My Stranger Nampyeon part 3

Image

My Stranger Nampyeon

 

Author : elship

Main Cast :

Kim Myungsoo (L)

Bae Suzy

Other Cast : Find yourself

Genre : romance, mariedlife

Rating : PG-17

Type : Chaptered

Disclaimer : Tokoh utama dan tokoh lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Namun untuk semua cerita, karakter, setting, alur, adalah milik author sepenuhnya.

Hei hei hei……penasaran gak dengan kelanjutan My Stranger Nampyeon? Hehe,di part ini kayaknya sebagian besar bakal penuh dengan momen myungzy, kalian juga mungkin bakal shock dengan kebiasaan Suzy saat mabuk, kalian pasti penasarankan? Semuanya akan terungkap di part ini,tapi….WARNING!!! muncul lagi nih. Di part ini bakal ada ehem…ehem…readers pasti mengertilah, soalnya pas ketik ni ff yadongnya author kumat,keke *bercanda😀  jadi bagi yang merasa belum cukup umur silahkan meninggalkan ff ini gomawo ^^, selamat mebaca.

Jangan lupa RCL J

 

 

_3_

 

Drrrttt drrrttt~

 

Pesan masuk ke handphone Myungsoo, setelah melepas semua ikatan tali Suzy, Myungsoo berdiri mengambil handphonenya yang ada di saku celana dan membuka pesannya.

 

From : Seungho

To : Myungsoo

 

Kalian sudah sampai? Baguslah.

Oh ya Myungsoo-ah, kau jangan kaget membaca pesan ini ne, ini tentang sesuatu yang terjadi saat Suzy mabuk. Sejak SMA saat mabuk kami memang sudah biasa dengan kelakuan Suzy ini, kami bahkan sudah kebal. Namun aku tidak yakin denganmu, apalagi kau ini adalah suaminya. Baiklah aku to the point saja, Suzy akan terangsang saat dia mabuk, jadi dia selalu ingin melakukannya dengan siapa saja yang ada dihadapannya saat itu. Makanya setiap dia pergi minum bersama teman-temannya yang lain aku dan Jiyeon selalu mengawasinya.

Myungsoo-ah, fighting ne ^_^9

 

“MWO!!!!!” Teriak Myungsoo, kemudian dia menoleh ke arah tempat tidur, matanya mebulat seketika melihat Suzy.

 

“dia…apa yang dia lakukan?” Pekik Myungsoo melihat Suzy sudah membuka satu persatu kancing bajunya.

 

“Suzy-ah, geuman. Aku tidak tau harus melakukan apa. Berhentilah” Myungsoo menghampiri Suzy dan berniat untuk menghentikan aksinya.

 

“oppa, kau tinggal melakukannya saja, itu gampangkan” Ucap Suzy yang bajunya sudah terlepas semua, mata Myungsoo terbelalak melihat tubuh Suzy tanpa balutan baju sehelaipun.

 

“aisshhhhh, michinnom!!! Suzy-ah pakai bajumu lagi ne” Myungsoo memungut baju Suzy yang tadi dibuangnya di atas lantai.

 

“shireo!! Oppa buka bajumu juga” Teriak Suzy kemudian memaksa Myungsoo membuka bajunya.

 

Myungsoo sungguh tidak bisa melawan Suzy, dia sangat kuat. Sekarang pakaiannya sudah berhasil dilepas oleh Suzy. Suzy tersenyum nakal melihat Myungsoo, kemudian dia mendorong Myungsoo sampai terjatuh di atas tempat tidur dai mulai melumat bibir Myungsoo, Myungsoo hanya terdiam mematung. Suzy menarik leher Myungsoo dan memperdalam ciumannya sesekali dia menggigit bibir Myungsoo agar tebuka.

 

“engg…Suzy-ah. Geumanhae” Myungsoo yang berhasil melepaskan ciumannya dari Suzypun mulai bersuara.

 

“shireo, aku sudah menahannya sejak tadi. Aku tidak mau oppa!” pekik Suzy.

 

“tapi kau melakukannya sangat cepat, aku…” Ucap Myungsoo.

 

“jinjja? kalau begitu oppa saja yang melakukannya ne” Kata Suzy tersenyum kemudian membalikan posisinya dengan Myungsoo.

 

Suzy langsung menarik leher Myungsoo dan melumat bibirnya, Myungsoo yang mulai terangsang dengan tindakan Suzy, dia membalas ciuman Suzy dengan ciuman yang lebih panas. Sekarang mereka dalam keadaan yang tidak sadar, mereka melakukannya terus menerus tanpa rasa capek. Myungsoo yang seketika tersadar namun tidak menghentikan aktivitasnya karena dia sudah terlanjur melakukannya. Desahan demi desahan keluar dari mulut Suzy mebuat Myungsoo makin semangat untuk melakukannya.

