Complicated (Part 2-End)

Author : HL
Tittle : Complicated (Part 2)
Main Cast : Minho & Lee Kaeun
Additional Cast : Kang Seulgi, Jonghyun, Ahreum
Genre : Romance, Family
Rating : PG-13

poster-complicated

  “Yaa, Minho! Minho oppaaa!” Teriakku histeris. Minho oppa pingsan di lantai, dengan tangan yang berdarah terkena pecahan beling. “Mungkin dia pingsan saat dia ingin minum.” Kata Jonghyun sambil menyingkirkan pecahan beling dari tangan Minho oppa. “Kau kenapa tidak ada di sampingnya? Kau tau kan kalau dia lagi sakit?”

Jonghyun berhenti sesaat, lalu menoleh untuk menatapku. “Kau pikir aku harus ada di sampingnya selama 24 jam? Aku juga bekerja! Dan lagipula, aku bekerja hanya di ruangan sebelah. Kau sendiri pergi kemana? Kau masih sama persis seperti dulu, Seulgi. Kau masih seenaknya, benar-benar sama persis seperti dulu.” Jonghyun pun meninggalkanku.

Aku mencari kotak P3K untuk mengobati tangan Minho oppa. Jonghyun tidak kembali untuk membantuku, sama sekali. Bahkan untuk melihat keadaan Minho oppa pun ia tak mau.

Menjelang larut malam, Minho oppa masih tidak sadarkan sama sekali. Aku pun memutuskan untuk membawanya ke rumah sakit, dengan meninggalkan sebuah post it di pinggir kasur.

Terima kasih telah merawat Minho oppa selama beberapa hari ini. Aku akan membawanya ke rumah sakit. Maaf bila aku bersikap seenaknya. Seulgi K.

***

  Setelah beberapa hari Minho oppa masuk ke rumah sakit, ia akhirnya sadar dan mulai melupakan Kaeun yang omong-omong belum menghubungi bahkan menjenguk oppa. Demamnya yang kemarin mencapai 40 derajat, sekarang sudah turun dan bisa tertawa lepas seperti biasanya.

Handphone Minho oppa berbunyi saat kami sedang bersenda gurau. Oppa memintaku yang mengangkatnya, karena ia masih di larang dokter untuk menggunakan handphone.

“Yeoboseyo?” Jawabku, tanpa melihat display name yang tertera.

“Mian, apa ini .. Choi Minho?”

“Ne, aku Seulgi adiknya. Ada apa?”

“Kudengar dia masuk rumah sakit, boleh aku minta nama rumah sakit dan nomor kamarnya?”

“Seoul National Hospital, lantai 7 kamar 40.”

“Oh, baiklah. Gomawo.”

“Siapa yang telepon?” Tanya Minho oppa. “I don’t know. Mungkin temanmu, soalnya dia tanya tentang rumah sakit dan kamar tempatmu menginap.” Minho oppa mengangguk mengerti lalu menyalakan TV yang ada di depannya. “Oh ya, aku mau turun dulu ke cafeteria ya.” “Aku titip jus jambu ya, Seulgi!” Aku pun membentuk huruf ‘O’ sambil meninggalkan Minho oppa.

Ckrek. Pintu kamar terbuka. Tampak bayangan seorang yeoja di pintu. “Seulgi-ya, cepat seka …” Kaeun muncul di kamar Minho. “Ka .. Kaeun? Kau … Mencat rambutmu?” Tanya Minho. Ia kaget karena rambut hitam pekat Kaeun di cat menjadi warna coklat terang. “Aku kesini mau minta maaf padamu, karena aku sudah …” “Tidak, tidak. Tidak apa-apa. Aku tidak mau membahas itu lagi. Aku mengerti perasaanmu kok.” Kaeun memperlihatkan eye smile nya.

“Tapi sebenarnya … Aku sudah memikirkan matang-matang .. Aku ..” Braakk! Aku membuka dengan keras pintu kamar Minho oppa. “Kau .. Masih berani datang kesini?!” Teriakku. “Seulgi-ya … Gwenchana …” “Oppa .. Kau masih mau membela orang yang telah membuat keadaanmu seperti ini? Aisshi, oppa jinjja …”

“Seulgi-ya! Stop! Dia ingin bicara! Dengarkan saja!” Teriak oppa padaku. Ini kali pertama ia berteriak padaku. Minho oppa benar-benar berubah. “Mau bicara apalagi? Jelas-jelas perempuan ini sudah menolakmu!” Kaeun terlihat bingung melihat pertengkaran kami berdua. Ia memilih untuk diam.

“Memang benar kata Jonghyun, kau memang seenaknya saja!” Aku kesal dan membanting 2 gelas jus jambu yang ada di tanganku. “Arasseo. Jika kau mau membela perempuan ini, aku lebih baik pergi! Selamat bersenang-senang dan jangan pernah berani pulang ke rumah!”

Aku pun meninggalkan ruangan Minho oppa. Ia terus memanggilku, namun aku tak peduli. Seperti biasa, aku pergi mengunjungi night club di Itaewon, untuk mengobati rasa kesalku.

