Crazy Surprises (Ficlet)

Crazy Surpries

Author: lyri

Tittle: Crazy Surpries

Cast: Park Jiyeon, T-ARA, and Lee Chanhee or Chunji

Genre: Frienship, Family, Romance

Rating: G

Note: Don’t bash me, don’t plagiat, don’t re-upload, and don’t claim as yours.

 

**

Jiyeon membuka pintu dorm T-ARA. (T-ARA adalah nama dari kelompok pertemanan. Semuanya bukanlah saudara kandung, melainkan seorang teman yang sudah saling menganggap saudara). Tidak seperti biasanya, dorm sangat sepi. Biasanya selalu ada orang. Walau hanya satu orang saja.

Perutnya sudah berbunyi. Pantas saja, itu karena ia sudah capek beraktivitas hari ini. Langsung saja ia menju dapur dan membuka lemari penyimpanan makanan. Ia membuka lemari itu, berharap makanan kesukaannya masih tersedia. Tapi, ternyata kosong! Tidak ada satu makanan pun.

Jiyeon mengerucutkan bibirnya. Makanan kesukaannya tidak ada. Bukan itu saja, makanan lain pun tidak ada. Padahal tadi lemari ini penuh. Karena penasaran ia meraba-raba lemari itu, siapa tahu ada makanan yang terselip. Dan, ia rasa ia meraba sebungkus makanan. Ia mengambilnya dengan senang. Tapi, saat diambil isinya bukanlah makanan, melainkan hanya sisa bungkusan makanan kesukaannya.

Eh, bukankah biasanya makanan ada di meja makan? Pikir Jiyeon sambil menuju meja makan. Tapi, sama saja. Tidak ada apa-apa. Yang ada hanya piring dan gelas bekas. Jiyeon semakin sebal. Sepertinya ini akan jadi hari buruk untuknya.

“EONNI!” panggil Jiyeon pada eonni-nya. Biasanya kalau ada orang, semua akan langsung menghampirinya. Tapi, sudah beberapa kali ia berteriak tidak ada juga respon. Artinya, benar-benar tidak ada orang.

Krek. Sepertinya ada orang yang membuka pintu dorm. Benar saja, itu adalah Boram dan Soyeon yang baru pulang berbelanja.

Jiyeon segera menghampiri mereka dan memeluk mereka. Ia segera membuka belanjaan dua eonni-nya itu. Berharap, mereka membawa makanan. Biasanya mereka selalu membelikan makanan untuk T-ARA saat berpergian. Tapi kali ini, tidak ada satupun. Ia semakin bingung dengan keadaan sekarang.

“Hei, jangan acak-acak belanjaanku!” kata Soyeon sambil mengambil belanjaannya. Biasanya, ia berbicara seperti itu dengan nada bercanda, tidak serius. Tentu saja Jiyeon kaget dengan sikap eonni-nya itu.

Tapi, ia tetap berpikir postif. Tidak ada apa-apa, Jiyeon, katanya dalam hati.

“Boram eonni, aku lapar,” Kata Jiyeon dengan jurusnya. Dulu saat bicara seperti itu, Boram langsung membuatkan makanannya. Tapi, apa sekarang berubah juga?

“Masak saja sendiri.” Itu jawabnnya. Tidak seperti biasanya. Lalu, mereka berdua meninggalkan Jiyeon sendiri. Sepertinya jurusnya itu tidak berhasil kali ini.

Jiyeon membanting tubuhnya ke sofa. Hari ini memang buruk. Tapi, sepertinya tidak akan seburuk yang ia pikirkan setelah menemukan novel kesayangannya di sebelahnya. Ia pun mengambil novel itu dan mulai memabacanya.

Tepat di halaman 93, ada sebuah robekan kertas. Ya! Halaman 93-100 hilang! Lebih tepatnya ada orang yang merobeknya. Siapa yang berani merobek buku ini? Gumam Jiyeon kesal. Ia langsung menghampiri dua eonni-nya.

Eonni, siapa yang merobek halaman novel ku?” kata Jiyeon kesal.

“Kau pikir kami merobeknya, eoh?” kata Soyeon protes. Jiyeon semakin kesal saja. Akhirnya ia memutuskan untuk keluar dari dorm dan berjalan-jalan ke taman.

Tak butuh waktu lama ia sudah sampai di taman. Ia sangat senang sekali ketika menyadari ada Eunjung dan Qri di sana. Langsung saja ia menghampiri mereka.

