{Prolog} True Love

true love prolog

Joelle Park s t o r y present.

True Love

cast of true love
|| Chaptered AU! Romance, school-life, hurt/comfort For 13 ||

.

.

 –adapted  from manga ‘Heart Curtain’ by Nakajima Yuka.

.

Apa kamu tahu cinta itu apa?

Terkadang aku tidak bisa membedakan antara rasa kagun dan cinta. Semuanya terlihat sama di mataku. Namun bersamamu, aku kini mengerti apa arti dari cinta yang sesungguhnya.

.

Intro. Prolog

Situasi membahagiakan bagi Suzy beserta teman seperjuangannya sewaktu kepala sekolah yang memimpin upacara meresmikan mereka sebagai siswa baru di sana. Bahkan beberapa di antaranya sempat lepas kendali dan bersorak gembira. Sedangkan, siswa lainnya hanya dapat memendam rasa dengan mengulum senyuman haru. Begitu pun yang terjadi pada Suzy, gadis itu hanya tersenyum kecil sembari menghela nafas lega.

Setelah acara doa penutupan dilaksanakan, seluruh peserta pun mulai berhambur meninggalkan lapangan. Suzy melangkahkan kakinya tanpa arah, tentu saja karena ini adalah hari pertamanya. Dia masih belum terlalu hafal dengan denah sekolahan. Dan, tak lama kemudian, sebuah teriakan nyaring memanggil namanya.

“BAE SUZY!” Seorang lelaki berperawakan tinggi berlari cepat mendekati Suzy. Setelah merasa jarak di antara mereka cukup dekat, lelaki itu berhenti dan mengatur nafasnya yang tersenggal-senggal.

“Jongin Oppa, ada apa?” Tanya Suzy terheran-heran.

Lelaki bernama lengkap Kim Jongin itu pun tersenyum, lalu menggeleng pelan. “Tidak apa-apa, hanya ingin menyapamu saja hehehe.”

Huh, seharusnya kamu tidak berteriak seperti tadi, kupikir hal buruk telah terjadi,” Omel Suzy sembari melipat lengannya di dada. Ekspresi-pura-pura-kesal khas Suzy pun menghiasi mukanya. Membuat Jongin merasa gemas sekaligus geli.

“Tak perlu cemberut seperti itu, Suzie. Aku berteriak karena senang bisa satu sekolahan dengan kamu.”

Ugh, dan perkataan Jongin sontak membuat Suzy tersipu-sipu. Ia malu juga gembira saat mendengarnya.

“Mau pergi ke suatu tempat? Aku bisa menuntunmu, yah kautahu, ‘kan ini adalah hari pertamamu, jadi kurasa kamu masih belum mengenal denah sekolahan.”

Suzy tersenyum cerah, mata bulatnya berbinar terang, dan tak lama kemudian ia mengangguk penuh semangat. “Ya, ajak aku berkeliling, Oppa!”

“Bailah, aku akan memulai tour kita dengan pemandang taman belakang yang sangat indah, kamu mau, ‘kan?”

“Dengan senang hati, tentu saja aku mau!” Jawab Suzy tanpa keraguan seujung jari pun. Jongin melebarkan senyumannya, lalu mengaitkan jemari Suzy di sela-sela miliknya,

“Kalau begitu, ayo!”

.

.

Rerumputan hijau nan segar membentang luas di halaman belakang sekolah. Dengan hiasan semak berbunga yang berwarna-warni, menambah keindahan bak taman pelangi. Dan, jangan lupakan beberapa pohon yang tertanam kokoh di sana, namun ada satu pohon yang teramat istimewa. Begitu besar, rindang, dan nyaman guna berteduh di bawah daun-daun lebatnya.

Dan kini, kedua insan itu pun tengah terduduk bersampingan di sana. Berbincang ringan, terkadang juga mengeluarkan lelucon yang cukup mengundang gelak tawa. Mereka adalah Suzy dan Jongin. Sepasang anak manusia yang telah dua tahun menjalin ikatan bagaikan adik-kakak.

Ah…. Sungguh rasanya seperti mimpi bisa satu sekolahan dengamu, Jongin Oppa.”

“Benar, ‘kah?” Tanya Jongin dengan nada menggoda. Sedangkan Suzy hanya menatap penuh kemantapan sembari mengangguk cepat.

“Tentu saja! Dan semua ini berkat bantuanmu, Oppa.”

“Tidak. Aku pikir ini karena Suzy telah berusaha keras,” Ujar Jongin lembut. Sepasang manik itu memandang lekat wajah Suzy. Membuat gadis tersebut salah tingkah dibuatnya.

Suzy menggigit bibirnya gelisah. Tangannya terkepal erat dengan butiran keringat dingin yang membasahi telapaknya. Dan seiring helaan napas, Suzy meyakinkan hati.

Anu… Sebenarnya aku ingin menyatakan hal ini saat hari kelulusan, tapi-“

Perkataan Suzy terpotong tatkala Jongin menaikkan alis sembari berkata, “Ya?”

“-aku ingin menjadi kekasih, Oppa,” Lanjut Suzy dengan cepat. Matanya terpejam erat menahan malu; tak berani melihat ekspresi yang ditunjukkan Jongin saat mendengar pengakuannya.

Jongin menggaruk tengkuk dengan kikuk. Diiringi seulas senyum paksa, Jongin mengeluarkan sederet kalimat yang membuat jantung Suzy berdegup semakin cepat dan tak keruan, “Aku sudah tahu itu-” Jongin terdiam sejenak, sementara Suzy kini tengah berdoa dalam hatinya; berharap dewi keberuntungan akan berpihak padanya.

