My Ghost Part 6

background_副本

Tittle : My Ghost

Author : Park Niyeon (Nissella)

Genre : Romance, sad, School Life, FriendShip, Little comedy, imagination, Horor

Type : Series

Cast :

  • Park Jiyeon
  • Ok Taecyeon
  • Kim Myungsoo
  • Jung Eunji
  • Kim Sunggyu
  • Lee Howon
  • Lee Junho
  • Jang Wooyoung
  • Lee Jieun (IU)
  • Park Chorong
  • Other cast

Note : ini FF horor dan imagination pertama aku, mian kalau gaje dan gak suka. FF ini juga  terinspirasi dari sebuah Novel berjudul ‘Danur’

Happy Reading and Hope you like this story ^^

RCLnya Please 😉

“ada apa ini?” tiba-tiba Taecyeon datang dengan membawa dua kaleng minuman. Namja ini Nampak heran dengan kedatangan Myungsoo. “Nuguseyo?” Tanya Taecyeon pada Myungsoo 

“kau-kau bisa melihatnya?” Tanya Jiyeon kaget karna Taecyeon bisa melihat Myungsoo. Yang padahal adalah seorang hantu dan yang bisa melihatnya hanyalah orang-orang tertentu.

“tentu aku bisa melihatnya, kau pikir aku buta?” Tanya Taecyeon merasa aneh dengan pertanyaan Jiyeon barusan.

“a-ania… hanya saja…”

L menarik pergelangan tangan Jiyeon. “ikut aku.” Ucapnya menarik Jiyeon. Jiyeon sama sekali tak melawan seperti tadi. Yeoja ini merasa penasarana kenapa Taecyeon bisa melihatnya, untuk itulah ia pasrah di tarik oleh L.

“eh? Ka-kalian mau kemana?” Taecyeon berhasil menarik tangan Jiyeon yang satunya. Membuat L berhenti melangkah dan menatap mata namja itu tajam. Begitupun dengan Taecyeon, namja ini tak mau kalah, iapun menatap L dengan tajam. Jiyeon merasa bingung dan pusing. Yeoja ini menatap kearah dua orang itu bergantian.

“le-lepaskan.” Ucap yeoja ini kemudian melepaskan kedua tangannya dari genggaman L maupun Taecyeon. “kalian pikir aku bahan rebutan apa?” tambah yeoja ini lagi.

“Jiyi-ah.. aku mohon dengarkan dan ikuti aku ne?” ucap L sembari kembali menggenggam tangan Jiyeon. Jiyeon menatap namja itu.ada perasaan tak tega juga setelah melihat ekspresi memelas namja ini.

“Ji-Jiyeon-ah kita harus segera kembali ke sekolah.” Ucap Taecyeon menahan tangan Jiyeon yang satunya sama seperti tadi.

Jiyeon menatap kearah Taecyeon.“T-Taec-ah kau bisa duluan pulang ke sekolah, aku ada urusanyang harus ku selesaikan.” Ucap Jiyeon.

Taecyeon melonggarkan genggaman tangannya pada tangan Jiyeon dengan sedikit ada rasa tidak rela, Wajah namja ini Nampak kecewa. Sementara Myungsoo tersenyum menang atas kemenangannya“Mi-mianhae… Gwenchanayo?” ucap Jiyeon merasa bersalah pada Taecyeon.

Taecyeon tersenyum tipis walau terlihat jika senyuman itu adalah paksaan. “Gwenchana… segera selesaikan urusanmu, ganda.” Ucap Taecyeon pasrah. Ada rasa kecewa di dada dan perasaanya. Namja ini kemudian melangkah pergi dari sana meninggalkan L dan juga Jiyeon.

Setelah Jiyeon selesai memandangi punggung kekar Taecyeon yang sudah menghilang yeoja ini kemudian menatap kearah L.

“sebenarnya apa maksud semua ini? Kau membuatku bingung… bukankah kau adalah…” yeoja tak sanggup mengatakan kaliamat terakhirnya. Karna jujur ia merasa tak terima kalau L adalah makhluk seperti itu. Makhluk yang sangat tidak disukai dan di takutinya.

