[Chapter] Daughters Of Poseidon Story Five

nyimasRDA - daughter of poseidon 3

nyimasRDA present

Daughters Of Poseidon Story Five

 

Rating: G

Genre: fantasi

Length: chapter

Cast:

Park Jiyeon – Cherise

Kim Myungsoo – Arion

Kim Hyuna – Chaera

Cho Kyuhyun – Demon

Lee Jieun – Adara

Other

Note: FF ini real hasil pemikiranku. Don’t be a silent readers and don’t bashing! Maaf untuk persamaan karakter atau cerita, sungguh itu tidak disengaja. FF ini terlahir karena ketertarikan ku dengan Mitologi Yunani juga novel Percy Jackson.

 

Hallo, sebelumnya aku mau minta maaf yang sebesarnya pada semua pembaca, karena aku lama banget update kelanjutan FF ini. Kesehatanku benar-benar tidak memungkinkan dan baru mampu menyelesaikan segini. Semoga kalian suka dengan FF ini, dan maaf jika part Jiyeon masih sangat kurang. Part selanjutnya akan banyak part jiyeonnya!

-oOo-

Poseidon? Penguasa lautan? Tiga diantara dewa tertua? Apa kau fikir mereka ada? Jangan bodoh! – Park Jiyeon.

Seharusnya aku tidak pernah terlahir ke dunia ini. Aku sungguh ingin mati, sungguh! – Kim Hyuna.

-oOo-

 

Awan gelap menyelimuti seisi dunia, halilintar-halilintar bersahutan menggelegar di Langit hitam pekat, badai di lautan membuat para nelayan enggan melaut untuk mencari nafkah sementara Kyuhyun kehilangan jejak Hyuna. Sudah seminggu sejak Kyuhyun merasakan kehadiran makhluk kegelapan Hyuna menghilang, Jiyeon juga mulai merasakan keanehan pada dirinya. Kekuatannya mengendalikan air mulai terlihat dan Jiyeon muak dengannya. Berkali-kali Jiyeon membuat rumahnya penuh dengan air dan membuat Ha Neul juga Jieun dan Myungsoo kalang kabut dEommaatnya.

Pagi ini Jiyeon mulai dihadapkan dengan kedatangan makhluk-makhluk aneh yang berkeliaran disekitarnya, ia bahkan bertemu kembali dengan rusa jantan yang dulu pernah hadir dalam mimpinya. Namun rusa itu tak bicara, ia hanya memandang Jiyeon kemudian menghilang. Ha Neul yang tak tega dengan keadaan putrinya memutuskan untuk memberitahu yang sebenarnya pada Jiyeon, ditemani Myungsoo, Jieun juga Chaerin.

Chaerin, Myungsoo juga Jieun sampai di kediaman Ha Neul. Ketiganya menyusuri jalan setapak kemudian menekan bell yang terletak dekat pintu.

“Apa kau fikir Jiyeon bisa menerima semua penjelasan kita?”tanya Jieun mulai khawatir.

“Entahlah, tapi ku harap dia tak menganggap kita gila.”jawab Myungsoo.

-oOo-

 

“Kau anak Poseidon, Jiyeon-ah, itulah kenapa kau selalu bermasalah dengan air.”

“Kau hanya perlu belajar bagaimana mengendalikan kekuatanmu, maka semua akan baik-baik saja.”

“Ku ditakdirkan untuk menjadi penyelamat dunia, maka lakukanlah tugasmu.”

Kalimat-kalimat itu terus terngiang ditelinga Jiyeon kala ia berusaha memejamkan matanya. Percakapannya dengan Chaerin juga Ha Neul membuatnya benar-benar harus memutar otak agar dapat mengerti apa yang kedua wanita cantik itu bicarakan. Sama seperti dirinya, kini Myungsoo juga Jieun sendiri tengah bingung dengan apa yang mereka sampaikan.

“Apa kau fikir Jiyeon menganggap kita gila?”tanya Myungsoo yang sejak lima belas menit lalu duduk di depan kamar Jiyeon.

