My Ghost part 4

background_副本

Tittle : My Ghost [Part 2]

Author : Park Niyeon (Nissella)

Genre : Romance, sad, School Life, FriendShip, Little comedy, imagination, Horor

Type : Series

Cast :

  • Park Jiyeon
  • Ok Taecyeon
  • Kim Myungsoo
  • Jung Eunji
  • Kim Sunggyu
  • Lee Howon
  • Lee Junho
  • Jang Wooyoung
  • Lee Jieun (IU)
  • Park Chorong
  • Other cast

Note : ini FF horor dan imagination pertama aku, mian kalau gaje dan gak suka. FF ini juga  terinspirasi dari sebuah Novel berjudul ‘Danur’

Happy Reading and Hope You Like This Story ^^

RCLnya Plese 😉

Part 4

Sekarang sekolah jadi sepi dan hanya tersisa beberapa orang saja. Orang tua mereka lebih memilih untuk memindahkan anak mereka dari sana ketimbang harus meninggalkan anak mereka disana dengan keadaan terancam mati dan tersakiti.

Hyomin-Sem masuk ke kelas 10-A kelas Jiyeon dan yang lainnya dengan tampang sedih. Sepertinya keadaan sekolah benar-benar sedang tidak baik sekarang ini.

“murid-murid… jika kalian ingin pindah sekolah silahkan, karna sepertinya sekolah ini akan di tutup.” Jelas Hyomin-Sem

Mendengar penjelasan Hyomin-sem membuat beberapa anak yang tersisa di sekolah itu bersorak, karna dengan begitu mereka bisa pindah dan terhindar dari maut. Tapi berbeda dengan Jiyeon, Taecyeon, Sunggyu, Eunji, Jieun,Howon, Junho, dan juga Wooyoung. Mereka sudah merencanakan sebuah rencana untuk menyelidiki misteri yang terjadi di sekolah ini except Taecyeon and Wooyoung karena mereka kemarin tidak ada di kamar Sunggyu. Pokoknya sekolah ini tidak boleh sampai di tutup. Mereka sangat ingin tetap berada di sekolah ini.

“sem, aku tidak akan pindah dari sekolah ini sampai titik penghabisan.” Ucap Wooyoung sok mendramatisir sembari berdiri tegap.

Semua murid menatap kearahnya. Beberapa anak disana ada yang mencemooh sikap berlebihan Wooyoung itu. “apa kau mau mati di bunuh hantu perempuan bernama Chorong itu?” ucap salah satu namja disana.

Wooyoung menggeleng. “ani, aku yakin aku bisa memecahkan misteri.” Ucap Wooyoung dengan yakin. Semua murid tertawa mendengarnya terkecuali Jiyeon dan yang lainnya.

“aku sependapat dengan mu Udong-ah.” ucap Junho ikut berdiri dan merangkul pundak Wooyoung. Wooyoung melirik kearah Junho. Junho tersenyum menunjukan Eyesmilenya. Wooyoungpun membalas senyuman Junho.

Tatapan semua murid tak percaya dengan kedua orang itu. Tak lama kemudian Jiyeon ikut berdiri. “aku juga ingin memcahkan misteri ini sem.” Ucap Jiyeon

Dan kemudian, Sunggyu, Taecyeon, Howon, Eunji dan Juga Jieun ikut berdiri sembari berseru “Nado.”

Hyomin-Sem tersenyum sekaligus terharu dengan sikap mereka berdelapan. “gomawoyo.” Ucapnya seperti itu

“sem ada tugas kelompok, satu kelompok terdiri dari 4 orang, kalian boleh membuat kelompok masing-masing.. sem tunggu 10 menit lagi.” Ucap Hyomin-sem lalu keluar dari kelas tersebut.

Jiyeon, Taecyeon, Sunggyu, Eunji, Junho, Howon dan juga Wooyoung saling merapat untuk mendiskusikan soal kelompok tugas ini.

“Jiyeon, Taecyeon, Jieun dan juga Junho satu kelompok, lalu sisanya.. Eunji, Howon, dan Wooyoung dengan ku.” Usul Sunggyu.

Wooyoung protes karena dia tidak satu kelopok dengan Jieun. “Shireo… aku ingin satu kelompok dengan Jieun.” Cercanya, namun taka da satupun dari mereka yang memperdulikannya.  Sepertinya masing-masing pihak setuju dengan usulan Sunggyu. “ya! Aku bilang aku__” ucapan namja ini terhenti saat Hyomin-sem sudah kembali masuk ke dalam kelas. Semua murid kembali ketempat duduk mereka masing-masing.

