MR. MARSHMALLOW – Part 15 [END]

mr marshmallow posterYYYY

~I C A Q U E A R T present~

MR. MARSHMALLOW

Hai semua, kalian pasti bingung deh kenapa muncul fanfiction Mr. Marshmallow disini yang tiba-tiba udah last part aja. Untuk  yang belum pernah mengunjungi blog pribadiku atau belum pernah baca fanfict2 disana, pasti bingung ngeliat munculnya postingan Mr. Marshmallow ini. Dari teaser, chap awal sampe chap 14-nya aku publish di http://icaqueart.wordpress.com/

Previous Teaser | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 |

**

“Apa tidak apa-apa untukmu selama menemaniku berlibur disini?” tanya Min Young malu-malu.

“Aku justru senang tahu bahwa liburan tahun ini aku bisa berlibur bersamamu disini,” jawab Taemin disertai senyum menawannya. “Paling tidak untuk pertama kalinya aku berlibur bersama dengan seorang yeoja.”

“P-pertama kali?” tanya Min Young tidak percaya.

Taemin mengangguk seraya menjawab, “Kau yang pertama.”

“Omo…” gumam Min Young seraya menutup kedua wajahnya.

Dari kejauhan Jin Joo berusaha untuk tidak memekik jijik.

“Jinjiha, ini pertama kalinya aku melihat Min Young bersikap seperti itu,” ucap Jin Joo lebih memilih menyingkir untuk tidak menatap acara kencan menjijikan ala Min Young.

Dan pada saat itu Jin Joo menangkap sosok seorang yeoja bersama gerombolannya masuk ke dalam resort lewat halaman belakang hendak menuju tempat Min Young dan Taemin berada saat ini.

“Jiyeon-ah!” Jin Joo langsung menarik tangan Jiyeon unuk memperlihatkan keempat PARADISE yang baru datang. “Kau bilang mereka tidak datang?”

Jiyeon yang sama terkejutnya dengan Jin Joo hanya bisa tergagap.

“A-aku…aku tidak t-tahu. Se-seharusnya mereka m-memang tidak d-datang,” ucap Jiyeon lirih.

“Min Young-ah, habislah dia,” gumam Jin Joo seraya menatap Min Young yang kini sedang tersenyum bahagia di depan namja pujaannya.

“Omo…” Suara Ji Won terdengar. Dia pun menghampiri kumpulan GLORY yang sedang bersembunyi. “Kenapa aku harus bertemu dengan kalian disini?” Ji Won mengibas rambut panjangnya, lengkap dengan gaya pongahnya.

“Apa tempat ini milikmu?” tanya Yoo Bi seraya merubah posisi tubuhnya lebih menghadap Ji Won agar sosok Min Young dan Taemin yang sedang duduk disana terhalang.

“Resort ini memang bukan milikku,” jawab Ji Won. “Resort ini milik bibiku, lebih tepatnya milik ibu Taemin.”

Jin Joo sudah tahu pasal itu, hanya saja sekarang dia butuh berpura-pura untuk sekadar berbasa-basi sampai akhirnya dia bisa membawa Ji Won bersama dengan kroninya pergi.

“Ah jinjiha?” Akting Jin Joo terlihat berlebihan di mata Jiyeon dan Yoo Bi. “Aku benar-benar tidak menyangka Lee Taemin sekaya itu.”

“Siapapun yang memiliki hubungan darah denganku memang  selalu berada di kalangan atas. Kau bisa lihat aku, Jin Joo-ah?” Ji Won kembali menyombongkan dirinya. “Untuk masalah pertemanan pun aku melakukan seleksi yang ketat. Dan tidak ada ceritanya aku mau merekrut hagsaeng semiskin Lee Yoo Bi, bahkan untuk menjadi leader dalam kelompokku.”

Yoo Bi berusaha menahan amarahnya dan semua ini demi Min Young. Sementara Jiyeon perlahan mundur dari arena perkelahian GLORY dan PARADISE untuk menghampiri Seungri, Cheondung dan Onew.

“Bisakah kalian bawa Min Young dan Taemin menjauh dari sini?” bisik Jiyeon. “Ada musuh bebuyutan kami disini. Aku takut PARADISE menghancurkan kencan spesial Min Young hari ini.”

“Bukankah kau sudah tidak takut dengan PARADISE?” tanya Seungri dengan dahi berkerut.

“Aku memang tidak takut dengan mereka, hanya saja….” Jiyeon menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “….ini beda urusannya. Ini soal Min Young. Taemin itu sepupu Ji Won. Aku tidak mau Ji Won mengeluarkan kata-kata pedas yang bisa membuat hancur perasaan Min Young.”

“Baiklah, kami akan membawa Min Young dan Taemin menjauh dari sini,” ucap Cheondung yang sudah bersiap menghampiri meja Min Young dan Taemin, diikuti Onew di belakangnya. Sementara Seungri?

“Kau tidak ikut mereka?” tanya Jiyeon pada Seungri yang masih diam di tempatnya berdiri.

“Aku mau lihat kau berkelahi,” jawab Seungri terdengar konyol di telinga Jiyeon.

“Kami tidak akan berkelahi di resort Taemin,” ucap Jiyeon.

“Kalau begitu aku ingin lihat bagaimana caramu melawan mereka,” ucap Seungri.

Tiba-tiba terdengar suara Ji Won memanggil Jiyeon. Dan bisa dilihat bahwa Ji Won terkejut melihat sosok Seungri diantara mereka saat ini.

“Jadi kau vokalis ROLLING yang sempat menghilang itu?” tanya Ji Won tanpa berkedip. Begitu juga dengan ketiga kroni PARADISE yang lain.

“Aku tidak menyangka dia setampan ini,” desah Hee Joo seraya menggigit ujung jarinya.

“Kalian benar-benar menjijikan,” desah Jiyeon seraya menggamit lengan Seungri untuk di dekapnya. “Jangan coba-coba main mata dengan kekasihku ini!”

“M-mwo?” Ji Won terkejut. “D-dia kekasihmu?”

“Tidak mungkin!” elak Choa cepat. “Bagaimana mungkin namja setampan dia mau memacari yeoja pecundang sepertimu.”

“Kalian lupa?” sela Jin Joo seraya mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajah keempat GLORY. “…sejak Jiyeon berhasil mematahkan hidung kalian untuk pertama kalinya? Dan kalian masih berani menyebut Jiyeon pecundang?”

Ji Won menggeram dalam diam. Wajahnya merah karena berhasil di permalukan di depan namja setampan Seungri.

“Pergilah dari sini sebelum aku menyuruh Jiyeon mencakarmu,” ucap Yoo Bi santai, sebelah tangannya menggelayut pada bahu Jin Joo.