“Molla, kemungkinan dia yang akan menjadi gila.”jawab Jieun lalu memasukan segulung kimbab kedalam mulutnya.

“Yya! Bagaimana bisa kau mengatakan hal itu terhadap saudarimu. Aish jinjja.”Myungsoo menjitak kepala Jieun.

“Kau fikir aku tidak hampir gila saat kau beritahu kalau aku adalah putri Aphrodite?”

Myungsoo hanya tersenyum menanggapi apa yang Jieun katakan, ia masih ingat betul bagaimana ekspresi yang diberikan Jieun lantaran ia memberitahu bahwa Jieun adalah putri tunggal Aphrodite, mata gadis cantik itu seperti ingin keluar dari tempatnya.

“Apa seharusnya kita tidak perlu memberitahu Jiyeon dulu tentang masalah ini?”sesal Ha Neul yang kini sedang berhadapan dengan Chaerin.

“Kita harus cepat memberitahu Jiyeon masalah Ayah kandungnya, Ha Neul-ssi, Jiyeon berhak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya.”

“Kau benar, tapi, Jiyeon terlihat benar-benar terkejut dengan apa yang terjadi.”Ha Neul menghembuskan nafasnya berat.

“Geure, dia pasti terkejut, tapi percayalah, semua akan baik-baik saja.”Chaerin menggenggam tangan Ha Neul pelan.

-oOo-

 

Angin kencang menerbangkan helaian anak-anak rambut yang tersisa diwajah cantik Tae Hee, wanita cantik itu menelungkupkan kepalanya, berusaha berlindung dari balik lutut sementara dirinya masih betah berdiam diri di depan balkon apartment yang sudah dua tahun ia tempati. Fikirannya kembali menerawang, kembali mengingat bagaimana pertemuannya dengan Seung Won, laki-laki yang selalu mengejarnya sejak mereka duduk dibangku sekolah.

Flashback on

“Tae Hee-ssi.”panggil Seung Won saat Kim Tae Hee telah menyelesaikan sesi pemotretan untuk sebuah majalah fashion terkemuka di Seoul.

Tae Hee memandang terkejut wajah Seung Won yang tak berubah sedikitpun, dengan kikuk ia membalas sapaan Seung Won kemudian berjalan menjauhi pria itu.

“Ada yang ingin aku tanyakan padamu, nona Kim.”

“Maaf, aku tidak memiliki waktu hari ini, kau bisa datang menemui manajerku jika ingin melakukan wawancara.”jawab Tae Hee gugup.

“Apa kau tahu dimana keberadaan Hyuna?”

Mendengar nama seorang gadis yang ia cintai membuat Tae Hee menghentikan langkahnya, tubuhnya menegang sementara jantungnya berdetak kencang. Bagaimana bisa Seung Won mengetahui nama anak yang selama ini ia sembunyikan.

“Museun suriya jigeum?”tanya Tae Hee saat ia sudah berhadapan dengan Seung Won.

“Kau jelas tahu apa yang aku maksud, Tae Hee-ssi.”

“Joesonghabnida, saat ini aku benar-benar sibuk. Kita bisa bicara nanti, jika kau sudah membuat janji dengan manajerku.”

“Hyuna menghilang, sudah seminggu ia tidak bisa dihubungi.”

“Maaf, aku tidak tahu apa yang kau bicarakan, aku sungguh tidak mengenal Hyuna.”

“Kau tidak perlu berpura-pura, kau tahu dengan baik apa yang aku maksud, Tae Hee.”

Tae Hee tak menjawab perkataan Seung Won, keringat dingin mengucur disekujur tubuhnya, deru nafas berhembus kencang dari hidung wanita cantik itu.

“Putrimu, Hyuna, dia menghilang.”

“Michyeoss-eo? Apa yang kau maksud dengan purtiku? Apa kau fikir aku wanita yang sudah memiliki anak?”bentak Tae Hee membuat beberapa kru menoleh kearah mereka.