“udong-ah sudah terima nasib saja wkwk.” Ucap Junho kemudian tersenyum Evil. Wooyoung hanya bisa mendengus kesal

###

Sepulang sekolah mereka ber-delapan berencana untuk mendiskusikan tentang rencana mereka untuk memecahkan misteri yang terjadi sekaligus untuk mengerjakan sedikit tugas kelompok dari Hyomin-sem. Dan menyatukan beberapa informasi yang mereka ketahui. Sekarang ini mereka tengah berkumpul di kamarnya Sunggyu.

“menurut informasi yang ku dapat, hantu itu selalu mencari dan bertanya tentang orang yang bernama Hwang Chansung, apakah kalian ada yang mengenalnya?” Tanya Junho

Semua orang yang ada disana tampak terdiam berfikir, sepertinya mereka tidak tau soal namja bernama Hwang Chansung.

“Hwang? Chansung?” Tanya Taecyeon ragu

Junho mengangguk membenarkan. “apa kau mengenalnya?” Tanya namja bermata eyesmile itu.

“tunggu, sepertinya nama itu sangatlah familiar untuk ku.” Ucap Taecyeon mencoba mengingat. Ketika namja ini mencoba untuk mengingat. Dipikirannya malah terlintas sesosok yeoja yang ada di mimpinya beberapa hari yang lalu yang tengah menangis di tarik oleh seorang namja. Dan beberapa orang namja lainnya memukuli seorang pria. “Awwww………awwww” ringisnya setelah mencoba mengingat namja ini malah merasa sakit kepala lalu memegangi kepalanya yang terasa sakit dan sedikit pusing

“gwenchana? Apa ada sesuatu yang kau tau?” Tanya Junho penasaran

“mollayo… aku melihat seorang yeoja yang di tarik paksa oleh seorang namja, dan beberapa namja memukuli salah satu namja yang sepertinya kekasih dari yeoja itu.” Ucap Taecyeon.

“Taecyeon-ah apakah mungkin yeoja itu adalah hantu Chorong, dan kau sebenarnya dulu ada hubungan dengan gadis itu.” Ucap Wooyoung.

“Wooyoung-ah itu tidak mungkin, aku tidak mengenalnya.”

“tapi bukankah kau bilang kau sering mengalami hal seperti itu? Kau sering bukan bermimpi tentang gadis tersebut? Dan gadis itu menatapmu dengan tatapan sedih? Dan mungkin saja gadis yang selama ini dimimpimu itu adalah Chorong” jelas Wooyoung kemudian.

Taecyeon Nampak bingung, ia memegangi kepalanya lalu meremasnya frustasi “Mollayo!!!” teriaknya seperti itu.

“apakah kau pernah kehilangan ingatan?” Tanya Jiyeon, kemudian… sebenarnya dari tadi yeoja ini berpikiran hal yang sama dengan Wooyoung.

“kehilangan ingatan?” ulang Taecyeon tak mengerti. Jiyeon mengangguk membenarkan. “sebenarnya aku pernah mengalami kecelakaan  3 tahun yang lalu, dan seorang Ahjussi yang sekarang sudah menjadi Appaku, merawatku… dan menyekolahkanku.”

“tunggu dulu… bukankah kematian hantu Chorong itupun, terjadi tiga tahun yang lalu? Saat asrama ini masih ada junior high schoolnya.” Ucap Sunggyu kemudian.

Semua mata kini tertuju pada Taecyeon. sepertinya sekarang meraka mulai berpendapat hal yang sama dengan Jiyeon dan juga Wooyoung. “ya! Jangan memandangiku seperti itu!!!” seru Taecyeon tak terima, karna jujur namja ini sangat tidak suka dipandangi seperti itu

“Taecyeon-ssi… sebenarnya aku juga pernah melihat hantu itu berada didekatmu saat kejadian di WC waktu itu, ia memandangmu dengan tatapan yang teramat sedih.” Ucap Jiyeon.

Sekarang semua orang semakin yakin kalau Taecyeon memang mempunyai hubungan khusus dengan hantu Chorong itu.

“sepertinya kita harus mengembalikan ingatanmu Taecyeon-ssi.. agar kita bisa memecahkan misteri ini.” Ucap Eunji.

Semua orang mengangguk setuju. Taecyeon hanya bisa menerima nasibnya. Karna sejujurnya ia juga berpikiran hal yang sama dengan semua temannya. Dia sangat teramat sangat penasaran dengan masa lalunya. Apakah benar seperti itu?

