My Ghost Part 7 [Road to Final]

background_副本

 

Tittle : My Ghost

Author : Park Niyeon (Nissella)

Genre : Romance, sad, School Life, FriendShip, Little comedy, imagination, Horor

Type : Series

Cast :

  • Park Jiyeon
  • Ok Taecyeon
  • Kim Myungsoo
  • Jung Eunji
  • Kim Sunggyu
  • Lee Howon
  • Lee Junho
  • Jang Wooyoung
  • Lee Jieun (IU)
  • Park Chorong
  • Other cast

Note : ini FF horor dan imagination pertama aku, mian kalau gaje dan gak suka. FF ini juga  terinspirasi dari sebuah Novel berjudul ‘Danur’

 

Happy Reading and Hope You Like this Story ^^

RCLnya Please 😉

 

Seseorang Namja nampak grasak-grusuk di atas kasur. Peluh bercucuran di wajahnya yang sangar itu. Namja ini mengepal keras ke serpei kasurnya. Tubuh namja ini menggigil.. berkali-kali giginya menggertak meski matanya menutup.

“CHORONG-AH… CHORONG-AH..!!!” teriaknya, seseorang membangunkannya sembari menepuk-nepuk badan namja itu.

“hei… Hwang Chansung sepertinya hidup mu itu tidak tenang.. haha… “ ucap namja yang tadi membangunkan Chansung dari mimpi buruknya.

“kau-kau Nam Woohyun bukan?” Tanya namja ini.

Woohyun mengeluarkan smirk-nya. “ne, apakah sulit hidup dengan penuh dosa? Chansung-ah?”

“hey.. kau bicara seakan kau tidak memilii kesalahan saja pada Chorong, aku yakin hidupmu pun tidak tenang.”

“kau salah.. aku tidak pernah sedikitpun di hantui kesalahan 3 tahun silam… karna aku tidak melakukan apapun.. kau yang membunuhnya…. Hwang Chansung.” Ucap namja ini penuh penekanan di setiap katanya terutama dalam menyebutkan nama ‘HWANG CHANSUNG’

“tcih… kau merasa dirimu benar? Aku yakin suatu saat kau akan di hantui kesalahan ini juga.” Ucap Chansung.. lalu beranjak keluar dari kasurnya menuju kamar mandi.

“tidak akan pernah… !! jika kau ingin keluar dari masalah ini datanglah ke Namyoung.” Ucap Woohyun setelah itu beranjak keluar dari rumah Chansung.

Chansung terdiam di tempat, sepertinya namja ini juga penasaran, apa maksud dari ucapan Woohyun tadi. Dia mengepal tangannya menahan amarah.

###

Wooyoung menguap, karna baru bangun dari tidurnya, padahal waktu sudah menunjukan pukul 8 pagi, bahkan cahaya matahari pun bisa menembus gorden kamarnya yang belum di buka dan berhasil menyilaukan isi kamarnya.

“sudah jam berapa ini?” guraunya, namja ini melirik kearah weker sebelahnya dan kaget seketika setelah melihat waktu yang di tunjukan di jam tersebut. “Gawat.”Pekiknya. mendengar pekikkan nyaring Wooyoung membuat penghuni baru kamar mereka yaitu L terbangun dengan mata yang menyipit, namja ini menatap kearah Wooyoung heran, hingga akhirnya ia sadar juga kalau mereka kesiangan.

Setelah itu Wooyoung segera beranjak dari kasurnya. Dilihatnya Taecyeon tengah tertidur pulas di kasurnya. Namja ini baru pulang ke asrama jam 3 pagi. Wooyoung yang semalaman menunggunya akhirnya tertidur dan akhirnya terlambat seperti ini.

“Hey…. Ayo bangunnn…” teriak Wooyoung sembari mengguncangkan tubuh Taecyeon.

Dengan suara berat beritonnya Taecyeon menjawab “nanti saja.” Hal ini membuat Wooyoung geram akhirnya ia menendang tubuh besar Taecyeon hingga namja itu terjatuh membentur lantai cukup keras.

