Happy Valentine

jjjj

Main Casts:  Choi Minho SHINee | Park Ji yeon T-ara

Suport Casts: Kai EXO K | Jia (OC)

Author: Park Ji Ah aka Mharroo Aka Marina

Twitter :@EXO0317yes

Genre: Romance | Comedian

Rating : semua umur

Happy Reading ^^

14 Febuari adalah hari yang paling berkesan bagi pasangan Suami istri ini kenapa, di mana pasangan suami istri ini mendapatkan kado terindah yang pernah mereka punya

13 Febuari

Seoul hospital

Nampak seorang yeoja tengah beberapa jam yang lalu memasuki kamar bersalin. Setelah 9 bulan lamanya wanita itu akhirnya memasuki tahap yang paling menegangkan di seumur hidupnya, menentukan nyawanya beserta anaknya.

“Ji yeon-Sii apa yang kau rasakan sekarang?” Tanya Uisa Jia, Jia adalah salah satu Docter Obgyn di rumah sakit Korea ini

“Uisa, aku merasakan Mulas yang sering dan teratur” jawab Ji yeon yeoja yang saat ini tengah menahan rasa sakitnya

“arraso, kajja aku akan memeriksanya”

Ji Yeon yeoja canik itu tengah di periksa oleh Uisa, ia datang ke RS bersama Eomanya dan Ibu mertuanya, karna Minho suaminya tengah Bekerja.

“ahh, Ji yeon-Sii, ini sudah pembukaan 5 Cm, kau telah memasuki [ersalinan, nanti akan terasa sakit semakin terus da teratur, sebaiknya, anda tidur dan memiring ke kiri agar cepat pembukaan yang ada” Saran Jia Uisa tersebut

“ah nde”

“Ji Woon-Sii”

“Nde Uisa”

“Observasi keadaan Pasien setiap 30 menit, kau mengerti bukan?” Tanya Jia

“ah nde Uisa, “

Ji Yeon susah payah ia menahan rasa sakitnya di setiap menitnya saat ia kontraksi, kringat dinginya bercucuran di mana mana, ia merasakan sakit yang luar biasa saat ia kontraksi.

“ahh, ahhh” Ji Yeon mulai merasakan kontraksi di menit kedua ini

“Nyonya Ji Yeon Tarik nafas dari hidung keluarkan dari mulut secara berlahan dan teratur, setiap anda kontraksi anda bisa melakukan ini berulang kali nde, ini bertujuan untuk menghilangkan rasa sakit, dan agar ibu tidak meneran di saat belum pembukaan lengkap” ucap Ji woon menyarankanya dan mempraktikanya

“Eomma” ucap Ji Yeon ia memegang jemar eommanya Kim Tae Hee dengan amat begitu Eratnya

“Nde, chagi, kau bersabarlah”

“bersabarlah Ji Yeon eommanim sudah menghubungi Minho untuk kemari”

“eomma, binggangku sakit, nyeri semua,” ucap Ji yeon ia merasakan rasa Nyilu dan nyeri di sekujur tubuhnya

“bersabarlah sayang”.

Sementara itu

Choi Grup

Presidir muda tengah memimpin rapatnya malam ini, sudah pukul 8 malam namun ia masih berkutik dengan pekerjaanya dan pegawai yang adapu masih dengan setia mendengarkan Sajangnim mereka untuk berceramah dengan situasi yang mereka dapatkan selanjutnya.

Zzzzz

Semua pandangan teralihkan pada sebuah telvon genggam milik presidir mereka karna Minho namja itu tidak pernah mematikan Telvon genggamnya saat jam rapat sekalipun, mengingat Ji Yeo yang terlalu protektif dan manja saat mengandung, membuatnya tidak bisa mematikan ponselnya.

