[7th Scene] My Marriage Is…

my-marriage-ise280a6

My Marriage is … [Part 7]

Author Yaumila

 

| Main cast Park Jiyeon – Oh Sehun |

| Support cast Lee Taemin  – Han Soyi (OC) – Choi Sulli – And other’s |

| Genre Shool Life, Marriage Life | Length Main Chapter |

| Rating PG-17 |

Poster by : ©Nerita

Previous Part 1 | 2 | 3 | 4 5 | 6

 

Disclaimer :

Para tokoh yang ada di FF ini milik Tuhan. Cerita ini murni hasil imajinasi saya.

Happy Reading~~

.

.

.

Sehun POV

Gadis bernama Han Soyi itu benar-benar sangat menyebalkan. Bagaimana bisa aku menuruti semua keinginannya? Sepertinya aku harus segera mengakhiri perjajian konyol yang kubuat dengannya. Aku terpaksa harus meninggalkan Jiyeon di sekolah karena ia memintaku mengambil barang pesanannya yang katanya sangat penting karena untuk hadiah Ibunya. Dia ada sedikit urusan sehingga memintaku menggantikannya untuk mengambil barang tersebut. Setelah mengambilnya, aku mengendarai mobilku secepat mungkin agar segera sampai di sekolah. Gadis itu—Soyi menungguku di sekolah. Dia pikir aku ini kurir? Seenaknya saja menyuruhku. Mana ada kurir setampan diriku.

“Ini pesananmu,” ucapku saat melihatnya yang sedang menunggu di depan gerbang.

“Gomawo Sehun-ah.” Dia berjalan ke arahku dan langsung memelukku begitu saja, aku langsung melepasnya karena tidak ingin ada yang melihat kami dalam keadaan seperti tadi. Aku tidak ingin ada gosip aneh yang beredar tentangku dan gadis ini meskipun itu hanya berita bohong sekalipun.

“Ne, aku pulang.” Aku langsung melangkahkan kakiku menuju mobil. Tapi sebelum aku sempat membuka pintu, gadis itu menarik lenganku.

“Sehun-ah, antarkan aku pulang ya?”

“Jangan macam-macam Han Soyi, aku baru menuruti permintaanmu. Kau pikir aku ini apa? Pulang saja naik taksi.” Aku menghempaskan tangannya dan masuk ke dalam mobil. Gadis itu terlihat sedikit berkeringat, seperti habis melakukan sesuatu. Tapi apa yang baru dilakukannya? Ah, untuk apa aku peduli. Lebih baik aku segera pulang untuk melihat Jiyeon. Pasti ia sudah pulang sejak tadi.

“Ya! Sehun-ah, jahat sekali kau meninggalkan gadis cantik sepertiku sendirian.” Aku tidak mempedulikan ocehannya dan langsung menancapkan gasku dengan kecepatan yang cukup tinggi.

Setelah menempuh perjalan dalam waktu yang cukup lama akhirnya aku sampai di rumah. Setelah memarkirkan mobilku aku berjalan dengan cepat untuk mencapai pintu depan.

“Aku pulang.” Rumah terlihat sunyi. Tidak ada orang yang menjawab ucapanku. Kemana semua orang? Apa Eomma dan Appa pergi mendadak dan lupa memberitahuku lagi? Tapi kemana Jiyeon? Aku tidak mendengar suaranya. Aku berlari menaiki tangga dan langsung membuka pintu kamarku setelah tiba di depannya.

“Jiyeon-ah? Kau di dalam?” Tapi tidak ada sahutan sama sekali. Bahkan kamar masih dalam keadaan rapi seperti saat aku meninggalkannya. Aku mencarinya ke seluruh penjuru kamar. Apa dia belum pulang? Pergi kemana anak itu? Lebih baik aku mandi terlebih dulu karena tubuhku sangat tidak nyaman, sepertinya aku mengeluarkan banyak keringat hari ini.

