[Oneshoot] This is Love

light pink backg_副本_副本_副本

Tittle : This is Love

Author : Park Niyeon

Cast : Kim Myungsoo/L – INFINITE, Park Jiyeon – T -ARA

Support cast : find by yourself

Genre : Romance

Type : Oneshot

 Rating : PG – 15 +

Happy Reading and Hope you like this story ^^

Don’t forget ti RCL ;)

마치 어린애 장난처럼 시작된 우리

달콤한 초콜릿 과자로 둘은 입술이 닿았지

Machi eorinae jangnancheoreom sijakdoen uri dul

Dalkomhan chokollit gwajaro dureun ipsuri dahatji

Our love started as if it was child’s play

With a sweet chocolate cookie, our lips touched

Perjodohan… –peristiwa kuno yang benar-benar menyebalkan bagi sebagian orang. Bahkan ada yang sampai mengutuk yang namanya perjodohan. Banyak yang mengira perjodohan itu hanyalah sebuah cerita yang dibuat-buat oleh seorang penulis fiksi. Namun siapa sangka, kalau peristiwa kuno itu terjadi di kehidupan nyata –tepatnya dikehidupan Kim Myungsoo. Myungsoo adalah remaja pria yang berumur 18 tahun dengan berperawakan tinggi dan sedikit kurus, ia tidak pernah menyangka kalau dirinya akan mengalami kejadian kuno yang sangat konyol itu. Myungsoo sebenarnya adalah pria yang sangat popular karena ia memiliki wajah yang sempurna dan juga otak yang sangat bisa diandalkan. Myungsoo memiliki mata sipit sedikit besar, hidung yang lancip, pipi yang tirus, dan bibir yang terbilang sexy. Selain itu Myungsoo juga adalah pewaris sah kekayaan keluarga Kim –yang mana adalah salah satu keluarga kaya di Korea.

Saat ini, Myungsoo tengah berada didalam sebuah café  menunggu seseorang yang akan dijodohkan dengannya. Sebenarnya Myungsoo sudah diberikan sebuah foto untuk mengenali seseorang yang akan dijodohkan dengannya –namun pria itu menolak mentah-mentah untuk melihat foto itu. Myungsoo berpikir tidak ada gunanya ia melihat foto itu –toh, ia hanya akan menemui gadis itu sekali –kemudian meminta gadis itu untuk membatalkan perjodohan mereka. Sudah sekitar sepuluh menit Myungsoo menunggu, namun gadis itu tidak muncul juga. Itu membuat Myungsoo semakin kesal pada gadis yang akan dijodohkan dengannya. Berkali-kali Myungsoo menghela nafas hanya untuk menghilangkan rasa bosannya –yang padahal sama sekali tidak berpengaruh sedikitpun. Mata Myungsoo kini menangkap sesesok gadis yang begitu familiar di matanya memasuki cafe dengan wajah yang sangat lesu dan tak bersemangat –mata bulatnya terlihat mencari-cari seseorang. Hingga pandangan gadis itu terhenti tepat di meja nomer dua. Gadis dengan berperawakan tinggi dan ramping itu mulai menapakan kaki jenjangnya yang tertutupi jeans hitamnya menuju meja yang tadi sudah menjadi targetnya. Gadis itu, kini sudah berdiri tepat didepan seorang Kim Myungsoo yang sedang asyik menikmati coffe hangatnya ditengah musim dingin di Korea saat ini.

ya! Kim Myungsoo, apa yang kau lakukan dimeja ini? Keluargaku kan sudah memesannya dari awal!!” teriak gadis itu sembari menatap tajam Myungsoo.

mwo? Enak saja! Keluargaku yang sudah memesan meja ini!!” Myungsoo terlihat tidak mau kalah dan tidak terima di teriaki begitu saja oleh gadis cantik dengan mata runcing dan bulat didepannya itu. Bahkan saking kesalnya Myungsoo sampai menggebrak meja yang mengakibatkan coffe yang tadi diminumnya bergoyang dan sedikit tumpah

“apa keluargamu juga memesan ini? Jangan bercanda Kim Myungsoo! aku sudah sangat kesal dengan perjodohan konyol ini!!!” gadis berwajah sempurna itu berteriak kesal kemudian membanting tubuh rampingnya sendiri keatas kursi bercat putih disana.

mwoya? Siapa juga yang bercanda?!! Aku juga kesal karena dijodohkan!!” Myungsoo ikut membanting tubuhnya kesal keatas kursi bercat putih disana –dengan tanpa menyadari tentang apa yang saat ini mereka sedang bicarakan.

“apa? Kau bilang tadi apa? Kau juga dijodohkan?” gadis berambut coklat, panjang dan bergelombang itu membulatkan matanya tak percaya mendengar pernyataan pria didepannya itu. Myungsoo hanya dapat mengangguk seadanya –karena masih belum menyadari situasi ganjil didepannya.

Myungsoo tiba-tiba berhenti mengangguk kemudian membulatkan matanya sembari mencondongkan tubuhnya kedepan Jiyeon“JANGAN BILANG KALAU KAU!” Keduanya tiba-tiba berteriak secara bersamaan sembari menunjuk satu sama lain dengan mata yang membualat sempurna. Keduanya langsung mendesis pelan kemudian mengambil ponsel android mereka masing-masing dan menghubungi seseorang “yoboseyo.. Eomma..” keduanya kembali berteriak secara bersamaan ketika mendapati sambungan mereka telah tersambung. Myungsoo dan gadis itu saling memberikan tatapan mengerikan kearah satu sama lain “Eomma.. siapa nama lelaki/gadis yang kau jodohkan denganku?” genggaman keduanya pada ponsel masing-masing terlihat mengendur. Mereka sama sekali tak menghiraukan kicauan-kicauan dari ponsel mereka masing-masing. Dengan lemas mereka mengakhiri sambungan di ponsel mereka masing-masing kemudian menatap satu sama lain “KENAPA AKU HARUS DIJODOHKAN DENGAN WANITA/PRIA SEPERTIMU PARK JIYEON/KIM MYUNGSOO” mereka kembali berteriak kearah satu sama lain.

