Puterinya Sekolah Bebek

puterinya-sekolah-bebek_lyri_melurmutia

Author: lyri

Tittle: Putrinya Sekolah Bebek

Cast: Enam Serangkai–Park Jiyeon, Jung Soojung or Krystal, Park Sunyoung or Luna, Ahreum, Choi Jinri or Sulli, and Lee Jieun or IU

Genre: Comedy (yang semoga gak gagal), Friendship

Rating: G

Note: 1) Semua K-idol yang ada di FF ini kebanyakan sifatnya OOC (Out of Character –karakter asli). 2) Don’t bash me, don’t plagiat, don’t re-upload, and don’t claim as yours. 3) Maaf kalau banyak typo(s) dan ada kata yang menyinggung teman sekalian /bow. 4) This cover made by Melur Mutia unni @Cafe Poster Art

**

Bebek Senior High School nama sekolahnya. Di lambangnya ada gambar bebek yang dengan anggunnya berpose. Entah kenapa sekolah ini dinamakan sekolah ‘bebek’. Mungkin, sang pendiri adalah penggemar berat seorang bebek? Atau sang pendiri ditolak cintanya oleh seekor bebek? Atau ia punya motivasi hidup dari seekor bebek? Atau ia ngebet pingin jadi bebek? Entahlah, belum ada yang tahu tentang hal ini.

Mari kita lupakan hal di atas. Kita lanjutkan ke pembicaran yang mungkin tidak lebih penting eh maksudnya lumayan penting dari yang tadi.

Tidak sembarangan orang bisa masuk sekolah bebek ini. Katanya sih cuman orang khusus dan istimewa yang bisa masuk ke sini. Apa orang yang mirip bebek? Apa orang yang berperilaku seperti bebek? Apa orang yang ngebet pingin jadi bebek juga? Oke ini ngawur. Intinya, gak sembarangan orang bisa masuk sekolah yang mungkin unik ini.

Siswi perempuannya pasti cantik-cantik layaknya bebek yang berpose anggun tadi. Eh salah, maksudnya pasti lebih cantik dari bebek yang berpose pada logo sekolah tadi. Begitu juga sama namja nya yang gak kalah ganteng, bukan cantik.

Tiap satu tahun sekali sekolah ini selalu mengadakan kontes kecantikan. Siapa yang menang pada kontes itu, maka ia akan jadi putri bahkan ratunya bebek-bebek yang ada di dekat Sekolah. Salah lagi, maksudnya putrinya sekolah bebek. Dan, kontes ini merupakan ajang bergengsi di sekolah bebek.

“Aaa! Kali ini aku pasti menang!” kata seorang siswi sekolah bebek sambil loncat-loncat gak karuan. Ia niat banget pengen menang soalnya udah satu, dua, seratus kali gak menang-menag. Keren kan? Ya keren dong, sekolah di sekolah bebek aja gak nyampe 100 tahun tapi dia gak menang sampe 100 tahun! Apa saya yang salah ketik?

Yeoja tadi segera mengambil kertas pengumuman itu dari majalah dinding dan memeluk kertas itu sambil loncat-loncat kayak katak. Niatnya dia mau memberi informasi penting itu pada teman-teman sejenisnya.

Tapi, baru saja berjalan beberapa langkah, ia yang tadinya loncat-loncat itu langsung diam karena mendengar perkataan dua orang siswi sekolah bebek.

“Aku pasti menang!” kata Jung Soojung yang dikenal dengan nama Krystal. Ia berkata sambil jingkrak-jingkrak menaikan kakinya satu persatu lalu menurunkannya lagi. Ditambah matanya tenggelam karena ia bergitu bersemangat.

“Ah, jangan beritahu Jiyeon, Luna, Ahreum, dan IU tentang ini, ya!” katanya berbisik yang kenyataannya terdengar oleh yeoja tadi yang berada lima langkah dari rumah Krystal. Maksudnya, tempat berdirinya Krystal. Yeoja yang diajak bicara itu mengangguk-angguk mengerti.

Yeoja yang merasa namanya disebut itu langsung mengerucutkan bibirnya, lebih dari itu ia bahkan memprismakan bibirnya. “Oh, jadi dia akan melawanku? Baiklah, Park Jiyeon pasti menang,” kata Jiyeon sambil mengerungkan wajahnya dan mengepalkan tangannya sambil mengangkatnya ke atas.