Author POV

Sementara itu Taemin yang menemukan Jiyeon dalam keadaan tidak sadarkan diri mulai panik. Kenapa ia bisa sampai seperti ini? Sebenarnya apa yang telah mereka lakukan di dalam sana? Apa Jiyeon memiliki masalah dengan Soyi yang tidak ia ketahui? Taemin menepuk-nepuk pipi Jiyeon dan berharap agar gadis itu akan segera sadar.

“Jiyeon-ah, sadarlah ini aku Taemin.” Sepertinya yang dilakukan Taemin percuma saja karena Jiyeon sama sekali enggan untuk membuka matanya. Taemin melepas jas sekolahnya dan memakaikannya ke tubuh Jiyeon yang basah kuyup. Ia membersihkan wajah Jiyeon yang terihat sedikit kotor dan menemukan luka memar di pipinya.

“Apa yang mereka lakukan padamu? Kenapa kau bisa sampai seperti ini, Jiyeon-ah?” Taemin mengusap pipi Jiyeon perlahan dan lembut seolah-olah akan hancur jika ia menyentuhnya dengan sedikit keras. Hati Taemin begitu perih melihat gadis yang dicintainya itu dalam keadaan kacau seperti ini. Ia seperti habis dikeroyok. Rambut acak-acakan, pakaian basah total, dan yang paling mengenaskan saat melihat wajahnya yang dipenuhi memar pada bagian pipinya.

Taemin membopong tubuh tak berdaya Jiyeon untuk keluar dari gudang. Taemin berencana untuk segera membawanya pulang ke tempatnya dan mengobati luka-luka Jiyeon. Tapi setelah tiba di parkiran Taemin berhenti melangkankan kakinya seperti sadar akan sesuatu.

Ia sadar bahwa ada orang yang lebih berhak atas Jiyeon sekarang ini. Sehun. Meskipun mereka menikah atas dasar perjodohan, tapi ia tidak cukup bodoh untuk tidak melihat jika ada perasaan saling tertarik diantara keduanya. Kenyataan yang satu ini sangatlah dibencinya. Meskipun ia tidak bisa menjangkau Jiyeon, tapi ia ingin selalu ada disaat gadis ini membutuhkan pertolongan. Tapi sekarang ia tidak memiliki hak untuk itu. Satu lagi hal yang membuat hatinya bertambah perih selain melihat keadaan Jiyeon saat ini. Taemin ingin sekali mengobati luka-luka Jiyeon dan menunggunya hingga sadar. Tapi keadaan memaksanya untuk tidak melakukan hal itu.

Ia merasa menjadi orang yang tidak berguna. Karena hanya bisa melihat gadis yang dicintainya terluka tanpa bisa membantunya menyembuhkan luka itu. Ia harus bisa menerima nasib bahwa ada seseorang yang akan mengobati Jiyeon—dan mungkin lebih baik darinya. Taemin menghela napasnya dengan kasar dan berjalan keluar untuk mencari taksi. Tidak mungkin ia membawa Jiyeon dengan motornya.

Taemin langsung memberhentikan taksi yang melintas di hadapannya. Ia membaringkan Jiyeon di kursi belakang dan meletakkan kepalanya di atas pangkuannya. Ia meminta pada sang supir mengantarnya ke alamat rumah Sehun sesuai dengan yang ia sebutkan. Taemin hanya bisa memandangi wajah Jiyeon yang terlihat sangat kelelahan. Mungkin ini terakhir kalinya ia bisa melihat wajah Jiyeon dengan jarak sedekat ini. Taemin menghela napas dan meyakinkan dirinya bahwa tindakan yang saat ini ia adalah lakukan benar. Taemin mengusap kepala Jiyeon dan memejamkan matanya perlahan. Ia berharap agar waktu bisa berhenti berputar meskipun ia tahu bahwa itu hal yang sangat mustahil. Ya, sangat tidak mungkin.