“Kau ini dari mana saja eoh? Kami menunggumu sampai tengah malam tau, tapi kau malah merasa tidak bersalah?” Seru nya geram, Taecyeon hanya terdiam sembari mengelus pantatnya yang sakit. “cepat mandi!!! Ada yang akan kami bicarakan denganmu.” Seru Wooyoung sembari melemparkan sebuah bantal pada Taecyeon. setelah itu Wooyoungpun masuk kedalam kamar mandi.

L menatap kearah Taecyeon dengan tatapan tajam. “kau tau? Kau itu adalah diamond dalam misteri ini.” Ucap L, yang membuat Taecyeon bingung.

“Maksudmu?” Tanya Taecyeon heran dengan pertanyaan namja itu.

“Kau belum ingat masa lalumu? Jika kau sudah ingat, pasti kau akan mengerti.” Ucap L setelah itu ikut beranjak dari kasurnya.

###

Jiyeon, Eunji, dan Jieun pun ikut terlambat sama seperti Wooyoung di karenakan mereka semua juga ikutan menunggui Taecyeon pulang  tadi malam, sekalian juga mereka mengawasi asrama. Namun aneh, tadi malam tak terjadi apapun, padahal biasanya hantu itu pasti akan meneror siswa bermarga ‘Hwang’ di setiap malamnya.

“Jieun-ah, Jiyeon-ah… Ppali kita sudah sangat terlambat.” Seru Eunji yang menggema di lorong asrama. Jieun dan Jiyeon yang masih mengikat tali sepatunya itu pun segera menyelesaikannya dan berlari menyusul Eunji.

Ketiga yeoja cantik ini berlari beriringan menuju sekolah, namun ketika mereka keluar asrama, disana sudah sangat ramai dengan wartawan dan juga polisi. Terlihat murid-murid tengah mengerumuni sekolah. Guru-guru dan penjaga asrama tengah dimintai kesaksian oleh polisi di ruangan kepala sekolah.

“Jiyeon-ah… apa yang terjadi?” gumam Eunji dengan tatapan kosong kearah kerumunan murid polisi dan juga wartawan.

“ini pasti akibat hantu itu.” Gerutu Jieun kesal sembari mengepalkan tangannya. “dia sudah membuat hidup kita suram.”

“tapi kan kasiahan juga dia sewaktu hidup.” Ucap Eunji sembari berbalik menatap Jieun.

“kasihan sih kasihan.. tapi lihat karna ulahnya, semua penghuni Namyoung kan jadi susah… seharusnya ia jangan melibatkan orang lain di dalam masalahnya.” Ucapnya, terlihat sekali kalau Jieun sangat kesal pada Hantu itu.

“kau memang benar, Jieun-ah… tapi jika tidak melibatkan orang lain bagaimana ia bisa menyelesaikan masalahnya.” Timpal Eunji.

“sudahlah, jangan saling menimpal, lebih baik kita pikirkan solusinya.” Ucap Jiyeon menengahi.

Tiba-tiba, Sunggyu, Hoya, dan Junho datang menghampiri ketiganya. “jika sudah begini apa yang harus di lakukan?” ucap Junho sembari memperhatikan kearah kerumunan wartawan dan polisi. Semuanya Nampak memberikan ekspresi sedih , mereka berenam menatap kearah kerumunan tersebut.

“jangan patah semangat, kita punya seribu rencana untuk menghentikan semua ini.” Ucap Howon memberikan semangat pada teman-temannya yang hampir putus asa itu.

Kelima orang itu menatap Howon nanar… kemudian mereka berenam berseru “FIGHTING.”

Tak lama kemudian para guru keluar dari persembunyiannya, maksudnya kantornya. Wartawan mulai mengerubuni kepala sekolah beserta guru-guru.

“bagaimana keputusannya, apakah sekolah dan asrama Namyoung yang sudah berdiri lebih dari 10 tahun ini akan ditutup?” Tanya salah satu wartawan.

