Miracles in December – Chapter 2: It’s More Than I Thought!

Author : HL
Tittle : Miracles in December – Chapter 2: It’s More than I Thought!
Main Cast : Jiyeon, Park Shin Hye
Additional Cast : Lee Minho, Jessica
Length : Chapter
Genre : Family
Rating : PG

Author note : Mian yaa kalo ga sebagus chapter 1😦 Enjoy your reading ya guys ~~

                                      miraclesindecember

  “Jiyeon! Kenapa kau melamun disana? Hei, lihat! Kartu nama siapa ini?” Shin Hye pun membaca nama yang tertera di sana. “Lee Min Ho, General Manager, Core Entertainment? Ji, kau bertemu dengannya?”

“Bukan hanya bertemu, dia juga memintaku untuk menjadi model di agensinya.” Shin Hye membelalakkan matanya. “Jinjja? Uwaa .. Terimalah Jiyeon! Kau mau hidupmu lebih baik kan?” Jiyeon tersenyum. “Jeongmalyeo, eonni? Aku boleh tandatangani kontrak itu?”

“Kenapa tidak boleh? Cepat hubungi dia dan bilang besok kau kesana!” Shin Hye menyodorkan handphonenya. “Eonni tidak ikut denganku?” Jiyeon terlihat kecewa. “Eonni harus jaga toko, Jiyeon-a .. Mian …” Jiyeon menggenggam kaki Shin Hye. “Eonni, aku mohon …. Ikut denganku ya?” Jiyeon memperlihatkan aegyeonya pada eonninya itu. “Baiklah, baiklah. Aku ikut.” Jiyeon langsung memeluk kakaknya itu. “Eonni, saranghae ~” Setelah itu, Jiyeon menelepon pria bernama Lee Min Ho yang menemuinya tadi pagi itu.

“Yeoboseyo. Jiyeon imnida, yang tadi pagi anda temui di Insadong.”

“Oh, yang calon model itu? Ada apa, Jiyeon-ssi?”

“Keuge … Aku .. Menerima tawaran kontrak anda.”

“Jinjjayo? Besok langsung datangi kantor kami ya, jam 8 pagi. Aku akan menunggumu di depan pintu kantor dan membawamu berkeliling.”

“Ne, tapi .. Aku boleh bawa eonniku kan? Mungkin anda bisa menawarinya menjadi aktris atau trainee menjadi penyanyi disana.”

“Sebenarnya kami juga mempertimbangkan kakakmu. Tapi kurasa dia tidak begitu cocok menjadi model. Besok kami akan mengaudisinya untuk melihat bakatnya. Bagaimana?”

“Ne, ne. Jeongmal gamsahabnida, Lee Min Ho-ssi!”

“Gwenchanayo, Jiyeon-a. Sampai jumpa besok ya!” Minho pun menutup teleponnya.

***

  “Annyeonghaseo, Lee Minho-ssi!” Sapa Jiyeon saat melihatnya di pintu masuk gedung Core Entertainment. “Ini eonnimu?” Tunjuk Minho pada Shin Hye. “Ne, namanya Park Shin Hye.” Minho tersenyum pada Shin Hye. “Kau lebih cantik dari yang kukira.” Shin Hye mengucapkan terima kasih dan tersenyum pada Minho.

“Baiklah, akan kuajak berkeliling disini. Di lantai 1 ada resepsionis, ruang audisi dan kantin, di lantai 2 ada ruang latihan menari dan menyanyi, studio menari dan studio rekaman, di lantai 3 ada kantor manajemen untuk semua artis dibawah label kami.” Jelas Minho. Tak lama, seorang yeoja berlari menghampiri Minho. “Yaa, Minho! Kami sudah menunggumu di ruang audisi! Dimana calon trainee kita? Inikah?” Yeoja itu mengalihkan pandangannya ke kami.

“Jessica, kenalkan! Ini Park Ji Yeon, calon model kita dan yang ini Park Shin Hye, calon trainee kita!” Jessica menatap heran pada Jiyeon dan Shin Hye. “Kalian .. Kakak adik?” Jiyeon dan Shin Hye mengangguk. “Kalian cantik sekali. Ayo cepat, masuk-masuk!” Ajak Jessica.

“Chogiyo, Minho-ssi .. Apa maksudnya dengan aku calon trainee kalian?” Tanya Shin Hye di tengah perjalanannya menuju ruang audisi. “Kamu tau kan kalau kamu cantik? Aku juga merundingkanmu tetapi kau tidak di terima menjadi model. Makanya kau diaudisi.”

Shin Hye pun masuk ke ruang audisi. Ia diminta menyanyi, menari dan berakting di depan Yoo sajangnim, pemilik dan penemu Core Entertainment bersama Minho dan Jessica. Ia akhirnya masuk menjadi trainee aktris label manajemen tersebut. Sedangkan Jiyeon? Ia sudah menjadi brand ambassador produk kosmetik dan brand baju ternama serta model catwalk brand baju dari Australia (ini juga termasuk pekerjaan model kan? xD).

