[CHAPTER-PART 1] 검정 (Black)

                          black poster

Poster by bubbletea Art © High School Graphic

Author : heavnicolaine
Tittle : 검정 (Black)
Cast :
– (Kim) Lee Myung Soo
– (Bae) Lee Suzy
– Kim Soo Hyun
– (Yoo) Lee Eun Hye
– Lee Junki
– Jung Krystal
Rating : PG-15
Genre : Family, Romance, Drama, Tragedy
Disc. : Perubahan marga, umur yang tidak sesuai kenyataan dan orangtua yang umurnya terlalu muda dan awal yang sedikit kurang jelas haha (?) No bash yaa (: Happy reading~!

                           ∞

  “Oppa!”

Suzy berteriak memanggil kakak laki-laki kesayangannya, Myung Soo. Kakaknya yang sedang asyik bermain basket di halaman rumah mereka yang luas menengok ke arah Suzy.

“Eomma dan Kim ahjussi sudah menunggu di dalam. Kajja, kita masuk!” Suzy menarik tangan Myung Soo sambil membawanya ke ruang makan.

“Kalian pasti lapar kan? Eomma sudah masak pasta untuk kalian. Ayo duduk, jangan hanya berdiri di sana!” Eunhye menarikkan bangku untuk mereka dan duduk di samping Junki, suami barunya setelah 3 tahun bercerai.

“Bagaimana rasanya? Mashita?” Tanya Eunhye saat Myung Soo mencoba mencicipi pasta buatannya. Dengan suara pelan, Myung Soo memberikan pendapatnya. “Emm, mianhae ahjumma .. Rasanya .. Singgeopda ..”

Junki dan Suzy tertawa dengan keras mendengar pendapat Myung Soo sambil menatap Eunhye yang pipinya mulai merah karena malu. “Sudah, sudah! Kalian nikmati makan malam apa adanya saja!”

Lee Junki adalah kakak dari Lee Minho, ayah kandung Suzy yang sudah menikah lagi dan tinggal di Jepang. Istri Lee Junki sudah meninggal karena kecelakaan dan ia memiliki seorang anak lelaki bernama Lee Myung Soo, yang tak lain adalah sepupu Suzy.

Suzy diam-diam mencintai Myung Soo, dan ia sangat senang sekali saat mengetahui Myung Soo akan tinggal serumah dengannya. Meskipun di sisi lain, itu berarti semua orang akan tau kalau mereka adalah kakak-adik dan hal tersebut bisa menghambat kisah asmaranya.

“Oh ya, besok eomma dan appa akan berangkat ke Melbourne, kami titip rumah dan perusahaan pada kalian ya. Nanti kami belikan oleh-oleh.” Eunhye mengacak-acak rambut Myung Soo dengan perasaan senang. Wanita yang tahun ini berusia 45 tahun itu sudah lama tidak merasakan suasana keluarga harmonis itu sangat senang dengan keluarga barunya ini.

Eunhye meninggalkan meja makan sambil memanggil satu-satunya pelayan yang ada di rumah ini, menyuruhnya membersihkan meja tersebut dan masuk ke kamarnya sambil bermesraan dengan suami barunya itu.

“Oppa!”

Suzy kembali memanggil Myung Soo saat mereka kedua tengah menaiki tangga bersamaan. “Apa aku boleh .. Tidur di kamarmu?”

Myung Soo menatap Suzy dengan tatapan aneh. Tapi akhirnya ia mengangguk dan membiarkan Suzy tidur di kasurnya, sementara ia memainkan video game kesukaannya.

“Suzy-ah, kembalilah ke kamarmu. Besok pagi kita antar eomma dan appa ke bandara.” Myung Soo bangun dari duduknya dan mengguncang-guncangkan Suzy yang tertidur. Usahanya tidak membuat gadis itu bangun, sehingga dengan terpaksa ia tidur di samping Suzy.

***

Suzy terbangun ketika mendengar suara langkah kaki ringan yang di timbulkan Myung Soo. Ia membuka matanya dan melihat kakaknya baru saja keluar dari toilet. “Sudah bangun? Ahjumma sudah memasak makanan untukmu. Makan dan keluarlah dari kamarku.”

Mendengar nada bicara Myung Soo yang sedikit menyebalkan, Suzy langsung duduk di pinggir kasur sambil mengerutkan keningnya.