“Kalian harus ingat,” geram Yoo Bi seraya mengacungkan jari telunjuknya. “GLORY dan PARADISE tidak akan pernah berdamai!” Kim Ji Won bersama yang lain pun akhirnya pergi meninggalkan mereka sambil mendengus kesal.

“Min Young selamat,” desah Jin Joo saat menatap meja Min Young dan Taemin sudah kosong. “Syukurlah….”

“Paling tidak tugas utama kita sudah terbaca selama disini…” timpal Yoo Bi. “…menjaga Min Young selama si gempal itu melakukan pendekatan dengan Taemin.”

**

Malam harinya…

“M-mwo?” Min young terkejut saat mendengar cerita ketiga GLORY. “J-jinjiha? P-PARADISE…d-disini?”

“Tenanglah,” ucap Yoo Bi yang tahu jenis kekhawatiran dan ketakutan yang sedang Min Young rasakan saat ini. “Kami akan berusaha menjauhkan PARADISE darimu dan Taemin.”

“Tidak semudah itu,” gumam Min Young ketakutan. “Ji Won itu seperti hantu yang bisa muncul dimana dan kapan saja. Dan aku tidak bisa terlihat konyol di depan Taemin lagi. Taemin benar-benar menyukai kencan kita. Dan Ji Won, aku takut dia merusaknya….”

“Tenanglah, Min Young-ah,” sahut Jin Joo membantu. Dia pun menghampiri Min Young untuk dipeluk. “Kami tidak akan membiarkan Ji Won merusak kencanmu dengan Taemin.”

“Perlukah kita beritahu Taemin pasal keberadaan Ji Won disini?” tanya Jiyeon mengusulkan.

“Andwae!” erang Min Young menolak. “Taemin itu sepupu Ji Won. Aku tidak bisa memperlihatkan ketidaksukaanku pada Ji Won sementara aku mendekati Taemin. Taemin bisa berpikir yang macam-macam soal diriku.”

“Geurae,” gumam Yoo Bi. “Lebih baik Taemin tidak tahu.”

**

“Kau liburan disini juga?” Taemin terbelalak melihat sang sepupu, Kim Ji Won, memasuki kamar penginapannya. “B-bagaimana kau tahu aku ada disini?”

“Pabboya,” desah Ji Won seraya mengambil tempat duduk di sebelah Taemin. “Apa gunanya kehadiran ibumu setiap hari dirumahku?”

“Lalu kenapa kau kesini?” tanya Taemin. “Bukankah kau berencana untuk liburan ke…”

“Itu sudah tidak penting,” sela Ji Won seraya memainkan kukunya yang baru dipoles. “Aku punya perasaan yang tidak enak sejak Min Young si gempal itu memiliki ketertarikan padamu.”

Mendengar kata Min Young, Taemin hanya bisa menelan ludah seraya membuang wajah.

“Kau tidak bertemu dengannya kan disini?” tanya Ji Won. “Siang tadi aku bertemu dengan GLORY, tetapi tidak ada Min Young disana.”

“A-aniyo,” jawab Taemin. “Aku bahkan tidak tahu mereka juga berlibur kesini.”

Tanpa ada rasa curiga, Ji Won bergumam, “Bagus kalau begitu.”

**

“Apa kau sedang merencanakan sesuatu?” tanya Cheondung saat dirinya melihat Onew sedang bergumam sendiri di atas ranjangnya. Wajah Onew terlihat sangat gelisah. “Tingkahmu selalu seperti ini jika kau sedang merencanakan sesuatu.”

Seungri yang sedang duduk di balkon dapat mencuri dengar pembicaraan mereka. Membicarakan soal tingkah aneh Onew, Seungri jadi teringat sewaktu temannya yang satu itu memiliki ide gila untuk menjodohkan Lee Youn Mi agar Jiyeon mendapatkan kesempatan kedua audisi Mr. Marshmallow.

“Aku sedang tidak merencanakan apa-apa,” jawab Onew seraya menutup wajahnya dengan bantal.

“Lalu kenapa kau bertingkah aneh seperti itu?” tanya Cheondung.

“Aku hanya sedang berpikir…” Onew mengambil posisi duduk dengan tangan bertopang di atas bantal. “Mungkinkah Yoo Bi akan mengingat hari ulang tahunku besok?”

Cheondung pun mengikik pelan seraya berkata, “Daebak. Hanya Yoo Bi yang mampu membuatmu menjadi seperti ini.”

“Kau tahu? Dia benar-benar berbeda dengan yeoja lain,” ucap Onew menggebu. “Disaat yeoja lain sibuk mengajak kekasih mereka untuk menghabiskan uang dengan berbelanja di mall, Yoo Bi justru lebih memilih untuk diajak pergi ke rumah nenekku di Busan.”

“Mwo? Jadi Yoo Bi sudah bertemu dengan keluargamu?” tanya Cheondung menggoda.

“Ne, kami sudah saling mengenal keluarga masing-masing,” jawab Onew tersipu malu. “Ternyata dialah yeoja yang selama ini kucari.”

“Butuh waktu bagimu untuk menyadarinya,” jawab Cheondung. “Aku tidak akan pernah mau mengenal yeoja jagoan itu. Dia mengerikan. Hidupku terasa lenyap 10 tahun hanya dengan melihatnya saja. Semua kata-kata itu sekarang kurasa tinggal kenangan saja. Lihat wajahmu itu. Terlihat bodoh. Dan semua itu karena Lee Yoo Bi.”

Sementara keduanya asik mengobrol tentang Lee Yoo Bi, Seungri mulai berpikir tentang Jiyeon. Si Santa gagal ini tidak pernah berpikir bahwa dirinya akan menjadi kekasih seorang Park Jiyeon. Suara ponselnya yang terdengar nyaring spontan mengagetkan Seungri.

“Wae?” tanya Seungri saat menjawab telepon dari Park Jiyeon.

“Bisakah kau keluar sekarang?” tanya Jiyeon setengah berteriak.

“Waeyo?” tanya Seungri lagi.

Kau tidak perlu banyak bertanya,” jawab Jiyeon. “Pokoknya kutunggu kau di tepi pantai di depan resort.

Sambungan pun terputus.

Jiyeon memasukkan ponselnya ke saku celananya sementara dirinya menyaksikan bagaimana sibuknya dua orang yang dia sewa untuk mengerjakan sesuatu yang nantinya akan menjadi kejutan untuk Seungri. Beberapa menit kemudian dari pintu utama resort keluarlah sosok Seungri. Jiyeon pun dengan segera menghampiri Seungri dan mengajaknya untuk berjalan ke tepi pantai di sebelah sana.