Sungguh, mereka tidak menyangka kalau mereka sudah dijodohkan oleh orang tua mereka. Myungsoo dan Jiyeon adalah musuh satu sama lain. Myungsoo sangat membenci Jiyeon –karna gadis itu selalu menjadi saingannya dalam hal merebut gelar juara umum di sekolah. Namun, sayangnya selama ini –Jiyeon selalu kalah telak dibawah Myungsoo. karena Jiyeon masih kurang dalam pelajaran Matematika.

###

Setelah selesai dari café mereka berencana untuk pergi kedaerah sekitar namsan tower.  Sebenarnya mereka malas untuk berjalan berduaan seperti ini kalau tanpa paksaan dari kedua orang tua mereka. Tadi, sebenarnya Jiyeon sudah meminta Myungsoo untuk pergi sesuka hatinya kemanapun yang ia mau sampai jam yang ditentukan orang tua mereka berakhir. Namun, Myungsoo yang tidak mempunyai tujuan –lebih memilih untuk mengikuti gadis itu saja. Apalagi setelah pertemuan ini mereka harus datang kepertemuan keluarga mereka. Myungsoo terlihat terduduk sembari memasang earphone ditelinganya dan memainkan games di ponselnya. Sementara itu Jiyeon –terlihat asyik sendiri dengan kamera diposelnya –gadis itu sedang asyik mengambil gambar dirinya sendiri. Berbagai gaya sudah dicobanya –hingga akhirnya iapun jadi bosan sendiri. Apalagi lelaki disebelahnya itu tak bergerak sedikitpun –ia masih asyik dengan games dan lagu yang didengarkannya. Jiyeon mengarahkan kembali pandangannya kearah ponselnya kemudian ia mulai melihat-lihat hasil selcanya barusan.

“OH MY GOD!! WHAT IS THIS? Kenapa bibirku terlihat putih pucat?” tiba-tiba Jiyeon berteriak setelah melihat keadaan bibirnya yang putih pucat di foto terakhirnya. Myungsoo yang mendengar teriakan gadis itu segera melepas earphone yang tadi menyumbat telinganya kemudian menatap gadis disampingnya. Jiyeon terlihat gusar dengan mengacak-ngacak tas kecil berwarna hitam yang dibawanya. “aaahh… ketemu” gadis itu terlihat senang ketika menemukan apa yang dicarinya. Dengan cepat ia mengeluarkan sebuah cermin berwarna silver dan juga sebuah lipgloss dari dalam tasnya. Myungsoo terlihat sedang menahan tawanya saat melihat tingkah lucu gadis itu. Dengan perlahan, Jiyeon mulai memoleskan lipgloss tersebut dibibirnya. Mata Myungsoo terus memperhatikan gadis itu. Hingga tiba-tiba jantungnya berdetak tidak normal ketika menatap bibir Jiyeon. ia merasakan begitu banyak volt aliran listrik yang menyengat tubuhnya. Myungsoo dengan susah payah berusaha untuk menelan ludahnya sendiri “selesai” Jiyeon bergumam sembari mengulas senyuman kecil di bibirnya yang ia tujukan pada bayangannya sendiri di cermin. Jiyeon kemudian menatap Myungsoo yang masih menatapnya tajam tanpa berkedip. “ya! Kau kenapa?” Jiyeon melambai-lambaikan tangannya didepan wajah Myungsoo. membuat pria itu salah tingkah dibuatnya.

“tidak! Kau terlihat aneh karena ribut sendiri mencari benda itu” Myungsoo menjawab pertanyaan Jiyeon sembari mengarahkan matanya kearah lipgloss dan cermin yang belum Jiyeon masukan kedalam tasnya. Jiyeonpun mengikuti arah pandang mata Myungsoo.

“tcih.. bilang saja kau juga mau memakainya kan?”

“tidak! Untuk apa aku memakai benda seperti itu! Tanpanya pun banyak wanita yang menginginkan bibirku!” ujar Myungso dengan begitu sombongnya –membuat Jiyeon rasanya ingin merobek bibir pria didepannya ini.

“aisshh.. kau ini sudah sombong bodoh pula lagi! Mana ada wanita yang menginginkan bibir pucatmu itu! Sini aku akan memperbaikinya” tiba-tiba Jiyeon menerkam Myungsoo –oh.. atau mungkin kata yang lebih tepatnya lagi adalah menyerang Myungsoo dengan lipglossnya.

Ya! Apa yang kau lakukan!!” Myungsoo berseru sembari berusaha menjauhkan wajahnya dari lipgloss yang siap Jiyeon daratkan dibibirnya. Jiyeon terus mendekatkan lipgloss tersebut –hingga akhirnya berhasil mendarat dibibir Myungsoo. pria itu meronta minta Jiyeon lepaskan –namun dengan ganasnya Jiyeon sama sekali tidak mau melepaskan Myungsoo –dan terus menyiksa pria tersebut.

“Jiyeon-ah!!” suara lembut itu tiba-tiba memecahkan keributan yang Myungsoo dan Jiyeon timbulkan keduanya segera menjauhkan diri satu sama lain –dan mencoba untuk duduk dengan tegap sembari menatap sumber suara tersebut.

“Mark!! Suzy!!”

