Egoisme (Drable)

FF Egoisme

Tittle : Egoisme

Author : brownpills >> before: Haraya (@firdhaya)

Main Cast :

  • Jiyeon T Ara with 1988line

Additional Cast :

  • Myungsoo Infinite with 1992line
  • Zelo BAP with 1997line

Lenght :  Drable

Genre : Family, Sad

Rating : G

A/N : Pure of my mind. Cast belongs to Allah, their agency, their family, etc. Tahun kelahiran dari cast ada sedikit perubahan. Semoga kalian menimati cerita ini :)

.

.

—o0o—

Ketukan sepatu high heelsku berpadu dengan jalanan aspal yang kutapaki.

Angin pertama musim gugur menerpa wajahku. Menusuk tulang-tulangku, dan membuat tubuhku dingin meski sudah dibalut pakaian rajut dan sehelai syal.

Pandanganku menerawang ke depan saat langkahku berhenti tepat di bangunan yang tak terlalu besar.

Ternyata masih sama.

Warna hijau muda mendominasi dinding bangunan itu. Halaman depan cukup besar untuk memuat kendaraan beroda empat ataupun untuk sekedar bermain.

Sedikit mendongak saat aku melihat satu jendela di lantai satu.

“Terlalu jauh,” gumamku pelan.

Dulu, dibalik jendela mungil itu aku menumpahkan seluruh perasaanku. Di balik jendela itu, aku menggoreskan lembaran hidupku di dalam bukuku yang setia menemaniku. Di balik jendela itu, aku menangis, tertawa, sakit, ataupun marah.

Dan itu semua hanya sebatas ‘Dulu’.

Aku mundur selangkah saat dua laki-laki muda keluar melalui pintu rumah di depanku. Masing-masing dari mereka melukiskan senyum yang cerah.

Tanpa kusadari, aku menjatuhkan benda mungil yang kugenggam sedari tadi. Rupanya itu menarik perhatian salah satu dari laki-laki itu.

Memaksaku untuk segera menyembunyikan diri di balik pohon besar yang tidak menyisakan satu helai daunpun.

Laki-laki dengan poni rapi yang menutupi dahinya itu melewati batas pagar. Ia mengulurkan tangan untuk meraih benda yang kujatuhkan tadi.

Nuna.”

Meski itu sebatas lirihan tapi aku dapat mendengarnya.

Dia mengamati kotak musik yang terus mengalunkan irama yang kuyakini ia tidak melupakannya.

“Jiyeon! Jiyeon nuna!”

Bahkan kini ia menyerukan namaku sembari mengedarkan pandangan ke sekililing.

Dari balik batang pohon ini, aku dapat melihatnya. Melihat ia tumbuh dewasa dan sudah memiliki jakun. Bahkan suara imutnya sudah berubah menjadi suara berat yang khas.

“Myungsoo-ya,” bisikku.

Aku hanya bisa berucap lirih, berharap dia dapat mendengar panggilanku. Tersenyum dan memeluk hangat tubuhku.

Nuna! Nuna!”

Ya! Hyong! Ada apa denganmu?”

Kini pandanganku beralih pada laki-laki yang berjalan mendekati Myungsoo.

Zelo, ia bertambah tinggi. Biasanya aku dapat meraih lalu mengacak-acak rambutnya. Mungkin kini aku harus berjinjit untuk mencapai kepalanya.

“Ini milik Jiyeon nuna,” jelas Myungsoo.

Tanpa menunggu tanggapan Zelo, Myungsoo beranjak lari –mungkin mencariku-.

“Aku disini,” lirihku masih berdiri di balik pohon.

Tidak kusangka Myungsoo masih mengingat benda yang sudah berumur sepuluh tahun itu. Kotak musik hadiah dari ibuku, Myungsoo mengingatnya.

Sepasang mataku mulai merasa basah. Pandanganku sedikit kabur melihat Myungsoo yang semakin jauh dari jarak tempatku berdiri.

“Hanya sebatas disini. Aku tidak bisa masuk dalam tempat yang dulu adalah tempat hidupku untuk berlindung dari apapun,” isakku.

Zelo masih terpaku disana. Mungkin ia tengah mencerna kalimat yang dikatakan oleh Myungsoo.

Aku maklumi dia heran, karena sudah sepuluh tahun aku tidak pernah menginjakan kaki lagi di tempat ini. Dan tidak untuk selamanya.

Mianhae, kebencian ini terlanjur bersarang di hatiku, Myungsoo, Zelo… Mianhae, karena aku gagal melaksanakan tugasku sebagai seorang kakak. Mianhae.”

Ten year ago, sempat kuberpikir ingin menutup kedua mata ini

Ten year ago, terjadinya tragedi kesalahpahaman

Ten year ago, dimana mulut ini tak bisa menjelaskan yang sesugguhnya

Ten year ago, keputusan yang kua ambil dengan satu sudut pandang

Ten year ago, benih kebencian mulai tumbuh di lubuk hatiku

Ten year ago, terakhir kalinya aku bertemu ayah, ibu, Zelo, dan Myungsoo

Perlahan tanganku terjulur kedepan kearah Myungsoo yang tengah berlari sambil memanggil-manggil namaku.

“Aku berhasil Myungsoo─” ucapku terbata. “─ hidup tanpa keluarga.”

{{{FIN}}}

9 responses to “Egoisme (Drable)

  1. Ih kasian myungsoo-nya dia kayaknya kangen banget sama jiyeon, tapi jiyeon…? /merentangkan kedua tangan/
    Jieon maafin myungsoo dong T.T

    • klu diceritain namanya bkn drable deh..
      maap ya klu bingungin..
      jadi critanya itu jiyeon sama myungsoo dulu sering bertengkar gitu *semacam adikkakak biasanya lah*
      thanks jg udh mau comment🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s