[Chapter-1] My Love, My Brother’s Enemy

req-47-copy

[Chapter-1] My Love, My Brother’s Enemy | alifahsone

Teen | Family, Comedy (maybe), Friendship

Main Cast : Park Jiyeon, Kim Myungsoo, Park Chanyeol

Other Cast : Sandara Park, Kim Jongwon, Bae Suzy, Krystal Jung, Jung Eunji

Credit : Yaumila @HSG

Plot is mine but cast(s) is not mine.

Annyeong..aku bawa FF baru. Semoga suka ya^^ Maaf kalo jelek😀

.

BE A GOOD READERS!

.

Pagi hari di sebuah ruang makan bernuansa elegan. Bunyi sendok tampak memecah keheningan diantara mereka berdua. Seorang pria berambut cokelat ikal hanya menatap wanita cantik dihadapannya dengan mimik wajah serius. Yang ditatap hanya menatap kosong pria tadi.

Mulut pria itu membuka. Pria itu —Chanyeol— mengeluarkan beberapa patah kata untuk sang wanita. Wanita tersebut tak lain dan tak bukan adalah Park Jiyeon.

 Jangan dekati Kim Myungsoo, atau kau akan menyesal.

Jiyeon berusaha menangkap apa yang oppanya itu bicarakan. Jiyeon mengerti. Persetan dengan semua temannya yang mengidolakan seorang Kim Myungsoo. Putra chaebol yang kini satu universitas dengan Jiyeon. Pria tampan yang dikenal suka berbuat seenaknya dengan mahasiswa lain.

Chanyeol menghembuskan nafasnya perlahan. Ditatapnya kembali manik hazel adiknya tersebut.

Arraseo, oppa. Jiyeon mengerti.”

Chanyeol tersenyum senang. Jiyeon sangat menuruti apa perintah Chanyeol. Begitu pesan appa sebelum appa berangkat ke Seattle.

Jiyeon meraih tasnya itu. Sesaat kemudian, Jiyeon menggeser kursi tersebut agar ia leluasa berpindah. Sebelum sempat pergi, tangan Jiyeon diraih oleh tangan Chanyeol.

“Nanti, oppa harus mengikuti casting. Jadi, kau pulang sendiri.”

Bunyi derap langkah kaki terdengar di lorong kampus Jiyeon. Terdengar suara teriakan histeris dari mahasiswi perempuan. Yang diteriaki hanya tersenyum misterius, tetap memasang wajah cool. Mulutnya bersiul-siul. Di matanya bertengger sebuah kacamata hitam. Tangannya bergerak. Memastikan pukul berapa-kah sekarang.

YA! Kau! Anak muda! Kau belum membayar jam itu!”

Si pemuda menghentikan jalannya kesal. Apa kata dunia, seorang mahasiswa tersohor seperti dirinya belum membayar jam tangan. Semua wanita yang tadi berteriak histeris hanya bisa melongo, mungkin terkejut.

“Kim Myungsoo! Sudah beberapa kali ku bilang, jam itu harus segera dilunasi! Kau telah menunggak beberapa bulan!”gertak sang penjual jam. Oh, rupanya, penjual itu mengikuti langkah kaki si pemuda tadi. Pemuda yang biasa disapa Myungsoo atau L.

Myungsoo melepas kacamata hitamnya. Didekatkannya wajah itu kepada penjual jam tadi.

“Soojung-ah, masalah pembayaran bisa diselesaikan nanti, oke?”

Penjual jam itu –yang biasa disapa Soojung– mengepalkan tangannya kesal. Tangan Soojung menunjuk dahi Myungsoo dengan penuh amarah.

“Kau itu! Bayar sekarang! Aku tak mau tahu!”teriak Soojung.

“Ck,”decik Myungsoo, “Aku janji. Aku akan membayarnya besok. Namun, kau jangan berteriak disini. Aku akan membantumu mendekatkanmu dengan Minhyuk. Itu ‘kan, yang kau inginkan?”

Soojung menginjak kaki Myungsoo. “Kau mau aku laporkan pada noonamu, huh? Biarpun kita sepupu, namun, pembeli tetap pembeli.”

Myungsoo melanjutkan. “Dan pembeli itu raja. Jadi kau harus menuruti perkataan pembeli.”

