[CHAPTER – PART 2] My Love, My Brother’s Enemy

req-47-copy

[Chapter-2] My Love, My Brother’s Enemy| alifahsone

Teen | Comedy (Maybe), Friendship, Family, lil Romance

Cast : Kim Myungsoo, Park Jiyeon, Park Chanyeol

Other Cast : You can find in this story.

Plot is mine but cast(s) is not mine.

.

.

Jiyeon merebahkan dirinya diatas ranjang empuknya. Jiyeon menatap langit langit kamar, sambil tersenyum sendiri. Tangan Jiyeon memegang dadanya berusaha menetralisir rasa gugupnya tadi.

Jiyeon meraba sesuatu dalam sakunya. Secarik kertas yang berisikan nomor ponsel Kim Myungsoo –atau Jiyeon mengenalnya sebagai Kim Jongwon–. Jiyeon mengambil ponselnya. Kemudian mengetik beberapa pesan untuk ‘Kim Jongwon’.

Tak lama kemudian. Jiyeon mendapatkan sebuah balasan dari Yesung. Jiyeon memeluk ponselnya karena saking gembiranya.

Chanyeol duduk terdiam di depan televisi. Pria itu telah bersiap-siap menuju kuliah. Tinggal menunggu Jiyeon. Chanyeol belum tenang kalau Jiyeon belum berangkat.

TAP…TAP…TAP

Terdengar bunyi derap kaki di tangga. Chanyeol melirik sekilas kemudian tersenyum masam.

“Sudah siap, Jiyeon-ah?”tanya Chanyeol. Jiyeon tersenyum senang kemudian mengangguk. Chanyeol mengernyitkan keningnya. Menurut Chanyeol, Jiyeon tak biasanya berubah sikap seperti ini. Sesaat kemudian, Chanyeol tersenyum menggoda Jiyeon.

“Atau kau mau bertemu dengan Yesung?”

Jiyeon dengan segera menutup wajahnya yang sudah memerah. Chanyeol menggembungkan pipinya, berusaha menahan tawa.

“Jiyeon-ah!”

Jiyeon menoleh sambil tersenyum. Tangan Jiyeon melambai pada seseorang. Orang yang Jiyeon kenal sebagai Yesung tengah membaca buku di taman. Kaki Jiyeon melangkah untuk menduduki kursi tersebut.

“Dimana Chanyeol?”

Jiyeon memutar bola matanya. Selalu. Setiap ada Jiyeon, yang ditanyakan hanya Chanyeol, Chanyeol, dan Chanyeol.

“Kenapa sunbae menanyakan oppaku? Sunbae menyukainya, huh?”tanya Jiyeon. Myungsoo –Yesung palsu– dengan cepat menggeleng. Jiyeon mengangguk mengerti.

Sunbae mempunyai hutang ya, dengan Soojung?”tanya Jiyeon. Myungsoo yang semula serius membaca buku, kini mengamati Jiyeon bingung. Jiyeon bisa menebak, dari sorotan mata Myungsoo ada yang disembunyikan dari Jiyeon.

Ani. Kau ini, asal saja kalau bicara. Haha.”elak Myungsoo. Myungsoo berusaha tertawa, namun itu terdengar kaku untuk Jiyeon. Jiyeon menyipitkan matanya, kemudian mendekat kearah Myungsoo. “Benarkah, lalu, apa buktinya itu?”tunjuk Jiyeon pada sebuah arah. Mading.

Myungsoo menggaruk tengkuknya. Sesaat kemudian mata Myungsoo melihat kearah mading. Myungsoo berlari kearah mading. Dan..

ANDWAE! Awas kau, Soojung paboya!”

.

.

“Jadi begitu, Krystal-ah,”ucap Jiyeon. Krystal, Suzy, dan Eunji mengangguk setelah mendengar cerita dari mulut Jiyeon. Entah kenapa, setelah mendengarkan cerita dari Jiyeon, perut Krystal tergelitik untuk tertawa.

“Jadi, benar kau yang mengerjainya, Krys-ah?”tanya Suzy sambil mengaduk jusnya. Krystal mengangguk sambil tersenyum puas. Tapi, tunggu. Bukankah tadi Jiyeon menyebutkan nama Yesung? Krystal tak ada urusan dengan Yesung sunbae. Setahu Krystal, sikap Yesung sunbae normal-normal saja. Tidak seperti Myungsoo yang selalu bersikap seperti bocah berumur 3 tahun. Ckck.