“tunggu sebentar” ucapnya menyarankan beberapa kariyawan unuk menunggunya “nde yeobokseo Eomma”

“minho-ah, cepatlah kau ke seoul hospital, Ji Yeon akan melahirkan” seru Eomma Minho , , embuat namja itu terbengong tidak percaya dan segera mengambil kunci mobilnya

“arraso eomm aku akan kesana” tampa permisi Minho meninggalkan Ruang rapat tersebut membuat tanda Tanya besar beberapa orang di sana

>_<

“Eomma di mana Ji Yeon?” Tanya Minho dengan wajah yang sangat kacau

“dia di salam, Tae Hee sedang menemaninya” ucap taeyeon Eommanya

“Apa aku boleh masuk?” Tanya Minho dengan bodohnya

“masuklah, kau yang di butuhkannya, pali”

“Kunde eomma, Ji Yeon akan baik baik saja bukan?” Tanya minho khawatir

“sudah kau lihat istrimu, “

Minho akhirnya menuruti perkataan Eommanya untuk menemui Ji yeon

Ji yeon Room

“Eooma, Huu haahhh” Ji Yeon mulai measakan kesakitan, kontraksinya sedang meningkat sekarang, Ji Woon tengah Mencatat dan menghitung tiap kontraksinya  sedangkan Ji yeon sudah mulai tidak tahan untuk tidak meneran.

“Chagi” panggil Minho pada Seorang Yeoja cantik yang tengah menahan rasa saktnya di atas tempat tidur tersebut

Minho menghampiri Ji yeon yang tengah lepas dari kontraksinya “Gwenchana?” Tanya Minho

“Appo” rengek manja Ji Yeon

“arrayoo, oppa di sini” ucap Minho menggenggam tangan Ji yeon membuat Tae hee yang berada di sisi Ji Yeon tadi berdiri dan duduk di sofa yang tersedia

“Oppa” Ucap Ji yeon meremas tangan Minho dengan dengan kerasnya

“Yeoboo, sabar nde, “

“aku tidak tahan” ucap Ji yeon lagi

“Nyonya , , ayo tarik nafas anda bisa nyonya” semangat Ji Woon ia memberikan dukungan pada Ji yeon untuk tetap bersemangat “Demi malaikat kecil yang akan hadir beberapa jam lagi “ ucapnya lagi

“ayo sayang kau Bisa” Minho memberikan semangat pada Ji yeon

3 jam berlalu, Minho masih dengan setia di samping jiyeon memberikan dukunganya untuk menjalani persalinan dengan lancer dan normal

“Ingin minum?” tawar Minho pada Ji yeon dan hanya di gelengkan oleh Ji yeon “ ayo sayang ini untuk tenagamu nanti” ucap Minho lagi, dan di berikan anggukan oleh Ji Yeon. Setelah memberikan air minum pada Ji Yeon agar ia tidak dehedrasi, dan menghilangkan rasa kelelahan Minho mengelap Keluh Ji yeon dengan Sayang , nmun lagi lagi kontraksi terjadi membuat Ji Yeon kembali menunjukkan rasa kesakitan di mimic wajah Ji yeon ia hamper saja meneteskan airmatanya karna merasa kasihan.

“Oppa wae?” Tanya Ji yeon di sela sela kontraksinya

“ayio” Minho menggeleng lalu member kecupan singkat di bibir mungil Ji yeon “Gommawo Sayang, aku mencintaimu” ucap Minho membuat JI Yeon tersenyum padahal ia sedang daam masa persalinan dan kontraksi yang sangat menyakitkan

“Oppa berjanjilah agar kau tidak akan meninggalkanku?” ucap Ji yeon

“Oppa janji, tidak akan meninggalkan kalian, , kau harus tetap berjuang demi malaikat kita dan tetaplah menjadi Eommanya sampai maut yang memisahkan”

“umm,” jI Yeon kembali menarik nafasnya dan menghembuskan kembali

“Anyeong Nyonya Choi, bagai mana?” tanay Doter Jia pada Ji yeon

“Dokter Kontraksinya sudah semakin sering dan Air ketubanya sudah keluar namun belum semuanya” Lopor Ji woon pada Jia

“nde, Nyonya saya periksa dahulu Nde, kita lihat berapa pembukaanya”

“chamkama Uisa, sakitnya datang lagi”