Selang beberapa menit akhirnya mereka tiba di depan rumah Sehun. Taemin memandangi rumah tersebut seolah enggan untuk mengantar Jiyeon masuk ke dalam sana. Ia ingin sekali menyuruh sang supir agar meninggalkan tempat tersebut. Tapi itu hanya akan mendatangkan masalah karena mungkin semua orang akan mengetahui perasaannya yang sesungguhnya terhadap Jiyeon. Taemin akhirnya melangkah keluar setelah beberapa menit terdiam di dalam taksi. Ia membayar ongkosnya terlebih dulu baru mengeluarkan Jiyeon dari dalam sana. Setelah taksi tersebut melesat pergi, Taemin mulai melangkahkan kakinya ke halaman rumah tersebut dengan berat hati. Setelah tiba di pintu depan Taemin menekan bel yang tergantung disana dengan agak kesulitan karena Jiyeon yang sedang berada di gendongannya. Bel pertama tidak ada respon dari dalam. Begitu pun bel kedua. Namun saat ia ingin menekan bel untuk yang ketiga kalinya pintu tersebut akhirnya terbuka dengan memunculkan sosok Sehun dibaliknya.

“Ada apa dengan Jiyeon?” Sehun terlihat terkejut dengan kedatangan Taemin ke rumahnya namun ia lebih dikejutkan dengan keadaan Jiyeon yang tak sadarkan diri dan berada digendongan Taemin. Raut wajahnya benar-benar tidak bisa digambarkan saat ini. Dan yang pasti ia memandang Taemin dengan tatapan tidak suka.

“Akan aku jelaskan nanti, lebih baik kita baringkan Jiyeon lebih dulu.” Ya, menurut Taemin keadaan Jiyeon lebih penting dari pada pertanyaan Sehun tadi.

“Serahkan ia padaku, aku yang akan membawanya.” Tanpa persetujuan dari Taemin, Sehun langsung mengambil Jiyeon dan menggendongnya ke lantai atas. Ke kamar mereka. Taemin hanya bisa mengikutinya dari belakang dengan langkah gontai.

“Jadi apa yang terjadi?” Tanya Sehun setelah ia membaringkan Jiyeon di ranjang mereka, tanpa mempersilahkan Taemin untuk duduk terlebih dulu. Ia juga melepas jas yang tersampir di bahu Jiyeon dan melemparnya kepada Taemin.

“Sepertinya ia habis berkelahi dengan gadis bernama Han Soyi yang selalu membuntutimu.” Jawab Taemin langsung pada intinya.

“Mwo? Untuk apa mereka berkelahi? Setahuku mereka tidak memiliki masalah apapun.” Tanya Sehun yang sepertinya ditujukan pada dirinya sendiri.

“Mungkin masalah yang tidak kau ketahui. Masalah tentang dirimu mungkin. Kemana perginya dirimu tadi? Bukankah kalian selalu pulang bersama? Kalau aku tahu kau meninggalkannya sendiri, aku tidak akan membiarkannya menemui Soyi dan kejadian seperti ini tidak akan terjadi.” Taemin memandang Sehun dengan tatapan yang dingin. Sehun sedikit tersentak mendengar penuturan Taemin. Dan membalas Taemin dengan tatapan tajamnya.

“Lalu jika kau tahu apa yang akan kau lakukan? Kau akan mencegahnya dan membiarkannya tahu tentang perasaan yang selama ini kau tutupi itu? Aku tidak sebodoh itu hingga tidak mengetahui perasaanmu terhadap ‘istriku’.” Sehun menekan nada bicaranya saat menyebut kata ‘istriku’ dan ia ingin menegaskan bahwa Jiyeon adalah miliknya. Kini Taemin yang terdiam setelah mendengar pernyataan Sehun. Ia mengepalkan tangannya.

“Itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan perasaanku. Kau harus lebih berhati-hati menjaganya mulai saat ini. Kau tahu Soyi membawa temannya untuk memukuli Jiyeon? Bagaimana jika aku tidak mengikutinya saat itu? Mungkin ia masih tergeletak di dalam gudang kumuh itu.” Taemin berusaha menyadarkan Sehun bahwa ia adalah orang yang paling berjasa karena telah menolong Jiyeon. Sehun mendecakkan lidahnya kesal setelah mendengar perkataan Taemin.

“Kau bicara seakan-akan Jiyeon adalah milikmu. Tapi aku ucapkan terima kasih meskipun terpaksa. Bagaimana pun juga kau telah menolongnya. Dan mulai saat ini aku yang akan melindunginya. Kau tidak perlu merepotkan dirimu lagi untuk menjaganya.” Suana semakin tegang karena mereka saling melontarkan kata-kata tajamnya. Taemin tersenyum sinis mendengarnya.

“Baiklah aku mengerti. Kau harus menjaganya baik-baik jika kau tidak ingin aku merebutnya darimu, Oh Sehun. Aku permisi.” Taemin membungkukkan badannya dan melangkahkan kakinya keluar. Berada di ruangan yang sama dengan Sehun membuat emosinya naik secara drastis. Dan aksi saling pukul pul tidak akan bisa dihindari jika ia terlalu lama di dalam sana. Taemin melangkahkan kakinya dengan tergesa agar ia bisa segera keluar. Ia ingin menenangkan hati dan pikirannya yang sedang kalut. Dan ucapannya terhadap Sehun tadi bukan main-main, ia benar-benar akan merebut Jiyeon jika Sehun tidak bisa menjaganya dengan baik.

Sehun menatap Jiyeon dengan pandangan yang sulit diartikan. Bagaimana bisa Soyi tega mencelakai istrinya padahal ia selalu menuruti apa yang dikatakan Soyi. Ia merasa sangat tidak berguna karena ia tidak tahu apapun yang telah terjadi pada Jiyeon. Jadi inikah alasan gadisnya begitu takut saat melihat kedangan Soyi yang tiba-tiba saat acara pernikahan mereka? Dan ingatannya saat melihat Soyi saat sedang menunggunya di depan gerbang berkelebat di kepalanya. Dan ia ingat dengan jelas tidak ada raut bersalah di wajah Han Soyi. Seandainya saja ia tidak mengikuti perkataan Soyi. Seandainya saja ia tidak meninggalkan Jiyeon sendiri di sekolah. Pasti keadaan seperti ini tidak akan terjadi. Seharusnya ia mengantar Jiyeon ke rumah lebih dulu. Tapi nasi sudah menjadi bubur. Dan kata ‘seandainya’ tidak berguna sama sekali.

Sehun memilih untuk mengganti pakaian Jiyeon. Saat ia membuka kemejanya baru Sehun sadari jika ada luka memar di wajah cantik Jiyeon. ‘Gadis itu, apa saja yang ia lakukan kepada Jiyeon hingga terluka seperti ini?’

Sehun menghela napasnya kasar dan mulai melucuti pakaian Jiyeon satu-persatu. Tidak ada nafsu sama sekali saat ia melihat Jiyeon dalam keadaan tanpa busana seperti ini. Bagaimana bisa ia memikirkan hal itu saat keadaan Jiyeon sedang terluka? Ada perasaan marah dalam diri Sehun karena Jiyeon merahasiakan hal sepenting ini darinya. Dan hal membuatnya bertambah marah adalah karena ia baru mengetahuinya dari orang lain. Taemin. Sehun menahan amarahnya sebisa mungkin dan ia akan menanyakan hal sesungguhnya terjadi pada Jiyeon saat ia sadar nanti.

***

 

81 responses to “[7th Scene] My Marriage Is…

  1. anyeong thor. aku reader baru. dan sukak bgt sama ff ini. hihi. sebelumya sih belom pernah baca ff kaya gini, ini pertama kali. dan sekarang ketagihan, telat bgt ya. yang chapter ini di protect ya thor. kalo boleh minta passwordnya ya. kirim ke veronikarudyansyah2307@gmail.com . thankyou🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s