“Jiyeon-ssi besok kau antar Taecyeon-Ssi ke rumah sakit.” Ucap Jieun kemudian.

Taecyeon dan Jiyeon tercegang, dengan usul yang di lontarkan Jieun. “mwo? Kenapa harus aku?” Tanya Jiyeon

Taecyeon menatap Jiyeon dengan sedikit kecewa. Dia berpikir apakah yeoja ini tidak ingin bersamanya? Walau hanya beberapa detik.

“ne, kita akan membagi tugas. Kau dengan Taecyeon kerumah sakit mengobati Taecyeon, Sunggyu Howon dan Eunji mencari informasi tentang orang bernama Hwang Chansung, lalu aku dan juga……” Jieun menggantungkan kalimatnya, sepertinya yeoja ini salah membagi kelompok bertugas, tak seharusnya dia satu kelompok dengan dua orang aneh seperti Wooyoung dan juga Junho.

“Wooyoung!!!” seru Wooyoung bersemangat disisi lain Junhopun menyerukan namanya sendiri. Mereka saling menatap.

“JANGAN SUKA MENGIKUTIKU!!!” Seru keduanya bersamaan, yang lainnya cekikikan melihat mereka berdua.

“sudah kalian satu kelompok saja bertiga, mengawasi asrama… siapa tau ada sesuatu yang terjadi, seperti pada waktu Tiffany.” Ucap Howon.

Jieun tersenyum getir atas kebodohannya, yang mengharuskan dirinya satu kelompok dengan dua orang aneh itu. Wooyoung dan Junho saling menatap kemudian tersenyum getir, diantara mereka tidak ada yang menginginkan kelompok seperti ini. Mereka hanya ingin satu kelompok berdua dengan Jieun.

“yasudah, besok kita kerjakan tugas masing-masing mengenai hal ini, sekarang ayo kita kerjakan tugas bahasa inggris.” Ucap Howon. Howon memang anak yang paling rajin mengerjakan tugas di banding yang lainnya.

“ye…..” ucap yang lainnya serempak.

Jiyeon, Taecyeon, Jieun dan juga Junho pergi meninggalkan kamar Sunggyu agar tidak  menganggu kesibukan kelompok masing-masing untuk mengerjakan tugas. Mereka berempatpun berencana untuk mengerjakan tugas di kamar Taecyeon dan Wooyoung saja.

Sesampainya di kamar Taecyeon dan Wooyoung keemapat orang itu langsung duduk di atas karpet dan mulai berdiskusi. Setelah cukup lama berdiskusi mereka beristirahat sejenak.

“haha…. Sekarang akulah paling jago bahasa inggris.” Celetuk Junho.

Taecyeon tidak terima dengan celetukan namja eyesmile itu, Taecyeon yang sedang rebahan karna sedari tadi mengajarkan bahasa inggris pada ketiga orang itu langsung duduk tegap menghadap Junho.  Taecyeon adalah yang paling pintar dan fasih dalam bahasa inggris di antara mereka bertiga.  “Mwo? Apa kau bilang? Sudah jelas aku yang mengajari kalian.” Ucapnya tidak terima.

“loh? Itukan tadi, kalau sekarang beda… aku sudah belajar.. dan akulah yang paling pintar.”

“ya! Kau ini tidak tau terima kasih sudah tau, aku ini gurumu.”

“mworago? Guruku? Haha jangan bercanda, Taec-ah… kau dan aku itu seumuran…. Walau memang wajahmu terlihat lebih tua beberapa tahun dariku.”

“ya! Hentikan ucapanmu!!” seru Taecyeon

“Terima kenyataan sajalah Taecyeon, kalau aku memang lebih pintar dan Tampan darimu.. keke.”

“ya! Lee Junho.. kalau kau tidak juga menghentikan ucapanmu, akanku bunuh kau.” Seru Taecyeon.

“silahkan saja… muka tua…. Wle.” Ejek Junho pada Taecyeon lalu menjulurkan lidahnya.

“ya!” teriak Taecyeon geram. Mendengar teriak Taecyeon yang sudah hampir marah membuat Junho takut dan berlari menjauh dari Taecyeon. sehingga terjadilah adegan kejar-kejaran disana.

Jiyeon yang sudah sedari tadi menahan tawa itu akhirnya tertawa juga. Jieun menatap kearah Jiyeon dengan tatapan yang tidak biasa. Jiyeonpun merasa ada seseorang yang memperhatikannya. Yeoja inipun memandang kearah Jieun.

