Eyes, Nose, Lips – Chapter 1

    eyes, nose, lips poster

Poster by PhoenixfromBusan © HSG

Author: heavnicolaine
Tittle : Eyes, Nose, Lips
Main Cast : Kim Myung Soo (L), Bae Suzy
Additional Cast : Lee Taemin
Genre : Romance, Drama, Chapter
Rating : PG15 (some parts have contents NC18+)

Read the teaser juseyo ^^

  [Chapter 1]

  Suzy melangkahkan kakinya dengan cepat di lapangan kampusnya. Baju longgar berwarna biru terang yang di pakainya sangat menyusahkan langkah kakinya, tapi ia berusaha untuk terus berjalan karena ia sudah terlambat.

“Chagiya, ppailiwa!” Myung Soo memanggil Suzy yang celingukan mencari dirinya. “Ah, Myung Soo-ya! Kenapa kau tidak .. Ummh ..” Ciuman yang di berikan Myung Soo menghentikan ucapan Suzy. Suzy yang risih itu pun memukul pundak Myung Soo dengan keras. “Paboya! Ini kan di tempat umum!”

“Hehehe .. Mianhae, chagiya. Habisnya .. Bibirmu sangat menggoda hari ini.” Myung Soo menggoda Suzy sambil menyerahkan topi toga yang dijatuhkan kekasihnya. Hari ini adalah hari kelulusan mereka berdua, walaupun tanpa kedua orangtua di sisi mereka.

Myung Soo adalah anak pertama dari dua bersaudara. Adiknya, Taemin, tinggal bersamanya di sebuah apartment dan mereka berdua hidup dari uang bulanan yang di berikan kedua orangtua mereka yang sudah bercerai. Sedangkan Suzy adalah anak tunggal dengan orangtua workaholic dan tinggal di Korea.

Mereka berdua bertemu pertama kali di pertemuan perkumpulan orang-orang dari Asia yang tinggal di Amerika. Dan kebetulan mereka berdua satu kampus, jadi mereka berdua akhirnya sering bertemu dan jadian.

Setelah serangkaian upacara dan penyerahan ijazah, Myung Soo mengajak Suzy ke apartmentnya. “Aku punya hadiah untukmu, chagi.” Kata Myung Soo singkat saat ‘menculik’ tubuh Suzy menuju mobilnya. “Aish, appoyo! Kenapa kau tidak ke rumahku saja?”

Myung Soo menggelengkan kepalanya dan menjalankan mobilnya. “Ini hadiah yang sangat spesial. Jadi ..” Suzy meletakkan jari telunjuknya di depan bibir Myung Soo. Orangtua Suzy meneleponnya.

“Ne, yeoboseyo. Eomma?”

“ … “

“Aku lulus dengan nilai yang sangat baik! Eomma mau lihat?”

“ … “

“Eo? Eomma mau pulang? Appa juga? Hari ini?”

“ … “

“Ok. See you at home, mommy! Saranghae ~~!”

Suzy mematikan teleponnya. Ia menatap Myung Soo dengan senyuman lebar. “Orangtuaku akhirnya pulang! Mereka sudah sampai di bandara dan akan segera tiba di rumah. Sorry, chagiya. Hadiah untukku .. Besok saja ya. Eh tunggu, emm .. Tunggu orangtuaku pulang ke Korea saja ya. Kau tau kan, momen seperti ini sangat penting untukku?”

Walaupun ada sedikit rasa kecewa, Myung Soo menganggukkan kepalanya sambil mengubah arah mobilnya menuju rumah Suzy. Ia senang melihat Suzy yang kini sedang tersenyum bahagia, sehingga tanpa sadar ia juga ikut tersenyum melihat kebahagiaan kekasihnya.

“El, aku pulang dulu ya! Annyeong!” Suzy hendak membuka pintu mobil Myung Soo, tetapi tangannya di tahan. “Sooji-ah, ppoppo untukku mana?” Myung Soo memasang puppy eyesnya pada Suzy. *Myung Soo pernah aegyo gak ya? >//<* “Ah arasseo, chuu~” Suzy memberikan kisseu di bibir Myung Soo.

Suzy membetulkan sedikit lipsticknya dan turun dari mobil sambil mengucapkan terima kasih karena sudah mengantarnya. Myung Soo tersenyum sedikit melihat kelakuan gadisnya itu. Suzy sudah memeperkan lipstick merahnya ke bibirnya. Setelah mengelap lipstick itu, Myung Soo menjalankan mobilnya ke rumahnya.

