The Truth

thetruth

Title: The Truth

Main Cast: Krystal F(x), Sulli F(x), OC

Supporting Cast: Kai EXO-K

Genre: Romance, Sad, Angst, Hurt/Comfort

Length: Vignette

Rating: G

Author: Mizuky (@qy_zu)

The Truth..

.

.

.

Empat tahun menurut kalian waktu yang singkat atau panjang?
Empat tahun sanggupkah membuat kita melupakan seseorang?
Empat tahun.. bukankah itu waktu yang panjang?
Tapi, kenapa empat tahun itu sangat singkat bagiku?

=======

Korea Selatan, lebih tepatnya Seoul.

Kota penuh dengan kenangan. Indah atau buruk.

Aku memandang deretan awan-awan putih diatas sana. Damai.. semilir angin menyibakkan rambutku. Kurasa aku memang sangat merindukan kota ini.

Empat tahun ternyata banyak yang berubah dari kota ini. Dan, hey! Lapangan itu! Dulu lapangan itu belum ada, ternyata sudah ada. Tak kusadari, kedua ujung bibirku tertarik melihat gerombolan anak-anak yang sedang bermain sepak bola. Mereka tampak riang bahagia memainkannya. Tak peduli betapa teriknya matahari saat ini, senyuman selalu terukir di wajah mereka.

Mungkin jika tak ada kenangan pilu itu, aku akan menyukai Kota ini selamanya.

Orang yang sangat kupercayai daripada siapapun, orang yang kuanggap sebagai sahabatku sendiri.. menghianatiku.. ya, dia menghianatiku!

Mengingatnya membuat hatiku perih. Aku menarik nafas dalam-dalam untuk mengisi tiap relung paru-paruku yang sepertinya mulai kekurangan oksigen.

Sulli dan Kai..

Mereka berdua.. argh.. sudahlah. Aku tak ingin membahas mereka.

Mungkin mereka sudah menikah kini. Ya, mungkin..

Kenyataan itu.. kenapa selalu berhasil membuatku merana?

Matahari sudah tepat berada di atas kepala, itu tandanya saat ini sudah menjelang tengah hari. Sebaiknya aku harus secepatnya untuk berada di apartemenku.

.

.

Sulli’s Side..

“Sulli, Krystal sudah kembali ke Korea!”

Mendengar pernyataan yang terlontar dari Hyojin membuatku tersedak. Untung saja kali ini aku tak sedang meminum air, apa jadinya kalau aku sedang meneguk segelas lemon tea ini?

“Apa? Jangan bercanda, Hyojin-ah!”

“Aku tidak bercanda! Aku serius! Baru saja aku melihatnya dari bandara!”

Sepertinya Hyojin tak sedang bergurau saat ini. Dia benar-benar serius sepertinya.

Entah, mendengar kepulangan sahabatku sendiri harus membuatku senang atau justru bahagia.

“Begitu..” gumamku.

“Apa?! Kau tak mengambil kesempatan ini?”

Urat-urat disekitar dahiku tak urung berkerut mendengar pertanyaan dari Hyojin.

Kesempatan? Kesempatan apa?

“Kesempatan apa maksudmu?”

“Ck.. masalah hubunganmu dengan Krystal. Kesalahpahaman.”

Glek.

Dia mengingatkanku lagi. Suatu masalah yang ingin aku kubur selamanya. Tak urung aku menelan kuat-kuat salivaku.

Takut dan gugup.. mungkin dua kata itulah yang bisa menggambarkan kondisiku saat ini.

“Aku tidak tahu, Hyojin. Apa mungkin sebaiknya aku membiarkannya mengira bahwa aku ini penghianat? Aku tak sanggup untuk memberitahu dia tentang kebenaran.” Ujarku lirih.

Aku masih menganggapnya sahabat. Tentu aku tak ingin melihatnya bersedih. Mungkin, dia sudah tak lagi menganggapku sebagai sahabatnya.

Kenyataan itu membuatku tersenyum pilu.

Kai.. aku harus bagaimana? Bagaimana caranya aku menjelaskannya padanya? Kenapa tidak kau saja yang menjelaskannya? Kenapa harus aku?

Cukup lama aku tak mendengar balasan dari seberang, hingga suara helaan nafas yang begitu kuat terdengar.

“Tidak! Kau harus memberitahukannya! Bukankah Kai juga menginginkan hal itu? Dia tak akan tenang, Jinri-ah!”

“Aku tahu itu, Hyojin! Kau tak perlu mengatakannya! Tapi, bagaimana caranya? Aku bertaruh, melihat mukaku saja dia pasti sudah merasa jijik.”

Aku lemas saat ini. Apa aku harus benar-benar memberitahukannya?