“Yeeee! Baiklah, nanti pulang sekolah kau antar aku ke toko material! Aku akan beli persiapan untuk malam itu!!” kata yeoja yang tak jauh dengan Jiyeon.

Toko material? Persiapan malam itu? Apa ia akan menjadi tukang bangunan pada saat malam kontes itu? Apa berdandan menggunakan semen dan teman-temannya? Menjadi patung? Jiyeon tak mengerti dengan urusan sahabatnya itu, Luna.

“Oke, asal kau juga antar aku ke toko kue untuk persiapan nanti malam!” jawab lawan bicaranya Luna, Ahreum.

Ada apa dengan mereka? Kok ngawur? Masa ia berdandan ke toko kue? Apa kali ini ia akan berdandan memakai tepung, krim, gula, dan kawannya? Aduh, sebenarnya apa yang merasuki dua bebek, eh maksudnya manusia itu?

Baiklah, ia tidak mempermasalahkannya. Tapi, yang dipermasalahkan adalah, saat Luna bilang apa yang dikatakan Krystal. Jangan beritahu yang lain. Ish, kenapa mereka berusaha saling bersaing? Akhirnya ia pergi meninggalkan tempat itu dan pergi menuju kelas. Siapa tahu IU tidak seperti sahabatnya yang lain.

**

Setelah menemukan IU di kelas, Jiyeon langsung menghampirinya. Tapi, IU menghiraukannya. Ia masih saja fokus pada majalah fashion bebek edisi terbaru, limited edition juga. Apa yang beda? Di sana banyak sekali bebek-bebek papan atas yang jadi model untuk suatu produknya. Jadi, gak sembarangan bebek di edisi terbatas ini. Jadi, IU harus bersyukur karena itu.

Listen me!” kata Jiyeon yang bahasa Inggrisnya terdengar aneh dikalangan bebek-bebek papan atas bukan papan bawah ataupun papan tengah, papan sepertinga, dan sejenisnya.

“Ish, ada apa? Kau mengganggu saja. Aku sedang menghayati foto ini tahu!” kata IU sambil memperlihatkan foto yang dimaksud, yang tak lain adalah seorang bebek yang sedang memegang lipstik di tangan kanan, eyeliner di sebelah kiri, dan tersenyum anggun.

Jiyeon langsung merebut buku itu dan melakukan hal yang sama dengan IU, menghayatinya. Ia meneliti dari atas hingga bawah, kiri hingga kanan. Setelah merasa ia tidak tahu apa tujuannya mendetail bebek itu, ia langsung bertanya, “Eoh? Kenapa harus menghayati bebek ini?”

“Ish, aku tidak kenal bebek papan atas itu. Aku berusaha mengingatnya tadi. Eh, apa dia model baru?” kata IU sambil mengambil lipstik seperti yang diiklankan oleh bebek papan setengah di edisi kemarin.

“Mungkin iya,” kata Jiyeon sambil menganggukan kepala serta seluruh tubuhnya.

“Aaaaaa~ lucu sekali! Aku belum punya koleksi lipstik ini!” kata Krystal yang baru datang. Ia mengambil lipstik yang sedang IU poleskan pada bibirnya. Alhasil hasil polesan itu berantakan.

Krystal menatap gambar yang ada pada tempat lipstik itu kagum. Matanya sampai berkaca-kaca, bahkan ia hampir mau menangis karena ia sudah memegang lipstik yang harganya tidak mahal itu. Walaupun begitu, lipstik itu diiklankan oleh bebek papan setengah yang mempunyai karisma yang sangat kece.

Sulli yang merasa tertinggal fashion bebek itu langsung mengeluarkan sebuah anting dengan ukuran cukup besar bergambarkan bebek papan atas. Atas sekali. Lalu, ia tersenyum bangga.

“Aaaa itukan, itukan, itukan..” kata IU yang belum selesai bicara tapi sudah pingsan duluan. Maklum saja, bebek itu bergambarkan bebek papan atas setinggi pohon toge.

Jiyeon yang merasa pembicaraannya sudah jauh ke mana-mana langsung berusaha meluruskan pembicaraan itu kejalan yang lebih baik.

