[FICLET] EXPECTATION

expectation

Author : Yochi Yang

Title : The Expectation

Main Casts : Park Jiyeon, Kim Myungsoo

Other Casts : Lee Jieun, Choi Minho, Bae Suzy

Genre : Fluff, School life,  Romance

Length : Ficlet

Rating : All Ages

WARNING :

Ini hanya karya ringanku saja, mian kalo ga suka sama karakter yang aku pake dan dimohon untuk tidak bashing di sini 😎

“Que sera, sera. Whatever will be, will be..”

 Author’s POV

“Jeongmal?” ucap Jiyeon dengan setengah berbisik.

Jieun, gadis yang duduk di sebelah Jiyeon itu hanya mengangguk pelan. Dengan hati-hati Jiyeon menggerakkan kepalanya dan menoleh ke belakang.

Deg! Seketika jantungnya mendadak hampir lepas saat kedua matanya bertemu pandang dengan seorang pria tampan yang duduk tak jauh di belakangnya. Secepat kilat gadis itu kembali menatap ke arah semula.

“Kyaa eottokhe? Dia benar-benar melihatku..” katanya pelan. Entah kenapa keringat dingin mulai membasahi kedua telapak tangannya.

“Apa kubilang. Dia pasti menyukaimu. Sejak tadi dia terus saja memperhatikanmu.” Tambah Jieun masih berbisik.

Jiyeon masih tersenyum-senyum gaje dibuatnya. “Ohmo.. Sepertinya aku benar-benar akan memiliki namjachingu dari universitas Yonsei. Aaa.. Jinjja haengbokkhae..” pekiknya lagi dengan suara pelan.

“Benar, kan? Bagaimanapun juga kau harus berterima kasih kepadaku karena akulah yang mengajakmu mengikuti seminar ini.” Bisik Jieun, berpura-pura mencatat sesuatu di note booknya agar tidak ketahuan menggosip.

Jiyeon mengangguk girang. “Gomawo Jieun-a.. Keunde, apa menurutmu dia akan datang menghampiriku saat seminar selesai nanti?” tanyanya kemudian.

Jieun berpikir sejenak, sengaja agar terlihat seolah tengah memikirkan materi yang diberikan oleh pengkaji seminar. “Meoreugaesseo.. keunde, sepertinya begitu.” Ucapnya kemudian, membuat Jiyeon semakin kegirangan.

Sekali lagi gadis cantik itu menoleh diam-diam ke belakang. Dan lagi-lagi ia mendapati pria itu sedang melihat ke arahnya.

Gadis itu kembali memekik tertahan dengan kedua kakinya yang mulai menghentak-hentak pelan ke lantai saking senangnya. Impiannya untuk memiliki namjachingu dari Universitas Yonsei yang terkenal banyak mahasiswa pandai dan tampan itu kini sudah berada di depan mata.

“Yaa.. Jangan terlalu gaduh. Nanti Professor memarahimu.” Bisik Jieun mengingatkan.

“Arrasseo..” ucap Jiyeon pelan. Ia jadi semakin tidak sabar menunggu seminar selesai.

*

2 hours later..

Beberapa mahasiswa/i yang baru saja mengikuti seminar akbar itu tampak mondar-mandir meninggalkan aula. Namun beberapa dari mereka tak jarang ada yang masih duduk di tempat, tidak terkecuali Jiyeon dan Jieun.

“Yaa, aku pergi dulu, ne. fighting, Jiyeon-a..” bisik Jieun pelan, lalu setelah mengepalkan tangannya pada Jiyeon memberi semangat, gadis itu pun langsung ngacir dari tempatnya.

Sementara Jiyeon yang masih berada di tempatnya itu mulai panas dingin. Ia merasa seperti hendak berpidato di atas panggung. Beberapa keringat dingin sudah membasahi kedua tangannya.

Semenit, dua menit, tiga menit, empat menit, bahkan lima menit sudah terasa seperti lima abad bagi Jiyeon.

“Mwoya? Kenapa lama sekali? Apa jangan-jangan dia sudah keluar?” gumam Jiyeon penasaran.

Karena tak tahan lagi, ia pun menggerakkan kepalanya dan menoleh ke belakang.

DEG!! Lagi-lagi jantungnya hampir copot seketika, karena rupanya pria tampan itu sudah berdiri dan mulai berjalan ke arahnya. Dengan gugup Jiyeon kembali memandang ke depan dan memejamkan kedua matanya. “Ya Tuhan, tenangkanlah hatiku. Jangan gugup, Park Jiyeon. Jangan gugup..” do’anya dalam hati berkali-kali.

Tap.. Tap.. Tap..

