I Hate Seoul: Sequel (+Epilogue)

001

I Hate Seoul (서울이 싫어졌어): Sequel (+Epilogue)

by @dorkyharin | therandomkingdom

Cast

Kim Myungsoo & Park Jiyeon

Length

Drabble (+-500w include epilogue)

Rating

Teenager/General

Genre

Romance | Sad

Disclaimer

Inspired/based by 2000won’s I Hate Seoul Song and MV.

The cast(s) belong to god, the plot and poster idea&design belong to me. Poster resources credits to the owner.

***

Myungsoo hanya bisa menatap sepasang mata gadisnya sambil bertanya dalam hati, apa maksudnya dengan kata putus tadi?

Myungsoo tidak ingat gadis itu pernah mengungkit soal masalah dirinya yang kadang bersifat dingin atau masalah kesibukannya karena mengurus festival musim semi akhir-akhir ini sebelumnya. Dia bahkan tidak pernah mendengar gadis itu mengeluh hanya karena Myungsoo sering mengajaknya ke kafe yang katanya menjadi tempat favorit mereka berdua.

Kemudian, hari-hari tanpa keluhan atau semacamnya itu hari ini harus hancur karena ucapan gadis itu. Dia bilang kalau dia lelah dengan Myungsoo yang membosankan baginya. Meski begitu, Myungsoo tidak langsung percaya kata-katanya.

“Apa maksudmu dengan putus?”

Pertanyaan bodoh itu dilontarkan Myungsoo. Padahal, gadis di hadapannya itu sudah jelas-jelas mengatakan apa yang dia maksud dengan putus itu, ya putus. Maksud gadis itu adalah mengakhiri hubungannya dan Myungsoo, mengakhiri semuanya.

“Mengapa?”

Myungsoo bertanya lagi hanya dengan satu kata singkat. Dia meminta alasan dari perkataan gadis itu. Dia minta gadis itu berpikir lebih matang soal kata-katanya, karena Myungsoo sungguh tidak ada keinginan untuk melepaskannya.

“Aku sudah bilang, aku lelah.”

Tidak ada ekspresi puas dari Myungsoo setelah mendengar jawaban itu. Dia minta lebih. Jawaban yang jauh lebih jelas daripada sekadar ucapan lelah yang sudah terucap untuk yang kesekiankalinya dari bibir gadis itu.

“Bukankah lelah akan hilang setelah beristirahat? Dan istirahat itu tidak mungkin dilakukan selamanya, bukan?”

Gadis itu bungkam ketika Myungsoo berkata seperti itu sambil menatap kedua matanya dalam-dalam. Mungkin, dia sudah kehabisan kata-kata. Entah bagaimana tetapi Myungsoo jelas menunjukkan kalau dia sedang berusaha mempertahankan hubungan mereka sekuat tenaga.

Daedabhaebwa, Jiyeon-a.”

Myungsoo tidak berhasil membuka mulut gadisnya. Jiyeon tetap membungkam di hadapan calon mantan kekasihnya itu. Dia tidak mampu lagi memberi alasan lebih kepada Myungsoo, bagaimana juga caranya.

“Maafkan aku. Kamu pantas bertemu gadis yang jauh lebih baik dariku, Myung-a.”

Itu kalimat terakhir yang terdengar oleh Myungsoo dari bibir Jiyeon di hari itu.

.

.

.

Epilogue:

Figur bagian samping gadis itu tampak familiar. Rambutnya yang berwarna kecoklatan dan tubuhnya yang ideal. Penampilannya itu langsung menarik mata Myungsoo. Dan dia tahu siapa gadis dengan figur seperti itu, Park Jiyeon.

Gadis itu sedang tersenyum di hadapan seorang pemuda sambil menikmati ice cream cone bersama. Dan itu bahkan belum lewat setengah bulan sejak hari berakhirnya hubungan gadis itu dengan Myungsoo.

Melihat hal itu membuat Myungsoo otomatis berpikir kalau dia memang pantas bertemu seorang gadis yang jauh lebih baik daripada sesosok Park Jiyeon. Namun, dia tidak pernah tahu bagaimana kenyataannya.

Jiyeon sendiri sedang memasang senyum palsu di hadapan seorang pemuda yang bahkan baru dia kenal kurang dari seminggu. Dan ini semua terjadi hanya karena obsesi ibunya untuk menjodohkan Jiyeon dengan pemuda yang tidak lebih tampan daripada Myungsoo. Seorang pemuda anak teman baiknya yang punya masa depan lebih terjamin daripada seorang Kim Myungsoo.

Semua itu terjadi hanya karena keinginan ibu dari Jiyeon untuk memiliki menantu seorang dokter. Sepele, bukan? Orang-orang termasuk Jiyeon pada awalnya bahkan berpikir seorang Kim Myungsoo juga bisa melakukannya. Tetapi ketika Jiyeon mendengar Myungsoo ingin menjadi seorang arsitek, dia tidak ada niat untuk menghancurkan mimpi lelaki tersayangnya itu.

Jiyeon selalu berpikir, mungkin memang akan menjadi lebih baik apabila dirinya dan Myungsoo tidak bersama. Jika mereka tidak bersama, Myungsoo bisa menggapai mimpinya, bukan?

END

38 responses to “I Hate Seoul: Sequel (+Epilogue)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s