“Waeyo? Apa ada yang salah dengan diriku?” Tanya Jiyeon.

Jieun menggelek tidak lalu tersenyum getir.”eh? apa kau kenal siswa namja bernama L?” Tanya Yeoja ini kemudian.

“L? ne,aku mengenalnya, waeyo? Apa kau ada hubungan dengannya? “ jawab Jiyeon kemudian bertanya balik pada Jieun.

“ania, hanya saja.. aku merasa ada yang aneh dengannya… mengapa tak ada satupun siswa disini yang mengenalnya.. termasuk Eunji, diapun tidak mengenalnya. padahal aku sudah bertanya pada hampir seluruh siswa disini”

Jiyeon tampak berpikir, benar juga yang dikatakan Jieun.. selama ia kenal dengan L, dia tidak pernah tau tentang L, seperti kelasnya… kamarnya.. dan juga teman dekat L.

“ah… mungkin semua orang memang tidak mengenalnya, karna itu bukan nama aslinya… sebenarnya ia bernama Kim Myungsoo.” Ucap Jiyeon mencoba untuk menetralisirkan fikirannya tentang L.

Jieun mengangguk. “ah…. kau benar hehe…” ucap Jieun.

###

Siang kini sudah berganti malam. Eunji keluar dari kamar Sunggyu bersama Wooyoung, Howon, dan Sunggyu.

“kalau begitu aku kembali dulu ke kamar.” Ucap Eunji di selingi senyumnya

Sunggyu dan Howon berbarengan menarik tangan yeoja itu. Ketiga orang ini kemudian saling menatap pada ketiga tangan mereka yang saling berpegangan.

“biar kuantar.” Tawar Sunggyu dan Howon serempak, kemudian Sunggyu melepaskan tangannya dari pegangan tersebut.

Howonpun ikut melepaskan pegangan tangannya. “eh? Biar aku saja.” Ucapnya kemudian.

“tidak bisa… aku saja.” Tolak Sunggyu. Lagi-lagi mereka bertengkar memperebutkan siapa yang akan mengantar Eunji.

“kalian.. tidak perlu mengantarku… aku akan bersama Wooyoung ke kamarnya untuk menjemput Jiyeon dan juga Jieun.” Ucapnya menengahi.

Raut wajah kedua namja ini kemudian berubah menjadi lesu setelah menerima penolakan dari Eunji.”yasudah kalau begitu.” Ucap mereka lemas kemudian masuk ke dalam kamar dan menutup pintu rapat.

“Kajja” ucap Eunji. Kemudian mereka berduapun melangkah menuju kamar Wooyoung.

Tak lama kemudian mereka sampai di depan kamar tersebut. Disana terlihat, Jieun, Jiyeon, dan Junho sedang berpamitan pada Taecyeon. ketika Jieun dan Wooyoung hendak menghampiri mereka, terlihat Jiyeon berlari dari sana kearah perpustakaan.

“mau kemana anak itu?” gumamnya. Setelah itu iapun menghampiri Jieun. “Jieun-ah… Jiyeon mau kemana?” tanyanya

“ke perpus… katanya ada buku yang ingin di pinjam.” Jawab Jieun seadanya.

“memangnya… sekarang jamberapa?”

“jam 7.”

“anak itu gila sepertinya, perpus mana mungkin buka jam segini.” Umpat Eunji tak habis pikir.

Jieun mengangkat kedua tangannya. sebari bergumam “Mollayo.”

Setelah itu mereka berduapun melangkah pergi dari sana menuju kamar mereka.

###

Jiyeon ngos-ngosan setelah berlari tadi dari asrama putra ke perpus.. tepatnya dari kamar Taecyeon ke Perpus.

Setelah sampai, perpus ternyata sudah tutup, dia sedikit menyesal karna hari ini ia tidak bisa bertemu dengan Myungsoo. Padahal yeoja ini sangat merindukan namja kece itu. Sehari tak bertemu Myungsoo seperti masalah buat Jiyeon. karna yeoja ini sudah terbiasa di penuhi oleh Myungsoo di setiap harinya.

“Myungie…. Kau dimana?” ucap Jiyeon menyesal “Babo.. kenapa selama ini aku gak pernah Tanya tentang L padanya… jadi susah kan buat ketemu.” Keluhnya kemudian.

“hey….. did you miss me?” tiba-tiba suara seorang namja yang familiar berdengung di telinga Jiyeon dengan cepat yeoja ini menenggak keatas. Dan menemukan orang yang dicarinya alias L tengah tersenyum manis dan terlihat sangat tampan.