Semakin lama suara langkah kaki itu semakin dekat. Hingga beberapa detilk kemudian suara yang benar-benar membuat was-was Jiyeon itu pun berhenti. Jiyeon masih belum berani membuka kedua matanya. Ia sengaja menunggu suara pria itu menyapanya.

“Annyeong..”

‘Kyaa.. Akhirnya..’ jeritnya dalam hati. Namun baru saja ia hendak membuka mulut untuk membalas sapaan tersebut, tiba-tiba saja sudah terdengar suara lain di depannya.

“A-annyeong..”

Jiyeon tertegun dan seketika membuka kedua matanya. Ia melongo sekaligus kaget saat melihat kalau ternyata pria tampan tersebut bukan menghampirinya melainkan menghampiri seorang gadis yang duduk tepat di depannya.

Pria itu tersenyum pada gadis tersebut dan berkata, “Apa boleh aku duduk di sini?”

“Nu-nuguseyo?” Tanya gadis tersebut.

Pria tampan itu tersenyum lalu mengulurkan tangannya. “Choi Minho imnida.” Katanya.

Gadis itu tertegun sejenak, namun setelahnya ia menyambut uluran tangan tersebut. “Bae Suzy imnida.” Balasnya.

Jiyeon terperangah. Ia baru sadar kalau ternyata sejak tadi pria itu bukannya menatap ke arahnya melainkan k arah gadis yang duduk di depannya. Jiyeon merasa bagaikan dilempar ke dalam sebuah sumur yang teramat sangat dalam bahkan ia sendiri tak mampu untuk mengukur seberapa dalamnya sumur tersebut. Kecewa. Malu, kesal, marah, semua bercampur menjadi satu. Ia merutuki kebodohannya sendiri.

“Bodoh. Bagaimana bisa aku se-geer ini? Aish! Jeongmal..” desahnya kecewa dan kesal bukan main. Gadis itu menundukkan kepalanya, berusaha menyembunyikan wajahnya yang entah sudah seperti apa saat itu.

Namun tiba-tiba saja ia merasa bahunya dicolek oleh seseorang. Jiyeon yang menyangka itu adalah Jieun hanya menggoyangkan tangannya ke belakang dengan lemas. “Gwaenchanha.” Ucapnya masih menundukkan kepalanya.

Namun colekan yang sama datang lagi.

“Nan jeongmal gwaenchanha, Jieun-a..” kata Jiyeon sekali lagi.

Dan ternyata lagi-lagi colekan tersebut kembali datang.

Jiyeon mulai merasa sedikit kesal dan seketika ia pun menoleh, “Sudah kubilang kalau—” namun ucapannya langsung terhenti begitu ia melihat siapa yang baru saja mencoleknya berkali-kali tadi itu.

Seorang pria tampan bertubuh tinggi dan ber-almamater universitas Yonsei Nampak berdiri di samping ia duduk. Jiyeon tertegun melihatnya. ‘Ohmo.. Tampan sekali..’ pikirnya kagum bahkan tanpa sadar dengan mulut setengah terbuka.

“Gwaenchanha?” tanya pria itu sambil melambai-lambaikan tangan kanannya di depan wajah Jiyeon, membuat gadis itu langsung kembali menemukan rohnya.

“N-n-nee.. G-gwaenchanha..” sahutnya sedikit gugup.

“Kau terlihat aneh sejak tadi. Appayo?” tanya pria itu sekali lagi.

“A-ahh.. Geuge— nuguseyo?” Jiyeon balik bertanya dengan gugup dan penuh penasaran. Siapa sangka kalau kini mood-nya mendadak berubah 360 derajat berbanding terbalik dengan yang tadi.

Namja itu tersenyum manis sekali bahkan nyaris membuat Jiyeon pingsan, lalu mengulurkan tangan kanannya. “Kim Myungsoo imnida.” ucap pria itu kemudian.

‘Ya Tuhan.. Dia mengajakku berkenalan. Apa ini artinya impianku akan menjadi nyata?’ Jiyeon menahan napas sejenak sebelum kemudian ia menyambut uluran tangan pria itu dan menjawab dengan penuh semangat. “Park Jiyeon imnida.”

END

Kkk awalnya tadi lagi buka-buka buku jadul di laci, eh malah nemu catatan pas lagi ikut seminar dua tahun yang lalu. Akhirnya muncul deh ide ini 😆

Anggap aja hiburan kecil ya chingudeul 😳

 

 

Advertisements

96 responses to “[FICLET] EXPECTATION

  1. wkwkwk aduh jiyeon please itutu memalukan banget xD wkwk
    tapi untungnya patah hatinya langsung terobati dengan kehadiran namja tampan yg lain =)) wkwk
    keren keren!!!^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s