IT’S YOU

It's You

It’s You

Author_Akirablue

Cast_Oh Sehun (Exo-Sehun), Bae Sooji (Miss A – Suzy)

Support Cast_Kim Myungsoo(L Infinite), Hoya Infinite

Genre_Sad, Romance, Au, Agst

Length_Songfic ( It’s You – Park Hyo Shin)

Rating _G

__

Cerita ini author buat karena terinspirasi dari lagunya Park Hyo Shin- It’s You, jadi kalau baca FF ini lebih kena gregetnya kalau sambil dengerin lagu itu. Hehehe…Happy Reading…jangan Lupa RCL yach cz itu bikin semangat author buat nulis karya-karya selanjutnya

Author post cerita ini di wp author dengan cast yang berbeda.

_

Pernahkah kalian mencintai seseorang tanpa mengharapkan sebuah balasan? Cinta yang tulus dari dasar hati kepada seseorang. Kisah ini adalah kisah tentang sebuah cinta yang terpendam jauh didalam hati.

_IT’S YOU_

Langit mendung seakan menjadi teman bagi seorang namja jangkung yang tengah mengamati titik-titik air hujan yang membasahi jendela kamarnya. Wajahnya selembut kapas dengan pipi tirusnya yang terhias rona merah, menjadikannya terlihat tampan dan cantik dalam waktu yang bersamaan. matanya bulat, menegaskan binar kehidupan yang begitu tegas.

Jemari mungilnya mencoba merasakan dingginnya air hujan lewat permukaan jendela yang terasa dinggin. Ia menarik sudut bibirnya membentuk senyum lemah. Memandangi alam luar yang berada dibalik jendela yang menaunginya.

“Sehun-ah”suara berat memanggil namanya, suara yang berasal dari seorang namja bertubuh sedikit kekar.

“ hoya hyung, waeyo?”merasa namanya dipanggil namja itu membalikkan badannya mengamati sang pemilik suara. Hoya mendekatinya, begitupula Sehun yang turut menuju kesebuah sofa putih disudut kamarnya.

“gwenchana? Appo?”Hoya mengamati wajah sepupunya itu lekat. Sehun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.  “berbaringlah, aku akan memeriksa keadaanmu”pinta hoya pada namja mungil dihadapannya.

Hoya sudah akan bangkit dari duduknya saat lengannya digengam erat oleh Sehun. “hyung, aniya………apapun yang akan kulakukan, pada akhirnya aku takkan bertahan. Aku tak ingin sisa hidupku dihiasi oleh pil pahit dan jarum-jarum yang menembus kulitku”

Sebagai namja hoya mungkin cengeng, karena kini didalam matanya menumpuk cairan bening yang berkilat dan siap menetes. Ucapan Sehun seakan menjadi sebuah pukulan tersendiri baginya sebagai seorang dokter. Tujuh tahu lalu, Sehun kehilangan hyungnya karena kecelakaan. Saat itu hoya baru saja menjadi dokter dan tak bisa menyelamatkan nyawa pemuda itu. Dan dua tahun lalu, hoya kembali dipertemukan dengan Sehun saat namja mungil itu hanya mempunyai sedikit harapan untuk sembuh.

“Sehun-ah, apa yang kau katakan. Eomma dan appamu pasti akan sangat sedih”hoya berbalik dan memegang bahu Sehun dengan erat. Bagaimanapun ia telah menganggap Sehun sebagai adiknya sendiri.

Sehun balik memengangi bahu hoya, “mereka akan bahagia jika melihat putranya bahagia diakhir hidupnya kan?”

Hoya kehilangan kata-katanya, tengorokannya terasa tercekat dengan ucapan yang dilontarkan Sehun. Usia namja itu baru menginjak dua puluh tahun, tapi ia telah menjelma menjadi seorang namja yang tak pernah mengeluh dengan penyakitnya.

