[FREELANCE] The Baddest Female

COVERTitle: The Baddest Female

Author:  Asri

Main Cast:

  • Lee Chaerin
  • Kwon Jiyong
  •  Choi Seunghyun
  •  Kim Soohyun
  •  Cho Kyuhyun

Genre: Frienship, Romance

Leght: Oneshoot

Rating: PG-17

Disclaimmer: Cast bukan milik siapa-siapa. Mereka hanya milik Tuhan ^^

Summary:

“Aku tercipta tidak untuk siapa – siapa.”

“Tapi aku tercipta untukmu.”

Suara gemericik hujan lembut di pagi hari membangunkan ku. Aku membuka mata perlahan, melawan kantuk dan pusing yang mengusik rongga kepalaku secara bersamaan. Masih teringat jelas kejadian kemarin malam sebelum aku mabuk bersama wanita yang tidur disebelahku. Begitu pula kejadian malam panas itu bersamanya. Wanita aneh dan jahat yang aku cintai sejak dulu.

~*~*~*~*~

 “Pria mana lagi kali ini?” Langsung saja aku lontarkan pertanyaan untuknya saat ia baru saja hendak ingin duduk di sofa didepanku. Chaerin belum menjawab dan malah melambaikan tangannya memanggil waiters yang lewat, ia memesan Caramel Macchiato seperti biasa.

Ia tersenyum hangat menatapku setelah meletakkan kacamata hitamnya di meja yang memisahkan kita. Ia menghela nafas, “Kali ini seorang dokter.”

“Bulan September lalu juga seorang dokter.” Aku mecoba mengigat profesi kekasih lamanya.

“Kali ini seorang dokter gigi.” Jelasnya.

“Lalu Cho Kyuhyun, bukankah dia seorang dokter juga?”

“Kalau dia ahli bedah.”

“Kau belum mendapatkan seorang pilot dan pengacara kaya.” Ucapku mengodanya. Dulu aku menantangnya untuk mengencani pria dengan profesi yang berbeda – beda. Dan kini hanya 2 profesi ajuanku yang belum ia dapatkan. Aku tertawa, ini hanya permainan kecil.

“Okay aku akan mencarinya 3 bulan lagi.” Kami pun tertawa lagi. Ya, hanya kami yg mengerti percakapan lucu tadi.

“Lalu bertemu dimana dengannya kali ini?” tanyaku.

“Tentunya dirumah sakit. Dia teman sekolah ku dulu. Namanya Kim Soohyun.” Jelasnya singkat.

“Kau yang memulainya duluan?” Seperti biasanya, itu pertanyaan ku saat ia memiliki kekasih baru.

You know my answer, honey. Of course, bagaimana aku bisa mendapatkan dia kalau aku tidak memulainya duluan?” Pertanyaan yang sama dengan jawaban yang sama. Terkadang aku bosan dengan percakapan ini, percakapan seputar tentang dirinya dengan kekasihnya yang aku rasa mungkin setiap 3 bulan akan berganti orang. Tapi bagaimanapun aku tak akan pernah bosan menghabiskan waktu bersama wanita ini.

“Tak bisakah menunggu ada pria yang menghampiri dirimu duluan?” Hening sesaat, ia menyesap Caramel Macchiato yang baru saja waiters antarkan ke meja kami.

“Kau tak memesan apapun?” Ku sadar ia tak ingin menjawab pertanyaanku tadi.

“Sedang tidak ingin.” Ia menganggukkan kepalanya. Ku rogoh saku celanaku mencari bungkus rokok, aku ingat masih 2 batang tersisa disana. Aku menyodorkan padanya mungkin ia ingin menghisapnya juga, ia menggeleng.

“Jadi bagaimana pertanyaanku tadi? Kenapa tak menunggu?” Aku tak memerhatikan raut wajahnya, ku hembuskan asap rokok yang baru saja aku bakar.

Lama ia menjawab, ku pikir ia tetap ingin bungkam ternyata ia menjawab, “Terlalu bosan untuk sendiri, terlalu lama untuk menunggu..”

“..Terlalu bosan pula harus berlama-lama berpacaran.” Lanjutku mengucap kebenaran tentang Chaerin. Ya, tidak mungkin Chaerin akan bisa berlama-lama pacaran dengan hanya seorang pria.

Maksudku bukannya dia akan memiliki lebih dari seorang kekasih dalam waktu yang bersamaan, ia hanya terlalu bosan karena selalu mendapatkan pria yang terlalu baik padanya. Wanita ini memang aneh, keras kepala, keinginannya harus terpenuhi. She doesn’t need a good boy, she want a jerk. Like me ,HA I wish.

HAHAHA, Aku tersenyum.