“gure,, tarik nafas Nyonya iya begitu bagus” Selesai kontraksi Jia melakukan pemeriksaan sesuai prosedur “ahh Nyonya ini sudah lengkap anda bisa memulai untuk meneran, dengarkan aba aba saya, saat kontraksi yang amat kuat anda dorong dengan cara meneran, seperti saat ibu buang air besar, jangan bersuara, dan kakinya di lebarkan” Jia mulai memberikan cara cara untuk melakukan persalinanya

“Emmmm,” Ji yeon sudah mulai meneran

“tidak Nyonya, jangan bunyi saat anda meneran,”

“ayo sayang kau bisa” Minho member semangat pada ji yeon

“iya terus pintar nyonya, terus”

>_<

Beberapa detik lalu baru saja lahir seorang Maliakat kecil berjenis kelamin laki laki dengan berat 3600 g. sebutir bening krystal mengalir di pelupuk mata seorang yeoja cantik bernama Ji yeon ia berhasi mengeluarkan malaikat kecilnya, ia bahagia sangat begitupun dengan minho namun beberapa menit kemudian Minho merasakan pusing, yah dia Fobia Dengan Darah , , baunya yang menyengat membuatnya pusing karna tidak kuat ia lemas, dan akhirnya di periksa dengan dokter yang sedang bertugas di Unit gawat darurat itu, Kepanikan terjadi di keluarga park dan Choi bagai mana tidak, di saar Cucu mereka, Keponakan mereka lahir malah sanga ayah Pinsan karna fobianya.

“Chukkae, Nyonya Choi, kau baru saja melahirkan Sebuah malaikat tampan, Anakmu benar benar Kyopta, “ ucap Uisa Jia sambil melakukan IMD pada sang bayi “Suster Cho lakukan Kalla III”

“Nde “

>_<

Minho Pov

Apa aku sedang bermimpi melihat Putraku lahir, aku sadar dari tidurku, entah itu tidur atau tidak yang jelas aku sudah mendapati diriku sedang di Sebuah Ruangan Putih, yah aku tahu ini pasti kamar rawat, ahh aku rasa aku memang tengah ber Khayal, pantas saja otak bodohku ini selalu ber khayal

“Syukurlah kau sudah sadar, yak bodoh sekali, kenapa kau pinsan di saat Ji yeon melahirkan membuat repot saja” omel Kai, dia sepupuku mho tunggu dia bilang Ji yeon melahirkan berarti aku tidak bermimpi segera aku bangun karna aku merasakan sehat tidak lemas seperti awal aku terbangun

“Kai, di mana istriku sekarang?” tanyaku

“Dia sudah di pindahkan, kau sudah baik?” tanyanya tampa aku perdulikan “aku di suruh menunggumu, sedangkan yang lain sedang bersuka cita bersama Nyonya Choi dan keluarga baru Choi itu, huh kasihan sekali yah Choi Junior ia harus menerima jika saat ia lahir tidak melihat wajah Appanya “ ucap kau dia benar benar Cerewet ingin aku menyumpalnya

“yak diamlah sekarang antarkan aku pada anakku dan istriku” ucapku

“baik baik pali”

Minho Pov and

>_<

Ji Yeon Room Hospital

“aegoo dia benar benar lucu sekali, mata besarnya mirip sekali appanya” puji Nyonya Choi pada Cucu pertamanya itu

“iya kau benar “ ucap tae Hee eomma Ji yeon “dia cucuku yang tampan” pujinya lagi

“key, di mana Minho apa ia belum sadar?” Tanya taeyeon pada Key, putra sahabatnya yang kebetulan mengetahui jika Ji Yeon sedang melahirkan dari jung Eun Ji yeoja chinguinya

“molla Ajumma, belum ada kabar dari kai”

“ah anak itu di saat seperti ini Ia pinsan, apa fobia darahnya belom sembuh” gumam Nyonya Choi