Jiyeon tersenyum kemudian berhambur memeluk namja itu. “Myungie-ah mianhae…. Aku ada tugas makanya tidak bisa menemui kau… tidak marahkan?” ucap Jiyeon seraya menenggak menatap Myungsoo.

Myungsoo tersenyum. “Aniya… Gwenchanyo… aku mengerti.” Ucap namja kece itu di selingi senyumannya. Jiyeon tersenyum karena ternyata L tidak marah padanya. “mau jalan-jalan keluar?” ajak L tiba-tiba, karena tidak biasanya namja ini mengajak jalan-jalan keluar sekolah.

Jiyeon melepaskan pelukannya. “eoh? Kemana?”

“emmm… Namsan Tower, mau tidak?”

Jiyeon mengangguk menerima ajakannya. Karna dipikirannya kapan lagi bisa jalan-jalan berdua dengan Myungsoo. Eh? Tunggu dulu, bukankah jika seorang yeoja berjalan berdua dengan seorang namja itu artinya mereka berkencan? Jadi apakah maksud Myungsoo mengajak Jiyeon jalan-jalan adalah kencan?

“apa kau mengajak ku berkencan?” Tanya Jiyeon dengan tatapan jailnya seraya mendekat ke wajah Myungsoo, sehingga membuat namja ini mendorong wajahnya kebelakang

Kemudian Myungsoo tertawa kecil lalu sengaja membalas perlakuan yeoja itu. Namja ini juga mendekatkan wajahnya ke wajah Jiyeon, membuat yeoja ini malu dan mundur beberapa langkah. “jika ia, aku mengajakmu berkencan, bagaimana?” ucap namja ini sembari masih mendekatkan wajahnya ke wajah Jiyeon.

Jiyeon menunduk malu. “ah… sudahlah ayo kita jalan-jalan, nanti keburu malam.” Ucap yeoja ini mencoba mengalihkan pembicaraan lalu melangkah pergi. Karna jujur saat L mendekat kearahnya membuat jantungnya berpacu semakin cepat. Bahkan wajah yeoja ini telah memerah. L tertawa melihat sikap Jiyeon yang malu seperti itu. “Ya! Mau jadi tidak jalan-jalannya.” Ucap yeoja ini.. sembari berhenti dari langkahnya.

L yang tengah menahan tawa itu akhirnya tesenyum pada Jiyeon. “ye” ucapnya lalu berlari menyusul Jiyeon.

###

Angin yang sepoi-sepoi menghembus lembut ke kulit yeoja cantik ini. Jiyeon sekarang tengah memejamkan matanya di atas Namsan Tower sembari melebarkan kedua tangannya menikmati hembusan angin malam yang cukup dingin.

L tersenyum melihat yeoja cantik itu kemudian mendekatinya dan memeluk tubuh ramping yeoja itu, seraya menempelkan kepalanya di pundaknya.

Jiyeon Nampak tersentak mendapat sentuhan dari namja itu, yeoja ini melihat kearah L yang tengah memejamkan kedua mata elangnya.

Terlihat seorang yeoja dengan rambut panjang, coklat  dan bergelombang tengah diam terduduk di sebuah bangku taman. Seorang namja menghampiri gadis itu dan duduk di sebelahnya.

 

“Myungsoo-ah.” Panggil gadis manis dan cantik itu seraya mengembangkan senyum di bibirnya.

 

Myungsoo ikut tersenyum melihatnya. “apakah kau sudah mengerjakan tugasmu?” Tanya Myungsoo pada gadis itu.

 

“ehehe… belum… aku malas mengerjakannya.” Ucap gadis itu.

 

Myungsoo mengacak rambut panjang gadis itu. “ish…. Dasar gadis babo.. dari dulu tidak pernah berubah.” Ucapnya.

 

“Myungsoo-ah… jangan mengacak rambutku.” Seru gadis itu geram.

 

Myungsoo dan gadis itu memang sudah lama bersahabat dari kecil. Myungsoo sangat menyukai gadis itu, dari dulu sampai sekarang, namun namja ini belum berani mengungkapkan perasaanya.

 

Disaat tengah melamun memikirkan masa lalunya, sewaktu masih hidup. Jiyeon membangunkannya. Dengan memanggil nama namja ini.

“nde? Jiyeon-ah?” ucap namja ini gelagapan.

