Jewel – Teaser of 7

Jewel Poster 2 Jewel Cast

Jewel

kak ica (icaqueart) present/

Jewel mengambil tangan Nichkhun yang hendak menggerayangi punggungnya sebelum membuangnya sejauh mungkin. Mendapat penolakan macam itu dari kekasih sendiri, membuat Nichkhun memandang heran setelah melepaskan ciumannya dari bibir manis Jewel.

“Jinae-ah,” desah Nichkhun yang masih belum mendapatkan nafasnya setelah berhasil melumat dalam bibir Jinae atau Jewel, nama populernya di Boramal High School.

“Aku takut,” ucap Jewel lengkap dengan wajah polos yang tidak biasa hadir di wajahnya yang selalu terlihat jahat. Tidak biasa memang melihat Jewel memasang wajah polos bercampur takut menyadari banyak sekali kejadian mengenaskan yang dialami hampir setengah penghuni Boramal karena dirinya.

“Apa yang kau takutkan?” tanya Nichkhun terlihat tidak sabaran. “Aku tidak akan menyakitimu.”

“Aku tahu,” jawab Jewel cepat seraya mengusap dahinya yang tiba-tiba saja berkeringat. “Aku tahu kau tidak akan menyakitiku. Tetapi…”

Nichkhun tidak bicara lagi sementara bibirnya mulai mendekati bibir Jewel untuk yang kesekian kalinya pada malam itu. Jika malam ini Nichkhun berhasil melakukannya dengan Jewel, itu artinya kebahagiaan buat Nichkhun yang selama ini memang sudah lama menantikan saat dimana dia bisa merasakan tubuh hangat Jewel. Tetapi berbeda dengan Jewel. Sang ibu, Nyonya Seo pasti akan murka dan dapat dipastikan akan segera menghapus nama Park Jinae dari daftar alih warisnya.

“Khun-ah!” Lagi-lagi Jewel melepaskan ciuman Nichkhun dengan sangat tiba-tiba dan terkesan kasar. Nada yang dia gunakan pun terdengar tinggi, sehingga membuat Nichkhun terkejut dalam diam selama beberapa detik. “Ini salah. Kita tidak boleh melakukannya…” sambung Jewel, kini dengan nada lebih pelan.

Dengan agak cemberut Nichkhun bangun dari posisi tidurnya yang menibani tubuh Jewel.

“Sudah dua tahun kita berpacaran. Dan hal seperti itu masih kau anggap tabu,” dengus Nichkhun. Kini dia bangkit dan berjalan ke meja panjang di dapur rumahnya untuk mengambil segelas wine. “Aku jadi ragu. Apa sebenarnya selama ini kau tidak pernah mencintaiku?”

“Aniyo!” jawab Jewel cepat seraya menghampiri Nichkhun yang berdiri membelakanginya. “Ada seribu cara untukku menunjukkan padamu bahwa aku mencintaimu, Khun-ah. Tetapi bukan dengan cara seperti itu, cara yang kau inginkan, yang mungkin akan membawa kita ke masalah besar.”

“Kau tahu?” Nichkhun berbalik seraya menatap dalam kedua mata Jewel. “Aku akan bertanggung jawab. Aku akan menikahimu segera setelah kita lulus dari Boramal.”

“Khun-ah…” Sesaat Jewel merasa terenyuh dengan ucapan Nichkhun yang berniat menikahinya lepas dari Senior High School.

Nichkhun sekali lagi mengecup bibir Jewel dengan amat mesra sebelum memberikan gelas winenya pada Jewel. Nichkhun tahu Jewel pemabuk yang sangat buruk. Tetapi situasi pada malam itu sangat menguntungkan Nichkhun jika dia berhasil membuat Jewel tidak sadarkan diri paling tidak untuk dua jam kedepan.

Dan benar dugaannya. Jewel, dengan mata tertutup, kini hanya bisa merasakan perih yang bagi Nichkhun adalah sebuah kebahagiaan hidup.

**

“Kotor!” geram Jewel seraya menatap sang ibu yang sedang menjamu tamu-tamunya di bawah sana, di pekarangan rumahnya yang beralaskan batu bata yang disusun merata. Jewel tidak ingin membayangkan bagaimana rasanya jika kepalanya terhantam lantai batu itu. Yang dia pikirkan saat ini hanyalah bagaimana caranya mengakhiri rasa sakit di dalam hatinya saat ini. “Wanita jalang,” geram Jewel sekali lagi pada dirinya sendiri. “Menjijikan…” Jewel meremas pelan perutnya yang kini berisi janin buah dari sang kekasih yang kini entah ada dimana.