___

 

Matahari yang sudah bertengger manis di atas langit tidak membuat kedua manusia yang sedang tertidur pulas itu merasakan kehangatannya. Tidak ada tanda-tanda dari keduanya akan bangun dari tidur pulasnya.

 

“erggggghhhhh” Erangan seorang yeoja membuat namja disampingnya menggeliat kasar. Kemudian namja itu membuka matanya. Betapa kagetnya dia melihat tubuhnya tanpa balutan kain sehelaipun. Matanya bahkan hampir keluar saat melihat ada yeoja disampingnya dengan keadaan yang sama dengannya.

 

“ah, aku lupa semalam Suzy!!! arrggghhhh” Gerutu namja itu menggaruk-garuk kepalanya kasar.

 

Namja itu kemudian bangun dan menuju kamar mandi, setelah mandi dia segera berpakaian dan meuju ke dapur untuk membuat sarapan tanpa berniat membangunkan yeoja yang tertidur pulas di atas tempat tidurnya.

 

“ergggghhhhhhhh……..oh oppa kau sudah bangun?” Tanya yeoja itu saat membuka matanya.

 

“oo…eoh” Jawab Myungsoo kaku.

 

“oppa waegeure? Ah kenapa aku lelah sekali, harusnya orang bangun tidurkan segar bugar, huh” Keluh Suzy sambil bangun dari tidurnya dan duduk di atas tempat tidurnya.

 

“bagaimana mau tidak lelah, semalam saja kau sangat liar. Heh” Gumam Myungsoo pelan.

 

“apa? Oppa bilang apa?” Tanya Suzy mendengar gumaman Myungsoo.

 

“ani, aku yang akan membuat sarapan” Ucap Myungsoo sambil keluar dari kamar.

 

Setelah selesai memasak, dia menyusun masakannya di atas meja. Dia membuat secangkir kopi buatnya dan segelas susu putih buat Suzy.

 

“eoh, kau sudah mandi. Makanlah” Ucap Myungsoo melihat Suzy yang sudah berdiri di ujung meja makan.

 

“ne, keunde oppa…auhhhh” Suzy mengerang kesakitan.

 

“wae apoo? Eodi?” Tanya Myungsoo melihat Suzy kesakitan.

 

“ne, jinjja appo oppa. Saat beranjak dari tempat tidur tadi disini benar-benar sakit” Tunjuk Suzy ke tempat yang ia rasakan sakit. Mata Myungsoo langsung terbelalak kaget.

 

“ah,i…itu..mung….kin han..ya sakit pe..rut yah sakit perut biasa haha” Ucap Myungsoo kikuk sambil menggaruk tengkuknya.

 

“jinjja? ah molla, tapi oppa ada yang aneh lagi” Ucap Suzy dengan mata menerawang.

 

“apa lagi?” Tanya Myungsoo sambil menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.

 

“tadi saat aku membersihkan tempat tidur aku melihat ada bercak darah di atas seprei. Apa itu darah oppa?” Tanya Suzy polos.

 

Myungsoo memuncratkan makanan yang ada di dalam mulutnya, betapa kagetnya mendengar ucapan Suzy, ya sudah tentu itu darah Suzy, semalam mereka melakukannya untuk yang pertama kalinya jadi otomatis darahnya akan keluar, Suzy itu bodoh atu kelewat polos sih.

 

“ckck gadis ini benar-benar tidak ingat dengan keliarannya semalam” Batin Myungsoo.

 

“molla, mungkin iya tapi aku tidak sadar. Nanti aku yang akan mencucinya” Jawab Myungsoo datar.

 

“geure. Oh ya oppa mulai hari ini aku akan bekerja lagi. Jadi mungkin aku tidak akan sering memasakkanmu saat makan malam” Jelas Suzy.

 

“gwenchana, cepat habiskan makananmu”

___

 

“annyeonghaseyo, cheoneun Lee Hyunwoo imnida. Senang bekerja sama dengan anda”

 

“ah, ne anyyeonghaseyo. Cheoneun Park Jun Hee imnida manager Suzy, perkenalkan ini Bae Suzy, dia akan menjadi modelmu untuk project ini”

 

“anyyeonghaseyo, Bae Suzy imnida” Sapa Suzy sambil membungkukkan badannya.

 

“annyeonghaseyo, Lee Hyunwoo imnida. Banggapseumnida” Balas pemuda yang bernama Lee Hyunwoo itu.

 

Suzy sedang menunggu managernya yang sedang berbicara dengan fotografernya tiba-tiba dia merasakan sakit lagi, di tempat yang sama seperti pagi tadi. Dia sedikit kurang enak badan namun dia memaksakan untuk tetap bekerja hari ini karena sudah terlanjur menandatangani kontraknya.

 

“Suzy-ah, ayo kita mulai pemotretan” Panggil managernya dari dalam studio.

 

“ah ne” Jawab Suzy, kemudian masuk ke dalam studio.