Jiyeon berseru keras ketika mendapati seorang gadis berambut panjang lurus berwarna coklat keemasan dengan poni yang membuat kesan imut diwajah cantik gadis itu. Gadis ini adalah Bae Suzy, ia adalah salah satu musuh Jiyeon selain Myungsoo. Jika Myungsoo adalah musuhnya didalam hal akademik –maka Suzy adalah musuhnya didalam hal non akademik, misalnya dalam hal club dance dan juga Queen of School. Tahun kemarin, Jiyeon berhasil mengalahkan Suzy dan mendapatkan gelar Queen of School. Dan lelaki berambut merah  kecoklatan disamping Suzy adalah Mark. Pria tampan dan manis itu adalah pria yang dari dulu menjadi incaran Jiyeon. ya, Jiyeon memang sudah sangat lama menyukai pria itu. Namun, Mark sama sekali tidak pernah meresponnya. Dan apa ini? Ia melihat Mark jalan berdua dengan Suzy. Sakit, sungguh Jiyeon sangat sakit melihat pria yang disukainya itu berdekatan dengan Musuhnya –Bae Suzy.. ingin sekali ia menangis saat ini juga. Myungsoo hanya menatap acuh tak acuh kearah mereka bertiga.

“kau sedang kencan dengan Myungsoo?” Suzy bertanya dengan nada yang terkesan sinis dan seperti ingin menjatuhkan Jiyeon.

Tiba-tiba saja Jiyeon mengapit lengan Myungsoo dan mendekatkan tubuhnya ketubuh Myungsoo. membuat Myungsoo terkejut dengan apa yang dilakukannya “ne, wae? Apakah kau juga sedang kencan dengan, Mark?” Jawab Jiyeon dengan tak kalah sinis dengan Suzy. Sungguh, saat ini Jiyeon ingin membunuh Suzy ketika Suzy tiba-tiba mengecup pipi Mark. Padahal dia sendiri yang sudah lama menyukai pria berambut merah kecoklatan itu belum pernah melakukannya.

keureom.. apakah kau tidak mendengar berita disekolah bahwa aku dan Mark sudah resmi berpacaran?” Suzy tahu kalau Jiyeon sangat menyukai Mark dan ia juga tahu kalau Mark menyukainya –untuk itu ia memanfaatkan Mark untuk menjatuhkan Jiyeon.

Jiyeon terlihat mengepalkan tangannya melihat sikap sombong Suzy. Tiba-tiba ide gila muncul di kepala Jiyeon. ia pernah mendengar berita dari teman-temannya kalau Suzy menyukai Myungsoo –dan sepertinya ia bisa memanfatkan Myungsoo dan perjodohannya sekarang ini –sampai Suzy dan Mark putus –kemudian ia akan memutuskan perjodohan yang sama sekali tidak didasari cinta ini.

“aaahh jinja? Lalu apa kau tidak tahu kalau aku dan Myungsoo dijodohkan? Kami akan segera menikah!!” Jiyeon tersenyum sinis kearah Suzy –ketika melihat raut wajah ketidak sukaan gadis itu sekarang ini. Jiyeon benar-benar merasa menang sekarang.

Sementara itu Myungsoo terlihat membulatkan matanya tidak percaya dengan apa yang diucapkan perempuan disampingnya itu. Myungsoo tadinya akan membuka mulutnya untuk menjelaskan kalau semua yang Jiyeon katakan itu salah, namun dengan kejamnya Jiyeon mencubit perutnya. Membuatnya memekik kesakitan..“aaahh.”

“kau kenapa Myungsoo?” Tanya Suzy heran sembari mendelik kearah Jiyeon kesal.

“Ji…aawww” Myungsoo kembali berteriak kesakitan ketika akan menjawab pertanyaan Suzy. Karna lagi-lagi wanita disebelahnya itu mencubit perutnya “aaahh.. tidak hanya saja tadi ada semut yang menggigit perutku” Myungsoo dengan asalnya menjawab pertanyaan Suzy –agar Jiyeon tidak lebih menyiksanya.

Suzy terlihat mengangguk-anggukan kepalanya “aaahh.. bagaimana kalau kita double date? Tadi aku lihat disana ada acara khusus untuk remaja yang sedang merayakan valentine

Dengan tanpa berpikr ulang dan tanpa meminta persetujuan Myungsoo, Jiyeon mengangguk menerima tawaran Suzy yang baginya adalah sebuah tantangan “okey.. kajja kita kesana” Jiyeon berseru kearah Suzy sembari menarik paksa lengan Myungsoo. pria tampan itu mendengus kesal karenanya –namun ia juga tidak ada pilihan lain selain mengikuti permainan dua gadis yang paling terkenal disekolahnya itu. Jiyeon berjalan mendahului Suzy. Dibelakang Suzy dan Mark terdengar sedikit berbincang.

“kenapa kau mengajak mereka? Aku kan hanya ingin berdua denganmu” Mark berujar pelan –namun masih bisa terdengar oleh Jiyeon dan Myungsoo yang ada didepannya dan Suzy. Jiyeon yang mendengarnya tentu merasa sakit hati. Ia heran kenapa pria setampan dan sekeren Mark menyukai gadis menyebalkan seperti Suzy? Padahal jika dibandingkan –ia jauh lebih baik dari pada gadis berponi itu.

“ohh.. ayolah chagi.. tidak ada salahnyakan kita mengajak mereka, Aku curiga Jiyeon membohongi kita! Coba kau bayangkan, mana mungkin seorang rival menjadi sepasang kekasih sekarang? Apalagi ia bilang ia akan segera menikah dengan Myungsoo.. itu tidak mungkinkan?” ujar Suzy beralasan. Karena tentu bukan itulah yang menjadi point utama gadis itu mengajak Jiyeon double date –tetapi karena ia ingin membuat Jiyeon kesal. Suzy ingin membalas kekesalannya karena dikalahkan gadis itu di kontes Queen of School tahun kemarin.