Nyonya Seo baru saja menjabat tangan seorang istri dari petinggi yang berniat mengikat hubungan kerja sama dengannya. Dengan anggun dan sopan, Nyonya Seo mengangguk saat ditanya pasal Park Jinae. “Geurae. Saat ini Jinae sedang berada di tingkat dua Senior High School. Aku hendak mengirimnya tinggal dengan ayahnya lepas dari Boramal. Pendidikan di New York jelas lebih menjanjikan.”

“Lalu dimana dia sekarang?” tanya Nyonya Kang setelah meneguk cocktail dalam gelas krystalnya.

“Dia…um…” Mendadak Nyonya tergagap sementara matanya tertunduk menatap tanah, seakan-akan mencoba mencari jawaban di bawah kakinya. “Dia tidak ada dirumah saat ini. Dia sedang menginap di rumah temannya.”

“Ah sayang sekali…” ucap Nyonya Kang seraya meletakkan gelasnya yang sudah kosong di atas nampan di atas meja di sebelahnya.

“Bagaimana kalau kita lanjutkan pembicaraan kita di dalam saja?” pinta Nyonya Seo menawarkan.

“Ne,” jawab Nyonya Kang. “Dimana saja tidak masalah. Aku tahu kau memiliki banyak tempat terbaik di rumah ini.”

Keduanya pun berbalik untuk masuk ke dalam rumah tepat saat sesosok tubuh melintas jatuh di depan pelupuk mata mereka berdua dan mata semua tamu saat ini. Nyonya Seo maupun Nyonya Kang terkejut bukan main saat melihat Park Jinae dengan mata terbuka dan kepala penuh darah tergeletak tak bernyawa.

**

Park Jiyeon baru saja akan melangkah pergi saat tahu dirinya telah melukai wajah seseorang di balik pintu yang baru digebraknya beberapa detik yang lalu. Dengan sangat panik dia membalik pintu KepSek dan menemukan wajah tampan lengkap dengan darah kecil yang menetes dari bawah hidungnya.

“Joseonghamnida,” ucap Jiyeon seraya membungkuk dalam. “Aku benar-benar tidak tahu kau sedang berada di belakang pintu. Jeongmal, joseonghamnida.”

Si tampan tak kunjung bicara karena dirinya terlalu sibuk dengan keterkejutannya saat mendapati Park Jinae alias Jewel terlihat hidup dan sehat di depan matanya setelah kabar kematiannya beredar dua minggu yang lalu.

“J-joseonghamnida?” Jiyeon pun mengibarkan tangannya di depan wajah si tampan. Matanya berwarna coklat dan terlihat bening. Mata yang indah yang jarang sekali Jiyeon temui pada mata laki-laki. Dan bibirnya…

“Jewel…” Gumaman rendah si tampan membuat pikiran Jiyeon yang sempat mengawang-ngawang spontan kembali. “Kau tidak mati?”

“Ne?” Dahi Jiyeon berkerut bingung.

“Park Jinae, dua minggu yang lalu KepSek mengabarkan kau meninggal karena kecelakaan,” ucap si tampan menjelaskan. Tangannya yang hendak mencengkeram lengan Jiyeon tiba-tiba tertahan oleh sesuatu yang entah apa, sehingga membuatnya mundur kembali ke sisi tubuhnya. “Apa mereka sedang membuat lelucon? A-atau…hanya aku yang bisa melihatmu? Apa itu artinya…”

Antara mengerti dan tidak dengan ucapan si tampan, Jiyeon lebih memilih untuk tersenyum lebar.

“Aku benar-benar tidak mengerti apa yang sedang kau bicarakan saat ini,” ucap Jiyeon seraya mengeluarkan sapu tangan putihnya sebelum menyapukannya ke bawah hidung si tampan yang sepertinya tidak berniat melepaskan pandangan matanya dari dirinya biarpun hanya sedetik.

“K-kau…” Si tampan agak terkejut melihat kebaikan hati Jiyeon dan segera menjauh beberapa langkah ke belakang. “Kau seperti bukan Jewel yang kukenal, y-yang sekolah ini kenal maksudku.”

“Siapa Jewel?” tanya Jiyeon kini benar-benar bingung. “Aku bukan Jewel. Aku Park Jiyeon.”

“J-Jiyeon?”

**

Jewel ini fanfiction berserial tujuh part yang akan diposting bersamaan dengan Incest yang entah akan dipublish sampai berapa episode. Aku harap kalian suka dengan cerita Jewel ini. Genrenya sad, jadi jangan lupa untuk selalu putar lagu Baek Ji Young – Still in Love setiap baca fanfiction ini. Aku tunggu komentar kalian di bawah ini, oke🙂

37 responses to “Jewel – Teaser of 7

  1. Yaampun kemana aja ya aku baru nemu fanfic ini. Lagi nyari banget fanficnya jiyeon sm kang joon gara-gara si kang joon ganteng banget di roommate. Plis kak icha di lanjut dong fanficnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s