“Apa kau sedang merencanakan sesuatu?” tanya Seungri saat melihat senyum yang mengembang pada sudut bibir Jiyeon.

“Diamlah, sebentar lagi pertunjukkan akan dimulai,” ucap Jiyeon tidak sabaran.

Lima detik kemudian kejutan yang sengaja Jiyeon persiapkan sejak dirinya menginjakkan kaki di pulau Jeju ini akhirnya unjuk gigi. Kumpulan fireworks mengudara, berwarna warni dan terlihat sangat indah. Seungri yang tidak suka hal kekanakan macam ini pun tak diduga menyimpulkan senyumnya.

“Akhirnya kau tersenyum,” gumam Jiyeon yang berdiri di sebelah Seungri.

Seungri mengalihkan tatapannya kepada Jiyeon saat dirinya mendengar gumaman sang kekasih pasal dirinya.

“Kau menyukainya?” tanya Jiyeon seraya memalingkan wajah untuk membalas tatapan Seungri.

Tidak ada jawaban. Keduanya masih saling tatap dalam diam. Sampai akhirnya Seungri berinisiatif untuk mengulurkan tangannya, merengkuh pinggang Jiyeon agar yeoja ini lebih dekat dengannya. Dikecupnya bibir kecil Jiyeon, manis dan hangat. Tangan Jiyeon spontan mengepal dan tubuhnya mendadak kaku. Matanya terpejam dan perlahan mulai mengikuti permainan bibir Seungri.

“Gumawo,” ucap Seungri seraya menatap kedua mata Jiyeon.

Jiyeon tidak menyangka, kejutan klise yang dia siapkan untuk Seungri membuat dirinya mendapatkan kecupan hangat dan terlama yang pernah dia rasakan.

“Lain kali…” Seungri bersuara lagi. “…biarkan aku yang melakukannya untukmu.”

Perlahan tetapi pasti Jiyeon mengangguk.

Sementara itu di dalam resort…

“Fireworksnya indah sekali,” gumam Onew seraya berdiri pada pagar besi balkon.

“Geurae, indah sekali…” timpal Cheondung di sebelah Onew.

“Lain kali aku akan memberikan pemandangan indah ini untuk Yoo Bi,” ucap Onew bertekad.

“Mungkinkah Taemin mau mempersiapkan kejutan seperti ini untukku suatu saat nanti?” gumam Min Young di dalam balkon kamarnya bersama dengan Yoo Bi dan Jin Joo.

“Mungkin saja jika kalian berdua sudah resmi menjadi sepasang kekasih,” jawab Yoo Bi.

“Lalu bagaimana menurutmu?” tanya Jin Joo pada Yoo Bi. “Hadiah apa yang akan kau berikan untuk Onew-Oppa?”

“Mwo?” tanya Yoo Bi mengerjap bingung. “Hadiah?”

“Kau lupa? Atau memang tidak tahu?” tanya Jin Joo. “Yaa, besok Onew-Oppa ulang tahun!”

“J-jinjiha?” tanya Yoo Bi yang benar tidak tahu apa-apa soal ulang tahun Onew. “E-Eottokhae? Aku benar-benar tidak tahu. Dan besok? A-aku harus berikan dia apa?”

“Kau beli saja souvenir khas Jeju besok pagi, atau malam ini…” usul Min Young menimpali.

“Yaa Yaa, bukan begitu caranya memperlakukan kekasih,” ucap Jin Joo seraya menjitak kepala Min Young. “Dengar aku, Yoo Bi-ah. Kau tidak perlu memberikan benda apa-apa untuk Onew-Oppa. Aku yakin Onew-Oppa akan merasa senang sekali walaupun kau hanya memberikan dia…” Jin Joo mendekatkan bibirnya ke telinga Yoo Bi untuk melanjutkan kata-katanya. “…ciuman.”

Spontan Yoo Bi menjauh dan berkata, “M-micheosseo?”

“Jangan munafik!” ucap Jin Joo mencibir. “Aku tahu kau juga mengharapkan ciuman darinya…”

“Yaa!” Yoo Bi pun menarik Jin Joo kearahnya sebelum memitingnya. “Lalu bagaimana dengan kau sendiri? Aku juga tahu kau mengharapkan kecupan dari Cheondung…”

Yoo Bi terdiam seketika, begitupun dengan Jin Joo dan Min Young, saat mata mereka menatap kehadiran Cheondung di dalam kamar mereka.

“M-mianhae,” ucap Cheondung kikuk. “S-seharusnya aku tidak main m-masuk ke dalam sini…” Cheondung pun melesat keluar.

“Pabbo!” teriak Jin Joo  seraya membalas memiting Yoo Bi. “Aku malu! Aku malu! Aku maluuuuu!!!!”

**

“Jiyeon-ah…” Seungri mengambil tangan Jiyeon untuk digenggam erat olehnya. “Mianhae…”

“Untuk apa?” tanya Jiyeon tidak mengerti dengan permintaan maaf Seungri.

“Aku…” Seungri terlihat ragu.

“Mwoya? Jangan buat aku penasaran begini!” ucap Jiyeon setengah merengek.

“Aku…tidak sengaja membaca buku diarymu,” ucap Seungri akhirnya, membuat Jiyeon malu seketika. “Aku senang sekaligus sedih. Jika pada akhirnya kau bersikap baik padaku dan mau mulai menerimaku, apa semua itu kau lakukan karena janjimu pada Changsub-Oppa? Apa kau benar-benar tidak berinisiatif untuk mulai memperhatikanku?”

Jiyeon tidak bisa tidak menyembunyikan wajahnya yang sudah sangat memerah.

Seungri pun terkekeh seraya berkata, “Aku bahkan mampu mengingat kata-kata dalam buku diarymu dengan baik.”

“L-lupakan saja semua yang kau baca dalam buku diaryku,” jawab Jiyeon dengan suara pelan.

“Aniyo,” ucap Seungri. “Aku tidak bisa melupakan isi hatimu itu. Aku tahu aku si Santa gadungan. Sejak kecil pun sudah terbaca bahwa aku selalu gagal untuk membahagiakan seseorang. Aku terlalu dingin dan kaku untuk seorang periang sepertimu. Aku sadar semua kekurangan itu. Walaupun aku pernah berkata padamu bahwa aku mampu membahagiakanmu dengan caraku sendiri, tetapi rasanya masih ada yang kurang. Aku bahkan sering berpikir, apa mungkin aku mampu membuatmu bertahan bersama denganku…”

Jiyeon menunduk dalam diam.

