[ONESHOOT] Dancing in the Rain

image

Judul Fanfiction : Dancing in The Rain

Author : @lolalmira

Main Cast : Suzy “Miss A” and L “Infinite”

Additional Cast :

Genre : Romance, Fluff

Rating : PG-15

CreditSifixo@EKF thanks for the poster🙂

***

Suzy memandang puas refleksi dirinya di cermin dalam balutan terusan simpel berwarna putih selutut. Rambut hitamnya yang kini panjang sebahu ujung-ujungnya dibuat ikal, menambah kesan dewasa di wajah imutnya. Ia menyambar oversized clutch bag berwarna putih miliknya dan bergegas keluar kamar menuju ruang tengah.

Suzy duduk di sofa dan mengeluarkan benda persegi panjang berwarna putih dari dalam tasnya. Jari-jari lentiknya mengetik sederet nomor yang telah ia hapal di luar kepala dengan cepat. Ia lalu menempelkan benda itu ke telinga kirinya. Terdengar nada sambung cukup lama.

Kerutan di dahinya semakin dalam saat di percobaan kelimanya nada sambung itu kembali berakhir dengan suara operator. ‘Myung pasti belum bangun’ Batin Suzy kesal sambil melirik jam tangan putih yang melingkari pergelangan tangannya.

***

Suzy sampai di depan pintu apartemen dengan angka 2305. Dengan tak sabar ia menekan password milik Myungsoo. Terdengar bunyi ‘Klik’ halus dan pintu terbuka. Suzy buru-buru masuk dan mengenakan sendal rumah berwarna pink yang ia simpan khusus untuknya di apartemen Myungsoo.

Suzy membuka pintu kamar Myungsoo dan mendecak kesal melihat namjachingunya masih tertidur dengan selimut tebal yang membungkus seluruh tubuhnya.

“Yya!! Kim Myungsoo!!! Ireona!!!!!” Seru Suzy kesal di telinga Myungsoo. Myungsoo melenguh pelan dan mengacuhkan seruan Suzy. Ia merubah posisi tidurnya menjadi miring, memunggungi Suzy.

Suzy mendecak kesal dan memutar bola matanya. Kedua tangannya dilipat di depan dadanya. “Arasso. Kau memang ingin tidur. Aku pulang.” Kata Suzy pelan. Ia lalu berbalik dan hendak pergi.

Namun tiba-tiba Myungsoo bangun dan menarik pinggang Suzy hingga Suzy terbanting ke sampingnya. Seulas smirk andalan Myungsoo tercetak di wajahnya yang meskipun baru bangun tidur tetap terlihat tampan. Sebenarnya Myungsoo sudah terbangun sejak Suzy menekan password apartemennya. Iya sengaja melakukan ini untuk menjaili Suzy.

“Yya!! Kim Myungsoo!!!” Jerit Suzy kesal karena tatanan rambutnya jadi berantakan dan jantungnya berpacu lebih cepat karena tiba-tiba jatuh. Ia hendak bangun, namun dengan cepat kaki Myungsoo bergerak dan mengunci sepasang kaki jenjangnya. Suzy menghembuskan napas kesal.

Myungsoo mendekatkan wajahnya ke arah Suzy yang sengaja tidak memperhatikan dirinya dan malah asyik menatap langit-langit kamar. “Suzy-a…” panggil Myungsoo dengan lembut. Suzy menggigit bibirnya kuat-kuat untuk menahan agar kepalanya tidak menoleh ke arah Myungsoo.

“Suzy-a…” Panggil Myungsoo lagi. Suzy akhirnya menoleh setelah sebelumnya mendecak kesal.

“Wae?” Tanya Suzy ketus. Myungsoo tersenyum geli melihat Suzy. Ia tak bisa menahan tangannya untuk mencubit ujung hidung Suzy.

“Yya! Seharusnya aku yang marah karena kau mengganggu hari liburku eoh.” Kata Myungsoo sambil menahan tawanya saat melihat pout tercetak di wajah Suzy.

“Kalau memang kau tidak mau diganggu saat hari liburmu jangan berjanji menemaniku menonton premiere film.” Sahut Suzy, terdengar nada sarkas di kalimatnya barusan. Myungsoo tertawa mendengar sahutan Suzy.

“Siapa yang minta ditemani begadang sampai jam tiga eoh?” Balas Myungsoo. Suzy memalingkan wajahnya kesal.

“Baiklah. Kau lanjutkan tidurmu. Aku mau menghubungi Hoya. Dia pasti bisa menemaniku.” Senyum di wajah Myungsoo hilang saat mendengar Suzy menyebutkan nama sahabat terdekat Suzy yang membuat Myungsoo sering cemburu.

“Arasso. Aku akan mandi. Lima belas menit.” Seru Myungsoo kesal. Suzy diam-diam tersenyum karena triknya berhasil.

***

“Myungsoo ppaliiii!! Sebentar lagi filmnya mulai.” Rengek Suzy sambil bergelayut manja di tangan kanan Myungsoo. Myungsoo yang baru selesai memakai sepatu tersenyum kecil sambil mengacak sayang rambut Suzy. Seulas pout muncul di wajah Suzy.

“Kajja, uri Suzy sudah tidak sabar.” Myungsoo merangkul Suzy dan keduanya berjalan keluar apartemen Myungsoo.

“Kalau kita ketinggalan filmnya, itu salahmu.” seru Suzy kesal.

“Yya! Siapa yang meminta skype sampai jam tiga subuh eoh?” balas Myungsoo sambil mencubit pipi Suzy gemas.

“Aku.” sahut Suzy sambil meringis lucu. Myungsoo menggeleng gemas melihat tingkah yeojachingunya seperti anak kecil.