Soojung mendesis. Diusapnya rambutnya yang berwarna kemerahan itu. Di bibirnya mengembang sebuah senyuman. Senyuman licik.

“Kau, tunggu saja. Aku akan mempermalukanmu.”

Myungsoo menyeringai. “Aku penasaran, seperti apa permainan seorang baby Jung. Aku bisa menyuruh appaku untuk mengeluarkanmu dari sini. Walaupun kita seorang sepupu.”

Soojung menatap Myungsoo dalam.

“KAU! Mau putra chaebol sekalipun, aku tak akan takut padamu.”

“Dan kau! Dasar hoobae tak tahu sopan santun.”

Jiyeon menguncir rambutnya sebelum memasuki kelas. Untung saja, kelasnya baru akan dimulai 15 menit lagi. Begitu Jiyeon memasuki kelas, suasana kelas yang tadinya ramai bak pasar menjadi hening. Sehening-heningnya. Disini, Jiyeon dikenal sebagai mahasiswi paling pemberani namun berhati lembut. Jadi, kalau ada yang macam-macam, siap saja melawan seorang Park Jiyeon.

“Jiyeon-ah!”

Jiyeon tersenyum menuju asal suara. Sooji, Soojung, dan Hyerim. Ketiga sahabat Jiyeon. Jiyeon menaruh tas di kursi sebelah Soojung.

“Rupanya, Krystal sedang terlibat dalam skandal besar dengan sepupunya sendiri.”ucap Sooji, membuka percakapan.

Krystal —Soojung— mendelik kesal pada Sooji.

YA! Suzy-ah, kau ini! Hati-hati kalau ngomong!”. Suzy –Sooji– terkikik geli.

Jiyeon, Sooji, Soojung, dan Hyerim memiliki nama panggilan masing masing. Jiyeon dipanggil dengan sebutan ‘Jee’, Sooji dipanggil dengan ‘Suzy’, Soojung dipanggil dengan sebutan ‘Krystal’, dan Hyerim dipanggil dengan sebutan ‘Eunji.’

“Skandal? Skandal apa?”tanya Jiyeon bingung. Eunji menghela napasnya.

“Rupanya, Krystal terjebak hutang dengan sepupunya sendiri.”

Jiyeon membuka mulutnya lebar-lebar. “Hah? Kau ini! Kau kan orang kaya, mengapa harus terlibat hutang? Dan, kenapa harus sepupumu sendiri?”

Krystal memainkan kukunya. “Dia yang berhutang padaku.”

Jiyeon mengangguk-angguk. “Siapa namanya?”

“Namanya, Kim…”

Ucapan Krystal terhenti. Ji-eun saem telah memasuki kelas. Jiyeon dan Krystal langsung berbalik.

Mata tajam Ji-eun menatap semua mahasiswi yang hadir. Senyuman mengembang dari bibir merahnya. Jari Ji-eun diletup-letupkan diatas meja.

“Anak-anak, hari ini, kita ulangan.”

Mata semua mahasiswi terbelalak. “HA?!”

Disebuah kantin. Jiyeon dan para sahabatnya sedang bercengkrama sambil menikmati masakan ibu kantin.

Guys, aku ambil minuman dulu, ya.”pamit Krystal. Jiyeon, Eunji, dan Suzy mengangguk kemudian bercerita lagi.

Jiyeon menatap Eunji dan Suzy penasaran. “Siapa nama sepupu Krystal tadi?”. Suzy tersenyum menggoda pada Jiyeon. “Kenapa, Jee? Kau penasaran? Sepupu Krystal sangat tampan, lho. Siapa sih, yang tidak kenal dengan sepupu Krystal?”

Jiyeon mencubit gemas pipi Suzy. Suzy sedikit meringis. Walau pelan, tapi cubitan Jiyeon terasa sangat sakit.

“Itu, yang memakai jaket jeans. Yang duduk di dekat Sohyun sunbae.”tunjuk Suzy. Jiyeon mengikuti arah telunjuk Suzy.

Ternyata, dia. Sunbae tampan yang selalu mengantarkan Jiyeon jika tak ada jemputan. Menyadari ditatap oleh Jiyeon, Myungsoo memamerkan seringaian mautnya. Benar saja. Jiyeon langsung berbalik dengan semburat merah dipipinya.