“Tetapi kini aku sadar, setelah membaca diarymu…” sambung Seungri. “…aku sadar bahwa semua bentuk perhatianmu dari dulu padaku itu tanda bahwa kau benar-benar menghargai keberadaanku disekelilingmu. Dan aku percaya kau sudah benar-benar melupakan perasaanmu pada Changsub. Gumawo…karena sudah menuliskan banyak tentang perasaanmu di dalam diarymu.”

Jiyeon belum berani bicara, kepalanya pun masih menunduk, malu menatap Seungri.

“Bicara soal Changsub…” ucap Seungri melanjutkan. “Tidak pernah terbesit sedikitpun di dalam pikiranku, bahwa kebersamaan kita selama ini lantaran usahaku untuk memenuhi janjiku pada Changsub. Aku melakukan semuanya karena inisiatifku sendiri. Dan setelah semuanya berjalan, kini aku tahu, memiliki seorang kekasih yang suatu saat bisa menemani kita, yang bisa memberikan kebahagiaan kecil atau besar, yang bisa dicium kapan saja…rasanya benar-benar mengasikkan.”

Kepala Jiyeon semakin tertunduk dalam.

“Saranghae….Park Jiyeon.” Ucapan Seungri kali ini berhasil membuat Jiyeon mendongak dan menatap padanya. Jiyeon terkejut dengan pengakuan cinta Seungri pada dirinya. Ini terjadi sekali selama dia mengenal Seungri. Dan rasanya…

“Aku bahagia, sangat bahagia, mendengarmu berbicara seperti itu,” ucap Jiyeon seraya tersenyum. “Nado saranghae, Santa Gadunganku…”

**

Onew menendang kerikil sambil mengutuk kesal.

“Bagaimana bisa dia tidak mengingat ulang tahunku?” desah Onew. “Aku kekasihmu, Yoo Bi-ah. Berikanlah sedikit perhatianmu padaku.”

“Sedang apa kau disini?” Sebuah suara terdengar, membuat Onew terlonjak kaget karena baru menyadari sosok Yoo Bi yang sedaritadi berada di belakangnya, bersender pada pohon.

“Menurutmu sedang apa aku disini?” tanya Onew balik. “Sudahlah, Yoo Bi-ah. Aku tahu kau hanya menganggapku tidak lebih dari seseorang yang pernah anti padamu dulu. Dan aku sadar begitu sulit buatku untuk mencoba menjadi sesuatu yang berharga untukmu. Aku sadar, Yoo Bi-ah. Aku sa….” Onew terdiam. Matanya terbelalak. Dan wajahnya seratus persen terlihat bodoh.

“Itu hadiah dariku,” ucap Yoo Bi setelah melepaskan bibirnya dari bibir Onew. “Memang bukan hadiah yang spesial. Tetapi…”

“Aniyo…” sela Onew tanpa ekspresi. Syaraf-syaraf dalam tubuhnya butuh waktu lama untuk mengendur setelah menerima ciuman kejutan dari Yoo Bi. “I-ni…hadiah yang paling s-special yang pernah kudapat selama hidupku.”

“Pabbo,” desah Yoo Bi seraya membuang wajahnya hanya untuk menutupi senyumnya dari Onew.

“Hanbeon man (sekali lagi),” ucap Onew tiba-tiba, membuat Yoo Bi mau tak mau mundur menjauh.

“M-mwo?” tanya Yoo Bi. “Micheosseo?”

“Hanbeon man, Yoo Bi-ah,” pinta Onew kini disertai rengekan.

“Pabbo!” desah Yoo Bi seraya beranjak pergi meninggalkan Onew yang masih merengek di belakangnya.

“Hanbeon man, jebaaaal!!!” teriak Onew keras-keras.

**

Jiyeon membuka lembaran baru pada buku diarynya siang itu. Desiran hangat pantai Jeju yang bercampur dengan udara dingin membuat Jiyeon merasa nyaman. Jiyeon pun mulai menggoreskan tinta pada lembaran putih diarynya

“Terima kasih Tuhan…kini semuanya terlihat jelas dan berakhir bahagia. Kau memang baik. Aku Park Jiyeon, si perusuh panggung Lee Youn Mi yang tidak bisa berakting, yang hobinya menghancurkan pertunjukan demi pertunjukan…”

“Neo!” Choi Na Mi, si Putri Salju, menuding wajah Jiyeon sambil melotot. “Bisakah kau diam saja selama menjadi pohon? Pohon tidak perlu bergerak atau bicara kan? Kau sudah merusak pertunjukkan kami!”

Jiyeon menggeleng. “Jeosonghamnida, Seonsaeng-nim. Tadi itu, bokongku sangat gatal dan…”

Youn Mi mengurut keningnya seraya bertanya, “Bisakah kau menahannya selama pertunjukkan berlangsung?”

Dengan ragu-ragu Jiyeon menggeleng seraya menjawab, “Sepertinya kostum itu menyimpan ribuan kutu yang siap menyerang tubuhku.”

Youn Mi memegang kedua bahu Jiyeon. “Tadi itu benar-benar kejadian yang lucu. Para penonton sepertinya terhibur dengan aksi konyolmu. Gumawoyo, Jiyeon-ah,” ucap Youn Mi sebelum meninggalkannya sendirian di ruang kostum.

“…aku yang merasa tidak yakin dengan kemampuan aktingku sendiri. Jika bukan karena Jin Joo, Yoo Bi dan Min Young yang selalu mensupportku, aku pasti tidak akan pernah bisa menunjukkan kepada seisi sekolah, kepada Lee Youn Mi dan terutama kepada PARADISE kalau ternyata aku mampu dan pantas berdiri di atas panggung dan menjadi lakon utama. Perjuangan Onew-Oppa pun tidak akan pernah aku lupakan. Idenya memang konyol dan sangat gila, tetapi dia berhasil…”

Dengan satu hembusan nafas, Onew berkata, “Beri kesempatan untuk Park Jiyeon mengikuti audisi keduamu.”

Youn Mi memicingkan kedua matanya lalu bertanya, “Apa kau sudah merencanakan semua ini?”

“Maksudmu?”

“Jangan pura-pura bodoh. Kau melakukan semua ini untuk Jiyeon!” Tuduhan Youn Mi menohok hati Onew. “Aku sudah bilang kepada anak itu bahwa dia tidak punya kesempatan untuk mengikuti audisi kedua. Jadi anak itu telah bercerita banyak padamu? Dan meminta bantuanmu untuk membuat semua rencana ini agar akhirnya aku dapat memberikan sebuah kesempatan pada Jiyeon? Kau dan Jiyeon sama liciknya.”

