Miracles in December – Chapter 1

Author : HL
Tittle : Miracles in December
Main Cast : Park Ji Yeon, Park Shin Hye
Additional Cast : Lee Min Ho
Length : Chapter
Genre : Family
Rating : PG

miraclesindecember

  “Eonni, bulgogi 1 naengmyeon 1. Bungkus ya!” Teriak Jiyeon dari kasir. “Ne, arasseo!” Dengan cekatan Shin Hye, eonni Jiyeon, membuat dan membungkus kedua pesanan itu dan memberinya pada Jiyeon.

Kakak beradik cantik itu memang hidupnya tidak secantik paras mereka. Setiap pagi mereka bangun dan berjualan makanan di food truck yang ada di Insadong hingga malam hari. Pekerjaan itu dijalankan mereka agar mereka bisa terus bertahan hidup, karena mereka berdua adalah anak yatim piatu.

“Eonni, aku lelah bekerja seperti ini terus! Memangnya kita tidak bisa membuka toko lain? Mungkin toko aksesoris atau toko baju? Jadi kan kita bisa lebih santai sedikit ..” Keluh Jiyeon sambil melahap bulgoginya.

“Jiyeon, bulgogi kita ini sudah terkenal karena rasanya yang enak. Lagipula toko baju itu kan modalnya besar, kau mau dapat uang darimana?” Jiyeon menghela nafas panjang. “Eonni, jebal eonni .. Aku lelah berjualan seperti ini terus, sepanjang hari .. Kita bahkan tidak pernah libur padahal ini sudah awal Desember …”

“Ara, ara. Kau boleh pulang sekarang, tapi kau besok jaga pagi. Cepat pulang sana! Semakin malam udara semakin dingin lho!” Jiyeon pun mengambil tasnya dan berjalan pulang. “Eonni cepat tutup toko ya. Jangan lama-lama!” Shin Hye mengangguk dan kembali masuk ke dapur.

“Seandainya aku dan eonni bisa hidup enak setiap hari. Makan enak, tidur enak, perawatan ..” Gumam Jiyeon di dalam kamarnya sambil memeluk guling dan menatap langit dari jendela kamar goshiwon nya.

Tok .. Tok .. Pintu kamar Jiyeon dan Shin Hye diketuk. “Nugu?” Teriak Jiyeon dari dalam kamar. “Ini aku, Eunjung.” Jiyeon pun buru-buru membukakan pintu. “Jisunghaeyo, ahjumma … Ada apa?” Tanya Jiyeon kepada Eunjung ahjumma, sang pemilik goshiwon. “Ini ada kiriman paket untukmu. Baru saja di taruh di kotak pos.” Eunjung menyodorkan sebuah kotak berlapis kertas coklat dan tertulis nama Jiyeon di atasnya. “Ah .. Gomawoyo, ahjumma. Jaljayo!” “Ne, jaljayo! Salam untuk eonnimu ya!” Eunjung pun meninggalkan Jiyeon.

“Ige mwoya ..” Gumam Jiyeon sambil merobek kertas coklat yang menjadi pembungkus paket itu dan membuka isinya. Sebuah pohon natal kecil yang berukuran sejengkal tangannya serta hiasan-hiasan yang di letakkan terpisah.

“Uwaa .. Neomu yeppuda .. Dari siapa?” Tanya Shin Hye sambil meletakkan tasnya. “Waa, kamjakkiya!” Teriak Jiyeon. “Omona, eonni jinjja …” “Naega wae? Bukannya salahmu karena jantungmu lemah?” Jiyeon hanya cemberut dan menaruh pohon natal kecil itu di meja di tengah-tengah tempat tidurnya dan Shin Hye.

“Itu pohon natal dari siapa?” Jiyeon hanya mengangkat bahu. “Molla. Eunjung ahjumma memberikannya padaku barusan. Nah, selesai. Ayo berdoa!” Jiyeon pun merangkapkan kedua tangannya di depan dada dan memejamkan matanya. “Aku harap hidupku bisa lebih baik dari sekarang.” Ucapnya dalam hati.

“Sudah kan? Ayo cepat tidur! Besok kau yang jaga pagi kan, Jiyeon?” Jiyeon  mengangguk lalu mematikan lampu kamar. “Eonni jaljayo!”

Esok paginya, seorang pria yang mengenakan jas memberi pesanan pada Jiyeon dan membuat hidup Jiyeon menjadi sedikit lebih baik. Seorang pria bernama Lee Minho, general manager dari Core Entertainment, yang membuat hidup Jiyeon setidaknya berubah sedikit demi sedikit.

“Ini bulgoginya. Jal moktaeseumnida!” Ucap Jiyeon sambil menaruh sepiring bulgogi di meja. “Jamkkaman, agassi! Kau sedang tidak sibuk kan? Boleh duduk dulu sebentar?” Tanya pria itu. “Baiklah. Mau kusiapka oksusu cha dulu?” Pria itu mengangguk dan Jiyeon pun mengambil 2 gelas oksusu cha dari dapur.

“Kulihat selama seminggu ini, kau dan kakakmu selalu bekerja keras padahal kalian cukup cantik. Terutama kau, agassi. Aku sudah merundingkan dan memberikan fotomu ke bagian modeling kami, dan mereka menyuruhku untuk merekrutmu masuk ke agensi dan menjadi model kami.”

Jiyeon terdiam sesaat. “Agensi? Model? Emm .. Keuge … Ini butuh waktu untukku meminta ijin kakakku dan merundingkannya dulu.” Pria itu mengangguk mengerti. “Kalau kau sudah setuju, kau bisa menghubungiku. Begitu kau datang ke kantor, kau akan langsung menandatangani kontrak. Aku permisi dulu.” Jiyeon pun bergumam. “Kontrak? Kalau aku tanda tangani maka kehidupanku dan eonni bisa lebih baik ..” Pikirnya.

Chaopter 1 – End.

16 responses to “Miracles in December – Chapter 1

  1. wah pohon natal itu dari siapa ya?
    keren ditawarin jadi model…
    terus ntar minho bakalan suka sama siapa? shinhyekah? semoga haha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s