“ne, aku memang hantu Jiyeon-ah.” Ucap L. “tapi sekarang ini aku manusia seutuhnya.” Tambah namja kemudian. Jiyeon semakin bingung dan tidak mengerti dengan arah pembicaraan L yang menurutnya melantur.

Jiyeon mengkerutkan dahinya tidak mengerti. “Apa maksudmu? Seorang hantu adalah manusia yang telah meninggal bukan? Dan tidak mungkin mereka kembali hidup menjadi manusia… haha kau mau menipuku? L-ah?” ucap yeoja tak habis pikir dengan penjelasan L yang sangat tidak masuk akal. Bahkan di cerna oleh otaknya.

“a-ania… aku meminta Raja Hantu Minjun dan juga raja malaikat Nichkhun untuk membantuku.” Ungkap L, yang semakin membuat Jiyeon berpikiran kalau L memang sudah gila.

“Mana ada Raja Hantu dan Raja Malailakat? Haha itu semua omong kosong….. kalaupun ada mereka tidak mungkin saling membantu satu sama lain bukan?.” Ucap Jiyeon mengeluarkan pendapatnya.

“buktinya, Taecyeon bisa melihatku bukan?” seru L, Jiyeon terdiam, ia memang merasa aneh mengapa Taecyeon bisa melihat L, apakah benar yang di ucapkan namja ini?

“jika kau tidak percaya, genggam tanganku ….” Titah L, sembari menuntun tangan Jiyeon untuk menggenggam tangannya.”Bukankah hangat tidak seperti malam itu?” Jiyeon masih terpaku tak merespon.

“kau masih tidak percaya juga? Baiklah pegang dada dan jantungku. Berdetak cepat dan hanga bukan?” Jiyeon merasa ingin menangis setelah memegang dada dan jantung L, ada suatu perasaan yang bisa dirasakan yeoja ini. Jiyeon sangat menyukai denyut jantung L, dan bahkan jantungnyapun ikut berpacu cepat akibat denyutan jantug L.

“kau masih belum percaya juga Jiyi-ah? kalau begitu pegang wajahku… hangat juga bukan?” Jiyeon semakin tidak mengendalikan perasaannya saat L memindahkan tangannya ke wajah tampan namja itu. Ingin sekali yeoja ini meraba setiap inchi wajah L.

“apakah kau masih belum percaya? Baiklah aku akan bertanya pada orang-orang apakah mereka bisa melihatku?” ketika L akan melangkah mencari orang ke sudut lain tempat itu. Jiyeon malah menahan namja itu. Yeoja ini kembali meraba pipi L.

“aku… percaya padamu… Myungie-ah.” ucap yeoja ini akhirnya. Jiyeon menundukan kepalanya dan kemudian mengalirkan air matanya, mengingat selama ini ia sangat menyukai namja yang ada di depannya itu. Namun sempat dia akan melupakan L ketika ia tau bahwa L adalah seorang hantu. Namun setelah kejadian ini. Ia sadar ia tidak mungkin melupakan L. dia sangat menyayangi namja ini walau bagaimanapun juga ia mencoba untuk membencinya. Cinta tidak bisa di paksakan.

“kenapa kau menangis?” Tanya L khawatir kalau dirinya telah melukai gadis itu. Namja ini mengusap air mata Jiyeon yang mengalir ke pipinya dengan ibu jarinya. “Mian jika aku telah menyakitimu.” Ucap L lembut.

Jiyeon menengadahkan kepalanya menatap L. “a-ani” ketika itu juga L mendekatkan wajahnya ke wajah yeoja ini seakan ingin menciumnya. Jiyeon terdiam di tempat. Jantungnya semakin berdegup kencang saat namja itu mencoba untuk menciumnya. Can you feel my heartbeat?

Dan saat itu pulalah kedua bibir sejoli ini saling bertaut, berciuman satu sama lain. Saat cukup lama mereka saling berciuman hujan turun seakan tak merestui keduanya. Petir menggelegar di tempat tersebut. Jiyeon dan L yang tengah asyik berciuman itupun terpaksa harus melepasnya. Kedua orang ini saling bertatapan sebelum akhirnya menenggak keatas langit.