“Aku tidak selicik yang kaupikir. Dan Jiyeon sama sekali tidak tahu masalah ini,” ucap Onew mencoba memberi penjelasan. “Aku benar-benar tidak sengaja sewaktu melihatmu sedang berkencan di mall itu. Jadi bagaimana mungkin aku merencanakan semuanya?”

“Kau menawari bantuan kepadaku, agar setelah itu kau bisa meminta imbalan berupa…”

“Jadi kau benar-benar tidak bisa melakukannya?” sela Onew tidak sabaran. Youn Mi terdiam. “Aku melakukan ini semua memang demi Jiyeon. Aku tidak bisa melihat yeoja imut itu terus berduka atas kegagalannya.”

“Kau tahu? Ini adalah audisi kedua dan yang terakhir. Pastikan dia bisa melakukannya dengan baik. Jika dia bisa mendapatkan peran utama itu, aku berjanji akulah orang pertama yang akan mencalonkan dirinya untuk mengikuti drama akhir tahun bulan Desember nanti.” Usai mengucapkannya, Youn Mi berbalik dan meninggalkan Onew.

“Tentu saja. Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Tidak akan mengecewakanmu. Kamsahamnida, Seonsaeng-nim.” Jiyeon menutup flip ponselnya. Dia menoleh ke arah tiga sobatnya, yang sedang menatapnya bingung. Dia menghampiri Jin Joo lebih dulu, tangannya menodong seraya berkata, “Mana kumis palsuku?”

“Buat apa?” tanya Jin Joo bingung seraya mengeluarkan kumis palsu tadi dari kantungnya. “Wae irae? Bukankah kau sudah tidak membutuhkannya?”

“Youn Mi-ssi memberikanku kesempatan untuk mengikuti audisi keduanya!” ucap Jiyeon riang.

“Mworago?” Jin Joo segera bangkit dan langsung mengguncang-guncang tubuh Jiyeon. “Ini bukan lelucon, kan?”

“Kaupikir aku sedang ingin membuat lelucon disiang bolong seperti ini?” tanya Jiyeon balik.

“DAEBAK!!!!” pekik Jin Joo seraya memeluk tubuh Jiyeon, mengguncang-guncangnya, lalu memeluknya lagi dengan sangat erat. Min Young dan Yoo Bi segera ikut serta, memeluk keduanya dengan riang gembira.

“Mereka…GLORY, sahabat terbaikku untuk selamanya. Park Jin Joo, dia begitu antusias membantuku hanya demi satu tujuan, dia sudah bosan melihatku diolok-olok dan ditindas oleh Ji Won dan PARADISE lainnya. Dia yang selalu berselisih pendapat dengan Min Young, dia yang bisa terlihat bodoh hanya karena melihat Cheondung dengan yeoja lain. Geurae, dia menyukai kakak tiriku, Park Cheondung…”

“Yaa!” Jin Joo menepuk tangannya di depan wajah Jiyeon. “Apa kau mau Ji Won dan kroninya terus merendahkanmu?”

“Tentu saja ti…”

“Kalau begitu kau harus ikut!”

“Mana mung…”

“Mungkin saja!”

“Aku selalu tidak percaya dir…”

“Aku akan melatihmu!”

“Tidak semudah it…”

“Semua akan jadi mudah kalau kau mau mencobanya!”

Dengan senyum getir, Jin Joo berkata, “Awalnya liburanku sangat menyenangkan…” Bahunya agak merosot sebelum dia melanjutkan kata-katanya. “Sampai akhirnya aku bertemu dengan Cheondung-Oppa. Dia sedang bergandengan dengan seorang yeoja.”

“MWO?” Min Young mengangkat sebelah bokongnya, agar tubuhnya lebih maju ke arah Jin Joo.

“Apa Cheondung-Oppa sedang berkencan dengan seorang yeoja?” tanya Jin Joo pada Jiyeon.

Kali ini keseluruhan bokong Min Young benar-bener terangkat. Dengan ekspresi berlebihan, Min Young membantah, “Andwae!”

Jiyeon menaikkan kedua bahunya lalu menjawab, “Aku tidak pernah tahu kehidupan cinta dia.”

Jin Joo mengepalkan tangannya. “Aku jadi penasaran dengan yeoja kecil itu…”

“MWORAGO?” Suara Min Young mengeras satu tingkat. “Cheondung-Oppa mengencani anak kecil?”

“Apa dia phedophil?” gumam Jin Joo dengan wajah berpikir.

“Cheondung-Oppa phedophil? Omong kosong!” bantah Min Young keras. ”Bagaimana bisa dia menyukai anak kecil dibandingkan yeoja dewasa sepertiku. Apa kurangku? Aku cantik, putih, lumayan pintar …”

“Kau lupa kau memiliki satu kelemahan yang sampai saat ini sulit kau hilangkan? Kau bulat, Min Young-ah,” celetuk Jin Joo.

“Ige mwoya?” tanya Cheondung setelah berhasil meredakan tawanya. “A-apa kau juga menyukaiku?”

Tubuh Jin Joo membeku seketika.

“Aigooo….jadi kau benar-benar menyukaiku?” tanya Cheondung. “Setelah Onew dan Yoo Bi, Jiyeon dan Changsub, sekarang kau? Dan aku?”

Merasa batas kesabarannya semakin menipis, akhirnya Jin Joo berani meluapkan semuanya saat ini juga. “Kau anggap seperti apa perhatianku selama ini padamu, Oppa? Bahkan aku nyaris menggulingkan Min Young ke jurang karena kami selalu memperebutkanmu.”

“Kupikir kau hanya…”

“Mwo?” tanya Jin Joo. “Sebatas penggemar, maksudmu? Oppa, aku tidak sama seperti yeoja-yeoja di luar sana yang hanya melihatmu dari tampilan fisik saja. Geurae, kau bisa bilang aku setengah gila karena berani mengatakan hal ini padamu. Tetapi kau pasti mengerti saat dimana manusia mengalami fase bosan dan….”

“Jadi kau sudah bosan menyukaiku?” sela Cheondung membuat Jin Joo kebingungan.

“A-aniyo, Oppa. Bukan begitu maksudku….” ucap Jin Joo mencoba meralat. “Aigooo, bagaimana menjelaskannya…. A-aku tidak mungkin merasa bosan menyukaimu. Aku merasa bosan karena sampai detik ini aku tidak memiliki kesempatan untuk dekat denganmu.”

Cheondung hanya diam tanpa merespon ucapan Jin Joo.

“Katakan sesuatu, Oppa,” ucap Jin Joo sangat gugup dan takut. “Jangan diam saja.”

Tiba-tiba seulas senyum muncul di bibir Cheondung.

“Gumawo, Jin Joo-ah,” ucap Cheondung. “Gumawo karena telah menyukaiku dengan tulus.”

