.

“Jadi, begini, selama Cherise juga Adara melakukan negosiasi dengan nyonya Amfitrit, kita menyiapkan pasukan untuk sesuatu yang memang dibutuhkan. Aku juga Demon Seonsaengnim akan berusaha mengumpulkan sebanyaknya makhluk-makhluk yang dulu pernah dibantu oleh para dewa.”jelas Myungsoo, Kyuhyun sedikit tertawa mendengar embel-embel Seonsaengnim disebut oleh Myungsoo.

“Kami tidak menginginkan perang, sama seperti kalian, tapi, kita harus bersiap untuk sesuatu yang tak terduga. Jika nanti nyonya Amfitrit mau berdamai, maka peperangan tak perlu terjadi, namun jika hal buruk yang terjadi, maka kita semua sudah siap dengan perang sebagai konsekuensinya.”lanjut Kyuhyun.

“Bagaimana bisa kalian menyusun rencana sebagus ini?”puji Athena.

Kyuhyun, Jiyeon, Myungsoo juga Jieun tersenyum bangga, sama seperti orang tua mereka yang terlihat sangat senang dengan hasil pemikiran keempatnya.

“Baiklah, kita jalankan rencana kalian.”ujar Zeus akhirnya. “Bisa kalian laporkan pada kami siapa saja yang sudah berada dipihak kita?”

“Saat ini kita sudah mempunyai Cerberus juga Erinyes yang tentu saja akan berada dipihak kita.”jelas Hades.

“Aku dan Demon berhasil mengajak para Satyr (setengah kambing setengah manusia) dan para Centaurus (setengah manusia setengah kuda) untuk bergabung, dan mereka tentu saja setuju.”jawab Myungsoo.

“Aku berhasil mengajak Hydra (makhluk menyerupai naga yang tinggal di air) mereka sangat senang bergabung dengan pasukan Poseidon.”jawab Jiyeon.

“Kau bertemu para Hydra?!”kejut Poseidon.

“Mereka sangat mematikan, bagaimana bisa kau bernegosiasi dengan mereka?”tanya Hestia membuat Jiyeon tersenyum.

“Tak hanya itu, Cherise juga mengajak para kawanan Hippocampus (dalam film Percy Jackson, Hippocampus ditunjukkan dengan bentuk kuda laut raksasa) untuk bergabung, dan yup! Mereka setuju. Mereka selalu setia pada penguasa lautan.”jelas Jieun.

“Itu tidak apa-apanya jika dibandingkan dengan Adara yang mampu mengajak para Griffin (makhluk bertubuh singa dan berkepala elang, dalam film Harry Potter, Griffin merupakan nama salah satu asrama, Griffindor) untuk bergabung.”Jiyeon ikut memuji kemampuan Jieun yang berhasil membujuk Griffin untuk bergabung bersama mereka.

“Dari berita yang aku dapat, Graeae (tiga saudara dengan satu mata), Harpy (roh bersayap), juga Siren (makhluk cantik yang mematikan) bergabung dengan Ker juga Amfitrit.”jelas Hermes.

“Aku sudah menduga kalau Siren akan bergabung bersama Amfitrit, dilihat bagaimana dulu Poseidon memberi mereka pelajaran karena selalu menghalangi para pelaut untuk melewati pulau berbatu, tempat mereka tinggal.”ujar Apollo.

“Kau benar. Yang jelas, kita harus cepat bertindak sebelum mereka menarik lebih banyak pengikut.”

“Fokuskan pada para Cyclops (raksasa mata satu) juga Pegasus (kuda dengan tanduk di kepala juga sayap). Aku yakin mereka kan berpihak pada kita.”ujar Hera, ratu dewi itu kini tak bisa diam, ia juga ingin ikut berpartisipasi dengan para dewa lain untuk menyelamatkan dunia.

“Athena, aku harap kau mau mengajarkan Cherise juga Adara strategi untuk menghasut Amfitrit. Ares kau bisa membantu kami dengan menyiapkan pasukan terbaikmu. Jika perang memang terjadi, kami akan sangat membutuhkan pasukan-pasukan yang kau pimpin dulu.”lanjut Zeus.

“Tentu aku akan membantu kalian, sebisa mungkin aku akan mengajarkan beberapa strategi kepada dua gadis cantik ini.”

“Terima kasih, my Lord Athena.”jawab Jiyeon juga Jieun.

“Aku akan menyiapkan pasukan terbaik ku. Sudah lama sekali mereka tidak berperang! Dan aku sungguh menunggu momment ini.”

“Semoga tidak sampai terjadi perang, aku sungguh tak menginginkan dunia menjadi hancur.”ujar Artemis.

“Aku juga menginginkan hal itu, Artemis.”sahut Hera.

“Well, aku juga harus mengakui kalau aku tidak menginginkan peperangan. Dengan adanya perang, maka akan banyak jiwa manusia yang tak selamat, kalian tahu, kan, kediamanku sudah penuh sesak dengan para roh yang belum mendapatkan balasan dari Erinyes.”ujar Hades.