“kami akan membubarkan sekolah demi kebaikan dan ketenangan anak-anak, mungkin sebagian dari murid-murid akan di transfer ke sekolah lain sesuai dengan prestasi yang mereka miliki.” Jelas kepala sekolah…

Beberapa pertanyaan muncul kembali dari para wartawan itu, hingga di pertanyaan kesepuluh polisi membubarkan semua wartawan serta murid-murid yang ada. Disaat yang bersamaan dengan pembubaran, Taecyeon, L dan Wooyoung baru sampai di depan sekolah. Mata ketiga namja ini langsung membelo tak percaya. Para wali kelas mengumpulkan anak-anak yang di walinya untuk di berikan pengumuman. Ketiga namja inipun segera menyusul kearah anak-anak kelasnya. Yang di wali kelasi oleh Hyomin-sem.

“bereskan barang-barang milik kalian. orang tua kalian akan sampai sekitar satu jam lagi. Maka dari itu sembari menunggu persiapkanlah.” Ucap Hyomin, setelah itu anak-anakpun bubar menuju kamar mereka masing-masing.

“eotteokkehajjo.” Seru Eunji frustas sembari merengek dan mengacak rambutnya. Jieun dan Jiyeon menatapnya bingung.

“turuti saja, kita akan menginap di rumah temanku.” Ucap Taecyeon yang langsung mendapatkan perhatian dari ke-8 murid ini.

“maksudmu?” Tanya Jiyeon heran.

“aku sudah mengingat semuanya, bahkan aku telah bertemu Woohyun, aku tau kalian pasti telah mengetahui masa lalu ku kan?”

Semuanya mengangguk “ternyata benar dugaan ku kau telah mengingat semuanya.” Ucap L dengan nada sedikit sinis. Taecyeon hanya terdiam melongo menanggapinya.

“jadi, maksudmu kita akan menginap dirumah Woohyun begitu?” Tanya Sunggyu, Taecyeon hanya merespon dengan anggukan.

“Taecyeon-ah apa perlu kami memanggilimu Hyung?” Tanya Junho dengan tampang yang sangat polos.

“ne, Taecyeon-ah, apakah kami harus memanggil Hyung?” Tambah Wooyoung. Ke-6 orang ini menggeleng tak habis pikir dengan apa yang di tanyakan kedua orang itu. Untuk apa menanyakan hal seperti itu ckck.

“terserah.” Jawab Taecyeon sekenanya.

“baiklah Hyung..” ucap kedua orang ini serempak seperti anak kembar saja.

Lalu mereka semua pun berjalan menuju masing-masing kamar mereka.

###

Taecyeon mengepak barang-barangnya kedalam koper, begitupun dengan L yang sedang mengepak di sebelahnya. L memandangi Taecyeon terus sedari tadi. Sementara Wooyoung sedang berada di kamar mandi. Taecyeon merasa risih dengan tatapan yang di lontarkan L padanya. Namja ini pun membalas tatapannya.

“wae? Mengapa kau memandangiku terus? Apa ada yang salah?” Tanyanya akhirnya.

“ani, aku hanya penasaran apa kau masih menyukai Choro.” Jawab L.

Taecyeon menghela nafasnya sebelum meladeni L, yang kalau bicara sepatah kata saja, mampu membuatnya tidak tenang. “apa penting kujawab? Ini tidak ada urusannya denganmu.”

“atau kau menyukai Jiyeon?” tanyanya yang semakin membuat Taecyeon kesal.

“sudah kubilang jangan mengurusi urusan ku.”

“asal kau tau ini sangat penting untukku, karna aku menyukai__” Mata Taecyeon sudah membelo ingin mendengar lanjutan dari kata-katanya, namun sayang namja itu malah menggantungkan kalimatnya tersebut.

“menyukai siapa?” Tanya Taecyeon…

“tidak ada.”

“tcih, jelas-jelas tadi aku mendengarnya.. menyukai Jiyeon ? benarkan?”

“jangan ikut campur.”

“kau sendiri tidak suka bukan bila di tanya hal seperti ini, begitupun denganku.” Ucap Taecyeon, dan setelah selesai bicara ternyata barang-barangnyapun telah selesai di packing. Dan Wooyoungpun sudah selesai dari kamar mandinya.

“kalian sudah selesai?”

“sudah, cepat kutunggu kau di luar.. disini sangat panass” ucap Taecyeon sedikit melirik kearah L setelah itu keluar dari kamar.