Yeah, you know me more than myself, Ji. Aku selalu mendapatkan pria baik, they never broke my heart, but I always broke their hearts..” Ia mulai tertawa mengingat kekasih – kekasih nya yang bermuka masam saat ia memutuskan mereka dengan alasan ia bosan. Semua orang yang mendengarkan cerita itu akan mengatakan kalau ia adalah wanita terkejam dan jahat. Yes, she is.

“Mungkin aku belum merasakan disakiti oleh pria, dan aku ingin merasakannya. Mungkin itu akan membuat aku tidak mematahkan hati seorang pria lagi. Aku memang aneh.”

“Lee Chaerin. Wanita cantik yang aneh dan jahat.” Ia hanya tertawa mendengarku.

~*~*~*~*~

Ia sedikit menarik selimut kedekapannya, menutupi apa yang seharusnya tak aku lihat saat aku sadar. Kami memang selalu melakukannya dalam keadaan tak sadar, bisa dibilang saat kami benar benar dimabuk oleh minum – minuman ber alkohol itu.

Selalu melakukannya. Ini memang bukan pertama kalinya kami bermalam bersama dan melakukannya. Saat ia ingin melakukannya, tentu saja sebagai teman aku akan melakukannya.

Bila Justin Timberlake dan Mila Kunis mengatakannya ini dengan Friend With Benefits. Aku anggap untuk ku itu benar, kapan lagi kau bisa sering melakukannya dengan wanita yang kau cintai atas kemauannya sendiri.

Aku rapatkan selimut ke tubuhnya yang masih terbuka, ku kira ia kedingingan dengan angin hujan diluar. Ku kecup bahunya sebelum menutupinya dengan selimut. Begitu manis saat tertidur.

Tak pernah bosan aku memandang wajahnya setiap ia masih terlelap. Menyentuh wajahnya perlahan dengan jemariku adalah bonus dikala aku terbangun lebih dulu.

Pandangan buyar saat ponsel Chaerin berdering diatas nakas. Wanita itu tetap belum terbangun. Ku lirik nama yang tertulis di layar ponselnya.

Choi Seunghyun In Coming Call

Terdesir rasa bersalah di dadaku. Seharusnya aku tak melakukannya dengan wanita yang sudah memiliki suami, sekalipun ia adalah wanita yang aku cintai sejak dulu dan tak pernah berganti.

~*~*~*~*~

Chaerin berlari ke pelukanku. Ia membenamkan wajahnya dibahuku. Ia menangis keras. Sudah lama rasanya tak melihat ia seperti ini, tak perlu diceritakan aku pun tau siapa yang membuatnya seperti ini.

“Aku sangat mencintainya. Mengapa ia melakukan itu padaku? Tak tahukah dia aku benar – benar mencintainya.” Ia memukul dadaku berkali – kali. Air matanya tak kunjung berhenti. Tak ada yang bisa aku katakan, ini yang ia harapkan dan kini ia mendapatkannya. Ia menemukan pria jahatnya.

Ia memenuhi janjinya padaku untuk berkencan dengan seorang pilot. Choi Seunghyun. Ia kakak kelas ku saat sekolah dulu. Aku mengetahui latar belakangnya soal wanita dan ku biarkan Chaerin bersama pria itu.

Seperti yang Chaerin inginkan, pria yang berbeda dari kekasih -kekasih sebelumnya. Seunghyun menghancurkan hati Chaerin dikala ia benar-benar jatuh cinta pada pria itu. Pria itu mencapakkannya.

“Kau tak akan melepaskannya?” Tangisannya mereda, kini ia berbaring disofa mendinginkan matanya yang bengkak dengan bongkahan es yang dilapisi handuk.

“Tentu saja tidak. Tak akan pernah aku lepaskan.” Jawabnya tenang. Aku hanya tersenyum menanggapinya.

Sejak itu setahun kemudian Chaerin dan Seunghyun mengikatkan janji suci mereka diatas altar. Aku pun senang melihat betapa bahagianya Chaerin mencium pria yang kini menjadi suami nya itu.

Chaerin menghampiriku setelah ia disibuki dengan ucapan selamat dari tamu undangan yang datang. “Selamat untukmu Lee Chaerin yang aneh dan jahat.” Aku melebarkan tanganku menantikan pelukannya.

Cupp..

Bukan sebuah pelukan, aku medapatkan sebuah ciuman mendarat dibibirku. Aku tersenyum. Sebuah ciuman persahabatan seperti biasanya yang ia berikan untukku.

“Terima kasih kau telah datang, Ji!” Ia memelukku erat. Aku bisa merasakan betapa bahagianya ia dengan pernikahan ini.

“Tentu saja. Aku selalu ada bila kau membutuhkanku.” Aku memberikan senyuman terhangatku untuknya.