“gurae, kau memang Sehun yang selama ini kukenal”

Sementara itu sang appa dan eomma dengan diam-diam mendengarkan ucapan Sehun dengan sedih, “setidaknya disisa hidupnya kita harus memberinya kebahagiaan yeobo”isak sang eomma dalam dekapan suaminya.

“kau benar,  setidaknya Sehun kita harus merasakan sebuah perasaan cinta sebelum tuhan mengambilnya” ucap sang appa dengan air mata yang menumpuk disudut matanya.

__

Kehidupan itu mengalir bagai air tanpa kita tahu dimana air itu akan bergolak dan kembali tenang hingga kemuaranya.

Sehun POV

Hari ini aku bertemu dengan seorang yeoja, namanya Bae Sooji. Yeoja yang sangat manis, ia datang kerumah bersama dengan kedua orang tuanya. Kata appa, dia adalah calon tunanganku. Lucu bukan? Ayah menjodohkan anaknya yang sebentar lagi akan mati. Meskipun aku menolaknya, tapi aku tak bisa menentang appa dan eomma. Aku tahu mereka ingin aku bahagia disisa hidupku, dan aku berterimakasih untuk itu. Tapi, yeoja itu? Apa dia takkan mendererita setelah tahu aku mengidap sebuah penyakit kronis.

“kenapa kau mau dijodohkan?”tanyaku pada Sooji, dari raut wajahnya aku tahu ia tak mau dijodohkan.

“memangnya apa yang bisa kulakukan? Aku tak mungkin menentang perintah appa”ia berkata dengan ketus. Kami ternyata dalam posisi yang sama.

“ya…aku tahu, apa kau punya namjachingu sehingga kau tak mau dijodohkan?”apa pertanyaanku terlalu lugu, karena saat ini aku melihat wajahnya semerah tomat.

“bagaimana kau tahu?”matanya yang bulat mendelik kearahku meminta pertanggung jawaban.

Aku tersenyum lemah. “mudah saja, wajahmu mudah ditebak nona”. Sooji mencubit kedua pipiku kesal. Ini pertama kalinya aku merasakan sesuatu bergerak-gerak didalam hatiku, dan jantungku berdetak lebih cepat dari yang biasa kurasakan.

“kau benar, aku sangat mencintainya. Tapi karena pertunangan ini, mungkin aku takkan bisa bersamanya lagi”suaranya terdengar sendu dan putus asa. Bagaimana ia kehilangan orang yang disayanginya hanya untuk bersama dengan namja yang akan mati sepertiku, sungguh tak adil.

“jangan putuskan dia, pertunangan kita hanya hubungan bisnis perusahaan saja. Jika kau mau, kita tetap menjalani pertunangan ini dank au juga bisa bersama dengan namja yang kau cintai itu”

Wajah sumringah terlihat diraut Sooji, ideku mungkin gila tapi aku tak mau egois. Inilah satu-satunya cara agar appa dan eomma tak kecewa dan Sooji tak kehilangan kekasihnya. Dan aku, hanya tinggal menunggu waktu hingga sang malaikat kematian menjemputku.

“jinca? kau baik sekali! Jika saja aku belum memiliki Myungsoo mungkin aku akan senang hati menjadi tunanganmu Sehun-ssi”

Andai saja begitu, andai aku bisa merasakan perasaan yang orang bilang begitu indah. Tapi setidaknya aku takkan menghalangi Sooji untuk mendapatkan perasaan itu karena bersamaku.

“kapan-kapan kau harus mengenalkanku  pada namja bernama Myungsoo itu, arraso?”

Sooji tersenyum manis, ia adalah tipe yeoja periang yang bisa membuatku tersenyum. Tapi sayang sekali ia memiliki seorang kekasih yang pasti juga sangat menyayanginya.

Hampir setiap hari aku menghabiskan waktuku dengannya, dan akhirnya kini aku bisa merasakan apa yang orang bilang sebagai cinta. Perasaan yang ingin selalu berada didekatnya, selalu menjaganya dan melindunginya dengan seluruh jiwaku.