“Aku akan membantumu. Biar bagaimanapun aku juga merasa sangat berdosa jika tak memberitahukan hal ini kepada Krystal.”

“Tapi..”

“Tidak ada kata tapi! Apa kau mau Krystal membencimu sampai kau mati? Kau tidak mau kan? Besok siapkan mentalmu! Hari ini aku akan mencoba meluluhkan hatinya. Besok adalah perang yang sebenarnya, Jinri-ah.”

Tak sempat kujawab, Hyojin sudah memutuskan sambungan telefonnya.

Tsk.. dia ini! Aku belum berkata apa-apa dia sudah menutup telefonnya!” gumamku seorang diri kepada ponselku sendiri.

Ya,  baiklah mungkin aku harus merangkai beberapa kata yang indah dan manis untuk esok hari.

“Choi Jinri, fighting!”

.

.

@Krystal’s Apartment

“Nah, selesai!”

Aku lalu menepuk kedua tanganku untuk menyingkirkan debu-debu yang memenuhi kedua tanganku ini. Tak lupa aku mengusap peluh yang memenuhi dahiku. Empat tahun apartemen ini kutinggalkann kosong, tentu saja banyak sekali hewan-hewan yang membangun sarangnya disini dan debu-debu liar yang memenuhi tiap sudut ruangan.

Ok, it’s time to take a bath!”

Uh, badanku lengket sekali. Sepertinya butuh waktu sekitar satu jam untuk membersihkan diriku sendiri.

===

@Night..

Aku mengambil cangkir teh disebelahku. Pandanganku tetap terarah ke sebuah majalah fashion yang baru kubeli saat di bandara.

Niatku ingin meminum teh itu, tapi sialnya ada seseorang yang bertamu dan menginterupsi kegiatanku ini.

Setengah malas aku berjalan menuju pintu untuk membukanya.

Cklek..

Entah, tiba-tiba suhu tubuhku menjadi naik beberapa derajat. Mungkin wajahku kini sudah memerah karenanya.

Tanpa berkata apapun aku langsung menutup pintu itu, tetapi tangannya menahan pintu itu agar tak tertutup.

“Tunggu, Krystal! Kita perlu bicara!” bujuknya.

Aku memutar kedua bola mataku malas, “Tak ada lagi yang perlu dibicarakan, Hyojin!”

“Tidak! Kau akan menyesal kalau kau tak mendengar kata-kataku!” serunya.

Aku mendengus, ketajaman mataku ku arahkan kepadanya. Sepertinya itu berhasil. Lihatlah dia tengah meneguk salivanya.

“Apa? Apa yang ingin kaujelaskan? Menurutku itu semua sudah jelas adanya. Kai dan Sulli! Tak ada lagi sebuah bukti yang membantah tentang hubungan gelap mereka.”

“Kau mau bertaruh padaku? Itu semua tak seperti yang kau pikirkan! Percayalah!”

Aku tertawa sarkatis, “Memangnya apa yang kupikirkan, huh?”

Dia bingung untuk menjawab pertanyaanku tadi. Terlihat dari lamanya jeda saat ini.

“Kau menganggap Sulli dan Kai bermain api dibelakangmu kan? Dan kau percaya itu? Kau tahu kan Sulli adalah sahabatmu yang sangat loyal kepadamu.”

Lagi-lagi, pernyataannya berhasil membuatku geli, “Loyal apa maksudmu? Aku tahu dia tak tulus bersahabat denganku. Kalau dia tulus, KENAPA DIA BERCIUMAN DENGAN KAI YANG SAAT ITU MASIH MERUPAKAN PACARKU?!”

Akhirnya, aku benar-benar emosi saat ini. Percakapan ini sanggup membuat memori lama yang sangat kuhindari itu, muncul ke permukaan. Kembali aku mengingat betapa perihnya saat-saat itu. Bahkan, waktu empat tahun tak sanggup untuk menghapus semua kenangan itu.

“Semua itu.. sudah diatur.. itu semua rencana Kai..” ujarnya lirih, setengah berbisik menurutku.

“Rencana Kai? Apa maksudmu? Rencana supaya aku dan Kai berpisah? Kalau begitu, sepertinya rencana kalian berhasil. Sangat sangat berhasil. Bahkan rencana kalian berhasil membuatku untuk membenci kalian bertiga seumur hidupku.”

“Tidak Krystal.. kami juga memiliki sebuah alasan yang kuat untuk melakukan semua ini.” ujarnya. Dia memandangku dengan tatapan.. err.. memohon?

“Aku sudah tak ingin membahasnya lagi. Lagipula aku sudah melupakan itu semua. Aku bahkan tak ingin bertemu dengan kalian lagi.”

