Is It a Curse [Chap.7]

It is a Curse

Is It a Curse?
Cast:
Kim myungsoo
Park jiyeon
Other cast:
Park chanyeol
Genre: Fantasy,Romance, Sad/ Hurt
Author : @kethychan
A/N: Ini ff murni keluar dari otak ku, mungkin jika ada sedikit kesamaan itu hanya lah kebetulan semata. Please don’t siders and don’t plagiat ok😉
Summary: Apa ini sebuah kutukan? Jika memang ini sebuah kutukan kenapa harus aku yang mengalami semua ini? Kenapa tidak orang lain saja? Aku benci berada dalam situasi seperti ini!!
Backsong : Hyun ah –Can you love [ ost her lovely heels]
Entah kenapa saat menulis ff ini, aku ngerasa nyaman dan feel nya dapat pas denger lagu ini. Tapi aku gak tahu klo kalian[up to you] hanya recommend aja kq😀

Story Begin~

Jiyeon P.O.V

Apa namja ini gila? Atau karena pukulan namja –namja tadi yang begitu keras membuat otak nya jadi pindah. Ia hanya bercandakan? Jika ini memang benar bercanda, bercanda nya sangat tak lucu. Kenapa ia bisa tiba –tiba berkata seperti itu? Benar –benar di luar dugaan, apa dia tak takut dengan ku. Ckck~

“Apa kau terkena gangguan otak, eoh?!” ucap ku dingin. Jika saja ia tak terluka saat ini, akan kujitak kepala nya saat ini juga.

“Aku bersungguh –sungguh mengatakan nya, apa kau khawatir pada ku karena kau menyukai ku atau karena kau hanya berhutang budi pada ku?!” tatapan nya ini sama sekali tak ada kebohongan. Tapi, aku tak tahu dengan perasaan ku sendiri, aku sangat tak mengerti.

“Palli malhaebwa Jiyeon –ah” desak nya pada ku. Naega eotoekheyo? Apa yang aku harus jawab, aku saja tak mengerti dengan perasaan ku sendiri.

“Entahlah, cha masuk kedalam kita sudah sampai,” ku buka pintu gerbang tersebut dan di sana aku terlah mendapati Chanyeol oppa yang akan segera menaiki mobil nya, mau kemana ia pergi malam –malam begini?. Chanyeol oppa kembali menutup pintu mobil nya dan ia berjalan mendekat kearah ku.

Grep
Chanyeol oppa memeluk ku dengan erat. Apa yang terjadi? Kenapa ia tiba –tiba memeluk ku?.

“Kau dari mana saja eoh?! Oppa sangat mengkhawatir kan mu, oppa baru saja akan mencari mu” Chanyeol oppa terus saja membolak –balik tubuh ku mencari –cari apa ada luka di tubuh ku. Tangan nya kini tergerak memegang dagu ku dan mata nya kini sukses membulat.

“Sebenarnya apa yang terjadi? Dan siapa namja ini, kenapa ia babak belur?”Chanyeol oppa menunjuk namja ini dengan dagu nya dan telihat dari ekspresi wajah nya, ia cukup prihatin dengan keadaan Myungsoo yang menyedihkan ini.

Jiyeon P.O.V end

Author P.O.V

Jiyeon telah selesai membersihkan diri nya dan mengobati luka yang berada disudut bibir nya. Chanyeol terlihat sedang berbincang –bincang dengan Myungsoo yang memang sedari tadi tengah di obati oleh Chanyeol. Mereka berbicara begitu serius sampai –sampai mereka tak menyadari kedatangan Jiyeon.

“Jiyeon –ah, mulai besok oppa akan mengatar jemput mu. Oppa sudah mendengar semua nya dari Myungsoo” decak Chanyeol yang menatap dongsaeng nya penuh dengan kecemasan.

“Oppa! Aku bukan anak TK lagi yang harus kau antar jemput,”tolak Jiyeon yang kini telah duduk di depan Myungsoo dan Chanyeol.

“Tapi ini semua demi keselamatan mu. Mereka akan mencari mu lagi dan mungkin mereka akan melakukan hal yang lebih kejam dari ini. Untung saja Myongsoo datang menolong mu. Jika tidak, oppa tak tahu bagaimana nasip mu nanti nya” gumam Chanyeol yang mulai melemah. Jiyeon sadar bahwa oppa nya sangat mengkhawatir kan nya dan sebenar nya pun Jiyeon masih sedikit trauma dengan kejadian beberapa jam lalu itu.

“Gundae –“ kalimat Jiyeon terpotong saat Myungsoo membuka suara nya.

“Jika Jiyeon tak ingin diantar dengan Chanyeol hyung, biarkan aku saja yangmengantar jemput nya, eotteyo hyung?” tawar Myungsoo yang telah mendapatkan lampu hijau dari Chanyeol. Namja itu mengangguk tanda setuju dan hal itu yang membuat Jiyeon membulatkan mata nya.