Hingga hari ini Sooji memenuhi janjinya padaku. Disebuah café tempat yang ia bilang tempat favoritnya seorang namja tengah menunggu kami. Namja yang memancarkan aura kehangatan dan kebahagiaan bernama Kim Myungsoo. Kekasih tunanganku.

Ia menyambutku dengan sebuah senyuman tulus, “kau pasti Sehun, Sooji banyak bercerita tentangmu” jelasnya.  Benarkah? Benarkah Sooji bercererita tentangku? Apa saja yang yeoja itu bicarakan? Sungguh aku merasa melambung saat Myungsoo bilang begitu. Tapi saat aku melayang tinggi tiba-tiba saja sayapku tak berfungsi lagi. Itulah yang kurasakan, apapun yang Sooji ceritakan tentangku semuanya hanya karena ia menganggapku sahabatnya bukan orang yang disukainya dan dihadapankulah orang yang memenangkan hati Sooji. Tersenyum ramah padaku.

“Sehun-ssi, sebelumnya aku ingin mengucapkan terimakasih karena kau mau melakukan ini untuk kami”Myungsoo berucap tulus padaku.

Senyum pedih terkembang diwajahku, berharap mereka tak bisa melihatnya. “gwenchana, lagi pula aku juga mempunyai seseorang yang sangat kucintai”

Sooji nyaris tersedak saat memimum latte favoritnya. “jinca? kenapa kau tak pernah bilang padaku?”.  Bagaimana aku bisa bilang padamu jika orang yang kucintai itu adalah dirimu sendiri.

“mian, ku pikir tak penting kau tahu. Yang pasti aku sangat menyukainya, selalu ingin menjaganya dan melindunginya” tuturku.

“wah, yeoja itu pasti sangat beruntung memiliki namja sebaik dirimu” lagi-lagi senyum pedih muncul diwajahku. “tapi sayang sekali aku tak berani mengungkapkannya Myungsoo-ssi, dia terlalu jauh untuk kugapai”

Myungsoo meletakkan kembali cangkir yang telah diangkatnya, terlihat menyesal mendengar apa yang kuucapkan. “ya ya ya….kenapa wajah kalian seperti itu, aku pasti akan menemukan lagi cinta yang lain”aku berusaha tertawa, mencairkan suasana hening yang kubuat.

___

Hari ini Sooji berulang tahun yang ke Sembilan belas, aku sengaja menyiapkan sebuah hadiah istimewa untuknya. Meskipun aku tak yakin jika ia akan datang ketempat ini, Sooji pasti saat ini tengah merayakannya bersama dengan Myungsoo.

Tapi hanya dengan melihat ruangan yang berhiaskan ornament ala ulang tahun ini aku bisa sedikit mengobati luka didalam hatiku. Aku sadar, Sehun adalah bayangan yang akan segera hilang saat malam menjelang.  Kue ulang tahun terhampar dihadapanku dengan lilin-lilin yang belum kunyalakan.

Ponselku bordering, nama Bae Sooji tertera dilayar. Dengan cepat aku mengangkatnya dan mendengarkan suara terisak diseberang sana.

“waeyo?”tanyaku.

“bagaimana Myungsoo lupa dengan ulang tahunku,  ia malah sibuk bekerja!”keluh Sooji dari seberang telepon.

Aku berusaha terdengar bahagia. “mungkin saja Myungsoo sengaja membuatmu kesal dan member kejuatan nanti”

“ah molla, meneleponku saja tidak!”Sooji menutup ponselnya.

Andai saja waktuku yang tersisa masih panjang pasti aku akan memintanya datang dan merayakan ulang tahun bersama. Tapi dengan bodohnya aku memilih mencari kontak Kim Myungsoo dan menghubunginya.

“Myungsoo-ssi, apa kau ingat hari ini ulang tahun Sooji?”tanyaku, Myungsoo terdengar tersentak kaget.