Hyojin tersenyum kecut, “Ya, kau tidak akan pernah bertemu dengan Kai, Krystal. Walaupun kau mencarinya ke ujung dunia sekalipun, kau tak akan pernah bisa bertemu dengannya.”

Hyojin..

Apa maksudnya? Aku tak akan pernah bertemu dengan Kai? Lelucon macam apa yang sedang ia bicarakan?!

“Haha, lucu sekali, Hyojin! Aku tak tahu kau berbakat menjadi seorang comedian.”

“Aku serius. Kau tak akan pernah bisa bertemu dengan Kai.” matanya memandang tajam dan penuh dengan intimidasi kepadaku.

Kini, aku meneguk salivaku kuat-kuat.

Apa maksudnya?

“Kau pasti bertanya-tanya akan maksud perkataanku ‘kan? Besok kau akan tahu segalanya.. Jinri akan menjelaskannya padamu.. tentang semuanya.. tentang kebohongan kelam itu.”

Aku berdiri kaku di ambang pintu. Tak ada sepatah kata pun yang terlontar dari mulutku, bahkan hingga Hyojin sudah menghilang dari pandanganku.

Aku merasa sekujur tubuhku lemas saat ini.

Kebohongan.. kelam?

.

.

@Next Day..

Gusar..

Itulah yang kini dirasakan oleh Krystal dan Sulli. Dua sahabat itu yang sebenarnya masih saling menyayangi satu sama lain, takut akan apa yang harus ia hadapi di masa depan.

Mereka saling menatap satu sama lain. Terbesit di benak mereka sebuah kerinduan yang teramat dalam ketika pandangan keduanya bertemu. Tapi, apa daya.. ego selalu mengalahkan semuanya.

“Jadi, apa yang ingin kau tanyakan? Jangan membuang waktuku lebih banyak lagi, Choi Jinri.” Ujar Krystal dingin.

Glek..

Sulli takut.. Krystal bahkan memanggil namanya dengan nama Jinri. Suatu hal yang tak pernah ia katakan.

“Aku.. begini.. kau salah..”

“Apa? Apa yang salah dari perkiraanku?” tantang Krystal. Rahang gadis itu bergeletuk mencoba menahan pergolakan emosi jiwanya yang memuncak.

“Kau salah.. semuanya.. sejak dari awal.. kau salah besar..”

Tak urung ucapan Sulli membuat Krystal bingung.

“Apa maksudmu?”

Sulli kemudian mengeluarkan sebuah surat yang penuh dengan lekukan disana-sini. Krystal semakin bertambah bingung.

“Bisa jelaskan kepadaku tentang surat itu?” tanya Krystal.

“Aku dan Kai.. kami hanya sahabat.. tak pernah lebih dari itu.. dia.. mungkin lebih baik kau membaca surat ini terlebih dahulu..” ujar Sulli. Tangannya bergerak untuk memberi Krystal sebuah map cokelat.

Krystal membaca dengan sangat cermat. Matanya tak pernah lepas dari deretan kata-kata yang tertera didalamnya.

Sebuah surat dari rumah sakit.. awal dari segalanya dan akhir dari segalanya..

Sulli masih menunggu dan menebak seperti apa reaksi Krystal nantinya. Dia perlu tahu.

Deg..

Jantungnya serasa berhenti ketika Krystal membaca sebuah kalimat.

Kim JongIn positif mengalami kanker otak stadium akhir.

Matanya memanas.

Kanker otak? Kanker otak? Tak mungkin.. Kai..

“Jangan bercanda! Ini tidak lucu, Jinri!” seru Krystal. Dia lalu membuang surat itu begitu saja. Matanya sarat akan kepedihan dan ketidakpercayaan.

“Aku tidak bercanda! Itu semua benar! Kai mengalami kanker otak stadium akhir!” ujar Sulli.

Krystal lalu mencengkram kedua pundak Sulli kuat-kuat, “Kau bohong! Aku tak akan mempercayai semua omong kosong ini! Ini bohong!”

“Kalau ini semua bohong, menurutmu dimana Kai sekarang ini? Kenapa dia tak ada disini untuk menjelaskan semuanya kepadamu?!”

Krystal terdiam. Kenyataan bahwa Kai mengalami kanker otak stadium akhir benar-benar berhasil memukul telak jiwanya.

“Karena dia sudah berada diatas saat ini. Dia sedang menyaksikan kita dari atas sana!”

Krystal hanya bisa menatap Sulli –masih- tidak percaya.

“Kai tidak menghianatimu, Krystal! Tidak ada yang menghianatimu! Ini semua pilihan Kai! Dia tak ingin kau mengetahui keadaannya!”

“Lalu, kenapa kau lebih dulu mengetahuinya?” tanya Krystal lemah.

