It Is a Curse? |Chap 4

is it2

Is It a Curse?

Cast:

Kim myungsoo
Park jiyeon

Other cast:
Park chanyeol

Genre: Fantasy,Romance,Sad/ hurt

Author : @kethychan24

A/N: Ini ff murni keluar dari otak ku, mungkin jika ada sedikit kesamaan itu hanya lah kebetulan semata. Please don’t siders and don’t plagiat ok😉

Summary: Apa ini sebuah kutukan? Jika memang ini sebuah kutukan kenapa harus aku yang mengalami semua ini? Kenapa tidak orang lain saja? Aku benci berada dalam situasi seperti ini!!

Story Begin~

Author P.O.V

Jiyeon bangkit dari tidur nya, di lap keringat dingin yang mengalir dengan bebas di pelipis nya. Mata nya menerawang jauh kedepan, seketika Jiyeon kembali memikirkan penglihatan nya tadi siang. Ia bingung kenapa penglihatan nya itu terlihat samar –samar, sebenar nya Myungsoo itu siapa? Dan kenapa dia menolong nya saat kejadian itu? Semakin Jiyeon berusaha keras untuk mencari jawaban dari semua pertanyaan nya itu, semua itu semakin membuat kepala nya sakit.

Ceklek

Suara derit pintu kamar Jiyeon yang terbuka membuat sang pemilik kamar menoleh kearah sumber suara tersebut. Jiyeon kini mendapati Chanyeol yang membawa 2 mangkuk ramen dan Chanyeol langsung duduk di samping nya sambil menyodorkan semangkuk ramen pada Jiyeon.

“oppa tahu sejak tadi kau belum makan, jadi makan lah. Oppa tak mau kau sakit”

“gomawo oppa, setidak ada satu orang yang mau berada di sisi ku dan perhatian pada diri ku sudah membuat ku sangat bahagia. Keberadaan oppa yang selalu ada di sisi ku itu adalah sebuah obat dari semua luka yang ada di hati ku ini” Jiyeon langsung melahap ramen yang di buat oleh Chanyeol sedangkan Chanyeol yang melihat saeng nya makan dengan lahap hanya bisa tersenyum simpul. Setidak nya dengan semua perhatian yang ia berikan pada Jiyeon itu semua bisa menghilang kan rasa sakit dan menderita yang ia alami.

“ oppa aku mendapat penglihatan baru,” parau Jiyeon, dengan seketika nafsu makan nya menjadi hilang.

“penglihatan baru? Mwoya?” Chanyeol terlihat antusias sekali dengan topic yang di bicarakan dengan Jiyeon saat ini.

“3 hari yang lalu aku mendapat penglihatan ,dalam penglihatan ku itu aku terlihat sangat akrab sekali dengan seorang namja. Nah! Aku bingung kenapa bisa tumben aku mendapat penglihatan seperti itu dan yang membuat ku sangat terkejut,esok nya namja yang ada di penglihatan ku itu adalah seorang murid baru di sekolah ku. Tadi siang aku mendapat penglihatan baru bahwa aku sedang dalam bahaya dan namja itu yang menolong ku. Tapi, sayang nya aku tak tahu kapan hal itu terjadi, kenapa bisa begitu oppa? Menurut oppa namja itu baik kah atau dia sebenar nya punya maksud terselubung ?”

“oppa mendapat kesimpulan dari semua cerita mu itu, menurut oppa mungkin saja namja itu adalah sosok yang akan mengubah hari –hari mu yang suram menjadi kembali berwarna dan mungkin saja namja itu adalah seorang malaikat yang di kirim kan appa untuk mu” Chanyeol mengatakan semua itu dengan antusisan, Jiyeon hanya tersenyum malu mendengar penuturan oppa nya itu.

“benarkah begitu? Iya sih, jika aku perhatikan dia berbeda dari yang lain nya, dia sama sekali tak takut saat berada di dekat ku, dia berani mengajak ku berbicara dan kelihatan nya sih dia memang orang baik” tutur Jiyeon sambil tersenyum tipis

“ah! Kau menyukai namja itu ya? Wah! Ternyata uri saeng sudah besar nyata nya, kapan –kapan kenal kan oppa dengan nya, ya!” seru Chanyeol sambil mengacak –acak rambut Jiyeon pelan

“Ya! Chanyeol oppa berhentilah menggoda ku”

*

*

*

Bel istirahat berdering dengan nyaring nya. Jiyeon melangkah kan kaki nya menuju belakang sekolah. Sebuah tempat yang sepi nan sunyi, jarang murid di sekolah nya yang mengunjungi tempat ini, Jiyeon hanya ingin mencari udara segar. Jiyeon menatap kosong kearah langit biru yang di tutupi oleh awan. Ia selalu saja berpikir kenapa semua ini harus ia alami? Kenapa harus terjadi pada nya? Kenapa dia, kenapa bukan orang lain saja?. Pikir Jiyeon yang masih diam termangu menatap langit biru yang kosong di atas nya.