“Oppa, kalau kau tidak bisa menerima cinta Jin Joo seharusnya kau katakan dari dulu,” ucap Jiyeon dengan nada memarahi. “Kau tahukan sudah lama sekali Jin Joo menyukaimu. Biarpun kau Oppa-ku, aku tidak bisa menerima jika kau menyakiti sahabatku. Kau benar-benar….”

“Jiyeon-ah,” ucap Jin Joo menginterupsi seraya menyentuh pundak Jiyeon. “Cheondung tidak menolakku.”

“M-mwo?” tanya Jiyeon tidak mengerti.

“Dia justru menerimaku,” sambung Jin Joo sambil menampakkan senyum lebarnya.

“M-mwo?” Jiyeon semakin tidak mengerti.

“Seharusnya kau tidak perlu mencampuri urusan Cheondung,” timpal Seungri seraya menatapku dengan tatapan kau-memang-tukang-ikut-campur.

“J-jadi kau tidak menyakiti Jin Joo?” tanya Jiyeon pada Cheondung yang kini mengangguk. “Justru kau menerimanya sebagai kekasihmu?” Cheondung kembali mengangguk. “Yaa!” teriak Jiyeon tiba-tiba pada Jin Joo, lengkap dengan jitakan yang biasa Jin Joo dapatkan. “Siapapun pasti akan mengira Cheondung menyakitimu jika kau menangis tersedu-sedu seperti ini!”

“Aku terlalu bahagia,” jawab Jin Joo sambil pasang wajah innocent.

“…ada Lee Yoo Bi, dia sang leader GLORY yang tidak pernah tergantikan sampai kapanpun. Tidak ada dia, tidak ada GLORY, itu yang selalu kami ikrarkan. Dia yang jago menendang, membuatnya jadi terlihat mengerikan di mata Onew-Oppa. Hubungannya dengan Onew-Oppa sangat lucu. Satu lagi, Lee Yoo Bi adalah pelindungku.”

“Lawan aku!” ucap Jiyeon, berusaha memberanikan diri walaupun tidak berhasil karena Choa sudah lebih dulu memberikan pukulan ringan ke rahang Jiyeon. Ternyata pukulan ringan Choa dianggap sebagai pukulan beruang Grizzly. Jiyeon mengerang sambil memegangi bibirnya yang berdarah.

Ji Won sudah tidak berdaya di tanah. Yoo Bi yang melihat Jin Joo dan Jiyeon sudah kalah, dengan beringas menyerang Choa. Memelintir tangannya sebelum menendang perutnya. Choa pun berhasil dikalahkan.

“Kemana Min Joo?” tanya Yoo Bi pada Jiyeon, yang mulai menitikkan air mata.

“Aku menyuruhnya pergi,” ucap Jiyeon yang tiba-tiba saja menunjuk-nunjuk ke arah Min Young, yang sedang dihabisi oleh Yun Hwa.

Dengan sekali tendang, Yoo Bi mampu menjatuhkan tubuh gempal Yun Hwa. Min Young meronta-ronta sambil memekik, ”Saekki! Dia tahu kelemahanku! Dasar gendut!” Bulu mata palsunya menggantung di sudut matanya.

“Kau juga gendut, Min Young-ah,” timpal Yoo Bi seraya membantu Min Young berdiri.

Sepertinya Yoo Bi sudah tidak bisa menahan tangisnya, terlebih lagi saat mendengar penolakan dari teman-temannya. Jelas teman-temannya menahan niatnya untuk pergi karena Yoo Bi adalah sosok sahabat yang tidak bisa tergantikan.

“Jujur saja…” isak Yoo Bi. “Aku tidak pernah menginginkan adanya perpisahan diantara kita. Tetapi jika memang ini yang terbaik yang harus aku lakukan…”

“Tidak akan ada GLORY lagi jika kau benar-benar pergi meninggalkan kami,” ucap Jiyeon mendapatkan anggukan dari Min young dan Jin Joo.

“Kau pemimpin terbaik yang kami punya, Yoo Bi-ah.” Kini Min Young ikut meneteskan air mata.

“Mianhae,” isak Yoo Bi seraya memeluk ketiga sobatnya sekaligus. “Mianhae…atas kebodohanku ini.”

Sesuai janji, Onew membantu Jiyeon mengangkut barang-barangnya sampai ke asrama. Setibanya di sekolah, mereka bertemu dengan Lee Yoo Bi di depan pagar sekolah. Onew berjengit ketika melihat yeoja jagoan yang dikenalnya menghampirinya dengan sangat gagah.

“S-sepertinya akan ada orang lain yang membantumu membawakan barang-barang ini,” ucap Onew gugup.

Jiyeon menangkap ekspresi takut pada wajah Onew. Dia berusaha menahan tawanya sambil berkata, “Gumawoyo.”

“Jangan sungkan-sungkan…” ucap Onew. Yoo Bi pun semakin dekat ke arah mereka. “A-aku harus benar-benar pergi,” Dan mobil Onew pun melesat pergi.

Yoo Bi mengernyitkan dahinya seraya bertanya, “Wae irae?”

Jiyeon tersenyum geli. “Sepertinya dia takut denganmu.”

“Mwo? Memangnya kenapa denganku? Apa wajahku seperti monster?” tanya Yoo Bi sambil membantu menggeret koper-koper Jiyeon ke dalam.

Yoo Bi menghembuskan nafas pelan sebelum mengeluarkan sebaris kalimat yang mungkin saja bisa membuat shyok ketiga sobatnya.

“Onew menciumku.”

Lagi-lagi benar dugaan Yoo Bi. Ketiga sobatnya hanya diam dengan wajah datar.

“Coba ulangi,” pinta Min Young.

“Si pabbo…dia menciumku,” ulang Yoo Bi dengan wajah merah.

“Micheosseo?” tanya Jin Joo. “Apa kau sedang membuat lelucon?”

Yoo Bi mendesah seraya menjawab, “Aniyo. Aku tidak sedang bersemangat membuat lelucon. Onew telah menciumku, kemarin malam tepatnya.”

“JINJIHA?!” seru ketiga sobatnya dengan ekspresi terkejut.

Suasana pun hening beberapa detik, sampai akhirnya Yoo Bi berkata, “Gumawo. Aku tidak bisa membalas kebaikanmu malam ini. Dan malam kemarin…”

Spontan wajah Onew memerah dan memanas.

“A-aniyo…b-bukan apa-apa,” jawab Onew berusaha menormalkan suaranya yang terbata-bata. “K-kau….cukup jadi yeoja manis saja.”

“Mwo?” tanya Yoo Bi yang agak terganggu dengan ucapan terakhir Onew. “Y-yeoja manis?”