“ah..bagaimana aku bisa melupakannya. Banyak sekali pekerjaan yang harus kuselesaikan, bagaimana ini aku takkan punya cukup waktu” suara Myungsoo terdengar sangat frustasi.

“datanglah ke sebuah café Heaven di gangnam, aku telah memesan tempat khusus untuk kalian berdua”

“jinca? baiklah, gomawo Sehun-ssi, aku berhutang padamu”

Kututup sambungan dengan Myungsoo. Nafas berat kuhembuskan dari paru-paruku. “kau melakukan hal yang benar Sehunnie”gumamku pada diri sendiri. Air mataku meleleh, aku sangat mencintai Sooji, tapi hanya dengan beginilah aku bisa mencintainya.

Aku bersembunyi, menutupi diriku dari pandangan Sooji.  Samar aku mendengar betapa bahagianya Sooji atas kejutan yang diberikan Myungsoo padanya. Hanya sebuah senyum pahit yang menghiasi wajahku, Myungsoo melihatku dan tersenyum penuh terimakasih. Aku membalas senyumnya dan melangkah pergi dari café itu.

__

Malam ini hujan turun, menemani air mata yang kutumpahkan. aku berfikir sampai kapan aku akan bisa bertahan. Penyakit ini semakin lama menyiksaku. Apakah aku bisa bertahan untuk sebulan kedepan? Atau mungkin hanya seminggu?

Samar aku melihat sosok Sooji yang baru saja keluar dari café , ia menunggu didepan dengan menengadahkan tangannya membendung air hujan. Sementara aku hanya membawa sebuah payung yang tak bisa menaungi kami berdua.

“chogiyo”panggilku pada seorang yeoja yang mungkin berniat ke café tempat Sooji berteduh untuk sekedar menghangatkan diri.

“ne”ucap yeoja itu.

“bisakah kau memberikan payung ini pada yeoja yang ada disana?”aku menunjuk kearah Sooji. Yeoja dihadapanku terlihat binggung, tapi ia menerima saat payung yang kupakai kusodorkan padanya.

“kamsahamida”ucapku. Yeoja itu membungkuk membalas terimakasihku dan menyampaikan payung itu pada Sooji.

Aku bersembunyi dibalik pohon menghindari tatapan Sooji yang mencari-cari siapa orang yang memberinya payung, meskipun seluruh badanku basah kuyup tapi ada senyum cerah yang terlukis dibibirku. Hanya dengan melihatnya saja, aku merasa begitu bahagia. Miane Sooji-ah, karena aku hanya bisa mencintaimu dengan cara pengecut seperti ini.

__

Akhirnya aku tak bisa lagi menyembunyikan kebohonganku pada appa dan eomma, mereka pada akhirnya tahu apa yang kulakukan.

“apa kau tak mencintainya Sehun-ah?”tanya eomma sendu. Ingin rasanya aku mengatakan aku sangat sangat mencintainya. Tapi sebuah balok tersumbat didalam hatiku untuk mengakuinya.

“tidak! Aku sama sekali tak mencintai Bae Sooji! Mianeyo, mungkin aku mengecewakan kalian”ucapku. Eomma memelukku, begitupula dengan appa. Mereka sama sekali tak marah padaku.

“miane, kami seharusnya tahu jika kau tak menyukainya Sehunnie. Kami hanya ingin kau bahagia”sungguh aku menyayangi mereka berdua, aku tak menyangka mereka melakukan semua itu untukku. Untuk anaknya yang hanya menunggu waktu menanti ajal.

“aku mengerti appa, terimakasih kalian telah menjagaku dengan baik selama ini”ucapku pada mereka. Dan juga maafkan aku karena tak bisa memanfaatkan kesempatan yang kalian berikan padaku.

Appa dan eomma akhirnya membatalkan pertunanganku dan Sooji. Ini mungkin pilihan terbaik untukku, dengan begitu Sooji takkan pernah tahu jika aku akan menghilang untuk selamanya. Aku hanya ingin membawa cintaku padanya, tanpa memintanya membalas cintaku.

