My Ghost Part 8 [END]

background_副本

Tittle : My Ghost

Author : Park Niyeon (Nissella)

Genre : Romance, sad, School Life, FriendShip, Little comedy, imagination, Horor

Type : Series

Cast :

  • Park Jiyeon
  • Ok Taecyeon
  • Kim Myungsoo
  • Jung Eunji
  • Kim Sunggyu
  • Lee Howon
  • Lee Junho
  • Jang Wooyoung
  • Lee Jieun (IU)
  • Park Chorong
  • Other cast

Twitter : @Nissela_Hottest i will folback you, without your mention ^^ lets be friend

Note : ini FF horor dan imagination pertama aku, mian kalau gaje dan gak suka. FF ini juga  terinspirasi dari sebuah Novel berjudul ‘Danur’

Happy Reading and Hope you like This Story ^^

RCLnya Please 😉

Jiyeon terlihat membayar dikasir supermarket, setelah membeli beberapa snack makanan. L menunggunnya di luar supermarket. Setelah selesai yeoja ini pun keluar dari sana, L menghampirinya.

“sudah selesai? Apa tidak ada yang tertinggal?” tanyanya bertubi-tubi.

“ani, kajja.” Jiyeon menggandeng tangan L, namun baru satu langkah mereka akan keluar dari teras super market, hujan tiba-tiba turun, yang membuat niat mereka untuk berjalan jadi terhambat. “aihh.. hujan L-ah.”ucapnya kecewa.

“mau tunggu reda atau hujan-hujanan?” ucap L di selingi senyuman jahilnya.

Jiyeon membalas tersenyum “baiklah, sekalian kita berlomba, siapa yang terakhir sampai sekolah harus menuruti permintaan yang menang.” Ucap Jiyeon lalu berlari menerobos hujan mendahului L.

L tersenyum senang. “Ya! Kau curang!!!” teriak L kemudian berlari mengejar Jiyeon

kedua orang ini Nampak berlarian, membiarkan tubuh mereka basah karna hujan. Keduanya tertawa bersama sembari sesekali bercanda.

“Ya! Ppali….!!!” Seru Jiyeon yang sudah berada di depan L.

L tersenyum kemudian berlari mencoba untuk menyusul Jiyeon, namun tiba-tiba Jiyeon berhenti mebuat L bingung.

“ya! Wae irae?” tanyanya bingung. Jiyeon masih terdiam menatap kedepan.

“L-ah, lihat” tunjuk Jiyeon menunjuk seorang anak kecil yang terbaring di tengah jalan. Ya, di tengah jalan sepertinya anak itu adalah korban tabrak lari, sewaktu tadi hujan, ya maklum saja jalanan di sekitar sana jika hujan jarang di lewati orang.

Kedua orang ini saling menatap lalu kemudian berlari menghampiri sang anak kecil. Di lihatnya anak kecil itu sudah terbaring lemah tak berdaya basah kuyup oleh hujan. Jiyeon berjongkok dan meraih kepala si anak kecil yang berjenis kelamin perempuan itu lalu menaruh kepalanya di pangkuannya.

“Ya! L-ah eotteokke? Kasian dia, kita tolong dia ya.” Ucap Jiyeon memelas.

L pun merasa kasihan pada anak kecil itu, namja ini mengangguk kemudian menggendong anak kecil tersebut.

“kita akan membawanya kemana L-ah?” Tanya Jiyeon sembari berlari mengejar L.

“kita bawa dia ke hotel dulu saja.” Ucap L

“Mwo? Hot-Hottel? Kenapa tidak ke rumah sakit saja.” Tanya Jiyeon heran, karena bukankah seharusnya orang sakit itu di bawanya ke rumah sakit, dan bukannya ke Hottel.

L berhenti berlari kemudian menatap Jiyeon. “jika kita membawanya ke rumah sakit, kita akan berurusan dengan polisi, kau ingat bukan kalau misi kita belum selesai.” Ucap L menjelaskan alasan kenapa ia membawa anak itu ke hotel terdekat.

“ah.. aku jadi lupa soal misi kita, tapi bukankah jika kita membawanya ke Hottel akan menimbulakan banyak pertanyaan orang?”

“kita jawab saja kita ini suami istri dan dia ini anak kita ok?”

Jiyeon tercegang saat L mengatakan hal seperti itu. Yeoja ini hanya mengangguk saja. “lalu bagaimana kita mengobatinya?”

“itu urusanku.” Ucap L kemudian keduanya kembali berlari menuju Hottel.

Akhirnya mereka sampai menuju hotel terdekat disana, mereka memasuki lobi Hottel, awalnya Jiyeon ragu untuk menghampiri resepsionis hotel dan memesan kamar, namun L terus mendorongnya untuk menghampiri kasir, akhirnya dengan ragu yeoja inipun mendekat kearah kasir.

“Jeo-Jeogio, apakah kami bisa memesan satu kamar?” Tanya Jiyeon dengan senyum yang kaku.

“tentu, untuk berapa orang?” Tanya sang resepsionis

“umm…” Jiyeon tampak berpikir “Ti_” ketika ia hendak menjawab ‘Tiga Orang’ L mengelaknya.

“satu keluarga.” Ucap L.

“ahhh, ku kira kalian masih SMA, ternyata kalian sudah menikah, padahal kalian terlihat sangat muda. Lalu kenapa kalian memakai seragam sekolah?” Koment reesepsionis itu.

Jiyeon dan L hanya bisa menggaruk tengkuk mereka sembari tersenyum garing. “itu-itu karena-karena” Jiyeon Nampak bingung mencari jawaban

“anak kami sedang ulang tahun, dan ia menginginkan kami memakai baju ini.” Jawab L dengan cepat.

“wahhh, ternyata kalian juga sudah memeliki seorang anak yang manis, lalu apa yang terjadi dengannya? Apakah dia tidur ataukah sakit.” Resepsionis ini kembali bertanya membuat L dan Jiyeon kesal, karana resepsionis ini sangat lah bawel.

“dua-duanya.” Jawab L dan Jiyeon serempak seraya masih saja tersenyum garing, walau dalam hati mereka sangat kesal pada resepsionis ini.

“baiklah ini kuncinya.” Ucap resepsionis itu memberikan sebuah kunci pada Jiyeon.

Jiyeon menerima kunci tersebut, kemudian sedikit membungkuk mengucapkan terimakasih sembari tersenyum, setelah itu mereka bertigapun pergi menuju kamar tersebut menaiki lift hotel.

Sesampainya di kamar Hottel L menidurkan anak kecil itu di kasur, kemudian merentangkan kedua tangannya, mungkin ia lelah karna kelamaan menggendong anak itu tadi. Sedangkan Jiyeon Nampak canggung yeoja itu berdiri menatap kearah anak kecil tersebut.

“Jiyi-ah wae?” Tanya L pada Jiyeon

Dengan cepat Jiyeon menggeleng. “A-aniya.”

L nampak berjalan kearah lemari yang telah di sediakan di kamar Hottel tersebut, kemudian mengambil sebuah handuk yang telah di siapkan disana, setelah itu ia menghampiri Jiyeon.