___

 

Di dalam cafe dua orang yeoja berparas cantik sedang menikmati makan siangnya dengan lahap.

 

“Suzy-ah, neo gwenchana?” Tanya yeoja dihadapannya itu.

 

“eoh, gwenchana. Waeyo?”

 

“ani, semalam kan kau mabuk berat. Aku pikir kau kenapa-kenapa”

 

“aisshh, aku tidak apa-apa. Lagipula kan aku sudah biasa”

 

“iya sih, namun semalam aku rasa kau tidak seperti biasanya”

 

“kenapa memangnya?”

 

“tuh kan, kebiasaan selalu melupakan hal-hal yang kau lakukan saat mabuk! Kau tau semalam kau melakukannya lagi, di depan suamimu itu”

 

“MWO? Ya Park Jiyeon, kau jangan bercanda mana mungkin aku melakukannya lagi, aku hanya minum beberapa gelas tidak mungkin akan seperti itu” Pekik Suzy kaget.

 

“aku tidak bercanda, aku serius Suzy-ah. Makanya aku heran kenapa kau bisa baik-baik saja sekarang, aku pikir kau jadi sakit. Apa memang tidak terjadi apa-apa semalam dengan suamimu?” Tanya Jiyeon.

 

“mwoya! Tidak terjadi apapun diantara kami. Palingan saat membawaku masuk ke dalam kamar dia langsung keluar untuk tidur di sofa” Jawab Suzy tenang.

 

“memangnya kau ingat eoh?” Jiyeon memicingkan matanya ke arah Suzy.

 

“molla! Tapi aku yakin tidak terjadi apa-apa” Jelas Suzy. Mereka berdua melanjutkan makan siangnya kemudian kembali ke tempat kerja masing-masing.

___

 

“Myungsoo-ah, kau baik-baik saja?” Seungho melihat Myungsoo hanya menatap datar makanan yang ada dihadapannya.

 

“eoh?” Tanya Myungsoo.

 

“sedari tadi kau tidak makan. Apa kau tidak lapar? Apa yang kau pikirkan?” Tanya Seungho.

 

“ani, amugoto” Jawab Myungsoo langsung melahap makanannya.

 

“cih…oh ya bagaimana keadaan Suzy? Apa semalam dia baik-baik saja?” Pertanyaan Seungho sontak membuat Myungsoo tersentak kaget dan tersedak hampir mengeluarkan semua isi makanan yang ada dimulutnya.

 

“eisshh, dasar! Kalau makan hati-hati” Ucap Seungho sambil memberikan minum ke Myungsoo.

 

“eoh…ne”

 

“Suzy, bagaimana dengannya? Dia baik-baik saja kan?” Lanjut Seungho.

 

“eoh, dia baik-baik saja. Tidak terjadi apa-apa dengannya”  Jawab Myungsoo berusaha tenang.

 

“jinjja? perasaanku semalam itu lebih parah dari biasanya, tapi dia hebat sekali karena masih bisa menahannya..” Gumam Seungho.

 

“menahan apanya cih” Lirih Myungsoo mendengar gumaman Seungho.

 

“eoh? Kau bilang apa?”

 

“aniyo”

___

 

Myungsoo pov

 

Ini sudah dua minggu sejak kejadian itu, namun tidak ada tanda-tanda bahwa Suzy akan hamil. Huh, aku bisa lega kalau begitu. Aku jadi tidak harus bersusah payah menjelaskan kepadanya, bisa-bisa dia struk saat tau kalau dia hamil tiba-tiba padahal belum pernah melakukannya sama siapapun.

 

“eoh, oppa kau tidak ke kantor?” Suara Suzy membuyarkan lamunanku.

 

“ani, aku lelah. Appa juga sudah memberiku izin untuk tidak ke kantor” Jawabku sambil menekan tombol remot berulang kali untuk mencari acara yang bagus.

 

“jinjja? kalau begitu antarkan aku ne?”

 

“ke mana?”

 

“hari ini jadwal pemotretanku outdoor dan tempatnya itu di paju. Kau antar aku yah?” Bujuknya dengan puppyeyesnya itu. Aisshh, kalau sudah begini mana bisa aku menolak.

 

“arasso” Ucapku sambil mengangguk.

 

“jinjja? gomawo oppa. Setelah sarapan kita akan berangkat ne” Pekiknya girang. Huh dasar, setiap keinginannya terkabul dia pasti akan girang seperti itu.

 

Author pov

 

“kau mau bawa barang sebanyak ini?” Tanya Myungsoo melihat koper Suzy yang penuh.

 

“ne, aku akan menginap di sana” Jawab Suzy girang.

 

“terus aku?” Tanya Myungsoo sambil menunjuk dirinya.

 

“oppa? Tentu saja oppa langsung pulang setelah mengantarku. Apa kau juga mau menginap di sana?” Ucap Suzy sambil mendorong kopernya keluar dari kamar.

