Is It a Curse? [Chap. 3]

is it a curse

Is It a Curse?

Cast:

Kim myungsoo
Park jiyeon

Other cast:
Park chanyeol

Genre: Fantasy, Romance, Sad/ hurt

Author : @kethychan24

A/N: Ini ff murni keluar dari otak ku, mungkin jika ada sedikit kesamaan itu hanya lah kebetulan semata. Please don’t siders and don’t plagiat ok😉

Summary: Apa ini sebuah kutukan? Jika memang ini sebuah kutukan kenapa harus aku yang mengalami semua ini? Kenapa tidak orang lain saja? Aku benci berada dalam situasi seperti ini!!

Story Begin~

Myungsoo P.O.V

Ku lihat dari kejauhan hanya ada seorang yang tak respek dengan kedatangan ku, mungkin dia sedang tidur maka dari itu dia tak peduli. Aku berjalan mendekat kearah nya, namun dia tetap saja tak merasakan kerhadiran ku. ku senggol sedikit lengan dan kulihat ia dengan terpaksa nya membuka 2 dua buah kelopak mata nya itu. Tatapan nya sangat datar nan dingin, sebuah tatapan yang sangat jarang kutemui.

“songsangniem aku permisi keruang kesehatan,”ucap nya yang langsung berlalu dari hadapan ku.

Memang nya ada apa dengan nya, kulihat dia baik-baik saja. Yeoja yang aneh. Ku lihat dari sorot mata nya sebenar nya di balik tatapan datar nan dingin nya itu ada sesuatu yang tersembunyi, tapi apa itu? Chamkamman kenapa aku jadi memikirkan yeoja itu? Aish! Aneh sekali

Myungsoo P.O.V end

Jiyeon P.O.V

Namja itu. Kenapa bisa ada di sini? Bukan kah dia namja yang ada di penglihatan ku beberapa hari yang lalu. Sebenarnya apa maksud dari kedatangan nya ini? Apa kah dia namja baik atau jahat? Atau dia adalah malaikat yang di kirimkan oleh appa untuk ku? Tapi mana mungkin, aish! Jinjja paboya. Ku langkahkan kaki ku menuju atap sekolah. Tempat favorit ku. Udara disini sangat sejuk serasa semua beban fikiran ku jadi hilang. Ku pejamkan sejenak kedua kelopak mata ku, ku biarkan untuk istirahat sejenak.

Deg

“penglihatan apa ini? Kenapa namja itu ada disana? Chamkamman kenapa dia menolong ku? Sebenar nya apa yang terjadi? Dan kapan hal ini akan terjadi?” dengan cepat ku bukan kedua kelopak mata ku, melihat penglihatan tadi membuat nafas ku menjadi tak teratur

“tidak seperti biasa nya, kenapa kali ini kelihatan nya samar-samar ya? Sebenarnya apa yang akan terjadi padaku nanti nya?”

Jiyeon P.O.V end

Author P.O.V

Bel istirahat pun berdering dengan terpaksa jiyeon harus keluar dari atap sekolah karena perut nya tidak bisa diajak kompromi lagi, ia berjalan dengan santai nya menuju koridor sekolah. Di sepanjang koridor sekolah tak ada satu pun orang yang berani menatap jiyeon , semua nya berjalan dengan menunduk, namun jiyeon tak banyak ambil pikir ia dengan cuek nya menyusuri koridor sekolah. Kini jiyeon sudah berada di depan mulut pintu kantin, awal nya kantin tadi sangat ribut bak pasar saat ini malah berubah menjadi sunyi senyap. Jiyeon hanya bisa menatap dingin keadaan sekitar nya.

“ahjumma aku pesan ramyun, seperti biasa”ucap nya dingin

“nde,” jiyeon pun langsung mencari tempat duduk di sudut ruangan, pandangan nya teralihkan keluar jendela. Ia menatap bunga sakura yang sedang bermekaran , melihat bunga itu jiyeon serasa kembali kemasa lalu yaitu masa di mana dia , oppa , eomma, dan appa nya yang selalu bersenda gurau bersama dan menikmati keindahan bunga sakura setiap musim semi. Appa dan oppa nya selalu saja berebutan untuk mengambil bunga sakura dan rebutan kembali terjadi saat akan memberika bunga nya pada jiyeon.

“kenangan yang manis,” lirih jiyeon sambil menyunggingkan senyuman tipis nya

“apa yang manis? “ ujar seorang namja yang dengan lancang nya duduk di depan jiyeon, jiyeon hanya menatap tajam namja di depan nya

“bukan urusan mu, “ “nona ini ramyun nya” ahjumma meletakan semangkuk ramyun itu diatas meja dan begitu saja berlalu dari hadapan jiyeon

“lihat anak baru itu duduk dengan jiyeon, berani sekali dia. Ya!”

