Miracles in December – Chapter 4: Preparing

Author : HL
Tittle : Miracles in December – Chapter 4: Preparing
Main Cast : Jiyeon, Minho
Additional Cast : Jessica, Hyomin, Eunjung, Boram, Qri
Genre : Drama
Length : Chapter
Rating : PG

miraclesindecember

  “Chingudeul ~ Kita akan rapat nanti siang, dan kabar baiknya kita akan debut 2 bulan lagi!” Jiyeon dengan ceria menyampaikan kabar baik itu. Tapi beberapa dari mereka terlihat tidak senang dengan kehadiran Jiyeon. “Bukannya kau sudah debut duluan dari kita semua?” Hyomin berkata sambil pura-pura membersihkan kukunya. “A .. Aku memang dari awal sudah menjadi model kan? Ha .. Ha ..” Jawab Jiyeon dengan memaksakan diri untuk tertawa.

“Hyomin! Kau ini apa-apaan sih! Kita kan dari awal trainee menjadi penyanyi, sedangkan dia sudah lama disini dan memang sudah debut duluan jadi model! Kau sendiri bukannya sudah terkenal di internet dengan menjadi ulzzang? Jiyeon-ah, maafkan Hyomin ya!” Eunjung meminta Jiyeon untuk memaafkan Hyomin. Jiyeon mengangguk kecil dan tersenyum ke Eunjung. “Gomawo, Eunjung eonni.”

Hyomin dan Jiyeon masih saja saling diam saat mereka ber-enam makan siang bersama di cafeteria. Sedangkan Boram dan Eunjung berusaha mendekati Jiyeon dan menjadi teman Jiyeon. Jiyeon sendiri menyukai Boram, karena Boram terlihat baby face dan sangat lucu. Boram juga meminta Jiyeon jangan memanggilnya eonni karena Boram ingin tetap terlihat muda dan cute. *hahaha Boram eonni emang cute kok xD*

“Ayo, anak-anak! Kita akan rapat sekarang! Sudah selesai makannya?” Tanya Jessica. Para member mengangguk dan berjalan menuju ruang rapat mengikuti Jessica.

“Annyeong, calon pengharum nama Core Entertainment.” Sambut Yoo sajangnim saat para member memasuki ruang rapat. “Jadi, siapa yang akan menjadi leadernya?” “Aku!” Eunjung segera mengangkat tangan dengan penuh senyum. “Oke, leader Eunjung. Untuk nama grup kalian, aku sudah mempertimbangkan pada staff tinggi lainnya dan kami sepakat menamakan grup kalian T-Ara.”

“T .. Ara? Semacam .. Mahkota?” Gumam Jiyeon. Tetapi Yoo sajangnim mendengarnya dan berkata, “Bingo! T-Ara membuat kesan diamond saat dibaca, tetapi kita membuatnya berarti mahkota untuk wanita. Sekarang sebelum memberitahukan posisi kalian, siapa yang mau mengganti nama selain Hyomin dan Soyeon?”

Jihyun mengangkat tangan. “Mungkin …. Menjadi .. Qri ..” Ucapnya pelan. “Ara, Qri-ssi. Jessica, tolong di catat. Kemudian untuk posisi, Soyeon sebagai main vocalist, Eunjung sebagai main rapper dan main dancer, Jiyeon menjadi maknae dan visual, sedangkan sisanya menjadi lead dan sub. Ini sudah disusun sesuai kemampuan masing-masing. Ada yang mau bertanya?”

Jiyeon menghela nafas, karena perkataan Minho benar. Jiyeon pun memutuskan untuk mengangkat tangan dan berdiri. “Sajangnim, kenapa posisi lead dan sub lebih banyak sedangkan Eunjung menanggung tanggung jawab berat sebagai leader, main rapper dan main dancer? Kenapa sajangnim tidak melihat kembali bakat-bakat kami dan membagi dengan rata posisi kami?”

“Aku sudah bilang, ini sudah kami pertimbangkan dan kami susun.” Jawab sajangnim dengan tegas. “Sajangnim, jebal … Aku ingin .. Posisiku lebih dari maknae dan visual ..” Jiyeon dengan cepat berakting sedih dan seolah-olah ingin menangis, agar sajangnimnya itu bisa tersentuh. Melihat Jiyeon yang sudah ingin menangis, teman-temannya yang lain termasuk Eunjung segera berdiri. “Sajangnim, tolong re-posisikan kami!”