“Jiyeon, oppa tak mau mendengar penolakan lagi. Oppa merasa kau akan aman dengan Myungsoo,” Jiyeon hanya bisa mendengus kesal mendengar penutura dari oppa nya. Saat Jiyeon melihat kesekitar nya, ia sama sekali tak mendapati yeoja paruh baya itu, yeoja yang sangat ia sanyangi itu.

“Oppa, eomma eodiya?”

“Eomma bilang ia akan berada 1 minggu di Busan, eomma bilang halmoni sedang sakit makan nya eomma pergi ke Busan”

“Oh begitu. Ah! Myungsoo sekarang sudah malam dan taxi juga tak ada. Lebih baik kau menginap di sini saja, lagi pula besok hari minggu, kau bisa tidur di kamar tamu. Bolehkan oppa?” tanya Jiyeon yang meminta persetujuan dari Chanyeol. Namja itu mengangguk mengiyakan permintaan dongsaeng nya. Chanyeol bangkit dari tempat nya, saat ia melewati Jiyeon, langkah nya terhenti sejenak.

“Dia namja yang tampan dan oppa rasa ia juga namja yang baik –baik. Semoga kalian bisa bersama,” bisik Chanyeol yang berhasil membuat wajah Jiyeon blushing berat.

“Ya! Chanyeol oppa?!” teriak Jiyeon lantang sambil memberikan tatapan deathglear nya pada oppa nya tersebut.

Ternyata sikap nya 180 derajat berbeda dengan Jiyeon yang ku kenal di sekolah. Batin Myungsoo yang terus saja memandangi manic mata Jiyeon. Jiyeon yang merasa sedari tadi di pandangngi oleh Myungsoo kini malah memandang balik namja itu dengan tatapan dingin nya.

“Kenapa kau memandang ku sampai seperti itu, eoh?!” decak Jiyeon yang kini pandangan nya telah teralihkan dari Myungsoo.

“Kau terlihat berbeda sekali, apakah ini sosok diri mu yang sesungguh nya?”tanya Myungsoo yang masih saja betah memandangi wajah Jiyeon. Saat Jiyeon akan bangkit dari duduk nya, Myungsoo menahan pergelangan tangan Jiyeon dan menatap yeoja itu serius.

“Apakah kau bisa beritahu jawaban pertanyaan ku di depan gerbang tadi?”

“ Lupakan perasaan suka atau perasaan apalah itu, anggap kau tak pernah bertemu atau mengenal ku. Cukup bersikap mengacuhkan ku itu bahkan jauh lebih baik. Aku harap ini terakhir kali nya kau mendekati ku, aku tak mau kau terlibat terlalu banyak dalam kehidupan ku, aku tak suka itu” gumam Jiyeon dingin sambil menghempaskan tangan Myungsoo kasar. Ia kemudian berjalan meninggalkan namja tersebut, sedangkan Myungsoo hanya bisa menatap yeoja itu dari belakang dengan tatapan kosong nya.

“Begitukah? Tapi, sayang nya aku tak bisa menuruti permintaan mu itu Jiyeon –shi”Myungsoo pun berjalan menyusul Jiyeon yang telah meninggalkan ruangan tengah, sebuah senyuman yang angat sulit diartikan itu terkembang dengan manis nya di wajah Myungsoo. Seperti nya namja itu memiliki sebuah rencana yang menarik.

*

*

*

Sang mentari telah bangun dari peristirahatan nya. Kini sinar nya telah menyinari kesegala penjuru dunia. Sinar nya yang terik tersebut mulai masuk kedalam celah –celah kamar sosok yeoja yang tengah sibuk dalam alam mimpi nya. Walau jam weaker di kamar nya telah berdering dengan nyaring nya. Namun, tetap saja hal itu tak berpengaruh untuk yeoja tersebut, malah yeoja itu semakin mengeratkan selimut nya dan menganggap bunyi jam weaker itu sebagai lagu pengantar nya untuk lebih dalam masuk kedalam mimpi nya tersebut. Konyol.

“PARK JIYEON BANGUN!!!” teriak namja itu itu sampai 8 oktaf. Yeoja yang bernama Jiyeon itu pun hanya menggeliat –geliat kan tubuh nya malas. Hey! Ayolah ini hari minggu bisakah ia tidur sedikit lama, ia masih lelah dengan semua persoalan rumit yang menimpa diri nya saat ini.

Brak..
Pintu kamar Jiyeon terbuka dengan kasar nya. Sontak saja sang pemilik kamar terbangun dan kini ia tengah terduduk di tepi ranjang nya dengan mata yang masih betah untuk tertutup. Melihat itu semua Chanyeol hanya bisa menggeram kesal, ia berjalan mendekat kearah Jiyeon dan mencubit pelan pipi cubby yeoja tersebut.

“Akh! Appo oppa!! Kau kejam sekali,eoh” decak Jiyeon yang kini tengah mengucek –ngucek mata nya(?).

“Cepat mandi dan bantu oppa membersihkan rumah. Hari ini adalah hari bersih –bersih” ucap Chanyeol sambil berkacak pinggang.