“Wah, pipimu padam.”ucap Eunji. Jiyeon mengusap-usap pipinya. Suzy berdehem. “Tuh ‘kan, kau menyukainya. Hati-hati, loh, dia sepertinya playboy dan sangat menyebalkan. Kita harus mengerjainya.”ujar Suzy sambil menyeruput ramyunnya.

Jiyeon menggetok kepala Suzy.

YA! Aku tak menyukainya! Tapi, ku pikir, sepertinya sunbae itu tak menyebalkan dan playboy.”bela Jiyeon. Eunji tersenyum masam. “Jee, kau tak percaya ucapan Suzy? Tanyakan saja pada Krystal.”

Tiba-tiba terdengar…

PRANG!

Jiyeon, Suzy, dan Eunji menoleh ke sumber suara. Tampak Krystal dengan tatapan khawatirnya dan sunbae tadi dengan tatapan marahnya. Tubuh Krystal berjongkok, memunguti pecahan gelasnya. Diraihnya serbet untuk membersihkan minuman di celana orang itu.

Minhyuk sunbae bergegas membantu Krystal. Krystal berterima kasih pada Minhyuk, kemudian melanjutkan aktivitasnya itu. Membersihkan kotoran di celana orang itu.

YA! Makanya, kalau jalan, hati-hati!”

Krystal menghentikan aktivitasnya. Rasa-rasanya, ia mengenal suara ini. Itu kan, suara Myungsoo!

“Kau! Penghutang!”gertak Krystal.

Myungsoo berdiri. Didekatkannya wajahnya kepada wajah Krystal. Krystal tersenyum menantang. Seketika disekeliling Krystal dan Myungsoo berdiri banyak mahasiswa dan mahasiswi.

“Kau niat sekali mengerjaiku, huh.”gumam Myungsoo. Krystal tersenyum meremehkan. Di’toyor’nya bahu Myungsoo. “Ups! Itu hanya kebetulan saja, sepupuku yang suka menghutang.”

Tangan Myungsoo mengepal. Melihat ini, Jiyeon berlari kearah kerumunan itu. Eunji dan Suzy hanya terdiam melihat ‘pertunjukan’ seru itu.

Tangan Minhyuk mengelus punggung Krystal berusaha menyabarkan. Tapi itu tak menyulutkan api yang membara di hati Krystal. Bahkan emosi Krystal kian menjadi tatkala melihat Jiyeon berusaha menyabarkan musuhnya itu.

“Jiyeon-ah! Jangan dekati orang itu, atau kau bukan sahabatku?”

Jiyeon yang mendengar ucapan Krystal, langsung pergi menjauh. Mendekati arah Suzy dan Eunji tepatnya. Mata elang Myungsoo mengikuti punggung Jiyeon yang kian menjauh.

“Aku tak akan berhenti membencimu sampai kau membayar hutangmu itu!”geram Krystal. Myungsoo tersenyum meremehkan. “Aku tak peduli. Tsk.”

Krystal menatap Myungsoo penuh kebencian sebelum bergabung di ‘rumpian’ Jiyeon dan teman-temannya. Yang ditatap hanya menatap datar.

.

.

Jiyeon mengusap-usapkan tangannya di pipinya. Entah kenapa, siang ini di Seoul terasa sangat dingin. Dilihatnya jam tangannya. Baru pukul 1 siang. Tapi, sudah seperti sore. Mungkin, ini akibat global warming.

Sedari tadi taksi belum ada yang lewat. Bus pun tak ada yang melewati Jiyeon. Begitu ada yang lewat, langsung saja melenggang melewati Jiyeon.

Jiyeon menghentakkan kakinya. “KAU MAU DAPAT REZEKI ATAU TIDAK SIH?!”umpat gadis bersurai cokelat tersebut.

Sebuah tawaan menghentikan umpatan Jiyeon. Dengan kesal Jiyeon melirik kearah sebelahnya. Siapa sih, yang berani menertawakan seorang Park Jiyeon.

YA! Sunbae kenapa menertawakanku?”Jiyeon mempoutkan bibir merahnya. Cute, menurut Myungsoo. Tangan Myungsoo bergerak mengacak rambut panjang Jiyeon.