Jiyeon Nampak gugup melihat L menghampirinya, jantungnya sudah berdetak tidak karuan. “ini ambillah dan pergi mandi, aku takut kau sakit.” Ucap L dengan penuh perhatian. Jiyeon tersenyum garing kemudian mengambil handuk tersebut, lalu berlari menuju kamar mandi karna kebetulan L membawa tas gendongnya yang berisi pakaiannya, namja ini juga memberikan kaus dan juga celana miliknya pada Jiyeon.

Di dalam kamar mandi Jiyeon Nampak mengelus dadanya serta mengatur nafasnya, karena sedari tadi jantungnya terus berpacu, membuatnya merasa kalau jantung miliknya itu akan copot. Sementara itu di luar kamar mandi L pun tak jauh berbeda dengan Jiyeon, namja ini juga mengelus dadanya, namun terlihat bahwa L lebih bisa mengontrol dirinya.

L kemudian melangkah mendekati anak kecil itu, ia mengeluarkan Krystalnya, namja ini Nampak berfikir, apakah ia harus menolong anak ini dengan kekuatan dari Krystal itu? Tapi bukan kah ia harus berhemat tenaga? Tapi jika ia tidak menolong anak ini, kasihan juga, jika ia harus meninggal. Akhirnya ia menggunakan kekuatannya juga, namja ini mengarahkan Krystal tersebut dengan tangan kirinya kearah jantung anak kecil itu, setelah itu tangannya yang satunya mengeluarkan sebuah kekuatan yang masuk melalui Krystal lalu kemudian masuk ke jantung anak itu. Setelah merasa cukup, namja inipun kembali memasukan Krystal tersebut, kemudian memegang jantung anak itu, sekarang detak jantungnya sudah kembali normal, ia yakin beberapa menit lagi anak tersebut akan sadar. Setelah itu ia membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur di sebelah anak kecil itu, matanya terpejam sedangkan mulutnya tersenyum, benar-benar seorang hantu yang tampan. Terdengar suara pintu kamar mandi terbuka ternyata Jiyeon keluar dari kamar mandi dengan keadaan rambut basah, L kemudian bangun dari posisinya, jantung kedua orang ini kembali berpacu tidak karuan.

“sudah selesai?” L mencairkan suasana beku diantara keduanya.

Dengan canggungnya Jiyeon menjawab iya dan mengangguk, L berjalan kearahnya, lalu mengambil handuk yang Jiyeon bawa, setelah itu ia masuk ke dalam kamar mandi. Jiyeon melangkah mendekati anak kecil itu, kemudian mengecek suhu tubuhnya, ternyata anak tersebut sudah baikan. Yeoja ini merasa lelah dan tidak enak badan, akhirnya ia berbaring di sebelah anak kecil itu, sedikit demi sedikit matanya pun tertutup.

L membuka pintu kamar mandi dilihatnya di kasur sudah tidur dua orang yang sepertinya kelelahan. L menghampiri anak kecil itu, kemudian tersenyum, diliriknya Jiyeon. namja ini berfikir andai saja, ia bisa seperti ini dengan Jiyeon. seperti sebuah keluarga kecil yang bahagia. Setelah itu ia beralih ke samping Jiyeon. namja ini mengelus pipi Jiyeon kemudian memegang dahinya. Ia merasa Jiyeon pasti sakit karna hujan-hujanan. Akhirnya iapun kembali mengeluarkan Krystalnya dan melakukan hal yang sama pada Jiyeon saat ia mengobati anak kecil itu. Setelah selesai mengobati Jiyeon, L mengelus rambut dan kepala Jiyeon lembut, senyuman manisnya menhiasi wajah tampannya yang semakin membuat namja tampan ini semakin tampan. Sepertinya L tidak bosan memandangi wajah Jiyeon sedari tadi buktinya tatapannya tak lepas dari wajah Jiyeon.

“eungg… dimana aku?.” Anak itu mengigau, sepertinya ia telah sadar. L menghentikan aktifitasnya mengobati Jiyeon kemudian menghampiri anak kecil itu.

“Gwenchana?” tanyanya

Anak tersebut mengangguk “Nuguseyo?” tanyanya bingung.

“Aku tadi yang menemukan mu di tengah jalan. Kau tidak apa-apa bukan?”

Anak kecil berumuran sekitar 6 tahunan itu mengangguk. “ne,gomawo Ahjussi.” Ucapnya dengan tersenyum

L balas tersenyum “panggil saja aku oppa.. rumahmu dimana?”

“rumah ku tidak jauh dari sini, tapi bukankah tadi aku tertabrak mobil?”

“ahh.. itu, itu tidak parah hehe…”

Jiyeon Nampak terjaga dari tidurnya, yeoja ini kemudian bangun dan melihat kearah L yang tengah tersenyum pada anak kecil itu, yeoja ini kemudin menatap anak kecil itu.

“kau sudah sadar? Aahh Syukurlahh.” Ucap Jiyeon di sertai senyumnya.

“nona ini siapa?” Tanyanya bingung

“a-aku Jiyeon.. Park Jiyeon, kau bisa memanggilku eoni hehe.” Ucap Jiyeon dengan manisnya

“aku Sooyeon.. Oh Sooyeon.. apakah eoni juga membantuku sama seperti oppa?” Tanya anak kecil itu dengan senyuman yang manis.

“ne, aku dan L-oppa yang menolongmu.”

“Gomawoyo, Eoni, Oppa.” Ucap anak ini.

Setelah cukup lama berbincang akhirnya mereka memutuskan untuk pergi, karna hari sudah gelap juga,sekitar pukul 9 malam, kasian bukan teman mereka yang sedari tadi menunggunya, tapi sebelumnya mereka mengantar anak kecil itu dulu.

Akhirnya mereka sampai juga di depan rumah anak tersebut. Ternyata anak ini adalah anak kecil yang ada di panti asuhan. Ada rasa tidak rela di hati Jiyeon dan L harus meninggalkan Sooyeon di panti asuhan itu, rasanya mereka ingin mengangkat Sooyeon sebagai anak mereka, namun itu semuah tidak mungkin. Terlalu banyak halangan bagi mereka.

“Sooyeon-ah, jaga dirimu ya, eoni sangat menyayangimu walau kita baru bertemu.” Ucap Jiyeon lalu memeluk Sooyeon, Sooyeon Nampak tersenyum bahagia.

“ne, eoni, Sooyeon juga sayang pada eoni hihi…” ucap Sooyeon. Jiyeon melepaskan pelukannya kemudian tersenyum dan mengacak rambut sooyeon.

“Sooyeon-ah, kau harus lebih berhati-hati lain kali, jangan sampai kejadian tadi terulang ne?” L menasehati sooyeon.

“Siapp oppa.” Ucap Sooyeon mengeluarkan eyesmilenya. L gemas kemudian mencubit pipi Sooyeon. Sooyeon meringis. “appo”

L tersenyum kemudian mengacak rambutnya. “sudah sana masuk.” Suruh L.

Sooyeon mengangguk dengan senyumannya. “Oppa dan Eoni harus berjanji akan terus bersama ya.” Ucap Sooyeon kemudian berlari masuk kedalam panti.

Jiyeon dan L terlihat canggung setelah kepergian sooyeon. Sebenarnya L juga berharap Semua yang Sooyeon harapkan tadi bisa tercapai, namun rasanya tidak mungkin mengingat dirinya bukanlah manusia.