“Sehun-ah, gomapta”ucap Sooji padaku. Wajahnya terlihat sangat bahagia saat mendengar pertunangan kami dibatalkan.

“hmmm, berjanjilah kau akan bahagia dengan Myungsoo”ucapku. doa tulusku padanya.

“tentu saja, ah..bagaimana dengan yeoja yang kau sukai?”Sooji mengamatiku dengan mata bulatnya. Mungkin dia berfikir jika aku benar-benar menyukai seorang yeoja lain. Aku tersenyum padanya “ada sebuah lagu yang mewakili perasaanku padanya”

“lagu apa itu?”ia menuntut.

“apa kau sangat ingin tahu? Ah…mungkin kau juga akan tahu siapa yeoja itu jika kau tahu judul lagunya” ucapku. Namun kubuat dengan nada sedikit bercanda.

“jinca? aku jadi penasaran apa judul lagu itu?”

“apa kau benar-benar ingin tahu?”tanyaku mengoda. Dia mengangguk penuh semangat, dan mencodongkan kepalanya mendekat padaku yang segera kujauhkan dengan jari telunjukku. “kau akan tahu jika kau membuka traklist teratas ipodku”

Ia mengerucutkan bibirnya. Karena itu adalah hal yang kularang pada siapapun. “kau menyebalkan!”ucapnya.

“Sooji-ah, sekarang kau bisa terbebas dariku. Berjanjilah kau akan berbahagia dengan Myungsoo”aku mengulurkan kelingkingku padanya, dan ia menyambutnya dengan ceria. Hari ini mungkin terakhir kalinya aku bisa bertemu dengan Sooji, setelah ini aku takkan bisa sedekat ini karena ia adalah milik Myungsoo seutuhnya.

Tapi bagiku Sooji seolah menjadi candu yang tak bisa begitu saja terhapuskan, setiap hari aku masih melihatnya dari kejauhan. Memastikan ia bahagia bersama dengan pilihan hidupnya.

“Sooji-ah, berbahagialah”ucapku dari kejauhan.

___

Mungkin hidupku akan segera berakhir, rasanya begitu sakit hingga aku tak bisa lagi merasakan tubuhku. Tepat hari ini Sooji akan bertunangan dengan Myungsoo, aku ingin datang ketempatnya melaksanakan pertunangan. Memberinya ucapan selamat, tapi rasanya seluruh tubuhku tak menerimanya.  Aku bahkan terjatuh saat berusaha berjalan.

“Sooji-ah, saranghae” satu kata itulah yang berhasil terucap dari bibirku, kata yang seharusnya terucap dengan sebuah senyuman, namun aku justru mengatakannya dengan air mata yang menetes dari mataku

Sehun POV end

__

Sooji menatap disekitar mencari sosok yang dinantinya untuk datang, Oh Sehun. Orang yang begitu baik padanya. Andai saja ia tak memiliki Myungsoo, mungkin ia akan mencintai Sehun. Myungsoo hampir saja memasangkan cincin pertunangan dijemari Sooji saat yeoja itu melihat seorang namja yang dikenalnya sebagai sahabat Sehun.

“bisa kau menunggu sebentar?”tanya Sooji pada Myungsoo. Namja itu mengangguk dan tersenyum, membiarkan calon tunangannya menghampiri hoya yang berdiri jauh dibelakang.

“kemana Sehun?”tanya Sooji begitu ia berada dihadapan hoya.  Wajah namja itu terlihat sendu dan penuh rasa bersalah.

Dia ingin sekali menjalankan pesan Sehun untuk mengucapkan selamat pada Sooji. Tapi logika hoya berjalan berbeda. Namja itu mengatakan bagaimana Sehun yang sebenarnya mencintai Sooji, bagaimana cara Sehun mencintainya.