Wooyoung Nampak heran dengan Taecyeon “panas dia bilang? Jelas-jelas disini sangat dingin… ckck aneh.” Guraunya. L hanya terdiam menatap Wooyoung.

Sementara itu Taecyeon Nampak bosan menunggu di luar kamar sendirian.. karna disini cukup menyeramkan juga bila menunggu sendirian… seluruh asrama telah kosong, anak-anak lainnya sudah berada di sekolah menunggu jemputan.

Sesosok yeoja yang sedang berjalan tidak jauh darinya berhasil membuat namja ini penasaran dan ingin mengetahui yeoja itu. Karna tidak seharusnya seorang yeoja berada di dalam asrama namja. Tapi ada sedikit rasa takut yang menyelimuti namja ini, ia merasa yeoja itu bukanlah murid biasa. Tapi walau firasatnya bilang seperti itu, tetap saja membuat Taecyeon penasaran dan ingin memastikannya lebih dekat.

Taecyeon melangkah dengan perlahan mengikuti gadis itu, terus menerus sembari berseru ‘jeogio, heii.., jamkaman.’ Namun sesosok yeoja itu tetap tidak menoleh kearahnya. Tanpa di sadarinya Taecyeon telah jauh masuk kedalam lorong asrama, kemudian masuk kedalam sebuah ruangan disana, yang sudah tak berpenghuni dan gelap. Ketika sudah memasuki ruangan tersebut, pintu itu tertutup rapat dengan sendirinya. Respect Taecyeon kaget dan berbalik kearah pintu tersebut, ketika ia kembali memandang ke depan, yeoja tadi sudah tidak ada, Taecyeon berlari menuju pintu dan menggedornya namun pintu tersebut tak juga terbuka, namja ini mencoba untuk mendobraknya, namun tetap tidak terbuka juga, akhirnya ia menyerah dan duduk menyandarkan punggungnya di pintu. Namja ini berteriak namun tak ada satupun yang mendengarnya, kemudian ia berbalik ke samping dan menemukan yeoja tadi duduk di sampingnya dengan wajah tertunduk lesu. Tangan Taecyeon mencoba menepuk punggung si gadis namun gadis itu malah menepis tangannya dan menatapnya.

Gadis itu tersenyum dengan manisnya walau keadaanya pucat pasi, tak ada wajah menyeram kan darinya walau memang dia tidak terlihat sehat, dia tetap terlihat manis dan cantik.

“Cho-Chorong-ah?” ucap Taecyeon gugup

Chorong makin melebarkan senyumnya “apakah selama ini kau lupa dengan ku?”

“aku-aku hilang ingatan, kau-kau baik-baik saja bukan?”

Gadis ini hanya tersenyum “apakah kau masih menyukaiku?”

Sial,mengapa setiap orang selalu menanyakan hal itu pada Taecyeon? hal yang teramat sangat membuat Taecyeon bingung harus menjawab apa. Namja ini tertegun menatap Chorong, mulutnya menganga lebar karna kaget mendengar pertanyaan tersebut. Tiba-tiba bayang-bayang pembicaraannya dengan Woohyun terlintas di benaknya.

“lalu apakah kau sendiri masih menyukainya?” Tanya Woohyun kemudian.

Taecyeon terdiam.. di tempat dengan pertanyaan Woohyun. Diotak dan hatinya sekarang ini dipenuhi oleh seroang gadis manis dan cantik yang beranama Jiyeon….. ‘PARK JIYEON. Tapi walau bagaimanapun juga ada sedikit hati yang tersisa yang dipenuhi oleh Chorong.

“tentu, aku masih sangat menyukainya.” Jawab Taecyeon di sertai senyumannya. Woohyun ikut tersenyum mendengar jawaban dari Taecyeon.

Taecyeon kemudian tersenyum kearah Chorong, lalu mulai memberikan jawaban. “ne, aku masih sangat menyukaimu.”

“kalau begitu, matilah bersamaku.” Ucapnya dengan mata yang tiba-tiba memerah, wajahnya putih seputih-putihnya, wajah nya yang bersih kini berlumuran darah, kukunya kini menjadi panjang.