“Cham, kita harus membawa payung. Sore ini akan hujan.” kata Myungsoo tiba-tiba. Tapi Suzy tidak peduli dan terus menarik Myungsoo. Myungsoo menghela napas dan tersenyum kecil mengikuti Suzy.

***

Tiga jam kemudian langit cerah nyaris tanpa awan berubah menjadi gelap dan tetesan hujan mulai turun. Suzy berdiri terdiam di depan gedung bioskop bersama Myungsoo dan puluhan orang lainnya yang juga baru selesai menonton. Beberapa orang terlihat mengeluarkan payung dan menembus hujan yang mulai deras dengan santai. Genggaman tangan Suzy ke Myungsoo melemah dan hampir terlepas kalau Myungsoo tidak buru-buru menguatkan genggamannya.

“Hey kenapa ekspresimu menjadi sedih begitu?” Tanya Myungsoo berpindah posisi ke hadapan Suzy. Suzy semakin menundukan wajahnya.

“Kita harus menunggu hujan berhenti agar bisa ke mobilmu dan pulang.” Jawab Suzy lemas. Myungsoo memang memarkir mobilnya sedikit jauh dari gedung bioskop karena tidak kebagian tempat parkir. Mereka harus memutari taman untuk bisa ke mobil Myungsoo.

Myungsoo tersenyum kecil dan mengusap puncak kepala Suzy dengan sayang. “Aigoo. Kau tahu? Aku justru senang hujan begini. Hujan itu indah Suzy-a, semakim deras semakin indah.”

“Jinjja? Kau tak marah?” Seru Suzy senang. Refleks tubuhnya berdiri lebih tegak, kedua matanya membesar antusias.

“Jinjja. Kajja kita bermain hujan.” Kata Myungsoo sambil menarik Suzy. Belum sempat Suzy memprotes keduanya sudah berjalan menyebrang jalan. Tetesan air membasahi keduanya dengan cepat.

“You are totally crazy!!” Seru Suzy kencang mencoba agar suaranya tidak tenggelam dengan suara air yang turun dengan deras. Myungsoo menarik tangan Suzy dan membawanya berlari sambil tertawa-tawa.

Lalu tiba-tiba Myungsoo berhenti di tengah-tengah taman. Mereka memilih melewati tengah taman dibanding memutari sisinya. “Ada apa?” Tanya Suzy heran. Ia mengusap wajahnya yang sudah basah. Orang-orang yang berteduh di bawah pohon dan beberapa kedai memandang mereka heran.

“Lets dancing in the rain.” Seru Myungsoo mengeluarkan smirk andalannya.

“Mwo?! Tapi kan ini-” Belum juga Suzy menyelesaikan protesannya, Myungsoo sudah menarik tangan Suzy dan meletakkannya di leher sedangkan ia meletakkan tangannya di pinggang Suzy.

“Heart beats fast colours and promises how to be brave how can I love when I afraid to fall” Lirik lagu A Thousand Years terdengar merdu dinyanyikan oleh Myungsoo meskipun suaranya masih kalah dengan tetesan hujan. Suzy tersenyum terharu. Di kepalanya suara tetesan air itu terdengar seperti alunan musik.

“Watching you stand alone all of my doubt suddenly goes away somehow.” Suzy melanjutkan lirik selanjutnya dengan malu-malu. Myungsoo menunduk hingga kedua dahi mereka menyatu.

“One step closer….” Keduanya bernyanyi dengan penuh penghayatan sambil memandang satu sama lain. Tak peduli dengan pakaian yang sudah basah kuyup, pandangan heran hampir semua orang, dan hujan yang semakin deras.

“Kau tahu apa yang membuatku senang?” Tanya Myungsoo, menarik Suzy semakin rapat ke dalam pelukannya.

“Apa?” Tanya Suzy deg-degan. Sudah ratusan kali Myungsoo memeluknya begini, namun Suzy masih saja merasa jantungnya berdebar tak karuan. Ia bisa merasakan pipinya memanas.

“Aku, kau, dan hujan menjadi satu seperti sekarang ini.” Bisik Myungsoo. Senyum terukir di wajah keduanya.

“I love you Myung..”

“I love you more Suzy

***

Tiga hari kemudian…

“Hatchii!” Suzy kembali bersin untuk kesekian kalinya. Ia menarik selimut tebal berwarna putih miliknya sampai sebatas dagu. Kepalanya berdenyut-denyut membuat ia ingin berteriak. Suhu tubuhnya yang di atas rata-rata membuatnya sedikit menggigil.

“Yya! Ini salahmu!” Seru Suzy ke arah benda persegi panjang berwarna putih miliknya yang menampilkan wajah Myungsoo melalui koneksi Skype. Kondisi Myungsoo sendiri tak jauh beda dari Suzy.

“Tapi kau juga tidak menolak!” Bantah Myungsoo sambil menjulurkan lidahnya. Seulas pout tercetak di wajah Suzy.

“Kau gila.”

“Tapi kau sayang kan?”

“Hfftt.”

“Suzy-a! Di tempatku hujan. Kajja kita bermain hujan lagi!!” Seru Myungsoo. Ia berlari ke arah jendela dan menunjukkan hujan cukup deras di luar apartemennya.

“Andwae!” Tolak Suzy keras. Dari jendela kamarnya ia juga bisa melihat hujan mulai turun. “Eh di rumahku juga hujan.”

“Baiklah. Tunggu aku. Kita akan dansa di hujan lagi dan bagaimana kalau menghangatkan tubih bersama? Kau setuju?” Goda Myungsoo. Ia menjilat bibirnya seduktif.

“ANDWAE! NEO JINJJA!! DASAR BYUNTAEEE!!!”

END

18 responses to “[ONESHOOT] Dancing in the Rain

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s