“Hei, kita alihkan pembicara, OK? Lupakan bebek berpapan itu!” kata Jiyeon sambil mengetuk meja memakai palu berulang-ulang ke kepala IU. Alhasil IU bangun dari pingsannya sambil menatap Jiyeon sebal.

“Kau! You! Anda! Dan Loe! Berusaha menantang aku untuk jadi juara di kontes itu, kan? Iya, kan? Iya, loh! Iya, benar!” kata Jiyeon sambil menujuk satu persatu orang yang dimaksud. Mulai dari Luna dan Ahreum yang baru saja masuk kelas hingga Krystal dan Sulli yang bengong karena peristiwa Jiyeon menggetok kepala IU.

Akhirnya satu persatu dari mereka pun mulai sadar dan menatap sinis Jiyeon.

“Tentu saja, aku dan Krystal lah yang pasti akan menang dan jadi puterinya bebek papan atas, se atas hidungku ini!” kata Sulli sambil menunjuk hidungnya yang lumayan seperti serodotan. Ia mewakili Krystal bicara, karena temannya masih tidak sadar.

Mwo? Jangan sembarangan bicara! Aku dan Ahreum lah yang akan menang!” bantah Luna sambil menghampiri Sulli yang sedang berkacak pinggang diikuti oleh Ahreum.

“Aku dan Jiyeon pokoknya! Titik!” kata IU dengan gaya anak-anak.

“Aku dan Krystal!”

“Aku dan Ahreum!”

“Aku dan Jiyeon!”

Dan, perdebatan itu cukup lama terjadi. Perdebatan itu selesai, pada bulan 13. Itupun jika ada, kalau tidak ada, ya berarti bisa ditawar kali jadi bulan 12. Di tambah diskon 50% jadi 6 bulan. Oke? Fix aja ya walau gaje.

“Begini saja, gimana kalau kita lihat hasilnya nanti. Yang menang, dialah pemenangnya!” kata Shindong yang entah muncul dari mana. Yang penting, dia berusaha melerai mereka.

Mereka tampak berpikir. Ada yang memegang dagunya, kepalanya, kupingnya, hingga hidungnya. Dan setelah 1 menit menjadi 64 detik, mereka mulai selesai berpikir.

Tampaknya mereka setuju dengan saran Shindong, itu dibuktikan saat Ahreum mengangguk-anggukan kepalanya sambil memejamkan mata. Eh, apa dia sedang asyik mendegarkan lagu dangdut lewat earphone? Ya, mungkin keduanya.

**

Jiyeon menjatuhkan kepalanya ke meja belajarnya sambil mengembungkan pipinya sebesar sekolah anting bebek Sulli. Di sampingnya terdapat IU yang sedang duduk selonjoran sambil melanjutkan membaca majalahnya itu.

Tiba-tiba suasana yang hening itu berubah karena negara api menyerang! Kok jadi kaya film avatar aja, ya? Pantesan, salah ketik. Maksudnya berubah karena Ahreum menggoncangkan tubuh Jiyeon. Padahal ia baru saja akan pergi ke pulau kapuk.

“YAA!” belum sempat berbicara mulut Jiyeon sudah dimasukan boneka bebek yang agak cukup lumayan mungkin besar.

“Aku ingin bicara. Aku harap kamu nggak marah-marah,” kata IU saat Jiyeon meliriknya sinis.

“Baiklah, ayo mulai bicara sebelum aku berubah menjadi singa,” canda Jiyeon. Walaupun begitu IU terlihat ketakutan. Maklum, korban film kali, ya?

“I-i-iy-iy-iya-a.” Efek ketakutan tadi membuat IU jadi membatu batakan perkataannya.

Please deh, gak usah dieja ngomong nya. Lanjut aja ngomong sih, jangan alay.” Rada jleb juga sih pas Jiyeon ngomong gitu. Tapi, karena IU sadar ia mungkin agak alay, jadi ia diam sambil menunduk.

“Ayo dong, aku gak punya waktu banyak!” kata Jiyeon sambil menghampiri IU dan memegang tangannya erat.

Perasaan IU jadi tidak enak. Tidak punya waktu banyak? Apa dia.. dia.. dia.. dia.. dia.. dia.. dia.. dia kenapa ya? Tau deh.

