Prolog – High School Of Love

http://amaliachimo.wordpress.com

mempersembahkan…

High School OF Love

Inspirasi berasal dari Allah S.W.T melalui imajinasi sendiri, jadi kalau ditiru dosa yaa..

Mohon dukungannya dengan membaca semua dan di komentarin 😉

Happy reading ;*

-Prolog-

|Title : High School OF Love | Main cast : Park Jiyeon, Jung Sojung (Krystal), Kim Jongin, Kim Myungsoo, and ….|

|Genre : mix (?)._. | Length : Chaptered |

|Author : @amaliachimo (twitter, instagram, tumblr)|

HighschoolOfLove

“Myungso-aa, kajimaa!”Jiyeon menangis sesegukan di hadapan lelaki berwajah tampan bak malaikat ini, Kim Myungsoo.

“Ini hanya sementara, jangan berlebihan seperti itu, ne!”Myungsoo tersenyum setelah kata-kata bernada nasihatnya. Myungsoo terlihat biasa saja, padahal Jiyeon begitu menyedihkan di hadapannya.

Tangan kanan Jiyeon meraih tangan kiri Myungsoo, ia gengam tangan itu erat. Jiyeon hanya tidak ingin jauh dari sahabatnya sejak SMP ini, oke Jiyeon memang berlebihan. Myungsoo hanya pergi selama 6 bulan untuk pengobatan meningitis di Singapur, dan pasti dia akan kembali. Untunglah Myungsoo tahu benar kalau Jiyeon adalah anak yang manja. Jadi untuk jauh dari orang-orang yang ia sayang walau hanya sementara waktu, tetap akan sangat berat bagi Jiyeon.

“Berhentilah menangis, kau sudah dewasa Jiyeon-aa.”lagi-lagi Myungsoo menasihati seakan-akan dia jauh lebih dewasa dari Jiyeon. Lalu dengan lembut Myungsoo membawa Jiyeon ke dalam pelukannya.

***

“Yaa, gadis bodoh itu kenapa belum juga datang. Aiss, dia yang patah hati, kenapa aku ikutan terkena ibasnya.”Laki-laki berkacamata hitam dengan t-shirt abu-abunya itu terus saja mengupat di dalam bandara Internasional Inceon, sesekali dia duduk lalu berdiri lagi di antara deretan bangku tunggu yang tersedia di sana.

Tiba-tiba terdengar suara isakan seorang gadis dari arah belakang laki-laki itu, dan membuatnya kini merinding. Gomiho? Hatiku? Paniknya dalam hati, sontak pikiran rasionalnya buru-buru menepis anggapan bodoh itu. Dukk. Sesuatu membentur punggung tegapnya, laki-laki itu pun berbalik, dia sedikit terkejut saat menemukan sosok gadis tengah menunduk sambil menangis di hadapannya. Gomiho? Batinya lagi meneliti sosok gadis ber dress putih dengan rambut coklatnya yang panjang dan bergelombang itu. Tidak lain tidak bukan, dia adalah Park Jiyeon.

Jiyeon terlalu sibuk memikirkan Myungsoo hingga tidak menyadari akan orang asing yang tengah melongo memperhatikannya. Bahkan laki-laki itu sampai membuka kaca mata hitamnya demi memastikan kalau Jiyeon adalah seorang manusai normal. Dan Jiyeon sama sekali tidak peduli, atau mungkin dia memang masih tidak menyadari akan sosok laki-laki itu. Kini Jiyeon mendudukan diri di salah satu bangku yang berderet di belakangnya. Jiyeon masih saja menangis seperti anak kecil yang terpisah dari ibunya. Laki-laki yang yang terus saja memperhatikan Jiyeon dengan tampang bodohnya itu, ikut serta duduk bersama Jiyeon –tepat dua bangku di sebelah Jiyeon.

Anehnya, entah kekuatan magis dari mana yang mampu membuat tangisan Jiyeon menyerang alam bawah sadar laki-laki itu, sampai membuatnya prihatin dan kagum dalam waktu berasaman. Bahkan rasa kesal dan upatan dongkol laki-laki itu lenyap begitu saja terbawa angin.

***
-satu bulan kemudian-

“Mwo sahabatku? Nugu? Jiyeon?”tanya Krystal yang baru saja tersadar dari dunia mimpinya yang begitu indah.

“Apa Jongin belum cerita padamu?”Ibu Krystal yang masih tetap cantik di usia hampir setengah abat ini malah balik menimpali Krystal dengan pertanyaan herannya.

“Jongin?”Krystal menggerakan bola matanya ke kiri, berusaha mengingat sesuatu.

-Flashback-

“Aku yakin, kau akan sangat senang mendengar berita ini.”Kata Jongin sambil tersenyum licik. Kini Jongin tengah berjalan di antara keramaian pengunjung lotteword bersama Krystal.

“Apa?”Tanya Krystal malas. Menurutnya, apapun berita dari Jongin sama sekali tidak penting dan pastinya tetap tidak akan bisa merubah mood jeleknya ini.

“Kita akan satu sekolah lagi.”Jawab Jongin santai sambil merangkul bahu Krystal.

Mendengar itu Krystal langsung menghentikan jalannya sambil menghempaskan tangan Jongin yang baru saja mendarat di bahu kecilnya,”Yaaa, awas kalau sampai itu benar-benar terjadi.”acam Krystal yang sepontan menendang betis Jongin.

-Flashback end-

“Aisss, Kkamjong aku pikir dia bercanda dengan omongannya.”Tiba-tiba nyeri menjalar ke seluruh urat di kepala Krystal.