“ya, pasti sebentar lagi dia akan mengetahui ajal nya dan saat itu juga dia akan pergi menjauhi jiyeon. Malang sekali ya nasip jiyeon, dia pasti menderita”

“hm, begitulah” setidak nya seperti itu lah kasak –kusuk anak –anak yang berada di kantin, ada yang menatap jiyeon tak suka, kasihan, takut dan masih banyak lagi. jiyeon mendengar semua perkataan orang-orang itu. Namun, dia menyengajakan menulikan telinga itu dan berusaha seperti tidak ada yang terjadi dan ia dengar.

“kenapa semua orang seperti nya takut dengan mu, apa kau seorang preman, anak pejabat atau anak tentara?” jiyeon sama sekali tak menggubris pernyataan myungsoo ia tetap saja melanjutkan makan nya sedangkan myungsoo hanya bisa mengerutkan alis nya

Hening

Jiyeon sudah menghabiskan seporsi ramyun nya, ia kemudian kembali menatap keluar, menatap bunga sakura yang bermekaran sedangkan myungsoo hanya diam sambil memandangi setiap lekukan wajah jiyeon.

“apa kau tak bosan melihat wajah ku ini, eoh?” decak jiyeon yang kemudian langsung menatap myungsoo datar, myungsoo yang sudah kepergok hanya gelagapan akan menjawab pernyataan jiyeon

“a-ani, neo neomu yeoppo,” 1 kalimat yang keluar dengan lancar nya dari mulut myungsoo dan itu sukses membuat jantung jiyeon terasa mencelos

“kau tak takut dengan ku?” jiyeon langsung menatap myungsoo horror sedangkan orang ditatap hanya tersenyum kikuk

“untuk apa aku takut, bukankah kau juga manusia,” myungsoo tersenyum simpul pada jiyeon

“ternyata kau tuli, seharusnya kau pergi kedokter THT” jiyeon langsung saja pergi meninggalkan myungsoo, myungsoo hanya tersenyum tipis

“bukan nya tuli hanya saja …”

Skip~

Jiyeon melangkahkan kaki nya malas , entah kenapa saat ini ia sedang malas untuk pulang kerumah. Ia lelah melihat sikap dingin dan tatapan benci eomma nya. Ia ingin pergi jauh, jauh sekali agar eomma nya tidak bisa melihat diri nya ini, tapi dia harus pergi kemana? Sesampai nya di depan gerbang rumah, sulit sekali tangan jiyeon untk meraih gagang gerbang tersebut.

Greet

Suara gerbang terbuka, jiyeon hanya menatap datar pemilik tangan tersebut

“kau tak ingin masuk?” tanya namja itu dengan lembut nya

“entahlah,” jiyeon dan chanyeol pun berjalan dengan beriringan menuju ruang tengah. Baru beberapa langkah jiyeon dan chanyeol menapaki ruang tengah terdengar suara yang sangat tak asing bagi jiyeon, suara itu semakin lama sekamin mendekat kearah mereka

“mwoahhh! Anak eomma sudah pulang ternyata,” nyonya park langsung memeluk tubuh kekar chanyeol, jiyeon yang awal membeku kini langsung saja berlalu dari hadapan nyonya park dan oppa nya itu

Author P.O.V end

Jiyeon P.O.V

Kuhempaskan tubuh rapuh ini ke tempat tidur king size ku, ku pejamkan mata ku. Berharap yang kualami selama ini hanya sebuah mimpi buruk. Jika aku bisa memutar waktu aku ingin menghentikan kejadian itu dan yang pasti nya  jika hal itu memang bisa terjadi pasti appa masih ada di sini dan eomma tak akan menjadi benci pada ku.
AKU BENCI HIDUP SEPERTI INI DAN AKU SANGAT BENCI BERADA DALAM SITUASI SEPERTI INI.

Flashback

Terlihat seorang yeoja kecil sedang sibuk dengan mainan nya. Yeoja kecil itu sama sekali tak ada niat untuk beranjak dari tempat nya, walau pun sang eomma sedang asik berteriak memanggil nama nya, namun yeoja kecil itu dengan sengaja nya menulikan telinga nya karena ia sangat malas untuk turun kebawah.

“jiyeonnie,” teriak sang eomma namun jiyeon sama sekali tak menggubris nya

“lalalalala~” jiyeon malah bersenandung dengan keras sambil menutup kedua telinga agar ia tak bisa mendengar teriakan eomma nya

“jiyeonnie jebal ne turun, appa sebentar lagi akan berangkat ke jepang. Apa kau tega memberiakan appa pergi tanpa memberi nya salam perpisahan” terdengar suara nyonya park mulai melemah

Deg

Bak kilasan film di bioskop, jiyeon melihat sebuah kecelakaan pesawat. Pesawat itu terbakar diatas udara. Dan di sana ia melihat appa nya sedang berusaha keras agar bisa keluar dari pesawat tersebut. Seketika saja dada jiyeon terasa sesak nafas nya tak beraturan, penglihatan apa itu? Apa ini sebuah pertanda buruk?

“aku harus memberitahu eomma, agar hari ini appa membatalkan jadwal penerbangan nya” dengan kasar di banting nya pintu kamar nya. Jiyeon keluar dari kamar dan di lihat nya appa nya sedang bersenda gurau dengan oppa dan eomma nya

“APPA JEBAL BATAL KAN PENERBANGAN HARI INI!!!” teriak jiyeon

“jiyeonnie ada apa dengan mu?” ucap nyonya park cemas

“pokok nya appa harus membatalkan penerbangan hari ini”

“kenapa memang nya?”