“kau kenapa? Apakah kau sakit.” Ucap Jiyeon seraya memeriksa tubuh namja itu dengan menempelkan tangannya di jidat namja ini. Jiyeon merasa kaget, karena tubuh namja ini sangat dingin. “L-ah… apakah kau kedinginan? Kalau begitu ayo kita pulang aku takut kau sakit.” Ucap Jiyeon menarik lengan namja ini dari sana. Namun namja ini menahannya.

“Gwenchana Jiyeon-ie.”

“apanya yang baik-baik saja? Tubuhmu sangat dingin.” Teriak yeoja ini namun setelah itu ia terdiam karena L tiba menariknya kedekapan namja itu dan memeluknya erat.

“Aku tidak apa-apa selama ada kau disini. Aku tidak ingin melewatkan kesempatan untuk bersamamu malam ini.”

Jiyeon terdiam mendengar ucapan namja ini. “tapi, L-ah.. tubuhmu sudah dingin, aku takut kau akan sakit.”

“Gwenchana… hehe.” Ucap L tersenyum sembari melepaskan pelukannya. “Jiyeon-ah bagaimana kalau sekarang kita menuliskan nama dan harapan kita di gembok dan menggantungkannya disini?”

“eh? Untuk apa? Itukan hanya dilakukan oleh seorang pasangan.”

“memangnya kau pikir kita berdua ini bukan pasangan? Apakah kau tidak ingin berpasangan denganku?”

“aa… nia.. bukan begitu maksudku, tapi bukankah kita memang bukan pasangan.. ehhh maksudku sepasang kekasih.”

L tertawa melihat kegugupan Jiyeon. “memangnya harus sepasang kekasih ya? Kalau begitu mari kita jadi sepasang kekasih?” ucap L dengn spontan

“eh?” seketika itu juga Jiyeon jadi semakin gugup dan canggung, apakah ini artinya L menembaknya? Dan ingin menjadikannya sebagai kekasihnya? Berarti perasaanya selama ini terbalaskan dong?

“haha… aku bercanada… memangnya harus sepasang kekasih? Tidak juga kan? Kita ini kan bersahabat. Agar persahabatan kita tetap abadi, dan kita bisa selalu bersama aku ingin mencoba untuk menggemboknya.” Jelas namja ini.

Setelah mendengar penjelasan dari namja ini membuat Jiyeon sedikit sedih, raut wajahnya sedikit berubah kesal. “oh, jadi begitu…. Yasudah sana beli gemboknya, aku tunggu disini.” Ucap yeoja ini dengan menunjukan sedikit kekecewaanya.

L melangkah pergi untuk membeli gembok. Dengan senyuman yang berusaha di tahannya.  Tak lama kemudian namja ini datang dengan membawa gembok di tangannya.

“ini tulis harapanmu.” Ucap L seraya menyerahkan sebuah kertas bewarna pink keunguan pada Jiyeon.

Jiyeon pun mengambil kertas tersebut, dari tangan L… kemudian yeoja ini mulai menuliskan harapannya. Dengan sedikit jahil L mengintip harapan yeoja itu. Kemudian namja ini terlihat tertawa dengan apa yang di tulisnya.

Jiyeon yang merasa di perhatikan itupun langsung menatap kearah namja itu. “kau? Kau mengintipnya?”

“a-ania… lanjutkan hehe.” Ucap namja ini lalu mulai focus pada kertasnya.

Setelah selesai mereka menyatukan kertas harapan milik mereka pada satu gembok yang sama setelah itu mereka melangkah menuju pinggir pagar menara.

“Jiyeon-ie…. Are you ready?” ucap Myungsoo memberi aba-aba untuk membuang kuncinya bersamaan.

Jiyeon mengangguk, kemudian keduanya sama-sama menghitung sembari menutup mata mereka “hana, dul, ses” dalam hitungan ketiga kedua orang itu sudah melemparkan kunci tersebut ke bawah menara.

“hahhahhaha.” Mereka berdua kemudian tertawa dengan tingkah kekanakan mereka.

“L-ah… apakah kau mau ikut memecahkan misteri hantu perempuan yang bernama Chorong itu?” Tanya Jiyeon kemudian.

Mendengar pertanyaan gadis ini membuat L terdiam dari tawanya dan menatap kearah yeoja itu. “mwo? Maksudmu kau dan teman-temanmu akan memecahkan misteri di sekolah?”

Jiyeon mengangguk mantap membenarkan. “wae? Apa ada yang salah?”