“K-kau.. apa yang kau inginkan?”

“jika kau masih menyukaiku, matilah.. atau kau lebih memilih yeoja itu yang mati?” serunya yang mulai melayang-layang di udara.. tawa khas seorang hantu keluar dari mulutnya.

Taecyeon menjerit meminta tolong.

“cepat pilih, gadis itu atau aku?” serunya

###

Seseorang yang ternyata adalah Chansung Nampak melangkah, menuju rumahnya, tiba-tiba ia ingat sesuatu yang tadi pagi terjadi saat ia bangun. Kata-kata yang di ucapkan Woohyun padanya. Kata-kata yang berhasil membuatnya seharian bingung karna memikirkannya, sehingga membuatnya hari ini tak mendapatkan uang sepeserpun. Namja ini melangkah sembari marah-marah kemudian menentang kaleng yang tiba-tiba sudah ada di depannya, namja ini berteriak frustasi sembari mengacak rambutnya. Hingga tanpa di sadari ia telah sampai di depan sekolah yang sudah di beri tanda kuning polisi di depan gerbangnya. Karna saking penasarannya dengan kata-kata Woohyun, dan ia juga bosan selalu bermimpi tentang Chorong di setiap malamnya. Akhirnya ia memberanikan diri menerobos sekolah. Dan masuk kedalamnya.

Sesampainya di lorong sekolah namja ini Nampak memperhatikan sekitar, ada rasa takut dan merinding menyelimutinya, kadang terasa olehnya suara angin yang seperti membisikan hawa tidak enak terhadapnya. Chansung mengelus-ngelus tengkuknya karana merasa ada hawa yang mambuatnya takut dan bergidik. Namja ini tetap melangkah menyusuri sekolah. Hingga sesosok gadis muncul di hadapannya dengan membelakanginya.

“Chorong?” gumamnya kecil, kemudian ia berlari mengejarnya dengan berteriak memanggil nama adiknya itu, hingga ia tiba tepat di depan gudang yang paling menyeramkan disana. Namja ini bingung karna merasa tersesat, bahkan sekarang sesosok gadis itu telah menghilang di hadapannya, ketika namja ini akan berbalik…

“AAAAAAAAAAAA……….!!!” Teriaknya ketika melihat sesosok gadis tersebut berada tepat di depan wajahnya dengan wajah yang menyeramkan dan terolesi darah, Chansung mundur beberapa langkah menjauh dari hantu tersebut, namun hantu tersebut malah melangkah mendekat kearahnya. Chansung terus berteriak melihat hantu sang adik kini menghampirinya di kehidupan nyata.

###

Sunggyu terus menepuk-nepuk pipi Taecyeon karena sedari tadi namja itu tak henti-hentinya pingsan dan bergurau ‘Jangan sakiti dia Chorong-ah.. kumohon..’

“ya!Ok Taecyeon ireona…..!!!!” seru suara cempreng Eunji, Sunggyu ikut-ikutan berseru memanggilnya, namun namja itu tak sadar-sadar juga.

Flashback

Semuanya telah berkumpul di depan sekolah namun mereka tak menemukan Tecyeon. Mereka semua bingung kemana dia pergi, apakah mungkin ia melarikan diri disaat genting seperti ini? Itu kan tidak mungkin. Myungsoo sudah uring-uringan. Pasalnya ia baru di hubungi oleh Luhan kalau dia tidak bisa berlama-lama menjadi manusia, dan dia harus segera menyelesaikan tugasnya dalam misi ini. Di karenakan Raja malaikat Nichkhun tengah membutuhkan Krystal tersebut, karna Ratu Victoria tengah sakit parah dan memerlukan Krystal tersebut. Dan sebenarnya Krystal itu adalah setengah dari kekutan Victoria dan Nichkhun.

Tiba-tiba Seorang Ahujussi datang menghampiri mereka sepertinya ia adalah orang tua dari salah satu kelompok mistery ini. “apakah kalian melihat Taecyeon? Ok Taecyeon?” Tanya ahjussi tersebut, yang berhasil membuat mereka semua cengo harus menjawab apa?