“Ayo.. kita cari tempat berteduh.” Ucap L menarik tangan Jiyeon dari sana.

###

Sunggyu, Eunji dan Juga Howon sudah berpakaian seperti mafia saja. baju seragam yang tadi mereka pakai di titipkan pada Ahjumma penjual baju yang sekarang mereka pakai.

“apa kau yakin? Ini sangat menyeramkan.. bagaimana jika kita mati tertembak oleh mafia yang ada di dalam?” ucap Howon.

“percayalah… kita ikuti gaya mereka.” Ucap Eunji sembari mengikuti gaya para mafia yang suka ada di tv-tv, yeoja ini mengambil sebuah pistol-pistolan yang ada di sebelah kiri roknya, pistol tersebut bonus dari ahjumma yang menjual pakaian itu. Yeoja ini menempatkann punggung pistol itu di depan wajahnya, layaknya akan menembak. “duarrr…. Duarrr” teriaknya sembari mengacungkan pistol itu kearah Howon dan Sunggyu bergantian.

“Hahahahha…” tingkah Eunji barusan berhasil membuat kedua namja yang menyukainya itu tertawa terbahak-bahak.

“haha, ternyata yeoja sepertimu bisa bertingkah aneh dan lucu juga kekeke….” Tawa Sunggyu meledek Eunji. Eunji mempoutkan bibirnya kesal di ejek seperti itu oleh Sunggyu.

“YA!!!” Teriak yeoja ini kesal

“benar Sunggyu-ah, yang paling membuatku tertawa adalah saat dia bertingkah akan menembak kita hahhahhaha…..” Tambah Howon yang semakin membuat Eunji geram.

Eunji nampak berapi dengan kedua orang ini, ia tidak menyangka kalau kedua orang ini bisa menjatuhkannya juga. Karna biasanya mereka selalu berbuat manis kepadanya.

“YA!!! Berhenti kalian…!!!” teriaknya. Namun nampaknya kedua orang ini tak berniat untuk menghentikan tawanya, malahan kedua orang itu semakin menjadi-jadi tertawanya, membuat Eunji benar-benar kesal. “ish.”

Buggg!! Bugg!!

Eunji menendang kaki Sunggyu dan Howon bergantian, kedua orang ini kemudian mengaduh kesakitan… “rasakan.. makanya jangan buat masalah dengan ku…” ucap yeoja ini, kemudian melangkah menjauh menuju apartment tersebut. Sunggyu dan Howon pun langsung menghentikan tawa mereka setelah mendapat amarah dari yeoja manis itu.

“ya! Eunji-ah…tunggu… mianhae.” Seru Keduanya serempak setelah itu berlari mengejar Eunji.

“apa? Eoh? Kalian mau mentertawakanku lagi?” ucap yeoja ini kesal.

“mian-mian.” Ucap Howon memelas

“ne, mianhae Eunji-ah jebal….” Ucap Sunggyu ikutan memelas

“yasudah iya, kali ini kumaaf kan ayo masuk.” Ucap Eunji mendahului kedua lelaki itu.

Tiba-tiba hujan turun ketiga orang ini Akhirnya masuk juga kedalam apartment tersebut, ketiga orang ini Nampak kikuk ketika sudah memasuki arena tersebut, arena yang bisa di katakana tempatnya para singa. Disana banyak sekali orang yang memabawa pistol dan berpakaian serba hitam sedang bermain judi dan minum-minuman.

“apakah kita bisa?” Tanya Eunji, yang kini menjadi penakut.

“FIGHTING!!” ucap ketiganya kemudian.

“Ya! Chansung-ah bersiaplah untuk kalah…!!” ucap seorang penjahat yang berada di barisan judi disana lalu tersenyum evil

“haha, tidak akan semudah itu.” Ucap yang satunya, sepertinya yang tersisa hanyalah kedua orang itu di dalam arena perjudiannya.

“kalian dengar tidak? mereka memanggil Chansung.” Ucap Eunji. Ketiganya kemudian melangkah menuju barisan perjudian itu.

“sepertinya seru kami ingin mencoba.” Ucap Sunggyu. Yang berhasil mengalihkan tatapan para penjahat itu pada mereka bertiga.