“Aku sungguh tak tahu kenapa kau membuang dan tak mengakui Hyuna, tapi sungguh, apa kau tak pernah merasa khawatir dengan keadaannya? Apa kau tidak memikirkan tentang keselamatannya? Kau sungguh tahu siapa dia sebenarnya, Tae Hee. Kau tahu, pacarmu yang dulu, dia mendatangiku dan mengatakan semuanya, dia mengatakan siapa sebenarnya dia dan aku yakin kau akan sangat terkejut jika mengetahui kebenarannya.”

Seung Won terus berbicara, tanpa memperdulikan ekspresi yang ditunjukkan oleh Tae Hee.

“Yya, apa kau sungguh gila? Sunbae, apa kau fikir aku akan percaya dengan yang kau katakan? Tidak mungkin aku memiliki hubungan dengan dewa. Yya, itu sungguh tidak masuk akal.”

“Aku juga tak tahu harus percaya atau tidak, yang jelas, mantan kekasihmu itu menemuiku dan memintaku untuk menemukan Hyuna secepatnya, kalau tidak, sesuatu yang buruk akan terjadi padanya.”

Flashback off

 

“Sesuatu yang buruk akan terjadi padanya.”

“Hyuna, Kim Hyuna, dimana kau sekarang? Apa Eomma salah sudah menitipkanmu dipanti asuhan? Aku sungguh bukan Eomma yang baik.”

-oOo-

 

“Ker – dewa kematian –, apa kau sudah melakukan apa yang aku perintahkan padamu?”ujar seseorang dengan wajah liciknya.

“Sudah, your majesty. Semua sudah kami lakukan sesuai dengan yang anda perintahkan. Lady Chaera sudah kami tangkap dan kami persiapkan untuk melakukan penyerangan.”jawab Ker membungkukkan tubuhnya.

“Siapkan semuanya sebaik mungkin, aku tidak ingin rencanaku ini gagal.”

“Baik, my Lord.”

-oOo-

 

­Badai dilautan semakin menggila, sementara Jiyeon, Jieun, Myungsoo juga Kyuhyun tengah berdiri berhadapan, menghadap ke laut, tempat kerajaan Poseidon berada.

“Apa kalian benar-benar berfikir aku adalah penyelamat dunia? Bagaimana jika justru sebaliknya?”tanya Jiyeon sambil terus memandangi lautan, tak ada rasa takut dalam dirinya, melihat lautan mengamuk, Jiyeon tak merakan dirinya takut sedikitpun.

“Ayahku.. maksudku tuan Hades mengatakan kalau kau adalah Cherise, penyelamat dunia.”ujar Kyuhyun.

“Sungguh, semua yang Eomma, bibi Chaerin, Jieun juga Myungsoo katakan benar-benar tidak masuk akal. Bagaimana bisa aku putri dari Poseidon..”

“Jiyeon-ah, kami tahu kau masih terkejut, tapi tenanglah, kau pasti bisa melalui ini semua. Kita harus melawan Hyuna Sunbae.”

“Jieun benar, kita harus melakukan cara untuk mengalahkan Hyuna.”

“Keunde, apa kita harus membunuh Hyuna? Maksudku, dia Kakak tiriku, bagaimana bisa aku membunuhnya..”

Myungsoo tersenyum, ia tahu, bahwa gadis yang mampu menggetarkan hatinya itu tidak mungkin sanggup menghabisi orang lain, terlebih itu adalah kakaknya sendiri.

“Ku fikir, kita hanya perlu melumpuhkan kekuatannya, tak perlu menghabisi nyawanya, aku tahu, akan ada yang menangis jika hal itu terjadi.”Jieun melirik kearah Kyuhyun yang sejak tadi sibuk melacak keberadaan Hyuna.

“Seonsaengnim, apa kami bisa percaya denganmu?”tanya Myungsoo tiba-tiba.

“Museun suriya?”tanya Kyuhyun memandang lurus pada Myungsoo.