Sang ibu yang berdiri di pinggir kasur Krystal sejak tadi memberikan padangan herannya kini,”Bukankah ini berita menggembirakan, kalian kan sudah bersahabat sejak kecil.”

Krystal hanya menyengir pasrah, menanggapi pernyataan ibunya itu. Apanya yang menggembirakan, mendengar dia menghabiskan liburan musim panas di Korea saja sudah membuat hidupku terbebani. Apalagi, Jongin benar-benar tinggal disini, berpikir tentang itu saja sulit, dan sekarang sudah terjadi. Oh my GOD, batin Krystal.

“Cepat bersiaplah! Jongin sudah menunggumu di bawah.”

“Aisss.”lagi-lagi Krystal mengeluh sambil menguap malas.

Jongin memang sahabat Krystal sejak kecil, bahkan keluarga mereka juga sangat akrab. Namun sifat Jongin yang sombong, egois, dan tukang paksa itu, membuat Krystal sangat jengkel. Belum lagi phobia serangga dan otaknya yang lemah terhadap matematika, sungguh itu beban berat buat Krystal jika kembali satu negara, apalagi satu sekolah dengan Jongin.

***

Krystal terus saja mendelikan matanya pada Jongin yang duduk sambil mendengarkan musik melalui earphone di sebelahnya. Kini mereka sudah berada di dalam mobil milik kakak laki-laki Jongin yang amat tampan, Kim Jonghyun. Krystal sempat jatuh cinta padanya, namun sayang dia sudah memiliki seorang istri dan satu anak sekarang.
“Berhenti melihatku! Kau bisa patah hati untuk yang kedua kalinya nanti.”Ujar Jongin santai sambil melepaskan salah satu earphone-nya, bersiap mendengar tanggapan lucu dari Krystal –menurutnya.

Dengan ekspresi menyeramkan, Krystal sudah siap untuk meledakan bom di kepalanya dengan suara nyaring khasnya, namun saat itu pula Jongin menoleh sambil mengedipkan mata lalu menunjuk ke jok depan –tempat duduk Jonghyun yang sedang serius menyetir.

Aishhh, keluhnya dalam hati. Bagaimana bisa dia akan menjatuhkan image-nya di depan peria tertampan abad ini, Jonghyun oppa, pikirnya. Akhirnya Krystal hanya bisa memberikan isyarat ‘Mati kau kim jongin’ dengan gerakan tangan dan mulutnya, Jongin pun membalas dengan juluran lidah yang meremehkan.

***

Kata-kata bermakna guru sastra bernama Lee Dahae sepertinya begitu berarti di telinga Krystal yang sangat serius memperhatikan. Tentu berbeda jauh dengan teman sebangkunya, Jiyeon. Gadis berwajah imut ini hanya senyum-senyum sendiri sambil menopang dagunya –terjebak dalam dunia imajinasinya.

“Krystal, pangeran yang aku ceritakan waktu itu datang lagi dalam mimpiku hari ini. Di sana dia sedang bermain piano, sungguh tampan. Tau tidak lagu apa yang dia mainkan?”

“Dia memainkan lagu marry you nya super junior, romantiskan.”

“Ahh, seandainya takdir mempertemukanku dengannya lagi. Tentu itulah yang dinamakan jodoh, aku  akan mencintainya sepenuh jiwaku. Dan, apapun yang terjadi aku tidak akan pernah melepaskannya.”

Ya, seperti biasa Jiyeon hanya berbicara sendiri sepanjang hari. Begitulah akibatnya memiliki teman berotak jenius seperti Krystal, jangan harap Jiyeon bisa mendapat tanggapan ketika mata pelajaran sedang berlangsung. Untunglah Jiyeon sudah terbiasa dengan sikap tekun Krystal, jadi hal seperti itu bukan masalah baginya.

***

“Krystal, temanmu yang baru pindah dari Kanada itu mana? Aku dengar namanya Kim Jongin, menurut Suzy dia sangat tampan.”kata Jiyeon sambil megunyah kentang goreng bersama Krystal.

Really?”Kejut Krystal lalu tertawa garing setelahnya. Alhasil membuatnya terbatuk sedikit, bagaimana tidak? Tadi Krystal baru saja meminum air mineral, dan masih tersisa di dalam rongga mulutnya,”Kau lihat saja sendiri, dia suda ada dibelakangmu sekarang!”lanjutnya malas.

Jiyeon pun menggeser duduknya demi menoleh ke belakang, setelah itu mendongak. Dan,..

Deg.Deg.Deg ..

Deretan kembang api seakan meletus-letus di dada Jiyeon seiring pikirannya memutar ingatan beberapa bulan yang lalu –di malam saat liburan musim panas. Oh, Tuhan. Dia pangeran penyelamatku? kejut Jiyeon dalam hati.

Tampang inochen Jongin kini membalas tatapan berbinar Jiyeon, sulit dideskripsikan tentang apa yang Jongin pikirkan saat ini. Yang pasti, Jongin sebenarnya juga sedang terkejut sekarang. Sedangkan Krystal dengan sikap acuhnya kembali sibuk mengunyah kentang goreng.

TBC

Mudah-mudahan semua suka, salam kenal😀

83 responses to “Prolog – High School Of Love

  1. suka deh sama ceritanya.
    haduuh jiyeon kenal cengeng gitu mau ditinggal myungsoo :’)
    myungsoo ternyata ngidap penyakit kayak gitu ya ampuuun :’)
    krystal kayaknya kesel bgt sama jongin, apa jongin sengeselin itu ya? lanjut baca part 1nya ya :))))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s