“tcih, jika ingin main harus tunggu rounde selanjutnya.” Ucap namja yang tadi di panggil Chansung itu sembari mengeluarkan smirknya kemudian menjatuhkan kartunya di atas meja. “I am win, and you lose.” Ucapnya lalu mengambil setumpukan uang yang ada dimeja.

“sialan…!!” umpan seseorangyang kalah tadi dari Chansung

“baiklah, kalian berani main denganku? Berani taruhan berapa eoh?” ucap namja itu meremehkan.

Eunji mengeluarkan banyak uang dari tas jinjing yang di bawanya di atas meja. Howon dan Sunggyu membelalakan mata mereka karena tidak menyangka dan tidak tau kalau yeoja itu ternyata memiliki banya uang, kedua orang ini juga heran dan bertanya-tanya dari mana uang yang ada di tangan Eunji itu.

Chansung tertawa puas. “baiklah gadis manis ayo mulai permainannya.” Ucap Chansung yang lagi-lagi mengeluarkan smirk-nya.

Sudah 1 jamberlalu namun belum ada yang menang juga, Eunji dan juga Chansung  saling menatap dan memberi death glare masing-masing

Tiba-tiba ponsel  Eunji berdering yeoja ini segera mengangkatnya dari tas jinjing yang di bawanya. Namun sepertinya gadis ini menjatuh sesuatu dari tasnya itu tanpa di sadarinya saat mengambil ponselnya.

“Wooyoung-ah.. wae?” Tanya yeoja ini pelan dan kesal, karna Wooyoung menelponnya di saat yang tidak tepat seperti ini. Seseorang disana Nampak mengambil benda yang tadi terjatuh dari tas Eunji.

“apa kau bilang? Ada sesuatu yang harus di bicarakan? Baiklah tunggu kami.” Ucap yeoja ini.

Disaat yang bersamaan saat Eunji tengah memngakhiri telponannya dengan Wooyoung. Seseorang menyebarkan sebuah benda yang tadi terjatuh dari tasnya. Atau tepatnya kartu pelajarnya.

“ahh…!! Ternyata mereka masih sekolah di SMA Namyoung.” Teriaknya.

Chansung langsung menghempaskan kartunya di meja. “apa-apaan ini? Ada dua orang pelajar disini.” Amuknya. Wajah ketiga orang ini langsung pucat pasi. “apa maksud kedatangan kalian eoh?”

“ania, kami… KABURRRRR!!!” teriak Howon, ketiga orang ini langsung berlari dari sana, orang-orang mengejar mereka semua. Sunggyu berlari sembari menarik tangan Eunji. Sementara Howon berlarian sendiri. Di tengah jalan bercabang ketiga orag ini berpencar kearah yang berbeda. Sunggyu menarik Eunji kesebelah kanan jalan, sementar Howon kesebelah kiri.

Para penjahat itupun ikut berpencar, ada yang  kerah Sunggyu dan Eunji ada pula yang kearah Howon.

Akhirnya Sunggyu dan Eunji berhasil kabur dari para enjahat yang mengejarnya keduanya tengah bersembunyi di balik tembok. Sementara orang jahat tadi berada di depan tembok itu, kedua orang ini memejamkan mata mereka. Tangan keduanya masih berpegangan erat. Hingga akhirnya orang-orang itu pun pergi dari sana. Kedua orang inipun bernafas lega.

“hampir saja.” Ucap Sunggyu

“iya , benar.. eh? Sunggyu-ah Howon… Howon tidak ada.” Teriak Eunji. Yang membuat Sunggyu terperangah kaget mendengar teriakan cemprengnya yang cetar itu.

“ayo kita cari dia aku khawatir” serunya, setelah itu melangkah namun sial yeoja ini malah terpeleset, karna menginjak sebuah botol kaleng yang ada disana. Untung saja Sunggyu berhasil menangkap tubuh gadis itu. Namun karna tubuh Eunji cukup berat, membuatnya akhirnya terjatuh kebawah, dengan posisi Eunji di atas badannya. Kedua orang ini mematung di tempat dan mengedipkan mata mereka masing-masing.