Kehidupan mereka berubah selama sebulan itu. Mereka berdua sudah tidak lagi bangun di pagi-pagi buta dan tidak lagi tinggal di goshiwon yang sempit. Shin Hye yang menjadi trainee, harus pindah ke dorm yang sudah disediakan agensi. Sedangkan Jiyeon pindah ke apartement yang lebih luas dibandingkan goshiwonnya dulu dengan uang hasil pekerjaannya.

Setelah setahun berlalu, perlahan-lahan kontrak brand ambassador dan catwalk sudah mau selesai. Jiyeon dan manajernya, Minho, mencari cara agar nama Jiyeon terangkat ke media dan tawaran pekerjaannya lebih banyak.

“Bagaimana kalau kau jadi aktris saja? Seperti kakakmu. Oh ya, kau sudah dapat kabar dari kakakmu?” Jiyeon menggeleng. “Shin Hye eonni? Belum, kabar apa?” “Dia akan shooting di Amerika, dan drama yang dia bintangi sekarang sangat menjanjikannya! Kau tertarik menjadi aktris sekarang?” Jiyeon kembali menggeleng.

“Aku .. Tidak bisa. Mungkin lebih baik kalau aku menjadi .. Emm … Penyanyi?” Minho segera menggebrak meja. “Call! Kudengar dari Jessica mereka akan mengadakan audisi mencari trainee untuk dijadikan member girlband yang baru. Kau mau ikut?” Jiyeon mengangguk dengan cepat.

Minho pun menarik tangan Jiyeon dan mencari Jessica. “Yaa, Jessica! Kalau Jiyeon ikut trainee menjadi member girlband barumu, kau mau?” Jessica terlihat senang sekali. “Aaah Minho-ya kau memang penyelamatku! Kau tau, aku sudah adakan audisi di internet dan di seluruh kota tapi aku hanya dapat 5 orang padahal target kita 9 orang! Kepopuleran artis memang berdampak pada label akhir-akhir ini. Tapi syukurlah Jiyeon ada disini. Ayo ikut aku, kukenalkan 5 orang temanmu yang lainnya.” Jessica mengajak Jiyeon ke ruang audisi untuk bertemu trainee lainnya.

“Annyeong! Ini teman baru kalian! Ayo, kenalkan dirimu!” Jiyeon pun memperkenalkan dirinya di depan trainee yang akan 1 grup dengannya. “Annyeong, Park Jiyeon imnida. Aku model di sini.” Jiyeon menunduk sedikit. “Kamu sangat fashionable. Aku suka gaya bajumu!” Celetuk Boram. “Jiyeon, dari kiri ke kanan ada Boram, Eunjung, Jihyun, Soyeon dan Hyomin. Kau yang paling muda disini, jadi mereka eonnimu semua ya.”

Jiyeon mengangguk mengerti. “Baiklah, besok kalian akan mulai tinggal di dorm dan menjalani latihan kecuali Jiyeon, karena kontraknya menjadi model catwalk belum selesai. Kalian boleh pulang untuk berkemas dan kembali lagi besok pagi pukul 10, arasseo?” “Ne, arasseo Jessica eonni!” Jawab mereka serempak.

Saat Jiyeon hendak meninggalkan ruangan, tangannya di tarik dengan cepat oleh Jessica dan membuatnya kaget. “Waeyo, Jessica eonni?” Jessica berbisik pada Jiyeon. “Aku diminta Yoo sajangnim mengatakan ini. Sebenarnya kau punya peluang untuk debut duluan daripada mereka berlima dengan memulai menjadi artis. Kau mau?” Jiyeon berpikir sejenak. “Tapi aku tidak bisa akting …”

“Begini, kau akan kutawarkan di beberapa produser drama yang ternama. Kalau mereka tertarik, aku akan berusaha membuatmu menjadi pemeran utama, bukan hanya menjadi cameo. Kau mau kan? Aku yakin kalau kau bisa akting kok.” Jessica meyakinkan Jiyeon. “Ba .. Baiklah …”

  Chapter 2 – End

13 responses to “Miracles in December – Chapter 2: It’s More Than I Thought!

  1. “… Jiyeon menggenggam kaki Shin Hye…” aq ngrasa ‘mengenggam’ u/ kaki it kurang pas. Biasa.n yg dgenggam it tangan. Lebih enak, ‘memeluk kaki shin hye’, kesan.n lucu lo jiyi meluk kaki eonni.n.. //opini aq sih//
    Tp gwenchana.. Scara kseluruhn aq suka. Ini bener2 miracle. Lancar bgt karir.n…
    Jadi bharap, myungsoo ad d ff ini.. //myungyeon ship.n kumat//tolong//

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s