“-tapi maaf, aku sudah punya pacar.”

Suzy membeku. Matanya membulat sempurna dengan cairan bening yang menggenang di pelupuk. Bibirnya ia tutup rapat-rapat, sembari mengatur nafas yang memburu; menahan sakit di dada. Bagaikan ada sebilah pisau menyayat hati, Suzy merasakan perih yang teramat menyakitkan. Suzy menengahkan kepala, berusaha mencegah air mata keluar dan menimbulkan sungai kecil di pipinya, lalu menyunggingkan senyuman lemah.

“Begitu, ya? Maaf sudah berkata seperti ini. Aku malah membuat suasana menjadi canggung hahaha.”

“Suzy, aku merasa jika perasaanmu bukanlah tertuju padaku, tetapi untuk gambaran ideal yang kamu ciptakan sendiri. Bahkan ‘Jongin’ buatanmu itu terlalu melampaui diriku yang sesungguhnya. Aku pikir itu bukan cinta,” Jelas Jongin penuh kelembutan, takut jika ia salah berkata dan semakin membuat Suzy sakit hati.

Hening mengisi. Membiarkan angin berembus di antara keduanya. Suzy menarik napas panjang dan memamerkan senyum lebarnya.

“Ya, mungkin aku salah mendefinisikan semua perasaan ini. Ah….Bisa kita lupakan kejadian hari ini? Aku tidak ingin kita menjadi asing saat bertemu nanti.”

“Baiklah kalau maumu seperti itu. Dan, apa kamu perlu waktu untuk sendirian? Aku bisa pergi dar sini jika kaumau.”

Hm…Kurasa aku ingin menyendiri dulu. Tak apakan kalau kita hentikan kegiatan tour sejenak?”

Jongin tersenyum lembut, lalu mengusap pelan puncak kepala Suzy penuh sayang. “Iya, tidak masalah. Aku akan kembali ke kelas. Jika butuh bantuan, temui aku di ruang 2-1. Sampai jumpa dan maafkan aku.” Bersamaan dengan akhir ucapan, Jongin membalikkan badan dan berjalan menjauh. Meninggalkan gadis rapuh itu sendirian. Suzy tertawa secara putus-putus, sarat akan penghinaan atas kebodohannya. Tubuhnya terasa lemas, hingga punggungnya meminta untuk bersandar di batang pohon. Kedua tangannya juga meremas rumput tak berdosa guna melampiaskan segala kesedihannya. Dan wajah Suzy kini telah ia sembunyikan di balik lutut.

“Jongin oppa tidak menyukaiku. Seharusnya aku tahu hal itu! Kenapa aku bodoh sekali?” Suzy bergumam tidak jelas seiring air mata yang meluncur tanpa tahu malu. Dan hari ini, Suzy menghabiskan waktu pertamanya di sekolah menengah atas dengan tangisan patah hati.

.

.

Bel pulang sudah terdengar sejak duapuluh menit yang lalu. Tetapi, Suzy tetap bergeming dalam duduknya. Kelas terasa begitu sepi, sangat berbanding terbalik kala waktu sekolah masih berlangsung. Gadis itu mendengus sekali, dua kali, tiga kali, hingga dengusan ke-lima, Suzy berangsur dari bangkunya. Meraih tas dengan kasar, lalu melangkah cepat keluar ruang kelas bertanda 1-3.

Dua hari selepas pernyataan cinta Suzy, gadis tersebut belum bertemu kembali dengan sosok lelaki berkulit tan itu. Jika ia harus jujur, Suzy amatlah merindukan lelaki lembut yang selalu menghangatkan hatinya itu. Dan, kini Suzy tak kunjung menemukan Jongin di hadapannya.

Suzy melangkah pelan mendekati loker miliknya. Membuka pintu loker dengan kunci, lalu meraih sepasang sepatu khusus luar sekolah. Suzy baru akan mengganti alas kakinya, namun ia terdiam tatkala melihat sosok yang dirindukannya tengah berjalan bersama teman juga gadis berambut panjang di sisinya. Tanpa Suzy bertanya pun ia sudah tahu siapa gadis yang sedang berkaitan tangan dengan Jongin itu. Suzy menatap penuh pilu ke arah mereka -lebih tepatnya pada Jongin. Terus menilik sampai maniknya tak lagi menangkap sosok Jongin di sana.

“Aku belum pernah melihat oppa seperti itu. Apa aku ini tidak tahu apapun tentang Jongin oppa? Kalau perasaan ini bukan cinta, lalu apa?” Tanya Suzy pada dirinya sendiri dan ia sangat mengharapkan jawaban dari segala kebimbangannya.

.

.

|| To Be Continued ||

A.N: Oh my god! Akhirnya selesai juga prolog untuk True Love ini. Semoga gakecewa dengan awal ceritanya ya /senyumlebar/ Dan untuk bagian satu mungkin akan kukirim minggu depan atau setelah UN, kelamaan ya? Maaf /dilemparsepatu/ Di prolog aku sengaja gamasukin si Myungsoo, anak itu baru keluar pas part satu kekeke. Juga ini baru aku jelasin hal-apa-yang bikin si Suzy itu bersedih. Pokoknya ditunggu saja ya lanjutannya. Jangan lupa tinggalkan pesan dan kritik alias komentar hehehe. Sekian dan sampai jumpa /tebarpesona/

26 responses to “{Prolog} True Love

  1. kasihan suzy T,T thor apa bener kai engga suka sama suzy? semoga aja kai suka tp telat menyadrinya/? buat kai cemburu thor suzy deket sama org lain/?😄
    nexxt thor hwaitting😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s