Akhirnya merekapun sampai di tempat yang Suzy maksud –tepatnya sebuah taman yang tidak jauh dari Namsan Tower. Terlihat banyak sekali pasangan yang sedang merayakan hari valentine bersama. Jiyeon sebenarnya sangat iri melihat pasangan-pasangan yang terlihat bahagia bersama pasangan yang mereka cintai. Ingin sekali Jiyeon juga merayakan hari valentine ini dengan Mark –namun apa? Ia malah terjebak bersama dengan pria yang paling ia benci –yaitu Kim Myungsoo. belum lagi ia harus melihat kemesraan yang akan ditunjukan oleh Suzy dan Mark. Benar-benar hari Valentine yang menyebalkan… Jiyeon mengalihkan perhatiannya dari pasangan yang sedang asyik merayakan Valentine kearah Suzy dan Mark. Betapa sakitnya ia ketika melihat Mark melepaskan syal abu-abu yang dipakainya dan memakaikannya keleher Suzy setelah itu Mark mengecup kening  Suzy dengan mesranya –mereka terlihat tersenyum kearah satu sama lain. Jiyeon mengerucutkan bibirnya kesal, kemudian berbalik menatap Myungsoo. seperti biasa pria itu hanya bergeming dengan wajah datarnya.

mwo? Kau ingin aku melakukan apa yang Mark lakukan pada Suzy? Bermimpilah!!” ujar Myungsoo yang membuat Jiyeon kesal kemudian menginjak kaki pria itu.

“siapa juga yang ingin dikecup oleh mu? Justru aku ingin Mark yang mengecupku! Bukan kau!!” Seru Jiyeon kesal –namun ia masih memelankan suaranya –karna takut terdengar oleh Mark dan Suzy.

“Myungsoo-ah! kajja.. kita bertarung untuk mendapatkan hadiah boneka untuk gadis-gadis cantik ini” Teriak Mark memanggil Myungsoo untuk memulai Double date mereka. Myungsoo terlihat malas dan ingin menolak –namun Jiyeon terlanjur menariknya kedekat Mark dan Suzy yang sudah bersiap didepan mesin boneka.

“Chagiya…. FIGHTING!!” terlihat Suzy menyemangati kekasihnya –Mark seraya mengepalkan sebelah tangannya diudara dan memberikan senyuman manis kepada pria itu. Jiyeon yang melihat tingkah Suzy yang menurutnya sangat menjijikan itu hanya dapat mendelik kesal.

“Myungsoo-ya!! Hwaiting!!” seakan tak mau kalah akhirnya Jiyeon melakukan hal yang sama kearah Myungsoo. Namun bagi Myungsoo itu bukanlah sesuatu hal yang manis –melainkan menjijikan.

Akhirnya battle diantara Myungsoo dan Markpun dimulai. Mereka tampak serius untuk mendapatkan boneka yang ada didalam mesin tersebut. Jiyeon dan Suzy terlihat bersorak menyemangati pasangan satu sama lain. Sesekali mereka memberikan tatapan mengerikan kearah satu sama lain. Hingga akhirnya Mark berhenti dengan mesinnya kemudian bersorak sembari melompat-lompat. Suzy yang merasa kalau Mark sudah berhasil mengalahkan Myungsoo segera berhenti bersorak –begitupun dengan Jiyeon –iapun berhenti bersorak. Suzy dengan gaya centilnya berlari kearah Mark kemudian memeluk tubuh pria itu. Mark terlihat melepaskan pelukan Suzy kemudian memberikan Suzy sebuah boneka Hello Kitty yang didapatnya dari mesin sembari memberikan senyum pada gadis yang disukainya itu.

“aaahh.. gomawo.. Mark-ah!!!” Suzy kembali memeluk Mark membuat Jiyeon mengerucutkan bibirnya kesal setelah itu ia berlari dengan sangat kesal kearah Myungsoo seraya menepuk punggung pria itu. Myungsoo memekik kesakitan –sungguh ia bisa mati bila terus-terusan berada disamping Jiyeon.

babo.. kenapa kau tidak bisa mengalahkannya!!” Jiyeon berteriak kesal dan tiba-tiba terdengar suara dari mesin boneka yang sedang Myungsoo mainkan. Ternyata  pukulan Jiyeon di punggung Myungsoo –membawa berkah. Sebuah boneka berwarna hijau keluar dari mesin tersebut.

“aaahh.. gothca” Myungsoo berseru seraya mengambil boneka yang didapatnya. Ia kemudian menunjukannya kearah Jiyeon seraya tersenyum penuh kebanggaan. Mark dan Suzy terlihat tertawa ketika melihat Myungsoo menunjukan boneka tersebut. Sementara Jiyeon –gadis itu terlihat semakin kesal dan merasa ingin menangis saat itu juga. Sungguh Jiyeon sangat malu sekarang ini –apalagi ia malu didepan Mark dan Suzy. “wae? Aku sudah susah-susah mendapatkan boneka imut ini!!!” Myungsoo terlihat menurunkan boneka yang tadi diangkatnya keudara kemudian menggerak-gerakan boneka tersebut kekanan dan kekiri tepat didepan wajah Jiyeon –berusaha agar gadis menghilangkan kerucutan dibibirnya. Namun gadis itu sama sekali tidak ingin menghilangkan kerucutan tersebut. Bagaiman bisa Jiyeon tersenyum bila apa yang Myungsoo dapatkam adalah boneka dinosaurus berwarna hijau. Bukankah itu sama saja pria itu mengejeknya? Karena Dinosaurus adalah nama ejekan untuk seorang Park Jiyeon. dan hampir semua murid disekolah mereka pasti tahu nama ejekan untuk Queen of School itu.

“aaahh.. kau itu ingin mengejekku atau apa? Kenapa boneka seperti ini yang kau dapatkan!!” rengek Jiyeon seraya memukul-mukul lengan Myungsoo.

ya! Gemanhae!! Aku tidak mengejekmu! Lagipula dino itu lucu sama sepertimu” Myungsoo terlihat mencoba menghentikan pukulan Jiyeon dilengannya –dan tanpa sadar kata-kata yang terdengar manis meluncur dari mulut pria itu. Jiyeon tertegun mendengarnya –perlahan kerucutan lucu dibibirnya mulai lenyap.  “ya, meski dino ini masih lebih lucu darimu” Myungsoo yang sudah sadar dengan apa yang dikatakannya terlihat berkilah sekarang –membuat Jiyeon kembali kesal. Gadis itu menendang pelan kaki Myungsoo kemudian mengambil alih boneka Dino dari genggaman Myungsoo.