“Baiklah, kalian bisa kembali pada tempat kalian dan mulai pencarian terhadap mereka yang ingin bergabung bersama kita. Artemis bisa mengajak hewan-hewan perburuan atau hewan-hewan yang sudah dilindungi untuk bergabung. Kami akan sangat membutuhkan para Hyna, Puma, Macan Tutul ataupun hewan buas lainnya.”Poseidon memandang Artemis.

“Tentu, mereka tentu akan membantu kita, dan semua akan baik-baik saja.”jawab Artemis dengan senyum sendu yang ia paksakan.

-oOo-

 

Hyuna membuka kedua bola matanya yang sudah lebih dari dua minggu terpejam. Ia merasakan sakit yang luar biasa pada sekujur tubuh juga sudut bibirnya yang memang terlihat sedikit lebam. Darah segar yang sudah mengering menghiasi pelipis gadis bermata sinis itu, hidungnya yang mancung juga terasa sakit dan ia yakini bahwa hidungnya itu memang mengalami patah tulang ringan. Setelah apa yang ia alami dua minggu lalu, fikiran gadis ini semakin tak karuan. Setelah pertemuannya dengan Jiyeon diatap gedung sekolah, Hyuna mengalami penyerangan yang dilakukan oleh para makhluk dengan jubah hitam. Hyuna yang terkejut melihat penampakan makhluk itu langsung berlari menyusuri tangga menuju taman belakang sekolah, tempat beberapa rusa dipelihara.

“Lady Chaera, kau harus pergi! Cepat.”teriak seekor rusa kecil yang melihat Hyuna sedang kebingungan.

Hyuna yang terbiasa berbincang dengan para kuda kini terkejut lantaran bisa mendengar apa yang rusa kecil katakan padanya. Ia memandang rusa itu bingung, namun detik berikutnya kembali mengedarkan padangan.

“Bagaimana bisa kau bicara padaku..”lirih Hyuna.

“Tentu kami bisa bicara padamu, Your Majesty, aku mohon, cepatlah pergi! Jika tidak para Harpy itu akan menangkapmu! Dia akan menyerahkanmu pada dewi laut.”ujar rusa jantan dengan tanduk menjulang tinggi.

“Dewi laut? Apa yang kalian katakan?”

“Ku mohon cepat pergi! Ker dan Harpy semakin dekat.”

Dan detik berikutnya Hyuna kehilangan kesadaran. Ia tak benar-benar tahu apa yang terjadi, yang ada dalam ingatannya hanya beberapa kata yang diucapkan keluarga rusa itu. Ker, Dewi Laut juga Harpy.

“Kau sudah sadar, anak manusia?”tanya sebuah suara dari ujung tempat yang Hyuna tak pernah tahu dimana.

Hyuna mengedarkan pandangannya, tak ada satu hal, satu orang atau satu makhluk pun yang menyapa indra penglihatannya. Hanya ada kegelapan yang kini masuk kedalam iris mata coklat Hyuna.

“Bagaimana rasanya menjadi anak dari dewa?”

“Siapa kau?”tanya Hyuna berusaha memberanikan diri.

Hanya semilir angin laut yang dapat Hyuna rasakan, ia yakin betul bahwa dirinya kini tengah berada ditengah tempat yang penuh dengan riak-riak deru ombak. Pendengaran juga penciumannya tak pernah salah.

“Siapa aku? Kau tidak tahu siapa aku?”tanya Amfitrit dengan suara yang sedikit meninggi dan detik berikutnya ia sudah menampakkan wujudnya.

“Dewi laut? Kau dewi laut?”

“Kau mengenaliku? Ah, ternyata aku cukup terkenal, yah. Well, aku memang dewi laut, istri dari ayahmu yang berarti adalah Ibu tirimu, Chaera.”

Hyuna mengernyitkan keningnya, terlihat befikir.

“Pria brengsek! Dia mempunyai istri tetapi juga berkencan dengan Ibu?”batin Hyuna.

“Yah, Ayahmu itu memang pria brengsek.”

“Bagaimana wanita ini tahu apa yang aku fikirkan.”

“Dasar bodoh, tentu aku tahu. Bukankah aku ini seorang dewi? Aku jelas tahu apa yang ada difikiran manusia bodoh sepertimu.”ejek Amiftrit.

“Lalu, apa yang kau inginkan dariku?”

“Aku tak menginginkan hal banyak darimu, anak tiriku sayang, aku hanya ingin berbagi kisah denganmu, tentang bagaimana Ayah kandungmu itu menduakanku dengan banyak wanita, membuatmu harus terlahir ke dunia dan merasakan sakitnya menjadi anak terbuang.”

“Kenapa? Kenapa kau menceritakan semua itu padaku?”