Keduanya berjalan beriringan, sepanjang perjalanan L terus menatap wajah Jiyeon dengan tatapan yang sangat teduh, Jiyeon yang merasa di perhatikan itupun menatap kearah L.

“waeyo? Kenapa kau memandangiku terus?” tanyanya dengan wajah yang sedikit merona, mungkin karna yeoja ini malu di perhatikan seperti itu.

L tersenyum seraya berkata. “Ani, aku rasa kau terlihat__ “ L mengaggantung kalimatnya membuat Jiyeon kesal.

Jiyeon mendorong wajah L “terlihat apa eoh?” serunya.

L tertawa melihat tingkah gadis itu. “jelek.. :P” ucapnya sembari menjulurkan lidahnya dan mendekat ke wajah cantik Jiyeon, setelah itu ia berlari.

Jiyeon tertawa kesal “ya! awas kau Kim Myungsoo!!!” serunya sembari berlari mengejarnya. Ketika di persimpangan L telah menghilang, Jiyeon celingukan mencari namja itu. Terdengar suara langkah kaki seseorang namun Jiyeon sama sekali tidak peka ia tetap berjalan menyusuri jalan ketika hendak berbelok, seseorang menariknya hingga membuatnya membentur tembok.

Jiyeon meringis tanpa suara, di tatapnya orang tersebut, ternyata dia adalah L. terlihat oleh Jiyeon wajah L yang begitu dekat denganya, namja itu tengah menyorotkan mata elangnya kearah jalan yang tadi akan Jiyeon pilih. Orang tersebut adalah Chansung, namja itu baru saja pulang dari Bar. Namun karena ia kepikiran dengan ucapan Woohyun tadi pagi ia jadi ingin mengunjungi Namyoung.

Ketika Chansung sudah agak jauh L mulai melepaskan sorot matanya dari namja tersebut, dan menatap kearah yeoja yang sekarang tengah membatu itu, jantung Jiyeon berdetak cepat seperti ingin copot saja dari tempatnya, wajahnya sudah sangat merah seperti tomat, akibat posisi yang sangat dekat seperti ini.

Bukannya menghentikan posisi seperti ini, keduanya malah terdiam Nampak menikmati permandangan yang ada di depan mata masing-masing. Sepertinya bagi Jiyeon wajah L adalah permandangan yang sangat indah melebihi apapun, begitupun sebaliknya dengan L. kedua sejoli ini benar-benar sedang di landa asmara.

L mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Jiyeon, atau lebih tepatnya ke bibir tipis dan merah milik Jiyeon, mata Jiyeon terpejam mengetahui bahwa L akan menciumnya lagi untuk kedua kalinya. Ketika L hampir akan menciumnya. Namja ini ingat akan misinya yang hampir ia lupakan, ia tidak ingin namja bernama Hwang Chansung itu lepas, malaikat Nichkhun sangat membutuhkan kalung tersebut. Karna jika ia mencium Jiyeon, namja ini tau bahwa ia pasti akan sangat lama mencium gadis tersebut.

“ya! Mengapa kau memejamkan matamu?” ucapnya jahil

Jiyeon nampak gelagapan ternyata L sama sekali tidak melakukannya. Yeoja ini Nampak malu dengan sikapnya yang ke-GR-an itu. “kau?” tunjuknya marah, L berusaha menahan tawanya. “molla.” Ucapnya polos. Yang membuat L semakin ingin tertawa melihat wajah malu dan kesal yang bercampur aduk di wajah cantik Jiyeon.

“kajja… jangan sampai kita kehilangan jejak.” Ucap L sembari mengalihkan tatapannya kearah jalan yang tadi Chansung lewati.

Jiyeon mengangguk setuju. L pun menarik tangan Jiyeon untuk mengejar chansung. Mereka melihat Chansung memasuki sekolahnya,kedua orang ini bersembunyi di balik pohon memperhatikan Chansung. Setelah Chansung sudah agak jauh kedua orang inipun keluar dari persembunyiannya, dan memasuki sekolahan, yang kebetulan pada saat itu tidak ada yang jaga.

Di saat telah masuk sekolah, mereka kehilangan sesosok Chansung. Jiyeon melangkah di belakang L, tangan L menuntun Jiyeon untuk tetap di belakangnya dan mengikutinya. Tiba-tiba L mendengar suara teriakan Chansung. Namja ini menoleh dan menatap kearah Jiyeon dengan maksud apakah Jiyeon juga mendengarnya?Jiyeon mengguk ya. Kedua orang ini kemudian melangkah menuju asal suara tersebut.

Mereka melihat Chorong tengah mendekat kearah Chansung, Chansung Nampak ketakutan, namja itu memeluk lututnya dan membenamkan kepalanya di lututnya.

“jebal-jebal.. mianhaeyo.” Seru Chansung dengan suara yang bergetar.

L kemudian menghampiri hantu tersebut, dan menariknya untuk melepaskan Chansung. Chorong dan L saling menatap kesal.

“apa yang kau inginkan?”seru Chorong dengan wajah yang sangat-sangat menyeramkan, wajah cantik dan manisnya sudah tidak terlihat.

“aku ingin kau menghentikan semua ini, apakah kau tidak ingin bereinkarnasi?” seru L bermaksud untuk menasehatinya. Seorang hantu yang selalu menggagu manusia apalagi sampai balas dendam tidak akan di beri waktu untuk bereinkarnasi, hantu tersebut akan di musnahkan selamanya.

“aku tidak perduli….” Teriaknya.

“terserah padamu,  aku disini untuk menyelesaikan tugasku, menghentikanmu.”

“jangan harap, karna aku tidak akan berhenti sebelum keinginanku terpenuhi.” Ucapnya lantang.

Terjadilah pertarungan diantara keduanya. Wujud L sebagai manusia sangat memudahkan Chorong untuk melukainya, hantu ini berhasil mencakar tangan kiri L, yang membuat namja itu berdarah.

“ternyata wujud manusiamu itu sangat menguntungkan.” Celetuknya.

L hanya mengeluarkan Smirknya, namja ini tak memperdulikan luka cakaran Chorong, ia kembali menyerang Chorong, namun karna Chorong seorang hantu sangat mudah menghindar dari L, tiba-tiba saja hantu itu sudah ada di belakang L dan mencekiknya dari belakang, L sudah sangat kehabisan nafas, rasanya susah sekali untuk mengalahkan Chorong, tidak seperti saat ia masih menjadi hantu.

“L-ah.” Jiyeon nampak panic yeoja ini tidak tau harus berbuat apa, akhirnya ia memberanikan diri untuk menjambak rambut Chorong yang sudah kusut itu, banyak orang bilang kelemahan hantu wanita adalah di rambutnya. Benar saja hantu itu langsung melepaskan L.

Namun Sial, Chorong jadi mengincar Jiyeon, karna kebetulan ia memang tidak menyukai Jiyeon, selain karna orang yang paling L sayang, Jiyeon juga ternyata dekat dengan Taecyeon. dan yang paling t idak di sukainya adalah kemampuan yang di miliki Jiyeon untuk berkomunikasi dengan hantu. Dengan gerakan cepat, Chorong langsung mencekik Jiyeon. dan menyudutkan kepala yeoja itu ke dinding.