“Tunggu. Apa tadi katamu, Jee?”tanya Eunji memastikan pendengarannya.
“Yesung sunbae?”ulang Jiyeon. Mata cokelat Jiyeon masih melihat Eunji.
“Bukankah, Yesung sunbae tak punya hutang dengan Krystal? Lagipula, Yesung sunbae dan Krystal tak terikat hubungan keluarga,”tutur Suzy.

Jiyeon membulatkan matanya. Jadi, dia bukan Yesung? Lalu, mengapa dia menyebutkan nama Yesung? Aih, Jiyeon jadi merasa canggung sendiri. Jiyeon menatap Myungsoo yang berada tepat di belakangnya dengan bingung. Sementara disana, punggung Myungsoo tergelak karena tertawa. Entah tertawa karena apa.

“Wah, kau dibohongi, Jee. Ckckc. Tak kusangka mahasiswi pintar sepertimu mudah dibohongi oleh sunbae otak teri sepertinya.”ejek Krystal. Suzy dan Eunji mencibir. Entah untuk Jiyeon atau ejekan Krystal barusan. Jiyeon tak mau peduli untuk soal itu. Yang mau Jiyeon ketahui adalah, siapa yang mengaku menjadi Yesung sunbae.

“Krys, ku mohon, katakan padaku, siapa dia.”pinta Jiyeon. Krystal menggeleng. Jiyeon mengeluarkan puppy eyes andalannya. Jiyeon yakin, Krystal tak bisa menolak. Benar. Bahkan wajah Krystal melihat kearah lain tatkala Jiyeon mengeluarkan senjata mautnya.

“Ku mohon, jauhkan wajah pabo itu dariku.”

Jiyeon mengerucutkan bibirnya.

“Baiklah akan aku beritahu. Tapi kau jangan kaget, ya?”mohon Krystal. Jiyeon mengangguk. Krystal mendekatkan bibirnya ke telinga Jiyeon. Sesaat kemudian. Mata Jiyeon membulat.

MWO?!”

-MLMBE-

Jiyeon memeras tas merahnya. Jiyeon terduduk di kursi taman sambil menunggu Chanyeol datang. Jiyeon memang ingin membicarakan sesuatu dengan oppa kesayangannya itu.

Tepat.

Chanyeol berlari menuju arah Jiyeon dengan napas tersengal-sengal. Jiyeon tersenyum tipis. Tangan Jiyeon menunjuk ke sebelahnya agar Chanyeol dapat duduk disitu.

“Ada apa?”tanya Chanyeol. Jiyeon menarik nafasnya perlahan. Dipandanginya Chanyeol yang masih memandangi Jiyeon dengan mata penuh pertanyaan.

“Aku akan bilang ke oppa, tapi oppa jangan marah ya. Yakseok?”Jiyeon menyodorkan jari kelingkingnya ke Chanyeol untuk berjanji. Chanyeol mengangguk.

Oppa, aku mau bilang, yang kemarin mengantarku itu bukan Yesung sunbae. Melainkan Myungsoo sunbae. Kemarin, Myungsoo sempat mengaku menjadi Yesung sunbae. Aku percaya saja. Mianhae, oppa.”

Mata besar Chanyeol membulat. Tangan Chanyeol menggaruk rambutnya. Apa motif Myungsoo mendekati adiknya?

“Kenapa kau percaya saja, sih,”gerutu Chanyeol. Jiyeon tertawa hambar. “Habis, dia sangat baik padaku, Chanyeol oppa.”

“Bisa saja kan dia cuma berpura-pura untuk memanfaatkanmu! Iya kan?!”seru Chanyeol sambil menggoyangkan bahu Jiyeon. Jiyeon mengangguk. Jiyeon akan mematuhi apapun yang Chanyeol pinta.

Arasseo, oppa. Jiyeon akan patuh.”

Ji-eun memasuki kelas dengan wajah penuh arogan. Ditangan Ji-eun sudah ada penggaris 1 meter yang siap Ji-eun pukul pada murid yang tak patuh padanya. Ji-eun memandangi murid satu persatu.

“Kemana Soojung, Jiyeon, Sooji, dan Hyerim?”tanya Ji-eun sarkastik. Kalau sudah begini, tak akan ada yang berani menjawab. Semua terdiam sambil menunduk. Ji-eun menyeringai. “Tunggu saja. Aku akan menyiapkan kejutan untuk mereka.”