“Kau imut sekali, Jiyeon-ah.”Myungsoo mencubit pipi Jiyeon. Jiyeon mengelus cubitannya dipipi Myungsoo. Myungsoo terkekeh.

“Jiyeon, kok belum pulang?”tanya Myungsoo. Jiyeon mengangguk kesal. “Oppa sedang pergi. Aku pulang sendiri.”jawab Jiyeon. Myungsoo menganggukkan kepalanya. “Mau pulang bersama?”tawar Myungsoo sambil menunjukkan payungnya. Jiyeon mengangguk senang.

Jiyeon dan Myungsoo. Berjalan bersama menyusuri jalanan licin Seoul. Jiyeon tertawa mendengarkan lelucon dari Myungsoo.

“Siapa nama sunbae?”tanya Jiyeon. Myungsoo menatap Jiyeon kaget, kemudian menggaruk tengkuknya. Jiyeon menatap Myungsoo heran.

Sunbae?”

Myungsoo tersenyum sekilas. “Namaku. Kim Jong Won. Panggil saja Yesung.”

Jiyeon mengangguk senang. “Baiklah, Yesung sunbae. Terima kasih atas leluconnya! Rumahku disitu!”tunjuk Jiyeon di sebuah rumah. Myungsoo tampak tersenyum senang setelah mengetahui rumah Jiyeon.

“Nah, Jiyeon-ah, sudah sampai.”ucap Myungsoo ketika sampai di depan rumah Jiyeon. Jiyeon mengangguk senang. “Terima kasih untuk hari ini, Yesung sunbae. Sampai bertemu besok.”

Myungsoo mengangguk kemudian berjalan menjauhi rumah Jiyeon. Jiyeon tersenyum manis dan menatap Myungsoo. Myungsoo berbalik. Tangan Jiyeon melambai. Myungsoo kembali pulang sambil memegangi dadanya. Menetralisir detak jantungnya.

Begitu pula Jiyeon. Semburat merah memenuhi pipinya.

“Ada apa denganku?”gumam Jiyeon.

“AKU PULANG!”teriak Jiyeon kemudian melempar tasnya. Chanyeol sudah ada di dalam ruang keluarga bersama Baekhyun dan Taeyeon.

“Kau pulang diantar siapa, Jiyi?”tanya Chanyeol. Mimik wajah Chanyeol berubah menjadi serius. Begitu pula Baekhyun dan Taeyeon. Jiyeon tersenyum pada mereka. “Yesung sunbae.”

Chanyeol, Baekhyun, dan Taeyeon tampak terkejut. Sesaat kemudian mereka tersenyum. “Yesung? Ah syukurlah..”

Jiyeon mengangkat bahunya, kemudian menuju ke kamarnya.

tbc

Holaaa…gimana FFnya? Jelek kah? Kalau jelek, maaf *bow.

Kayanya aku lanjut FF ini lama deh. Soalnya tgl 10 aku harus kembali ke PonPes. Terus pulangnya sebulan sekali. Jadi jangan heran ya kalau lama.

Tapi aku usahain kok post terjadwal. Jadi, minta doanya oke?

Sebagai apresiasi kalian, tolong tinggalkan RATE + COMMENT + LIKE. Karena itu menghargaiku yang sudah memikirkan idenya, laptop macet, dan waktu berjam-jam untuk mengetik. Oke.

Sekian.

Alifahsone

88 responses to “[Chapter-1] My Love, My Brother’s Enemy

  1. Slm knl thor… Ijin bca ff’y yah? ^^
    Seru kok cerita’y? Aku pnsran knp myungsoo tersenyum senang saat lht rmh jiyeon yah? Ada dia merencanakan sesuatu? Trus siapa itu baekhyun & taeyeon? Apa hub’y dgn jiyeon? *author: banyak nanya nich readerso_O
    Next aja dech dri pda bnyk cuap cuap…

  2. MyungSoo kok ngaku-ngaku jadi Yesung, mungkin MyungSoo punya alasan sendiri kali ya.. Hehehe..
    Ceritanya menarik, penasaran sama kelanjutan hubungan MyungYeon. Izin baca next chapternya ya Authornim.. Annyeong..😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s