“Tidak biasanya kau bicara dengan nada seperti itu. Huh, baiklah. Terima kasih sudah mengijinkanku tidur di sini!” Brak! Suzy membanting pintu kamar Myung Soo dan berjalan ke arah dapur. Ia menikmati sarapan paginya sendirian.

Suzy duduk termenung di tengah kasurnya. Ia bingung bagaimana caranya menyatakan perasaannya pada kakak tirinya sekaligus sepupunya itu. Walaupun perasaan ini terkesan terlarang, tapi ia tetap mempertahankan perasaannya tersebut. Cinta memang tidak memandang bulu.

Setelah gadis itu mengumpulkan segenap nyalinya, ia langsung bangun dan berdiri di depan pintu kamar kakaknya.

“Oppa, buka pintunya.”

Tidak ada jawaban. Ia mengetuk pintu itu.

Lagi, dan lagi.

“Oh, nona, tadi tuan Myung Soo pergi keluar. Baru saja ia meninggalkan rumah.”

Bibi pembantu rumahnya memberitahu Suzy sambil membuka pintu kamar Myung Soo. Bibi itu membersihkan kamar Myung Soo sambil membereskan barang-barangnya, sementara Suzy berdiri mematung.

‘Apa aku harus mengejarnya?’

Tanpa berpikir lebih panjang, Suzy berlari menuruni tangga dan keluar dari rumahnya tanpa melihat sisi kiri dan kanannya.

“Oppa, kajjima! Tunggu sebentar!” Teriak Suzy saat melihat Myung Soo di seberang rumahnya sambil berlari mengejarnya.

“Suzy, berhenti!”

Bruak.

  Sebuah mobil yang tengah berlaju dengan kecepatan 100 km/jam di kompleks rumah mereka, berhasil menabrak tubuh Suzy. Gadis itu terdorong sejauh beberapa sentimeter dan berhenti setelah pengemudi mobil menginjak pedal rem dengan mendadak. Suzy merasakan waktu yang berhenti beberapa saat sebelum akhirnya tubuhnya terjatuh di atas aspal.

Ubun-ubunnya terasa sangat sakit sekali. Ia juga merasakan punggungnya yang terasa sedikit remuk dan hidungnya yang mulai mengeluarkan darah.

Suzy melihat wajah Myung Soo yang panik dan berlari menghampiri dirinya. Ia tak tau bahwa itulah saat terakhirnya bisa melihat sosok Myung Soo.

Setelah itu, semuanya gelap. Hitam, tanpa secercak cahaya apapun.

  Tiga minggu setelah kecelakaan tak terduga itu, Suzy akhirnya bisa meninggalkan rumah sakit. Kecelakaan itu juga memberikan Suzy sebuah hadiah.

Kebutaan.

Ya, mata indah gadis itu kini hanyalah pajangan tak berguna di wajahnya. Walaupun kelopak matanya terbuka, tapi mata itu sama sekali tidak berfungsi akibat benturan keras di ubun-ubunnya. Salah satu syaraf yang ada di baliknya putus dan sialnya, syaraf itu adalah syaraf mata.

Tidak ada lagi wajah tersenyum ibunya, wajah tegas ayahnya, wajah kaku ayah tirinya, dan .. Wajah orang yang paling dicintainya, Myung Soo. Hanya rekaman wajah mereka yang tersimpan di otak Suzy. Ia bahkan tidak bisa melihat ekspresi lawan bicaranya saat berbicara, hal yang paling senang di perhatikan Suzy. Tragis.

“Suzy. Kau .. Yakin tidak mau membawa tongkat ini?” Tanya Myung Soo sekali lagi. Adik tirinya terus berteriak karena masih tidak menerima kenyataan bahwa dirinya buta, dan ia tidak mau menggunakan tongkat pembantu untuk ia berjalan.

“Kau mau aku di tertawakan teman-temanku? Kau mau aku di tertawakan orang di sekelilingku karena aku cantik tapi buta? Oppa tidak pernah mengerti perasaanku! Sama sekali tidak pernah mengerti!”

Suzy terus mengomel sambil melemparkan barang yang ada di dekatnya. Perawat yang membantunya membereskan barang-barangnya sebelum pulang pun kewalahan menenangkannya.

“Suzy, hajjima … Aku tau ini sulit untukmu. Maafkan aku, ya ..” Myung Soo memungut satu per satu barang yang di lempar Suzy dan menuntunnya untuk masuk ke mobil. Suzy hanya diam dan tidak berbicara satu patah kata apapun.