“Yak Eomma, bagai manapun aku putramu, selalu saja menjelekkan putranya di hadapan istriku, apa kau ingin aku di ceraikan” ketus Minho yang baru saja tiba di ruangan Ji yeon Nampak pucat di bibir tebalnya karna fobianya

“Aegoo, kau sudah sadar, kau baik baik saja bukan, lihat kau pucat sekali, kembali ke kamarmu, setelah sembuh baru ke sini” ucap nyonya Choi membuat Minho mengkerutkan Dahinya

“yak eomma, siro, aku ingin melihat malaikat kecilku dan istriku, yak apa jenis kelaminya?” Tanya Minho tiba tiba dan segera menghampiri Putranya yang di gendong Nyonya Park

“Namja” jawab Tae Hee mertuanya

“J,,,Jongmal eommanim? Oh Tuhan Terma kasih Aku ingin menggendongnya” ucap Minho membuat Taeyeon menatapnya “Hey bocah kau ingin menjatuhkan putramu, memang kau bisa menggendong?” Tanya Nyonya CHoi

“Tidak”

“jangan”

“Aku ingin belajar” kekeh Minho

Seketika itu bayi kecil Choi enangis ‘Oweee Oweee’

“aegoo ini gara gara kau Minho” marah taeyeon eommanya

“yak eomma aku apanya manamungkin ia menangis karnaku, lagi pula aku benar benar ingin menggendong putraku”

“sudah jangan bertengkar, Ji Yeon berikan asimu untuk putramu, dan Kau Minho, setelah ini kau boleh menggendongnya” lerai Tae Hee

“gommawo eommanim, memang eommanim sangat dewasa” sindir Minho pada Eomanya membuat Taeyeon yang tersindir menghembuskan nafasnya

“Yeoboo, bagai mana cucuku?” Tanya seorang yang baru masuk di susul seorang namja paruh baya yang seumuran denganya

“aduhh kake kake ini kemana saja, ia sedang di susui oleh eommanya”

“ommo, dia benar benar mengagukan”

“terima kasih sayang” ucap Minho yang menghampiri Ji Yeon yang tengah menyusui putra pertama mereka

“dia malaikat kebahagiaanku oppa” jawab Ji yeon

“dan kalian adalah Malaikat kebahagiaan aku” Minho memluka sayang Jiyeon sambil member kecupan di pucuk kepala Ji Yeon “aku bahagia, terima kasih Sayang, aku sangat mencintaiMu”

“Nado oppa”

Keromantisan itu harus musnah karna terusik oleh beby mereka

“Sepertinya kau akan endapatkan saingan Tuan Choi” sindir Kai, yang mendapat tatapan membunuh Minho

>_<

Kebahagiaan itupun akan berujung kenyenangkan, Ji yeon Minho dan Yoogeun nama putra mereka, yang lahir tepat pukul 24.00 KST tanggal 14 di mana seluruh dunia mengucapka hari kasih sayang, namun bagi Minho, di setiap harinya adalah hari kasih sayang, di mana ada Istrinya Ji Yeon dan Putranya Yoogeun, Ia sangat menyayangi keduanya di setiap saatnya, tidak hanya di tanggal 14 saja

“Eomma eomma, kenapa semua orang merayakan suka cita di tanggal 14 Febuari?” Tanya seorang bocah berumur 4 tahun itu

“karna hari ini adalah hari sepecial untuk sepasang kekasih, di mana mereka sang Yeoja akan memberikan sebuah coklat pada Sang namja” jelas Ji yeon menjelaskan pada Putranya yang susuk manis di pangkuanya sambil menonton sebuah Kartun kesukaanya tampa Minho pastinya di mana minho tengah bekerja.

“tapi hari sepecial itu tidak berlaku untuk appa, karna Tanggal 14 febuari adalah hari sepecialnya Yoogeun putra kesayangan appa, Seangil Chukkae Yoogeun sayang” ucap seorang namja yang baru saja memasuki ruangan keluarga itu membuat kedua manusia yang tengah asik menonton itu berbalik, sebuah senyuman kecil terukir dari sudut bibir sang yeoja dan senyum cerah tertera sangat jelas di bibir Yoogeun

“Appa,” teriaknya dan menghampiri Minho appanya lalu di tangkap oleh Minho dengan suka cita dan menggendongnya

“lalu apa Eomma akan memberikan coklat pada appa?”

