Complicated (Part 1)

Tittle : Complicated (Part 1 of 2)
Author : HL
Main Cast : Minho & Lee Kaeun
Additional Cast : Kang Seulgi, Jonghyun, Ahreum
Length : Chapter
Genre : Romance, Family
Rating : PG-13

Ini kisah dari kakakku, Choi Minho. Atau tepatnya, kakak tiriku. Dia sedang jatuh cinta akhir-akhir ini. Kurasa .. Gadis yang ada di hatinya itu adalah Lee Kaeun. Gadis berdarah Korea dan Jepang itu benar-benar membuatnya tergila-gila. Matanya sipit dan penuh senyum. Kulitnya putih mulus seperti salju. Dan, yang membuat Minho oppa sangat tergila-gila padanya, karena dia sangat ramah. Seperti saat pertama kali aku dan Minho oppa bertemu dengannya.

“Irasshaimase!” Sambut seorang gadis berkulit putih pelayan restoran Jepang itu. “Konnichiwa~ Berapa orang?” Minho menunjuk aku dan dirinya. “2 orang.” Pelayan itu memberi buku menu pada Minho dan aku. “Solma … Apa kalian .. Berkencan?” Aku dan Minho oppa segera tertawa keras. “Dia pacarku? Tidakkah kau lihat dia sangat muda untukku, Agassi?” Aku melihat wajah pelayan itu yang memerah. “Jangan malu begitu. Dia adik tiriku, umurnya 19 tahun.”

Dari perkenalan singkat Minho oppa padanya, Minho oppa menjadi jatuh hati pada pelayan bernama Lee Kaeun itu. Setelah beberapa hari, Minho oppa memberanikan diri untuk mengajaknya kencan. Aku benar-benar merasa bahwa Minho oppa memang cocok dengannya.

“Yaa, Seulgi-ya! Sedang apa?” Tiba-tiba Minho oppa membanting keras pantatnya di kasurku. “Uwaa! Kkamjakiya!” Aku kaget dan segera menggerakkan mouse komputerku ke arah browser. “Kau sedang mengetik? Mengetik apa?” Tanya Minho oppa sambil mendekati komputerku. “Aniyaa. Aku hanya sedang mengerjakan tugas kuliah. Oppa ada apa ke kamarku malam-malam?!” Minho oppa segera memeluk guling dan terlihat linglung.

“Tadi aku chatting dengan Kaeun. Aku tanya dia suka tanggal berapa. Dia bilang, tanggal 23. Itu kan sebentar lagi. Tapi aku bingung untuk ..” “Untuk mencari cara untuk menyatakkan perasaanmu padanya?” Aku segera menyela pembicaraannya, dan dia mengangguk. “Aku kan tidak se romantis mantan pacarnya. Eottokhae, Seulgi-yaa ..” Aku menghela napas panjang. “Aku kan tidak punya pacar …” Gumamku. “Tapi kau pernah punya pacar kan? Jangan kira aku tak tau. Mengenai Seungyeol dan Jong … Umph ..” Aku segera membungkam mulutnya. “Itu kan sudah lama. Waktu itu Jonghyun mengajakku ke sungai Han .. Lalu dia berlutut di depanku dan menyatakkan perasaanku begitu saja.” Brukk! Tiba-tiba Minho oppa melemparku dengan bantal. “Sungai Han. Itu ide bagus! Seulgi-ya, jeongmal gomawoyo! Saranghaee~~” Minho oppa pun segera meninggalkan kamarku.

Minho oppa sangat sibuk sekali menyiapkan pernak-pernik untuk acara besarnya. Dia tidak ingin Kaeun menolaknya. Dan yang merepotkan, dia memintaku untuk ikut dengannya, agar bisa ikut senang dengannya jika di terima, dan menghiburnya jika di tolak.

“Kaeun-a, emm … Malam ini kau bisa kan? Di sungai Han, jam 7? Ne, ne, arasseo. Tepat di bawah jembatan ya. See you~!” Minho oppa menutup teleponnya dan segera berlari mengambil kunci mobil. “Seulgi! Kau segera menyusul ya, pakai mobilmu sendiri, araa?” “Ck, ara! Sana cepat pergi!” Aku mendorong Minho oppa keluar dari rumah.

Aku baru menyusul Minho oppa 10 menit setelah ia pergi. Agar aku hanya melihat bagian romantisnya saja. Karena, yaah, aku kan tidak punya pacar. Apalagi malam minggu seperti ini. Satu-satunya tempat menyenangkan untuk orang single sepertiku ya hanya night club di berbagai distrik di Seoul.

Setelah beberapa menit perjalananku dari rumah ke sungai Han, akhirnya aku sampai juga di salah satu tujuan wisata para wisatawan lokal maupun luar itu. Aku melihat Minho oppa sudah berdiri di dekat Kaeun.

“Kaeun-a … Aku .. Ingin … Jujur padamu.” Kaeun tersenyum, membuat matanya  ikut tersenyum. “Jujur kenapa? Kau memangnya selama ini tidak jujur padaku?” Minho menggeleng. “Anii .. Bukan seperti itu maksudku. Aku .. Ingin jujur tentang … Perasaanku.” Kaeun yang innocent, dengan polosnya menjawab. “Perasaanmu? Kenapa? Kau sakit hati karena adikmu sudah punya pacar ya?” Minho menepuk jidatnya dan menghela napas panjang. Ia lalu mencengkram kedua pundak Kaeun erat-erat. “Kaeun. Tatap aku baik-baik. Aku .. Sebenarnya … Selama ini .. Menyukaimu.”

Kaeun menggigit bagian bawah bibirnya. “Sejak pertama kali kita bertemu, kau selalu ada di benakku. Keramahanmu, eye smilingmu, semuanya. Kau begitu sempurna bagiku. Jadi, maukah kau .. Menjadi .. Yeoja chinguku?” Kaeun sedikit bimbang. “Minho-ya .. Aku .. Bingung ..”