Hyerim memasuki kelas. Diikuti langkah Soojung, Sooji, dan yang terakhir Jiyeon. Mereka berempat langsung duduk di bangku tanpa melihat kearah Ji-eun. Mata Ji-eun melotot. ‘Tak sopan sekali,’ batin Ji-eun.

“Soojung. Sooji. Jiyeon. Hyerim. Darimana kalian?”bentak Ji-eun. Tangan Ji-eun menggebrak meja milik Yoona. Yoona merinding ngeri melihat mata Ji-eun. Kemudian, perhatian mereka semua teralih.

“maaf, saem kenapa menggebrak mejaku? Aku kan, tidak terlambat.”sangkal Yoona. Ji-eun menatap Yoona sebentar. “Lalu? Bukan urusanku.”

Mata Ji-eun kembali beralih pada mereka berempat yang sedang menatap Ji-eun tanpa arti.

“KALIAN!”tangan Ji-eun dikepal. Sesaat kemudian Ji-eun tersenyum licik. Ji-eun kembali ke mejanya untuk mengambil beberapa kertas hasil ulangan. Ji-eun membagikannya satu persatu kepada semua mahasiswi disitu.

Jiyeon yang semula acuh menjadi terkejut tatkala melihat hasil ulangannya. 5. Nilai yang sangat buruk untuk Jiyeon. Jiyeon yakin, Ji-eun pasti akan menghukumnya -lagi-.

“Siapa yang mendapatkan nilai dibawah 7?”tanya Ji-eun setengah berteriak. Jiyeon, Soojung, Sooji, dan Hyerim mengacungkan tangannya. Ji-eun menyeringai.

“KALIAN. Ikut aku ke lapangan.”

“25..

26..

27..”

Tubuh Jiyeon terjatuh lemas. Hukuman push up dari Ji-eun tinggal 10 lagi. Huh. Ji-eun memang kejam kalau disuruh memberi hukuman. Jiyeon menyesal, mengapa ada dosen killer seperti Ji-eun ini ya?

“Kau ini. Payah sekali. Ayo.”ejek Ji-eun. Jiyeon mencibir.

Siang yang terik. Jiyeon terlihat tengah memijit kakinya. Rambut yang tadinya Jiyeon gerai kini sudah dikucir satu. Peluh berjatuhan dari dahi Jiyeon. Sungguh. Tubuh Jiyeon terasa sangat lelah.

Eunji sedang pergi mencari In-guk sunbae. Suzy pasti sedang diperpustakaan bersama dengan Soohyun sunbae. Dan Krystal sedang pergi ke kantin ditemani Minhyuk sunbae. Krystal sedang membelikan minuman untuk Jiyeon, Eunji, dan Suzy.

Myungsoo tersenyum ketika melihat wajah Jiyeon. Tangan Myungsoo menggenggam cokelat mahal yang rencananya ia berikan untuk Jiyeon. Kaki Myungsoo melangkah menghampiri Jiyeon.

“Jiyeon-ah!”sapa Myungsoo riang. Myungsoo duduk disebelah Jiyeon. Jiyeon hanya tersenyum tipis. Pandangan Jiyeon mengarah ke cokelat yang digenggam Myungsoo.

“Whoaa…apa itu cokelat? Aku sudah lama tak makan cokelat,”kagum Jiyeon. Myungsoo terkekeh kemudian mengacak rambut Jiyeon. Jiyeon menatap Myungsoo sinis kemudian memandangi cokelat itu lagi.

“Aku mau. Untukku, ya?”tanya Jiyeon sambil mengedipkan sebelah matanya. Myungsoo mengangguk. Tangan kanan Jiyeon meraih cokelat itu dari Myungsoo. “Terima kasih, sunbae.”

Krystal datang membawa minuman isotonik untuk Jiyeon. Mata Krystal membesar ketika melihat Jiyeon sedang bersandar di bahu Myungsoo. Krystal berjalan tergesa.

“JIYEON! Jauhkan tubuhmu darinya!”bentak Krystal. Jiyeon tampak kaget, lalu menjauhkan kepalanya dari bahu Myungsoo.

“Kau! Penghutang! Bukannya membayar hutangmu, malah kau membeli cokelat itu! Coba kau hitung, hutangmu sudah berapa? Dan kau membeli cokelat itu dengan menghutang pada Jessica unnie!”gertak Krystal. Jiyeon tertawa tapi disembunyikan. Myungsoo terlihat salah tingkah.