###

Jiyeon dan juga L berhasil menemukan tempat berteduh, sebuah kursi panjang seperti yang ada di halte, namun bukan halte melainkan tempat duduk yang di sedikan di tempat tersebut. Merekapun duduk bersebelahan, tangan L Nampak menggenggam tangan Jiyeon erat seakan tak ingin kehilangannya.

L tertawa kecil kearah Jiyeon yang tengah menatap lurus kedepan, entah sedang menatap apa?. Sekarang hujan sudah tak lagi turun.

“Jiyi-ah aku suka hujan-hujanan.” Ucap namja ini kemudian. Jiyeon berbalik menatap ke samping kanannya tepatnya pada L.”sudah lama aku tidak merasakan air hujan hihi… aku sangat merindukannya.”

Jiyeon tersenyum mendengarnya. “haha.. kau itu aneh, hujan bisa membuat mu sakit tau..”

“aku tidak perduli, yang penting ini mengasyikan.. apalagi bersamamu” ucapnya di selingi senyumannya.

Jiyeon tersenyum tipis “kau ini seperti yang tidak pernah merasakan hujan saja.”

“memang, sejak 10 tahun kematianku,  aku tidak pernah bisa merasakan hujan.” Ucap namja ini sedih, Jiyeon hanya tersenyum, merasa kasian padanya, kemudian menepuk pundaknya pelan.

“apakah sulit menjadi hantu selama ini?”

“tentu, terutama saat kau marah padaku karna mengetahui aku adalah seorang hantu, kau tau aku sangat frustasi, sehingga aku meminta bantuan Raja hantu Minjun dan Raja Malaikat Nichkhun.”

“walau aku masih aneh dengan ceritamu tentang raja dan hantu itu, tapi aku berusaha untuk mempercayainya.”

Myungsoo tersenyum setelah itu ia kembali mendekat kearah wajah Jiyeon. Jiyeon hanya bisa menutup kedua kelopak mata indahnya. Saat  L hampir menciumnya, ponsel Jiyeon tiba-tiba berbunyi.

“yo-yoboseyo, Jieun-ah?” ucap yeoja ini gugup karna kejadian tadi dengan L.

“o, iya baiklah, arraso.” Ucapnya lalu kemudian menutup ponselnya.

“nugu?” Tanya L penasaran

“Jieun, dia bilang kita harus ke sekolah ada sesuatu yang ingin di bicarakan… Kajja.” Ajak Jiyeon kemudian menarik tangan L dari sana.

###

Howon masih berlari dari kejaran para penjahat mafia tersebut, namja ini sepertinya sudah kelelahan karna sedari tadi terus di kejar,akhirnya ia bersembunyi di sebuah tembok dekat sana tak lama kemudian terdengar langkah kaki seseorang kearahnya. Howon Nampak berkeringat dingin takut, karna orang itu adalah Hwang Chansung.

Namun seseorang membatalkan niat Chansung untuk melihat kearah tembok tersebut. Kemudian kedua orang itupun pergi dari sana. Howon sudah sangat deg-degan peluh banyak menetes di wajah tampannya.  Setelah itu namja ini mengintip keluar persembunyiannya, dan melihat laki-laki bernama Chansung itu masuk ke sebuah rumah disekitar daerah tersebut. Howon merasa penasaran akhirnya ia mengikuti langkah Chansung. Berkali-kali Chansung curiga karna namja ini merasa ada yang mengikutinya. Chansungpun menengok ke belakang dan tak menemukan siapapun. Akhirnya namja inipun melanjutkan perjalanannya menuju rumah yang akan di masukinya, sebuah rumah kecil yang sudah rapuh dan berlumut. Akhirnya iapun sudah berhasil berada di dalam rumah tersebut.

Howon mengintip lewat jendela, tanpa sengaja ia melihat sebuah mayat perempuan disana. Laki-laki bernama Chansung itu menatap kearah mayat perempuat yang sampai sekarang masih awet di dalam peti tersebut. setelah itu ia membuka sekantong uang yang tadi di dapatkannya dari Eunji. ia melihat kearah uang tersebut setalah itu melemparnya kesal.