“Karena dia mempercayaiku. Mempercayaiku untuk terus melihatnya kesakitan. Mempercayaiku untuk tetap berdosa untuknya. Berdosa karena aku membohongimu.” Ujar Sulli.

Krystal terdiam. Dia tak mengira Kai akan melakukan ini padanya.

“Dan kau tahu kenapa Kai tiba-tiba keluar dari sekolah dan memutuskan hubungan denganmu?”

Krystal tetap sama seperti tadi. Dia lebih memilih menjadi pendengar yang baik.

“Karena dia tak ingin kau merasa khawatir akan keadaannya. Dia tak ingin kau malu karena memiliki pacar yang lemah sepertinya. Apa kau ingin melihat foto Kai sebelum dia meninggal?”

Krystal hanya memberi pandangan setuju.

Dia kemudian melihat sebuah foto yang menunjukkan seorang pemuda yang sangat ringkih dan lemah tengah terbaring lemas di tempat tidur. Dia tahu betul siapa itu.

Kai..

Meski kondisinya sangat memprihatinkan, dia masih mencoba tersenyum samar kearah kamera.

Tak urung air matanya turun perlahan seiring dia melihat foto Kai.

“Oh tuhan.. Kai..”

Dia menyesal karena telat mengetahui semua ini. Dia menyesal tak mempercayai Kai meski ia tahu Kai sangat cinta padanya.

Tak kuat untuk memandang foto  Kai, Krystal lalu mengembalikan ponsel Sulli.

“Dia tak ingin kau malu karena kondisi fisiknya. Kai tahu kau merupakan yeoja populer di sekolah. Banyak namja yang ingin menjadi pacarmu, dan itu pasti akan menimbulkan suatu persaingan tersendiri. Ia tak ingin kondisi fisiknya menjadi sebuah racun bagimu yang akan menyengsarakanmu. Oleh karena itu ia memilih mundur dari kehidupanmu. Tapi, dia masih sangat mencintaimu. Seharusnya kau tahu pasti seberapa besar cinta Kai terhadapmu.”

“Aku tahu, Jinri.. aku tahu.. tapi, aku menyesal karena aku baru mengetahui semua ini setelah dia meninggal. Aku menyesal tak bisa menemaninya hingga akhir hayatnya. Aku menyesal, Jinri.. aku sunguh-sungguh menyesal.” Ujar Krystal lemah.

Air matanya sudah bertumpah ruah, tak mampu ia tahan kembali.

“Dan di saat-saat terakhirnya.. dia ingin untuk berpisah darimu. Dia ingin kau bisa mendapatkan namja yang jauh lebih baik darinya. Dia ingin kau melupakannya.. dan satu-satunya cara adalah.. dengan melukai perasaanmu.. dan itulah rencananya.. kami berciuman dan segala kata-kata kasarnya.. dia tak sungguh-sungguh melakukan itu dengan hatinya.. aku berani bersumpah..”

“Bisa tolong antarkan aku ke makam Kai, Sulli?”

Sulli tersentak ketika Krystal memanggil namanya dengan sebutan “Sulli”.

“Apa itu artinya..”

“Aku sudah memaafkan kalian. Aku yang bodoh.. aku yang menghianati cinta Kai.. aku yang bersalah..” gumam Krystal lemah.

Bayangan tubuh ringkih Kai dan raut wajah “sakit” masih membayanginya.

“Baiklah, aku akan mengantarkanmu ke makam Kai..”

.

.

.

| END |

Cinta..

Kita tak perlu meragukan lagi seberapa kuatnya itu cinta.. tak perlu.. cinta bahkan sanggup untuk menghidupkan “yang mati” dan mematikan “yang hidup”. Cinta sarat akan kepercayaan. Jikalau kepercayaan itu sudah hilang, lalu apa arti dari sebuah cinta itu sendiri?

Hanya sebongkah kata manis tiada berarti.

3 responses to “The Truth

  1. INI FF APA KENAPA MENYEDIHKAN SEKALIIII? *peluk Kai yang ringkih*
    dari sini Krystal nya sempet bikin ilfil gegara bentak hyojin, tapi di akhirannya, aku bisa ngeliat sosok krystal yang rapuh (?)
    alesan kai ninggalin krystal itu aku suka bangeeeet❤ keep ur work ya! salam kenal juga😀

    • haha xD ah, ga terlalu menguras air mata sebegtuny kok🙂 ini sedihny ga terlalu dapet kataku u_u lebih ke arah sad fail gt u_u
      ah ya, namanu org frustrated gmna sh -_- pasti agak kesel..
      hehe, lah namany jga labil gt -_- #tonjok
      makasih sudah komen ya🙂 salam kenal juga😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s