“Karena aku ingin kau tahu, bagaimana Ayahmu menyakiti kita semua. Menyakiti Ibu yang kau sayang, menyakitiku, menyakiti Ibu Cherise juga menyakiti dirimu sendiri.”

Istri Poseidon yang dipenuhi dengan dendam mengarang cerita yang luar biasa menyeramkan. Ia mengatakan kalau Poseidon meninggalkan dirinya dan bercinta dengan banyak manusia juga banyak dewi. Hal itu membuat Hyuna geram, emosi mulai masuk dalam dirinya. Matanya yang berwarna coklat tiba-tiba berubah menjadi hitam pekat, sama seperti lautan yang sedang diterpa badai. Amfitrit mengarang cerita bahwa Ha Neul menggoda Poseidon, membuat laki-laki itu berpaling dan meninggalkan Tae Hee. Tae Hee yang terluka akibat perlakuan Poseidon lantas membuang Hyuna.

“Aku sungguh membenci Poseidon! Aku membenci Ha Neul!”teriak Hyuna.

Air lautan mulai membumbung tinggi, deru ombak bertumburan juga suara petir yang menggelegar membuat suasana semakin mencekam dan Amfitrit semakin berniat membuat kebohongan, ia menutupi kebenarannya, ia membohongi Hyuna untuk mendapatkan kekuatannya.

“Teruslah penuhi hatimu dengan kebencian, buatlah dirimu tak mampu menampung lagi emosi yang menguasai jiwamu. Buat mereka semua hancur, hilangkan semuanya, penghancur dunia.”bisik Amfitrit dengan senyum liciknya.

-oOo-

 

“Appa, aku merasakan sesuatu yang buruk. Aku merasakan kekuatan hebat dari arah pulau batu.”ujar Jiyeon pelan, ia berbisik pada dirinya sendiri.

Malam ini Jiyeon memutuskan untuk mengunjungi sungai Han. Poseidon bilang, jika Jiyeon ingin berkomunikasi dengan dirinya, ia bisa mendatangi sungai Han dan bicara, maka Poseidon akan membalasnya. Lima menit Jiyeon menunggu sampai akhirnya Poseidon datang, dari balik riak air sungai Han yang mengubah gelombangnya menjadi wujud manusia.

“Cherise, apa yang kau katakan?”tanya Posedion yang kini telah sampai dihadapan Jiyeon.

“Entahlah, aku hanya merasakan bahwa aura yang sangat jahat berasal dari sana. Apa mungkin Hyuna ada disana?”

“Appa baru mendapat kabar dari Ares yang meminta prajuritnya untuk mencari Hyuna dan memang benar, kakakmu ada disana, bersama dengan Amfitrit juga pengikutnya.”

“Kalau begitu aku dan Jieun harus segera kesana.”

“Tenanglah dulu, kita harus bicarakan ini semua dengan dewa yang lain.”

“Kalau begitu kita harus pergi ke gunung Olympus sekarang.”

Jiyeon, Jieun, Myungsoo juga Kyuhyun sudah sampai di dalam ruang sidang, bersama dengan dua belas dewa tertua juga dewa lainnya. Jiyeon menceritakan apa yang ia rasakan beberapa waktu lalu sementara Jieun, Myungsoo juga Kyuhyun melaporkan siapa-siapa saja yang sudah berhasil mereka bujuk untuk bergabung bersama mereka.

Sungguh, kekuatan Poseidon saja bisa melumpuhkan Amfitrit dan juga pengikutnya hanya dengan sekali hempasan, namun kabar bahwa istrinya itu bersekutu dengan Echidna (Ibu dari para monster yang mempunyai tubuh manusia dengan kaki ular) juga kabar bahwa Amfitrit mencari Ophiotaurus yang mampu mengalahkan dewa hanya dengan membakar tubuh dewa tersebut membuat mereka harus menyiapkan pasukan. Lagipula, ini semua peperangan milik Jiyeon, mereka harus membiarkan takdir berjalan dengan semestinya. Jiyeon harus melakukan tugasnya, menghabisi penghancur dunia, dengan tangannya sendiri.

“Jadi, siapa yang akan bergabung dengan kita?”tanya Athena.

“Para Elves (makhluk serupa manusia dengan telinga panjang), yah, tentu saja Light Elves yang bergabung bersama kita.”lapor Myungsoo.

Dwarve atau Dark Elves pasti mengikuti jejak para Ker.”ujar Ares yang dijawab anggukan oleh Myungsoo.

“Aku sedang berusaha mengajak Phonix untuk bergabung, tapi..”Kyuhyun berhenti bicara ketika Hades menyela ucapannya.

“Kau tak dapat menemukan tempat persembunyian mereka?”

Kyuhyun menganggukan kepalanya menjawab pertanyaan Hades.

“Kau benar-benar membuatku malu, Demon. Phonix hanya membangun sarang ketika mereka ingin mati, tsk.”gerutu Hades.