“ya, jelas saja salah.. Jiyeon-ah.. ini sangat berbahaya… kalau terjadi sesuatu bagaimana?” ucap namja sediit emosi, karna dia sangat khawatir pada Jiyeon. misteri seperti sangatlah berbahaya, bahkan mengancam nyawa.. namja ini tidak ingin Jiyeon menjadi makhluk seperti dirinya.

“geunde… aku yakin aku bisa melakukannya.”

“kau tidakmau mendengarkan nasehatku?” ucapnya dengan sedikit emosi yang meluap.

“mianhae L-ah.. aku akan tetap menyelidikinya.”

“baiklah terserah kau.” Ucap L marah lalu pergi meninggalkan Jiyeon sendirian. Sepeninggalan L Jiyeon Nampak murung dan sedikit meneteskan air matanya.

###

Jiyeon melangkah menyusuri lorong di asramanya, yeoja ini baru saja pulang dari kencan bersama dengan L. di karenakan L tadi marah dan meninggalkannya, makanya yeoja ini pulang sendirian, padahal waktu sudah menunjukan pukul 11 malam. Ketika sedang melangkah, tiba-tiba seseorang menariknya ke dalam sebuah ruangan yang gelap dan sepi. Mungkin ruangan itu adalah sebuah kamar yang kosong di asrama, karna pemiliknya pulang kerumah mereka masing-masing.

Yeoja ini mengerang takut karna orang itu mengunci tangan dan juga mulutnya. Hingga akhirnya orang itu mendorongnya hingga menabrak dinding keras di belakangnya. Jiyeon mengerang sakit sembari menangis dan memegangi belakang kepalanya. Kemudian Jiyeon menatap kearah sesosok orang yang tadi mendorongnya. Betapa terkejut dan takutnya ia melihat wajah dari orang tersebut adalah Hantu Chorong. Hantu itu kemudian mendekatinya dan mencekik lehernya. Jiyeon semakin menangis dan menjerit minta tolong.

“a-a-apa yang kau inginkan.” Ucap yeoja ini dengan susah payah karna di cekik oleh hantu tersebut.

“aku-aku ingin nyawamu… kau harus mati.” Ucapnya..

“a-apa salahku?”

“karna kau adalah orang yang dekat dengan L musuh bebuyutanku, yang selalu menggagalkan urusanku, dan karna dia juga aku harus di kurung di dalam gudang.” Ucap hantu ini.

Jiyeon Nampak bingung dan tidak mengerti. “a-apa maksudmu?”

“jangan banyak bertanya.” Ucap hantu itu lalu semakin memper keras cekikannya.

Jiyeon yang sudah kehabisan nafas itu langsung batuk-batuk. Namun tak lama kemudian seseorang mendorong tubuh hantu itu hingga terpental. Jiyeon memegangi lehernya dan menatap kearah orang itu. Dan betapa kagetnya ia melihat Myungsoo disana dengan wujud hantunya yang seram. Dengan darah di sekujur tubuh dan wajahnya juga wajah yang putih dan pucat.

“L-ah.” ucap yeoja ini tak percaya dengan apa yangdi lihatnya, mata yeoja ini Nampak kaget dan sedikit berkaca-kaca.

Chorong hantu itu mendengus kesal dengan kedatangan L yang lagi-lagi menggagalkan rencananya lalu pergi mebhilang seperti di sulap.

“kau? Kau adalah seorang…” ucapan Jiyeon terhenti karna tak sanggup untuk menyelesaikan kata-katanya. Kemudian yeoja ini berlari dengan air mata yang mengalir ke pipinya.

“Jiyeon-ah…” panggil Myungsoo, yang lama-lama kemabali kece dan tampan. Kemudian namja inipun meneteskan air matanya. “mianhae telah membohongimu, aku takut kau akan meninggalkanku.” Gumam namja ini miris. “ini semua karna gadis itu.” Ucapnya kemudian.

Flashback

 

Di malam hari sekitar pukul 12 malam Myungsoo melangkah menuju sebuah taman dekat dengan sekolah Namyoung karna mendapatkan pesan dari seorang yeoja yang sangat di sukainya. Namja ini kemudian tersenyum setelah melihat punggung dari gadis tersebut.

 

“Soojung-ah.” panggilnya begitu lalu berlari mendekat kearah yeoja itu.

 

Yeoja itu tersenyum setelah kedatangan Myungsoo disana.”kau sudah datang?” ucapnya di sertai senyuman manis.

 

“tentu aku datang hehe.” Balas Myungsoo

 

“Myungsoo-ah.. apakah kau tau rasanya tidak memiliki seorang keluarga?” Tanya Soojung tiba-tiba lalu duduk di salah satu kursi di taman itu.