“andai aku tak punya penglihatan ini, pasti eomma tak akan membenci ku, appa tak akan meninggal, dan semua orang yang berada di sekitar ku tak akan menjauhi ku seperti ini. Aku juga ingin seperti yeoja –yeoja seumuran ku yang bisa jalan –jalan bersama , berbelanja pakaian, saling bertukar cerita tentang namja yang di suka, menginap di rumah teman, pulang bersama, aku sangat ingin hal tersebut. Aku juga ingin seperti anak perempuan pada umum nya yang bisa curhat dengan eomma nya , membeli pakaian dalam bersama dan saling bertukar cerita apa pun dengan eomma nya, aku sangat ingin itu. Tapi bisakah aku mendapatkan semua itu dalam situasi seperti ini?”

Flasback

Sejak hari pemakaman Tuan Park, Nyonya Park menjadi pendiam dan murung. Namun dia akan tiba- tiba menjadi mengamuk jika dia sudah melihat Jiyeon. Maka dari itu Jiyeon sama sekali tak berani menampakan wajah nya di depan eomma nya itu, ia takut jika ia muncul di depan eomma nya, eomma nya akan melukai nya atau hal yang lebih fatal eomma nya bisa melukai diri nya sendiri.
Suasana di Fly Elementary School khusus nya di kelas Jiyeon kini sangat runyam bak pasar. Namun keributan tersebut seketika sirna saat melihat kedatangan Jiyeon yang kini sudah berada di mulut pintu. Semua teman –teman satu kelas menatap nya sangat tajam , ada juga yang menatap nya takut dan ada juga yang menatap meledek nya. Jiyeon yang merasa di tatap aneh oleh teman –teman nya tak berani mengangkat kepala nya, ia terus saja berjalan sambil menunduk.

Sampai seorang yeoja kecil dengan sengaja nya melemparkan kulit pisang dan itu sontak membuat Jiyeon terpeleset. Jiyeon terjatuh tak ada sama seklai teman nya yang membantunya semua malah menertawakan nya, Jiyeon hanya bisa menahan isakan nya saat di perlakukan seperti itu pada teman satu kelas nya.

“kukuku~ anak pembawa sial seperti mu masih saja berani menampakan batang hidung nya di sekolah ini,” ucap Soo rim dengan seringai licik nya. Jiyeon masih diam membisu dan ia terus saja menundukan kepala nya, ia takut melihat ekspresi teman –teman nya yang tak jauh berbeda seperti ekspresi eomma nya saat melihat diri nya.

“kau tak tahu malu ,eoh! Atau urat malu mu sudah putus? Tak tahu diri! “ ujar Nara yang masih satu geng dengan Soo Rim. Wajah Jiyeon mulai memanas ia tak sanggup lagi menahan isakan nya tersebut. Ia sangat berharap oppa nya datang dan membela diri nya saat ini.

“teman –teman dengarkan aku, SEORANG PARK JIYEON ADALAH YEOJA PEMBAWA SIAL DAN DIA BISA MENGUTUK SIAPA SAJA, kalian butuh bukti? Bukti nya adalah appa Jiyeon sendiri, Jiyeon telah mengutuk appa nya dan akhir nya appa nya meninggal, bukankah itu perbuatan jahat mengutuk appa nya sendiri dan membuat eomma nya menjadi depresi dan mungkin eomma nya juga akan menjadi gila.” Ucap Yuri. Medengar penuturan Yuri membuat Jiyeon tak sanggup lagi membendung air mata nya, pertahanan nya sudah jebol, saat ini air mata nya sudah meluncur dengan bebas nya membuat aliran sungai kecil di pipi tembam nya. Ia sangat ingin menghilang saat ini juga atau jika diijinkan ia ingin pergi ketempat appa nya berada sekarang juga.

Deg

Seketika Jiyeon mendapatkan sebuah penglihatan yang berhubungan dengan Soo Rim, Nara dan Yuri. Mobil jemputan yang biasa menjemput mereka akan mengalami kecelakaan parah dan itu membuat ketiga nya meninggal di tempat. Melihat hal tersebut dan di karena Jiyeon di rundung oleh emosi yang tak bisa tertahan kan lagi dengan terpaksa Jiyeon mengatakan apa yang ia lihat beberapa detik yang lalu.

“Cukup kalian bertiga meledek ku, cukup! Apa salah ku dengan kalian? Jangan pernah ikut campur dengan urusan keluarga ku, kalian tak tahu apa –apa jadi jangan banyak berbicara yang kebenaran nya tak pasti. Asal kalian bertiga tahu saja, besok adalah hari terakhir kalian hidup di dunia ini!! Camkan itu!!” teriak Jiyeon penuh dengan emosi, Jiyeon langsung berlari keluar dari kelas nya. Air mata nya terus saja membanjiri wajah tembam nya, ia merasa mulai membenci hidup nya dan keadaan yang menimpa diri nya.