“Aku, tidak bermaksud menuduh, keunde, aku rasa semua ini ada hubungannya dengan pada makhluk kegelapan dan yah, kau tahu kan, makhluk kegelapan berada dipihak siapa?”jelas Myungsoo hati-hati.

“Yya, Hades tidak sejahat yang kau fikirkan. Bukan karena dia tinggal di dunia bawah dan selalu bergaul dengan kegelapan dia jadi..”

“Arraso, aku hanya takut…”

Belum sempat Myungsoo menyelesaikan kalimatnya, seekor burung hantu terbang mendekati Kyuhyun dan detik berikutnya Kyuhyun menunjukkan ekspresi yang sangat terkejut.

“Seonsaengnim ada apa?”

“Ker.. para dewa kematian melakukan pemberontakan. Hades dihianati.”

-oOo-

 

Kyuhyun, Jiyeon, Jieun juga Myungsoo sampai di dalam istana Hades. Setelah berusaha membujuk Kharon untuk membawa mereka menyebrangi sungai pembalasan, akhirnya keempat manusia setengah dewa ini berhasil memasuki istana megah milik hades.

“Woah, ini benar-benar hebat.”ujar Myungsoo tak sanggup menyembunyikan keterkejutannya.

“Demon, kau datang.”ujar Erinyes yang menyambut keempatnya dengan wajah tampak yang sangat gusar.

“Dimana Hades? Bagaimana bisa Ker memberontak?”tanya Kyuhyun yang berjalan melewati Cerberus yang bersuara lucu.

Jieun sampai harus menahan kuat dirinya untuk tidak mengusap puncak kepala anjing berkepala tiga itu.

“Entahlah, kurasa, ini ada kaitannya dengan Chaera, ada pemberontak di Olympus. Beberapa Ker memberontak dan menghancurkan sebagian kecil dunia bawah, mereka juga mencabut nyawa orang-orang yang belum seharusnya mati dan membawa jiwa mereka pergi.”jelas Erinyes.

“Bagaimana bisa ini terjadi..”lirih Myungsoo.

“Mengerikan, sungguh mengerikan.”Jieun ikut berkomentar.

“Jieun-ya, apa menurutmu akan terjadi perang?”tanya Jiyeon menggenggam erat lengan Jieun.

Keempatnya sudah sampai di dalam istana Hades, ditemani Erinyes yang sejak tadi menunduk, tak berani memandang wajah Hades yang menunjukkan kemurkaan yang luar biasa.

“My Lord, Demon sudah sampai.”ujar Erinyes membuat Hades berbalik.

Jiyeon, Jieun dan Myungsoo tersentak dengan penampilan Hades. Wajarny yang sangat tampan dengan pakaian kerajaan yang serba hitam juga tangan kanannya yang memegang helm kegelapan sungguh berada diluar ekspetasi ketiganya. Jika selama ini mereka selalu memandang Hades dengan pembawaan yang menyeramkan, sungguh saat ini justru mereka melihat dewa tertampan yang pernah mereka temui – karena mereka baru bertemu Hades dengan wujud dewa.

Kyuhyun membungkukkan tubuhnya, memberi hormat kepada Ayah kandungnya itu diikuti dengan ketiga muridnya itu kemudian memandang Hades dengan wajah cemas.

“Kau membawa tamu, putraku, Demon?”tanya Hades pelan.

Wajah tampan juga kesan wibawa yang sejak tadi ditunjukkan oleh Hades perlahan menghilang kala suaranya terdengar membuat Jieun memundurkan kakinya untuk bersembunyi dibelakang Myungsoo sementara tangan kiri namja bermata sendu itu sudah menggenggam tangan Jiyeon.

“Mereka memaksa..”

“Ah, haruskah aku menyiapkan pesta penyambutan untuk ketiga keponakanku?”tanya Hades dengan senyum menakutkan.

“Tidak perlu, paman, ah maksudku Tuan.”ujar Jieun, gadis berkuncir kuda ini terus merutuki kebodohannya.