“Mana ku tahu, kau yang memintaku untuk mencari pasukan terkuat yasudah, aku mencari Phonix.”jawab Kyuhyun. “Keunde, aku berhasil mengajak Vampire, Dracula juga Werewolf untuk bergabung.”jawab Kyuhyun bangga.

“Kau ini sungguh bodoh! Tentu mereka mendukung kita, aku sudah mengajaknya lebih dulu.”Hades semakin kesal.

Kegaduhan yang dibuat Hades juga Kyuhyun tak ayal membuat seisi ruang sidang tertawa, meski sebentar mereka merasakan sedikit keceriaan akibat mereka.

“Pasukanku juga Athena sudah siap jika terjadi peperangan. Para Centaurus, Satyr, dan Griffin sudah siap kapanpun kita butuhkan.”ujar Ares.

“Terima kasih Ares, pasukanmu pasti akan sangat membantu.”Poseidon berkata tulus pada keponakannya itu.

“Kita bisa jalankan rencana kita malam ini. Hippocampus akan membawa Cherise juga Adara sampai ke pulau batu.”sahut Athena.

“Athena dan aku akan bersiap bersama pasukan. Arion juga Demon bersama dengan para sekutu bersiap di barisan kedua bersama pasukanku dan Athena.”Ares memberikan titah.

“Penyerang pertama jika terjadi peperangan adalah para hewan yang berada di bawah perintah Artemis, disusul dengan para Light Elves lalu pasukanku juga Ares akan ikut menyerang bersama dengan Centaurus juga para Satyr, Vampire, Dracula juga Werewolf. Dari atas akan ada penyerangan yang dilakukan oleh para Griffin dan Pegasus yang dipimpin oleh Apollo, penyerangan dilaut akan dikepalai oleh Poseidon sendiri bersama dengan Hydra.”Athena menjelaskan rencana yang ia susuh bersama Ares.

“Baik, malam ini Cherise dan Adara akan pergi menuju pulau batu. Aku akan katakan pada Hippocampus untuk bersiap jam delapan nanti.”ujar Poseidon.

“Siapkan diri kalian. Jangan pernah takut, apapun yang terjadi, kami berada dipihak kalian.”ujar Zeus kemudian membubarkan rapat bersama dewa-dewa.

Poseidon berjalan bersama dengan Jiyeon, merangkul pundak gadis itu dan berusaha menenangkan hatinya yang gusar.

“Semua akan baik-baik saja. Kau harus percaya itu.”ujar Poseidon.

“Hmm, aku percaya. Appa juga yang lainnya akan menjagaku juga Adara.”

“Cherise.”panggil Poseidon membuat Jiyeon berhenti dan menghadap kearahnya. “Bawa ini. Ini adalah belati yang Appa gunakan untuk melawan Kronos dulu. Belati ini akan berubah menjadi pedang saat kau mengeluarkannya dari sarung pelindung.”

“Tapi Appa…”

“Bawalah, siapa tahu kau membutuhkannya.”

“Terima kasih Appa.”ujar Jiyeon lalu memeluk Poseidon hangat.

“Jaga dirimu baik-baik.”

-oOo-

 

Tepat pukul empat sore Jiyeon sudah siap bersama dengan belati yang ia simpan di celah sepatu boot yang ia kenakan, sore ini ia berencana untuk pergi berjalan-jalan sebentar, menghirup udara sebelum pergi menemui Amfitrit. Ha Neul memandang lirih putri semata wayangnya, ia tak menyangka akan tiba waktunya untuk Jiyeon melawan Hyuna.

“Kau sudah siap?”tanya Ha Neul pelan.

“Hmm, Eomma sudah makan?”tanya Jiyeon disela kegiatannya mengikat kuda rambut panjangnya.

“Bagaimana aku bisa makan sementara anakku akan berjuang melawan Kakak tirinya?”

“Eomma, jangan terlalu mendramatisir keadaan. Tenanglah, aku tidak akan melawan Eonnie. Kami akan berhasil membujuk Eonnie juga dewi laut untuk menghentikan peperangan.”

“Keunde Jiyeon-ah..”Ha Neul tak sanggup melanjutkan perkataannya, ia kini sibuk dengan air mata yang membanjiri dua pipi mulusnya.

“Uljima Eomma, uljima. Percayakan semua padaku. Aku akan baik-baik saja. Dua belas dewa besar ada disisiku bersama Eomma yang begitu hebat.”

“Kau harus berhati-hati.”

Jiyeon menganggukkan kepalanya lalu berjalan menjauh, meninggalkan kediamannya bersama Ha Neul menuju sungai Han, tempat yang biasa ia kunjungi untuk bertemu Poseidon atau hanya sekedar memandang tenangnya air sungai. Baru lima langkah Jiyeon meninggalkan Ha Neul, ia sudah merasakan sesuatu mengikutinya. Bulu kuduk Jiyeon seketika meremang membuat ia bergidik ketakutan. Dengan satu tarikan Jiyeon masuk ke dalam sebuah lorong pemisah antara rumah satu dengan rumah yang lain.