“sialan.!! ternyata uang palsu.. anak kecil itu pintar juga.” ucapnya geram. setelah itu ia kembali memperhatikan mayat yang ada di peti tersebut. Howon menahan tawanya, atas amarah yang di lontarkan Chansung, ia berpikir Eunji pintar juga, karna telah mempersiapkan semua ini.

“gadis bodoh.” Gumamnya sembari mengeluarkan smirknya. “kau bodoh karna tidak mendengarkan perkataanku saat ku suruh untuk meninggalkan laki-laki bernama Taecyeon itu.seharusnya kau mendengarkan oppa mu ini dan menikahi Woohyun. Sehingga kau tidak mati sia-sia seperti ini.” Ucapnya, namun aneh setelah mengatakan hal tersebut. Ia menangis. “maaf, tak seharusnya aku membunuhmu, aku-aku oppa yang jahat Chorong-ah. aku tidak sengaja saat itu menembakkan pistol kearahmu” lirih namja ini. Howon yang mendengar pengakuan itu langsung kaget dan tanpa sengaja Howon menjuhkan sebuah kursi tua yang ada disana hingga terbalik. Namja ini Nampak kaget dengan apa yang di lakuakannya. Chansung keluar dan memergokinya.

“kau lagi, anak kecil?” serunya marah, dengan cepat Howon berlari dari sana dengan terbirit-birit. Chansung terus mengejarnya. Di pertengahan jalan untung dia menemukan sebuah taksi dengan cepat namja ini menaikinya dan menyuruh sopir untuk membawanya ke asrama.

Akhirnya iapun sampai juga di asrama. Setelah hampir mengetahui semua yang terjadi pada hantu Chorong itu, namja ini merasa prihatin dan kasihan terhadap hantu itu. Sudah harus hidup menderita karna terlahir dengan keluarga yang membuangnya, dan parahnya orang yang mengasuhnya itu adalah seorang penjudi dan mafia seperti Chansung. Lalu iapun tidak bisa mendapatkan cintanya, dan akhirnya mati tertembak oleh orang yang sudah mengurusnya. ‘ckck benar-benar tragis kisah gadis itu.’ Ucapnya dalam hati.

“Howon….!!!” Teriak Eunji.. sembari berlari kearah Howon. Howon merasa aneh dengan gadis itu. “gwenchana? Penjahat itu tidak menyakitimu bukan?” Sunggyu, Jiyeon, L, Jieun, Junho dan Wooyoung ikut menghampiri namja itu

Howon menggeleng tanda kalau dia baik-baik saja. “ayo kita bicarakan misteri ini sekarang juga.” Ucap Howon menarik gadis tersebut. Semua orangpun mengikutinya.

“tunggu, Taecyeon? kemana dia?” Tanya Junho saat mereka sudah berkumpul memebentuk lingkaran di kamarnya Sunggyu.

“ah, benar, Jiyi-ah bukankah ia bersamamu tadi?” Tanya Howon pada Jiyeon. Jiyeon langsung mati kutu, ia bingung harus menjawab apa.

“tadi Taecyeon, sudah kembali duluan kesini.” Jawab Myungsoo.”Jiyeon tadi ada urusan denganku, makanya ia menyuruh Taecyepn untuk kembali sendirian.”

“aduh.. kalian ini bagaimana? Dia jadi hilang kan sekarang? Padahal perannya cukup penting dalam misteri ini.” Seru Howon kesal.

“penting? Memang apa hubungannya?” Tanya Sunggyu.

“baiklah, aku akan menceritakan semuanya.” Ucap Howon, semua orang memasang kuping mereka mendengar informasi yang Howon dapatkan tadi.

“MWO??!!!” teriak mereka semua tak percaya dengan apa yang diceritakan Howon.

“ini gila, apa kau yakin? “ seru Jieun sembari menggelengkan kepalanya.

“berarti dia lebih tua 3 tahun dari kita semua.” Tambah Junho yang berkomentar tidak jelas, dan tidak penting.

“pantas saja, wajahnya tua.” Tambah Wooyoung semakin ngaco.

“lalu bagaimana ini? Taecyeon sekarang ini tidak ada.” Seru Sunggyu panik. Semua orang menggeleng tidak tau.