 

“eoh. Camkkan aku siapkan pakaianku dulu” Myungsoo kemudian berjalan menuju lemarinya dan menyiapkan tasnya.

 

“oppa, kau serius mau ikut? Aku di sana untuk kerja. Nanti kau malah bosan” Suzy bingung melihat Myungsoo yang sedang menyusun baju-bajunya.

 

“ne, aku serius Suzy-ah. Kajja” Myungsoo menarik koper Suzy dan tangan satunya menenteng tasnya yang berisi pakaian tadi. Mereka kemudian keluar dari apartemen dan berangkat ke paju.

 

“yeoboseyo” Sahut Myungsoo saat menerima telepon.

 

“…”

 

“ne, aku tidak ke kantor hari ini. Aku ada urusan di luar kota, jadi untuk beberapa hari ke depan kita tidak bisa bertemu”

 

“…”

 

“oppa akan kembali secepatnya. Kau bekerja saja, jangan memikirkan yang macam-macam ne”

 

“…”

 

“mmm, nado saranghae”

 

Suzy yang mendengar percakapan itu hanya diam menatap ke luar jendela, entah kenapa dia kembali merasakan sakit yang teramat luar biasa di bagian dadanya itu, terasa sesak. Darahnya seakan berhenti mengalir saat mendengar kalimat terakhir Myungsoo.

 

“nugu? Yeojachingu?” Tanya Suzy tanpa menoleh ke arah Myungsoo.

 

“mmm” Myungsoo bergumam kemudian menoleh ke arah Suzy.

 

“wae? Kau sakit?” Tanya Myungsoo yang melihat Suzy sedang tidak bersemangat, jauh berbeda saat di rumah tadi.

 

“ne” Jawab Suzy singkat lalu menyandarkan kepalanya ke jok mobil dan memejamkan matanya.

 

“eodi appo?” Tanya Myungsoo khawatir dengan Suzy.

 

“yogi..” lirih Suzy sambil memegang dadanya yang terasa sesak itu.

 

“waeyo? Kenapa bisa sakit?” Myungsoo tambah khawatir, takut terjadi apa-apa dengan Suzy.

 

“molla, hanya saja tiba-tiba terasa sesak di sini oppa” Ucap Suzy, Myungsoo menatap Suzy mengucapkan hal aneh seperti itu.

 

“sesak? Apa jangan-jangan…omo solma” Batin Myungsoo.

 

“sesak? Apa kau punya riwayat penyakit jantung?” Tanya Myungsoo.

 

“ani. Oppa aku ingin istirahat, bangunkan aku kalau sudah sampai ne” Jawab Suzy kemudian dia tertidur pulas.

 

Sudah sekitar sepuluh menit Suzy dibangunkan oleh Myungsoo namun hasilnya nihil. Suzy masih tetap tertidur pulas.

 

“Suzy-ah ireona kita sudah sampai” Ucap Myungsoo sambil mengoyangkan bahu Suzy pelan.

 

“chogi, kau menagernya Suzy kan?” Myungsoo melihat seorang yang tidak asing lewat dihadapannya.

 

“oh ne waeyo?”

 

“kau bisa beritahu aku berapa nomor kamarnya?” Tanya Myungsoo, pria itu langsung memekik kaget mendengar pertanyaan Myungsoo.

 

“ah, kau jangan salah paham begitu. Aku Kim Myungsoo, Suzy tertidur saat perjalanan menuju kemari dan aku sudah membangunkannya tapi dia masih tetap saja tertidur pulas” Jelas Myungsoo.

 

“Kim Myungsoo? Solma? Kau direktur Kim, dari Kim Advertising? Jadi kau suami Suzy?” Mata manager Suzy membulat tidak percaya mengetahui kenyataan yang ada.

 

“ah ne. Bisa beritahu aku kan, aku akan membawanya ke sana dan tolong juga kau bawa kopernya” Minta Myungsoo sopan.

 

“ne, kamarnya ada di lantai tiga nomor 303. Aku sudah check in, dan ini kuncinya aku akan membawa tasnya ke atas sebentar” Jelas manager Suzy.

 

“gomawo” Ucap Myungsoo mengambil kunci kamar Suzy dan menggendongnya ala bridal style menuju ke kamarnya.

 

Saat masuk menuju ke hotel, tanpa sadar sepasang mata menatap tajam sosok Myungsoo yang sedang menggendong Suzy.

 

“dia siapa? Berani-beraninya mengambil punyaku” Ucap orang itu tajam.

___

 

“Myungsoo-ssi, kau mau ke mana?” Tanya menager Suzy yang melihat Myungsoo keluar dari kamar Suzy.

 

“aku mau check in” Ucap Myungsoo.