“karena kau sudah susah payah mendapatkannya untukku –akan keuterima” Jiyeon menunjukan senyum yang terlihat mengerikan bagi Myungsoo. pria itu masih meringis memegangi kakinya –yang tadi baru saja Jiyeon tendang.

“hey.. kalian! Berhentilah bertengkar! Bukankah kalian akan menikah sebentar lagi!!”Suara Suzy menggema ditelinga Jiyeon –gadis cantik itu berbalik kearah Suzy dengan teramat sangat malas.

“itu bukan bertengkar, tapi bermesraan iyakan, chagi?” Jiyeon menunjukan senyum yang terlihat masam kemudian merangkul dengan keras pundak Myungsoo membuat pria itu merasa tercekik oleh rangkulan Jiyeon –namun karena tidak ingin berurusan dengan gadis kejam itu lagi –Myungsoo akhirnya mengangguk sekenanya. “kami memang memiliki cara yang berbeda dari pasangan lain” tambah Jiyeon –Suzy terlihat kesal mendengarnya.

“terserah, aku ingin mengajak kalian untuk mengikuti perlombaan pasangan disana” Suzy menunjukan sekumpulan remaja yang sedang mendaftar untuk mengikuti sebuah perlombaan romance untuk pasangan. Myungsoo mendengus mendengarnya –sepertinya ia akan tersiksa lagi.

“baik.. siapa takut! mari kita bersaing” lagi-lagi Jiyeon menerima tantangan Suzy dengan tanpa meminta persetujuan Myungsoo –kemudian menarik pergelangan tangan Myungsoo menuju kerumunan tersebut –dan mendaftarkan dirinya dengan Myungsoo. Suzy dan Mark terlihat menyusul pasangan aneh itu dibelakang.

Kini semua pasangan yang tadi mengantri sedang berkumpul diatas panggung kecil yang tersedia disana. Mungkin jika dihitung ada 15 pasangan yang ikut perlombaan ini termasuk Jiyeon-Myungsoo dan Suzy-Mark. Mereka semua terlihat memancarkan senyum kebahagiaan karena dapat mengikuti perlombaan ini –terkecuali Myungsoo. lelaki itu terlihat malas untuk mengikutinya.

“baiklah.. sepertinya kalian sangat bersemangat untuk mengikuti perlombaan ini.” Mc yang membawakan acara tersebut terlihat berjalan kesalah satu pasangan kemudian meng-interview mereka. Hingga tiba-tiba MC tersebut mendekat kearah Myungsoo dan Jiyeon “hallo.. kalian pasangan yang terlihat serasi” puji Mc tersebut. Jiyeon dan Myungsoo memperlihatkan senyuman terpaksa mereka –tentunya mereka tidak suka dipuji seperti itu. Bagi mereka pujian yang keluar dari mulut Mc ini adalah sebuah ejekan. “apakah kalian senang mengikuti acara ini?” tanya Mc tersebut –Jiyeon terlihat bersorak meng-iyakan sementara Myungsoo hanya terdiam dan berbisik tidak –namun segera Jiyeon menginjak kaki Myungsoo membuat Myungsoo menunjukan raut wajah kesakitan.

“aaahh.. iya.. kami senang” dengan terpaksa Myungsoo ikutan bersorak mengikuti apa yang dinginkan Jiyeon. Mc tersebut tersenyum kemudian melangkah kedekat Suzy. Mereka juga ditanyakan hal yang sama seperti Myungsoo dan Jiyeon.

Dan dengan kompaknya Mark dan Suzy menjawab “tentu.. kami sangat senang mengikutinya” mereka bersorak sembari mengumbar senyuman yang manis –membuat pasangan manapun pasti iri melihatnya –termasuk Jiyeon. ia juga merasa iri dengan Suzy, ingin sekai ia menggantikan posisi Suzy yang sedang berpasangan dengan Mark.

“baiklah untuk perlombaan pertama  mari kita mulai dengan perlombaan saling menggendong pasangan kalian… para namja ayolah gendong gadis pujaan kalian.”

Myungsoo mendengus kesal mendengar perintah dari Mc tersebut. Menggendong Jiyeon? yeoja yang terkenal karena kerakusannya? Ohhh.. itu adalah sebuah malapetaka baginya. Jiyeon menatap Myungsoo dengan puppy eyes-nya –berusaha agar pria itu mau menggendongnya. Myungsoo terlihat masih enggan untuk menggendong Jiyeon. mata mereka berdua kemudian teralihkan kearah pasangan Suzy dan Mark. Pria manis namun keren itu terlihat sudah memangku Suzy. Myungsoo menghela nafas karena tidak tega melihat Jiyeon yang mengerucutkan bibir didepannya sembari memasang Puppy eyes. Pria itupun menggendong tubuh ramping Jiyeon. ternyata gadis itu sama sekali tidak berat –malahan sangat enteng. Myungsoo jadi heran, bagaimana bisa Jiyeon menjaga berat badannya –padahal ia hobby sekali makan.

“ya! Kenapa kau tidak berat? Padahalkan kau dijuluk Dino karena kau rakus?” tanya Myungsoo sedikit berbisik.