“kau-kau harus mati.” Seru Chorong , menekan kan tangannya di leher Jiyeon, wajah Jiyeon sudah sangat pucat.

“To-Tolong…..” teriaknya, yang berhasil di dengar oleh Tecyeon, Sunggyu, dan Eunji. Mereka bertiga segera berlari menuju suara tersebut.

Jiyeon sudah semakin kehilangan nafasnya. L kemudian menarik tangan Chorong agar melepaskan Jiyeon, namun itu terlalu sulit. Cengkramanya di leher Jiyeon terlalu kuat.

“Jiyeon-ah….!!!!” teriak Taecyeon. suara beriton namja itu berhasil mengalihkan perhatian Chorong. Hantu itu menatap kearah Taecyeon. kedua mata orang ini saling bertemu.

“kemanhae… Chorong-ah jebal…” ucap Taecyeon mendekat. Sunggyu dan Eunji yang baru pertama kali melihat hantu tersebut secara langsung itu langsung merinding, setelah melihat wujud yang sangat menyeramkan dari Chorong. Namun kemudian keduanya menghampiri Jiyeon untuk membantu Jiyeon.

“aku harus membereskan semua ini.” Seru L kemudian mencekik Chorong.  Keduanya kembali bertengkar.

Taecyeon merasa tidak tega melihat Chorong di perlakukan seperti itu. Karna bagaimanapun juga ia masih ada rasa pada Chorong.

Tiba-tiba L merasa kekuatannya sudah tidak kuat lagi, namja ini mulai lemas, maklum saja dia habis mengobati dua orang sekaligus. Namja ini kemudian mengeluarkan kalungnya dan mengarahan kearah mata Chorong, Chorong Nampak kesakitan karna melihat Krystal tersebut. Chorong sudah hampir kalah.

“kemanhae….” Tiba-tiba saja Taecyeon merebut kalung Krystal milik L dan tanpa sengaja membuangnya. L Nampak kesal..

“Apa yang kau lakukan?” teriaknya marah

###

Ketiga orang ini mencari mayat Chorong, yang di sembunyikan Chansung di sebuah rumah kosong, namun mereka tak menemukan mayat tersebut, sepertinya Chansung menyembunyikan mayat itu cukup baik.

Prangggg…!!!

Tanpa sengaja Jieun menyenggol sebuah guci yang cukup besar, yang membuat guci itu pecah berkeping-keping. Howon dan Wooyoung menatap yeoja itu. Jieun Nampak menggigit bibir bawahnya takut. Kemudian bergumam ‘Mian’

Howon mentap kearah Guci yang pecah tersebut, tanpa sengaja ia melihat warna dan bentuk sebuah benda seperti sebuah peti. Namja ini kemudian menghampiri benda tersebut, lalu memindahkan beberapa Guci yang menghalangi peti tersebut. Ternyata peti itu di tutup oleh sebuah kain putih dan juga guci-guci yang di taruh di atas peti dan dipinggirnya, sehingga orang berpikir kalau itu bukanlah apa-apa.

“ini petinya.” Seru Howon. Jieun dan Wooyoung kemudian membantu Howon menggeser beberapa guci disana. Mereka kemudian membuka peti tersebut, dan benar saja itu adalah mayat Chorong.

“apa yang akan kita lakukan pada mayat ini?” Tanya Wooyoung bingung.

“kalian bisa jaga mayat ini tidak? Aku akan mengabarkan yang lainnya. Siapa tau mayat ini bisa berguna untuk mengalahkan hantu itu.” Jelas Howon.

“mmm… baiklah.. akan kami jaga.” Ucap Wooyoung yang langsung di tentang Jieun..

“Shireo.. lebih baik aku ikut dengan mu saja, aku tidak mau disini.” Tolak Jieun. Yang membuat Wooyoung sedikit sedih.

“jangan begitu Jieun-ah, kasian Wooyoung, sudah kalian berdua disini ya, awas jangan sampai terjadi sesuatu.” Seru Howon kemudian pergi darisana.

“ya!! Ya!! Howon-ah…!!!” teriak Jieun namun Howon sudah terlanjur pergi.

“memangnya kenapa sih kau tidak mau menjaga mayat ini dengan ku?”

“itu-itu karena aku merasa takut.. aku takut pada mayat.” Jawab Jieun, sebenarnya ia tidak bohong Jieun memang takut pada mayat. Walau memang ia juga merasa risih kalau dekat dengan Wooyoung.

“ohh, tenang saja, ada aku bukan hehhe…” ucap Wooyoung di sertai tawa dan senyumnya yang manis, entah mengapa melihat Wooyoung tersenyum, membuat Jieun juga menyunggingkan senyumnya.. gadis ini merasa senyuman itu sangat manis.

Tiba-tiba terdengar suara barang yang jatuh yang membuat Jieun terkejut dan takut. “aaahhh.. suara apa itu?”teriaknya yang tanpa di sadarinya gadis ini memeluk Wooyoung. Keduanya saling menatap namun kemudian terdengar suara kucing mengeong Jieun langsung melepaskan pelukannya, dan menunduk malu, wajah yeoja ini langsung merona. Wooyoung Nampak senyam-senyum sendiri.

“aku rasa kita harus membawa mayat ini.” Usul Jieun, Wooyoung terdiam sebentar namun akhirnya mengangguk juga.

###

Di tengah perjalanan saat memasuki sekolah Howon bertemu dengan Junho. Kedua orang ini kemudian saling melambai dan menghampiri masing-masing.

“dimana yang lainnya?” Tanya Howon

“entahlah, tapi aku sudah menyusuri tempat namun tak menemukan mereka, dan hanya satu yang belum, gudang belakang sekolah.” Ucap Junho.

“kalau begitu ayo kita kesana.” Kedua orang ini kemudian berlari menuju gudang belakang sekolah, namun mereka di tahan oleh satu orang namja dan satu orang yeoja, kedua orang itu menghampiri Junho dan Howon.

“apakah kalian melihat Kim Myungsoo?” Tanya yang namja.

“ahhh… maksudmu L bukan?” Tanya Howon memastikan.

“ne, aku Luhan temannya, apakah kalian tau dimana dia?” Tanya namja yang ternyata Luhan itu.

“aku belum pasti, tapi sepertinya ada di gudang belakang sekolah.” Jawab Howon.

“jinjayo? Ahhh… kalau begitu ayo kesana…” ucap yang yeoja

“kau? Kau bukankah Son Naeun? Murid yang waktu itu di bicarakan banyak orang karna kecantikanmu itu? Tapi bukankah kau sudah pindah ke luar negri? Lalu kenapa bisa kau kemari?” Tanya Junho bertu-tubi. Ya sewaktu Naeun di sekolah ini, yeoja ini memang terkenal dengan kecantikannya.

Naeun tersenyum “nanti kau akan tau setelah misteri ini selesai… kajja.” Merekapun berlari menuju gudang belakang sekolah. Sebenarnya Junho masih sangat penasaran dengan semua ini.