“Paman? Kau bisa memanggilku paman jika kau mau, putri Aphrodite.”

Bam!

Bersamaan dengan bunyi berdebam dikediaman Hades, munculah seorang wanita dengan gaun putih gading yang panjang menjuntai. Wajahnya yang begitu cantik diselimuti kepanikan yang luar biasa, dibelakangnya ikut hadir dua orang pria yang juga berpakaian khas Yunani.

“Hentikan permainan bodohmu, Hades!”bentak si wanita cantik. “Jangan bawa putriku dalam permainan bodohmu ini!”

“Aphrodite, apa yang membawamu sampai ke dunia bawah ini, hmm? Bersama Poseidon?”tanya Hades dengan suara yang menjijikan.

“Aphrodite? Jadi, kau Eommaku?”tanya Jieun membuat wanita itu berbalik.

Betapa terkejutnya Jieun saat melihat rupa wanita dihadapannya. Ia bahkan membuka mulutnya lebar-lebar lantaran terkejut dengan apa yang ditangkap iris coklatnya.

“Park Bom Seonsaengnim?!”pekik Jieun.

-oOo-

 

Jiyeon juga Poseidon duduk bersisihan ditepi sungai Han, menatap air sungai yang begitu tenang. Jiyeon menundukkan kepalanya, rasa haru yang luar biasa menghimpit hatinya, memaksa airmatanya yang sejak satu jam tadi ia tahan perlahan turun melalui sudut mata coklatnya.

“Kau baik-baik saja, Cherise?”tanya Poseidon membuka suara.

Jiyeon hanya menganggukan kepalanya, tak mengeluarkan sedikitpun suara untuk menjawab pertanyaan Ayahnya.

“Maafkan Ayah baru bisa menemuimu.”

Deru angin berhembus bersama kemilau jingga yang memantul di dasar air, membuat semakin sendu suasana antara keduanya. Jiyeon terus mengusap airmatanya, berusaha menahan diri untuk tidak terisak di depan Ayah yang sangat ia rindukan.

“Ayah sungguh bodoh, Ayah melakukan kesalahan sampai membawamu masuk ke dalam masalah ini. Harusnya Ayah bisa mencari dan menjaga Chaera, tanpa membuatmu terluka. Maafkan Ayah.”

“Ayah tak perlu meminta maaf seperti itu. semua ini sudah kehendak Tuhan.”jawab Jiyeon akhirnya.

“Cherise, ah maksudku Jiyeon. Ayah berjanji, apapun yang terjadi, Ayah akan selalu menjagamu.”

Jiyeon tersenyum, kemudian ia menyandarkan kepalanya dipundak bidang Poseidon sementara Poseidon membelai lembut rambut panjang putri bungsu nya itu.

“Ingin pergi melihat kerajaanku?”tanya Poseidon.

“Bolehkah?”

“Tentu, kau tentu boleh melihatnya, sayang.”

“Keunde Ayah, aku ingin melihatnya bersama Hyuna Eonnie. Bisakah aku melihatnya bersama Hyuna Eonnie?”

Poseidon tersenyum, ia begitu terharu dengan apa yang dikatakan oleh Jiyeon. Putrinya itu begitu baik hati, ia bahkan memanggil Hyuna dengan panggilan Kakak, sedangkan Hyuna sudah menyerangnya.

“Kau bisa mengunjungi kerajaan Ayah kapanpun kau mau, Cherise, Ayah akan menunggumu.”

“Ayah, bisakah Ayah katakan bagaimana caraku menemukan Hyuna Eonnie?”

“Kakakmu, dia sedang ditawan oleh kawanan Ker yang memberontak. Ada seseorang yang membuat para Ker menghianati tuan mereka, dan Ayah yakin, akan semakin banyak makhluk kegelapan yang mengikuti jejak para Ker.”

“Menghianati tuan mereka? Maksud Ayah menghianati tuan Hades? Jadi, bukan Hades yang menculik Hyuna?”