“T-Taecyeon sepertinya masih di dalam.” Jawab Hoya dengan peluh yang bercucuran di wajah tampannya. Ahjussi itu mengangguk mengerti.

“Ahjussi, kami meminta izin untuk membawa Taecyeon berlibur bersama ku boleh tidak?” Tanya Sunggyu kemudian, ya ini adalah salah satu rencana mereka.

Yaitu Mereka akan meminta izin orang tua untuk berlibur. Sekarang ini Jieun, Jiyeon dan juga Eunji tengah meminta izin di sisi lain dari ke 5 namja kece ini. Kebetulan ke 5 namja ini di minta orang tua mereka untuk pulang sendiri tadi lewat telpon kecuali L karna dia memang tidak memiliki keluarga. Mereka juga telah meminta izin masing-masing pada orang tuanya

10 menit kemudian.

Jiyeon, Jieun, Eunji kini telah berkumpul bersama ke lima namja itu, namun satu yang kurang, OK TAECYEON padahal guru-guru telah mengusir mereka dari sekolah, sekarang ini mereka tengah berdiam diri di depan gerbang sekolah, menunggu namja besar itu datang.

“Ya! Sebenarnya kemana dia???” teriak Junho frustasi, namja ini sudah pegal karna sedari tadi diam terus menunggu Taecyeon, namun tak datang juga.

“tadi kau melihat Taecyeon keluar sekolah tidak?” Tanya Eunji pada Wooyoung dan Myungsoo teman sekamar Taecyeon.kedua namja ini menggeleng tidak tahu. “Aisshhh, babo… kalau begitu ada kemungkinan dia masih di dalam asrama sekolah.”

“kalau begitu ayo kita cari dia.” Seru Jieun.

“kau tidak lihat? Sekolah dan asrama di jaga ketat satpam, kecuali kita tunggu sampai malam.” Ujar Myungsoo sembari menunjuk satpam yang tengah duduk didepan gerbang sekolah.

“kau gila? Malam itu masih 2 jam lagi, aku tidak mau menunggu di depan sekolah seperti gembel.” Timpal Jieun kemudian.

“tidak ada jalan lain, kita tunggu saja sampai malam di halte itu.” Ucap Jiyeon menunjuk sebuah halte terdekat. Sembari melangkah menuju kesana.

“yasudah, kalian tunggu saja disana, aku ingin kerumah Hwang chansung.” Teriak Howon, ketika teman-temannya tengah melangkah menuju halte.

“untuk apa?” Tanya Wooyoung. Howon membisikan sesuatu pada Wooyoung. “oh, tentang mayat itu? Baiklah aku ikut, kajja.” Seru Wooyoung.

“eh? Aku juga ikut, aku tidak mau menunggu.” Seru Jieun kemudian berlari mengejar kedua namja itu.

Sisanya menunggu di depan halte. Sudah beberapa menit mereka menunggu rasa haus dan lapar sudah mengerayami perut dan mulut ke lima murid ini.

“kita tidak bisa menunggu terus.. “keluh Eunji.

“baiklah, aku akan membeli makanan, aku yakin kalian pasti lapar dan juga haus.” Ucap Jiyeon sembari berdiri, semuanya mengangguk setuju.

“aku ikut, aku tidak mungkin membiarkanmu sendiri.” Ucap Myungsoo ikut berdiri, kemudian kedua orang inipun pergi, dan menyisakan, Junho, Sunggyu dan juga Eunji.

Junho memperhatikan satpam tersebut, terlihat satpam itu tengah kebelet ingin ke WC. Kemudian satpam tersebut meninggalkan pos jaganya.

“lihat, lihat satpam itu tengah pergi ayo kita masuk.” Seru Junho kegirangan.

“kau benar… kajja.” Seru Eunji antusias.

“apa tidak apa-apa, tidak menunggu L dan juga Jiyeon?” Tanya Sunggyu

“tenang saja, lebih baik kita temukan dulu Taecyeon, lalu menyusun rencana, agar semua ini cepat selesai.”Usul Junho

Eunji mengangguk setuju, namun sepertinya Sunggyu kurang setuju, tapi akhirnya ia mengangguk juga. Ketiga orang inipun melangkah memasuki sekolah dan meninggalkan semua barang bawaaannya di depan halte, kecuali barang penting seperti ponsel, uang dan sejenisnya.