Tangis Sooji pecah, dengan berbalut gaun putih selutut. Sooji meninggalkan Myungsoo yang memandangnya dengan sedih.  Sooji teringat saat Sehun bercerita sebuah lagu yang mewakili seluruh perasaannya pada seorang yeoja yang sangat dicintai Sehun. Tapi ia sama sekali tak tahu siapa yeoja yang dimaksud Sehun.

Yeoja itu tepat berhenti didepan rumah Sehun. Air matanya tercurah, tubuhnya membeku. Sebuah ambulan telah terparkir didepan rumah Sehun. Beberapa petugas medis baru saja memasukkan sebuah tubuh mungil kedalamnya. Tubuh milik Sehun, ditemani oleh tuan Oh dan nyonya Oh disampingnya, pintu ambulan itu tertutup.

“Sooji-ssi, aku ingin memberimu sesuatu” ucap hoya yang berhasil mengejar Sooji. Ia mengajak sang yeoja untuk kelantai atas tempat kamar Sehun berada. Hoya mengambil ipod Sehun yang tergeletak dimeja dan menyerahkannya pada Sooji yang terduduk ditempat tidur Sehun.

“lagu itu ditujukkan Sehun untukmu”

___

1 tahun kemudian

Sooji duduk ditempat tidur yang setahun terakhir ini tak lagi digunakan sang pemilik, ruangan yang tak pernah berubah selama setahun terakhir. Bahkan tampak kotor dengan debu-debu yang menempel dibeberapa perabotnya. Sesuatu yang sebelumnya sangat dibenci sang pemilik.

Sooji kembali memasang earphone ditelinganya. Memutar tracklist teratas didalam ipod milik seorang namja yang telah meninggalkannya. Mendengarkan satu demi satu bait nyanyian yang dilantunkan Oh Sehun untuknya. Judul lagu itu adalah It’s You yang berarti bahwa orang yang dicintai Sehun selama ini adalah dirinya. Bae Sooji.

IT’S YOU

geudaen moreujyo geudael
sarang haneun nugungareul
onjongil gyeoteseo bara
boneun dedo moreugo itjyo

geudaen moreujyo geudael
mogsum boda sarang haneun
babo gateun sarameul

It’s you sarang handabnida
geuge nae jinshim ibnida
geudaen moreugo sarado oneuldo
nae mameun geudae ppunibnida
naega sarang haneun han saram
It’s you

naneun moreujyo geudael
sarang haneun geotman aljyo
apeun sarangira haedo

It’s you sarang handabnida
geuge nae jinshim ibnida
geudaen moreugo sarado oneuldo
nae mameun geudae ppunibnida
naega sarang haneun han saram

naegen majimag han saram
nae mameul gajin han saram
naneun geudae man araseo oneuldo
sarangeul gidaril geobnida
sarang haneun han saram It’s you

geudae man araseo beori jil
motaeseo nunmuri nabnida
sarang haneun han saram

geudaen moreujyo geudae boda
geudael sarang haneun
babo gateun sarameul

Translate:

You don’t know – even
when someone who loves you
Is looking at you all day
by your side, you don’t know

You don’t know about
The person who loves you
more than life itself

It’s you, I love you,
that’s my true heart
Even if you don’t know, again
today, my heart has only you
The one person that I love,
it’s you

I don’t know but I only
know how to love you
Even if it’s a painful love

It’s you, I love you,
that’s my true heart
Even if you don’t know, again
today, my heart has only you
The one person that I love

The one person who is my last,
the one person who has my heart
I only know you so again today,
I will wait for love The one person
that I love, it’s you

Because I only know you, because
I can’t cast you away, tears come
The one person that I love

You don’t know about the
foolish person Who loves you
more than you love yourself

THE END

 

4 responses to “IT’S YOU

  1. ya ampunn. aku nangis thor ToT beneran ini sedih pake banget.. nggak kuat aku. akhirnya suzy msh sm myungsoo kah? sehun km bener” baek hati, wajah ama sifat kyk malaikat.. author jjang bgt🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s