 

“untuk siapa? Untukmu? Kau sekamar dengan Suzy saja” Suruh manager Suzy yang bersiap untuk memasukkan barang-barang Suzy ke dalam kamar.

 

“ani hyung. Kau tau kan yang mengetahui hubungan kami cuma keluarga dan kau, jadi kalau aku sekamar dengan Suzy nanti bisa repot apalagi kalian ke sini untuk pemotretan pasti ada beberapa wartawan yang mengikuti kalian ke sini” Jelas Myungsoo.

 

“ah, betul juga. Baiklah kalau begitu silahkan, aku akan memasukkan barang-barang Suzy” Jawab menager Suzy kemudian masuk ke dalam kamar Suzy.

 

“ini silahkan diambil kuncinya, apa barang-barang anda ingin diantarkan?” Ucap seorang resepsionis hotel.

 

“terima kasih, aniyo aku akan membawanya sendiri” Jawab Myungsoo kemudian berlalu sambil membawa tas ranselnya.

 

Myungsoo berjalan sambil memperhatikan handphonenya sama sekali tidak memperhatikan jalan, tanpa sengaja dia menabrak seorang namja yang berjalan di depannya.

 

“eoh, jwesonghamnida” Ucap Myungsoo sambil membungkukkan badannya dan berjalan melewati namja itu.

 

“chamkamman, kau..” Namja itu menyahut untuk menyuruh Myungsoo berhenti, dan Myungsoopun berbalik. Dia tidak mengenal namja itu.

 

“nugu?” Tanya Myungsoo.

 

“ah,cheonun Lee Hyunwoo imnida, fotografer dari Bae Suzy” Namja itu mengulurkan tangannya dan Myungsoopun menyambut uluran tangannya.

 

“oh, ne. Apa kau mengenalku?” Tanya Myungsoo lagi.

 

“ani, tadi aku melihatmu menggendong Suzy masuk ke kamarnya. Hmm, aku mau bertanya kau punya hubungan apa dengannya?” Hyunwoo langsung to the point terhadap Myungsoo, alhasil Myungsoo terlihat kaget dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh Myungsoo.

 

“keu..keunyang dong…saeng” Jawab Myungsoo terbata-bata.

 

“ah jinjja? aku kira kau namjachingunya” Hyunwoo tertawa sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

 

“ani, mana mungkin hehe” Balas Myungsoo. Myungsoo kemudian jalan menuju kamarnya, dia mendapatkan kamar dekat dengan kamar Suzy, Myungsoo masuk ke dalam kamarnya dan merebahkan diri di atas tempat tidur, semenit kemudian dia langsung terlelap.

___

 

“hana ddul….ya bagus”

 

“hana ddul, ok”

 

“hana ddul…..cah kita istirahat dulu” Suara seorang fotografer membuat para staff disekitarnya tersenyum riang, pasalnya mereka memulai pemotretan pada jam 5 subuh menunggu matahari terbit dan sekarang sudah pukul 8 pagi namun belum berhenti.

 

“Suzy-ah, kau belum sarapan. Ayo kita ke restoran hotel” Teriak manager Suzy dari keajuhan.

 

“ne, aku ganti baju dulu” jawab Suzy lalu berbalik ke dalam tenda untuk mengganti baju.

 

“oppa, tunggu. Apa Myungsoo oppa sudah bangun? Tolong ajak dia untuk makan bersama ne” Teriak Suzy memanggil managernya kembali dan managernya mengangguk mengerti.

 

Setelah berganti pakaian Suzy keluar dari tenda, dia tersentak melihat seorang namja yang berdirii di depan pintu tenda dan hampir di tabrak olehnya.

 

“oh, Hyunwoo-ssi….” pekik Suzy melihat namja dihadapannya itu.

 

“eoh, Suzy-ah, ayo kita sarapan bersama” Ajak Hyunwoo.

 

“ok, kita ke restoran hotel saja yah, disana Junghee oppa dan Myungsoo oppa sudah menunggu” Balas Suzy kemudian berjalan memasuki hotel. Hyunwoo hanya mengangguk dan mengikuti Suzy berjalan.

 

“Suzy-ah, di sini” Seorang namja yang tengah duduk di sudutu ruangan hotel itu melambaikan tangannya ke Suzy yang sedang celingak celinguk mencari sosoknya.

 

“oppa! Hyunwoo-ssi, di sana” Pekik Suzy melihat managernya memanggilnya dan menyuruh Hyunwoo untuk berjalan bersama ke arah managernya itu.

 

“oppa, Myungsoo oppa eodi?” Tanya Suzy begitu duduk di kursi.

 

“dia sedang berjalan ke sini, oh itu dia. Myungsoo!” Jawab manager Suzy, kemudian melambaikan tangannya ke arah Myungsoo yang baru saja masuk ke dalam restoran.

 

“mian, aku telat” Kata Myungsoo seraya duduk di samping Suzy.