“Dasar tidak modal! Mau mengencani wanita malah menghutang! Kalau aku jadi Jiyeon, aku tak sudi berdekatan denganmu!”seru Krystal.

Myungsoo mendekatkan tubuhnya dengan Krystal.

“Coba kita buktikan siapa yang akan mendapatkan Jiyeon. Aku, atau..”Myungsoo tersenyum licik sebelum melanjutkan kata-katanya, “Kau.”

Krystal menatap sinis Myungsoo kemudian duduk disamping Jiyeon. Krystal terkekeh. Begitu pula Jiyeon. Tapi, semua mereka lakukan setelah memastikan Myungsoo telah pergi.

“Bagaimana aktingku tadi? Bagus bukan?”tanya Jiyeon percaya diri. Krystal terbahak lalu memukul bahu Jiyeon. Sehingga Jiyeon meringis kesakitan. “Tentu saja. Kau kan sahabatku,”puji Krystal. Sehingga mereka berdua tertawa.

“Dengan begini, aku yakin rencana kita akan berhasil. Kau tak jatuh cinta padanya, kan, Jee?”tanya Krystal memastikan. Jiyeon menggeleng senang. Hmm..Mungkin Jiyeon belum menyadari perasaannya pada Myungsoo.

“Hai, Jee, Krystal.”sapa Suzy yang langsung bergabung dengan mereka berdua. Jiyeon tersenyum. “Mana Eunji?”tanya Krystal yang celingak-celinguk mencari Eunji. Suzy mengangkat bahunya.

Aigo, lihatlah. Eunji sedang bersama In-guk sunbae. Pantas saja. Ckck.”heran Jiyeon. Suzy terkekeh.

“Bagaimana pendekatanmu? Berhasil?”tanya Jiyeon setelah perhatiannya teralihkan dari pasangan Jung Eunji alias Jung Hyerim dengan Seo In Guk.

Suzy tampak salah tingkah. “M..mak..maksud..maksudmu, pendekatan apa ya?”

Jiyeon menaikkan alisnya dan tersenyum. “Dengan..Kim Soo Hyun sunbae. Bagaimana?”

Suzy menutup wajahnya yang merah. “Aigo..doakan saja, Jee.”

Jiyeon menutup mulutnya yang ingin tertawa karena wajah Suzy. Kini mata Jiyeon tampak melihat cincin bertuliskan ‘Kang Soojung’. Cincin yang melingkar di jari manis Krystal alias Jung Soojung.

“Wow. Cincin yang bagus.”Suzy mengangkat jari manis Krystal. Krystal menggaruk tengkuknya. “Kau sudah berpacaran dengan Minhyuk sunbae, Kang Soojung? Aku sih, setuju. Habis, kalian cocok sekali.”lanjut Suzy setelah puas melihat cincin Krystal.

Krystal mengangguk. “Kami sudah berpacaran kemarin. Dia menyatakan cintanya padaku mulai malam kemarin. Doakan aku, ya.”

Jiyeon dan Suzy mengangguk. Gantian Krystal dan Suzy menatap Jiyeon dengan tatapan menggoda.

“Jiyeon..kau cantik, kok kau belum menyukai pria, ya?’

Jiyeon tergelak mendengar ucapan. Bukan ucapan tapi sindiran Suzy. Jiyeon tersenyum masam.

“Aku ini selektif, pabo.”

Suzy mengelus dagunya, berpikir. Kemudian Suzy tersenyum senang. “Kau. Datang ke kencan butaku besok malam. Akan aku perkenalkan pada seseorang.”

Jiyeon mengibaskan tangannya. “Huh. Aku yakin mereka jelek dan byeontae.”

Suzy tertawa sendiri. “Tak percaya? Wajah mereka seperti artis, lho. Tanyakan saja pada Eunji.”

Jiyeon menggeleng kuat. Jiyeon tak memiliki niat untuk melakukan kencan buta seperti Suzy. Jiyeon masih bisa mencari yang lain.

“Hosh..hosh…”

Jiyeon menaikkan alisnya. Eunji berlari tergopoh menuju arah mereka. Eunji menatap Jiyeon sebentar, kemudian menghembuskan nafasnya.

“Jiyeon, ada kabar untukmu.”

Jiyeon menaikkan alisnya, lagi.