Mereka melangkah melewati gerbang dengan perlahan namun pasti. Ketika melangkah tak sengaja Eunji menginjak ekornya seekor Kucing yang tengah diam di sekitarnya. Kucing tersebut mengeong dan mengamuk pada Eunji dengan mencakar kakinya, yang membuat kaki Eunji berdarah, Yeoja ini sedikit berteriak ketika kena cakaran Kucing tersebut.

merdengar suara ngeongan Kucing dan juga teriakan kecil Eunji membuat Sunggyu dan Junho berbalik dan mengahampiri Eunji.

“Eunji-ah.. Gwenchana?” Tanya Sunggyu khawatir, gadis manis itu hanya meringis kesakitan.

“ya! Ppali, sebelum satpam itu melihat.” Ucap Junho.

“heiii!!! Kalian tidak boleh masukkkk!!!” seru satpam tersebut, ketiga orang ini kemudian berlari dengan terpencar. Ternyata suara ribut yang di sebabkan oleh kucing, teriakan Eunji dan seruan Sunggyu berhasil di dengar oleh satpam tersebut, satpam itu berlari mengejar kearah Sunggyu dan Eunji. Sunggyu memapah gadis itu, untuk berlari. Ternyata cakaran kucing tadi sangat dalam di kaki Eunji.

“awww… Sunggyu-ah, aku sudah tidak bisa lagi.. appo” serunya

Sunggyu bingung harus bagaimana, sekarang ini mereka tengah berlari masuk kedalam asrama laki-laki…

“ayolah Eunji.. bertahan”akhirnya Sunggyu menggendong tubuh gadis itu di punggungnya. Hingga akhirnya mereka menemukan sebuah kamar disana, dan tanpa sengaja melihat Taecyeon tergeletak pingsan di dalam kamar tersebut.

Flashback End.

Taecyeon akhirnya membuka matanya juga, namja ini menatap kearah kedua temannya itu bergantian.

“Ji-Jiyeon? dimana dia?” Tanya Taecyeon dengan mata yang melotot kearah kedua orang ini.

“bersama L.. waeyo?” jawab Sunggyu.

“kau tau, Chorong sekarang ini tengah mengincar Jiyeon entah karna apa..”

“mwo? Gawat…” pekik Eunji.

“TOLONGGGGGGGGGGGGGGGGGG….!!!!!!” Terdengar Suara seorang yeoja yang mirip dengan suara Jiyeon ketiga orang ini langsung cengo dan kaget mendengarnya, baru saja membicarakan hal ini, sekarang mereka di kagetkan dengan suara teriakan gadis itu.

TBC

 

Apakah yang terjadi dengan Jiyeon? nantikan next partnya.. mwahahahha XD

Aaaa…… akhirnya Part ini selesai juga hihihi XD

Mian ya kelamaan dikarenakan aku sedang dalam ujian praktek, sumpah deh ujian Praktek itu ternyata lebih ribet dan lebih sudah dari ulangan biasa -__- #curcol wkwk . Selain itu kemarin ini aku pergi Jakarta hehhe 😀 moga kalian masih mau baca dan nunggu FF gaje dan ancur lebur ini ya 😉

O, iya aku yakin ini part gak serem kan? Hahhah aku lagi gak bisa bikin cerita serem ini, soalnya bikinnya malem mulu, jadinya aku takut kalau bikin yang terlalu serem hehe XD

Nantikan part selajutnya yang bakalan jadi part terakhir dari FF ini ya 😉

gomwoyo semuanya yang udah baca FF ini 😉

Advertisements

51 responses to “My Ghost Part 7 [Road to Final]

  1. untung bacanya lagi ga sendirian jadi ga terlalu serem 😀 kekeke tapi tetep menegangakan banget ni ff
    aaaaaaaaa semoga itu bukan suara jiyeon yg asli. semoga itu cuma chorong yg lagi nyamar/?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s