 

“gwenchana” Jawab Suzy sambil tersenyum.

 

“pemotretannya bagaimana? Lancar?” tanya Myungsoo ke Suzy.

 

“ne oppa! Kau tau fotografernya ini sangat jahat, masa dia membangunkan kami jam 5 subuh untuk menunggu matahari terbit, udaranya sangat dingin oppa” Ucap Suzy sambil memanyunkan bibirnya ke arah Hyunwoo.

 

“aku? Aku kan hanya mengikuti konsep yang ada. Kalau kita telat, mataharinya akan kedeluan terbit” Ucap Hyunwoo sambil menunjuk dirinya sendiri.

 

“aigoo, kau pasti lelahkan? Kau harus makan yang banyak supaya sebentar kau tetap semangat ne” Myungsoo mengacak kasar rambut Suzy, tak sadar bahwa Hyunwoo memperhatikan tingkah laku Myungsoo itu dengan tatapan yang sulit diartikan.

 

“ehm, kalian terlihat sangat akrab yah untuk ukuran kakak adik” Selah Hyunwoo ditengah-tengah candaan Myungsoo dan Suzy.

 

“ADIK??” Pekik Suzy dan managernya bersamaan.

 

“ne, bukankah kau adiknya Myungsoo? Iya kan?” Jawab Hyunwoo.

 

“ah, ne…ne” Suzy yang diberi tanda oleh Myungsoo segera menjawab dengan kaku, sementara manager Suzy hanya diam mengkatupkan bibirnya tak berniat untuk bersuara.

 

Setelah sarapan pagi Suzy melanjutkan pemotretannya. Matahari semakin lama semakin tinggi, karena lokasi pemotretannya outdoor Suzy jadi gampang lelah, namun saat break untuk mengganti kostum sesekali Myungsoo menghampiri tenda Suzy dan memberikannya minuman.

___

 

Hari ini hari terakhir untuk Suzy pemotretan, semua bekerja dengan semangat mengingat hari ini adalah hari terakhir mereka. Selama tiga hari mereka sibuk dengan pekerjaan mereka, bahkan tidak ada kesempatan untuk berjalan-jalan mengingat deadline mereka, begitu juga halnya terjadi dengan Myungsoo. Sebenarnya bisa saja dia berjalan-jalan sendiri, tapi dia lebih memilih melihat permotretan Suzy daripada harus jalan-jalan tanpa ada yang temani.

 

Para staff sedari tadi sangat semangat menjalankan tugas mereka. Tidak terasa sudah waktu makan siang, namun tak terlihat tanda-tanda kelelahan dari mereka.

 

“hana ddul…..okay. bagus Bae Suzy” Teriak Hyunwoo puas melihat hasil potretannya.

 

“cah, ini adalah foto terakhir. Terima Kasih karena kalian sudah bekerja keras selama tiga hari ini. Sekarang kalian free samapi besok pagi. Kita akan kembali ke Seoul pagi besok. Silahkan nikmati waktu kalian” Ucap Hyunwoo membereskan alat-alatnya.

 

“Kamsahamnida, kamsahamnida” Suzy mengucapkan terima kasih ke setiap staff di sana sambil membungkukkan badannya.

 

“Suzy-ah, kau sudah selesai?” Myungsoo yang entah dari mana tiba-tiba muncul di belakang Suzy.

 

“oppa! Kau mengagetkanku” pekik Suzy.

 

“mian, aku mengantuk sekali menunggumu. Kenapa baru selesai sekarang?” Gerutu Myungsoo lalu menguapkan mulutnya.

 

“heh, kau malas sekali oppa. Orang bekerja memang begitu kan” Cibir Suzy ke Myungsoo.

 

“ara, aku lapar ayo makan”

 

“Suzy-ah, kau mau makan apa?” Tanya Myungsoo, sekarang mereka telah berada di sebuah restoran yang cukup terkenal di kota tersebut.

 

“curry. Tidak tau kenapa aku ingin sekali memakannya” Jawab Suzy dengan mata berbinar-binar.

 

“ara, kami pesan dua porsi chicken curry. Untuk minumnya kami pesan air mineral saja” Myungsoo kemudian menyebutkan pesanannya kepada pelayan yang berdiri disampingnya.

 

“ya! Kalau makan pelan-pelan dong, makananmu itu tidak akan habis” Myungsoo melihat Suzy melahap makanannya dengan cepat, selama kenal dengan Suzy baru pertama kalinya dia melihat Suzy makan seperti ini.

 

“ah, oppa. Aku sangat lapar, sudahlah lebih baik kau urus saja makananmu!” Cibir Suzy dengan mulut yang penuh makanan.

 

“aishhh, kau kayak anak kecil saja” gumam Myungsoo.

 

Drrrttttt drrrtttt~

 

From : yeojaku

To : Myungsoo

 

Oppa!!! Kenapa kau pergi lama sekali eoh? Aku merindukanmu…cepatlah pulang! Kalau tidak aku akan mencari pria lain di sini!!!