“Kalian kemana saja? Aku kangen!” kata Jiyeon yang dibalas dengan tatapan aneh dari Qri. Sedangkan Eunjung tidak melirik Jiyeon sedikitpun.

“Kau siapa?” tanya Qri yang membuat Jiyeon kaget. Ah, paling Qri eonni hanya bercanda, pikir Jiyeon. Ia pun tertawa kecil.

“Masa eonni tidak tahu aku? Aku Jiyeon!” kata Jiyeon sambil tak hentinya tersemnyum.

“Maaf aku tidak mengenalmu,” Kata Qri yang membuat Jiyeon lebih kaget dari sebelumnya.

Jiyeon hanya diam memandangi dua eonni-nya. Mereka seolah mengabaikannya. Apalagi, Eunjung yang merasa kalau Jiyeon tidak ada. Ia hanya bisa pasrah sambil memainkan handphone-nya.

Kring. Telepon genggam yang dari tadi Jiyeon mainkan berbunyi. Chunji. Itulah nama kontak penelepon. Jiyeon menganggkat telepon itu dengan bahagia. Akhirnya dia meneleponku! Gumam Jiyeon sambil menganggat telepon itu.

Yoboseyo.” Sapa Chunji. Auranya tidak seperti biasa. Ia menyapa dengan suara yang serius. Jiyeon mulai bingung lagi. / “Yoboseyo.” Ucap Jiyeon yang mood-nya langsung drop karena sapaan namjachingu-nya tadi.

“Aku mau kita bertemu di taman seoul, sekarang.” Katanya. Dengan malas Jiyeon memutuskan sambungan, lalu menuju tempat di mana mereka sering bertemu.

**

Chunji sudah ada di tempat biasa bertemu dengan yeoja-nya. Ia menunggu Jiyeon selama beberapa menit sehingga ia datang juga. Jiyeon duduk bersebrangan dengan Chunji dengan malas.

“Sepertinya kita sampai di sini saja.” Kata Chunji memulai pembicaraan. Jiyeon sangat kaget karena hal itu. Apa salahnya sehingga ia memilih untuk berpisah? Memangnya Jiyeon pernah melakukan kesalahan? Sepertinya tidak.

“Maafkan aku.” Kata Chunji lalu pergi meninggalkan Jiyeon. Jiyeon masih tidak percaya. Apa ini hanya mimpi? Ya, semoga saja ini semua hanya mimpi.

Jiyeon menghela napas. Hari ini benar-benar buruk. Semuanya telah berubah. Mulai dari Soyeon eonni hingga Chunji. Alarm berbunyi dari handphone milik Jiyeon. Ia membuka alarm itu dan segera mematikannya.

“Eh? Tanggal 7? Bukankah hari ini aku ulang tahun?” kata Jiyeon setela menyadari kalau hari buruknya ada pada hari bahagianya, hari ulang tahunnya.

Rasanya sakit sekali. Ia ingin menangis tapi ia segera menyeka air matanya agar tidak banjir. Dengan malas ia segara pergi dari tempat itu dan bertemu Hyomin bersama Eunjung. Ia belum menyerah sampai di sini, ia segera menghampiri dua eonni-nya itu.

“Hai!” kata Jiyeon sambil tersenyum, walau sebenarnya berusaha untuk tersenyum.

Hyomin berbalik lagi menjawab ‘hai’ dengan terburu-buru setelah itu ia segara mengajak Eunjung pergi menjauhi Jiyeon.

“Ada apa? Di sini tidak ada orang!” kata Eunjung protes saat Hyomin menyuruhnya segera pergi. Sepertinya Eunjung benar-benar tidak menganggapnya.

Dengan tarikan paksa Eunjung berhasil ditarik pergi oleh Hyomin. Hari ulang tahun yang menyedihkan, pikir Jiyeon sambil menahan air matanya yang hampir jatuh.

Dari arah lain, ia melihat Chunji sedang bersama Ahreum. Karena penasaran Jiyeon mengikuti mereka diam-diam dan menguping pembicaraan mereka.

Chagi, ayo kita rayakan hari pertama kita pacaran!” kata Chunji pada Ahreum. Jiyeon sangat kaget. Bukankah baru saja Chunji putus dengan Jiyeon? Tapi, kenapa Chunji sudah berpacaran dengan Ahreum lagi? Apa jangan-jangan dari dulu ia tidak menyukai Jiyeon?