Myung Soo merasa bersalah pada Suzy. Karena menurutnya, 85 persen penyebab kecelakaan itu adalah dirinya. Kalau saja Suzy tidak mengejarnya, kalau saja ia tidak keluar dari rumah hari itu, kalau saja tidak ada mobil yang berkecepatan tinggi itu .. Semua ini pasti tidak akan pernah terjadi.

Dalam hati Myung Soo, ia masih memikirkan mengapa Suzy mengejarnya hari itu? Apa ada sesuatu yang sangat penting yang ingin di katakannya? Apa sesuatu yang sangat penting itu ..

Menyatakan cinta?

Myung Soo menggelengkan kepalanya dengan cepat. Tidak mungkin Suzy ingin menyatakan cintanya hari itu. Kalaupun benar, maka seharusnya ada 2 syaraf yang putus di balik ubun-ubun Suzy. Syaraf mata, dan syaraf hati untuk mencintainya.

“Suzy-ah, ayo tidur di kamarku saja. Kau mau ‘kan?”

Brak!

  Hanya suara bantingan pintu yang terdengar Myung Soo.

Jujur, lelaki itu sebenarnya sangat kehilangan sosok Suzy yang dulu. Karena diam-diam, Myung Soo juga mencintai Suzy. Sangat mencintai Suzy. Namun, ikatan saudara yang semakin lama semakin dekat ini membuatnya menahan perasaannya seperti Suzy.

Myung Soo mengetuk pelan pintu Suzy dan masuk ke dalam. Tak ada sambutan apapun dari Suzy, malah gadis itu merubah raut wajahnya dari yang biasa saja menjadi seperti .. Tidak suka. Sangat tidak suka. Tapi Myung Soo tidak menghiraukan itu. Ia tetap tujuan awalnya masuk ke kamar Suzy. Menemaninya dan mengajaknya mengobrol.

“Malam ini, aku tidur di kamarmu, ya?” Myung Soo duduk di samping Suzy sambil menggerakkan lengannya untuk memeluk adik tirinya.

“Shireo. Pergilah ke kamarmu dan tidur sendiri.” Jawab Suzy ketus. Myung Soo tidak jadi memeluk gadis itu dan menjauhkan tangannya dari tubuh Suzy.

“Aku mohon .. Biarkan aku menemanimu ya? Malam ini saja. Mau ya?” Myung Soo berusaha membujuk Suzy. Namun, Suzy tetap bersikeras tidak mau.

“Aku tidak mau. Lagipula, aku akan baik-baik saja. Tidak perlu menjagaku seperti anak kecil.”

“Suzy-ah …”

“Setiap kali aku mau tidur di kamarmu, kau juga selalu mengusirku ‘kan?!” Bentak Suzy pada Myung Soo. Akhirnya Myung Soo menyerah dan kembali ke kamarnya.

Apa Suzy akan baik-baik saja?

Ah, ia baru saja keluar dari rumah sakit. Dia bisa berteriak seperti itu padaku, pasti ia baik-baik saja.

Tapi bagaimana kalau kondisi psikologisnya yang masih sakit?

Tenang Myung, Suzy sendiri yang bilang kalau ia akan baik-baik saja.

Pikiran-pikiran seperti itu terus berputar di otak Myung Soo. Sebentar khawatir, sebentar tenang. Ia terus terjaga semalaman untuk memastikan adiknya baik-baik saja.

Dugh.

  Suara benturan keras mengagetkan Myung Soo. Lelaki itu segera bangun dari kasurnya dan memakai sandal rumahnya. Tapi ia berhenti sejenak.

“Ah, mungkin ia ingin mengambil barang dan terjatuh. Tenang Myung. Huff ..”

Myung Soo kembali tidur di kasurnya. Pikirannya masih bercampur aduk dan perasaannya tidak tenang. Ia pun kembali bangun dan menghampiri kamar Suzy.

Tok .. Tok ..

  Tak ada suara apapun. Bahkan langkah kaki. Perasaan Myung Soo menjadi semakin tidak enak. Karena tak sabar menunggu, ia langsung membuka pintunya dan ..

“SUZY!!”

Myung Soo berteriak keras saat melihat keadaan Suzy yang terjatuh di lantai dengan darah yang keluar deras dari leher sebelah kirinya.

TBC.

14 responses to “[CHAPTER-PART 1] 검정 (Black)

  1. andwae……. wae irae????? authornim JJANG buatku penasaran n ga tenang…. huuuaaaaa…. kalau gini apa MyungZy bisa bersatu sbg kekasih????

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s