“Ke-ke-napa?” tanya IU yang perasaannya tidak enak. Seakan akan ada yang hilang dari kehidupannya.

“Aduh, ini kan jadwal aku shopping. Kamu gimana sih?” kata Jiyeon sambil cemberut manja.

IU menepuk jidatnya. “Ish.” Gerutu IU. Jiyeon pun hanya bisa pasang cengiran kuda–senyum kuda, nyengir kuda.

“Kalau begitu, ayo kita beli persiapan buat malam nanti!” Akhirnya Jiyeon mengingat tujuan utamanya mengajak IU datang ke rumahnya.

“Oke! Toko kuee kami dataaang!”

“Toko kue?” Jiyeon mengerutkan keningnya.

“Eh salah! Tadi aku ingat Luna dan Ahreum! Maafkan aku!”

“Oh jadi, kamu mikirin orang lain? Oke, kita putus.”

“Jiyeon-ah! Sudah ku bilang kan jangan kebanyak liat sinetron! Jadinya gini, kan!”

Jiyeon yang merasa dia udah gak bener akhirnya jadi bener kembali karena sudah diperbaiki oleh kata-kata IU yang sangat mendalam masuk ke dalam hati besarnya. Dan, akhirnya mereka memutuskan untuk berbelanja untuk keperluan nanti.

**

Malam yang dinantipun kini tiba juga, semua murid yeoja sekolah bebek sudah berdandan dengan cantiknya sesuai dengan majalah fashion bebek edisi terbaru. Pokoknya macam-macam. Ada yang bergaya ala bebek papan atas, menggunakan kostum kue/tokoh kartun, hingga yang berdandan normalpun ada.

“Aku yakin, kita akan menang!” kata IU sambil dengan anggunya memasuki ruangan. Ia menggunakan dress selutut berwarna orange, ah dia memang sangat cantik. Apalagi ditambah dengan kuncir dan mahkota bebek plastiknya. Sangat menawan!

“Tampaknya mereka akan lebih baik,” kata Jiyeon sambil menujuk Luna dan Ahreum. IU yang shock layaknya disengat Electrick Shock membulatkan matanya. Sangat-sangat segitiga tanpa sudut.

Luna dan Ahreum begitu percaya diri sambil menghampiri Jiyeon dan IU yang sedang meneliti fashion mereka berdua. Luna yang memakai pakaian dari jenis alumunium yang dilengkapi peralatan dapur dan Ahreum yang dipenuhi kotoran kue, bahkan sampai kuenya pun tergantung pada bajunya.

Krystal dan Sulli juga datang tak kalah anggun seperti anting bebek milik Jiyeon. Mereka mengibaskan rambutnya layak iklan shampo sambil memamerkan fashion-nya. Gaya yang cukup bernilai. Tapi, apa yang mereka bawa? Golok? Pisau? Gergagi? Pelampung? Ban? Oh, sebenarnya mereka akan tawuran atau berenang?

“Apa yang kalian bawa?” tanya Ahreum heran.

Krystal memperlihatkan pisau tajam itu ke depan mereka, lalu mulai menjelaskannya. “Kalau kepala sekolah tidak mengangkat aku sebagai puteri sekolah bebek, aku akan menodongkan semua senjataku!” jelasnya sambil mengarahkan pisau itu pada mereka.

“Dan jika akting pura-pura kami tidak berhasil. Kami akan kabur ke kolam renang dan menceburkan diri supaya tambah greget. Siapa tahu nanti kita bisa diangkat?” jelas Sulli sambil memakai pelampung itu dengan bangganya.

Gubrak. Luna hampir saja pingsan mendegar pernyataan tak masuk akal mereka. Padahal, gaya Luna dan Ahreum sama seperti penjelasan mereka. Sama-sama tidak nyambung dan tidak masuk akal.

“Nah, karena kita gak bisa berenang, jadi kita bawa perlengkapan ini semua. Karena kami tahu gak ada yang bakal menolong aksi alay lebay kami.” Krystal lanjut menjelaskan.

Oke, hal ini sudah cukup membuat Jiyeon mual, IU muntah, dan Ahreum sakit gigi. Bahkan pembaca bakal bilang kalau FF ini gaje dan ada lucunya sama sekali. Oh, semoga tidak.