###

L mencari-cari kalung tersebut di setiap penjuru disana, namja ini meraba-raba lantai karna gelap. Sementara Taecyeon Nampak bengong di tempat. Chorong menatap kearah Taecyeon ada rasa aneh di hati hantu ini, kenapa Taecyeon menolongnya? Namun dengan cepat ia mengalihkan semua itu, hantu itu menatap kearah Jiyeon kemudian kembali menyerangnya. Sunggyu dan Eunji tidak bisa berbuat apapun untuk menolong Jiyeon.

“Jiyeon-ah….!!!” teriak Taecyeon yang berusaha untuk menghentikan Chorong namun tenaga seorang manusia pasti kalah oleh hantu seperti Chorong, sebenarnya L bisa saja mengeluarkan kekutan hantunya di saat seperti ini, namun ia sudah kehabisan kekutan tersebut. Di tambah batu Krystal itu hilang membuat dirinya semakin lemah.

Luhan, Naeun, Howon, dan Junho kemudian datang. Mereka kaget dengan adegan yang terjadi, dengan cepat Naeun menggerakan kekutan sihirnya kearah Chorong, agar ia melepaskan Jiyeon. dan akhirnya hantu itu melepaskannya juga. Jiyeon Nampak terbatuk-batuk semuanya khwatir pada yeoja itu.

“Jiyeon-ah.. mianhae… “ucap Taecyeon merasa bersalah, karna walau bagaimanapun juga ini adalah kesalahannya karna telah menolong Chorong.

“Park Chorong… kau keterlaluan…” teriak Luhan.

Chorong kini telah di tahan oleh Howon dan juga Junho. Myungsoo sudah semakin lemah, karna kekutannya sudah habis, wajahnya sudah semakin pucat, Krystal itu hilang, ya hilang, padahal benda itu tidak boleh lama jauh dari Myungsoo. Itu bisa membuat Myungsoo hancur.

“Myungsoo-ya.” Naeun menghampiri Myungsoo. “Krystalnnya dimana?” Tanya Naeun panic.

L memberikan death glare pada Taecyeon. “orang itu yang telah menghilangkannya.” Seru Myungsoo kesal.

Taecyeon tidak bisa berbuat apa-apa selain menyesali kesalahannya.

“Mwo? Hilang?” teriak Luhan tak habis pikir, namja ini menggunakan kekutannya untuk mencari batu Krystal tersebut. Yang bisa merasakan keberadaan Krystal itu hanyalah Raja, Ratu, dan pangeran malaikat.  Luhan merasakan keberadaan Krystal tersebut. Dan akhirnya ia menemukan Krystal itu juga. Dengan cepat ia mengambil Krystal itu, dan mengarahkan kearah Chorong.

“Luhan-ah, berikan dulu Krystal itu pada Myungsoo, dia sudah kehabisan tenaganya.” Seru Naeun.

Luhan tampak bingung, harus bagaimana, jika ia memberikan pada Myungsoo dan tidak segera memusnahkan Chorong, maka Chorong akan memberontak, di karenakan pengaruh sihir Naeun sudah hampir habis di tubuh hantu itu.

“Luhan-ah!!! Myungsoo sudah pingsan” Teriak Naeun. Dan akhirnya Luhan memilih untuk memberikan Krystal itu pada Naeun. Dengan cepat Naeun memakai kalung itu di leher Myungsoo.

“L-L-ah.” panggil Jiyeon dengan suara parau, yeoja ini kemudian merangkak mendekati L. Jiyeon Nampak menangis melihat keadaan L yang sudah tak berdaya. “Kumohon L-ah.. ireona…” ucap yeoja ini sembari menangis. “Bangunlah L.. Kumohon.”

“aaaaa…..!!!!” Chorong nampak memberontak untuk melepaskan diri dari Howon dan juga Junho. Dan akhirnya hantu inipun berhasil melepaskan diri dari Howon dan juga Junho.

Tiba-tiba saja Chorong sudah ada di dekat Jiyeon, dengan cepat Chorong menghilang sembari membawa Jiyeon pergi.

“Andawae… Jiyeon-ahhh!!!!” pekik mereka semua berbarengan.

Disaat Jiyeon pergi Myungsoo Nampak terjaga dari pingsannya. “Jiyeon-ah…!!!” panggilnya sesaat sudah bangun dari pingsannya.

“Myungsoo-ah Jiyeon di culik Chorong, ayo kita berpencar untuk mencarinya.” Perintah Luhan, merekapun berpencar untuk mencari Jiyeon.

Mereka di bagi menjadi 2 group. L satu Grup dengan Luhan, Eunji, dan Naeun, sedangkan. Sisanya yaitu Sunggyu, Taecyeon, Junho dan juga Howon. Mereka berpencar untuk mencari Jiyeon

###

Jieun nampak mendorong sebuah gerobak, sedangkan Wooyoung menarik gerobak itu. Mereka sedang membawa mayat Chorong menuju sekolah.

“Aihh..berat sekali.” Rutuk Wooyoung.

“sebentar lagi Wooyoung-ah…” ucap Jieun memberi semangat.

“kita akan membawa kemana mayat ini? Bukankah sekolah sangatlah luas?”

“kemana saja.. kita cari yang lainnya.”

“kau gila? Sekolah sangat luas, mayat ini juga sangatlah berat.” Gerutu Wooyoung…

“aku tau, tapi apa yang bisa kita lakukan?” timpal Jieun

“Jieun-ah….!!!” terdengar suara cempreng Eunji memanggil Jieun.

Jieun mengalihkan pandangannya, terlihat Eunji berlari kearahnya, lalu di belakangnya ada 3 orang yang mengikutinya.

“dari mana saja kau? Kau tau? Jiyeon hilang di bawa hantu itu.. huhu..” Eunji mengadu pada Jieun dengan wajah yang sedih.

“jinjayo? Lalu bagaiman kalau sesuatu terjadi padanya?” Jieun Nampak khawatir.

“mollayo….” Sedih Eunji.

“aihh.. jika kalian khawatir pada Jiyeon kenapa harus terdiam disini, ayo cepat cari dia…!!!” teriak L kesal, namja ini sangatlah mengkhawatirkan Jiyeon.

“apa yang kau bawa?” Tanya Luhan, yang membuat Wooyoung dan Jieun Bingung, maklum saja mereka baru melihatnya.

“mayat Chorong.” Jawab Wooyoung

“mwo? Jadi ini mayatnya?” Tanya Naeun….

Banyak pertanyaan yang ingin di lontarkan Jieun dan Wooyoung soal dua orang ini, kalau Jieun bingung karna baru melihat pertama kali Naeun, sedangkan Wooyoung sama herannya dengan Junho waktu pertama kali melihat Naeun. Dengan polosnya kedua orang ini manggut-manggut saja.

“Luhan-ah.. bukankah jika ada mayatnya kita tinggal, menghancurkan jantung dan hatinya saja dengan menancapkan Krystal di jantung dan hatinya.” Ucap Naeun. Luhan Nampak berfikir…

“kau benar, dengan begitu semua akan selesai..” tanggap Luhan

“tapi bukankah jika seperti itu, Chorong tidak akan bisa bereinkarnasi?” tanggap L..

“dia sudah banyak melanggar aturan, maka hukumannya dia akan hancur selamanya dan tidak akan bereinkarnasi.” Jelas Luhan.