“Kau benar – benar harus menyusulku kali ini. Kau harus mencari kekasih, Ji! Kau harus segera menikah!” Ucapnya bersemangat mencengkram lenganku.

“Aku hanya ingin bersama wanita yang selalu aku ceritakan padamu itu.” Jelasku sambil tertawa menatap gadis yang baru saja aku bicarakan. Wanita itu didepanku.

Oh, come on. Forget her! Dia tidak tercipta untuk mu, Ji. Kemarin kau bilang wanita itu telah menikah dengan pria lain. Kau benar – benar harus melupakan wanita tak perasa itu.” Aku hanya tersenyum menatapnya.

Obrolan kami pun terhenti saat Seunghyun tiba – tiba melingkarkan lengannya di perut Chaerin dari arah belakang dan mencium bibir wanita itu.

“Ji! Terima kasih kau telah mau datang dan menemani pengantinku menuju altar menggantikan ayahnya. Aku akan berdoa untuk mu agar kau cepat segera menyusul kami.” Seunghyun mengulurkan tangannya yang aku sambut dengan jabatan hangat memakai seulas senyum di wajahku.

“Jagalah dia, untukku!” Aku menepuk pundaknya dan berbalik pergi meninggalkan sepasang pengantin baru itu dan keramaian yang ada.

“Mungkin kau tak tercipta untukku. Tapi aku tercipta hanya untukmu, Lee Chaerin” Aku mendengus tertawa, sudut bibirku terangkat merasakan sesuatu yang asin. Tak ku sangka akhirnya ku teteskan juga air mata ini.

~*~*~*~*~

Aku mendudukkan tubuhku di kasur. Mengingat hal yang telah berlalu sendirian membuatku sedikit pusing lagi. Aku membuka lenganku lebar – lebar sambil menguap mungkin dengan itu pegal di tubuhku akan menghilang. Saat ku sadar sudah ada dua lengan yang melingkar di tubuhku.

Chaerin mendekatkan tubuhnya padaku. Memelukku dari belakang yang bisa kurasakan tubuhnya tanpa sehelai benangpun menempul di punggungku, selalu membuat aku berdebar kapanpun itu. Ia menopangkan dagunya di bahu kiriku.

“Seunghyun menelfon lagi?” Tanya Chaerin yang aku tahu ia belum membuka matanya sama sekali. Suaranya terlalu serak untuk dikatakan ia telah pulih dari dunia bawah alam sadarnya.

“Seharusnya kau tak melakukan ini lagi denganku.”

“Kenapa tidak? Aku bosan dengan Seunghyun.” Jawabnya santai.

“Ini baru 3 bulan pernikahan kalian, bagaimana bisa kau berkata kau bosan dengannya?” Aku mengelus lengannya lembut, ku mohon jangan pernah lepaskan pelukan hangat ini.

“Entahlah mungkin pernikahan bukanlah hal yang cocok untukku.” Kini suaranya memulih, ia telah membuka matanya.

“Tak pernahkah kau benar – benar mencintai seseorang?” Aku ingin tertawa ia benar – benar wanita jahat yang aneh.

“Entahlah, mungkin Lee Chaerin tercipta tidak untuk siapa – siapa karena aku terlalu jahat dan aneh.” Ia tertawa ringan di sebelah telingaku. Benar – benar ingin ku kecup bibir itu sekarang juga seandainya aku bisa.

“Dan Kwon Jiyong tercipta untuk wanita aneh yang jahat itu.” Kami pun tertawa bersama mengikuti iringan rintikan hujan di pagi hari yang sedikit mulai mereda.

FIN

Annyeong! Maaf kalau ngebingungin dan kurang ada pengeditan sana sini. Ini kayak alur maju mundur gitu. Jadi Jiyong nya menceritakan kembali kejadian yang telah berlalu. Ini benar benar ff tak terpikirkan yang tertuang begitu saja dimalam hari saat tak bisa tidur. Jadi rada aneh deh hehehe mianhae  Maaf juga mungkin bahasa dan tata penulisannya masih jelek, saya akan terus belajar hehe.  Untuk para readers, selain dibaca tolong like dan comment nya juga. Terima Kasih Kamsahamnida ^^

Tambahan, FF ini udah pernah saya publish di wp pribadi saya dan teman saya. Kalau mau mampir boleh ke http://fanatiction.wordpress.com/ . Mungkin ada 1 2 kata di FF ini yang beda dikit, yaa sedikit di edit kata disini hehehe. Okay Annyeong! Kamsahamnida!^^

One response to “[FREELANCE] The Baddest Female

  1. o my god,ini keren bgt sumpah >_< cl bner2 baddest n punya tmen "sinting" macam jidi yg rela "bgituan" ama cl,ckck. keren thor karyanya unik n bnr2 keren ala2 drama brtemakan skandal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s