“Ne,” jawab Onew seraya tersenyum. “B-bisakah kau tidak m-mengeluarkan kemampuan beladirimu lagi? … Um … maksudku … menendang …”

“Aku tidak pernah menendangmu,” sela Yoo Bi mencoba mengklarifikasi ucapan Onew. “Andai aku membencimu, aku tidak akan pernah menendangmu….atau menyakitimu.”

Onew pun menoleh untuk menatap wajah Yoo Bi. “Jinjiha?”

“Omona…jadi karena itu….karena kau takut ditendang olehku, kau jadi bersikap konyol seperti ini?” tanya Yoo Bi terperangah.

“T-tatapanmu…seperti ingin membunuhku,” ucap Onew dengan wajah bodohnya.

“…dan Min Youngie, Kim Min Young…dia gendut dan lucu. Dia yang membuat segalanya indah di dalam GLORY. Bersama dengan Yoo Bi dan Jin Joo, dia selalu membantuku dan memperjuangkan nama GLORY. Dia yang dulu sempat menyukai Cheondung, lalu mengalah demi Jin Joo. Dan kini dia menaruh hati pada Lee Taemin…”

“Apa kau benar-benar anak dari Jung Yeon Kyeong?” tanya Min Young sambil melemparkan pandangan takjub kepada yeoja kecil itu.

Min Joo mengangguk agak ragu. Sepertinya dia malu mengetahui berita miring tentang ibunya sudah beredar di sekolah ini.

“Kau benar-benar cantik seperti ibumu,” ucap Yoo Bi sambil tersenyum.

“Apa skandal Jung Yeon Kyeong dengan namja berumur dua puluh tahun itu benar adanya?” tanya Min Young sekali lagi. Spontan Yoo Bi menginjak kakinya yang gemuk. “Wae irae? Aku hanya bertanya, bukan bermaksud menghina seperti Ji Won.”

“Jangan dengarkan ucapan si gendut ini.” Yoo Bi menarik tangan Min Joo untuk bergabung di mejanya. “Apa tadi kau memesan cheese burger? Min Young-ah, pesankan satu cheese burger untuk Min Joo.”

“Araseo, Gongju-nim,” jawab Min Young sambil membungkuk layaknya pelayan istana.

“Gwaenchanayo,” timpal Jin Joo. “Dia harus banyak bergerak. Lagipula, dia kembali tidak hanya dengan cheese burger-mu. Lihat saja nanti.”

Benar saja. Tidak lama kemudian, Min Young membawa senampan penuh makanan kesukaannya. Dia hanya memberikan sebuah cheese burger ukuran medium kepada Min Joo dan sisanya dia letakkan di depan tubuhnya yang gempal.

“Pwa?” Jin Joo menunjuk makanan Min Young. “Biasanya dia lebih parah dari ini,” sambungnya.

Hee Joo tanpa anggota PARADISE yang lain, menghampiri GLORY yang sedang berkumpul di bawah pohon rindang.

“Apa kabar dengan bola baseball Kyung Jun-ssi ?” cemooh Hee Joo dengan senyum mengejek.

“Wae? Apa kau mau menelannya bulat-bulat?” tanya Min Young garang.

“Semoga guru seni peran itu diberi kesempatan untuk hidup lebih lama lagi…”

“Dan aku berdoa semoga umurmu lebih pendek daripada umur kita semua,” timpal Yoo Bi santai.

Setelah berhasil keluar dari kerumunan lagi, Min Young dengan wajah sumringah menghampiri Ji Won.

“Bagaimana?” tanya Ji Won. “Aku berhasil mendapatkan peran itu kan?”

“Kalau peran yang kaumaksud adalah sebagai pelayan Mr. Marshmallow, kau berhasil mendapatkannya, Ji Won-ah. Chukhae!” Min Young mengikik keras, walaupun tidak cukup mempengaruhi perasaan duka Jiyeon.

Ji Won menggeram. “Lalu apa yang bisa dilakukan oleh temanmu ini?” Ji Won menunjuk Jiyeon.

“Kupikir, Jiyeon lebih memilih untuk pura-pura pingsan daripada merelakan dirinya mendapat peran sebagai seorang pelayan,” jawab Min Young pedas.

“Kau hanya sedang mencoba membesarkan hatinya, gendut jelek,” ucap Ji Won menahan emosi.

Min Young berhasil menahan emosinya untuk tidak menjambak Ji Won, saat Lee Youn Mi tiba-tiba hadir di tengah-tengah mereka.

Min Young dengan wajah paling bodoh yang pernah Jin Joo lihat, kini sedang asik menatap Lee Taemin yang sedang duduk diantara PARADISE.

“Yaa!” Jin Joo berteriak tepat di depan wajah Min Young. “Micheosseo? Ada apa denganmu? Kau tidak dengar Ji Won menghina Yoo Bi? Biasanya kau membantuku.”

“Um…” Suara Min Young terdengar berbeda. Dengan gemulainya dia menyisipkan rambutnya ke belakang telinganya. “Sudahlah, Jin Joo-ah. Berkelahi tidak ada gunanya.”

Bukan hanya Jin Joo yang terperangah di tempat itu, Jiyeon berserta keempat PARADISE pun memandang Min Young dengan tatapan aneh.

“Kau sakit, heh?” tanya Ji Won seraya memegang kening Min Young. “Sejak kapan kau bertingkah seperti ini?”

“Sejak aku menyadari keberadaannya,” jawab Min Young seraya mengerjap malu ke arah Taemin. Ji Won yang mengikuti arah pandangan Min Young pun akhirnya tergelak.

“Min Young-ah, kemarilah. Kuberi kau satu kesempatan untuk memegang tangan sepupuku ini,” ucap Ji Won seraya menarik tangan Min Young.

Min Young terdiam, begitupun Taemin. Keduanya seakan tidak berniat memulai perkenalan.

“Ada apa dengan kalian?” tanya Ji Won seraya melihat keduanya. “Taemin-ah, di depanmu saat ini ada seorang yeoja yang sepertinya berpikir bahwa kau cukup tampan untuk dikencani.”

Mendengar ucapan Ji Won, wajah Min Young pun mendadak memerah.

“Tetapi aku tidak berharap kau benar-benar meladeni yeoja gendut ini, Taemin-ah,” sambung Ji Won disertai kikikan dari ketiga kroni Ji Won.

Wajah merah Min Young mendadak berubah menjadi keunguan. Min Young dengan tangan terkepal mencoba keluar melewati pintu kantin menuju kelas. PARADISE pun terbahak-bahak. Jin Joo ditempatnya hanya bisa mendesah, “Min Young, kau bodoh sekali.”