###

Taecyeon menggeliat di atas kasur, sepertinya namja ini sedang bermimpi buruk. Sekarang ini Taecyeon ini sedang berada di sebuah rumah yang cukup besar.

“CHORONG-AH…. ANDWAEYO…!!!”teriaknya lalu terbangun dari mimpinya. Seorang namja yang ada disana langsung mengahmpirinya sembari memberinya sebuah minuman.

“Taecyeon-ah, Gwenchana? Apakah kau sudah mengingat kejadian 3 tahun silam?” Tanya namja itu pada Taecyeon.

Taecyeon mengangguk. “Woohyun-ah, Chorong-chorong sekarang sedang di incar oleh para murid Namyoung, eontteoke?”

“tenanglah.. Taecyeon-ah, ceritakan padaku semuanya.” Ucap Woohyun lalu duduk di samping Taecyeon.

Taecyeon menceritakan semua yang sedang di rencanakan, teman-temannya di Namyoung. Pada penasaran sama apa yang terjadi baiklah ayo kita kembali ke Flashback saat Taecyeon bertemu Woohyun.

Flashback

Saat Jiyeon menyuruhnya untuk kembali ke asrama sendiri, namja ini bertemu dengan Woohyun. Woohyun menyapanya dengan ramah. Namun karna ingatannya belum kembali jadinya ia merasa tidak mengenalnya.

“nuguseyo?” tanyanya.

Woohyun mengkerutkan keningnya heran “aku Woohyun sainganmu dulu saat mendapatkan Chorong, apakah kau lupa, Taecyeon-ah?”

Taecyeon semakin bingung, ia berpikir keras, apakah mungkin semua itu benar? Dugaan teman-temannya bahwa ia adalah namjachingu dari hantu itu. Namja ini merasakan sakit teramat sakit di kepalanya, karna terlalu keras mengingat. Namja ini mengerang kesakitan. Woohyun Nampak khawatir. Namun setelah itu Taecyeon pingsan, Woohyung-pun membawanya kedalam rumahnya.

Flashback end.

“Taecyeon-ah, jika seperti itu, sudah seharusnya Chorong di hentikan.. bantulah mereka.. aku juga pasti akan membantu jika bisa.”

Taecyeon mengangguk mendengar nasehat dari mantan enemynya itu. “Woohyun-ah, apakah kau masih menyukai Chorong?” tanyanya tiba-tiba

Woohyun tersenyum meremehkan. “jika di bilang suka, tentu aku masih mencitainya, dia yeoja pertama yang kucintai.. namun sayang dia lebih mencintaimu, mianhae karna aku kalian harus berpisah, dan Chorong harus meninggal.”

Flashback.

Woohyun adalah namja popular dan tampan di Namyoung pada masanya saat itu, semua yeoja pasti takluk dengan karisma yang di milikinya, namun tak ada satu yeojapun yang bisa mengambil hati namja ini hingga suatu hari ia bertemu dengan Chorong, saat sedang ingin bolos dari mata pelajaran yang di bencinya. Namja ini tidak sengaja melihat Chorong sedang di hukum di depan kelasnya karna tidak mengerjakan Pr. Saat itu Chorong di hukum berdiri di depan kelas, dengan berjongkok, dan kedua tangannya terangkat sampai jam pelajaran selesai.

Karna iseng ia menghampirinya dan menyapanya. Namun yeoja itu malah cuek-cuek saja melihatnya. Dan kemudian, bel pum berbunyi. Hukuman gadis ini selesai. Namun Woohyun masih ingin berlama-lama dengan gadis itu. Tapi Chorong masih acuh terhadapnya. Semenjak itu lah Woohyun tertarik padanya, dan akhirnya menyukai gadis itu.

Di jam istirahat, Woohyun melihat Chorong memberikan sebuah coklat pada seorang namja tinggi tegap disana. Sepertinya yeoja ini tengah menembak namja tersebut, dan namja itu adalah Taecyeon. akhirnya Taecyeon menerima Chorong sebagai yeojanya. Disaat itulah Woohyun kesal, karna baru kali ini ia tidak bisa mendapatkan apa yang di inginkannya.