Jujur saja, aku tidak begitu mendengar percakapan mereka, karena aku berada di dalam mobil dan aku tidak membuka kaca jendela mobilku. Tapi karena aku melihat ekspresi mereka berdua, kurasa Kaeun menerima Minho oppa menjadi pacarnya. Karena itu aku segera pergi dari sana dan melajukkan mobilku ke daerah Itaewon.

Setelah malam itu, aku tidak pernah melihat Minho oppa pulang ke rumah lagi. Entah apa yang terjadi padanya. Aku sudah menghubunginya berkali-kali, tetapi tidak di angkat. Akhirnya aku menghubungi Jonghyun, teman dekatnya sekaligus mantan pacarku dan bilang bahwa Minho mabuk setiap malam. Dia tidak pulang karena takut aku melapor ke orang tuanya dan Kaeun. Jonghyun pun memintaku untuk segera menjemputnya.

“Minho oppa!” Panggilku. Namun Minho oppa tidak bangun juga. “Dia sudah seperti ini sejak 3 hari yang lalu. Dia ditolak oleh Kaeun.” Aku shock. “Dia .. Ditolak?” Jonghyun kaget karena aku tidak mengetahui berita itu. “Kau bukannya ada di dekatnya waktu Minho menembak Kaeun? Aku lihat mobilmu kok.” Aku segera menggeleng. “Aku tidak mendengar apa yang mereka bicarakan. Lagipula aku segera pergi ke Itaewon, karena aku kira Minho oppa .. Sudah jadian.”

“Jadi kau mau membawa pulang Minho atau tidak?” Jonghyun membentakku. “Jangan kasar padaku, mentang-mentang aku mantan pacarmu! Aku titip Minho oppa padamu dulu, aku ada urusan.” Aku pun segera pergi dari rumah Jonghyun dan pergi menuju restoran tempat Kaeun bekerja.

“Irasshaimase!” Seorang pelayan perempuan menyambut kedatanganku. Tidak, dia bukan Kaeun. “Apa kau melihat Kaeun hari ini?” Tanyaku segera. “Dia ada di dapur mungkin. Kau temannya?” Tanya pelayan itu. “Ne, tolong temui aku dengannya.” Pelayan itu pun mengantarku ke tempat Kaeun.

“Yaa, apa kalian lihat Kaeun?” Teriak pelayan itu pada teman-temannya di dapur. “Dia tadi di ruang ganti!” Pelayan itu pun mengantarku ke ruang ganti. “Kaeun-a! Ada yang mencarimu!” Kaeun segera menoleh ke arahku. “Tolong tinggalkan kami berdua.” Pelayan itu segera meninggalkan kami.

Aku dan Kaeun berdiri dan terdiam. Matanya sedikit sembab, mungkin habis menangis. “Kau .. Apa yang telah kau lakukan pada kakakku?!” Teriakku. Kaeun menjawab dengan pelan. “Mian .. Aku .. Tidak bermaksud untuk menolaknya ..” Aku menggebrak lemari yang ada di sampingku. “Kau … Apa kau tau apa yang dialami oleh kakakku? Dia mabuk selama 3 hari dan tidak pulang, semua itu gara-gara kau!” Ucapku menggebu-gebu. “Mian .. Mianhae …” Suaranya bergetar. Matanya berkaca-kaca. Aku … Menjadi .. Sedikit merasa bersalah.

“Aku tidak bermaksud menolaknya. Aku mencintainya. Sangat-sangat mencintainya. Tapi .. Mengingat kau selalu ada di sampingnya. Bahkan serumah dengannya … Aku merasa tidak bisa … Menahan rasa cemburuku pada kalian …” Ucapnya sambil sesegukan. “Aku kan adik tirinya! Memang kau kira aku akan berbuat apa pada kakakku sendiri!” Kaeun kembali meminta maaf padaku. “Mian … Aku .. Akan menemuinya.” Aku segera menarik tangan Kaeun dan menyuruhnya naik ke mobilku. “Hapus air matamu. Aku akan menemuimu dengan Minho oppa.”

“Jangan!” Kaeun tiba-tiba berteriak padaku. “Aku belum siap bertemu dengannya.” Aku menghentakkan stiletto-ku ke lantai, dan itu terdengar nyaring. “Kapan kau akan bertemu dan bicara padanya? Kau mau membuatnya semakin hancur? Kau tau, kalau kakakku sampai masuk rumah saki,t bukan kau yang di salahkan oleh keluarga kami, tapi aku! Apa kau tau semua itu, Lee Kaeun?!”

Kaeun hanya terdiam. “Asal kau tau, Kaeun. Kakakku sangat-sangat mencintaimu.” Aku lalu meninggalkannya, dan berharap dia mau bertemu Minho oppa segera.

Aku melajukan mobilku ke rumah Jonghyun. Kurasa Minho oppa akan lebih baik jika ia ada di rumah kami ketimbang di rumah Jonghyun. Tiba-tiba handphoneku berdering. Jonghyun menelponku. “Yeoboseyo? Ada apa?” “Minho demam. Aku tidak tau dia biasanya minum obat apa. Bisakah kau membeli obat untuknya? Sekalian termometernya juga ya. Gomawo. Tut .. Tut ..

“Minho oppa!” Ucapku setelah Jonghyun membukakan pintu rumahnya untukku. “Minho-ya! Adikmu datang nih!” Teriak Jonghyun sambil membuka pintu kamarnya dan Minho. “Yaa, Minho! Minho oppaaa!” Teriakku histeris.

— Part 1 ~ End —

One response to “Complicated (Part 1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s