Poseidon tersenyum, ia menatap wajah serius Jiyeon. Mata indah juga wajah Jiyeon mengingatkan dirinya akan Tae Hee, Eomma Hyuna. Ia sendiri juga bingung, kenapa Jiyeon justru lebih mirip dengan Tae Hee, bukan Ha Neul.

“Kenapa kau berfikir Hades yang melakukannya?”

“Entahlah, aku hanya menebak. Ker adalah pelayannya yang paling setia..”

“Yang paling setia juga bisa berkhianat, sayang.”

“Kalau bukan Hades, lalu siapa yang membuat Ker berani mengkhianati Hades.”lirih Jiyeon pelan.

“Kami, para dewa sedang mencari tahu yang terjadi. Hermes juga Apollo sedang mencarinya sedangkan Athena sedang menyusun rencana untuk melawan Ker, setidaknya, kita harus menyiapkan pasukan.”

“Apa harus ada perang? Aku tidak ingin sampai ada yang terluka..”

“Kita semua menginginkan hal itu, Cherise, semoga saja, tak ada yang harus terluka.”

Sementara Jiyeon juga Poseidon sedang berbincang, seseorang sedang memperhatikan mereka dengan ekspresi wajah marah, kilatan emosi terpancar jelas di mata salah satu dewa itu.

-oOo-

 

Aphrodite atau yang biasa dikenal sebagai Park Bom oleh Jieun kini sedang duduk berdua dengan putri kesayangannya, ia terus menundukkan kepalanya, merasa bersalah karena telah membohongi Jieun hampir satu tahun ini.

“Jadi, Seonsaengnim adalah Eommaku?”tanya Jieun sedikit ragu, ia tak tahu harus memanggil Bom dengan sebutan apa, Eomma, Seonsaengnim atau Dewi Aphrodite.

“Kau bisa memanggilku Eomma jika kau mau, Jieun.”

Jieun hanya terdiam, ia tak tahu harus mengatakan apalagi. Ia sungguh bersyukur dapat melihat siapa Eomma kandungnya, tapi juga kesal lantaran selama ini Eomma nya terus berada disekitarnya.

“Apa kau marah pada Eomma? Kau membenci Eomma?”

Jieun menggelengkan kepalanya, ia sungguh tidak membenci Bom, ia hanya sedikit kesal karena tidak mengenali Eomma kandungnya.

“Maaf jika selama ini Eomma merahasiakan identitas Eomma darimu.”

“Eomma pasti punya alasan kenapa merahasiakannya dari aku juga Appa.”

“Jadi, bagaimana keadaanmu juga Dong Wook?”

“Appa selalu mencari Eomma, ia bahkan sering kali bermimpi dan memanggil “Jenny”.”

Bom tersenyum, ada sedikit kebahagiaan yang ia rasakan lantaran Dong Wook masih mengingatnya. Yah, Bom memang dikenal sebagai Jenny Park oleh Dong Wook, mahasiswi pertukaran pelajar dari USA.

“Aku sungguh tidak bermaksud membuat Ayah mu menjadi seperti itu.”sesal Bom.

“Eomma merasa bersalah?”tanya Jieun yang dijawab anggukan kepala oleh Bom. “Eomma tidak perlu merasa bersalah, justru seharusnya Eomma senang karena Appa masih setia dan masih mencintai Eomma.”

“Terima kasih Adara, Eomma sangat senang kau mau memaafkan dan menerima kesalahan Eomma. Eomma sungguh bersalah karena meninggalkanmu, seharusnya Eomma memberanikan diri untuk menentang Zeus, harusnya Eomma mengikuti jejak Hestia untuk hidup bersama manusia dan melepaskan kehidupan Eomma sebagai Dewi.”isak tangis Bom mulai terdengar.

“Eomma tidak perlu menyalahkan diri Eomma seperti itu. mengetahui kalau Eomma terus mengawasi dan menjagaku saja, itu sudah membuat diriku sangat bahagia. Appa juga pasti senang jika ia tahu Jenny yang ia kenal hidup dengan sangat baik dan tetap cantik seperti dulu.”