“Kyuhyun Seonsaengnim!”pekik Jiyeon terkejut.

“Kecilkan suaramu, bodoh!”umpat Kyuhyun membuat Jiyeon menutup mulutnya rapat-rapat.

“Apa yang anda lakukan disini?”

“Ada yang ingin aku katakan padamu.”ujar Kyuhyun sambil terus memperhatikan sekelilingnya, takut apa yang ia katakan terdengar oleh makhluk lain. “Bawa aku menemui Hyuna. Ajak aku ke pulau batu tempat mereka menyekap gadis itu.”

“Yya Seonsaengnim, bagaimana bisa…”lirih Jiyeon.

“Pasti bisa, ku dengar Ibu Myungsoo memiliki jubah ajaib. Aku akan menggunakannya saat perjalanan menuju pulau batu.”

Jiyeon memandang Kyuhyun dengan tatapan menyelidik, hatinya sedikit ragu untuk menyanggupi permintaan Kyuhyun. Bagaimana jika semua rencana konyol Kyuhyun terbongkar oleh Amfitrit.

“Keunde, apa yang ingin anda lakukan jika sudah menemui Hyuna?”

“Aku punya rencana, aku tak ingin ada perang saudara, bagaimanapun kau dan Hyuna adalah saudara. Kita bisa menggunakan kekuatan besar Hyuna untuk melawan dewi laut. Jika kekuatanmu juga kekuatan Hyuna disatukan, maka tak perlu ada peperangan besar yang mungkin menewaskan banyak makhluk.”

“Tapi kita sudah punya rencana yang disetujui oleh para dewa.”

“Rencanaku sudah disetujui Hades, ia salah satu dewa tertua. Putra Kronos.”

“Bagaimana kalau Hippocampus tahu kalau aku membawa orang lain dalam perjalanan? Bagaimana jika Amfitrit tahu tentang rencana Seonsaengnim?”

“Aku sudah bertemu dengan Hippocampus yang akan membawamu dan Jieun ke daratan pulau batu dan untuk masalah Amfitrit, aku yakin kekuatannya tak sehebat yang kita fikirkan.”

“Keunde Seonsaengnim, Amfitrit itu dewi, ia pasti..”

“Apa kau fikir dia punya kekuatan besar jika dia mengumpulkan banyak makhluk kegelapan untuk melawan dirimu? Apa kau fikir ia cukup hebat sehingga mencari daging Ophiotaurus agar bisa mengalahkan para dewa Olympus?”

Jiyeon menimbang-nimbang apa yang dikatakan oleh Kyuhyun, apa yang dikatakan Kyuhyun ada benarnya juga. Jika ia memang ingin melawan Jiyeon, ia tak perlu mengumpulkan ribuan makhluk kegelapan.

“Arraso, aku akan membawamu. Aku juga akan mengulur waktu sebisaku, kau harus cepat menemukan Hyuna Eonnie dan membujuknya untuk tidak berpihak pada Amfitrit. Aku akan katakan pada Jieun tentang rencana ini, bagaimanapun dia dan Myungsoo harus tahu apa yang akan kita lakukan.”

“Kau benar, karena itu aku sudah bicara dengan Myungsoo. Awalnya dia menolak keunde, dia akhirnya menyetujui apa yang aku rencanakan. Kita bertemu dekat pelabuhan malam ini jam delapan, Myungsoo akan datang dengan membawa jubah ajaib.”

“Semoga berhasil, Seonsaengnim.”

“Kau juga, semoga berhasil.”

Kyuhyun berjalan keluar dari gang sempit tempat ia bicara dengan Jiyeon, meninggalkan gadis itu untuk pergi kesebuah telephone umum. Tangan kanannya terulur untuk mengambil gagang telepon kemudian menekan beberapa digit nomor, menunggu nada sambung sampai akhirnya terdengar suara seseorang diseberang.

“Halo.”sapa suara seorang wanita masuk ke dalam gendang telinga Kyuhyun.

“Halo Eomma..”

Tidak ada jawaban yang terdengar oleh Kyuhyun, ia tahu ini pasti sangat mengejutkan untuk wanita yang ia panggil Eomma itu. setelah bertahun-tahun menghilang lantaran diambil paksa oleh Ayahnya, ia yakin kini Sandara sudah melupakannya.

“Eomma, ini aku, Kyuhyun. Jika kau masih mengingatku, aku anakmu, yang diculik beberapa tahun lalu. Kau masih ingat? Aku rasa tidak.”Kyuhyun berkata lirih, menahan tangis yang sudah bertahun-tahun tak ia keluarkan. “Eomma, maafkan aku karena baru menghubungimu sekarang. Kau hidup dengan baik, kan? Aku harap kau tetap cantik seperti dulu.”

Suara isakan terdengar diseberang, membuat Kyuhyun semakin sulit menahan air matanya.