 

Myungsoo melangkah mendekati yeoja itu dan duduk di sebelahnya. “apa maksudmu? Tentu saja tidak, aku terlahir dengan keluarga yang lengkap.”

 

“jadi kau tidak pernah merasakan kesepian kasih sayang bukan?” Myungsoo hanya menganguk meng-iyakan pertanyaan Soojung.”jadi kau tidak tau bukan rasanya jadi diriku, yang hidup sendirian tanpa keluarga.”

 

“Soojung-ah.. aku memang tidak tau bagaimana rasanya, tapi asalkan kau tau kalau aku bisa mengerti dirimu.”

 

“haha… namja manja dan tidak peka sepertimu mana mungkin bisa mengerti diriku.”

 

“tapi Soojung-ah sebenarnya aku-aku.”

 

“sikeuro!!! Apa kah kau tau seorang gadis bernama Jessica Jung?”

 

“gadis itu dia mantan pacarku sewaktu kau masih di amerika, wae? Dari mana kau mengenalnya?”

 

“haha.. kau bertanya dari mana aku mengenalnya? Asal kau tau Kim Myungsoo dia itu kakak ku Jung Sooyeong… yang kau hamili dan kemudian bunuh diri… Kedua orang tuaku yang saat itu berada bersamaku di amerika kemudian datang kemari hanya untuk kakakku itu, tapi naas mereka mati di dalam kecelakaan peasawat, dan itu semua itu semua karna kau KIM MYUNGSOO…..!!! KARNA DIRIMU AKU KEHILANGAN SEMUANYA!!!” teriak Soojung frustasi sembari menangis histeris.

 

Myungsoo sangat-sangat bersalah atas kelakuannya beberapa tahun lalu pada gadis bernama Jessica itu. Sungguh pada waktu itu ia terjebak oleh minuman yang sudah di berikan obat perangsang dari seorang teman padanya. Sehingga membuatnya menghamili Jessica pada waktu itu.

 

Namja ini kemudian mendekat kearah gadis itu kemudian memeluknya. “mian-mianhae… saat itu aku terjebak Soojung-ah.” ucapnya lirih

 

Soojung menyeringai. “aku memaafkanmu, tapi maaf aku tidak mungkin membiarkan orang yeng menghancurkan hidupku.”

 

Jleebbb…

 

Sebuah pisau menancap tepat di dadanya Myungsoo. Soojung kemudian melepaskan pelukan mereka berdua dan menatap kearah Myungsoo yang memegang dadanya menahan sakit. Tatapan namja ini begitu tak percaya dengan apa yang dilakukan sahabat sekaligus orang yang di sukainya.

 

“inilah balasan atas apa yang kau lakukan.” Bisik gadis itu kemudian pergi meninggalkan Myungsoo yang sudah terkapar tak sadarkan diri disana.

 

Flashback End

“aku tau aku salah atas apa yang ku lakukan, tapi apakah aku tidak bisa mendapatkan kebahagianku dengan gadis yang ku sayangi dan cintai?” ucap namja ini lirih “kenapa aku selalu tidak bisa mendapatkan gadis yang kucintai?” lanjutnya kemudian. “apakah ini hokum karma dari Jessica?”

TBC

Eotte? Eotte? Hope you like this ya 😀 o, iya sebenarnya kemaren Taecyeon gak muncul itu karena aku lagi kesel sama dia gara-gara ikutan WGM makanya gak muncul wkwk 😀 *aku jadi curhat nih keke 😀 trus part kemaren pendek juga alasannya sama, jadinya aku gak mood buat nulis keke 😀

Don’t Forget to RCL ya wkwk 😀

Advertisements

42 responses to “My Ghost part 4

  1. emm kek nya taecyeon itu emang chansung deh :/
    oooohh jadi gitu tooh kronologis nya myungsoo jadi hantu, tapi aku berharap dia cuma koma doang gegara kejadian itu. biar bisa happy ending ntar sama aku/? eh jiyeon maksudnya 😀 kekeke

  2. jd myungsoo mati di bunuh sma soojung,, aigoo kasian bggt myungie,, dia kan udh di jebak makannya smpe bisa menghamili jessica,,
    hhmm apa myungsoo juga cinta sma jiyeon yya,,
    next

  3. oh gitu toh. wah ksihn bgt ya myung. tpi apa myung wktu itu gag mau tnggung jwab? trus gmn dong ama jiyeon yg uda tau jtu dri myung? aku hrap sih keduanya msih sma”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s