“Tolong jaga selalu ayahmu, katakan padanya jika Eomma sangat mencintainya.”

“Apa Eomma tidak ingin bertemu dengan Appa? Appa pasti akan merasa senang karena Eomma menemuinya.”

“Apa Eomma tidak egois jika bertemu dengannya? Setelah menghilang selama ini?”

“Eomma bisa bertemu sebagai Park Bom, setidaknya Eomma bisa berada di dekat Appa walau sebentar.”ujar Jieun dengan senyum yang mengembang.

-oOo-

 

Pencarian terhadap Hyuna terus dilakukan. Kyuhyun sibuk melacak keberadaan Hyuna yang tercium olehnya beberapa hari lalu berada di sekitar gedung sekolah yang tak terpakai lantaran terbakar puluhan tahun lalu sementara Apollo juga Hermes sibuk mencari siapa-siapa saja yang sudah bergabung dengan Ker. Sementara Kyuhyun, Apollo juga Hermes sibuk mencari Hyuna, Jiyeon, kini sibuk melatih pengendalian airnya, bersama dengan Myungsoo juga Jieun.

Sedikit demi sedikit Jiyeon sudah mampu menarik dan melemparkan air atau membuat bongkahan es mencair, hal yang berbeda dari kekuatan Hyuna. Jika Hyuna mengubah air menjadi es, Jiyeon justru mengubah es menjadi air. Myungsoo dan Jieun juga melatih kemampuan pengendalian mereka. Apollo berusaha mengendalikan udara, karena musik yang ia keluarkan mengalir dan menyebar melalui udara sedangkan Jieun sibuk dengan panahan yang terus ia genggam.

Hampir dua minggu sejak menghilangnya Hyuna, siang itu tiba-tiba Kyuhyun berlari menemui Jiyeon, Jieun juga Myungsoo yang sedang berlatih di padang rumput – dekat kebun – milik Hades yang selalu dijaga oleh Askalafos, burung hantu yang selalu membawa kabar untuk Kyuhyun. Melihat ada sosok seseorang mendekat membuat ketiga anak dewa yang sedang berlatih itu bersiap siaga. Jieun mulai membidik sosok Kyuhyun yang terhalang kabut, sementara Myungsoo dengan belati beracun pemberian Chaerin sedangkan Jiyeon sudah bersiap dengan sebotol air untuk menyerang tamu yang datang. Dan tanpa di duga, Kyuhyun diserang oleh ketiganya. Beruntung karena Kyuhyun adalah anak dewa tertua, serangan dari bocah-bocah itu tak lantas mengenainya begitu saja, hanya lengan kiri Kyuhyun yang terkena siraman dari botol yang dipegang Jiyeon.

“Yya! Apa yang kalian lakukan, eoh!”bentak Kyuhyun.

“Seonsaengnim!”teriak Jiyeon, Myungsoo juga Jieun bersamaan.

“Joesonghabnida Seonsaengnim, kami tidak tahu kalau itu anda.”ujar Jiyeon dengan wajah merasa bersalah.

“Lalu, kau fikir siapa, eoh? Para Ker?”

“Mian, kami pikir kau adalah mata-mata dari para penghianat.”

“Sudahlah, aku membawa kabar.”

“Kabar buruk atau baik?”tanya Myungsoo.

“Apa akan ada kabar baik saat seperti ini?”sindir Kyuhyun.

“Lalu, kabar apa yang anda bawa?”

“Aku sudah tahu siapa penghinat di kerajaan.”

Tak ada satupun yang menjawab, mereka semua menunggu sebuah nama yang kemungkinan keluar dari bibir Kyuhyun.

“Amfitrit, istri Poseidon, dewi laut, ia mengkhianati Dewa Olympus.”

TBC

96 responses to “[Chapter] Daughters Of Poseidon Story Five

  1. Pingback: RECOMMENDED – Daughters of Poseidon | High School Fanfiction·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s