“Yuri –ya apa kah kita sudah mendapat kutukan dari yeoja monster itu?” tanya Nara dengan takut –takut, sedang kan orang yang diajak berbicara hanya diam membisu.

Esok nya. Semua yang di katakana Jiyeon benar –benar terjadi Yuri dkk telah meninggal dunia dalam kecelakaan. Mobil yang mereka tumpangi menerobos jalur kereta api dan mereka beriga langsung meninggal di tempat. Mendengar kabar tersebut murid –murid yang satu kelas dengan Jiyeon perlahan meminta untuk di pindahkan kelas nya dengan alasan takut dengan Jiyeon. Berita Jiyeon yang bisa mengutuk orang menyebar dengan luas di sekolah nya malah menyebar ke sekolah oppa nya juga. Dengan situasi tersebut Chanyeol pun akhir nya ikut di jauhi oleh teman –teman nya. Chanyeol tak peduli dengan situasi tersebut yang ia pikirkan adalah psikologis Jiyeon. Sejak semua itu semua nya menjadi berubah dengan drastis. Saat Jiyeon masuk di sekolah menengah pertama, keadaan bertambah memburuk tak ada satu pun yang mau berdekatan dengan Jiyeon , menatap nya pun tak berani. Merasa semua orang menjahui nya membuat Jiyeon sangat tertekan, untung nya Chanyeol selalu berada di sisi Jiyeon dan menjaga Jiyeon dengan baik dan itu membuat Jiyeon bisa sedikit lega karena setidak nya walau orang di seluruh dunia ini takut dan menjauhi nya. Tetapi, masih ada sosok oppa yang mau berada di sisi nya dengan tulus.

Namun seiring dengan berjalan nya waktu Jiyeon mulai terbiasa dengan orang –orang yang menjauhi nya. Ia mulai terbiasa dengan orang –orang berbisik –bisik saat ia lewat di depan meraka, mulai terbiasa dengan orang yang kabur dengan lari terbirit –birit jika melihat nya. Jiyeon mulai terbuasa dengan semua itu, bahkan Jiyeon sudah tak memperdulikan semua itu. Tapi ada satu hal yang tidak bisa berubah, ia tak biasa bila diacuhkan oleh eomma nya, Jiyeon juga sudah melakukan banyak cara agar eomma nya mau berbicara lagi dengan nya. Namun, sayang nya hasil nya tetap saja nihil itu semua hanya membuat eomma nya semakin membenci diri nya.

Flashback off

“apakah aku ini benar- benar pembawa sial?” Parau Jiyeon yang masih saja menatap sendu kearah langit kosong diatas nya. Melihat langit kosong diatas nya membuat nya berpikir bahwa langit kosong diatas nya itu sangat mirip dengan diri nya saat ini. Sosok yang selalu merasa kesepian dan hampa.

“apakah aku ini benar –benar monster pembawa kutukan? Apa benar perkataan Yuri dulu itu, benarkah aku ini pembawa kutukan?” lirih Jiyeon. Saat Jiyeon akan meninggalkan gedung belakang sekolah seketika ia merasakan ada yang menarik tangan nya sambil membekap mulut nya dengan sapu tangan. Entah sesuatu apa yang di masukan kedalam sapu tangan itu, aroma nya membuat Jiyeon merasa pusing dan perlahan semua nya menjadi gelap.

“kajja kita pergi!” ucap seorang namja berambut blonde itu.

TBC
PS: Eottoekhae? Setidak nya pertanyaan kalian sudah pada kejawab kan?
Gimana gaje kah? Jelek kah? Mianhae kalo masih kurang panjang, mimin sudah berusaha membuat nya sedikit lebih panjang dan memang segini kemampuan Author untuk memperpanjang ff ini, mimin takut kalo kepanjangan jadi ngebosenin [ hehe,, malah jadi curcol –“] Mimin butuh pesan dan kesan nya ya!! :D… oh ya! para readerdeul panggil Kethy ajh, ya.. biar lebih akrab gitu hehehe… :v
Di tunggu ajh ya the next chapter nya
Maaf ya lama posting ff ini soal nya beberapa minggu ini mimin sibuk
Don’t plagiat and thank’s for SIDER’S
Annyeong😀

61 responses to “It Is a Curse? |Chap 4

  1. Mwo jiyeon di culik,, aigoo eotthokke,, siapa yg nyulik jiyi,? apa ini yg dilihat jiyi kalau dia dalam bahaya dan myungsoo yang bakalan nylamatin jiyi,,
    Lanjut bbaca nee,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s