“Myungsoo sunbae menyatakan cinta pada Hyojung sunbae di kantin. Ayo kita lihat!”

MWO?”

.

.

Jiyeon segera menimbrung di tengah keramaian. Semuanya sedang menonton ‘pertunjukan gratis’ dari Myungsoo yang sedang menyatakan cintanya pada Hyojung. Mahasiswi yang dikenal dengan sebutan Hyorin. Hyorin terkenal pintar menyanyi dan, emm…sexy.

“Jadi, maukah kau menjadi yeojachinguku, Hyorin-ssi?”tanya Myungsoo penuh harap. Dada Jiyeon…sesak melihatnya. Entah kenapa. Hyorin masih menatap Myungsoo cuek.

“Apa buktinya kau mencintaiku?”tanya Hyorin sarkastik. Myungsoo menyodorkan cokelat pada Hyorin. Cokelat yang sama dengan yang tadi diberinya untuk Jiyeon. Jiyeon tak menyangka, Myungsoo seorang playboy.

“Hanya itu saja? Kau pikir aku murah?”ejek Hyorin sambil mencibir. Myungsoo yang tadinya berjongkok menatap Hyorin sinis. “Ya sudah kalau kau tidak mau. Lagipula, banyak kok yang mau denganku.”

“MYUNGSOO! KIM MYUNGSOO!”

Myungsoo menepuk jidatnya. Terdengar lengkingan suara dari Yoon Bora, teman se grup dengan Hyorin. Bora. Yeoja yang ‘pernah’ menjadi yeojachingu Myungoso yang ke lima belas. Setelah Hwayoung sunbae.

“Kau menyatakan cinta pada Hyorin, huh? Setelah kau menjadikanku yeojachingumu? Dasar playboy!”teriak Bora sambil memukul kepala Myungsoo. Myungsoo mengaduh kesakitan. Jiyeon menutup mulutnya. Mungkin ini terdengar jahat. Oke. Jiyeon tertawa diatas penderitaan Kim Myungsoo.

“KIM MYUNGSOO!”

Apalagi ini. Kali ini terdengar suara dari dosen Park Soyeon. Ckck.

“Dasar namjachingu yang playboy!”teriak Soyeon saem. Apa? Namjachingu? Berarti, Myungsoo pernah menjadikan dosen imut dan centil ini sebagai yeojachingu? Aigoo..Jiyeon menepuk jidatnya.

“Nah kau! Rasakan ini!”Soyeon memukulkan tasnya di tubuh Myungsoo. Begitu pula Hyorin dan Bora sunbae, juga Krystal. Krystal? Anak itu juga ikutan rupanya. Jiyeon tersenyum sendiri. Oh iya, Jiyeon baru ingat. Krystal tak akan memaafkan Myungsoo sebelum Myungsoo membayar hutangnya.

“PUKUL..PUKUL”terdengar kooran dari mahasiswa lain. Myungsoo berjongkok kemudian berlari. Kabur.

“HUUU!!!!”teriakan itu terdengar semakin kencang. Jiyeon terkikik sendiri. Jiyeon sebenarnya merasa kasihan dengan Myungsoo, namun Myungsoo sendiri yang berbuat kesalahan. Jadi mau tak mau Myungsoo harus menanggung akibatnya.

Tadi Ji-eun saem memanggil Jiyeon. Jiyeon segera berlari ke ruangan itu. Ada apa?

Jiyeon mengetuk pintu ruangan Ji-eun. Terdengar suara Ji-eun menyuruhnya masuk. Jiyeon masuk dengan takut.

“PARK JIYEON. Kau…”

tbc

Halooo…chap 2 selesai! Yippie..

Nah akhirnya Jiyeon tahu kebohongan Myungsoo dan gak marah, malah ngebales dengan cara yang ga kalah sadis /? nya.

Oke.

1900 + words. 3 jam lebih.

Tolong berikan komentarnya. Setidaknya itu meringankan beban saya.

Salam

Alifahsone.

68 responses to “[CHAPTER – PART 2] My Love, My Brother’s Enemy

  1. wah myungsoo playboy’y udh tingkat akut yya,, smpe ke dosen” dia pacarin gila daebakk bener,,,
    aigoo jieun sae ngapain tuh manggil jiyeon,,
    next^^

  2. Ga sbr buat lanjut nich thor…😀
    Aku next dlu aja yah, msh pnasaran sma pertanyaanku di coment pertama slnya di chapter ini blm ada jwban’y. ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s