“jika appa naik pesawat hari , appa akan meninggal. Jiyeon tidak mau hal itu terjadi”kini mulai terdengar isakan kecil keluar dari mulut jiyeon

“appa jangan dengarkan perkataan jiyeon mungkin ini efek dari drama-drama yang ia tonton” sergah chanyeol

“ANI OPPA!!! JIYEON BERSUNGGUH-SUNGGUH APPA AKAN MATI JIKA NAIK PESAWAT HARI INI. KARENA PESAWAT YANG AKAN DI TUMPANGI OLEH APPA AKAN TERBAKAR DI UDARA!!! JADI TOLONG DENGARKAN KATA-KATA JIYEON!!” teriak Jiyeon  histeris diiringi tangisan nya

Plak
1 tamparan keras mengenai wajah jiyeon, jiyeon menatap shock eomma nya sedangkan tuan park dan chanyeol hanya menatap tak pecaya dengan apa yang di lakukan Nyonya Park.

“jiyeon jangan bicara lancang!!! Jika kau tak ingin appa mu pergi bukan dengan cara seperti ini kau menghalangi nya!!!”

“hiks,,hiks,,hiks,, jiyeon bukan nya ingin bersikap tak sopan eomma tapi jiyeon melihat nya sendiri”

“dari mana kau bisa tahu?” tanya chanyeol yang kini mulai penasaran

“entahlah, tiba-tiba saja jiyeon bisa melihat nya oppa. Jebal oppa bantu jiyeon agar appa tak pergi hari ini”

“BERHENTI BERBICARA OMONG KOSONG PARK JIYEON! MASUK KAMAR MU SEKARANG!!” bentak nyonya park, jiyeon hanya bisa menurut sambil menahan isak tangis nya

“appa hati-hati ne. Jiyeon harap tak akan terjadi sesuatu hal buruk pada appa”

*

*

*

Kini keluarga park sedang asik menonton acara berita, mereka sangat serius sekali mendengarkan berita di televise.

‘ pesawat woolim nomor 205 mengalami kecelakaan dan kejadian itu terjadi diatas udara tak satu pun ada korban yang terselamat kan. Pesawat tersebut terbakar diatas udara, sekilas daftar korban’

Im yoo rin

Jo kyung sang

Jung eun mi

Yoo seung jo

Cho hun dae

Park jungsoo

“APPA!!! ANDWAE!!!” tangis jiyeon histeris sedangkan nyonya park sudah pingsan

hiks hiks hiks

“andwae appa!!!”

Skip~

Pemakaman keluarga park diiringin oleh isak tangisan jiyeon ,eomma dan chanyeol. Jiyeon sangat terpukul sekali begitu pun dengan nyonya park. Setelah semua orang-orang telah pulang yang tersisa hanya keluarga park. Nyonya park menatap jiyeon penuh kebencian.

“pergi kau! Anak pembawa sial!!” teriak nyonya park histeris, sontak membuat chanyeol dan jiyeon terkejut dengan perkataan eomma mereka

“eomma ini bukan kesalahan jiyeon , ini hanya kecelakaan !!”Ucap Chanyeol yang berusaha menenangkan eomma nya.

“ani, anak itu pembawa kutukan , ia mengatakan appa meninggal dan bukti nya benarkan!!! Anak pembawa kutukan, pembawa sial, AKU BENCI DIRI MU!!” teriak nyonya park , saat nyonya park akan menampar jiyeon dengan cepat chanyeol menghalangi nya sedangkan jiyeon hanya bisa menangis dan menangis

“eomma hentikan!!!”

“eomma jangan benci jiyeon!!! “ tangisan jiyeon mengeras

Flashback off

“EOMMA ANDWAE!!!!!”teriak ku dan itu membuat aku terbangun dari mimpi buruk

“aku memimpikan hal itu lagi, eomma jiyeon tak salah, jebal jangan benci jiyeon” lirih ku

TBC
Eottoekhae? Pertanyaan kalian sebagian udah kejawabkan di part ini?
Mimin harap ff part ini sudah membuat rasa penasaran kalian sedikit terjawab
Next part makin banyak lagi akan muncul pertanyaan baru
Jadi di tunggu ajh ya
Jangan lupa RCL nya ya readerdeul, gomawo
Gomawo juga untuk SIDERSnya

49 responses to “Is It a Curse? [Chap. 3]

  1. aigoo kasian bggt jiyi,, coba appa”y jiyeon dengerin perkataan jiyeon mungkin smpai sekarang appa’y jiyeon msh hidup,,, dan eomma’y jiyeon ga benci sma jiyeon kaya sekarang…

  2. Aigoo~ eommanya chanyeon bener-bener jahat..😥 kan jiyi cuma memperingatin appanya supaya nggak pergi.. Kenapa eomma nya malah nampar dia ??😦 kasihan jiyi..😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s