[ONE SHOOT] Baby Good Night

Screenshot_2014-05-14-21-28-24-1

Title: Baby Good Night | Script writer: icloudsseistable |
Length: Oneshoot | Romance,Fluff,AU | Myungsoo& Jiyeon |
I own story

Summary : ‘’Tonight I look out from the field, I wonder that are you doing beside that window, if it is that you’re thinking about me.’’
.
.
.
.
.
.

Sudah yang kesekian kalinya Myungsoo memandangi langit yang bertabur bintang, menikmati tiupan angin malam yang sejuk dan nyanyian suara jangkrik. Suasana yang sangat alami, namun sekalipun ia tak merasakan sesuatu yang nyaman seperti apa yang teman temannya katakan.

‘’hey lihat disana! Bukankah itu termasuk rasi bintang?’’

 

‘’Bukan bodoh, memangnya ada rasi bintang berbentuk babi?’’

 

‘’kau yang bodoh, itu bukan bentuk babi’’

 

‘’lalu?’’

 

‘’hm itu berbentuk… apa ya aku lupa, pokoknya itu rasi bintang.’’

 

‘’Tahu darimana?’’

Sedari tadi, banyak ocehan tidak penting yang terlontar dari bibir anak remaja berusia rata rata sekitar 18 tahun itu. memandangi langit di suatu pedesaan yang menjadi tempat perpisahan SMA Kwangju. langit disini sungguh luar biasa berbeda dengan langit kota seoul, mereka membagi mimpi bersama, mimpi yang akan menjadi bekal awal dari perjalanan hidup selanjutnya. Sesekali diantara mereka ada yang bertengkar, namun itu bukan suatu masalah yang perlu di besar-besarkan. Bagaimana juga mereka sudah bersama semenjak sekolah dasar, dan tentunya malam ini adalah malam yang tidak boleh di sia-siakan. Menurut analisis seorang yang bernama Nam Woohyun, walaupun mereka hanya menggelar tikar sembarang di lapangan milik penginapan namun apadaya rasanya seratus kali lebih nyaman di banding sekedar bermain basket di samping sungai han.

Kim Myungsoo, orang yang paling bersemangat tentang membicarakan mimpi. Entah apa yang membuatnya bungkam sedari tadi,tak seperti biasanya yang melontarkan banyak kata-kata tentang mimpinya,membagi cerita entah konyol maupun yang masuk akal terhadap masa depan yang ingin ia jalankan.

Kedua tangannya menjadi sanggahan dimana tempat ia menaruh kepala di atas tikar sutra milik Lee Howon. Iris pekatnya sesekali melirik kearah jendela dengan tirai putih gading di lantai 5. Pandangannya seakan tidak mau beranjak dari objek tersebut,seperti hasratnya mengatakan bahwa objek itu lebih indah dan bersinar daripada sebuah bintang.

Bukan, bukan sebuah jendela bening yang terbuka dengan tirai putih gading yang memikat iris seorang Kim Myungsoo. Namun, seseorang di samping jendela yang sedang membaca buku tebal sambil ditemani segelas Caramel Machiato di sampingnya. Jendela yang semakin terbuka itu, membuat Myungsoo lebih jelas memandangi sosok yang diyakini adalah seseorang yang sudah memikat hatinya selama 3 tahun belakangan ini.seseorang yang sudah membuat seorang Kim Myungsoo yang terkenal popular dengan ketampanannya dan berprilaku seenaknya—well,dulu tingkahnya rada idiot menurut teman temannya—harus mati-matian merubah dirinya menjadi seorang yang normal dan pintar hanya untuk mendapatkan hati seorang Park Jiyeon, gadis pindahan dari eropa yang bermata runcing dengan surai hitam legamnya, dan jangan lupakan buku yang selalu terlihat apik di dekapannya.