“Hah! Chanyeol oppa, aku masih sangat lemas sekali. Bisakah ijinkan aku untuk tidur sebentar lagi, nanti jika aku sudah merasa lebih enakan, aku akan membantu mu” gumam Jiyeon asal. Ia saat ini sudah menarik selimut kesayangan nya dan bersiap –siap untuk tidur kembali. Namun, dengan cepat Chanyeol menghalangi nya dan ia telah menarik selimut tersebut, menarik tangan Jiyeon paksa agar ia tak kembali merebahkan diri nya di atas ranjang.

“Oppa tak mau mendengar alasan lagi, Cha! Mandi lalu bersihkan rumah. Oppa yang akan membersihkan rumah bagian depan dan belakang, palli palli. Jika sudah selesai bersih –bersih oppa akan traktir kau pizza, eotte?” mendengar penuturan Chanyeol yang terakhir sontak membuat mata Jiyeon membulat dan membuat nya langsung berlari menuju kamar mandi.

“Ckck~ anak itu. Huh! Sudah lama sekali aku tak melihat tingkah nya seperti itu, aku merindukan masa –masa itu”

Jiyeon kini tengah menyapu di lantai 1, ia sangat semangat sekali bersih –bersih rumah kali ini. Karena ia telah di iming –imingi oleh pizza. Makanan kesukaan nya. Rasa nya ia ingin cepat –cepat selesai dan segera menyantap pizaa. Pizza I’m coming. Pikir Jiyeon. Terhitung telah 3 jam lebih Jiyeon dan Chanyeol membersihkan rumah mereka yang bisa di bilang cukup luas tersebut. Chanyeol dan Jiyeon kedua nya saat ini sedang menyantap pizza mereka sambil menikmati acara di televise. Hanya hening yang menyelimuti kedua nya tak ada yang ingin memulai pembiicaraan sampai Jiyeon membuka suara nya.

“Oppa Myungsoo eodiya? Dari tadi aku tak melihat nya?”

“Dia sudah pulang pagi –pagi sekali. Luka lebam nya itu cukup parah sekali, oppa sangat kagum dengan nya, ia rela menolong seseorang dengan mati –matian. Padahal orang itu belum di kenal nya terlalu dekat,” Chanyeol kini menatap manik mata Jiyeon dan mencoba melancarkan ide cemerlang nya.

“Oppa rasa dia menyukai mu” sentak Chanyeol tiba –tiba dan itu sontak saja membuat Jiyeon menatap tak percaya oppa nya tersebut.

“Haha~ konyol sekali. Mana mungkin dia menyukai yeoja monster seperti ku” Jiyeon tertawa renyah mendengar penuturan oppa nya tersebut, ia tak menyangka oppa nya akan berpikir demikian.

“ Ya! Berhentilah menghujam diri mu sebagai yeoja monster. Kau bukan yeoja monster Jiyeon –ah. Hanya orang yang tak berpikir dengan realistis saja yang menganggap mu seperti itu. Dan oppa rasa Myungsoo tidak seperti itu, bukti nya saja dia mau menolong dan selalu berada di sisi mu, walau pun ia sudah tahu dengan kelebihan kau punya itu” jelas Chanyeol panjang lebar, ia mengucapkan hal itu agar dongsaeng nya ini sadar bahwa diri nya itu tidak seperti yang di katakan orang –orang di luar sana.

“Oppa bilang KELEBIHAN? Itu bukan kelebihan melainkan itu adalah sebuah kutukan yang sangat menyiksa ku oppa. Dan untuk Myungsoo yang selalu berada di sisi ku mungkin saja ia mendekati ku karena ingin tahu masa depan dan ajal nya. Untuk dia yang menolong ku, itu semua hanya lah sebuah kebetulan semata. Aku juga tak percaya dengan sebuah kata yang di sebut CINTA itu, aku tak percaya dengan sebuah kalimat bodoh itu” Jiyeon berjalan meninggalkan Chanyeol yang tengah menatap nya tak percaya. Ia sangat tak percaya Jiyeon akan mengucapkan kata –kata itu.

“Apa itu CINTA? Apa itu rasa kasih sayang? Apa itu rasa kepercayaan? Dan apa itu rasa perhatian? Apa arti itu semua? Aku tak mengerti dengan hal –hal tersebut. Hal –hal yang selalu saja mengganggu pikiran ku, saat aku mulai bertemu dengan nya. Hah! Dia mulai masuk kedalam hati ini dan mengacaukan semua nya” gumam Jiyeon pelan yang kini ia tengah memandangi langit biru kosong dari balkon kamar nya.

To be Continue…

PS: Hah! Akhir nya selesai juga part 7 nya…
Eotte? Makin penasaran kah dengan kelanjutan cerita ini?
Menurut kalian kayak gimana sajian part 7 ini? Menarik kah?Membuat makin penasaran? Atau gaje serta gatot?
Like and coment juseyo..
Thank’s for READERs and SIDERs…
Gomawo…
Pyong~

38 responses to “Is It a Curse [Chap.7]

  1. Yah hati jiyeon msmsh tertutup buat myumgsoo,, ayo donk jiyi buka hati kamu buat myung,,, myung namja yang baik kok..
    Lanjut baca nee,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s