“Eomma, ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu.. aku.. aku putra Hades. Kau mengandung bayi hasil cintamu dengan seorang dewa. Kau terkejut? Yah, aku sangat yakin kau terkejut. Eomma, kau tahu aku sangat menyayangimu, kan? Aku tak menemuimu bukan karena aku tidak menyayangimu, justru karena aku sangat mencintaimu. Aku tidak ingin Hades menyakitimu lantaran aku secara lancang menemuimu. Tapi ternyata tidak, ia yang memberikan nomor telephone mu yang bisa aku hubungi, aku bersyukur ternyata mempunyai Ayah yang baik sepertinya.”

Kyuhyun mengambil nafas panjang, kemudian melanjutkan kata-katanya.

“Eomma, aku akan pergi berperang, melawan Amfitrit yang berkhianat dengan para dewa. Jika kami tidak berhasil, maukah kau menjaga dirimu? Berlindunglah ditempat yang tidak diketahui, jangan sampai para Ker juga makhluk kegelapan yang lain menemukanmu. Kau mau, kan? Baiklah, aku harus bersiap untuk perjalanan panjang menuju daratan pulau batu malam ini, bersama dua anak dewa yang lainnya. Kau tak perlu khawatir, aku sudah ditempah oleh Hades untuk menjadi seorang petarung yang hebat, aku akan baik-baik saja. Aku tutup telephonenya.”

Baru saja Kyuhyun hendak menggantungkan kembali gagang telephone-nya, suara Sandara terdengar dari ujung sana.

“Kyu..kyuhyun-ah..”lirih Sandara dengan nafas yang tersengal. “Aku yakin kau pasti bisa mengalahkan mereka, karena kau putraku. Aku menyayangimu.”

Kemudian sambungan terputus. Kyuhyun terduduk lemas, menangisi rasa rindu pada Ibu yang tak pernah ditemuinya bertahun-tahun lalu.

-oOo-

 

Jiyong berjalan menyusuri jalan setapak, tempat dirinya juga Myungsoo berjanji untuk bertemu. Ia tahu saat ini akan datang, saat dimana Myungsoo mengetahui jati dirinya.

“Myungsoo.”panggil Jiyong membuat namja bermata sendu itu membalikan tubuhnya dan menatap Jiyong yang kini hanya berjarak beberapa langkah dari tempatnya berdiri.

“My Lord.”sahut Myungsoo lalu membungkukkan tubuhnya.

Sepuluh menit keduanya berdiri berdampingan, tanpa mengeluarkan suara sepatahpun, hanya terdengar hembusan angin, dari tempat mereka berdiri.

“Kau tumbuh dengan sangat baik, Myungsoo-ya.”

“Ne, aku bisa tumbuh dengan baik meski tanpa seorang Ayah disisiku.”

“Maafkan aku.”sesal Jiyong.

“Tidak, kau tidak perlu meminta maaf. Aku sungguh mengerti bagaimana keadaan kalian dan sebenarnya, aku sudah tahu siapa dirimu sejak pertama kali Eomma memperkenalkan dirimu, padaku.”

Jiyong tersentak kaget, bagaimana bisa seorang Myungsoo mengetahui identitasnya.

“Aku pernah melihatmu saat menemui Eomma dulu. Apa kau fikir Eomma akan membiarkanmu untuk selalu menempel padanya jika ia tidak merasakan sesuatu yang lain dari dirimu?”

“Jadi maksudmu, CL sudah tahu?”

Myungsoo tersenyum. “Hmm, Eomma selalu berkata kalau aku harus bersikap baik padamu, ia tak mengatakan alasannya tapi satu malam aku pernah mendapati Eomma memandang foto dirimu dan menggumamkan sebuah nama, nama yang aku tahu adalah namamu ketika berkenalan dengan Eomma, G-Dragon, bukan bergitu, Appa?”

Jiyong tersenyum, ia tak tahu jika selama ini CL mengenalnya, ia tak tahu penyamarannya selama ini telah terbongkar.

“Aku memang bodoh, berfikir bisa menipu wanita sepintar Ibu mu.”

“Appa, Eomma selalu mencintaimu, ia tak pernah berfikir untuk menggantikanmu dengan Ayah tiriku.”

“Aku tahu itu dan Myungsoo-ah, semoga berhasil dengan pertempuran nanti.”ujar Jiyong lalu memeluk Myungsoo.

-oOo-

 

Jieun memandang wajah Dong Wook yang terlelap dalam tidur siang setelah semalaman mengerjakan pekerjaan kantor yang diberikan bosnya. Jieun mengulurkan tangannya, mengusap lembut rambut Ayah yang sangat ia sayangi lalu mengecup lembut keningnya. Dong Wook melenguh pelan lalu membuka sepasang matanya, menatap manik mata Jieun, putri kesayangannya.

“Jieun-ya, wae geure?”tanya Dong Wook pelan.

“Appa, kau tahu, kan kalau aku sangat menyayangimu?”

“Hmm, tentu Appa tahu, Appa juga menyayangimu.”