Memang seharusnya Chorong di musnahkan dari 3 tahun yang lalu, namun karena mayatnya yang tidak di ketemukan maka dari itu ia di beri kesempatan untuk bereinkarnasi namun ia harus di kurung di gudang, dan rencananya jika sekarang ini mayatnya tidak di ketemukan, Chorong akan langsung di bawa ke neraka dan di musnahkan langsung oleh para malaikat. Namun jika mayatnya di ketemukan, maka Chorong akan lebih mudah untuk dimusnahkan tanpa harus di kurung di neraka.

“aaaa………… Tolongggg!!!!”terdengar Jiyeon kembali menjerit, tadinya Luhan akan meminjam krystal milik Myungsoo terlebih dahulu, namun Myungsoo keburu berlari setelah mendengar teriakan Jiyeon.

###

Benar saja Chorong telah mengarahkan sebuah pisau tajam ke wajah Jiyeon, yang membuat Jiyeon ketakutan, yeoja itu menangis dan menjerit ketakutan.

“A-apa yang kau inginkan???” teriak Jiyeon.

Hantu itu tak menjawabnya, dia terus mendekatkan benda tajam itu menelusuri wajah Jiyeon, lalu ke bagian tubuh Jiyeon. Chorong menarik kebelakang pisau tersebut, dan hendak mengarah ke jantung milik Jiyeon.

“kemanhae….” Namun Suara khas seseorang tiba-tiba menghentikannya melakukan hal tersebut. Hantu yeoja yang jahat ini kemudian menatap kearah pemilik suara tersebut. Ternyata dia adalah Taecyeon, Ok Taecyeon. di belakangnya muncul Howon, Junho dan juga Sunggyu.

“kumohon Chorong-ah hentikan.. kau tidak ingin bereinkarnasi dan hidup bahagia di kehidupanmu selanjutnya?” Tanya Taecyeon lembut, bermaksud untuk menyadarkan Chorong. Namja ini tidak mau hidup Chorong akan semakin menderita.

“aku tidak akan bahagia, walaupun bereinkarnasi, dendamku sangatlah besar, Taec-ah.” ucap yeoja ini dengan mata yang melotot, dan merah.

“kalau begitu lepaskan Jiyeon, dia tidak salah apapun.” Pinta Taecyeon

“yeoja ini?” Chorong, mengarahkan pisaunya ke wajah Jiyeon, Jiyeon semakin menangis ketakutan. “aku membencinya, aku iri padanya!!! Dia harus mati…!!!” teriak Chorong kemudian kembali menarik pisaunya kebelakang hendak menusukannya pada Jiyeon

“Andawaeyo….!!” Teriak Taecyeon, Howon, Junho, dan juga Sunggyu panic.

“kemanhae… kau akan musnah bila melakukannya, sebelum kau membunuh Jiyeon ataupun balas dendam.” Ucap Luhan lantang, yang diikuti, Eunji, Naeun, Wooyoung dan Juga L di belakangnya.

Chorong kembali gagal membunuh Jiyeon, yeoja ini menatap kearah Luhan. Di lihatnya L tengah mengarahkan Krystal ke jantung milik Chorong.

“pikirkanlah baik-baik sebelum bertindak.” Tambah Luhan kemudian.

Chorong Nampak semakin marah, matanya mulai berapi-api. “aku tidak perduli..!!” teriak Chorong yang kemudian langsung mengarahkan pisaunya ke jantung Jiyeon, begitupun Myungsoo yang mengarahkan Krystalnya ke jantung Chorong.

“Andwaeyo..!!” teriak Taecyeon, namja ini tidak mungkin membiarkan semua itu terjadi, bisa-bisa kedua yeoja yang di sayanginya itu, musnah dari dunia ini. Dan namja ini tidak mau semua itu terjadi. Taecyeon menahan Tangan Chorong. Chorong memberontak.

“Jiyeon-ah.. cepat pergi…” suruh Taecyeon. dengan cepat L menarik Jiyeon ke sampingnya dan mendekapnya.

“Jiyeon-ah Gwenchana?” Tanya L khawatir, Jiyeon hanya bisa menangis di pelukan L, maklum saja, yeoja ini masih syok atas apa yang terjadi padanya.

Chorong terus memberontak, di tangan Taecyeon. Taecyeon sudah hampir kehilangan kendali, karna walaupun badannya besar tetap saja kekutannya tak sebading dengan Chorong yang notabenenya seorang hantu.

“Myungsoo-ah cepat arahkan Kyrystalmu..!!” teriak Luhan pada Myungsoo.

“tapi Jiyeon?” Myungsoo bingung karna saat ini Jiyeon tengah membutuhkan perlindungan darinya.

“ada Naeun yang bisa melindunginya.” Seru Luhan

Naeun langsung menghampiri Myungsoo dan mengambil alih Jiyeon, kemudian menyuruh Myungsoo melakukan apa yang di titahkan oleh Luhan, Myungsoo kemudian berjalan mendekati Luhan. Jieun dan juga Eunji mengahampiri Jiyeon, dan menanyakan kabar sahabatnya itu.

Taecyeon Nampak kewalahan dan tidak kuat menahan kekuatan Chorong, Luhan bisa melihat semua itu. Namja ini kemudian menyuruh, Sunggyu, Howon, Wooyoung dan Junho untuk membantu Taecyeon. dengan cepat merekapun mengikuti perintah Luhan.

Myungsoo sudah mengambil ancang-ancang untuk memunaskan Chorong, saat ia sudah hampir akan membunuh Chorong. Taecyeon menghentikannya untuk yang ke dua kalinya.

“kumohon jangan lakukan itu….!!” Teriaknya… Taecyeon namja besar itu ternyata telah mengucurkan air matanya… air mata tersebut sudah membajiri pipi lesungnya. “Chorong-ah kumohon kau menyerah saja…” pintanya namun sepertinya Chorong sama sekali tak memperdulikannya, hantu itu terus memberontak.

“baiklah jika itu sudah keputusanmu untuk musnah dari dunia ini… ku mohon kau jangan membenci siapapun atas semua ini, kita tidak bisa bersatu itu sudah takdir Chorong-ah…aku tau kau sangat membenci Chansung, akupun sama.. aku berjanji akan memasukannya kepenjara setelah ini.” Setelah mendengar kata-kata Taecyeon membuat Chorong berhenti memberontak, wajah hantunya perlahan berubah menjadi seperti seorang manusia, sekarang ini Chorong tengah menangis.

Jlebbb…..

Krystal tersebut sudah menancap di jantung Chorong, Chorong Nampak kesakitan, karenanya..

“Mianhae.. Taecyeon-ah…” ucapnya, wujud Chorong semakin lama semakin pudar dari tahanan Taecyeon, Sunggyu, Howon, Junho dan juga Wooyoung. Hanya tinnggal menancapkan Krystal tersebut di hati Chorong, maka hantu itu akan musnah.

L mencabut krystal tersebut kemudian mengarahkannya ke hati Chorong… “maaf kan aku.. aku harus melakukan ini.” L meminta maaf sebelumnya pada Taecyeon sebelum benar- benar menghancurkan Chorong.

Dan dalam hitungan detik hantu itu telah musnah dari tawanan ke lima namja ini.