Sudah lama berbincang akhirnya acara penobatan pun dimulai. Semua siswa langsung duduk rapi dan mulai menunggu hasilnya.

“Dan, puteri sekolah bebek kali ini adalah…” sang MC sengaja melambatkan perkataanya. Sementara yang lain matanya sudah memerah karena melotot berlebihan. Sementara Krystal sudah mempertajam senjatanya.

Princess Duck!” ah, semuanya gagal! Model bebek yang sedang naik akar bukan daun itu yang menang! Ini sudah ke-jutaan kalianya dia memenagkan penghargaan itu! Ini sungguh tak adil! Kenapa dia yang harus menang?

“Sudah aku bilang, aku pasti tidak bisa mengalahkan bebek cantik nan anggun itu, IU-ah!” kata Jiyeon sambil merengek dan menghapus air matanya menggunakan dress milik IU. Dengan sabar IU mengusap sahabatnya itu dan menumpahkan air matanya juga.

“Dia memang saingan yang berat. Kita harus lebih banyak latihan ekstra untuk mengalahkannya,” kata IU sok tersnyum terpaksa. Padahal tidak ada paksaan sedikit pun. Ia sangat rela kalau bebek itu menang. Karena, ia penggemar nomor 1 bebek itu.

Sementara Ahreum dan Luna hanya saling menggerutu sambil saling menyalahkan.

“Sudah kubilang fashion ini buruk! Tapi, kenapa kau masih saja menyarankannya? Lihat! Kita jadi kalah, kan?” kata Luna sambil loncat-loncat.

“Loh? Bukankah kau yang punya ide? Apa kau lupa ingatan!”

“Aku memesan ini karena harganya lagi discount, itu aja, sih. Apa salahnya? Apa!” jelas Luna sambil berharap hujan datang agar menambah nuansa greget di sini.

Dan, yang terakhir Krystal dan Sulli sudah siap-siap meluncur pada kolam renang lengkap dengan pelampung dan ban. Padahal kolam renang itu hanya selutut mereka. Kenapa langsung meluncur? Karena, saking galaunya mereka membatalkan aksi akting itu.

Dengan pasrah mereka meluncurkan tubuhnya ke kolam renang sambil menangis. Ya, ini lah nuansa yang greget. Tidak ada yang menang diantara mereka dan semua akan kembali normal lagi.

END

Thanks yang udah mau baca cerita yang bener-bener garing, gak lucu, dan geje ini. Thanks pokoknya, terharu banget nih sama yang baca sampe beres :” Maklum saja ini FF komedi pertama dan ide terlintas begitu saja. Thanks sekali lagi :*

8 responses to “Puterinya Sekolah Bebek

  1. Aigooo kocak nih FF..
    Sekolah bebek, ?? Ada-ada aja author

    Ngak bisa bayangin gimana lucunya kostum SulStal wkwkwk Ahreum dan Luna sekalian mau makan kali yah hhhaa

    Ditunggu FF jiyeon lainnya chingu

    • Kocak gaje bisa jadi D: wkwkwk
      Saya juga gak bisa bayangin looh Dx wkwkwk. Btw makasih udah baca dan meluangkan waktu untuk komentar🙂

      Ndee FF Jiyeonku yang lain dalam masa proses :3 ditunggu yaaa~

  2. Wkwkwk…nih FF gaje tapi bener-bener menghibur.
    penasaran yg jadi princess duck-nx…beneran bebek kah? hehe
    padahal yang lain udah persiapan dari toko bangunan sampe toko kue segala…tapi ga ada yang menang…poor buar Jiyeon, IU, Ahreum, Krystal, Luna ma Sulli

  3. Hahaha,princess bebek itu manusia kah atau bebek?😄
    cukup menghiburlah ceritanya,walaupun alurnya agak cepat🙂 dan ku suka posternya bagus ~

    • Entahlah masih diragukan /?
      Jinja? Ah, aku senang sekali mendengarnyaaa :3 Iya aku sadar ini alurnya cepat, soalnya aku lagi gak ada ide dan lagi niat lanjutin project FF lainnya. Jadinya tubrukan. Padahal niatnya mau dijadiin 2shot /curhat

      Gomawo ya udah baca dan meluangkan waktunya untuk berkomentar ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s