Jiyeon mendesah seraya menutup buku diarynya.

“Kuharap Taemin bisa menerima Min Young apa adanya,” gumam Jiyeon yang merasa khawatir dengan hubungan Min Young dan Taemin. “Baru kali ini aku lihat Min Young serius menyukai seorang namja. Jika Taemin menyakitinya…kasihan Min Young…”

Tiba-tiba terdengar suara gaduh dari ujung sana. Min Young, Yoo Bi dan Jin Joo berlari ke arahnya seraya berteriak memanggil namanya.

“Mr. Marshmalloooow!” teriak Min Young sambil berurai air mata.

“W-waeyo?” tanya Jiyeon panik saat melihat Min Young menangis.

Min Young tak kunjung bicara karena berusaha mengontrol sesenggukannya.

“Waeyo, Min Young-ah?” tanya Jiyeon sekali lagi. “Apa Ji Won melihatmu? Apa dia mengejekmu lagi di depan Taemin?”

“Pabbo, berhentilah menangis dan jawab pertanyaan Jiyeon,” ucap Yoo Bi sambil tertawa bersama dengan Jin Joo.

“A-aku…tidak s-sanggup bercerita…” isak Min Young terlihat bodoh sekaligus lucu.

“Kalau begitu biarkan aku yang menjelaskan,” ucap Jin Joo ambil alih. “Si gendut satu ini akhirnya resmi menjadi kekasih Lee Taemin!”

“M-mwo?” Jiyeon terperangah. “J-jinjiha?”

Min Young mengangguk seraya mengusap air matanya.

“D-dia namja yang b-baik,” isak Min Young. “Dia m-mau menerimaku. A-aku jadi terharu…”

“Chukkae, Min Youngie!” pekik Jiyeon seraya memeluk tubuh gempal Min Young. “Tetapi bagaimana bisa? Ayo ceritakan padaku!”

“Betul kata Min Young…” Kini Yoo Bi yang ambil alih bercerita. “…Taemin namja yang baik. Dia tidak perduli dengan semua hinaan yang Ji Won katakan padanya soal Min Young. Dan percayakah jika aku bilang ternyata Taemin sudah memperhatikan Min Young dari dulu?”

Jiyeon menggeleng seraya berkata, “Jangan paksa aku untuk percaya.”

Yoo Bi dan Jin Joo pun tertawa mendengarnya.

“Ji Won dan PARADISE lainnya memang sudah tahu soal keberadaan kita bersama Min Young disini. Bahkan mereka datang sewaktu Taemin hendak mengutarakan perasaannya pada Min Young. Tetapi bukan GLORY namanya kalau tidak bisa membantu salah satu sahabatnya…” ucap Jin Joo tidak tuntas karena sibuk tertawa.

“Kita pinjam anjing milik warga di sini, Jiyeon-ah,” ucap Yoo Bi membantu Jin Joo menjelaskan. “Dan PARADISE tidak bisa terlihat lebih bodoh saat mereka kabur dari kejaran anjing yang kita bawa. Lucu sekali…”

“Seharusnya kalian mengajakku,” rengek Jiyeon merasa iri.

“Kita tidak mau mengganggumu bersama dengan diarymu itu,” ucap Jin Joo setelah tawanya mereda.

“Apasih yang kau tulis di dalam situ?” tanya Yoo Bi berniat mengambil diary dari tangan Jiyeon.

“Andwae!” Dengan cepat Jiyeon menyembunyikan buku diarynya di dalam dekapannya. “Bukan apa-apa. Cuma tulisan omong kosong.”

“Ah…pasti kau menuliskan tentang kami semua kan?” duga Jin Joo mencoba menebak.

“Mungkin,” jawab Jiyeon disertai tawa lebarnya.

“Aku menyayangi kalian semua,” ucap Min Young tiba-tiba. Tangisnya sudah mereda, merubah menjadi senyum lebar khas miliknya.

“Kita akan tetap seperti ini kan? Selamanya?” tanya Jiyeon kepada ketiga sahabat di depannya ini.

Ketiganya pun mengangguk dan Yoo Bi berkata, “Aku berjanji tidak akan pernah meninggalkan kalian semua.”

“Begitupun denganku,” timpal Jin Joo seraya memeluk Yoo Bi.

“Aku juga!” Min Young ikut memeluk Yoo Bi dari sebelah kanan.

“GLORY selamanyaaaa!” teriak Jiyeon seraya ikut memeluk mereka semua.

GLORY berkumpul bersama dan selamanya.

Aku membayangkan Persahabatan dan Cinta adalah teman terbaik, karena dimana ada Cinta, Persahabatan selalu berada di dekatnya. Dan dimana Persahabatan berada, Cinta selalu tersenyum ceria dan tidak pernah meninggalkan Persahabatan. Bagi yang sedang menjalin Persahabatan penuhilah Persahabatanmu dengan Cinta, berikanlah Cinta yang terbaik untuk sahabatmu Bagi yang sedang mengalami goncangan dalam Persahabatan, jangan salahkan Cinta! Tetapi cobalah perbaiki Persahabatanmu dengan Cinta, karena Cinta akan menutupi segala kesalahan, mengampuni dengan mudah dan membuat segala sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Bagi yang belum mengerti arti Persahabatan, cobalah memulai sebuah Persahabatan, karena dengan Persahabatan kalian akan semakin dewasa, tidak egois dan belajar untuk mengerti, bahwa segala sesuatu tidak selalu terjadi sesuai dengan keinginan kita. Bagi yang sedang kecewa dengan Persahabatan, renungkanlah! Apakah saya sudah menjalani Persahabatan dengan benar? Dan cobalah memahami arti Persahabatan buat hidupmu. Keinginan, semangat, pengertian, kedewasaan, kelemahlembutan dan segala hal yang baik akan engkau temui dalam Persahabatan. – Mayang Sari 

fgj5g44h1

-THE END-

Akhirnya selesai juga Mr. Marshmallownya. Makasih banyak ya buat moodbuster dari kalian selama proses penyelesaian fanfict ini. Semoga kalian bisa mengambil nilai positifnya dari ff ini, bukan cuma percintaannya aja. Karena emang dari awal aku lebih mengutamakan unsur friendshipnya daripada romancenya. Tapi karena banyak yang bilang kok moment Jiyeon Seungrinya sedikit, jadi aku kasih deh di chap2 akhir kebersamaan mereka. Jangan nyesel baca ya karena endingnya mungkin agak abstrak. Ditunggu ya fanfict2ku yang belum kelar😀 Gamsa ;*

27 responses to “MR. MARSHMALLOW – Part 15 [END]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s