 

“cih, dasar…memangnya ada namja yang lebih baik dari aku” Batin Myungsoo.

 

From : Myungsoo

To : yeojaku

 

Ara, oppa akan pulang besok pagi. Awas saja kalau kau melirik namja lain!!!

 

“oppa, malam ini para staff akan mengadakan pesta dalam rangka selesainya pekerjaan kami, kau ikut yah” Sahutan Suzy membuat Myungsoo mendongak menatapnya.

 

“eoh? Di mana?” Tanya Myungsoo.

 

“Banana Cafe, tempatnya tidak jauh kok dari tempat kita menginap” Jawab Suzy meneguk minumnya sampai habis.

 

“arasso. Kau sudah selesai?”

 

“eoh….aku kenyang sekali” Kata Suzy sambil mengusap-usap perutnya.

 

“bagaimana mau tidak kenyang, kau bahkan mengambil makananku, dasar rakus” Dengus Myungsoo melihat piringnya telah bersih tanpa ada sisa makanan sedikitpun.

 

“oppa sih, daritadi handphonenmu terus yang kau perhatikan, daripada makanannya dibuang kan lebih baik aku yang memakannya” Cibir Suzy sambil mempoutkan bibirnya.

 

“mm, ayo kita kembali” Kata Myungsoo, setelah meletakkan beberapa lembar uang di atas meja dia  kemudian berjalan keluar dari restoran dan diikuti oleh Suzy.

 

___

 

Disebuah cafe yang terletak di susut jalan utama sebuah kota di Korea itu sedang ramai. Malam ini tempat itu sangat penuh dengan orang-orang yang bertujuan untuk menghabiskan malam terakhirnya di kota itu dengan bersenang-senang di cafe tersebut, begitu pula halnya dengan seorang yeoja yang sedang duduk di depan meja bar sambil meneguk minumannya.

 

“Suzy-ah kau jangan banyak minum eoh, aku bisa dimarahi Jiyeon kalau begitu” Seorang namja mendatangi Suzy yang sedang asik sendiri dengan minumannya.

 

“oppa, tenang saja. Aku akan baik-baik saja kok. Ini itu hanya wine yang alkoholnya rendah jadi aku tidak akan gampang mabuk. Sudah sana lebih baik kau bersenang-senang saja dengan yang lainnya” Kata Suzy sambil mendorong namja itu menjauhinya, mau tak mau namja itu mengikuti kata Suzy dan bergabung dengan staff lain.

 

“yo! Suzy-ah” Suzy kaget saat seseorang menepuk bahunya dari belakang.

 

“eoh, Hyunwoo-ssi, kau mengagetkanku” Suzy menoleh dan melihat Hyunwoo berada dibelakangnya.

 

“haha mian. Kau terlihat sangat menikmati minumanmu itu eoh? Kau tak mau mengajakku bergabung?” Kata Hyunwoo yang masih berdiri.

 

“bargabunglah Hyunwoo-ssi, rasanya tidak enak kalau tidak punya teman minum” Kata Suzy menepuk bangku di sebelahnya memberi tanda untuk menyuruh Hyunwoo duduk.

 

“arasso. Hmm, kenapa kau hanya minum wine itu? Apa kau tak kuat minum?” Tanya Hyunwoo, kemudian memberi tanda ke bartender dia memesan sebotol wisky.

 

“ani, aku hanya menjaga asupan alkohol yang masuk ke tubuhku. Aku sebenarnya sangat jago kalau urusan minum Hyunwoo-ssi, hanya akhir-akhir ini aku tak punya teman untuk di ajak minum jadi aku memutuskan untuk menahannya” Jelas Suzy kemudian meneguk minumannya itu, entah itu sudah gelas keberapa namun Suzy masih saja belum berniat untuk meninggalkan tempat itu.

 

“geure? Bagaimana kalau kita tanding minum saja Suzy-ah? Yang kalah akan membayar semua minuman yang telah kita minum, otte?” Usul Hyunwoo.

 

“call…ya Hyunwoo-ssi, bersiap-siaplah karena sebentar lagi dompetmu itu akan kosong, haha” Suzy tertawa lantang setelah menerima tawaran Hyunwoo.

 

Suzy meneguk gelas wiskynya yang pertama, tapi entah mengapa kepalanya tiba-tiba oleng, dia juga semakin susah menjaga keseimbangan tubuhnya.

 

“Suzy-ah….gwenchana? baru segelas kau sudah mabuk? Ternyata tadi kau hanya bermain dimulut saja, hahah” Hyunwoo terkekeh melihat Suzy yang sudah mabuk itu.

 

“hik..hik..oppaa~” Suzy yang semakin tak sadarkan diri meraih lengan Hyunwoo dan bergelayut manja.