“Yaa, Seulgi! Sudah lama aku tak melihatmu datang.” Sambut Ahreum, teman clubbingku. “Kakakmu itu pasti sedang tidak ada, jadi kau pergi kesini. Benar kan?” Aku mengangguk. Jika Minho oppa ada di rumah, ia selalu melarangku pergi clubbing dengan berbagai macam alasan.

Ahreum meninggalkanku, dan ia kembali 1 menit kemudian membawa sebotol whiskey bermerk Jack Daniel’s dan menuangkan ke gelas untukku dan dirinya. “Cheers!” Dan, setelah saat itu, aku benar-benar mabuk dan tidak ingat apapun.

***

  “Yaa, Seulgi!” Teriakkan seorang namja membangunkanku. Kulihat wajah Minho oppa dan Kaeun ketika mataku terbuka. Aku segera duduk, dan aku juga melihat wajah khawatir Ahreum di belakang Kaeun. “Gwenchanayo, Seulgi-ah?” Aku sedikit merasa sakit pada kepala bagian belakangku. “Sedikit .. Sakit di kepala. Kenapa kalian berkumpul disini? Aku dimana?”

“Kemarin kau mabuk berat. Aku tidak tau rumahmu dimana, jadi aku mencari nomor kakakmu di handphonemu, dan dia membawamu pulang. Dia marah dan bilang kau tidak bisa minum bir terlalu banyak. Aku tidak tau sama sekali. Aku benar-benar minta maaf Seulgi-a …” Ucap Ahreum dengan cepat, membuat beberapa kata tidak bisa terdengar olehku.

Aku tersenyum simpul. “Gwenchana, Ahreum-a. Kau tidak perlu khawatir seperti itu. Lihat, aku baik-baik saja kan?” Ahreum mengangguk. Minho oppa menatapku nanar, sedangkan Kaeun sedikit khawatir. “Kau! Ini bukan kali pertamamu pergi clubbing ke Itaewon kan!” Aku menghela nafas panjang.

“Memangnya kenapa? Umurku sudah 19 tahun kok! Lagipula, untuk apa oppa pulang dan membawa perempuan ini?” Wajah Minho oppa memerah. “Ah itu ya .. Sebenarnya .. Kami sudah jadian.”

“Oh, chukkaeyo!” Ucapku sinis. “Kau masih marah denganku?” Tanya Kaeun. “Eo. Tentu saja.” Kaeun menundukkan kepalanya, kembali merasa bersalah. “Mianhae. Jeongmal mianhaeyo. Waktu itu kau tau sendiri kan perasaanku seperti apa? Lagipula …” “Lagipula Minho oppa sudah sembuh? Hah, enak sekali kau menjawab seperti itu. Kami sudah hidup bersama selama 7 tahun, dan kau yang tiba-tiba datang ke kehidupan kami tetapi membawa kesan awal yang buruk bagiku, tentu saja aku masih marah padamu!”

“Sudahlah, Seulgi. Kalau kau bersikap begitu terus kan tidak baik untuk kedepannya.” Tiba-tiba eomma muncul. “Eomma sudah tau semuanya. Jonghyun dan Minho sudah bercerita pada eomma. Sudah saatnya kau memaafkan Kaeun kan? Lagipula Kaeun orang yang baik kok.” Aku terdiam. Eomma adalah orang yang keras. Kalau aku membantahnya, dia akan bersilat lidah denganku. Lebih baik aku memaafkannya saja.

“Algeseumnida, eomma. Mianhaeyo, Kaeun-ssi.” Kaeun tersenyum. “Gomawoyo, Seulgi-ah.”

***

  A couple years later ..

    Aku memakai sepatu heels berwarna pink pastel itu dan beranjak dari tempat dudukku. Setelah membetulkan sedikit bagian bawah gaunku, aku berjalan ke arah jendela, menatap cuaca hari ini yang tidak terlalu panas dan tidak hujan. Aku tersenyum dan berniat untuk segera mengunjungi ruangan calon kakak iparku, Kaeun.

“Yaa, Seulgi-a! Uwaa .. Neo jeongmal yeppudaa ..” Puji Gikwang dengan kamera di tangannya. “Mau kufoto? Berdiri di dekat jendela sana bagus lho.” Aku mengangguk. Ia lalu memotretku dan bilang kalau ia akan memindahkannya segera ke handphoneku, agar aku bisa mengirim fotonya ke social media😀

“Ayo, kita keluar sekarang! Mereka sudah menunggu!” Ajakku sambil membuka pintu ruanganku. Aku menggenggam lengan Gikwang dan berjalan beriringan dengan iringan dari keluargaku dan Kaeun. Setelah sampai di tengah panggung, aku dan Gikwang berjalan ke arah kiri, tempat keluargaku berkumpul.

Tak lama, Minho oppa dan Kaeun berjalan beriringan ke arah panggung. Ke empat putri-putri kecil di depan dan belakang mereka sibuk melempar bunga mawar  pada mereka berdua.

Resepsi pernikahan hari itu berjalan sangat bahagia, dan juga lancar. Minho oppa memaksaku untuk memanggil Kaeun dengan ‘eonni’, yang tentu saja aku tolak sebagai candaan. Namun ia mengancamku tidak boleh pulang ke rumah bila aku tidak mau. Dan tentu saja aku dan oppa tertawa mendengar ancaman yang membuat kami throwback itu.

the end.

2 responses to “Complicated (Part 2-End)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s