Tak mau grup barunya itu bubar, sajangnim pun mengiyakan permintaan mereka. “Baiklah, akan kubicarakan sebentar dengan Jessica dan staff lainnya.” Jessica dan Yoo sajangnim pun keluar dari ruangan. Beberapa saat kemudian, mereka kembali dan Jessica yang membacakan hasil rapat mendadak mereka.

“Eunjung lead vocalist dan  main rapper, Hyomin lead rapper, lead dancer dan sub vocalist, Boram lead vocalist, Soyeon main vocalist, Qri sub vocalist, Jiyeon maknae, visual dan main dancer.” Baca Jessica dengan cepat. “Jadi mulai sekarang kalian semua akan tinggal di satu dorm dan latihan bersama. Dan kabar bahagianya, aku yang akan menjadi manajer kalian!” Jessica berteriak girang, tetapi tidak disambut oleh member T-Ara.

“Ehem, baiklah .. Nanti urusan dorm Eunjung yang mengurus, sekarang kalian packing barang kalian untuk pindah ke dorm baru kalian! Aku tunggu di dorm lama kalian ya. Jiyeon, kau nanti diantar Minho kesana sendiri. Temui Minho sekarang sebelum dia pergi keluar kantor!” Jiyeon langsung berlari ke kantor Minho dan menemuinya.

“Minho-ya! Aku jadi masuk ke grup itu dan tebak apa posisi yang kudapat? Main dancer dan maknae juga! Kau senang kan? Ini semua karena aktingku yang mulai bagus!” Jiyeon mengedipkan sebelah matanya ke Minho. “Terserah kau. Ji. Omong-omong, kau kesini hanya untuk memberitahuku kabar baik itu? Wah, aku spesial ya untukmu? Hahaha.” Canda Minho.

“Ani goteun! Aku akan pindah ke dorm baru, tolong temani aku ke apartementku dan bantu aku packing. Lalu antarkan aku ke dorm baru itu.”

“Hah, sudah kuduga. Ayo cepat turun dan pergi, nanti malam kau masih harus latihan lagi!” Mereka berdua pun turun dan masuk ke mobil Minho.

“Yaa, Minho. Tadi kata Jessica dia yang menjadi manajer T-Ara. Berarti … Kau tidak akan menjadi manajerku lagi?” Tanya Jiyeon di tengah perjalanan. Minho dengan iseng menjawab agar Jiyeon sedih. “Tidak. Tiap grup manajer hanya satu! Kau pikir manajer pekerjaannya sebanyak itu sampai butuh asisten segala?” Jiyeon pun mulai mengeluarkan wajah sedihnya.

“Minho, kau sudah 2 tahun jadi manajerku. Kau juga selalu ada di sampingku dan memberiku saran. Kau juga yang memilihku menjadi model sampai menjadi artis seperti ini …”

Minho pun tertawa terbahak. “Jessica kan baru dekat denganmu beberapa hari ini. Lagipula mana mungkin Jessica mengerti urusan dan jadwal pekerjaanmu.” Jiyeon heran, kemudian menampilkan wajah polosnya. “Jadi .. Kau masih menjadi manajerku?” Minho menjawab dengan berteriak. “Tentu saja!” Jiyeon yang di kerjai itu langsung melempari Minho dengan bantal. “Kau jahat!”

“Kalau aku jahat, aku tidak mungkin mau mengantarmu dan membantumu packing.” Jawab Minho santai. “Itu kan sudah tugasmu menjadi manajerku.”

“Wah, kau sudah pandai bersilat lidah ya. Aku ingat waktu pertama kali kau masuk ke gedung Core. Park Jiyeon yang polos selalu menjawab ucapan tuan Lee Min Ho ini dengan penuh rasa hormat.” Jiyeon kesal, kemudian menjulurkan lidahnya dan berkata, “merong!”

Chapter 4 – End.

7 responses to “Miracles in December – Chapter 4: Preparing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s