Jiyeon menunjukan cengiran kebanggaannya “tidak tahu.. padahalkan aku sendiri tidak pernah memikirkan berat badanku”

Sudah sepuluh menit mereka saling menggendong satu sama lain, namun Mc belum juga menyuruh mereka untuk berhenti. Banyak pasangan yang sudah berguguran satu-persatu hingga hanya menyisakan 6 pasangan saja. Jiyeon yang melihat peluh mengucur diwajah tampan Myungsoo jadi merasa bersalah. Jiyeon ingin sekali mengambil tissue yang ada ditasnya kemudian mengusap peluh yang ada diwajah sempurna pria itu. Perlahan lengan Jiyeon bergerak untuk mengambil tissue yang ada ditas selempang yang dipakainya –dan tanpa Jiyeon sadari perbuatannya ini membuat gendongan Myungsoo mengendur dan hampir saja mereka kalah –namun untungnya Myungsoo berhasil mempertahankan tubuh Jiyeon digendongannya. Jiyeon menggigit bibir bawahnya karena merasa bersalah.

“diamlah.. kau tidak ingin kita kalahkan?” ujar Myungsoo menatap dalam mata Jiyeon. gadis itu mengangguk dan bergumam untuk meminta maaf. Sedetik kemudian Myungsoo merasakan sebuah tissue membelai wajahnya. Pria itupun kembali menatap wajah cantik seorang gadis yang ada digendongannya. Dengan sangat telaten Jiyeon terus mengusap pelan wajah Myungsoo.

“itu, sebagai tanda permintaan maafku” Jiyeon tersenyum kearah Myungsoo –membuat jantung Myungsoo berdetak tidak keruan karenanya. Baru kali ini ia melihat senyum Jiyeon yang begitu tulus dan manis. Sungguh, dimatanya Jiyeon sangat cantik sekarang ini. Suzy yang melihat hal itu terlihat kesal dan iri pada Jiyeon.

chagiya.. kau melihat kearah mana? Aku disini..” tanya Mark membuat Suzy mengalihkan tatapannya dari Myungsoo dan Jiyeon kearah Mark.

“anniya…” jawab Suzy  pelan dan sangat singkat.

chagiya.. aku sudah tidak kuat lagi..” ujar Mark yang sudah terlihat kelelahan karena memangku Suzy. Bagaimanapun gadis itu cukup berat –apalagi badan Mark juga tidak terbilang besar. Badan pria itu kecil dengan otot yang terbilang kecil juga.

mwo? Andwae.. kita tidak boleh kalah.. aku tidak mau kalah” Suzy berseru membuat Mark kesal mendengarnya. Sungguh, Suzy benar-benar egois. Ia tidak mengkhawatirkan Mark yang sudah pucat dan berpeluh banyak. Jiyeon yang melihat itu merasa kesal pada Suzy. Bila Jiyeon berada diposisi Suzy, mungkin ia akan menyuruh Mark berhenti. Karena ia takut kalau Mark akan sakit. Myungsoo yang mengikuti arah pandang Jiyeon –menjadi sedikit kesal.

“baiklah sudah selesai… kalian boleh menurunkan pasangan kalian masing-masing.” Ujar Mc tersebut yang membuat para pria menghela nafas lega. Karena bisa mengakhiri penderitaan mereka.

Jiyeon jadi cemas ketika melihat wajah pucat Myungsoo. “Myungsoo-ya.. gwenchana?” tanya Jiyeon khawatir. Myungsoo mengangguk dengan wajah datarnya. Jiyeon kemudian berjalan meninggalkan Myungsoo menuju seorang ahjumma pedagang minuman. Jiyeonpun membeli air mineral dan juga coffe.  Tanpa ia sadari dua orang lelaki sedang memperhatikannya. Mereka adalah Myungsoo dan Mark. Jika Myungsoo penasaran dengan apa yang dilakukan Jiyeon –Mark justru jadi merasa iri sekaligus menyesal sekarang ini. Jiyeon adalah gadis yang begitu perhatian –meski terkadang kekanakan, namun ternyata Jiyeon mempunyai sisi yang begitu baik. Mark jadi menyesal tidak pernah menghiraukan Jiyeon selama ini. Jiyeon kemudian melangkahkan kakinya kearah Myungsoo “ini.. munumlah.. kau pasti haus” Jiyeon memberikan sebotol air mineral pada Myungsoo. dengan tanpa membuang waktu lagi, Myungsoo segera meneguk air tersebut sampai setengahnya.

“Gomawo” Ujar Myungsoo berterima kasih. Jiyeon hanya merespon dengan anggukan dan senyumannya.

“ini.. minumlah, untuk menghangatkan badanmu” setelah itu Jiyeon memberikan secangkir coffee yang tadi dibelinya bersamaan dengan air mineral tersebut. Myungsoopun menerima coffee tersebut dan menggenggam coffe hangat itu –agar tubuhnya juga ikut menghangat. Sedikit-demi sedikit Myungsoo mulai meneguk coffe panas tersebut.

“baiklah.. semuanya yang tadi belum gugur.. mari kita berkumpul kembali.. untuk melanjutkan perlombaan” Myungsoo yang masih meneguknya terlihat cemas –karena ia belum menghabiskan coffe yang Jiyeon berikan untuknya.

“Myungsoo-ya.. ppali” ujar Jiyeon memohon, Jiyeon kembali terpancing ketika melihat Suzy menggandeng Mark menuju panggung untuk meneruskan perlombaan.  Akhirnya dengan sangat terpaksa Myungsoopun menghentikan acara minum coffe-nya dan menaruh coffe tersebut diatas sebuah meja yang tersedia disana.

“kajja” setelah itu Myungsoo menarik lengan Jiyeon untuk melanjutkan perlombaan konyol tersebut.