“Coklat? Apa tidak suka coklat” jawab Minho

“lalu appa dan eomma tidak merayakan hari kasih sayang?”

“tidak, Menurut appa setiap hari adalah hari kasih sayang, setiap hari appa selalu mendapatkan Hadiah sepecial dari Eomma, jadi setiap hari adalah hari sepecial”

“Yoogeun ingin hadah dari eomma setiap harinya” rengek Yoogeun yang merasa iri pada Minho karna mendapatkan hadiah setiap hariya

“Yak Oppa, berhenti meracuni putraku” kesal Ji yeon karna Minho itu terlalu meracuni Yoogeun dengan kata kata Minho yang terlalu dewasa

“hahaha, nde nde, Yeoboo Saranghae”

Pengakuan Minho membuat Ji yeon sangat senang

Ji yeon : terima kasih Tuhan kau memberikanku dua malaikat tampan, dan sangat menyayangiku, aku selalu berharap kereka tidak pernah meninggalkanku, 14 febuari adalah hari yang sangat membahagiakan bagiku di mana aku melahirkan putraku, tepat di mana semua orang memberikan ucapan, Seangil Chukkae Yoogeun sayang, eomma berharap kau mendapatkan kasih sayang yang sangat melimpah

‘Hari kasih sayang itu tidak musti di rayakan satu tahun sekali karna apa? Karna setiap hari adalah hari kasih sayang, di mana kedua manusia yang saling memberikan cinta, kepercayaan dan kasih sayangnya’

“Berhenti membeca novel puitis itu, kau tidak kasian padaku?” Tanya seorang namja tampan berambut Hitam

“jangan menggangguku Oppa” ucap Seorang yeoja yang tengah asik membaca

“Selamat hari kasih sayang” sebuah coklat terulur dan setangkai bunga

“Yak Jong In-nii kau tahu bukan aku tidak suka COKLAT” teriak Seorang yeoja menggelegar membuat Jong in namja yang di sebut itu menutupkan telinganya

“Kau terlalu sibuk dengan Pasien pasinmu itu hinga hari kasih sayang ini kau tidak memberikanku coklat, yak Jia-ah ini tahun kedua kita bersama dank au tidak memberiku coklat sedari kemaren kau tidak serius padaku?” selidik Kai namja itu

“Mhoo, Michoso, yak Tuan Kim, otakmu dangkal sekali, yak kau pkir pake logika OK, kenapa semua orang merayakan kasih sayang hanya setahun sekali, sedangkan kau selalu bialng sayang padaku hamper di setiap pembicaraan kita” jelas Jia pada Kai

“benar Juga, ahh tapi aku tetap menuntuk Coklat darimu palli”

“Ini” Jia memberkan coklat yang kai berikan padanya tadi

“yak ini punyaku”

“akukan sudah memberikanya, ya sudha jangan mengangguku hari ini, aku sedang sibuk, urusi saja Pekerjaanmu, kau harus bertanggung jawab dengan ucapanmu pada appaku, “ tegas Jia sebelum meninggalkan ruangkerjanya

‘Tap’ sebuah tangan menahanya dan memutar Jia

“SARANGHAE” hanya satu kata itu yang di ucapkan Kai dan mengecup kilas Bibir Jia

‘’ Eomma,,,, Yoogeun ingin Pipis” teriak Yoogeun di kamar sebelah kamar Ji yeon dan Minhomembuat kedua manusia yang tak berpakaian itu gelagapan

“nde chagi sebenar” teriak JiYeon

“eomma kau sedang appa, aku ingin pipis” teriak yoogeun lagi

“nde nde sayang”

Cinta itu penuh kejutan SElamat berbahagia semuanya, dan ambil hikmah dari Chapter ini terima kasih

 THE END

Advertisements

15 responses to “Happy Valentine

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s