“Chorong-ah…!!” teriak Taecyeon sesaat wujud Hantu itu telah melebur menjadi debu. Yang tersisa hanyalah jasadnya yang ada di gerobak.

Jiyeon merasa kasihan melihat Taecyeon yang begitu rapuh, yeoja ini kemudian menghampiri namja itu dan menepuk pundaknya mencoba memberi semangat.

“jangan putus asa.. mungkin ini yang terbaik.” Ucap Jiyeon sembari tersenyum

“gomawo Jiyeon-ah… dan tolong maafkanlah Chorong.” Ucap Taecyeon. namja itu kini semakin memperkuat tangisannya. Jiyeon Nampak simpati melihat Taecyeon seperti itu. Tanpa di sadarinya yeoja ini mendekap Taecyeon kepelukannya.

Walaupun L kesal melihat permandangan di depannya itu, namun namja ini mencoba itu mengesampingkan rasa cemburunya itu. Tiba-tiba saja L merasakan di dadanya. Namja ini merintih kesakitan. Jiyeon melepaskan pelukannya dari Taecyeon lalu mengahampiri L.

“L-ah.. Gwenchanyo?” Tanya Jiyeon khawatir.

“Myungsoo-ah… Krystalnya akan berubah menjadi hitam, kau harus segera kembali.” Seru Luhan. Semua orang kini menatap Krystal yang kini telah kembali menggantung di leher Myungsoo.

“a-apakah ini artinya aku harus berpisah dengan L?” Tanya Jiyeon pada Luhan.

Dengan lemasnya Luhan mengangguk ya. Jiyeon Nampak sedih mendengarnya. “andwae.. andwaeyo…” aku tidak mau kehilangan L sampai kapapun.” Teriak Jiyeon. yeoja ini Nampak frustasi mendengar jawaban Luhan. Jiyeon kembali meneteskan air matanya. “berjanjilah kau tidak akan meninggalkanku.. kumohon…” pinta Jiyeon.

L menyentuh pipi kanan Jiyeon dengan pipi kirinnya, namja itu Nampak meneteskan air matanya juga. “mianhae.. aku tidak bisa… percayalah, suatu saat kita pasti akan bersatu” ucap L dengan nada yang sangat lemas.

“tapi-tapi kapan?” ucap Jiyeon frustasi.

“mungkin reinkarnasi kita akan bersatu, kumohon jaga baik-baik dirimu… “ L memeluk Jiyeon, kedua orang ini menangis bersamaan.

Semua orang Nampak terharu melihatnya. Mereka semuanya juga ikutan menangis melihat kisah cinta tragis yang di alami Jiyeon dan Myungsoo.

“Myungsoo-ah.. kau tidak bisa berlama-lama lagi, kau ingat, jika Krystal itu sudah hitam sepenuhnya sedangkan kau masih di bumi kau akan musnah.”seru Luhan, sebenarnya Luhan juga tidak tega memisahkan kedua orang ini, namun dia yakin suatu saat Jiyeon dan Myungsoo akan bersatu.

Myungsoo kemudian melepaskan pelukannya. Jiyeon Nampak tertunduk menangisi semua ini.

“mianhae..” ucap L, namja ini kemudian melangkah bersama Luhan dan Naeun keluar dari gedung sekolah.

Sebelum pergi mereka berpamitan dulu. Luhan berpesan agar mereka membakar mayat Chorong secepatnya.

Saat Myungsoo akan pergi Jiyeon menahan tangan namja itu. “aku juga yakin kita akan bertemu di kehidupan selanjutanya.. “ ucap Jiyeon.

Myungsoo menghapus air mata Jiyeon “ya, aku yakin kita akan bertemu lagi Jiyeon-ah…” ucap Myungsoo, tapi Jiyeon masih saja tertunduk. “Jiyi-ah.. kau ingat namsan Tower bukan? Bacalah harapanku…” pesan Myungsoo, namja ini kemudian menarik dagu Jiyeon lembut agar menatapnya. “Jiyi-ah… saranghaeyo….” Ucap Myungsoo

Jiyeon semakin kuat menangis. “nado saranghae.. Myungie-ah.” ucap Jiyeon.

L kemudian mencium bibir Jiyeon, semua orang Nampak kaget melihat hal tersebut.

tak lama kemudian L melepaskan ciumannya  “sampai jumpa, nantikan aku di kehidupanmu selanjutnya.” Ucap Myungsoo kemudian mencium kening Jiyeon…

Saat Myungsoo akan pergi Jiyeon kembali menahannya “saranghaeyo My Ghost… sampai kapanpun kau adalah hantu yang paling kucintai. I Love You My Ghost.” Ucap Jiyeon.

Myungsoo tersenyum mendengarnya.Dan akhirnya merekapun pergi.. meninggalkan kedelapan murid ini. Mereka semua menangis melihat kepergian ketiga orang itu, terutama Jiyeon yang harus kehilangan Myungsoo. Setelah kepergian Myungsoo yeoja ini Nampak menangsi terduduk semua temannya memberikan semangat pada Jiyeon. yeoja ini kemudian teringat pesan Myungsoo untuk mengunjungi Namsan Tower.

Jiyeon kemudian bangkit dan berlari meninggalkan ke 7 temannya yang di buatnya heran. Mereka semua memanggil Jiyeon, namun Jiyeon sama sekali tak mendengarkan seruan teman-temannya.

Jiyeon akhirnya sampai juga di atas Namsan Tower, yeoja ini mencari-cari kertas yang pernah di kucinya bersama Myungsoo malam itu. Dan akhirnya ia menemukannya juga.

Yeoja ini kemudian membaca tulisan itu.

Aku harap dengan aku menulis ini, aku dapat bersatu dengan orang yang malam ini sedang bersamaku, yaitu ‘Jiyeon Park Jiyeon’ walau itu sangatlah musitahil tapi setidaknya aku berharap saat aku bereinkarnasi aku bisa bersama dengannya. Kim Myungsoo dan juga Park Jiyeon harus bersatu selamanya.

 

-Kim Myungsoo/ L

Setelah membaca harapan Myungsoo itu, yeoja ini semakin menangis… sejadi-jadinya bahkan ia menangis dengan mengeluarkan suara tanpa malunya

Taecyeon kemudian muncul di belakangnya, melihat Jiyeon yang rapuh itu membuat Taecyeon ikut sedih… ia tau bagaimana perasaan Jiyeon. karna ia juga baru saja mengalaminya. Dan sebetulnya Taecyeon juga sangat menyukai Jiyeon.

Flashback

“lalu apakah kau sendiri masih menyukainya?” Tanya Woohyun kemudian.

Taecyeon terdiam.. di tempat dengan pertanyaan Woohyun. Diotak dan hatinya sekarang ini dipenuhi oleh seroang gadis manis dan cantik yang beranama Jiyeon….. ‘PARK JIYEON. Tapi walau bagaimanapun juga ada sedikit hati yang tersisa yang dipenuhi oleh Chorong.

“tentu, aku masih sangat menyukainya.” Jawab Taecyeon di sertai senyumannya. Woohyun ikut tersenyum mendengar jawaban dari Taecyeon.

“Tapi sepertinya sekarang ini aku tengah jatuh cinta pada gadis bernama Park Jiyeon” Tambah namja ini kemudian yang membuat Woohyun kaget.