“kalau tadi kalian para pria harus menderita karena menggendong pasangan kalian, kali ini kalian akan sangat bahagia” ujar Mc tersebut sembari mengumbar senyumannya “karena tantangan kali ini adalah pepero kiss” seru Mc tersebut dengan sedikit menaikan nada suaranya ketika menyebutkan tantangan kali ini. Para lelaki terlihat bersorak senang –sedangkan para wanita terlihat tersenyum malu sembari berusaha untuk menutupi pipi mereka yang memerah. Myungsoo dan Jiyeon terlihat berusaha untuk menelan ludah mereka. Wajah mereka sudah terlihat memerah karena malu. Mcpun mulai membagikan sepiring kertas berbentuk hati pada setiap pasangan. Mereka harus memindahkan kertas-kertas tersebut kedalam piring yang lain.yang paling banyak memindahkan –dialah pemenangnya.

“Myung… aku tidak yakin untuk melakukannya.. bagaimana kalau bibir kita kena nantinya?” Jiyeon terlihat gusar sekarang –ia sangat takut kalau ciuman pertamanya akan direbut oleh Myungsoo. pria yang sama sekali tidak dicintainya.

ya! Aku sudah berjuang sampai sejauh ini dan kau ingin mengakhirinya? Tidak bisa Park Jiyeon!!”  bisik Myungsoo agar semua orang tidak bisa mendengar percakapan mereka.

“baiklah.. mari kita mulai” seru Mc itu lagi yang langsung disambut oleh setiap pasangan yang mulai mengambil kertas diatas piring yang mereka pegang menggunakan bibir mereka.

Jiyeon yang masih ragu, akhirnya memberanikan diri untuk mengambil kertas tersebut menggunakan bibirnya. Setelah itu ia mendekatkan bibirnya kearah Myungsoo agar Myungsoo dapat meraih kertas tersebut dan menaruhnya dipiring yang sudah ditentukan. Mereka terus melakukan hal tersebut –dengan diiringi detak jantung yang bekerja tidak normal.  hingga tidak tanpa sengaja bibir mereka menyentuh satu sama lain dan bersamaan dengan itu.. peluit tanda berhentinya permainan dibunyikan.

“huaaaa.. bibirku!! Huaaa.. eomma!!” Jiyeon berteriak sembari merengek dan melompat-lompat. Tangannya bergerak-gerak diatas bibirnya.  Myungsoo yang awalnya tegang karena sentuhan tidak sengaja tersebut malah jadi tertawa ketika  melihat tingkah Jiyeon yang seperti anak kecil. “huaaa… kau jahat! Sudah merebut first kiss-ku… sekarang mentertawaiku!!” Jiyeon berteriak kearah Myungsoo sembari masih merengek

ya! Seharusnya kau bersyukur.. banyak wanita diluaran sana yang ingin menyentuh bibirku”  seru Myungsoo sembari terkikik pelan. Jiyeon kembali mengerucutkan bibirnya kesal

“tapi aku tidak!!” Teriak Jiyeon –yang berhasil mengundak Mc dan tatapan para pasangan lain yang mengikuti perlombaan ini –tak terkecuali Mark dan Suzy.

“ada apa Nona? Kenapa kau berteriak” tanya Mc yang sedari tadi terus memandu acara tersebut agar sukses

“haha.. anni” Jiyeon yang merasa malu karena diperhatikan –hanya dapan menunjukan cengiran bodohnya kearah Mc tersebut.

Perhitungan pepero yang didapatpun dimulai. Pasangan Suzy dan Mark mendapatkan point yang cukup tinggi –yaitu 19 hampir 20. Mereka saat ini menempati urutan pertama. Dan tibalah saat Mc tersebut menghitung milik Myungsoo dan Jiyeon. keduanya terlihat sudah berkeringat dingin karena takut kalah dari Suzy dan Mark. Namun ternyata mereka mendapatkan jumlah yang lebih banyak dari pasangan Suzy dan Mark –yaitu 21. Keduanya terlihat tidak percaya dengan jumlah yang mereka dapatkan.  Keduanya kemudian saling menatap satu sama lain.

“aaahhhhhh…” teriak keduanya secara bersamaan sembari menggenggam tangan satu sama lain dan kemudian melompat-lompat seperti anak kecil. Entah kenapa Myungsoo yang terkenal akan kedewasaannya kini menjadi seperti anak kecil. Jiyeon jadi merasa tidak terlalu rugi ketika Mc mengumumkan mereka masuk final dan berhasil mengalahkan jumlah point Suzy dan Mark. Suzy terlihat melirik kesal kearah mereka berdua.

Beberapa menit setelah permainan tersebut, mereka kini melanjutkan kepermainan selanjutnya. Kali ini mereka akan memainkan sebuah permainan yang lebih gila dari sebelumnya. Yaitu chocolate cookies kiss. Mereka harus menggigit chocolate cookies tersebut secara bersamaan disisi yang berbeda. Yang paling pendek cocholate cookies-nya –ialah pemenangnya.  Myungsoo dan Jiyeon kembali diliputi ketegangan sekarang. Jiyeon jadi khawatir kalau bibir mereka akan kembali menyentuh satu sama lain. Kali ini permainan tidak dilakukan secara bersamaan –melainkan satu-persatu. Yang berhasil sampai ke permainan ini hanya 4 pasangan termasuk pasangan Suzy dan Mark. Kini sampailah untuk giliran Suzy dan Mark. Pasangan itu mulai memulai permainan mereka ketika suara peluit diperdengarkan. Mereka terus memperkecil chocolate cookie tersebut yang dengan kata lain mereka juga memangkas jarak diantara mereka. Hingga tinggal beberapa centimeter lagi –Mark menghentikan permaianannya –membuat Suzy jadi merasa kecewa. Mc-pun kini mulai mendekat kearah mereka berdua –dan kemudian mengukur ketinggian cookie tersebut.

“0,8 cm… Daebakkk” seru Mc tersebut memuji pasangan Suzy dan Mark. Semua orang memberikan tepuk tangan untuk mereka berdua. Jiyeon jadi kembali terbawa emosi melihat adegan Suzy dan Mark barusan. Setelah pasangan Suzy dan Mark kini saatnya untuk Myungsoo dan Jiyeon. mereka berdua mulai menaiki panggung dengan Jiyeon yang membawa sepotong Chocolate cookie ditangannya.