 

“o….eoh…wae…wae?” Hyunwoo kaget merasakan tangan Suzy yang sudah memegang lengannya.

 

“kita pergi……kembali ke kamar ne” Ucap Suzy melihat Hyunwoo dengan mata yang sayu. Ya, dia kambuh lagi dan Hyunwoo yang tidak tau menahu tentang itu hanya mengikuti kata Suzy dan membopongnya kembali ke hotel.

 

Setelah beberapa menit mereka keluar dari cafe itu, seorang namja bertubuh tinggi memasuki cafe itu dengan tergesa-gesa.

 

“huh, kenapa aku bisa ketiduran sampai malam begini. Sial!” Gerutu namja itu, dia mengedarkan pandangannnya ke seluruh ruangan cafe mencari sosok seseorang, namun dia tidak mendapatkannya.

 

Dia sudah mencari di segala sudut ruangan itu namun tetap tidak ada sosok yang dicarinya.

 

“Bae Suzy, kau dimana” Gumam namja itu.

 

“Hyung! Kaulihat Suzy?” Myungsoo menahan lengan manager Suzy yang barusan saja lewat dihadapannya.

 

“Suzy? Eoh, dia di….” Kata mangager Suzy sambil menunjuk ke meja bar yang tadi diduduki oleh Suzy.

 

“eoh? Dia ke mana? Tadi masih ada disitu kok” Lanjut managernya yang hanya melihat gelas kosong yang dipakai Suzy dan beberapa botol minuman.

 

“solma……Hyung apa dia minum?” Tanya Myungsoo.

 

“eoh, tadi aku sudah melarangnya tapi dia malah menyuruhku untuk pergi jadi aku pergi meninggalkannya” Jawab manager Suzy.

 

“Kenapa kau membiarkannya minum eoh? Siapa yang menyuruhmu meninggalkannya seharusnya kau ada disampingnya sampai aku datang…” Teriak Myungsoo kepada manager Suzy sontak membuat semua orang di cafe menatap heran ke arahnya.

 

“mian Myungsoo-ssi, aku tidak tau jadi..” Kata manager Suzy, dia sangat takut kalau melihat Myungsoo marah begini, karena dari kabar yang beredar siapapun tak boleh membuat seorang Kim Myungsoo marah akibatnya akan sangat fatal.

 

“SEKARANG SUZY DI MANA” Myungsoo sekali lagi teriak dihadapan manager Suzy sementara manager Suzy hanya terdiam mematung mendengar teriakan Myungsoo.

 

“chogi, tadi aku melihatnya sedang mabuk berat dan di bawa keluar oleh Hyunwoo” Seseorang dari belakang memberitahukan kepada Myungsoo bahawa Suzy pergi.

 

“pergi ke mana?” Myungsoo yang panik mendengar Suzy mabuk berat dan bahkan pergi bersama pria lain.

 

“aku tidak tau” jawab orang itu.

 

“mereka kembali ke hotel, aku tadi sempat bertanya dengan Hyunwoo saat bertemu dengannya di depan pintu masuk” Manager Hyunwoo kemudian mengangkat suaranya merasakan sesuatu akan terjadi kalau dia tidak memberitahukan kepada Myungsoo hal itu.

 

Tanpa basa-basi Myungsoo langsung berlari keluar dari cafe, dia berlari menuju hotel, jarak hotel dan cafe itu tidak jauh bahkan bisa ditempuh hanya dengan berjalan kaki saja. Saat sampai di hotel dia ke meja resepsionis dan menanyakan nomor kamar Hyunwoo.

 

“maafkan kami tuan, itu adalah privasi costumer kami. Kami tidak bisa memberitahukan ke sembarang orang”  Kata resepsionis itu sopan.

 

“privasi? Apa kau tau sekarang dia membawa istriku yang sedang mabuk. Apa kau masih bilang itu privasinya? Cepatlah katakan, kalau sampai terjadi apa-apa dengan istriku aku akan menyalahkanmu!” teriak Myungsoo frustasi, dia sudah tidak bisa membayangkan apa yang telah terjadi sekarang, karena rentan waktunya sudah sangat lama, mungkin saja sekarang Hyunwoo sudah berbuat yang macam-macam dengan Suzy.

 

Setelah mendapatkan kunci kamar Hyunwoo, Myungsoo berlari menaiki tangga darurat. Pikirannya sekarang sudah kacau jadi tidak sempat berpikir untuk naik lift.

 

“400…401…402…403…404!” Myungsoo berada di depan kamar Hyunwoo dengan nafas yang saling memburu. Dia membuka pintunya, tanpa menunggu dia langusng jalan menuju tempat tidur dan menyalakan lampu ruangan itu.

 

“Ya! Lee Hyunwoo…..singkirkan tanganmu itu sekarang juga…….”

 

TBC

3 responses to “My Stranger Nampyeon part 3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s