Tanpa sengaja Myungsoo memutar kembali kenangan yang sudah dilaluinya selama 3 tahun ini, kenangan pertama kali ia melihat Jiyeon, mengutarakan perasaan pada gadis itu,ditolak,jatuh, frustasi, kenangan di saat pertama kali tangannya bertautan dengan tangan lembut milik gadis itu pada saat hujan, bercuri pandang di perpustakaan,kembang api rasaksa saat tahun baru, ke lotte world, senyum manis itu, pipi yang selalu merona. Bibir Myungsoo selalu membuat lekungan entah kenapa saat sedang memikirkan nama itu. Jiyeon, Jiyeon, Jiyeon

‘’Teman-teman, aku duluan.’’ Myungsoo berdiri dan hendak melangkahkan kakinya setelah sebelumnya menepuk bahu Dongwoo. Tanpa menghiraukan panggilan sungjong, ia terus melangkahkan kakinya. Lihat saja kakinya membawanya kemana malam ini.

.

.

.

.

.

Entah sudah berapa ratus halaman yang di bacanya, sampai saat ini mata runcing itu terus menyapu baris demi baris buku yang bertuliskan bahasa asing. Terpaan angin nakal yang membuatnya sering memindahkan surai hitam itu kebelakang telinga berkali-kali, tentunya agar rambut indah itu tidak menutupi wajahnya.

Tipikal gadis yang sangat sederhana. Baru saja ia akan membalik halaman selanjutnya, pintu yang terbuat dari kayu itu terbuka dengan sendirinya kupikir pintunya sudah di kunci.

Seorang lelaki bersurai hitam legam menampakkan batang hidungnya. Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, lelaki itu memasuki ruangan tanpa insensitas cahaya yang cukup terang,dan sejurus kemudian sudah ikut bergabung di dekat jendela dengan tangan yang menopang dagu

‘’Jiyeon’’

‘’hm’’ Park Jiyeon melempar pandangannya, mata itu bertemu kembali. namun, kali ini yang ada hanya kehangatan. Bukan situasi dingin yang dirasakan seperti 3 tahun lalu. Myungsoo seratus persen tidak pernah menyangka akan bertemu dengan gadis berparas malaikat seperti Jiyeon, gadis yang mengenalkan padanya arti cinta yang sesungguhnya. Sungguh, ia tidak akan pernah rela melepaskan gadisnya begitu saja. Bisakah ia menjadi milikku seutuhnya?

Sepersekian detik berlalu, mata itu terus terpaku seakan sudah teroleskan oleh lem perkat. Menelusuri tiap lekuk wajah Jiyeon memang seribu kali lebih baik ketimbang menyapu habis seluruh halaman buku latihan soal masuk universitas yang di belikan Ayah Myungsoo.

Tidak jelas juga apa yang membawanya untuk masuk ke kamar nomor 437 ini. kakinya yang membawanya kesini. Jadi, jangan kau salahkan Myungsoo yang tidak tahu harus bicara apa.

‘’kau belum tidur’’ setidaknya sekedar berbasa basi dengan Jiyeon dapat membuatnya lebih baik.

‘’ceritanya masih di sampai pertengahan, kalau sudah ada tanda tanda konflik, aku baru mau tidur.’’ Jiyeon kembali terfokus pada buku tebal di tangannya.

‘’besok kan kembali ke seoul’’

‘’lalu?’’ Myungsoo menghela nafasnya, apakah Jiyeon tidak sepemikiran dengan ku?

 

Dentingan jarum jam yang menjadi latar suara di atmosfer yang sunyi, waktu berlalu sangat cepat, tidak ada suara senar gitar milik Woohyun di lapangan, semua lampu juga mulai padam. Mata itu tiada lelahnya memandangi objek di depannya. Tak ada yang sadar jarak mereka semakin kecil?

‘’Terimakasih Myungsoo’’

‘’hm?’’

‘’untuk menjadi yang pertama untukku,’’

Tidak, Myungsoo tahu persis memang ia adalah kekasih pertama dari Park Jiyeon, juga sebaliknya. Tapi ia juga orang pertama yang sempat membuat Jiyeon risih dan juga orang pertama yang membuat Jiyeon menangis di sekolah. Mungkin bisa saja setelah ini Myungsoo tidak akan bertemu Jiyeon lagi, atau dimasa depan nanti mungkin saja Jiyeon mendapatkan pendamping yang lebih keren darinya. Myungsoo bergidik ngeri jika pikiran itu muncul.