Mereka mulai menggigit chocolate cookie tersebut disisi yang berlainan. Mata tajam keduanya mulai menatap satu sama lain. Hingga tibalah saat peluit dibunyikan. Jiyeon masih ragu untuk memperkecil tinggi chocolate cookie tersebut, ia takut kalau kejadian sebelumnya kembali terjadi. Sementara itu Myungsoo terus memperkecil chocolate cookie tersebut –hingga matanya menangkap bibir Jiyeon yang entah mengapa membuatnya ingin kembali menyentuh bibir merah tersebut. Jiyeon akhirnya mulai memakan chocolate cookie tersebut –hingga kini jaraknya dan Myungsoo sudah sangat dekat. Jiyeon tadinya akan memutuskanya –dan ia sudah tidak perduli lagi dengan kalah atau menang dari Suzy –namun Myungsoo tiba-tiba menarik tengkuknya kemudian mencium bibirnya –Menghabiskan  chocolate cookie tadi tanpa menyisakan sedikitpun. Semua orang membulatkan matanya dengan apa yang Myungsoo dan Jiyeon lakukan. Keduanya berciuman didepan umum.

어떤 사랑도 어떤 추억도

이젠 생각나지 않아 매일 그대의 꿈을

Oh This is love 가슴이 뛰고 있어 그댈 보면서

Oh I love you 오늘은 그대에게 말하고 싶어 그댈 사랑해

Geu eotteon sarangdo geu eotteon chueokdo

ijen saenggangnaji anha maeil bam geudaeui kkumeul kkwo

Oh This is love nae gaseumi ttwigo isseo geudael bomyeonseo

Oh I love you oneureun geudaeege malhago sipeo geudael saranghae

Any other love, any other memories

I don’t remember them, every night, I dream of you

Oh this is love, my heart is racing as I look at you

Oh I love you, I want to tell you today, I love you

Malam sudah tiba.. Myungsoo dan Jiyeon sudah dinyatakan sebagai pemenang pertama –dan mereka mendapatkan hadiah romantic dinner disebuah restoran ternama di Korea. Namun Jiyeon sama sekali tidak berminat dengan hadiah tersebut. Justru ia jadi kesal sekarang. Tentu saja ia kesal karena Myungsoo yang tiba-tiba menciumnya didepan umum dan merebut ciuman pertamanya. Jiyeon keluar dari mobil Myungsoo dengan kesal dan membanting pintu mobil Myungsoo kasar. Myungsoo sudah beberapa kali meminta maaf –namun Jiyeon tidak mau juga memaafkannya. Myungsoo ikut keluar dari dalam mobilnya kemudian menarik lengan Jiyeon dan mendekap tubuh gadis itu.

Jiyeon meronta didalam dekapan Myungsoo –dengan sekuat tenaga ia menahan tangisannya“mianhae.. tapi aku rasa aku menyukaimu” ujar Myungsoo yang seketika itu juga membuat Jiyeon membeku dan menghentikan perlawanannya untuk Myungsoo berhenti mendekapnya. Tangisan Jiyeon semakin menjadi sekarang ini. Myungsoo terus mempererat pelukan mereka.

wae? Kenapa kau menyukaiku? Bukankah kau membenciku? Aku ini musuhmu Kim Myungsoo!” seru Jiyeon yang disertai isakannya –gadis itu masih didalam pelukan Myungsoo saat ini.

“rasa benci, musuh… aku sudah tidak mengingatnya lagi.. saat ini aku hanya memimpikan kau untuk menjadi milikku.. ini cinta Jiyeon-ah… hatiku selalu berlomba ketika aku melihat kearah matamu.. aku ingin kau tahu ini cinta.. aku mencintaimu Park Jiyeon” dengan begitu lancarnya kata-kata manis itu keluar dari bibir seorang Kim Myungsoo. Jiyeon tertegun mendengarnya –ia bingung harus melakukan apa sekarang ini.

Tanpa mereka sadari empat pasang mata sedang menatap mereka penuh haru. Mereka adalah kedua orang tua Myungsoo dan Jiyeon. mereka tidak menyangka kalau rencana perjodohan ini akan cepat berhasil bahkan sangat berhasil. Tadinya mereka mengira akan susah untuk membuat mereka berdua bersatu dan menerima perjodohan. Namun ternyata satu hari saja sudah cukup untuk keduanya menjadi sepasang kekasih.

“aku tidak tahu… tapi aku rasa aku juga mencintaimu Myungsoo-ah” Myungsoo mengendurkan pelukannya ditubuh ramping Jiyeon ketika mendengar ujaran gadis cantik tersebut –agar ia dapat melihat wajah Jiyeon. “karena aku juga merasakan hatiku selalu berlomba ketika aku menatap matamu” lanjut Jiyeon kemudian memberikan seukir senyuman untuk Myungsoo. Myungsoopun membalas senyuman Jiyeon kemudian menghapus air mata yang ada dipipi gadis itu dengan perlahan menggunakan ibu jarinya.

“This is Love.. I love you” Myungsoo kembali memeluk tubuh ramping Jiyeon sembari membisikan kata-kata tersebut tepat ditelinga Jiyeon.

The End

Haalooo.. semuanya.. apa kabar? Udah lama ya aku gak muncul dengan cerita romance kayak gini hehe xD kan kita sudah bersedih-sedih ria karena destiny.. nah sambil nunggu cerita itu kelar.. mari kita mengumbar cinta dengan FF romance amburadul ini hehe xD semoga kalian suka ya 😉

Makasih 😀

Advertisements

114 responses to “[Oneshoot] This is Love

  1. Annyeong ak reader baru disini. Salam kenal. Ff nya Daebakkk thor ~~ myungyeon so sweet banget ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s