Flashback End

Taecyeon kemudian menghampiri Jiyeon dan memberinya semangat untuk melanjutkan hidup ini, demi Myungsoo. Karna Taecyeon sendiri yakin kalau mereka akan bersatu.

Epilog

4 tahun kemudian

Taecyeon Nampak mengejar seorang anak laki-laki yang berumur sekitar 3 tahuanan anak itu berlari di sebuah pesta pernikahan, anak itu sangatlah nakal membuat Taecyeon kewalahan mengejarnya.

“Ya! L-ah..! Tunggu appa..” seru Taecyeon memanggil anak tersebut. Hingga akhirnya anak itu terjatuh karna menabrak kaki seorang yeoja yang sepertinya tengah mengandung.

“gwenchana?” Tanya yeoja itu khawatir, lalu berjongkok di depan anak kecil itu.

“Chagiaa..” seorang namja memannggil yeoja itu kemudian menghampirinya.

“siapa anak ini?” Tanya namja itu.

Yeoja yang tengah hamil itu menggeleng tidak tahu.”mollayo sepertinya dia tertinggal oleh orang tuanya.” Jawab yeoja hamil itu pada seorang namja yang bisa di artikan adalah suaminya.

“ya! L-ah.. kenapa berlari-lari, bagaimana kalau kau hilang” Ucap Taecyeon kemudian menggendong anak kecil yang ternyata bernama ‘L’ itu. Taecyeon kemudian berdiri dan melihat sepasang suami isteri yang langsung membuat matanya membelo. “ya! Kim Sunggyu.. Jung Eunji.. kalian…” ucap Taecyeon dengan mata yang membelo melihat kearah sepasang suami isteri itu ternyata teman lamanya yaitu Eunji dan Sunggyu. “ba-bagaimana bisa kalian?” ucap Taecyeon kedua orang itu kemudian tersenyum malu.

“kami bertemu di jepang, lalu kami menikah… maaf tidak mengabari kalian.” Ucap Eunji, sekarang ini mereka tengah duduk di sebuah bangku.

“lalu bagaimana dengan Howon?” Tanya Taecyeon karna setaunya Howon juga sangat menyukai Eunji.

Mereka berdua menggeleng tidak tau.”lalu kau sendiri kenapa hanya berdua mana Jiyeon?” Tanya Sunggyu kemudian.

“dia sudah lama meninggal saat melahirkan L.” Jawab Taecyeon.

Sunggyu dan Eunji Nampak kaget mendengarnya. “Kenapa kau menamainya L?” Tanya Eunji bingung

“itu karena ia mirip L.. lihat saja mata dan garis wajahnya sangat mirip dengan L bukan?” Tanya Taecyeon menunjukan sudut-sudut wajah anaknya.

Sunggyu dan Eunji mengangguk “wahh.. dia benar-benar mirip dengan L” ucap Eunji takjub.

“jangan-jangan dia bukan anakmu Taec, melainkan anaknya L” Ucap Sunggyu asal yang langsung di getok oleh Taecyeon

“jangan asal bicara, aku yakin anak ini adalah reinkarnasinya L.” ucap Taecyeon. kedua orang ini lantas saja langsung kaget mendengar hal tersebut. “sebenarnya nama aslinya ‘Mason Ok Mason’ namun seiring ia tumbuh, wajahnya semakin mirip dengan L, maka dari itu aku memanggilnya L atau terkadang Myungsoo.” Jelasnya.

“kalau begitu, jika Mason adalah reinkarnasi Myungsoo, maka nanti Jiyeonpun akan bereinkarnasi?” Tanya Eunji kemudian

Taecyeon mengangguk “dan saat aku menemukan reinkarnasi Jiyeon, aku akan menjodohkan mereka..” ucap Taecyeon lantang.

“ya! Kenapa kalian tidak memberi selamat padaku?” seru Jieun, sembari menggandeng Wooyoung mendekat kearah mereka berempat.

Yap, mereka ini sedang menghandiri pernikahannya Wooyoung dan Jieun.. mereka berdua ternyata telah di jodohkan oleh orang tua mereka sejak lama. Junho akhirnya mengalah untuk Wooyoung.

“Mian.. kami sedang asyik mengobrol.” Ucap Eunji.

Wooyoung dan Jieun sudah tau apa yang terjadi pada Taecyeon. bahkan mereka tau asal-usul mengapa Mason di panggil Myungsoo ataupun L. mereka kemudian langsung duduk dan ikut mengobrol.

“itu-itu bukankah Howon? Dengan siapa dia?” Tanya Eunji sembari menunjuk Howon yang sedang berjalan kearah mereka menggandeng seorang yeoja yang manis dan cantik.

“eh.. eh…. Itu bukankah Junho? Kenapa bisa kemari? Bukankah ia sedang berada di London? Lalu dia dengan siapa pula itu?” kejut Jieun yang sama seperti Eunji heran karna mereka berdua menggandeng seorang yeoja yang cantik dan manis.

“Long time no see..hehe“ ucap Howon dan Junho berbarengan

“Junho-ah.. Howon-ah.. ternyata kalian tidak datang sendiri.” Ucap Wooyoung.

“hehe.. kami bertemu di London, setelah itu kami saling mencoblankan satu sama lain hehe….” Jelas Junho.

“Annyeong…. Yoon Bomi imnida.” Ucap gadis yang di gandeng Howon dengan senyuman yang sangat manis.

“Annyeong.. Lee Areum Imnida.” Ucap gadis yang di gandeng Junho..

Setelah itu merekapun terlarut dalam obrolan yang mengasyikan….

END

Aduhhh.. aku bingung ini sama akhir FF ini gimana? Pasti pada kecewa deh aku yakin… tapi tenang ceritanya gak tamat ampe sini kok.. aku udah bikin Teaser Sequelnya yang menceritakan kisah cinta reinkarnasinya L dan Jiyeon silahkan di baca….

klik ini buat baca ==> Teaser [Love After Reincarnatin] sequel of my Ghost

selain itu aku gak tega sama semua cast yang aku jadiin antagonis disini kaya Chorong eoni, Chanana alias chansung oppa, dan juga Miss a mereka semua idola aku…. tapi karna aku pengen mereka ada disini makanya aku jadiin mereka peran kayak gitu hehe 😀

ok deh makasih buat yang selalu RCL FF ini.. gomawoyo jeongmal Gomawoyo ❤ : Ulfatuz1398, JullieMinhoz, Anizza, NITZ, nrfeb, hyunJungie, Wie_Restyy, Dear Dhiyah, Susan Paramita, NoviManda Vvidenarint, Djeany, niajoe, indaah, lian, queeny97, citria okta, Dinozaurus, Chanlhin, iineyy, talithaJiyeonClouds.

gomawoyo semuanya i love you hehe {} ❤

Advertisements

55 responses to “My Ghost Part 8 [END]

  1. aaaaahh gila keren banget ff nya 😀 menegangkan banget!!!!! seru banget!!! tapi aku ga suka ending nya 😥 kenapa harus kek gini? kenapaaaaaa? 😥 *oke ini lebay -_-
    jadi penasaran nih sama sequel nya 😀
    seriusan aku seneng banget ini sequelnya 😀 yeeeeee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s