“Appa, jika aku tidak ada nanti, maukah Appa tetap menjaga diri Appa? Tetap hidup sehat?”

“Wae, kenapa kau bertanya seperti itu?”

“Tidak, aku hanya berfikir bahwa aku akan pergi jauh meninggalkan Appa, mungkin bersama kehidupanku yang lain.”

“Bersama suamimu?”tanya Dong Wook.

Jieun tersenyum, sekali lagi ia merasakan rasa sesak dalam dirinya. Dong Wook memang belum tahu tentang identitas suami juga apa yang akan dijalani oleh anaknya. Jieun memilih merahasiakan itu semua dari Dong Wook, ia tak ingin Ayah nya itu menghalangi apa yang ingin ia lakukan.

“Jika kau pergi keluar negeri bersama suamimu, maka Appa akan ikut bersamamu.”

“Haha, Appa akan ikut bersamaku?”

“Tentu!”ujar Dong Wook mantap lalu memeluk Jieun.

-oOo-

 

“Myungsoo..”panggil Chaerin membuat Myungsoo berbalik.

Chaerin berdiri di depan pintu kamar Myungsoo, sementara lelaki tampan itu tengah memandang senja yang kini terlihat sangat indah di matanya.

“Eomma, apa mungkin ini senja terakhir yang akan aku nikmati?”tanya Myungsoo.

“Yya, apa yang bicarakan, eoh?”Chaerin berjalan mendekati anak tunggalnya itu, ikut bergabung, memandang surya yang kini tengah menghilang dibalik awan.

“Apa yang akan terjadi, apa dunia akan selamat atau justru hancur berantakan.”

“Kau pasti bisa melalui semuanya, kau pasti bisa melawan para pengkhianat itu dan menyelamatkan dunia bersama yang lainnya. Ku dengar Apollo juga sebelas dewa lain bersama kalian, jadi, apa lagi yang kau butuhkan?”

“Aku membutuhkanmu, aku membutuhkan dukungan juga belaian Ibu yang aku sayangi.”lirih Myungsoo.

Chaerin menahan tangisnya, ia mengusap punggung anaknya kemudian melingkarkan tangannya pada bahu Myungsoo.

“Kau tahu dengan pasti bahwa aku selalu mendukungmu. Aku selalu berdoa, agar Tuhan menjagamu disana. Jadilah kebanggaan Eomma, jadilah ksatria seperti Apollo, seperti ayahmu.”ujar Charin sambil berbisik ditelinga Myungsoo.

-oOo-

 

Ha Neul memandangi Jiyeon yang kini sibuk memakai pakaian yang akan ia gunakan untuk bertemu dengan Amfitrit. Ia memakai kaus juga celana panjang, untuk memudahkan diri jika memang harus terjadi perang.

“Jiyeon.”panggil Ha Neul.

“Ah Eomma.”

“Kau sudah siap?”

“Sebentar lagi.”

Ha Neul menghempaskan tubuhnya, duduk diatas ranjang empuk yang biasa Jiyeon tiduri.

“Ada apa?”tanya Jiyeon yang melihat ekspresi gelisah di wajah Ha Neul.

“Apa kau benar-benar harus pergi berperang, Jiyeon-ah?”

“Aku harus menjalankan takdirku, Eomma.”

“Aku sungguh tidak ingin kehilanganmu.”tangis Ha Neul.

“Kau tidak akan kehilanganku. Aku berjanji, semua akan baik-baik saja. Appa akan menjagaku bersama dewa-dewi lainnya. Ah iya, ngomong-ngomong tentang Appa, aku rasa aku mewarisi wajahnya yang indah.”senyum Jiyeon berusaha mencairkan suasana.

“Kau memang mirip dengannya.”

“Appa sangat tampan, sekarang aku tahu kenapa kau sangat mencintai Appa.”

Ha Neul tersenyum lalu mengusap rambut Jiyeon yang kini tergerai.

“Berhati-hatilah, sayang.”

“Arraso, aku akan berhati-hati.”

-oOo-

 

Tepat pukul delapan malam, Jiyeon, Myungsoo, Jieun juga Kyuhyun sudah sampai di tepi dermaga yang sudah tak terpakai, menunggu Aphrodite juga Poseidon yang datang mengantar mereka. Jiyeon dan Kyuhyun menjelaskan strategi baru mereka pada Jieun, sementara Myungsoo terus berjaga-jaga, takut para dewa datang secara tiba-tiba.

“Apa Seonsaengnim yakin ini akan berhasil?”tanya Jieun ragu.

“Tenang aja, aku sudah menbicarakannya pada Hades.”

“Kita hanya perlu mengulur waktu, dan kurasa kita akan berhasil mengelabui Amfitrit.”Jiyeon juga ikut menyakinkan Jieun.

“Seonsaengnim, igeo, jubah ajaib yang diberikan Apollo padaku.”Myungsoo menyerahkan jubah panjang berwarna merah maroon yang biasa Apollo gunakan dulu.