Mungkin iya, ini adalah malam terakhir mengukir kenangan indah bersama teman- teman yang sangat baik, memutar memori kenangan indah saat SMA. Bersama berjuang memberi warna pada hidup, juga bersama-sama berjuang untuk cinta.

Ayah bilang, jangan memendam perasaan kepada orang yang di sayangi terlalu lama, jika kau bisa membuat orang itu nyaman dengan caramu sendiri, ya jangan ikuti cara orang lain

‘’kurasa ini sudah malam, jadi…’’

‘’kau akan kembali ke kamarmu’’

‘’ya’’ ya, aku tidak mau. Aku ingin disini Jiyeon. Bersamamu

‘’selamat malam Jiyeon’’ Myungsoo baru akan memijakkan kakinya di lantai sebelum….

‘’Myungsoo aku mencintaimu’’ seperti disengat jutaan volt listrik, selama bertahun-tahun kalimat singkat itu tidak pernah keluar dari bibir Jiyeon, bahkan Myungsoo juga tidak pernah menyuruhnya.

Sejenak, ia urungkan niat untuk berlalu. Ada yang lebih penting disini. wajah Jiyeon yang setengah menunduk namun rona merah itu sungguh jelas terpancar. Myungsoo menarik lembut dagu Jiyeon untuk melihat ke arahnya. Kali ini Jiyeon seakan lupa apa yang baru saja terjadi yang ia tahu hanya suapan bibir lembut lelaki yang sangat ia cintai, Myungsoo cinta pertamanya yang sudah merebut first kiss nya tanpa aba aba. Tidak ada yang perlu di lakukan, diam dalam rengkuhan Myungsoo dan tidak ada malam yang indah sebanding dengan malam ini.

Setidaknya, hanya melakukan itu dapat membawa efek yang luar biasa. Mimpi indah selama bertahun tahun dan senyuman yang mengantarkan tidur

Kita tidak akan pernah tahu apa yang terjadi selanjutnya, asalkan kita mempunyai nyali yang besar dan kekuatan cinta. Jangan sia-siakan orang yang berharga. Teman-teman,atau kekasihmu bukankah mereka semua itu berharga? Kejar cintamu setinggi kau mengejar cita-cita? Bukankah terlalu naïf? Tapi begitulah kata ayahku

 

fin-

A/n: Haiiiiiiiii. btw ini fanfic debut aku di HSF nihh. sebenernya aku udah buat ff yang lain/? di blog ini tahun lalu. terus semenjak disini di tetapin castnya harus jiyeon,myung,minho,suzy, aku udah lama nggak post disini. jujur aku masih rada bingung nentuin alur kalo castnya mereka._. dan mungkin juga, kalo sebagian udah ada yg pernah liat ff ini di EHS, emang bener ini ff sengaja aku buat versi jiyeon sama myungsoonya, sebelumnya di EHS ff ini udah aku di buat versi suho dan OC,mungkin kalau castnya pake versi myungsoo-jiyeon bakal menarik dan karakter tokoh di versi lama dan disini agak berbeda. sedikit mau cerita, btw aku udah dari lamaaa nulis yg myungsoo dan jiyeon, terus ya kaya biasa, di tengah tengah cerita aku nggak ada ide lagi,daripada lama lama lagi, buat cepetin ff debutku, aku post keryaku yang ini yang memang judul dan ceritanya agak sama dengan yang suho version,namun kali ini,dengan versi yang berbeda. aku bakal post cerita myungyeon gak lama lagi, sekalian suzy-minho yg kayaknya bakalan fantasy.Annyeong ^^

74 responses to “[ONE SHOOT] Baby Good Night

  1. bagus cerita’y,, so sweet banget deh myungsoo,, sebegitu besar’y kah cinta myung ke jiyi,, smpe” rela ngerubah sikap dia,, SO SWEET…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s