“Aku setuju!” kata Ahreum senang. Hari ini benar-benar hari terburuknya.

**
Jiyeon pulang ke dorm dengan perasaan yang sangat buruk. Hari ini terlalu kejam baginya. Belum lagi, sekarang. Saat ia pulang, pasti ia diabaikan oleh T-ARA. Jiyeon menyeka air matanya saat sudah sampai di depan pintu dorm.

Ia membuka pintu dorm dan mendapatkan semua member T-ARA sedang berkumpul. Di sana juga ada Chunji yang duduk bersebelahan dengan Ahreun.

Jiyeon tak mau ambil pusing. Ia segera menuju dapur, barangkali sudah ada makanan. Karena tadi, ia lupa membeli makanan. Bagaimana mau membeli makanan, tadi itu banyak peristiwa yang sangat buruk.

Ia membunya lemari penyimpanan dan… mendapatkan sebuah kue yang cukup besar. Di sana ada namanya juga ada nomor yang melambangkan umurnya sekarang.

“Selamat ulang tahun.” Kata Chunji tanpa melirik Jiyeon. Jiyeon tersenyum tipis, meningat bahwa dia salah satu orang yang ingat hari ulang tahunnya. Walaupun ia sudah menyakiti Jiyeon.

“Maaf, aku mau ambil kue ini.” Kata Ahreum sambil mengambil kue ulang tahun dengan nama Jiyeon itu. Jiyeon salah sangka lagi. Ia pikir kue itu dari Chunji untuknya, ternyata bukan. Namanya saja yang terpajang.

Ahreum mulai memotong kue itu di depan Jiyeon dan.. ia menempelkan krim kue pada muka Jiyeon. Jiyeon kaget bukan main. Setelah itu semua member T-ARA menyanyikan lagi ulang tahun untuk Jiyeon.

“Ada apa ini?” kata Jiyeon sangat bingung.

“Selamat ulang tahu, eonni! Maaf kan aku, juga ya!” kata Ahreum yang ada didekatnya. Lalu ia memeluk Jiyeon sambil tertawa kecil. Lalu, semua mulai mengucapkan selamat ulang tahun pada Jiyeon.

“Oh, jadi kalia mengerjaiku?” kata Jiyeon tanpa ekspresi sama sekali sehingga membuat T-ARA dan Chunji tertawa. Jiyeon mengerlingkan matanya.

“Ya, seperti itulah. Dan, sepertinya kami harus minta maaf padamu.” Kata Soyeon sambil menghampiri Jiyeon dan memeluknya.

“Hei, siapa yang membuat ide sangat gila seperti ini?!” kata Jiyeon kesal. Air matanya juga tidak sanggup terbendung lagi. Ternyata mereka semuanya hanya akting. Mereka tidak benar-benar berubah! Mereka mengerjai Jiyeon, karena hari ini adalah hari ulang tahunnya.

“Salahkan Eunjung dan Chunji! Mereka sangat kejam sekali!” tuduh Hyomin sambil tertawa. Orang yang dimaksudpun ikut tertawa juga. Bukan hanya mereka bahkan semua member T-ARA kecuali Hyomin dan Jiyeon.

“Kami tidak mungkin seperti itu, Jiyeon-ah.” Kata Boram sambil memeluk Jiyeon dan menyeka air matanya. Hei! Mereka bukan berubah! Tapi, mereka peduli padamu!

“Maafkan aku juga, aku bukan pacar Chunji oppa, kok,” kata Ahreum sambil tertawa kecil.

Rasa kesal itu bercampur jadi senang. Sehingga–mungkin–tidak dapat dideskripsikan. Chunji mulai mengahmpiri Jiyeon dan menyeka air matanya.

“Maafkan aku, aku hanya bercanda. Mana mungkin aku memutuskanmu.” Kata Chunji sambil tersenyum manis. Jiyeon memukul Chunji pelan sehingga membuat T-ARA tertawa lagi. Begitu juga dengan Jiyeon yang perasaannya aneh.

END

Huehehe. Ini pertama kalinya aku ngebuat FF tanpa OC. Dan bukan dari 3 grup favoritku.

Tadinya, aku mau bikin pas Jiyeon unni ulang tahun. Tapi, waktu itu idenya gak ada. Jadi, lumayan telat juga. Sepertinya hasilnya itu aneh banget xD But, hope you like it, ya~ xD

20 responses to “Crazy Surprises (Ficlet)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s