“Gomawo Myungsoo-ah.”jawab Kyuhyun.

“Hmm, keunde Seonsaengnim, ada yang harus aku bicarakan padamu.”

Myungsoo juga Kyuhyun menjauh dari Jieun juga Jiyeon, bicara berdua.

“Ada apa? Kau ingin memintaku untuk menjaga Jiyeon?”tanya Kyuhyun.

“Yya, pelankan suaramu!”

“Wae? kau jatuh cinta padanya? Saudarimu?”

“Ei, Seonsaengnim!”

“Haha, aku tahu, Myungsoo-ya. Keunde, aku hanya ingin memberitahumu satu hal, hal yang sejak dulu aku hindari terjadi antara diriku dan Hyuna.

Myungsoo diam, memperhatikan setiap kata yang keluar dari bibir Kyuhyun.

“Jangan jatuh hati pada sesama anak dewa, jika itu terjadi, maka kau akan kehilangan kekuatanmu.”

“Jinjjaro? Aku tak masalah jika harus kehilangan..”

“Kau ini benar-benar bodoh! Tak masalah jika nanti perang telah selesai, setidaknya, tahanlah dulu perasaanmu pada Jiyeon. Tunggu sampai perang ini selesai.”

“Baik Seonsaengnim. Aku akan berusaha menahannya.”

Lima menit kemudian, Aphrodite juga Poseidon sampai di tepi dermaga, bersama Hippocampus yang akan membawa mereka menyebrangi lautan.

“Adara, putriku.”panggil Aphrodite. “Bawa ini bersamamu, ini adalah panah ajaib,dia akan memanah tepat ditempat yang kau inginkan.

“Terimakasih, Eomma.”

“Dan ini, terompet penyelamat, dimanapun kau berada, suaranya akan terdengar oleh kami. Sekali kau meniupnya, maka bantuan akan datang.”Aphrodite kembali menyerahkan sebuah terompet kecil pada Jieun.

Jieun memeluk Aphrodite sebentar kemudian bersiap naik ke punggung Hippocampus.

“Eomma, ku mohon jaga Appa. Aku tidak ingin kehilangannya.”

“Tenang saja, aku pasti menjaga Dong Wook dengan baik.”

Poseion mengeluarkan sebuah lempengan kecil dengan gambar trisula ditengahnya, kemudian ia menyerahkannya pada Jiyeon.

“Ini apa?”tanya Jiyeon yang bingung kenapa Ayah nya memberikan sebuah lempengan kecil padanya.

“Ini sepasang dengan belati yang apa berikan padamu beberapa hari lalu. Lempengan ini bisa berubah menjadi perisai yang akan melindungimu nanti jika memang terjadi perang.”jelas Poseidon.

“Terima kasih Appa.”

“Ini, jubah ringan untuk kalian, kenakan dibalik baju yang kalian pakai.”Poseidon menyerahkan jubah yang merupakan pelindung ajaib pada Jieun juga Jiyeon, keduanya tersenyum penuh haru.

“Jaga diri kalian baik-baik, segera tiup terompet jika terjadi sesuatu yang buruk.”pesan Aphrodite.

“Ne, kami akan melakukan yang terbaik Lord Aphrodite.”

“Jiyeon-ah..”panggil Myungsoo membuat Jieun juga Jiyeon menghentikan langkahnya. “Igeo, ramuan obat-obatan yang dibuat Lord Apollo untuk kalian. Satu tetes saja bisa menyembuhkan segala penyakit. Gunakan dengan bijak.”

“Terima kasih..”jawab Jiyeon dengan senyum yang menggetarkan hati Myungsoo.

“Kau harus selamat, kalian harus baik-baik saja.”pesan terakhir Myungsoo sebelum kedua gadis itu menghilang dari pandangan bersama Kyuhyun yang bersembunyi di belakang mereka.

Dalam hati Myungsoo bertekat, jika perang berakhir dengan kemenangan mereka, maka ia akan mengungkapkan perasannya, merelakan identitas juga kekuatannya untuk cinta.

TBC

Part berikutnya adalah part terakhir FF ini! Dan aku update minggu depan! Yuhuuuu!!!! Setelah FF ini aku akan membuat FF baru dengan tema romance, jadi nantikan ya! Harap meninggalkan komentar kalian di setiap part FF ini! Terima kasih.

94 responses to “[Chapter] Daughters of Poseidon Story Six

  1. Woah daebak hny jiyi jieun kyu yg ksna.. syg yah myung ga ikt.. pst bkl perang.. mdh2an ga ada dewa dewi yg trluka.. jd pgn ntn film2 dewa dewi lg.. huaaa

  2. Pingback: RECOMMENDED – Daughters of Poseidon | High School Fanfiction·

  3. pas bagian mereka minta izin sama orangtus mereka bikin aku haru.
    semoga ngk terjadi peperangan semoga semuanya selamat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s