“Annyeong, hyung! Ini ada kiriman dari appa dan eomma, kata mereka selamat atas kelulusanmu.” Taemin menyerahkan sebuah amplop coklat pada Myung Soo. Lelaki itu hanya mengangguk sedikit dan mengucapkan terima kasih dengan pelan.

“Hyung ..” Panggil Taemin saat Myung Soo hendak masuk ke kamarnya.

“Selamat atas kelulusanmu ya.” Kata Taemin dengan suara yang pelan, melihat ekspresi wajah hyung-nya yang datar.

Myung Soo hanya mengangguk kecil dan mengunci pintu kamarnya. Ia sangat kesal pada orangtuanya. Apa mereka tidak punya waktu untuk menemuinya? Di hari yang sangat bersejarah baginya ini? Hati kecil Myung Soo sangat gembira sekali karena mereka mengingat hari wisudanya, meskipun ia sangat menginginkan kehadiran mereka berdua seperti yang di lakukan orangtua Suzy dan orangtua teman-temannya.

Myung Soo membuka amplop coklat itu. Sebuah tuksedo berwarna biru tua yang terlihat mahal menyapanya beserta surat kecil di sana. Ibunya memberikan ucapan selamat dan juga meminta maaf karena tidak bisa datang. Sedangkan ayahnya memberikan memo yang hanya berisi tulisan ‘Selamat’. Setega itukah orangtuanya? Myung Soo bertaruh, bahkan yatim piatu hidupnya jauh lebih bahagia daripada dirinya.

Handphonenya bergetar. Suzy mengirimkan sebuah pesan untuknya.

‘El~ Orangtuaku ingin bertemu denganmu. Bisakah kau datang? Kkk~ Sekarang ya!’

Dengan rasa malas, ia bangun dari tempat tidurnya dan mempersiapkan diri bertemu dengan ‘calon mertua’nya.

***

“Annyeong, Kim Myung Soo-ssi!” Sapaan dari ibu Suzy mengagetkan Myung Soo. Ini pertama kalinya ia bertemu dengan Nyonya Bae yang tampak sangat mirip dengan Suzy.

“A .. Annyeong, ahjumma ..”

Nyonya Bae mengajak Myung Soo masuk ke rumahnya dan menarik bangku di meja makan untuknya. Myung Soo membalas sikap ‘welcome’ dari Nyonya Bae dengan malu-malu dan sedikit senyuman. “Jangan malu-malu begitu, anak muda. Dulu waktu aku seumuran denganmu, aku bersikap santai saja dengan orangtua Eunhye. Hahaha ..”

Myung Soo mengerutkan keningnya. Ternyata orangtua Suzy sifatnya seperti ini? Myung Soo mengira, sifat orangtua Suzy justru keras, membosankan dan kaku. Tapi nyatanya … Jauh di banding apa yang ia bayangkan.

“Kau biasa memanggilnya apa, Suzy-ah?” Tanya Tuan Bae pada anak semata wayangnya, Suzy.

“Emm .. Aku sering memanggilnya chagi, tapi kadang aku memanggilnya .. El.” Jawab Suzy dengan malu-malu.

“Baiklah, ekhem, El .. Apa Suzy cinta pertamamu?”

Myung Soo tersenyum kecil sambil mengangguk. Nyonya Bae langsung berteriak kegirangan. “Ah .. Jinjja? Kalau begitu, menurutmu sifat Suzy bagaimana?” Myung Soo menatap Suzy sesaat, lalu membuat sedikit senyum di bibirnya. “Suzy .. Dia adalah gadis cantik yang menyenangkan. Kadang dia ceroboh, terburu-buru, usil ..Tapi dia sangat manis. Percayalah, ahjumma, Suzy anak yang baik dan menyenangkan.”

Tuan dan Nyonya Bae mengangguk-angguk mendengar jawaban Myung Soo. “Lalu, orangtuamu bagaimana? Apa mereka setuju dengan hubunganmu?”

Suasana menjadi dingin. Myung Soo membisu sambil menatap hidangan yang ada di hadapannya, sedangkan Suzy menatap Myung Soo. “Anu, abeoji .. Orangtuanya sudah ..” Myung Soo menjatuhkan garpu dan sendok yang ia genggam erat daritadi, membuat Suzy menjadi berhenti bicara. “Ahjussi, ahjumma, aku seorang … Yatim piatu.”

To Be Continued.

40 responses to “Eyes, Nose, Lips – Chapter 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s