3 bulankemudian Woohyun mengikuti Chorong, dan menemukan gadis itu bersama Chansung kakaknya. Ia tau bahwa kakak Chorong sangat memerlukan uang. Dan Chansung adalah seorang mafia penjahat. Untuk itu ia membuat perjanjian dengan Chansung, untuk memisahkan Taecyeon dan Chorong lalu menjodohkannya dengan Chorong dengan bayaran setengah harta milik Woohyun akan menjadi milik Chansung.

Namun Chorong membantah keras semua kemauan Chansung itu, yeoja ini menangis seharian di kamarnya. Setelah itu ia memutuskan untuk kabur bersama Taecyeon. toh, Chansung bukanlah kakak kandungnya.

Namun sial saat sedang menemui namja itu di rumahnya Taecyeon, ternyata Taecyeon tak ada disana, namja ini sedang mengikuti eskul basket di sekolahnya. Akhirnya iapun mengunjunginya ke sekolah.

*setelah itu terjadi adegan yang selalu ada di mimpi Taecyeon*

Setelah di tarik oleh kakanya, menuju sungai Han. Saat itu sungai Han sedang sepi. Chansung meminta Chorong untuk kesekian kalinya meninggalkan Taecyeon dan pergi bersama Woohyun, atau Taecyeon akan mati tenggelam di sungai Han. Chorong menjerit saat raga Taecyeon yang sudah tak sadarkan diri berlumuran darah di kepalanya karna di pukul menggunakan besi oleh salah satu teman kakanya akan di ceburkan kedalam sungai.

“Andaweyo… oppa ku mohon.”rengek gadis ini.

“cepat tentukan pilihan sekarang juga Chorong-ah!!!” teriak Chansung. Tanpa di duga Chorong memilih untuk tetap bersama Taecyeon walau akhirnya mereka berdua akan mati. Chorong berlari kearah Taecyeon dan memeluknya. Tanpa sengaja Chansung menembakan pistol ke jantung Chorong. Taecyeon terjatuh kesungai dan Chorong mati tertembak.

“aku-aku akan membalas semua ini oppa!!!” teriaknya setelah itu iapun tak sadarkan diri. Chansung panik ia menghampiri mayat adiknya itu dan menangis. Sementara Taecyeon di temukan oleh seorang pemancing dan di rawat oleh pemancing itu. Woohyun marah besar pada Chansung. Bahkan Woohyun mengancam melaporkan kejadian ini. Namun tidak jadi, karna ini juga melibatkan dirinya.

 

Flashback end

“lalu apakah kau sendiri masih menyukainya?” Tanya Woohyun kemudian.

Taecyeon terdiam.. di tempat dengan pertanyaan Woohyun. Diotak dan hatinya sekarang ini dipenuhi oleh seroang gadis manis dan cantik yang berana Jiyeon….. ‘PARK JIYEON.’

Tapi walau bagaimanapun juga ada sedikit hati yang tersisa yang dipenuhi oleh Chorong.

TBC

Aahhh….. gak tau aku udah pusing sama FF ini,aku emang paling gak bisa bikin FF yang begenre fantasy dan horor kayak gini. Ini pun aku lagi mencoba-coba dengan genre ini… jadi mian deh kalau ANCURRR… o, iya part selajutnya bakalan menegangkan karna akan banyak horornya wkwk XD

Advertisements

54 responses to “My Ghost Part 6

  1. oohh jadi gitu toh ceritanya kenapa chorong segitunya nyariin chansung o.O
    aduh yaamvun yaamvun yaamvun ih suka banget deh sama moment myungyeon nya 😀
    nah, sekarang apa nih yg bakal dilakuin taecyeon?

  2. hhmm kasian juga yya chorong,, di bunuh sma kaka’y sendiri,,
    wah apakah myungyeon akan bbersatu,, semoga ajj,, udh penasan bggg lanjut baca part akhir ne,,

  3. jdi chorong itu meninggal jrn ditembk sma ka”knya. tpi kok tubuhnya chorong di awetin sma ka”knya? buat apa thor?

  4. tragis bgt chingu ceritanya chorong
    lanjut baca dulu ya chingu

    hehehe senangnya myungyeon couple bersatu hohohoho
    di banyakin chingu momentnya mreka berdua
    hohoho

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s